2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Ritual Ngariau merupakan tradisi masyarakat Suku Dayak Ngaju di Kecamatan Kapuas Tengah yang dilaksanakan sebelum membuka lahan pertanian sebagai bentuk penghormatan kepada penjaga alam serta permohonan keselamatan dan hasil panen. Perubahan struktur ekonomi masyarakat dari sektor pertanian ke pertambangan menyebabkan ritual ini semakin jarang dilaksanakan sehingga mengancam kelestarian nilai budaya dan keagamaan yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Ritual Ngariau, menganalisis perspektif Pendidikan Agama Hindu terhadap ritual tersebut, serta mengkaji upaya pelestariannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif di Desa Pujon, Kecamatan Kapuas Tengah. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ritual Ngariau merupakan warisan Hindu Kaharingan yang berlandaskan keyakinan kepada Ranying Hatalla, Kariau sebagai penjaga alam, dan Bhutakala. Ritual ini mengandung nilai Tattwa, Susila, dan Acara yang tercermin dalam penghormatan kepada Tuhan, keharmonisan manusia dengan alam, serta pelaksanaan Bhuta Yadnya. Pelestarian ritual dilakukan melalui pewarisan antargenerasi, pendidikan berbasis kearifan lokal, dokumentasi, serta dukungan masyarakat adat dan pemerintah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Ritual Ngariau memiliki nilai religius, pendidikan, sosial, budaya, dan ekologis sehingga layak dilestarikan sebagai warisan budaya sekaligus sumber pembelajaran kontekstual dalam Pendidikan Agama Hindu.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Olda Mustika, 2026. Penanaman Sikap Religius Siswa Pada Kegiatan Persembahyangan Basarah di SMPN Satu Atap 2 Kurun Kabupaten Gunung Mas Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A Pembimbing II Megawati, S.Pi.,M.Pd.H Sikap Religius siswa adalah kondisi internal yang tercermin dalam perilaku, kebiasaan, dan cara siswa menjalani aktivitas yang di dasarkan pada nilai-nilai keagamaan. Sikap ini tidak hanya menyangkut pengetahuan tentang agama, tetapi juga bagaimana siswa menghayati, memahami, dan mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mendeskripsikan bagaimana penanaman sikap Religius siswa pada kegiatan persembahyangan Basarah di SMPN Satu Atap 2 Kurun Kabupaten Gunung Mas. (2) Untuk mengidentifikasi apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam penanaman sikap Religius siwa pada kegiatan persembahyangan Basarah di SMPN Satu Atap 2 Kurun Kabupaten Gunung Mas. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualititaif teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan menurut miles dan huberman berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penanaman sikap Religius siswa pada kegiatan persembahyangan Basarah di SMPN Satu Atap 2 Kurun Kabupaten Gunung Mas menggunakan metode pembiasaan. (a) pembiasaan ibadah rutin, (b) pembiasaan sikap gotong royong, (c) pembiasaan sikap bertanggung jawab, (d) pembiasaan sikap etika dan moral. dan metode keteladanan keteladanan kepribasian (akhlak/moral). (2) Apa saja Kendala yang dihadapi dalam penanaman sikap Religius siswa pada kegiatan persembahyangan Basarah di SMPN Satu Atap 2 Kurun Kabupaten Gunung Mas. (a) kendala internal dan (b) kendala ekstenal.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Etni Marsela 2026. Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A, Putu Cory Chandra Yhani, S.Pd.,M.Pd Skripsi. Pengaruh Penerapan Metode Deep Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Di SMPN 2 Palangka Raya Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya kajian empiris mengenai pengaruh penerapan metode deep learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 2 Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan metode deep learning terhadap hasil belajar siswa dengan menggunakan landasan teori belajar bermakna Ausubel serta teori konstruktivisme Piaget dan Bruner yang menekankan keterlibatan aktif siswa dalam membangun pemahaman secara mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 24 siswa kelas VII, VIII, dan IX yang ditentukan melalui teknik total sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui angket dengan skala Likert dan dokumentasi hasil belajar siswa, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode deep learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,014 (0,05) dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,246. Nilai tersebut menunjukkan bahwa penerapan metode deep learning mampu menjelaskan 24,6% variasi hasil belajar siswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Selain itu, seluruh siswa memperoleh hasil belajar di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan nilai rata-rata sebesar 92,75. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode deep learning memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 2 Palangka Raya, sehingga dapat menjadi salah satu alternatif pendekatan pembelajaran yang mendukung peningkatan kualitas proses dan hasil belajar.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kristin Agustin. 2026 Pembimbing I: Pembimbing II:., M.Pd.H Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya IAHN Tampung Penyang Palangka Raya
Upaya Guru dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Hindu Melalui Media Gambar di SD Negeri 2 Tampang Tumbang Anjir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan belajar siswa Hindu kelas IV SD Negeri 2 Tampang Tumbang Anjir dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu. Kondisi awal menunjukkan rata-rata keaktifan kelas sebesar 56,8% dengan ketuntasan klasikal 0%, akibat dominasi metode ceramah yang belum didukung media pembelajaran visual yang konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa Hindu melalui penggunaan media gambar berbasis karton yang diwujudkan dalam bentuk Kantong Karma Phala.
Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif menggunakan model Yasmeen yang terdiri dari tahap diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus pada tanggal 25 Juni hingga 17 Juli 2026, dengan subjek penelitian 10 siswa Hindu kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan jurnal harian guru, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar Kantong Karma Phala secara konsisten meningkatkan keaktifan belajar siswa. Rata-rata keaktifan kelas meningkat dari 56,8% pada kondisi awal menjadi 71,8% pada Siklus I dan mencapai 81,0% pada Siklus II. Ketuntasan klasikal meningkat dari 0% menjadi 40% pada Siklus I dan mencapai 100% pada Siklus II, melampaui target minimal 75%. Disimpulkan bahwa media gambar Kantong Karma Phala efektif meningkatkan keaktifan belajar siswa Hindu dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD Negeri 2 Tampang Tumbang Anjir.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Agung Suderajat. 2026. Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Pembelajaran Agama Hindu Di Sdn Percobaan Palangka Raya Skripsi Srata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Istitut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H Pembimbing II Heri Kusuma Tarupay, S.S.,M.Hum Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi model pembelajaran Problem Based Learning pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya, mengidentifikasi bagaimana kendala guru Pendidikan Agama Hindu mengimplementasi model pembelajaran Problem Based Learning di SDN Percobaan Palangka Raya, serta mengetahui Bagaimana upaya untuk mengatasi kendala implementasi model pembelajaran Problem Based Learning pada pembelajaran Agama Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya. Jenis metode yang digunakan dalam Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di SDN Percobaan Palangka Raya. Informan penelitian terdiri atas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, guru Pendidikan Agama Hindu, dan empat siswa kelas V yang beragama Hindu. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model Problem Based Learning telah dilaksanakan melalui tahapan orientasi masalah, diskusi kelompok, penyelidikan, presentasi hasil, dan evaluasi, sehingga mampu meningkatkan keaktifan, kemampuan berpikir kritis, serta partisipasi siswa dalam pembelajaran. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, rendahnya kreativitas guru dalam mengembangkan kegiatan Problem Based Learning, keterbatasan media pembelajaran, serta perbedaan kemampuan siswa dalam memahami materi. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut yaitu meningkatkan perencanaan pembelajaran, memanfaatkan media yang tersedia, memberikan bimbingan secara intensif kepada siswa, serta mengoptimalkan pengelolaan waktu dan kerja kelompok agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif, aktif, dan bermakna. Penerapan model pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di sekolah dasar.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Ni Komang Niasin,2026,Analisis Peran Guru Dalam Membentuk Sikap Religius Siswa Melalui Pendidikan Agama Hindu Di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Derson, S.Ag., M.Ag Pembimbing II: Komang Suarta, S.Ag., M.Si
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena belum optimalnya sikap religius siswa Hindu di SDN 2 Menteng Palangka Raya, yang tercermin dari belum konsistennya pelaksanaan doa Tri Sandya, kurang terjaganya kebiasaan salim kepada guru, serta beragamnya kemampuan siswa dalam menghafalkan doa harian. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya kajian mendalam terhadap peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam proses pembentukan sikap religius siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam membentuk sikap religius siswa serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi guru dalam proses tersebut di SDN 2 Menteng Palangka Raya.
Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap enam informan yang dipilih secara purposive sampling, terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan empat siswa Hindu dari kelas III hingga kelas VI. Teknik analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña (2014) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Hindu di SDN 2 Menteng Palangka Raya telah menjalankan lima peran secara terintegrasi dan berkesinambungan, yaitu sebagai educator, mentor, guide, motivator, dan evaluator dalam membentuk sikap religius siswa yang mencakup dimensi sradha, bhakti, dan sila. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, kerja sama dengan orang tua, antusiasme siswa, kondisi jumlah siswa Hindu yang terbatas sehingga memungkinkan pendekatan personal yang lebih intensif, serta adanya kegiatan pembiasaan religius di sekolah. Faktor penghambat meliputi perbedaan karakter siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, belum tersedianya ruang ibadah khusus, pengaruh lingkungan luar sekolah, serta keterbatasan pembinaan keagamaan di lingkungan keluarga. Berbagai hambatan tersebut diatasi melalui pembinaan bertahap, peningkatan koordinasi dengan orang tua, dan penciptaan suasana pembelajaran yang kondusif.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Sri Beta Handayani. 2026 Strategi Guru Dalam Meningkatkan Kedisiplinan
Belajar Siswa Kelas V Agama Hindu Di SDN Danau
Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur. Skripsi,
Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas
Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri
Tampung Penyang Palangka Raya , pembimbing : (1)
Mitro, S.Pd.,M.Si (2) Hendri ,S.Ag.,M,Si
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kedisiplinan belajar dalam
membentuk karakter siswa serta masih ditemukannya berbagai permasalahan
kedisiplinan pada siswa kelas V Agama Hindu di SDN Danau, Kecamatan Awang,
Kabupaten Barito Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru
dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa, kendala yang dihadapi guru, serta
solusi yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan
Agama Hindu, dan siswa kelas V Agama Hindu di SDN Danau. Analisis data
menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan analisis hasil penelitian menggunakan
Teori Behavioristik melalui konsep pengkondisian klasik dan pengkondisian
operan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pendekatan
persuasif spiritual melalui kegiatan berdoa sebelum pembelajaran, kontrak belajar,
pemberian penguatan positif berupa pujian dan poin, serta internalisasi nilai
Dharma melalui metode cerita Itihasa. Kendala yang dihadapi meliputi faktor
internal berupa rendahnya motivasi belajar, kejenuhan, dan penggunaan telepon
genggam, serta faktor eksternal berupa kurangnya pengawasan orang tua, rasa
kantuk saat pembelajaran, dan pengaruh teman sebaya.
Strategi yang diterapkan terbukti mendukung peningkatan kedisiplinan
belajar siswa. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru melakukan pendekatan
individual, mengatur posisi tempat duduk siswa, serta memperkuat kerja sama
dengan orang tua agar pembinaan kedisiplinan dapat berlangsung secara
berkelanjutan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Wadian Dadas merupakan tradisi ritual pengobatan dan spiritualitas suku Dayak Ma’anyan yang memiliki nilai sakral sesuai dengan ajaran Hindu Kaharingan. Namun, seiring dengan arus modernisasi, tradisi ini menghadapi tantangan besar berupa krisis generasi penerus dan pergeseran makna dari ritual sakral menjadi sekadar seni pertunjukan komersial. Proses pewarisan ini harus dikelola melalui pola pendidikan yang tepat, sehingga menemukan cara agar nilai-nilai luhur di dalamnya tidak akan punah. Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti merumuskan masalah yaitu: (1) Apakah nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam pewarisan tradisi Wadian Dadas di Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur, (2) Bagaimanakah pola Pendidikan Agama Hindu dalam pewarisan tradisi Wadian Dadas di Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur, (3) Bagaimanakah implikasi pola Pendidikan Agama Hindu terhadap pewarisan tradisi Wadian Dadas di Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur. Adapun teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini yaitu: (1) Teori Pendidikan, (2) Teori Pewarisan dan (3) Teori Fungsional-Struktural. Metode penelitian menggunakan jenis metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari praktisi Wadian Dadas, Tokoh Adat, Guru Agama Hindu, serta masyarakat Hindu Kaharingan di Kecamatan Awang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam tradisi Wadian Dadas meliputi aspek Tattwa (keyakinan pada Ranying Hatalla), Susila (etika pengendalian diri), dan Acara (pelaksanaan ritual) yang membentuk moralitas calon Wadian, (2) Pola pendidikan yang digunakan adalah pola informal dan non-formal melalui jalur Herediter (garis keturunan) dan Vocation (Panggilan Hati), dimana proses belajar terjadi secara alami melalui pengalaman langsung dan bimbingan guru, (3) Implikasi dari pola pendidikan ini adalah terjaganya eksistensi tradisi Wadian Dadas sebagai identitas religius, terciptanya mekanisme pertahanan budaya, serta terjaganya keseimbangan sosial dan spiritual masyarakat Hindu Kaharingan di Kecamatan Awang. ABSTRACT Wadian Dadas is a ritual tradition of healing and spirituality among the Dayak Ma’anyan people that holds sacred significance in accordance with the teachings of Kaharingan Hinduism. However, amid the tide of modernization, this tradition faces major challenges in the form of a crisis in the succession of practitioners and a shift in meaning from a sacred ritual to merely a commercial performance art. This process of transmission must be managed through appropriate educational approaches to ensure that the noble values embedded within the tradition do not become extinct. Based on the background described above, the researcher formulates the following research questions: (1) What are the Hindu educational values in the transmission of the Wadian Dadas tradition in Awang Subdistrict, East Barito Regency? (2) What is the pattern of Hindu education in the transmission of the Wadian Dadas tradition in Awang Subdistrict, East Barito Regency? (3) What are the implications of the Hindu educational model for the transmission of the Wadian Dadas tradition in Awang Subdistrict, East Barito Regency? The theories used to examine the issues in this study are: (1) Educational Theory, (2) Theory of Transmission, and (3) Functional-Structural Theory. The research method employed a qualitative approach using ethnography. The data collection techniques used were participant observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects consisted of Wadian Dadas practitioners, traditional leaders, Hindu religious teachers, and the Kaharingan Hindu community in Awang Subdistrict. The research findings indicate that: (1) The values of Hindu education within the Wadian Dadas tradition encompass the aspects of Tattwa (belief in Alahtalla Ngaburiat Hyang Piumung Jaya Pakuluwi), Susila (ethics of self-control), and Acara (ritual practice), which shape the morality of prospective Wadian practitioners; (2) The educational model employed is an informal and non-formal one transmitted through the lines of descent (lineage) and Vocation (calling of the heart), where the learning process occurs naturally through direct experience and the guidance of teachers; (3) The implications of this educational model include the preservation of the Wadian Dadas tradition as a religious identity, the creation of mechanisms for cultural preservation, and the maintenance of social and spiritual balance within the Kaharingan Hindu community in Awang Subdistrict.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya penggunaan metode ceramah dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Meskipun metode ceramah dinilai efektif untuk menyampaikan materi secara sistematis, pelaksanaannya belum sepenuhnya sejalan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) implementasi metode ceramah dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, (2) kendala yang dihadapi dalam implementasinya, dan (3) solusi yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Konstruktivisme Jean Piaget untuk menganalisis implementasi pembelajaran dan Theory of Constraints (TOC) untuk menganalisis kendala beserta solusi yang diterapkan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah: 1) Teori Kontruktivisme, 2) Teori Kendala. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode ceramah telah dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap persiapan, guru menyusun modul ajar, tujuan pembelajaran, materi, serta instrumen penilaian. Pada tahap pelaksanaan, guru membuka pembelajaran dengan salam, doa bersama, absensi, dan pertanyaan pemantik, kemudian menyampaikan materi menggunakan metode ceramah yang dipadukan dengan tanya jawab dan diskusi serta mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Tahap evaluasi dilakukan melalui tes tertulis, penugasan, serta penilaian terhadap keaktifan dan pemahaman peserta didik. Kendala yang dihadapi meliputi pembelajaran yang cenderung monoton, rendahnya partisipasi peserta didik, perbedaan karakteristik peserta didik, serta kurangnya kreativitas guru dalam mengembangkan variasi pembelajaran. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru mengembangkan metode ceramah interaktif, memanfaatkan media pembelajaran, meningkatkan kompetensi profesional melalui pelatihan dan supervisi, serta menerapkan pembelajaran kontekstual disertai praktik langsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode ceramah masih relevan digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu apabila dikembangkan secara inovatif, dikombinasikan dengan metode pembelajaran yang lebih interaktif, serta disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan tuntutan pembelajaran abad ke-21. ABSTRACT This research was motivated by the continued dominance of the lecture method in Hindu Religious Education learning at SMA Negeri 3 Palangka Raya. Although the lecture method is considered effective for delivering learning materials systematically, its implementation has not been fully aligned with the principles of the Merdeka Curriculum, which emphasizes student-centered learning. This study aimed to analyze: (1) the implementation of the lecture method in Hindu Religious Education learning, (2) the obstacles encountered in its implementation, and (3) the solutions adopted to overcome these obstacles. This study employed Jean Piaget's Constructivist Theory to analyze the implementation of the learning process and the Theory of Constraints (TOC) to examine the obstacles and the solutions applied. The theories used to analyze the research problems were: (1) Constructivist Theory and (2) Theory of Constraints. This study employed a qualitative descriptive approach and was conducted at SMA Negeri 3 Palangka Raya. The data sources consisted of primary and secondary data. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings revealed that the implementation of the lecture method was carried out through three stages: preparation, implementation, and evaluation. During the preparation stage, teachers developed teaching modules, learning objectives, learning materials, and assessment instruments. During the implementation stage, teachers began the lesson with greetings, joint prayer, attendance checking, and stimulating questions, followed by the delivery of learning materials using the lecture method combined with question-and-answer sessions and discussions while relating the materials to students' daily lives. The evaluation stage was conducted through written tests, assignments, and assessments of students' participation and understanding. The obstacles encountered included monotonous learning activities, low student participation, differences in students' characteristics, limited teacher creativity in developing varied instructional strategies. To address these obstacles, teachers combined the lecture method with other instructional methods, utilized learning media, enhanced their professional competence through training and supervision, and implemented contextual learning accompanied by practical activities. This study concludes that the lecture method remains relevant in Hindu Religious Education learning, provided that it is implemented innovatively, integrated with more interactive instructional methods, and adapted to students' characteristics and the demands of twenty-first-century learning.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Juli Astika, 2026 Upaya Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Siswa Kelas
I Di SDN 2 Menteng Palangka Raya.
Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.
Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palngka Raya (IAHN-TP)
Palangka Raya. Pembimbing I Lamri S.Pd.,M.Pd.H. Pembimbing II Niwayan
Sukraini S.Pd.,M.Pd
Penelitian ini di latar belakangi oleh masih ditemukannya siswa kelas I yang
mengalami kesulitan membaca di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Kemampuan
membaca merupakan keterampilan dasar yang harus dikuasai siswa pada jenjang
sekolah dasar karena menjadi fondasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Oleh
karena itu, diperlukan upaya guru untuk membantu siswa mengatasi kesulitan
membaca yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan
upaya guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas I di SDN 2 Menteng
Palangka Raya, dan (2) mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam mengatasi
kesulitan membaca siswa kelas I di SDN 2 Menteng Palangka Raya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi, sehingga teori yang digunakan yaitu teori Konstruktivisme dan teori
Motivasi Belajar.
Hasil Penelitian mengungkapkan bahwa cara guru untuk mengatasi masalah
membaca pada siswa kelas I dilakukan dengan berbagai metode pengajaran,
pemanfaatan alat bantu pembelajaran seperti kartu huruf dan gambar, memberikan
bimbingan individu, pendampingan setelah jam sekolah, memberikan dorongan
untuk belajar, serta bekerja sama dengan orang tua untuk melatih keterampilan
membaca siswa di rumah. Usaha ini berkontribusi dalam peningkatan kemampuan
membaca siswa secara bertahap. Sementara itu, tantangan yang dihadapi guru
termasuk perbedaan dalam kemampuan membaca siswa, rendahnya minat dan
motivasi belajar di kalangan beberapa siswa, keterbatasan waktu untuk
pembelajaran, serta kurang aktifnya dukungan dari orang tua di rumah. Namun
demikian, guru terus berusaha mengatasi tantangan tersebut dengan menerapkan
berbagai strategi belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Upacara Entas-Entas merupakan salah satu rangkaian Pitra Yadnya dalam tradisi Hindu Jawa yang dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta penyempurnaan roh orang yang telah meninggal dunia agar mencapai alam yang lebih baik dan bersatu dengan Ida sang hyang widhi wasa. Selain memiliki fungsi religius, upacara ini juga mengandung nilai-nilai pendidikan yang berperan dalam pewarisan ajaran dan tradisi Hindu Jawa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Upacara Entas-Entas umat Hindu Jawa di Pura Giri Antara Loka, Desa Manunggal Jaya, serta menganalisis makna yang terkandung di dalamnya dalam perspektif Pendidikan Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling yang terdiri atas Romo, pemangku, Ketua PHDI, dan serati banten. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Upacara Entas-Entas terdiri atas tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan inti, dan penutup. Tahap persiapan meliputi rapat panitia, gotong royong, persiapan sarana upacara, serta pembersihan diri. Tahap inti berisi rangkaian ritual yang dipimpin oleh Romo dan pemangku, sedangkan tahap penutup ditandai dengan persembahyangan bersama dan penutupan upacara. Upacara ini mengandung makna religius sebagai wujud bhakti kepada Ida sang hyang widhi wasa dan penghormatan kepada leluhur, makna etika dan moral berupa penanaman disiplin, tanggung jawab, ketulusan, dan rasa hormat, serta makna sosial melalui gotong royong, kebersamaan, solidaritas, dan kerukunan. Dengan demikian, Upacara Entas-Entas tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai media Pendidikan Hindu yang efektif dalam mewariskan nilai-nilai religius, etika, moral, dan sosial kepada generasi muda sehingga tradisi Hindu Jawa tetap lestari.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peldi Susilo (2026) Komunikasi Verbal Pemerintah Desa Tumbang Dahuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan Dalam Meningkatrkan Partisipasi Masyarakat Terhadap Program Pembangunan Pembimbing I, Handoko S.Ag., M.Si Pembimbing II, I Gusti Agung Dharmawan, S.Pd.H., M.Pd Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya komunikasi verbal Pemerintah Desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap program pembangunan. Komunikasi verbal menjadi sarana dalam menyampaikan informasi, memberikan pemahaman, dan mengajak masyarakat terlibat dalam pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi verbal Pemerintah Desa Tumbang Dahuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan serta kendala yang dihadapi dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap program pembangunan. Teori yang digunakan adalah Teori Komunikasi Verbal dan Teori Kendala ( Theory of Constraints (TOC)). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Informan penelitian terdiri atas Kepala Desa, Sekretaris Desa, Perangkat Desa, Ketua BPD, Ketua RT, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan Tokoh Pemuda. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi verbal Pemerintah Desa Tumbang Dahuei dilakukan melalui musyawarah desa, sosialisasi, komunikasi interpersonal, kunjungan langsung, serta melibatkan unsur masyarakat dalam penyampaian informasi pembangunan. Strategi komunikasi yang diterapkan berupa keterbukaan, penggunaan bahasa sederhana, pendekatan persuasif, dan komunikasi kekeluargaan yang mampu meningkatkan pemahaman serta partisipasi masyarakat. Kendala yang ditemukan meliputi rendahnya kehadiran masyarakat dalam musyawarah, kesibukan bekerja, perbedaan tingkat pemahaman, kurangnya perhatian terhadap informasi pembangunan, dan keterbatasan jangkauan komunikasi pemerintah desa. Oleh karena itu, pemerintah desa perlu meningkatkan intensitas komunikasi dan memperkuat peran tokoh masyarakat dalam mendukung partisipasi masyarakat terhadap program pembangunan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh status Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling sebagai kawasan konservasi yang memerlukan pengelolaan seimbang antara fungsi pelestarian lingkungan dan pemanfaatan wisata, serta adanya peningkatan jumlah kunjungan yang belum diimbangi dengan sistem pengelolaan yang konsisten. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan dan apa saja faktor pendukung serta penghambatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengelolaan kawasan tersebut serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pengelolaannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data terdiri atas data primer dari wawancara dengan informan dan data sekunder dari dokumen resmi serta literatur. Objek penelitian adalah implementasi pengelolaan destinasi wisata, sedangkan subjek penelitian meliputi Pengelola Resort Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling, masyarakat lokal, dan pengunjung. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan mengacu pada teori Pariwisata Berkelanjutan UNWTO melalui pendekatan Triple Bottom Line Elkington serta teori Manajemen POAC dari George R. Terry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling secara umum telah berjalan cukup baik dengan menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan pada aspek lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi. Faktor pendukung meliputi komitmen pengelola, dukungan BKSDA, partisipasi masyarakat, potensi sumber daya alam, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran pengunjung, keterbatasan fasilitas, anggaran, dan sumber daya manusia. Penelitian merekomendasikan peningkatan edukasi konservasi, perbaikan fasilitas, penambahan anggaran dan personel, serta penguatan sinergi antar pemangku kepentingan agar pengelolaan kawasan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Lilis Sriani, 2026. Peran Pasraman Parawei dalam pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman di Desa Petak Bahandang Kec. Kurun Keb. Gunung Mas. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H, Pembimbing II, Megawati, S., Pi.M.Pd.H.
Skripsi ini mengkaji tentang peran Pasraman Parawei dalam pembiasan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman di Desa Petak Bahandang Kecamatan Kurun Kebupaten Gunung Mas. Fenomena yang terjadi di lapangan ditemukan masalah, yakni terdapat adanya anak Pasraman yang belum terbiasa dalam pembiasaan kegiatan keagamaan. Berdasarkan dari latar belakang penelitian ini mengkaji tentang: 1). Bagaimana peran Pasraman Parawei dalam pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman. 2). Apa faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman. 3). Bagaimana dampak peran Pasraman Parawei dalam pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman di Desa Petak Bahandang Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas. Penalitian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami, mendeskripsikan dan menganalisis peran Pasraman Parawei dalam pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman. Untuk mengkaji secara mendalam rumusan masalah dikaji menggukan Teori Peran dan Humanistik.
Data yang telah dikumpul dianalisis dengan pendekaan kualitatif. Teknik penetuan informan yang digunakan yaitu Porposive. Teknik analisis data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Ketua Pasraman, Guru Pasraman, Siswa Pasraman dan Orang tua siswa/siswi Pasraman Parawei. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penerikan kesimpulan.
Berdasarkan dari penelitian dan analisis dengan menggunakan Teori Peran dan Humanistik, ditemukan bahwa, Pasraman Parawei mempunyai peran dalam pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan, dalam membentuk karakter religius, Pendidikan Agama Hindu, Penguatan Sradha dan Bhakti dan Pengembangan Kreativitas dan Keterampilan pada Anak Pasraman. Pasraman Parawei dalam perannya dalam pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman, mempunyai faktor pendukung dan penghambat, faktor pendukung yaitu, dukungan orang tua dan dukungan Guru Pasraman. faktor penghambat yaitu, siswa kurang aktif, kurangnya sarana dan prasarana, kurangnya kedisiplinan siswa, dan perilaku siswa yang beragam. Pasraman Parawei dalam peran pembiaasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan mempunyai dampak yakni, membentuk karakter anak Pasraman, meningkatkan Sradha dan Bhakti anak Pasraman, dan mengembangkan kretivitas dan keterampilan anak Pasraman
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Okta Piasih : (2026) Perilaku Bullying Pada Peserta Didik Kelas V A SDN 1
Menteng Palangka Raya. (pembimbing I Tri Aspiyana, M.Pd
dan pembimbing II Putu Wisnu Saputra, M. Pd)
Perilaku bullying di lingkungan sekolah dasar merupakan permasalahan
sosial yang serius dan memerlukan perhatian dari berbagai pihak. Perilaku tersebut
tidak hanya berdampak pada kondisi fisik korban, tetapi juga mengganggu
perkembangan sosial dan emosional peserta didik secara keseluruhan. Penelitian ini
dilatarbelakangi oleh ditemukannya fenomena perilaku bullying pada peserta didik
kelas VA di SDN 1 Menteng Palangka Raya yang terjadi dalam berbagai bentuk
dan belum mendapatkan penanganan yang optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis bullying yang terjadi dan
mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku bullying pada peserta
didik kelas VA di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan
melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan lima informan
yang terdiri dari kepala sekolah, guru kelas VA, dan tiga peserta didik, serta
dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman
melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bullying yang terjadi pada
peserta didik kelas VA di SDN 1 Menteng Palangka Raya mencakup tiga jenis
utama. Pertama, bullying verbal yang merupakan bentuk paling dominan,
diwujudkan melalui ejekan, pemberian julukan negatif, kata-kata kasar, ancaman
lisan, dan ucapan yang merendahkan martabat teman. Kedua, bullying fisik yang
terjadi dalam bentuk pemukulan, dorongan, tendangan, serta tindakan
menyembunyikan dan merusak barang milik teman. Ketiga, bullying sosial yang
terjadi dalam bentuk pengucilan, pengabaian, dan tindakan mempermalukan teman
di depan umum. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku bullying tersebut
meliputi faktor individu, faktor keluarga, faktor teman sebaya, faktor lingkungan
sekolah, serta faktor media sosial dan lingkungan digital. Kelima faktor tersebut
saling berkaitan dan berinteraksi dalam membentuk pola perilaku bullying di
lingkungan kelas VA.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sunetae MR. Hanyi. 2026. Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Siaran Mimbar Agama Hindu Pro 1 di RRI Palangka Raya. Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu, Program Pascasarjana, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A., Pembimbing II Dr. Ervantia Restulita L. Sigai, S.S., M.Si. Program Mimbar Agama Hindu Pro 1 di RRI Palangka Raya merupakan salah satu media pendidikan agama Hindu nonformal yang berperan dalam menyampaikan ajaran dan nilai-nilai agama Hindu kepada masyarakat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian mengenai nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam isi siaran keagamaan, pola penyampaiannya, serta latar belakang penyelenggaraan program sebagai media pendidikan agama Hindu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis latar belakang munculnya Program Mimbar Agama Hindu Pro 1 di RRI Palangka Raya, mengkaji pola penyampaian nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam siaran, serta mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan agama Hindu yang terkandung dalam isi siaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan Kepala RRI Palangka Raya, pengelola Program Mimbar Agama Hindu Pro 1, serta narasumber program sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Program Mimbar Agama Hindu Pro 1 di RRI Palangka Raya diselenggarakan sebagai implementasi fungsi RRI sebagai lembaga penyiaran publik melalui kerja sama dengan Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu, lembaga keagamaan Hindu, dan narasumber untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan agama Hindu nonformal. Kedua, pola penyampaian nilai-nilai pendidikan agama Hindu dilakukan melalui materi yang sistematis, komunikatif, dan kontekstual, didukung oleh koordinasi antara pengelola program, Bimas Hindu, dan narasumber sehingga materi mudah dipahami dan dimaknai oleh masyarakat. Ketiga, isi siaran memuat nilai etika, nilai sosial, dan nilai spiritual yang tidak hanya memperkuat pengetahuan keagamaan, tetapi juga membentuk karakter, hubungan sosial yang harmonis, serta kehidupan spiritual masyarakat dalam mengamalkan ajaran Hindu sehari-hari.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan karakter peserta didik di tengah berbagai fenomena penurunan moral yang masih terjadi, seperti kurangnya kedisiplinan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Dalam konteks pendidikan Agama Hindu, nilai-nilai Tri Hita Karana yang meliputi Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan dipandang sebagai landasan filosofis yang mampu membentuk karakter peserta didik secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses internalisasi nilai-nilai Tri Hita Karana, mengkaji implikasinya terhadap pembentukan karakter siswa Hindu, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses internalisasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, dan dokumentasi terhadap wakil kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu dan siswa, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai-nilai Tri Hita Karana dilaksanakan secara sistematis melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut dengan memanfaatkan strategi keteladanan, pembiasaan, pembelajaran berbasis pengalaman, bercerita, bermain, serta pemberian penguatan. Internalisasi tersebut memberikan implikasi positif terhadap terbentuknya karakter religius, disiplin, peduli, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Selain itu, tercipta budaya sekolah yang religius, harmonis, dan peduli lingkungan. Namun demikian, proses internalisasi masih menghadapi kendala internal berupa karakteristik perkembangan anak usia dini yang masih egosentris, kemampuan memahami konsep abstrak yang terbatas, serta belum stabilnya konsistensi perilaku siswa, dan kendala eksternal berupa kurang optimalnya kesinambungan pembiasaan di lingkungan keluarga, perbedaan pola pengasuhan orang tua, serta pengaruh lingkungan sosial dan perkembangan teknologi. Dapat disimpulkan bahwa internalisasi nilai-nilai Tri Hita Karana merupakan strategi yang efektif dalam membentuk karakter siswa Hindu apabila dilaksanakan secara berkelanjutan, didukung oleh keteladanan guru, pembiasaan yang konsisten, serta sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ritual Ngariau merupakan tradisi masyarakat Suku Dayak Ngaju di Kecamatan Kapuas Tengah yang dilaksanakan sebelum membuka lahan pertanian sebagai bentuk penghormatan kepada penjaga alam serta permohonan keselamatan dan hasil panen. Perubahan struktur ekonomi masyarakat dari sektor pertanian ke pertambangan menyebabkan ritual ini semakin jarang dilaksanakan sehingga mengancam kelestarian nilai budaya dan keagamaan yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Ritual Ngariau, menganalisis perspektif Pendidikan Agama Hindu terhadap ritual tersebut, serta mengkaji upaya pelestariannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif di Desa Pujon, Kecamatan Kapuas Tengah. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ritual Ngariau merupakan warisan Hindu Kaharingan yang berlandaskan keyakinan kepada Ranying Hatalla, Kariau sebagai penjaga alam, dan Bhutakala. Ritual ini mengandung nilai Tattwa, Susila, dan Acara yang tercermin dalam penghormatan kepada Tuhan, keharmonisan manusia dengan alam, serta pelaksanaan Bhuta Yadnya. Pelestarian ritual dilakukan melalui pewarisan antargenerasi, pendidikan berbasis kearifan lokal, dokumentasi, serta dukungan masyarakat adat dan pemerintah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Ritual Ngariau memiliki nilai religius, pendidikan, sosial, budaya, dan ekologis sehingga layak dilestarikan sebagai warisan budaya sekaligus sumber pembelajaran kontekstual dalam Pendidikan Agama Hindu.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ativa, Andin, Gita, 2026. Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Dalam
Pembiasaan Karakter Gemar Membaca Pada Siswa Kelas V SD Negeri 4
Menteng Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut
Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen
Pembimbing I: Dr. I Wayan Dana, S.Pd.,M.Si dan Dosen Pembimbing II: Putu
Cory Candra Yhani, S.Pd.,M.Pd.
Rendahnya karakter gemar membaca pada siswa sekolah dasar masih menjadi
salah satu permasalahan yang dihadapi dunia pendidikan. Kondisi tersebut juga
ditemukan pada siswa kelas V SD Negeri 4 Menteng Palangka Raya yang ditunjukkan
oleh belum optimalnya kebiasaan membaca, rendahnya pemanfaatan perpustakaan
dan pojok baca, serta masih terbatasnya variasi bahan bacaan yang tersedia. Penelitian
ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS),
mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya, serta
mendeskripsikan dampak implementasi Gerakan Literasi Sekolah terhadap
pembiasaan karakter gemar membaca pada siswa kelas V SD Negeri 4 Menteng
Palangka Raya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.
Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan
penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan
sembilan informan, terdiri atas kepala sekolah, wali kelas V, kepala perpustakaan, dan
enam siswa kelas V. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman,
dan Saldaña yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Gerakan Literasi Sekolah di
SD Negeri 4 Menteng Palangka Raya telah dilaksanakan dengan baik melalui
pembiasaan membaca selama 15-30 menit sebelum pembelajaran dimulai,
pemanfaatan pojok baca, perpustakaan sekolah, serta berbagai kegiatan literasi yang
dilakukan secara rutin. Faktor pendukung implementasi Gerakan Literasi Sekolah
meliputi komitmen kepala sekolah, keterlibatan guru, pembiasaan membaca yang
dilakukan secara konsisten, serta tersedianya perpustakaan dan pojok baca. Faktor
penghambat yang ditemukan meliputi keterbatasan variasi koleksi buku bacaan,
belum optimalnya sarana pendukung literasi, dan masih adanya sebagian siswa yang
memiliki minat membaca relatif rendah. Implementasi Gerakan Literasi Sekolah
memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat, frekuensi, dan kebiasaan
membaca siswa, meningkatkan kemampuan memahami bacaan, memperkaya
kosakata, meningkatkan kepercayaan diri dalam menyampaikan kembali isi bacaan,
serta membentuk karakter gemar membaca pada siswa kelas V SD Negeri 4 Menteng
Palangka Raya.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pebida Salamiara. 2026. Pembimbing I: Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H.,
M.Pd.H. Pembimbing II: Roy Wentas, S.Pd., M.Pd.H.
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Eksplorasi
Pengalaman Guru dalam Mengelola Perilaku Agresif Verbal
Siswa Kelas IV di SDN 4 Menteng Palangka Raya.
Perilaku agresif verbal merupakan salah satu permasalahan yang masih
sering terjadi pada siswa sekolah dasar. Perilaku tersebut ditunjukkan melalui
tindakan mengejek, berkata kasar, membentak, serta memanggil teman dengan
julukan yang tidak disukai sehingga dapat mengganggu proses pembelajaran dan
hubungan sosial antarsiswa. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan
untuk mengeksplorasi pengalaman guru dalam mengelola perilaku agresif verbal
siswa kelas IV di SDN 4 Menteng Palangka Raya serta mengidentifikasi berbagai
kendala yang dihadapi guru dalam proses penanganannya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas IV, dan
siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan
Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan
kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengelola perilaku agresif
verbal melalui teguran, nasihat, pendekatan personal, pembiasaan penggunaan
bahasa yang santun, keteladanan, penguatan pendidikan karakter, serta kerja sama
dengan orang tua. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan karakter siswa,
rendahnya kesadaran siswa terhadap dampak ucapan, pengaruh lingkungan
keluarga, teman sebaya, media sosial, serta keterbatasan waktu dalam
memberikan pembinaan secara individual. Upaya tersebut diharapkan mampu
menciptakan lingkungan belajar yang aman, kondusif, dan mendukung
perkembangan karakter siswa.