Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2021Versi 1

UPACARA KEMATIAN UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA BANGKAL KECAMATAN SERUYAN RAYA KABUPATEN SERUYAN (Kajian Teologi Hindu Kaharingan)

Koleksi Perpustakaan•3 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

ABSTRAK NALIS, 2020. Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan (Kajian Teologi Hindu Kaharingan). Skripsi Strata Satu Program Studi Filsafat Agama Hindu, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. I Wayan Salendra, S.Ag.,M.Si dan Pembimbing II Dr. Kuri, S.Ag.,M.Ag. Upacara kematian merupakan salah satu upacara Pitra Yadnya, yang dilaksanakan oleh Umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan, selama upacara kematian berlangsung, Pisor memainkan peran utama dalam pelaksanaan upacara. Ritual ini merupakan ritual yang sakral dan suci secara turun temurun dilakukan oleh Umat Hindu Kaharingan khususnya di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan, berdasarkan dari latar belakang, maka dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang dibahas sebagai berikut : (1) Bagaimana pelaksanaan upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan? (2) Bagaimana mitologi pelaksanaan upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan? (3) Apa makna teologi yang terkandung dalam pelaksanaan upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan, mitologi dan makna teologi dalam upacara kematian, untuk membedah masalah dalam penelitian ini dengan menggunakan kajian pustaka, konsep serta beberapa teori : (1) Teori Religi (2) Teori Persepsi Interpersonal (3) Teori Simbol. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode kualitatif dan lokasi yang digunakan yaitu bertepatan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu : (1) Observasi (2) Wawancara (3) Dokumentasi dan (4) Studi Kepustakaan. Subjek dalam penelitian ini adalah upacara kematian, Pisor, Tokoh Umat Hindu Kaharingan, Ketua Majelis dan masyarakat setempat. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Pelaksanaan upacara kematian diawali dengan mempersiapkan sarana prasarana upacara, memandikan jenazah, mendadani jenazah, membuat Langkau, membuat Runi,Ngahem Runi, dan memasukan jenazah ke dalam Runi; (2) Mitologi upacara kematian berawal dari seorang Rohaniawan dari Katingan. Beliau bernama Jawa kemudian keahlian beliau diturunkan kepada Merek dan Mareseng upacara kematian ini secara turun temurun masih dilaksanakan sampai saat ini; (3) Makna Teologi dalam upacara kematian dimana dalam pelaksanaannya yang dipuja dan disembah adalah Ranying Hatalla Langit dengan prabawanya atau manifestasinya, Ranying Hatalla langit adalah pencipta segala yang ada di dunia ini, sehingga di dalam pelaksanaan upacara kematian, memohon mempercepat proses mengembalikan tiga unsur dalam tubuh manusia yaitu unsur bapak (Karahang Tulang Panjang), unsur ibu (Balawang Panjang) dan roh (Panyalumpuk) serta mensucikan roh-roh dari berbagai dosa yang diperbuat selama kehidupannya di dunia. Kata Kunci : Ngahem Runi, Nyingah Runi, Nata Apui, Hindu Kaharingan

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1UPACARA KEMATIAN UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA BANGKAL KECAMATAN SERUYAN RAYA KABUPATEN SERUYAN (Kajian Teologi Hindu Kaharingan)2021 · oai:ais:library-item:1230