2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dimensi dakwah secara umum terdiri dari (1) dimensi kerisalahan (bi ahsan qawl) dan (2) dimensi kerahmatan (bi ahsan al-a’mal). Dari kedua dimensi ini kemudian lahir berbagai bentuk kegiatan dakwah, seperti tabligh, tadbir, irsyad, dan tathwir. Salah satu bentuk kegiatan tabligh yang umum dilakukan di masyarakat adalah khitobah, yaitu proses penyampaian dakwah Islam melalui media lisan, yang dikenal dengan ceramah atau penyuluhan agama. Dakwah dalam bentuk khitobah ini-diakui atau tidak-merupakan model dan bentuk aktivitas dakwah terpopuler di masyarakat. Oleh sebab itu, sejatinya ia bermuatan pesan yang baik dan benar. Buku ini merupakan bunga rampai (kumpulan materi penyuluhan agama pilihan) yang merujuk terhadap Al-Qur’an sebagai sumber utama, disertai dengan penjelasan berdasarkan tafsir, hadits, qaulun hakim, kaidah-kaidah lughowi, ushul fiqih, pendapat para pakar dan ilmuwan, syair atau pribahasa, serta berita faktual dan aktual. Dikemas dengan bahasa yang menarik dengan memperhatikan susunan badi’ yang terdiri dari muqaddimah, isi, dan penutup. Selamat membaca.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Impact of legal counseling programs on legal awareness and legal literacy in Indonesia.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Suriadi P, 2020. Pelestarian Ekowisata Sepan Apui di Sungai Bemban Kecamatan Marikit Kabupeten Katingan. Skripsi. Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya Prodi Pramuwisata Budaya dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHNTP) Palangka Raya. Pembibing (I) Dr. Sihung S.Ag., M.Si, Pembibing (II) Buhol, S.Ag., M.Fil.H Pelestarian Ekowisata Sepan Apui merupakan hal yang sangat penting khususnya dalam menjaga dan merawat lingkungan serta kearipan lokal agar tidak terjadi pengalihan fungsi. Penting khususnya untuk generasi muda sebagai penerus bangsa, tetap menjaga dan melindungi aset wilayah. Mengingat pada dewasa ini wisata sebagai bukti yang nyata dapat memberikan kontribusi serta peluang usaha peningkatan ekonomi untuk masyarakat. Penelitian ini membahas tentang Pelestarian Ekowisata Sepan Apui. maka hal ini yang ingin dijelaskan dan diunkapkan dikaji melalui penelitian ini adalah : (1) Bagaimana Rekontruksi Pelestarian ekowisata dan kendalanya, serta (2) bagaimana pelestarian Sepan Apui dan (3) apa implikasinya. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif Kualitatif, dari sifat penelitian itu mejelaskan teori teori, rekontruksi dan pemberdayaan masyarakat. Instrument utama dalam penelitian adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dokumentasi. yang mumpu memberikan informasi yang dibutuhkan dan menjelaskan Sepan Apui yaitu Kepala Desa, Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan dan Tokoh Pemuda. Hasil penelitian menujukan bahwa pelestarian Sepan Apui dan kendala yang dihadapi oleh masyarakat wilayah Kecamatan Marikit.(1) Pelestarian Ekowisata Sepan Apui di Sungai Bemban Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan dalam ini upaya pelestarian dan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan,(2) kendala-kendala yang dihadapi oleh masyarakat untuk pengembangan pelestarian ekowisata tentang kendala-kendala sarana dan parasrana penunjang wisata. Kata Kunci : Pelestarian, Sepan Apui.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Upacara Mandung merupakan rangkaian upacara kematian pada umat Hindu Kaharingan, sebagai wujud bakti dan cinta kasih kepada anggota keluarga yang sudah meninggal, upacara Mandung hanya boleh dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan. Adapun permasalahan dalam penilitian ini yaitu bagaimana pelaksanaan tata cara upacara Mandung, apa fungsi pelaksanaan tata cara upacara Mandung dan apa makna filosofis pelaksanaan tata cara upacara Mandung pada umat Hindu Kaharingan di Desa Kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan tata cara upacara Mandung, fungsi pelaksanaan tata cara upacara Mandung dan makna filosofis upacara Mandung pada umat Hindu Kaharingan di Desa Kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya. Teori yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu teori religi, teori fungsional struktural dan teori interaksionalisme simbolik Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini lokasi di Desa Kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya. Jenis data dalam penelitian ini, yaitu data kuantitatif dan kualitatif. Sumber data yaitu Sumber data primer sumber. Sedangkan instrument peneliti sendiri. Tehnik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan teknik analisa data menggunakan deskriptif kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Pelaksanaan tata cara upacara Mandung pada umat Hindu Kaharingan di Desa Kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya yaitu ada beberapa tahapan yaitu: Tahap persiapan pelaksanaan tata cara upacara Mandung, tahap Pelaksanaan tata cara upacara Mandung dan tahap akhir pelaksanaan tata cara upacara Mandung. 2) Fungsi pelaksanaan tata cara upacara Mandung yaitu fungsi sosial yaitu manusia sebagai mahluk sosial, dimanapun keberadaaannya tidak terlepas dari kehidupan orang lain. Manusia di ciptakan tidak bisa hidup sendiri tanpa adanya interaksi dengan dengan yang lainnya dan fungsi religius pelaksanaan tata cara upacara Mandung yaitu untuk membersihkan dan mensyucikan Liau Haring dari segala perbuatan yang dibuatnya semasa hidup di dunia sehingga Liau Haring tersebut dapat menuju Lewu Telun Sengumang dan Liau Haring tidak lagi menggangu anak cucu yang di tinggalkan, sehingga anak cucu yang di tinggalnya dapat hidup dengan tenang dan mendapat rejeki di kemudian hari. 3) Makna filosofis tata cara upacara Mandung yaitu untuk mengantar Liau Haring menuju Lewu Telun Sengumang dengan melaksanakan upacara Mandung untuk membersihkan, membuang sial dan membebaskan ikatan dari yang meninggal tersebut karena kalau belum dilaksanakan upacara Mandung tentunya yang hidup masih terikat dengan yang meninggal.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Eka Sarianti, 2020, Aruh Ganal di Desa Kamawakan Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Kajian Bentuk, Fungsi dan Makna) Skripsi Strata satu Program studi Filsafat Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Nyoman Sarma. S.Ag.,M.Fil.H dan Pembimbing II: Ni Nyoman Tantri, S.Pd,.M.Pd. Aruh Ganal adalah upacara yang dilaksakan satu tahun sekali setelah panen di Desa Kamawakan Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Aruh Ganal dilaksanakan sebagai ucapan syukur kepada Nining Bahatara/ Tuhan Yang Maha Esa dan seluruh menifestasi-Nya atas hasil panen yang melimpah. Berdasarkan dari latar belakang, dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang dibahas sebagai berikut : (1) Bagaimanakah bentuk pelaksanaan Aruh Ganal yang ada pada Masayarakat Hindu Kaharingan di Desa Kamawakan Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sung ai Selatan, (2) Bagaimanakah fungsi Aruh Ganal pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Kamawakan Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan,(3) Apa makna dari sarana dan prasarana dalam Aruh Ganal pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Kamawakan Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk, fungsi dan makna dalam Aruh Ganal. Untuk membedah masalah dalam penelitian ini menggunakan kajian pustaka, konsep dan beberapa teori : (1) Teori religi, dan (2) Teori simbol. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode kualitatif yang dilengkapi dengan data kuantitatif dan lokasi yaitu bertempat di Desa Kamawakan Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu dengan menggunakan teknik : (1) Observasi, (2) wawancara dan (3) dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala adat, Rohaniawan dan para sandaran balian. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Aruh Ganal diawali dengan menyiapkan sarana dan prasarana upacara dilanjutkan dengan tahap persiapan, tahap kumonikasi dengan para leluhur, tahap pokok dan tahap akhir yaitu yang diakhiri dengan acara makan bersama, (2) Fungsi Aruh Ganal terbagi menjadi, fungsi sosial, fungsi religious dan fungsi sarana dan prasarana, (3) Makna Aruh Ganal pada Masyarakat Hindu Kaharingan yang ada di Desa Kamawakan, dalam penelitian ini makna yang dibahas yaitu makna sarana dan prasarana. Dimana sarana dan prasarana dalam Aruh Ganal bermakna sebagai simbol kekuasaan Nining Bahatara dan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan segala menifestasinya. Kata Kunci : Aruh Ganal, Hindu Kaharingan.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK NALIS, 2020. Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan (Kajian Teologi Hindu Kaharingan). Skripsi Strata Satu Program Studi Filsafat Agama Hindu, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. I Wayan Salendra, S.Ag.,M.Si dan Pembimbing II Dr. Kuri, S.Ag.,M.Ag. Upacara kematian merupakan salah satu upacara Pitra Yadnya, yang dilaksanakan oleh Umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan, selama upacara kematian berlangsung, Pisor memainkan peran utama dalam pelaksanaan upacara. Ritual ini merupakan ritual yang sakral dan suci secara turun temurun dilakukan oleh Umat Hindu Kaharingan khususnya di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan, berdasarkan dari latar belakang, maka dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang dibahas sebagai berikut : (1) Bagaimana pelaksanaan upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan? (2) Bagaimana mitologi pelaksanaan upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan? (3) Apa makna teologi yang terkandung dalam pelaksanaan upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan, mitologi dan makna teologi dalam upacara kematian, untuk membedah masalah dalam penelitian ini dengan menggunakan kajian pustaka, konsep serta beberapa teori : (1) Teori Religi (2) Teori Persepsi Interpersonal (3) Teori Simbol. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode kualitatif dan lokasi yang digunakan yaitu bertepatan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu : (1) Observasi (2) Wawancara (3) Dokumentasi dan (4) Studi Kepustakaan. Subjek dalam penelitian ini adalah upacara kematian, Pisor, Tokoh Umat Hindu Kaharingan, Ketua Majelis dan masyarakat setempat. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Pelaksanaan upacara kematian diawali dengan mempersiapkan sarana prasarana upacara, memandikan jenazah, mendadani jenazah, membuat Langkau, membuat Runi,Ngahem Runi, dan memasukan jenazah ke dalam Runi; (2) Mitologi upacara kematian berawal dari seorang Rohaniawan dari Katingan. Beliau bernama Jawa kemudian keahlian beliau diturunkan kepada Merek dan Mareseng upacara kematian ini secara turun temurun masih dilaksanakan sampai saat ini; (3) Makna Teologi dalam upacara kematian dimana dalam pelaksanaannya yang dipuja dan disembah adalah Ranying Hatalla Langit dengan prabawanya atau manifestasinya, Ranying Hatalla langit adalah pencipta segala yang ada di dunia ini, sehingga di dalam pelaksanaan upacara kematian, memohon mempercepat proses mengembalikan tiga unsur dalam tubuh manusia yaitu unsur bapak (Karahang Tulang Panjang), unsur ibu (Balawang Panjang) dan roh (Panyalumpuk) serta mensucikan roh-roh dari berbagai dosa yang diperbuat selama kehidupannya di dunia. Kata Kunci : Ngahem Runi, Nyingah Runi, Nata Apui, Hindu Kaharingan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Sri Pornia, 2020, Kandayu pada pelaksanaan Basarah di Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas (Kajian Teologi Hindu Kaharingan). Skripsi Strata Satu Program Studi Filsafat Agama Hindu, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Wayan Gepu, S.Ag., M.Fil.H dan Pembimbing II: Ni Nyoman Tantri, S.Pd., M.Pd. Beragama merupakan salah satu kewajiban bagi insan manusia di dunia ini. Penerapan ajaran agama diharapkan dapat dilakukan dengan baik, benar dan berlandaskan pada hati tulus dan ikhlas. Ajaran agama setidaknya harus menjadi pedoman dalam kehidupan. Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kuayan, menjalankan aktivitas keagamaan melalui pelaksanaan Basarah yang disertai dengan pelantunan kidung suci Kandayu. Tetapi ada keprihatinan iman terhadap perbedaan ritme Kandayu dan perubahan kalimat dari kandayu cetakan terbaru dengan yang lama serta makna teologi Kandayu. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apa jenis Kandayu dan makna teologi Kandayu yang digunakan pada pelaksanaan Basarah di Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis Kandayu, dan makna teologi dalam Kandayu yang digunakan pada saat pelaksanaan Basarah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu teori rekontruksi, teori refrensial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berlokasi di Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Jenis data yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Sumber data yaitu Sumber data primer dan sumber data sekunder. Sedangkan instrumen penelitian yaitu peneliti itu sendiri. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan studi dokumen sedangkan teknik analisa data menggunakan teknik analisa mengalir. Adapun hasil dari penelitian ini menunujukan bahwa: 1) Jenis Kandayu yang digunakan pada pelaksanaan Basarah didesa Tumbang Kuayan yaitu Kandayu Manyarah Sangku Tambak Raja, Kandayu Mantang Kayu Erang, Kandayu Parawei dan Kandayu Mambuwur Behas Hambaruan. 2) Makna teologi jenis Kandayu yang digunakan pada saat pelaksanaan Basarah yaitu Kandayu Manyarah Sangku mengandung makna menyerahkan segala kehidupan kepada Ranying Hatalla dan memohon berkat. Kandayu Mantang Kayu Erang mengandung makna memohon rejeki, kesehatan dan umur panjang kepada Ranying Hatalla Langit. Kandayu Parawei mengandung makna berupa nasehat kepada umat Hindu Kaharingan agar imannya kuat dan selalu menjalankan ajaran dari Ranying Hatalla Langit, dan Kandayu Mambuwur Behas Hambaruan mengandung makna menerima berkat dari Ranying Hatalla Langit.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Menurut Undang-undang 1945 pasal 2 ayat 1 yaitu Perkawinan sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya. Jika dilihat dalam pasal tersebut, maka perkawinan yang di lakukan oleh masyarakat di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan yang menggunakan ritual perkawinan Hindu Kaharingan di anggap sudah melanggar aturan yang berlaku. Penomena inilah yang terjadi berdasarkan observasi yang telah terjadi dalam pelaksanaan perkawinan oleh umat beragama Kristiani dan katolik yang menggunakan ritual perkawinan Hindu Kaharingan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian yaitu : 1. Bagaimana Bentuk Ritual Perkawinan Adat yang marak dilaksanakan di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan perspektif Hukum Hindu. 2. Faktor apakah yang mempengaruhi Ritual Perkawinan Adat yang marak dilaksanakan di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan perspektif Hukum Hindu. 3. Bagaimanakah Peran Majelis Kelompok Hindu Kaharingan dalam penggunaan ritual Perkawian adat yang marak di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan perspektif Hukum Hindu. Teori yang digunakan dalam mengupas permasalahan yang di teliti adalah Teori Interaksionalisme Simbolik, Teori Kausalitas dan Teori Kewenangan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Teknik pengumpulan data. dilakukan dengan Teknik Observasi, Tehnik Wawancara, Tehnik Observasi, Tehnik Dokumentasi dan Studi Kepustakaan, dengan teknik pengumpulan key Penentuan informan kunci (key informan) atau sample (representative sample). Teknik analisis data menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber data. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa Peranan Lembaga Hindu Terhadap Maraknya Perkawinan Adat Yang Menggunakan Ritual Agama Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan (Perspektif Hukum Hindu) 1. Bentuk Ritual Perkawinan Adat yang marak dilaksanakan didesa Tumbang Karuei kecamatan bukit Raya Kabupaten Katingan perspektif Hukum adalah (a). Ritual Haliki (b). Peminangan, (c). Pemberkatan Perkawinan. 2. Faktor yang mempengaruhi Ritual Perkawinan Adat yang marak dilaksanakan di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan yaitu faktor internal dan ekternal. (a). Faktor internal terdiri dari faktor dari keluarga, Faktor psikologis, faktor keyakinan, faktor keinginan sendiri.(b). Faktor eksternal yang mempengaruhi adalah adanya (1) faktor sosial, (2) faktor budaya/adat, (3) faktor tradisi, (4) faktor ideologi keberagaman. 3. Peran Majelis Kelompok agama Hindu Kaharingan dalam penggunaan ritual perkawinan Hindu Kaharingan yang marak digunakan di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. (a). Peranan:Mengatur, memelihara, dan mengembangkan agama Hindu, mempertinggi kesadaran hidup (b). Tugas; mengukuhkan, memberikan pemahaman, meningkatkan pengabdian, memelihara kerukunan. (c). Pelaksanaa Ritual perkawinan belum ada batasan. Dalam penelitian di Desa Tumbang karuei yaitu di temukan bahwa dalam tindakan yang di berikan oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan adalah tidak ada ketegasan dalam menindak dalam penggunaaan ritual Perkawinan Hindu Kaharingan karena belum ada sanksi yang berlaku di desa tersebut, belum ada kerja sama antara Majelis Kelompok agama Hindu dengan lembaga Adat dalam batasan-batasan penggunaan ritual agama dengan adat. Kunci : Bentuk ritual perkawinan, peranan Majelis Hindu, Faktor eksternal dan faktor internal
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan