Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

1.409 karya publik ditemukan.

162025: 112025: 12026: 932025: 1832024: 1952023: 2442022: 2242021: 2942020: 572019: 12018: 312017: 802010: 1

Potensi Pengembangan Daya Tarik Wisata Air Terjun Bumbun di Desa Tumbang Olong Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK AYUNI SARI: (2024) Potensi Pengembangan Daya Tarik Wisata Air Terjun Bumbun di Desa Tumbang Olong Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya (pembimbing I Handoko, S.Ag., M.Si dan pembimbing II Wentin,S.Ag.,M.Pd.H). Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan berbagai sumber daya pariwisata mengintegrasikan segala bentuk aspek diluar pariwisata yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung. pada penelitian ini terdapat dua rumusan masalah dalam skripsi ini adalah, (1) Bagaimana potensi pengembangan wisata air terjun bumbun sebagai daya tarik wisata alam di kecamatan uut murung kabupaten murung raya, (2) apa kendala pengembangan daya tarik wisata air terjun bumbun di kecematan uut murung kabupaten murung raya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah, (1) Teori pengembangan pariwisata (2) Teori kendala. Subjek penelitian ini adalah mulai dari masyarakat lokal yang ada di sekitar objek wisata air terjun bumbun. Hasil penelitian ini adalah, (1) untuk mengetahui pengembangan fasilitas objek wisata air terjun bumbun, (2) untuk mengetahui kendala dalam pengembangan fasilitas objek wisata air terjun bumbun. pengembangan fasilitas dalam menarik minat wisatawan ke objek wisata air terjun bumbun meliputi pengembangan atraksi wisata, fasilitas wisata, infrastruktur wisata, transportasi wisata dan hospitality (keramah-tamahan). Kendala yang di alami dalam pengembangan wisata air terjun bumbun yaitu kurang flaying fox, dermaga tepi sungai, tracking malam, paket wisata penelitian tumbuhan dan binatang, warung, penginapan, toilet, jalan, bus pariwisata dan kemanan serta pelayanan yang masih akan dikembangkan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan. Kata Kunci: Pengembangan Pariwisata, Daya tarik Wisata Minat Wisatawan, Objek Wisata, air terjun bumbun

Analisis terhadap Perilaku Kumpul Kebo menurut Hukum Adat Dayak Ngaju (Studi Kasus di Desa Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan)

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RISNA, 2024 :Analisis Terhadap Perilaku Kumpul Kebo Menurut Hukum Adat Dayak Ngaju ( Studi Kasus Di Desatumbang Manangei Kecamata Katingan Hulu Kabupaten Katingan), Pembimbing I, Sri Kayun, SH.,M.Si. Pembimbing II, Edelweisia Cristiana, MH. Kumpul kebo adalah fenomena yang sering terjadi di masyarakat. Kumpul kebo merupakan perbuatan hidup bersama tanpa adanya ikatan perkawinan yang sah antara seorang pria dan seorang wanita dimana mereka bersama-sama tinggal dalam satu rumah. Perbuatan tersebut sangat bertentangan dengan masyarakat setempat yang menjunjung tinggi nilai hukum adat. Berdasarkan latar belakang maka dalam penelitian ini ada tiga pokok permasalahan yang harus di bahas (1). Faktor penyebab terjadinya perilaku kumpul kebo di Desa Tumbang Manangei Kecamaatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. (2). Dampak perilaku kumpul kebo terhadap Masyarakat sosial di Desa Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. (3). Penyelesaian kasus kumpul kebo secara adat di Desa Tumbang Manangei. Teori digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah, Teori resepsi hukum, teori sosiologi hukum dan teori penyelesaian. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan Teknik penentuan informan purposive sampling. Informan dalam penelitian ini dengan jumlah 6 orang yaitu 3 orang mantir adat 2 orang keluarga dari pihak laki dan Perempuan dan 1 orang istri dari pelaku. Untuk dapat memperoleh data-data dari narasumber untuk dikumpulkan dan disusun secara sistematika dan dianalisis dengan cara kualitatif. Berdasarkan hasil dari penelitian analisis terhadap perilaku Kumpul Kebo menurut hukum adat dayak ngaju (studi kasus di Desa Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan) di selesaikan oleh damang kepala adat, mantir adat dan bersama keluarga secara hukum adat kemudian dampak yang terjadi menimbulkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pengurus adat. Menurut Hukum Adat yang berlaku di Desa Tumbang Manangei . Hukum adat yang digunakan dalam menyelesaikan kasus Kumpul Kebo di Desa Tumbang Manangei. Menyelesaikan kasus kumpul kebo ini untuk membantu menyelesaikan permasalahan juga melindungi keseimbangan alam yang ada di Desa tumbang manangei, dan mencari titik temu Penyelesaian secara damai tersebut bersedia memberikan ganti rugi kepada korban dalam rangka mendapatkan pemaafan dari korban. Penyelesaian perkara dengan hukum adat harus melibatkan para pihak dalam perkara yaitu pelaku, korban dan masyarakat. Para pihak diharapkan dapat bermusyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama dalam rangka menyelesaikan permasalahan yang telah terjadi dan diharapkan dapat diselesaikan dengan secara adil bagi kedua belah pihak pelaku dan korban.

Penerapan Model Pembelajaran Koopratif tipe jigsaw untuk meningkatkan prestasi belajar IPAS SDN 1 Batu Nindan Kecamatan Basarang

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Model kooperatif tipe Jigsaw merupakan satu tipe pembelajaran kooperatif yang mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan prestasi belajar IPAS kelas 3 di SDN 1 Batu Nindan Kecamatan Basarang, (2) Untuk mengetahui bagaimana Kendala Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan prestasi belajar IPAS kelas 3 di SDN 1 Batu Nindan Kecamatan Basarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Serta teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penerikan kesimpulan. Simpulan penelitian ini adalah: (1) Metode Jigsaw efektif meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa di SDN 1 Batu Nindan. Tahapan penerapannya meliputi pemahaman konsep, penyesuaian konteks, penetapan tujuan, pemilihan metode dan strategi, serta evaluasi. Respon positif siswa menunjukkan mereka menikmati dan aktif dalam pembelajaran berbasis kelompok ini, menandakan keberhasilan penerapan metode oleh guru.(2) Penerapan metode Jigsaw menghadapi tantangan eksternal seperti keterbatasan sumber daya, materi ajar yang tidak sesuai, fasilitas kelas, dan kekurangan alat. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala ini termasuk menyesuaikan materi ajar dari sumber online, merancang materi sendiri, dan berkolaborasi dengan rekan guru. Selain itu, sosialisasi dengan orang tua, pelatihan guru, serta solusi kreatif untuk fasilitas dan komunikasi dengan pihak terkait juga diterapkan.

Papan Lewu dalam Ritual Tiwah di Kapuas Tengah Dikaji dari Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Krisjon Agustin Darma. 2024, Papan Lewu Dalam Ritual Tiwah di Kapuas Tengah Dikaji Dari Nila-Nilai Pendidikan Agama Hindu. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II : Megawati,S.Pi., M.Pd.H Papan Lewu di Kapuas Tengah merupakan sarana yang digunakan pada saat Ritual Tiwah, adapun yang terkandung didalamnya yaitu berbagai lukisan yang bermakna seperti Banama Ruhung yang merupakan sebuah gambaran sarana transportasi yang digunakan oleh Sangiang Duhung Mama Tandang serta ada juga gambaran lewu bukit uju hatuntung yang merupakan simbol tempat menghantarkan Liau Haring Kaharingan menuju Lewu Tatau. Lukisan tersebut merupakan persembaham suci yang tulus ikhlas dari Tarantang Nule kepada liau haring kaharingan yang kemudian akan dibawa menuju LewuTtatau. Masyarakat Kapuas Tengah perlu mengetahui lebih dalam bahwa Papan Lewu adalah suatu sarana penting yang digunakan dalamn Ritual Tiwah. Keberadaan Papan Lewu dalam Ritual Tiwah memiliki nilai dan makna yang diyakini dan dipertahankan keberadaannya sehingga dengan adanya permasalahan di atas penulis tertarik untuk mengkaji : 1). Bagaimana bentuk, fungsi dan makna Papan Lewu dalam Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah? 2). Bagaimana kajian nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Papan Lewu pada Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1). Untuk mengetahui bentuk, fungsi dan makna Papan Lewu dalam Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah. 2). Untuk mengetahui kajian nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Papan Lewu pada Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah. Penelitian ini menggunakan Teori Semiotika, dan Teori Simbol. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis data yang meggunakan deskriptif kualitatif dan sumber data bersifat kualitatif. Dengan menggunakan informan ditentukan melalui Purposive Sampling. Hasil Penelitian ini adalah; 1). Ritual Tiwah sangat erat kaitannya dengan Papan Lewu, yang merupakan sarana wajib dalam pelaksanaan ritual ini di Kecamatan Kapuas Tengah. Papan Lewu menjadi elemen penting dalam upacara, menandakan bahwa ritual ini tidak hanya memerlukan persiapan dan waktu tetapi juga peralatan khusus yang memegang peranan penting dalam pelaksanaan Ritual. Ritual Tiwah dalam masyarakat Kapuas Tengah adalah upacara yang sangat signifikan dan kompleks, baik dari segi persiapan, makna spiritual, maupun penggunaan peralatan ritual seperti Papan Lewu. 2). Ritual Tiwah dalam masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Hurung Pukung adalah sebuah upacara yang menggabungkan kewajiban sosial, pengabdian spiritual, dan penghormatan kepada Tuhan dalam satu kesatuan yang utuh, menggambarkan kedalaman makna dan peranannya dalam kehidupan masyarakat tersebut.

Implementasi Hukum Adat dalam Penyelesaian Sengketa Tanah di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PANGKI SWITO, 2024. Implementasi Hukum Adat Dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamndau. Skripsi, Prodi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Riwun, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Emilson Atharwan, MH. Tanah merupakan permukaan bumi yang terdapat pada lapisan paling atas yang menjadi unsur utama suatu negara. Fenomena yang terjadi di Desa Kubung terkait 2 (dua) sengketa tanah yaitu legalitas hak milik serta ketidaksesuaian ukuran tanah antar batas warga setempat, sehingga sering menimbulkan permasalahan sesama masyarakat di Desa Kubung. Tujuan penelitian ini merupakan untuk mengetahui implementasi dan kendala hukum adat dalam penyelesaian sengketa tanah di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriftif kualitatif, Teknik penentu informan menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Kemudian Teknik analisis data menggunakan teknik data analisis dan kualitatif yaitu suatu pendekatan dalam melakukan penelitian yang berorientasi pada fenomena atau gejala yang bersifat alumi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu implementasi hukum adat berdasarkan analisis dengan menggunakan teori sistem hukum terdiri atas struktur hukum, substansi hukum, memiliki suatu tujuan yaitu agar hukum dapat berjalan secara efektif dan berhasil. Maka implementasi hukum adat dalam penyelesaian sengketa tanah di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau yaitu suatu aktivitas atau tindakan aturan hukum yang saling menyesuaikan seperti halnya, proses yang dilakukan oleh mantir adat yang merupakan sebagai perantara dalam penyelesaian sengketa diluar pengadilan merupakan suatu alternatif dalam memberikan kepastian hukum terhadap mereka yang bersengketa dengan cara mediasi sesama pihak. Sedangkan Kendala Implementasi Hukum Adat berdasarkan hasil analisis menggunakan teori Kausalitas adalah para pihak saling mengklaim sebagai pemilik tanah, para pihak tidak dapat membuktikan surat kepemilikan tanah, para pihak tidak ada yang mau mengalah, melakukan penanaman pohon buah seperti durian, rambutan, nangka dan lain-lainnya di atas tanah kosong dan dikuasai sebagai tanah milik sendiri. Seharusnya masyarakat melakukan pendaftaran tanah agar memperoleh suatu alat bukti hak yang sah dan kuatberupa sertifikat. Putusan lembaga adat mengikat para pihak, sanksi yang dijatuhkan disebut pulau diberikan kepada pihak pemilik tanah atas kesepakatan bersama.

Buku Ajar Pendidikan Pancasila

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku bahan ajar pendidikan pancasila ini bertujuan untuk bermanfaat bagi pembaca secara pengetahuan dan wawasan. Diantaranya Pengertian Pancasila, Tujuan Pendidikan Nasional, Pancasila Sebagai Dasar Pancasila, Sejarah Pancasila Pada Masa Kerajaan, Realisasi Pancasila, Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia, Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ), Etika Politik Berdasarkan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Kedudukan Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Ideologi.

PENGARUH KOMPENTENSI PEDAGOGIK GURU TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III DI SDN 6 PALANGKA RAYA

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK GUSLI, 2024: The Influence of Teacher Pedagogical Competence on the Motivation and Mathematics Learning Outcomes of Grade III Students at SDN 6 Palangka Raya. Elementary School Teacher Education Study Program, Faculty of Dharma Acarya, State Hindu Religious Institute, Tampung Penyang, Palangka Raya. Supervisor (I) Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H. Supervisor (II) Putu Cory Candra Yhani, S.Pd., M.Pd Pedagogical competence is the ability of a teacher to manage learning in the classroom, therefore, teachers need to master pedagogical competence, because with this ability students will have high motivation to learn seriously so that the teaching and learning process can run smoothly, regularly, effectively and efficient and can produce learning outcomes that are in line with the expected goals. The aim of this research is to determine whether there is any influence of teacher pedagogical competence on student motivation and learning outcomes. This research includes ex post facto correlation research, or after the event. Data collection for this research was carried out by (1) questionnaire (2) documentation. The data analysis technique uses the partial T test and is processed using the SPSS version 20 program. The research results show that there is no significant influence between teacher pedagogical competence on student motivation and learning outcomes. This can be seen from the data processing of SPSS Vers 20 calculation results, through statistical testing of the t test. The results of teacher pedagogical competence on motivation obtained a t_count value of 0.396 t_table 1.67356. Furthermore, the t test of teachers' pedagogical competence on mathematics learning outcomes obtained a calculated t_value of 0.783 t_table 1.67356. So the basis for making the decision is that the influence of pedagogical competence has no influence on the motivation and mathematics learning outcomes of class III students at SDN 6 Palangka. These findings indicate complexity in the relationships between variables that require further approaches. Although this research contradicts the initial hypothesis. So this research opens up space for further researchers to examine other factors that may play a role in broader dynamics.

Kajian Nilai-Nilai Pendidikan Hindu dalam Ritual Nyadiri Massal di Kota Palangka Raya pada Masyarakat Hindu Kaharingan

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Rutsiana, 2024. Kajian Nilai-Nilai Pendidikan Hindu Dalam Ritual Nyadiri Massal Di Kota Palangka Raya Pada Masyarakat Hindu Kaharingan. Pembimbing I Dr. I Wayan Suasta, S.Ag.,M.Pd.H. Pembimbing II Dr. Ervantia Restulita L.Sigai.S.S.,M.Si. Ritual Nyadiri dalam agama Hindu Kaharingan merupakan ritual memohon perlindungan dan anugerah dari Ranying Hatalla dan Sahur Parapah. Bertujuan untuk menghindari diri, keluarga, masyarakat sekitar dari pengaruh negatif, sebagai upaya pencegahan, penyembuhan, perlindungan dari sial, firasat buruk, marabahaya, serta menyembuhkan penyakit. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengkaji tentang nilai-nilai pendidikan Hindu dalam ritual Nyadiri massal di kota Palangka Raya, dengan tujuan mengungkapkan alasan pelaksanaan serta nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, didukung dengan teori fenomenologi dan teori nilai. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen selanjutnya data tersebut dideskripsikan dengan menghubungkan konteks yang relevan. Berdasarkan hasil penelitian, Ritual Nyadiri merupakan tradisi penting bagi umat Hindu Kaharingan karena bertujuan untuk melindungi diri, keluarga dan masyarakat sekitar dari pengaruh negatif yang tak terlihat dan menjaga keseimbangan antara dunia nyata dan spiritual. Ritual Nyadiri ini melibatkan berbagai tahapan dan penggunaan sarana dan simbolis yang diyakini memiliki kekuatan tak terlihat yang dapat menangkal kesialan dan berbagai macam penyakit. Ritual ini juga dilakukan sebagai respons terhadap pandemi COVID-19, memohon keselamatan dan membuang sial. Nilai-nilai pendidikan Hindu yang terkandung dalam ritual Nyadiri ini meliputi nilai tattwa, menggambarkan keyakinan kepada Ranying Hattla Langit; nilai susila, mengajarkan etika dalam interaksi sosial; Nilai upacara, meningkatkan kualitas diri melalui keyakinan dan ketenangan. Ritual ini memiliki makna etika dan estetika yang mendalam, mencerminkan nilai perlindungan, penghormatan terhadap tradisi, dan kesejahteraan komunitas; Nilai Sosial (Kemasyarakatan) yang dapat diwujutkan dengan sikap gotong royong, berbagi rejeki kepada orang lain, terjalinnya kerukunan dan kebersaman, serta saling menghargai dan menghormati antar sesamam. Oleh karena itu, ritual Nyadiri massal merupakan manifestasi nyata dari upaya spiritual dan budaya masyarakat Hindu Kaharingan dalam mencapai kehidupan yang damai, selamat, tenang, dan sehat, serta berfungsi sebagai sarana pendidikan dan penguatan identitas budaya serta spiritual. Kata Kunci: Nyadiri, Hindu Kaharingan, nilai pendidikan, ritual, Kalimantan Tengah. ABSTRACT Rutsiana, 2024. Studi Of Hindu Educational Values In Mass Nyadiri Rituals In The Hindu Kaharingan Community In Palangka Raya. Supervisor I Dr. I Wayan Suasta, S.Ag.,M.Pd.H. Supervisor II Dr. Ervantia Restulita L.Sigai.S.S.,M.Si. Nyadiri Ritual in Hindu Kaharingan is a life ritual to pray for protection and grace from Ranying Hatalla, and Sahur Parapah. The rituals is to protect oneself, family and the surrounding community from negative influences, as an effort to prevent, heal and protect against bad luck, bad feelings, danger and to cure diseases. There fore, the values of Hindu education in the mass Nyadiri ritual in the city of Palangka Raya was studied for revealing the reasons of implementation and the educational values contained therein. It was through a qualitative method with a descriptive approach, supported by phenomenological theory and value theory. The data was obtained by using observation, interviews and document study techniques, then the data was described by linking the relevant context. Based on research results, the Nyadiri Ritual is an important tradition for Kaharingan Hindu because it aims to protect themselves, their families and the surrounding community from invisible negative influences and maintain balance between the real and spiritual worlds. This Nyadiri ritual involves various stages and the use of tools and symbols which are believed to have invisible powers that can ward off bad luck and various diseases. This ritual is also carried out as a response to the COVID-19 pandemic, a request for safety and banishment of bad luck. The values of Hindu educational contained in Nyadiri ritual include tattwa values, describing belief in Ranying Hatalla Langit; moral values, teaching ethics in social interaction; and ceremonial values, improving self-quality through belief and serenity. This ritual has deep ethical and aesthetic meaning, reflecting the values of protection, respect for tradition, and the well-being of the community. Therefore, Nyadiri mass ritual is a real manifestation of the spiritual and cultural efforts of Hindu Kaharingan community in achieving a safe, peaceful and healthy life, also as a facility of education and strengthening cultural and spiritual identity. Keywords: Nyadiri, Hindu Kaharingan, educational values, rituals, Central Kalimantan.

Perkawinan Salah Jenjang (Heoh) Suku Dayak Siang di Desa Tambelum Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya (Perspektif Hukum Hindu)

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rusandi 2024, Perkawinan salah jenjang (Heoh) Pada Masyarakat Suku Dayak Siang di Desa Tambelum Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya. Skripsi Srata Satu, Prodi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing (I) Mariatie, S.Ag.,M,Si, dan Pembimbing (II) Herwandi, MH. Proses Perkawinan Salah Jenjang (Heoh) pada Masyarakat Suku Dayak Siang di Desa Tambelum Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya Perkawinan salah jenjang dalam masyarakat dayak siang disebut dengan perkawinan heoh. Secara etimologi Heoh terdiri dari kata sala memiliki beberapa pengertian antara lain; 1) tidak benar ; 2) keliru, khilap; 3) tidak selaras; 4) menyimpang dari yang seharusnya; Sebelum di lakukan suatu perkawinan Heoh maka harus terlebih dahulu dilaksanakan saki palas menggunakan darah kambin sebagai penggati ahu (ketulahan). Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 3(tiga) hal yaitu : (1) Bagaimana proses perkawinan salah jenjang heoh pada masyarakat Dayak Siang?.(2) Apa penyebab perkawinan salah jenjang Heoh pada masyarakat Dayak Siang? (3) Apa dampak dari perkawinan salah jenjang Heoh pada masyarakar suku dayak Siang? Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, penelitian ini menggunakan tehnik penentuan informan yaitu purvosiv sampling. Informan dalam penelitian ini adalah berjumlah 6 orang antara lain : 1 orang mantir adat, 1 orang Damang Kecamatan Sungai Babuat 1 orang Majelis Kelompok Desa Tambeluim 2 tokoh masyarakat, dan 2 orang perangkat desa. Teknik pengumpulan data dengan cara yaitu dengan cara wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Dalam penelitian ini data-data yang diperoleh dari narasumber maupun dari buku-buku dikumpulkan dan disusun secara sistematis kemudian dianalisis secara kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian adalah: 1) Proses Perkawinan Salah Jenjang (Heoh) Pada Masyarakat Suku Dayak Siang Secara etimologi Heoh terdiri dari kata (sala) memiliki beberapa pengertian antara lain; tidak benar ; keliru, khilap; tidak selaras; menyimpang dari yang seharusnya; Sebelum di lakukan suatu perkawinan heoh maka harus terlebih dahulu dilaksanakan saki palas menggunakan darah kambin sebagai penggati (Ahu) (ketulahan). (2) Penyebab terjdinya Perkawinan Salah Jenjang (Heoh) ada beberapa factor yang mempengaruhinya: kondisi fisik,iteraksi diri, fungsional, pengetahuan terhadap kemampuan diri. (3). dampak positif,penguatan hubungan keluarga, peningkatan status sosial, pewarisan tradisi, mengindari perkawinan sedarah. Dampak negatif, beban sosial, stigma dan diskriminasi, ketidak puasan pribadi, kompleksitas dalam hubungan.

Irama Kangkanong dalam Pelaksanaan Ritual Balian Bawo Suku Dayak Lawangan di Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

IDO JAYA SAPUTRA. 2024. Irama Kangkanong Dalam Pelaksanaan Ritual Balian Bawo Suku Dayak Lawangan di Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag dan Dosen Pembimbing II: Suwito, S. Ag.,M.Si. Skripsi ini mengkaji tentang irama kangkanong dalam pelaksanaan ritual balian bawo suku Dayak Lawangan di Kecamatan Dusun Tengah. Fenomena yang terjadi di lapangan pada masyarakat suku Dayak Lawangan dalam bermain kangkanong khusunya pada generasi muda kurang mempunyai pengetahuan dan pemahaman tentang irama kangkanong dalam ritual balian bawo. Berdasarkan alasan tersebut tema ini sangat penting untuk diteliti. Masalah ini perlu dikaji lebih lanjut dengan rumusan masalah yaitu bagaimana irama kangkanong dalam pelaksanaan ritual balian bawo suku Dayak Lawangan dan apa fungsi irama kangkanong dalam pelaksanaan ritual balian bawo suku Dayak Lawangan. Tujuan dari penelitian ini yakni mengkaji ilmu pengetahuan seni musik tradisional dan mempunyai manfaat menambah wawasan dan pengetahuan tentang alat musik kangkanong. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori Struktural Fungsional, teori Weighted Scale dan teori Etnomusikologi. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Sumber data dari data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, studi dokumen dan analisis data yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya disajikan dalam laporan penelitian berupa skripsi. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, ditemukan bahwa (1). Irama kangkanong dalam pelaksanaan ritual balian bawo suku Dayak Lawangan memiliki irama yang beragam jenis yaitu irama tung luai, tung golek, serewan gense, bref, gompeng dan gompeng doto. (2). Irama kangkanong akan tetap berfungsi karena irama kangkanong dalam ritual balian bawo merupakan sarana mediator utama yang menjadi salah satu alat perantara untuk menghubungkan antara balian dengan roh leluhur, sahabat dan roh nenek moyang untuk membantu dalam pelaksanaan ritual balian bawo. Fungsi irama kangkanong dalam pelaksanaan ritual balian bawo dapat dilihat dari tiga hal yaitu fungsi laten, fungsi manifes dan disfungsi. Dari ketiga fungsi dapat dilihat bahwa keberadaan fungsi yang ada pada irama kangkanong yang digunakan merupakan bagian penting pada pelaksanaan ritual balian bawo suku Dayak Lawangan di Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur.

Penerapan Restorative Justice sebagai Alternatif Penyelesaian terhadap Kasus Penganiayaan Ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SINDI, 2024 : Penerapan Restorative Justice Sebagai Alternatif Penyelesai Terhadap Kasus Penganiayaan Ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Adat, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Citranu, MH. Pembimbing II Alfred Yetno, MH. Restorative Justice secara umum didefinisikan sebagai keadilan yang mengedepankan pemulihan atas kerugian atau penderitaan yang timbul akibat suatu tindak pidana. Keadilan restoratif dapat dicapai melalui proses kerjasama antara semua pemangku kepentingan (terutama pelaku dan korban).Oleh sebab itu peneliti tertarik mengangkat tentang Penerapan Restorative Justice Sebagai Alternatif Penyelesaian Terhadap Kasus Penganiayaan Ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya, dengan lokasi penelitian di Kejaksaan Negeri Palangka Raya. Dengan dua rumusan pokok : (1) Bagaimana penerapan restorative justice sebagai upaya dalam penyelesaian kasus penganiayaan ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya? (2) Apa dampak dan manfaat dari penerapan restorative justice sebagai upaya dalam penyelesaian kasus penganiayaan ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya? Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan teknik purposive sampling, di analisis menggunakan teori keadilan dan teori tujuan hukum, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian diolah dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Penerapan Restorative Justice dalam kasus tindak pidana penganiayaan ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya, dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Jaksa penuntut umum menawarkan untuk dilakukan upaya perdamaian kepada korban dan pelaku. Setelah berkas perkara dinilai layak dan para pihak telah berhasil dilakukan upaya damai, Kejaksaan Negeri akan mengirim surat permohonan kepada Kejaksaan Tinggi dan setelah dilakukan verifikasi dan dinyatakan layak, kemudian berkas perkara dilimpahkan ke Kejaksaan Agung untuk meminta persetujuan terkait pelaksanaan Restorative Justice, setelah mendapatkan persetujuan, Kejaksaan Agung menyerahkan kembali berkas perkara ke Kejaksaan Tinggi, kemudian Kejaksaan tinggi menyerahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri dan mendapatkan persetujuan, dikeluarkan lah surat ketetapan dan pemberitahuan penghentian penuntutan oleh penuntut umu maka perkara tersebut secara resmi dianggap selesai dan tidak akan dilanjutkan ke proses persidangan di pengadilan. Sementara itu, konsep ini memberikan dampak dan manfaat positif baik bagi Negara, korban, pelaku, dan masyarakat dikarenakan konsep ini lebih berfokus pada perdamaian dari pada penghukuman serta dapat mengembalikan keadaan atau hubungan seperti semulaantara korban maupun pelaku dan memastikan korban dan juga pelaku sama-sama mendapatkan rasa keadilan dari hasil akhir yang di peroleh. Bagi Negara sendiri konsep ini dianggap dapat mengurangi beban peradilan dan meminimalisir overkapasitas penjara dan angka kejahatan, sementara bagi masyarakat melalui Restorative Justice masyarakat dapat melihat contoh bagaimana perkara dapat diselesaikan secara kekeluargaan, damai, dan adil.

Nilai Pendidikan Karakter dalam Nyambutin Umat Hindu di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK I Wayan Suwirye, 2024. Nilai Pendidikan Karakter Dalam Nyambutin Umat Hindu di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Pembimbing I. Dr. I Wayan Suasta, S.Ag.,M.Pd.H. Pembimbing II. Dr. Tardi Edung,S.Ag.,M.Ag. Penelitian ini mengkaji tentang nilai pendidikan karakter dalam Nyambutin umat Hindu di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Nyambutin merupakan yadnya suci untuk membersihkan/menghilangkan leteh, papa klesa, dan memperkuat kedudukan atman si bayi. Berdasarkan latar belakang dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimanakah Bentuk dan Fungsi pelaksanaan Nyambutin umat Hindu di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas? 2. Apa saja nilai Pendidikan karakter dalam pelaksanaan Nyambutin di desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah, teori religi, teori interkasionisme simbolik dan teori nilai pendidikan karakter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, metode kualitatif, lokasi penelitian di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas. Jenis dan sumber data; jenis data menggunakan data kualitatif, sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data skunder, teknik penentuan informan dengan puporsive sampling, instrumen penelitian peneliti sendiri, teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dan studi dokumen; teknik analisa data menggunakan data kualitatif dengan teknik analisa Milles and Huberman. Berdasarkan hasil analisa data, hasil penelitian meliputi bentuk pelaksanaan Nyambutin dikaji dengan teori interaksionisme simbolik, adalah sarana yang digunakan berupa Banten Pengelepas Awon/Pebyakaonan, banten penyambutan, banten prayascita, banten jejagan, banten kumare,banten tataban. Waktu pelaksanaan Nyambutin dilaksanakan ketika hari purnama atau bulan purnama penuh, proses pelaksanaan Nyambutin meliputi pembersihan/penglukatan, mebajang colong, mengelilingi lesung, mepetik, sembahyang, mejaya-jaya. Fungsi Nyambuti meliputi fungsi religius, fungsi penyucian, fungsi sosial, dan fungsi Estetika. Nilai pendidikan karakter dalam Nyambutin meliputi: religius, kedisiplinan, integritas, dan empati. Kata Kunci ; Nyambutin Bentuk dan Fungsi Nilai Pendidikan Karakter. ABSTRACT I Wayan Suwirye, 2024. Character Education Values in the Nyambutin Ceremony Among Hindu Communities in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district, Kapuas Regency. Supervisor I: Dr. I Wayan Suasta, S.Ag., M.Pd.H. Supervisor II: Dr. Tardi Edung, S.Ag., M.Ag. This study examines the values of character education embedded within the Nyambutin ceremony practiced by the Hindu community in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district, Kapuas Regency. Nyambutin is a sacred ritual aimed at cleansing impurities, eliminating sins and afflictions, and strengthening the position of the infant's atman (soul). The research addresses the following questions: 1. What are the forms and functions of the Nyambutin ceremony as practiced by the Hindu community in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district, Kapuas Regency? 2. What character education values are inherent in the Nyambutin ceremony in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district, Kapuas Regency?.The theoretical framework of this research incorporates theories of religion, symbolic interactionism, and character education values. A qualitative research method was employed, with the study conducted in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district. The research utilized qualitative data, drawing on both primary and secondary sources. Informants were selected through purposive sampling, and the researcher served as the primary research instrument. Data collection techniques included observation, interviews, and document analysis. Data analysis was conducted using qualitative methods, specifically applying the Milles and Huberman analysis technique. The findings of this study reveal the forms of Nyambutin ceremony, analyzed through the lens of symbolic interactionism, including: the materials used, such as Banten Pengelepas Awon/Pebyakaonan, Banten Penyambutan, Banten Prayascita, Banten Jejagan, Banten Kumare, and Banten Tataban. The timing of the Nyambutin ceremony, which is performed during the full moon, and the procedural steps involved, including penglukatan, mebajang colong, mengelilingi lesung, mepetik, sembahyang, mejaya-jaya. Fungsi Nyambuti meliputi ; fungsi religius, fungsi penyucian, fungsi sosial, dan fungsi Estetika. The character education values identified within the Nyambutin ceremony include religiosity, discipline, integrity, and empathy. Keywords: Nyambutin, Character Education Values.

Meningkatkan Hasil Belajar Pembelajaran Seni Tari Melalui Metode Konstruksi Tari SMP Negeri 1 Timpah Kab. Kapuas

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Astuti. 2024 Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Pembelajaran Seni Tari Melalui Metode Konstruksi Tari Di Smp Negeri 1 Timpah. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Dosen Pembimbing I Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H dan Dosen Pembimbing II Hendri , S.Ag.,M.Si Peneliti mengkaji tentang Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Pembelajaran Seni Tari Melalui Metode Konstruksi Tari Di SMP Negeri 1 Timpah. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dalam pembelajaran seni tari melalui metode konstruksi di SMP Negeri 1 Timpah. Dari yang sebelumnya masih menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran dan setelah menggunakan metode konstruksi tari. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori konstruktivisme, kemudian metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode pre-experimental design dengan tipe one group pretest-posttest (tes awal-tes akhir kelompok tunggal). Lama waktu yang peneliti gunakan dalam penelitian ini selama satu bulan. Jenis sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara porpusive sampling. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu penilaian unjuk kerja dan presentase ketuntasan peserta didik. Berdasarkan indikator keberhasilan menurut Nurkanca hasil belajar kelas dapat dikatakan tuntas apabila di dalam kelas tersebut mencapai 70% siswa telah mencapai nilai ≥70, penelitian ini dikatakan berhasil dengan nilai rata-rata siswa mencapai ≥70 dengan presentase 80%.

Pengaruh Metode Pembelajaran Market Place Activity Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas IV di SDN 6 Palangka

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini membahas tentang pengaruh metode pembelajaran market place activity terhadap prestasi belajar siswa kelas IV di SDN 6 Palangka.Berdasarkan fakta yang terjadi dilapangan, guru masih menggunakan metode pembelajaran konvensional yang dalam kegiatan pembelajarannya lebih berpusat pada guru, sehingga membuat siswa kurang aktif dikelas dan prestasi belajar siswa rendah. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk melihat pengaruh metode pembelajaran market place activity terhadap prestasi belajar sebelum dan sesudah penggunaan metode pembelajaran market place activity. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen dengan desain penelitiannya yaitu pretest-posttest nonequevalent control group design. Penelitian ini menggunakan dua kelas, yaitu kelas IVA sebagai kelas kontrol dan kelas IVB sebagai kelas eksperimen. Adapun populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SDN 6 Palangka, yaitu 25 orang siswa dari kelas IVA dan 27 orang siswa dari kelas IVB yang keseluruhannya berjumlah 52 orang siswa. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes berupa essay. Terdiri atas 10 soal pretest dan posttest yang diberikan pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Data yang diperoleh peneliti kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil analisis deskriptif dalam penelitian ini adalah prestasi belajar pada kelas eksperimen sebelum menggunakan metode pembelajaran market place activity diperoleh nilai pretest minimum 30, dan nilai maksimum 75 dengan jumlah sampel sebanyak 27 orang siswa, dengan rata-rata nilai yang diperoleh siswa adalah 49,63 dengan standar deviasi 12,08. Sedangkan nilai sesudah diberikan perlakuan menggunakan metode pembelajaran market place activity diperoleh nilai postest minimum 70, dan nilai maksimum 95 jumlah sampel sebanyak 27 orang siswa, dengan rata-rata nilai yang diperoleh siswa adalah 78,33 dengan standar deviasi 6,79. Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial menggunakan SPSS 25 diperoleh nilai sig. (2-tailed) yaitu sebesar 0,000 0,05. Maka berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa H_0 ditolak dan H_1 diterima. Sehingga, dapat ditarik kesimpulan bahwa adanya pengaruh metode pembelajaran market place activity terhadap prestasi belajar siswa kelas IV di SDN 6 Palangka.

Potensi Pengembangan Daya Tarik Wisata Air Terjun Bumbun di Desa Tumbang Olong Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK AYUNI SARI: (2024) Potensi Pengembangan Daya Tarik Wisata Air Terjun Bumbun di Desa Tumbang Olong Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya (pembimbing I Handoko, S.Ag., M.Si dan pembimbing II Wentin,S.Ag.,M.Pd.H). Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan berbagai sumber daya pariwisata mengintegrasikan segala bentuk aspek diluar pariwisata yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung. pada penelitian ini terdapat dua rumusan masalah dalam skripsi ini adalah, (1) Bagaimana potensi pengembangan wisata air terjun bumbun sebagai daya tarik wisata alam di kecamatan uut murung kabupaten murung raya, (2) apa kendala pengembangan daya tarik wisata air terjun bumbun di kecematan uut murung kabupaten murung raya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah, (1) Teori pengembangan pariwisata (2) Teori kendala. Subjek penelitian ini adalah mulai dari masyarakat lokal yang ada di sekitar objek wisata air terjun bumbun. Hasil penelitian ini adalah, (1) untuk mengetahui pengembangan fasilitas objek wisata air terjun bumbun, (2) untuk mengetahui kendala dalam pengembangan fasilitas objek wisata air terjun bumbun. pengembangan fasilitas dalam menarik minat wisatawan ke objek wisata air terjun bumbun meliputi pengembangan atraksi wisata, fasilitas wisata, infrastruktur wisata, transportasi wisata dan hospitality (keramah-tamahan). Kendala yang di alami dalam pengembangan wisata air terjun bumbun yaitu kurang flaying fox, dermaga tepi sungai, tracking malam, paket wisata penelitian tumbuhan dan binatang, warung, penginapan, toilet, jalan, bus pariwisata dan kemanan serta pelayanan yang masih akan dikembangkan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan. Kata Kunci: Pengembangan Pariwisata, Daya tarik Wisata Minat Wisatawan, Objek Wisata, air terjun bumbun

Pengaruh Perhatian Orang Tua terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 3 Palangka

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Hesti Mustika Dewi, 2024, Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 3 Palangka. Skripsi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Dharma Acarya. Institus Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., MA. Pembimbing II Serlis Rusandi, S.Pd., M.Pd. Hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai atau diperoleh individu setelah kegiatan belajar. Proses ini tidak luput dari perhatian orang tua dan pola asuh dari orang tua atau keluarga, karena pada dasarnya keluargalah yang merupakan lingkungan utama yang memberikan pengajaran dalam segala hal, yang kemuadian akan diperkuat dalam pendidikan disekolah. Keluarga dalam hal ini adalah orang tua yang memiliki andil yang besar dalam keberhasilan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perhatian orang tua terhadap hasil belajar siswa kelas V di SDN 3 Palangka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kausal komperatif kuantitatif karena pada implementasinya peneliti mencari pengaruh antara variabel X dan Y. adapun waktu dalam penelitian selama satu bulan terhitung dari 16 Juli-16 agustus 2024. Dengan subjek penelitian 20 orang siswa kelas tinggi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan Uji Regresi Linear Sederhana,Uji t dan Uji Koefisien Determinasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa uji regresi linier sederhana menunjukan persamaan regresinya yaitu Y 2.913 + 0.778 X. Persamaan regresi tersebut mengindikasikan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat secara parsial, nilai kostanta sebesar 2,913 yang berarti bahwa jika tingkat perhatian orang tua siswa bernilai 0, maka hasil belajar siwa diprediksi sebesar 2.913. Selanjutnya nilai koefisien regresi tingkat perhatian orang tua (X) yaitu sebesar 0,778 yang artinya bahwa setiap peningkatan 1 unit tingkat perhatian orang tua siswa akan meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 0,778. sedangkan nilai t_hitung yang telah didapatkan dari uji T lebih besar dari t_tabel, yaitu 3.541 1.734. Hal ini menunjukan bahwa variabel tingkat perhatian orang tua (X) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel hasil belajar siswa (Y). Maka dapat disimpulkan bahwa uji hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima. Kemudian analisis dilakukan untuk mengetahui besaran sumbangan variabel X terhadap variabel Y, yaitu dengan menghitung nilai Determinasi (adjusted R square) dalam penelitian ini adalah sebesar 0.378, hal ini menunjukan arti bahwa variabel tingkat perhatian orang tua (X) sebesar 37.8% memiliki sumbangan pengaruh terhadap hasil belajar siswa di SDN 3 Palangka, sedangkan sebesar 62.2% dipengaruhi oleh faktor variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.