Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

1.409 karya publik ditemukan.

162025: 112025: 12026: 932025: 1832024: 1952023: 2442022: 2242021: 2942020: 572019: 12018: 312017: 802010: 1

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI-1 KATINGAN HULU KABUPATEN KATINGAN (Perspektif Manajemen Pendidikan)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABTRAKSI Suandi. 2020. “Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan (Perspektif Manajemen Pendidikan). Pembimbing I : Dr. Pranata, S.Pd., M.Si Pembimbing II : Dr. I Wayan Salendra, M.Si Konsep Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu menunjukan bahwa adanya kencendrungan belum mampu untuk mengelola beberapa rangkain proses kegiatan belajar mengajar secara menyeluruh, efektif dan oftimal. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada dua aspek permasalahan, yaitu (1) Bagaimanakah peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan Perspektif Manajemen Pendidikan, (2) Bagaimanakah implikasi guru Pendidikan Agama Hindu dalam pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan Perspektif Manajemen Pendidikan?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Manajemen dan Teori Behavioristik. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode pembelajaran tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan Perspektif Manajemen Pendidikan berdasarkan pada dua elemen dasar yakni Peran Guru Agama Hindu, dan Pendidikan agama Hindu. dua elemen tersebut saling terkait menjadi satu keutuhan yang terartikulasikan pada peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan Perspektif Manajemen Pendidikan. Peran guru sebagai pelaku utama dalam penerapan program pendidikan di sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Dalam proses belajar mengajar, guru mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing, dan memberi fasilitas belajar bagi murid-murid untuk mencapai tujuan. Kedua, implikasi guru Pendidikan Agama Hindu dalam pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan Perspektif Manajemen Pendidikan, fokus pada tiga implikasi yaitu Implikasi Pendidikan, Pembelajaran, dan Pengajaran Agama Hindu, Implikasi Prinsip Pembelajaran Guru Agama Hindu, dan Implikasi Perkembangan Teori Pembelajaran Agama Hindu, tiga implikasi tersebut, mengerucut pada dua tindakan implikasi yaitu implikasi prinsip pembelajaran dan implikasi Teori Pembelajaran yang terfokus pada peran guru Agama Hindu untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara. Kata Kunci : Peran Guru Agama Hindu, Pendidikan Agama Hindu, dan Pelaksanaan Pembelajaran

Peranan Orang Tua Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Keagamaan Hindu Kepada Anak-anaknya di Desa Hurung Enep Kecamatan lahei Kabupaten Barito Utara

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK DESMITA. 2020. Peranan Orang Tua Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Keagamaan Hindu Terhadap Anak-Anaknya Di Desa Hurung Enep Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro,S.Pd.,M.Si. Pembimbing II Lilik,S.Ag.,M.Pd.H Skripsi ini mengkaji peranan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan Hindu terhadap anak-anaknya di Desa Hurung Enep Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Sebagai orang tua sudah menjadi kewajiban untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan pada anak-anak mereka dari kecil, ini akan membentuk kepribadian anak yang baik, dan dapat menghindari perilaku menyimpang yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Fenomena yang terjadi Kurangnya perhatian, pembinaan, dan memberikan pendidikan nilai-nilai keagamaan Hindu oleh orang tua kepada anak-anak mereka. Karena faktor ekonomi yang kurang, menuntut para orang tua untuk bekerja dan bekerja, sehingga kurangnya waktu untuk mendidik anak-anak mereka. Hal ini menyebabkan banyak anak-anak remaja di Desa Hurung Enep melakukan perbuatan yang menyimpang dari ajaran agama Hindu. Berdasarkan urain tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Apa faktor yang menyebabkan perilaku menyimpang pada anak-anak generasi Hindu di Desa Hurung Enep Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara?, 2) Bagaimana upaya orang tua dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anaknya?. Tujuan penelitian untuk mengetahui secara mendalam bagaimana peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Hindu pada anak-anaknya di Desa Hurung Enep. Penelitian ini dikaji dengan teori peranan orang tua, teori sosialisasi, dan teori nilai keagamaan Hindu. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif. Sumber data yaitu sumber data primer dan sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik pengumpulan informasi, reduksi, dan tahap akhir atau penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori peran orang tua maka diperoleh bahwa faktor perilaku menyimpang pada anak-anak generasi Hindu yakni faktor keluarga sebagai penyebab kenakalan remaja dan peran control didalamnya, faktor lingkungan sekolah yang tidak menguntungkan, faktor milieu atau lingkungan, faktor pergaulan dengan kelompok yang menyimpang, faktor kesenjangan kaum tua dan kaum muda, faktor lemahnya kesadaran beragama, faktor bacaan yang merusak, dan faktor kondisi jiwa yang kosong. Upaya orang tua dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anaknya yang dianalisis menggunakan teori sosialisasi dan teori nilai keagamaan Hindu yakni metode nasehat, metode keteladanan, bimbingan, memberikan tugas, dan metode pembiasaan.

Eksistensi Sandung Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Kota Palangka Raya

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK YU ASRI HARING, 2020 : Eksistensi Sandung bagi Masyarakat Hindu Kaharingan di Kota Palangka Raya. Tesis Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing (I) Dr. Ervantia Restulita L. Sigai, S.S.,M.Si. Pembimbing (II) Dr. Pranata, S.Pd., M.Si. Penelitian ini mengkaji eksistensi sandung bagi masyarakat Hindu Kaharingan di Kota Palangka Raya. Penelitian ini mengangkat fenomena masyarakat dalam memahami eksistensi sandung. Masyarakat hanya memahami bahwa sandung merupakan bangunan yang berbentuk rumah kecil tempat menyimpan tulang leluhur semata, padahal sandung sesungguhnya mampu dijadikan sebagai media identitas. Jika generasi ingin berpindah identitas agama tentunya sebagai suatu pertimbangan adanya sandung leluhur di dekat rumah menggambarkan bahwa pemilik rumah tersebut beragama Hindu Kaharingan. Berdasarkan latar belakang tersebut rumusan masalah meliputi: (1) Bagaimanakah eksistensi sandung pada masyarakat Hindu Kaharingan di Kota Palangka Raya? (2) Bagaimanakah nilai-nilai pendidikan dalam sandung pada masyarakat Hindu Kaharingan di Kota Palangka Raya? Teori yang digunakan adalah teori interaksionisme simbolik, teori fungsional struktural, teori nilai dan teori pendidikan Hindu. Jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Kemudian teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa eksistensi sandung bagi masyarakat Hindu Kaharingan di Kota Palangka Raya terlihat dari adanya berbagai bentuk motif yang terdapat pada sandung yaitu burung piak liau, patung bawi-hatue, balanga, batang haring, batang enyuh, matahari, bulan dan bintang. Selain bentuk motif dapat dilihat dari letak sandung yang lebih fleksible tidak hanya di depan rumah saja tapi sekarang juga bisa diletakan di komplek. Pemilihan bahan pada sandung juga mampu menyesuaikan kondisi lingkungan tidak harus menggunakan kayu ulin, tetapi juga dapat menggunakan beton. Nilai-nilai pendidikan pada sandung yaitu nilai pendidikan parawidya kebenaran, nilai pendidikan parawidya keagamaan, nilai pendidikan aparawidya material, nilai pendidikan aparawidya sosial, nilai pendidikan aparawidya keindahan dan nilai pendidikan aparawidya moral.

Kendala Siswa dalam Mata Pelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini bertujuan untuk mengkaji tentang Kendala yang terjadi pada Siswa dalam Mata Pelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Marikit. Siswa di SMAN 1 Marikit mengalami kesulitan dan hambatan dalam memahami dan menerima Mata Pelajaran Seni Budaya yang disampaikan oleh guru, oleh karena itu perlu mengkaji tentang: (1) pembelajaran siswa dalam Seni Budaya di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan (2) Kendala Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan (3) Upaya yang dilakukan dalam mengatasi Kendala Siswa dalam Mata Pelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode kualitatif. Penentuan informan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori Behavioristik, teori Kendala, dan teori Motivasi Belajar. Hasil penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori: (1) Pada pembedahan rumusan masalah yang nomor satu menggunakan teori Behavioristik (2) pada rumusan masalah yang ke-dua menggunakan teori Kendala (3) pada rumussan masalah nomor tiga menggunakan teori motivasi belajar. Hasil penelitian yang dikaji berdasarkan teori yang digunakan adalah: (1) sistem pembelajaran pada Mata Pelajaran Seni Budaya masih belum menggunakan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan bahan ajar yang digunakan hanya satu bahan ajar saja yakni buku paket Seni Budaya; (2) guru hanya menggunakan metode ceramah, metode diskusi, dan metode tanya jawab saja, belum tersedianya alat-alat atau media yang digunakan untuk melakukan praktek, media yang digunakan hanya spidol dan papan tulis saja. Guru yang mengajar Mata Pelajaran Seni Budaya merupakan tidak berlatar belakang dari pendidikan Seni. Keadaan ruang kela yang masih belum efektif. Kurangnya kreativitas guru dalam mengajar; (3) adapun upaya yang dilakukan adalah kepala sekolah udah menanyakan tentang silabus kepada Dinas Pendidikan namun masih belum ada respon. Guru Seni Budaya menanyakan pada sekolah lain yang mungkin mempunyai silabus agar bisa menyusun RPP. Kepala sekolah jjuga sudah mengusulkan untuk pengadaan alat-alat atau sarana prasarana agar bisa digunakan pada saat praktek. Kepala sekolah sudah mengupayakan untuk memperbanyak bahan ajar Mata Pelajaran Seni Budaya

Studi Tentang Kompetensi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Agama Hindu Di SMA Negeri 2 Katingan Hilir Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas tentang studi tentang kompetensi guru agama hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa agama hindu di Sma Negeri 2 katingan hilir kecamatan katingan hilir kabupaten katingan. Kompetensi Guru adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimili, dihayati, dan dikuasai. Hal tersebut dapat diartikan bahwa kompetensi merupakan perpaduan antara pengetahuan, kemampuan, dan penerapan dalam melaksanakan tugas dilapangan kerja, sedangkan Prestasi Belajar suatu perubahan yang yang dialami anak didik, yang dapat diindikasikan atau dapat dilihat dalam bentuk angka-angka penilaian dari hasil pekerjaannya yang merupakan evaluasi dari hasil bealajarnya. Penelitian ini ada dua permasalahan : (1) Bagaimanakah Kompetensi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Di SMA Negeri 2 Katingan Hilir Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan? (2) Upaya-Upaya yang dilakukan guru agama hindu Di SMA Negeri 2 Katingan Hilir Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan informan adalah orang yang memberikan data penelitian melalui wawancara. Studi tentang kompetensi guru agama hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa agama hindu di Sma Negeri 2 katingan hilir kecamatan katingan hilir kabupaten katingan, yaitu baik dengan komponen yang ada, kompetensi guru dapat melaksanakan pekerjaanya,sesuai kemapuan yang dimiliki, untuk meningkatkan prestasi belajar siswa guru memberikan sebuah dorongan, melalui mengerjakan tugas, memberikan soal-soal agar semua dapat terlaksana dengan baik. Upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan pretasi siswa terlaksana dengan baik, peran seorang guru mengontrol siswa saat pelajaran berlangsung disitu kita dapat melihat siswa dalam meningkatkan pretasi belajar mereka dan niat mereka untuk meningkatkan pretasi belajar sangat tinggi dan termotivasi ketika melihat temannya yang lain sangat antusias dan aktif dalam belajar.

PERAN PASRAMAN NYAI INAI MANGUT DALAM PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI DESA SEI HANYO KECAMATAN KAPUAS HULU KABUPATEN KAPUAS

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK SRI BUMBUNG, 2020. Peran Pasraman Nyai Inai Mangut dalam pendidikan Agama Hindu Kaharingan di Desa Sei Hanyo Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapusas, Skripsi Jurusan Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyan Palangka Raya. Pembimbing (I) Dr. Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,MA Pembimbing (II) Komang Suarta, S.Ag,.M.Si Dalam penelitian ini yang melatar belakangi adalah untuk mengetahui tentang peran Pasraman Nyai Inai Mangut dalam pendidikan Agama Hindu Kaharingan di Desa Sei Hanyo Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas karena kuranya guru agama hindu di sekolah formal sehingga kurangnya pengetahuan peserta didik tentang pendidikan agama Hindu Kaharingan, pasraman Nyai Inai Mangut Berperan sebagai tempat memberikan nilaia-nilai ketuhanan, motivasi, fasilitator Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Tujuan umum mengacu kepada judul 2) Tujuan Khusus mengacu kepada Rumusan masalah Adapun masalah dalam penelitian ini Pendidikan di pasraman Nyai Inai Mangut terdapat beberapa masalah permasalahan 1) Bagaimana Peran Pasraman Nyai Inai Mangut dalam Proses ajaran Agama Hindu Kaharingan dipasraman, 2) Apakah kendala-kendala belajar pendidikan Agama Hindu Kaharingan di Pasraman Nyai Inai Mangut Teori yang di gunakan pada penelitian ini yaitu: 1) Teori peran, 2) Teori humanisme pendidikan 3) Teori Pendidikan Hindu 4) Teori Kendala Dalam penelitian ini Metode di gunakan yaitu metode Kualitatif dengan Teknik penetuan informan Purposive yang terdiri dari Ketua Pasraman, guru-guru Pasraman dan siswa pasraman selain itu penelitian ini menggunakan jenis dan sumber data yaitu data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi untuk Teknik analisa data terdiri dari pengumpulan informasi data, Reduksi data, Penyajian data, dan menarik Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bertempat di Pasraman Nyai Inai Mangut di Desa Sei Hanyo Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas, Peran pasraman Nyai Inai Mangut adalah tindakan/aktivitas yang dilakukan/ dijalankan oleh.ketua pasraman dan guru-guru terkait dengan Rumusan masalah yang ke satu (1) sebelum melaksanakan aktivitas belajar mengajar terlebih dahulu dilakukan persambahyangan Basarah kemudian dilanjutkan dengan proses belajar mengajar Kendala yang di hadapai oleh guru dan siswa dalam proses belajar mengajar di pasraman Nyai Inai Mangut yaitu Kendala sarana dan pra sarana yang tidak menunjang belum adanya pembangunan ruangan khusus pasraman untuk saat ini masih belajar di balai Basarah, kendala pada guru kuranya pengetahuan guru dalam hal memberikan materi, kendala pada peserta guru di hadapkan dengan sejumlah karakteristik siswa yang beraneka ragam ada siswa yang dapat menempuh pendidikan secara lancar, namun disisilain ada pula siswa yang mengalami kesulitan yang bersipat Psikologis dan sosiologissehingga menyebabkan presrtasi belajar siswa yang di capai kurang maksimal.

EFEKTIVITAS ANTARA BELAJAR KELOMPOK DAN BELAJAR INDIVIDU MATA PELAJARAN AGAMA HINDU SISWA SDN 1 BARONANG II, KABUPATEN KAPUAS

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

berbagai jenis dan tingkatan ada kemungkinan siswanya yang mengalami kesulitan belajar seperti belajar tidak dengan sungguh-sungguh, kondisi kesehatan kurang mendukung untuk belajar, tidak belajar dirumah, masalah keluarga dan sulit untuk menangkap pelajaran dengan cepat didalam proses belajar mengajar tentunya terdapat banyak hambatan yang dialami oleh seorang guru yang dapat menyulitkan dalam mengajar dan menurunkan prestasi belajar siswa.

Bukung Dalam Ritual Kematian Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Tabulus Kabupaten Katingan (Kajian Seni Keagamaan)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI SUMARDI 2020. Bukung dalam Ritual kematian pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Tabulus Kabupaten Katingan (Kajian Seni Keagamaan). Skripsi, Fakultas Dharma Acarya/Prodi Pendidikan Seni Keagamaan IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Komang Suarta S.Ag.,M.Si, Pembimbing II Suwito S.Ag.,M.Si. Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak keragaman dari budaya, suku bangsa, agama, hingga aliran-aliran kepercayaan. Semua keragaman tersebut tumbuh di dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang akhirnya membentuk masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang plural. Masyarakat Indonesia yang majemuk terdiri dari berbagai budaya, karena adanya kegiatan dan pranata khusus. Karena masyarakat Hindu Kaharingan mempunyai kebudaya yang diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang terdahulu seperti Bukung dalam Ritual kematian pada Umat Hindu Kaharingan dari uraian tersebut, rumus masalah yang diangkat penulis yaitu : 1 Bagaimanakah bentuk Bukung dalam ritual kematian pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Tabulus Kabupaten Katingan?, 2. Bagaimanakah fungsi Bukung dalam ritual kematian pada umat Hindu kaharingan di Desa Tumbang Tabulus Kabupaten Katingan?, 3. Apakah makna seni yang terkandung dalam Bukung pada ritual kematian di Desa Tumbang Tabulus Kabupaten Katingan?. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriftif kualitatif. Jenis sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder, tehnik penentuan informan yaitu tehnik purposive. Tehnik pengumpulan data observasi, wawancara dan dukumentasi. Analisis data dalam penelitian yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian dimulai tanggal 30 September sampai 30 Oktober 2020, dengan hasil penelitian yang diperoleh yaitu Bukung dalam ritual kematian pada umat Hindu Kaharingan adalah sebuah apresiasi seni yang dilakukan untuk memberikan penyadaran kepada umat Hindu Kaharingan bahawa kematian merupakan jalan menuju alam dengan kebahagiaan sejati, sehingga keluarga yang ditinggal tidak larut dalam duka yang mendalam. Menurut sejarah Bukung yaitu Bukung asal usulnya berasal dari manifestasi dari Ranying Hatalla yang diturunkan ke dunia ini (Pantai Danum Kalunen Luwuk Kampungan Bunu) agar manusia yang merupakan keturunan Raja Bunu menyadari bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan ini, sehingga tidak harus diratapi dengan kesedihan yang berlarut-larut. Bukung memiliki roh dan memiliki nilai sakral dalam ritual kematian. Karena Bukung memiliki bentuk, fungsi, dan makna. Bukung yang terkandung dalam ritual kematian pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Tabulus yaitu terdiri dari bentuk, fungsi dan makna seni yang terkandung dalam bukung pada ritual kematian masyarakat Hindu Kaharingan. Bukung adalah kebudayaan yang bersifat sacral khusus pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Tabulus. Kata Kunci: Bukung, Kematian dan Kaharingan.

Minat Belajar Siswa Terhadap Pembelajaran Seni Budaya SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan jaman semakin pesat dalam ilmu pengatahuan dan teknologi. Kemajuan dan perkembangan yang terjadi dalam masyarakat, mengakibatkan peningkatan upaya pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahi bagaimana tujuan : (1) Bagaimanakah minat belajar siswa terhadap mata pembelajaran seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau ? (2) Apakah faktor-faktor yang menjadi penghambat minat belajar siswa terhadap pembelajaran seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau ? (3) Bagaimanakah upaya meningkatkan minat siswa dalam belajar seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau ? khususnya dalam upaya memberika ilmu pengetahuan tentang minat belajar siswa terhadap pembelajaran seni budaya. Medote yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode yang didasarkan atas kenyataan yang berlangsung sekarang dimana data-data yang mula-mula dikumpul dan disusun, kemudian dijelaskan serta dianalisis, di dalam penelitia. Dari analisi data tersebut dapat disimpulkan bahawa: (1) minat belajar siswa terhadap mata pelajaran seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau dalam mengetahui minat belajar siswa guru minat belajar siswa terhadap pembelajaran seni budaya sangat kurang karena siswa-siswi masih kurang percaya diri dalam mengasah kemampuan dan pengetahuan yang di miliki di bidang seni budaya. (2) faktor-faktor yang menjadi penghambat minat belajar siswa terhadap pembelajaran seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau yang menjadi faktor penghambat minat belajar siswa merupakan kendala yang dihadapi seorang siswa yang masih kurang minat niat belajar atau motivasi dalam dirinya (3) upaya meningkatkan minat siswa dalam belajar seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau Upaya seorang guru khusunya guru mata pelajaran seni budaya didalam meningkat minat pelaksanaan proses pembelajaran tentunya sangat besar sekali, dimana guru agama seni budaya bertidak sebagai pendidik, pengajar, pembimbing dan pelatih yang harus dipedomani oleh para siswa disekolah

Seni Bela Diri Lawang Sakepeng Pada Pemuda Hindu Kaharingan Di Desa Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan seni budaya merupakan aspek yang sangat penting khusususnya untuk generasi muda sebagai penerus bangsa. Pada hakikatnya seni adalah unsur budaya yang dapat memberikan dukungan terhadap kemajuan budaya yang ada di desa Timpah. Jenis kesenian yang ada di desa Timpah sangat beragam keragaman dipengaruhui oleh latar belakang timbulnya kesenian itu dan kondisi masyarakat pendukungnya. Salah satu seni bela diri Lawang Sakepeng yang dimainkan pada saat acara pernikahan dan penyambutan tamu yang memiliki pesan nilai keindahan proses dan fungsi bagi masyarakat desa Timpah. Seni bela diri Lawang Sakepeng yang ada di desa Timpah hanya didominasi oleh pemuda Hindu saja, itupun hanya beberapa pemuda yang melatih diri dan mau belajar seni bela diri, dalam pelatihan seni bela diri Lawang Sakepeng, pemuda Hindunya masih kurang mengerti dan memahami makna proses, fungsi dan nilai yang ada dalam Lawang Sakepeng karena kebanyakan pemuda lebih Hindu dominan di seni budaya lainnya seperti seni tari dan musik sehingga seni bela diri Lawang Sakepeng kurang ditonjolkan. Fenomena pemuda Hindu Kaharingan di desa Timpah hendaknya dikaji secara mendalam untuk dapat diketahui permasalahannya. Berdasarakan itu peneliti mengkaji permasalahan dengan merumuskan masalah yakni: 1). Bagaimanakah proses pelaksanaan seni bela diri Lawang Sakepeng pada pemuda Hindu Kaharingan di desa Timpah?; 2). Apakah fungsi seni bela diri Lawang Sakepeng pada pemuda Hindu Kaharingan di desa Timpah ?; 2). Apakah nilai-nilai seni bela diri Lawang Sakepeng pada pemuda Hindu Kaharingan di desa Timpah?. Penelitian ini tentu mempunyai tujuan dan manfaat yang hakikatnya untuk meningkatkan keilmuan dan meningkatkan sumber daya manusia pemuda Hindu Kaharingan yang lebih baik. Untuk memahami dan mengkaji permasalahan disampaikan kajian pustaka konsep, teori dan model untuk menganalisis masalah yang menjadi target pembahasan. Sedangkan teori yang digunakan untuk mengkaji adalah teori fungsional struktural dan teori nilai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskripsi kualitatif dengan pendekatan penalaran indukatif, teknik informan purposif. Metode pemgumpulan data dengan observasi partisipan, wawancara tidak berstruktur dan studi dokumentasi, serta dilanjutkan dengan teknik analisis data untuk mendapatkan deskripsi penelitian yang lebih baik. Hasil penelitian menunujukan bahwa seni bela diri Lawang Sakepeng pada pemuda Hindu Kaharingan di desa Timpah sudah berdasarkan teori, hanya saja pemuda Hindu Kaharingan masih kurang mengerti dan memahami lebih dalam proses, fungsi dan nilai dari seni bela diri Lawang Sakepeng sesuai struktur dan fungsi masyarakat.

Peranan Orang Tua Siswa Dalam Pembinaan Pendidikan Agama Hindu Di SMP Garing Tarantang Tumbang Manggu Kabupaten Katingan

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Lida Sumanti, 2020. Peranan Orang Tua Dalam Pembinaan Pendidikan Agama Hindu di SMP Garing Tarantang Tumbang Manggu Kabupaten Katingan. Skripsi Jurusan Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I, Dr. Pranata,S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II, Ni Nyoman Sumarni,S.Ag.,M.Si. Pada perkembangan kehidupan manusia yang semakin kompleks dan maju ini, maka pendidikan keluarga harus lebih mengutamakan pembentukan pribadi yang bersifat alami. Karena keluarga merupakan pertumbuhan anak yang pertama, dimana ia mendapatkan pengaruh-pengaruh baik dan buruk dalam anggota keluarga. Dilihat dari faktor pendidikan tentunya peranan orang tua sangat dibutuhkan dalam memberikan pendidikan agama Hindu di dalam keluarga selain dari sekolah. Dengan tujuan penelitian yaitu: 1) Untuk mengetahui peranan orang tua terhadap pembinaan pendidikan Agama Hindu. 2) Untuk mengetahui tentang faktor-faktor penghambat bagi orang tua terhadap peningkatan prestasi belajar pendidikan Agama Hindu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Lokasi penelitian di SMP Garing Tarantang Tumbang Manggu Kabupaten Katingan. Hasil penelitian sebagai berikut: Peran orang tua dalam pembinaan kepribadian anak, dapat disimpulkan bahwa orang tua siswa sudah memberikan nasehat-nasehat, mengajari anak-anaknya dengan ajaran agama serta perbuatan-perbuatan yang baik, memperhatikan anak-anaknya walaupun sibuk bekerja mencari nafkah, serta menganjurkan mereka untuk selalu rajin belajar dan bersekolah. Peran orang tua dalam mengembangkan pendidikan agama kepada anak-anaknya, dapat disimpulkan bahwa orang tua jarang untuk memperhatikan atau mengembangkan pelajaran agama Hindu anak-anak mereka, karena kesibukkan mereka untuk mencari nafkah. Hanya sebagian keluarga saja yang menyatakan menanyakan hasil pendidikan anaknya. Peran orang tua tentang penanaman nilai-nilai etika bagi anak-anak dalam pergaulan sehari-hari, dapat disimpulkan bahwa orang tua sudah memberikan penanaman nilai-nilai etika kepada anak-anaknya, melalui nasehat-nasehat, mengajarkan tentang hal-hal baik, mengajarkan nilai-nilai agama dan moral. Faktor-faktor penghambat bagi orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar anaknya, hampir semuanya menyatakan bahwa kurangnya pengetahuan orang tua dalam pendidikan agama Hindu, kurangnya buku-buku pelajaran pendidikan agama Hindu, serta faktor kesibukan orang tua yang banyak waktunya untuk mencari nafkah.

Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMKN 1 Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Proses pembelajarante ntunya menumbuh dan mengembangkan pendidikan yang bermuthu diperlukan proses belajar yang baik, agar mutu pendidikan lebih baik. Diharapkan proses belajara yang lebih efektif dan efisen.Sehingga semakin tinggi mutu pendidikan, diharapkan semakin baik hasil belajarnya dan semakin banyak masalah belajar yang dialami memungkinkan semakin tinggi peroleh hasil belajarnya. Berdasakan latar belakang diatas, maka penelitian ini ada tiga permasalahan yang dibahas yaitu:(1)Bagaimanakah Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMKN 1 Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas,(2)Apa Upaya Yang Dilakukan Oleh Guru Agama Hindu Di Dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMKN 1 Mihing Raya, (3) Kendala Apakah Yang Dirasakan Oleh Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Pelaksanakaan Pembelajaran Agama Hindu Di SMKN 1 Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Tujuan umum dari penelitian ini yaitu untuk memahami bagaimana proses pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMKN 1 Miihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Memahami bagaimana proses pembelajaran pendidikan agama Hindu yang lebih baik. Sehingga secara otomatis akan membuat pradigma mengajar guru dari yang bersifat teacher centred (berpusat pada siswa) mengetahui bagaimana faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : (1) Teori Kontrukvisme dari Yamin, (2) Teori Kognivisme dari Jerome Bruner, (3) Teori Humanistik dari Carl R.Rogers. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data data adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang sudah diperoleh dianalisis dengan metode diskkriptif kualitatif dengan langkah yaitu,reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun lokasi penelitian dilaksanakan di SMKN 1 Mihing Raya kabupaten Gunung Mas. Berdasrkan judi penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif. Dari analisis data diatas dapat disimpulkan,(1)Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu sangat penting dan wajib bagi peserta didik yang dimana bertujuan untuk menumbuh kembangkan dan meningkatkan Sradha dan Bhakti siswa terhadap Ida Sanghyang Widhi Wasa melalui pelatihan penghayatan dan pengalaman ajaran agama Hindu,(2) Peran guru dalam proses pembelajaran adalah menjadi fasilitator bagi para siswa, memberikan motivasi,sebagai evaluator atau guru yang memberikan penilaian untuk mengetahui apakah tujuan yang telah dirumuskan tercapai atau tidak dan kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa

Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini mengkaji Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing suasana belajar di kelas kadang proses belajar siswa terhambat karena apa yang dijelaskan lain dari materi yang dicatat oleh siswa. Berdasarkan dari latar belakang tersebut, Skripsi ini mengkaji tentang (1). Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing (2) Kendala Atau Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dekomentasi. Teknik analisis data yang dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hal penelitian ini dikajikan dengan teori peran, teori Behaviorisme. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing, yang di lakukan Selaku guru mata pelajaran Agama Hindu dalam pelaksanakan evaluasi pembelajaran guru melaksanakan evaluasi yaitu evaluasi formatif digunakan unruk mengevalusai kemajuan belajar siswa selama berlangsungnya proses belajar menjagar disekolah, evaluasi sumatif adalah penilaian yang dilakukan pada akhir dari suatu unit kegiatan belajar mengajar tertentu (cawu/semester) yang bertujuan untuk mengambil keputusan tentang berhasil (lulus) atau gagalnya (tidak lulus) suatu proses pembelajaran, (2) Kendala Atau Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing yaitu Faktor penghambat evaluasi ini kesulitan guru dalam menyesuaikan kurikulum, karena di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing Berlaku Kurikulum K13, jadi dari KTSP ke Kurikulum K13, harus ada penyesuaian-penyesuaian banyak terjadi perubahan dalam hal evaluasi ini jadi kesulitan guru pada penyesuaian evaluasi, untuk K13 guru juga kerepotan yaitu karena katerian pelajaran terlalu banyak tagihan.

Eksistensi Pasraman Dharma Sentana Dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu Di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini mengkaji eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Basarang Jaya. Fenomena yang terjadi pada muda-mudi di Desa Basarang Jaya karakter anak didiknya masih kurang baik dengan maraknya kasus balap liar dan tindakan yang menyimpang dari ajaran agama Hindu, tetapi setelah mereka mengikuti pendidikan di pasraman anak didik yang semulanya kurang memiliki sopan santun terhadap orang tua, seiring berjalannya waktu perubahan menjadi lebik baik dialami peserta didik setelah mengikuti pasraman. Berdasarkan uraiaan tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Basarang Jaya?, 2) Bagaimanakah upaya untuk memaksimalkan eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Basarang Jaya?, 3) Apakah implikasi eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam pendidikan karakter bagi Sisya Hindu dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Basarang Jaya?, Tujuan umum dari penelitian ini mengkaji lebih dalam untuk menemukan ilmu pengetahuan agama dan pendidikan tentang eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam pendidikan karakter sisya di Desa Basarang Jaya. Hasil peenelitian ini dikaji dengan teori eksistensi, teori motivasi, dan teori evaluasi/implikasi. Metode penelitian yang digunakan metode deskriftif kualitatif. Jenis sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purpossive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran dan intepretasi, serta penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori eksistensi maka diperoleh bahwa eksistensi Pasraman dharma Sentana dalam pendidikan karakter bagi sisya Hindu yakni adanya Kegiatan persembahyangan, prakter sarana upacara, kegiatan pembelajaran pasraman, kegiatan Dharma Tula, kegiatan bhakti sosial. Upaya untuk memaksimalkan eksistensi dari Pasraman Dharma Sentana di analisis dengan teori motivasi, maka diperoleh data yakni dengan cara Meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan kemandirian siswa, meningkatkan tanggung jawab siswa, meningkatkan sistem pendidikan, meningkatkan peran lembaga, dan meningkatkan sarana prasarana yang ada di Pasraman Dharma Sentana. Implikasi Pasraman Dharma Sentana dianalisis dengan teori Implikasi terbagi menjaddi dua implikasi, pertama implikasi positif dan kedua implikasi negative. Implikasi positifnya yakni mencakup 18 standard nilai karakter, sedangkan implikasi negatifnya yakni kurangnya waktu bermain, terdampak covid-19, bertambahnya biaya uang jajan, berkurangnya waktu membantu orang tua.

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VISUAL MATA PELAJARAN AGAMA HINDU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 MANUHING RAYA KABUPATEN GUNUNG MAS

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK MIRA ASMARA, 2020. Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Visual Mata Pelajaran Agama Hindu Siswa Kelas VIIISMP Negeri1 Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas.FakultasDharma Acarya. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing IDr. Drs. I Wayan Karya.,M.Pd.,M.Sidan Pembimbing IIHendri, S. Ag., M. Si Dalam proses belajar mengajar Media itu tidak dapat dipisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya. Begitu juga halnya fenomena yang terjadi dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri 1 Manuhing RayaKelurahan TehangKabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah, penerapan media pembelajaran telah dilakukan demi tercapainya hasil belajar yang diinginkan akan tetapi belum diketahui apakah penggunaan media pembelajaran berbasis visual tersebut dapat berpengaruh terhadap hasil atau prestasi belajar siswa dalam Perspektif Pendidikan Agama Hindu. Dari gambaran di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini yaitu Bagaimana Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Visual Terhadap Hasil Belajar Siswa Hindu Dalam Mata Pelajaran Agama Hindu di SMP Negeri 1 Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas? Manfaat Penelitian adalah Memberikan suatu masukan kepada guru Agama Hindu agar dapat menggunakan media pengajaran sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai secara efektif dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 18 siswa Hindu kelas VIIISMP Negeri 1 Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas,sedangkan Sampel Penelitian berupa sampel total yaitu seluruh populasi dijadikan sampel. Teknik Pengumpulan Data menggunakan Teknik Observasi, wawancara, dokumentasi dan eksperimen. Teknik Analisa Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Uji t, yaitu untuk mengetahui tentang pengaruh penerapan media pembelajaran berbasis visual mata pelajaran Agama kelas VIII di SMP Negeri 1 Manuhing Raya Kabupaten Gunung MasTahun Ajaran 2019/2020. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Mean atau Rata-rata ( = 76,78dan = 70,72, Standar Deviasi ( = 6,7 dan = 3,09), Varian( = 44,89 dan = 9,51), Korelasi( r )=-0,59, r (determinan) = 34,81%. Dari perhitungan uji t diperoleh nilai t hitung sebesar 1,28. Dengan db sebesar 16 diperoleh t pada taraf signifikansi 5% sebesar 1,746. Karena “t” yang diperoleh dalam perhitungan (t ) lebih kecil dari pada t 1,281,746, maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan media pembelajaran berbasis visual terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran agama Hindu di SMP Negeri 1 Manuhing RayaKelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga hipotesis ( ) bahwa penerapan media pembelajaran berbasis visual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran agama Hindu di SMP Negeri 1 Manuhing Raya Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Ma Provinsi Kalimantan Tengah ditolak dan hipotesis ( ) bahwa penerapan media pembelajaran berbasis visual tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa Hindu dalam mata pelajaran agama Hindu di SMP Negeri 1 Manuhing Raya Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah. Terkait dengan hasil penelitian ini disarankan agar guru agama Hindu lebih memberikan perhatian terhadap cara penyampaian materi pelajaran kepada siswa terutama penggunaan media pengajaran yang trepat sesuai dengan pokok bahasan atau materi yang disampaikan demi kemajuan prestasi siswanya.

Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Pesiwah Pada Umat Hindu Dayak Lawangan Di Desa Salikung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Sandia Maliting, 2020. Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Pesiwah Pada Umat Hindu Dayak Lawangan Di Desa Salikung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Komang Suarta, S.Ag., M.Si sebagai pembimbing I dan Suwito, S.Ag, M.Si sebagai pembimbing II. Skripsi ini mengkaji tentang Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Pesiwah Pada Umat Hindu Dayak Lawangan Di Desa Salikung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Fenomena yang terjadi Dalam upacara Pesiwahmasih kurangnya keterlibatan generasi muda sehingga sehingga minimnya pengetahuan akan pelaksanaannya termasuk nilai-nilai yang terkandung pada upacara Pesiwah, berkaitan dengan pendidikan keagamaan.(1) Bagaimanakah pelaksanaan upacara Pesiwah pada umat Hindu Dayak Lawangandi DesaSalikung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. (2) Apa saja Nilai-nilai Pendidikan agama Hindu dalam upacara Pesiwah pada umat Hindu Dayak Lawangandi Desa Salikung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Adapun tujuan yang ingin dicapai yaitu, untuk mengkaji dan menganalisis nilai-nilai pendidikan agama Hindu seperti nilai pendidikan Tattwa, Susila dan Upacara yang dikenal dengan Tiga kerangka dasar agama Hindu, guna memperkaya keilmuan agama terkhususnya pelaksanaan upacara Pesiwah. Teori yang digunakan 1) Teori Fungsinalisme Struktural 2) Teori Nilai. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik penentuan informan dalam penelitian ini adalah Snow Ball dalam pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Berdasarkan analisis data penelitian yang landasi teori atau konsep dapat disimpulkan bahwa: (1) Upacara Pesiwah merupakan upacara melepas Pali sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur atas panen yang telah didapat dan dipersembahkan melalui upacara Pesiwah ditujukan kepada Tuhan beserta manifestasi-Nya. TahapPelaksanaan upacara Pesiwah terbagi menjadi tiga tahap yaitu meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan dantahap akhir, untuk persiapan diantaranya, biaya, waktu, tempat, Besaruan (mengundang), sarana prasarana, membuat Anshak, memasak Lamang, serta menata persembahan, sedangkan untuk pelaksanaan meliputi menghidupkan Damuan sebagai pemberitahuan bahwa ritual akan dimulai, Sempuri bercerita asal musal Pesiwah, Permbersihan sarana dan prasarana, dan yang terakhir menghaturkan persembahan kepada Tuhan dan para manifestasi-Nya, dan tahap akhir yaitu makan bersama dan penyerahan Tembai kepada Balian. (2) Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam upacara Pesiwah adalah: Nilai pendidikan Tattwa, Nilai Pendidikan Susila/etika serta Nilai Pendidikan Upacara.

Babukung Dalam Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan Di Desa Bangkal Kabupaten Seruyan (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ferenky Setiawan. 2020. Babukung Dalam Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan Di Desa Bangkal Kabupaten Seruyan (Perspektif Pendidikan Agama Hindu). Skripsi Strata Satu Prodi Pendidikann Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I. Komang Suarta,S.Ag.,M.Si Pembimbing II. I Made Paramarta, S.Ag.,M.Si Aktivitas keagamaan Umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kabupaten Seruyan tidak luput dengan Upacara Agama. Upacara agama adalah sistem penerapan Agama Hindu yang tergolong Acara Agama. Acara Agama adalah ajaran yang ditradisikan dalam masyarakat salah satu unsur yang mutlak dalam pelaksanaan agama. Dalam pelaksanaan keagamaan Umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kabupaten Seruyan Umat Hindu Kaharingan juga melaksanakan serangkaian Upacara Kematian salah satunya Babukung dalam Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan. Adapun permasalahan yang ada dalam penulisan skripsi ini yaitu: 1. Bagaimanakah pelaksanaan Babukung dalam Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kabupaten Seruyan? 2. Apa nilai-nilai pendidikan agama Hindu pada Babukung dalam Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kabupaten Seruyan?. Adapun tujuan penelitian ini yaitu: Untuk mengetahui, memahami, menganalisa, dan mendiskripsikan: Pelaksanaan Babukung, dan nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam Babukung pada upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kabupaten Seruyan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif Kualitatif. Tempat penelitian di Desa Bangkal Kabupaten Seruyan. Teori yang digunakan yaitu: Teori Behavioristik, dan Teori Nilai. Teknik penentuan informan yaitu: Snowball Sampling. Tenik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data mengunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu babukung yang dilaksanakan jika ada umat Hindu Kaharingan yang meninggal, dan jasadnya dimasukkan kedalam lancak atau runi yang telah diukir dan dicat, lancak atau runi tersebut dikuburkan ataupun didiamkan dirumah selama 12 hari atau lebih, lalu dilanjutkan dengan Tiwah, pada saat pelaksanaan tiwah tersebut Babukung dilaksanakan bertujuan untuk menemani roh orang meninggal menuju lewu tatau (sorga) dan sebagai jipen (budak) oleh roh tersebut di lewu tatau (sorga). Babukung dalam upacara kematian merupakan tradisi yang harus dipertahankan karena sebagai salah satu warisan nenek moyang dan mempunyai fungsi dan Nilai-Nilai salah satunya Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu. Didalam pelaksanaan Babukung dalam upacara kematian terkandung Nilai Pendidikan Agama Hindu yaitu Nilai Tattwa ialah memahami tuhan bermanifestasi dalam Upacara, Nilai Etika yaitu kesusilaan atau aturan-aturan, pantangan dan serta sistem sosial masayarakat yang masih kuat antar sesama umat beragama, dan Nilai Upacara yaitu memepelajari tentang sarana-prasarana upacara.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI UMAT HINDU DALAM PELAKSANAAN HARI RAYA SARASWATI DI DESA BASARANG JAYA KECAMATAN BASARANG KABUPATEN KAPUAS

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam agama Hindu mengenal tentang tiga kerangka dasar yaitu tattwa, etika dan upacara. Pelaksanaan upacara inilah yang membedakan agama Hindu dengan agama lainnya, karena agama Hindu lebih dominan kedalam pelaksanaan upacara yaitu sebagai bentuk implementasi ajaran tattwa dan etika secara nyata. Sama halnya dengan hari raya Saraswati yang dilaksanakan oleh umat Hindu sebagai bentuk pemujaan kepada dewi Saraswati dan memperingati hari turunnya ilmu pengetahuan. Partisipasi umat Hindu sangat penting demi kelangsungan pelaksanaan hari raya Saraswati terutama pesembahyangan yang dilakukan pada saat pagi hari. Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang akan dibahas antara lain : (1) Faktor-Faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan hari raya Saraswati di desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas? (2) Bagaimana upaya pembinaan yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan hari raya Saraswati di desa Basarang Jaya kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan hari raya Saraswati di desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas, (2) untuk mengetahui upaya yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan hari raya Saraswati di desa Basarang Jaya kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di desa Basarang Jaya Kecanmatan Basarang Kabupaten Kapuas. Sumber data penelitian ini adalah ketua PHDI, guru agama Hindu, Penyuluh agama, Pemangku, masyarakat Hindu dan dokumen desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori Fungsionalisme dan teori Religi. Metode yang digunakan untuk menumpulkan data adalah metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif dengan langkah reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan hari raya Saraswati. Adapun faktor - faktor yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan hari raya Saraswati yaitu waktu pelaksanaannya, kesibukan, kurangnya kesadaran, kurangnya pengetahuan, kurangnya rasa memiliki, anggapan bahwa hari raya Saraswati kurang penting dan lebih fokus terhadap persembahyangan di pura masing-masing. Sedangkan upaya pembinaan yang harus dilakukan adalah melakukan pembinaan, melakukan rembug sastra, memotivasi diri sendiri, melakukan komunisadi dengan pemuka agama, penyuluh agama dan guru agama Hindu