2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK SHINTA WULANDARI. 2024. Eksistensi Pasraman Penyang Hatampung Dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu Di Desa Tanjung Sangalang Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si, Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si. Skripsi ini mengkaji eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang. Fenomena yang terjadi pada muda-mudi di Desa Tanjung Sangalang karakter anak didiknya masih kurang baik dengan maraknya kasus balap liar dan tindakan yang menyimpang dari ajaran agama Hindu, tetapi setelah mereka mengikuti pendidikan di pasraman anak didik yang semulanya kurang memiliki sopan santun terhadap orang tua, seiring berjalannya waktu perubahan menjadi lebik baik dialami peserta didik setelah mengikuti pasraman. Berdasarkan uraiaan tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang?, 2) Bagaimanakah upaya untuk memaksimalkan eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang?, 3) Apakah implikasi eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam pendidikan karakter bagi Sisya Hindu dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang?, Tujuan umum dari penelitian ini mengkaji lebih dalam untuk menemukan ilmu pengetahuan agama dan pendidikan tentang eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam pendidikan karakter sisya di Desa Tanjung Sangalang. Hasil peenelitian ini dikaji dengan teori eksistensi, teori motivasi, dan teori evaluasi/implikasi. Metode penelitian yang digunakan metode deskriftif kualitatif. Jenis sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purpossive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran dan intepretasi, serta penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori eksistensi maka diperoleh bahwa eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam pendidikan karakter bagi sisya Hindu yakni adanya Kegiatan persembahyangan, prakter sarana upacara, kegiatan pembelajaran pasraman, kegiatan Dharma Tula, kegiatan bhakti sosial. Upaya untuk memaksimalkan eksistensi dari Pasraman Penyang Hatampung di analisis dengan teori motivasi, maka diperoleh data yakni dengan cara Meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan kemandirian siswa, meningkatkan tanggung jawab siswa, meningkatkan sistem pendidikan, meningkatkan peran lembaga, dan meningkatkan sarana prasarana yang ada di Pasraman Penyang Hatampung. Implikasi Pasraman Penyang Hatampung dianalisis dengan teori Implikasi terbagi menjaddi dua implikasi, pertama implikasi positif dan kedua implikasi negative. Implikasi positifnya yakni mencakup 18 standard nilai karakter, sedangkan implikasi negatifnya yakni kurangnya waktu bermain, terdampak covid-19, bertambahnya biaya uang jajan, berkurangnya waktu membantu orang tua. Kata Kunci : Eksistensi, Pasraman Penyang Hatampung, Pendidikan karakter
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
RISNA, 2024 :Analisis Terhadap Perilaku Kumpul Kebo Menurut Hukum Adat Dayak Ngaju ( Studi Kasus Di Desatumbang Manangei Kecamata Katingan Hulu Kabupaten Katingan), Pembimbing I, Sri Kayun, SH.,M.Si. Pembimbing II, Edelweisia Cristiana, MH.
Kumpul kebo adalah fenomena yang sering terjadi di masyarakat. Kumpul kebo merupakan perbuatan hidup bersama tanpa adanya ikatan perkawinan yang sah antara seorang pria dan seorang wanita dimana mereka bersama-sama tinggal dalam satu rumah. Perbuatan tersebut sangat bertentangan dengan masyarakat setempat yang menjunjung tinggi nilai hukum adat. Berdasarkan latar belakang maka dalam penelitian ini ada tiga pokok permasalahan yang harus di bahas (1). Faktor penyebab terjadinya perilaku kumpul kebo di Desa Tumbang Manangei Kecamaatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. (2). Dampak perilaku kumpul kebo terhadap Masyarakat sosial di Desa Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. (3). Penyelesaian kasus kumpul kebo secara adat di Desa Tumbang Manangei. Teori digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah, Teori resepsi hukum, teori sosiologi hukum dan teori penyelesaian. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan Teknik penentuan informan purposive sampling. Informan dalam penelitian ini dengan jumlah 6 orang yaitu 3 orang mantir adat 2 orang keluarga dari pihak laki dan Perempuan dan 1 orang istri dari pelaku. Untuk dapat memperoleh data-data dari narasumber untuk dikumpulkan dan disusun secara sistematika dan dianalisis dengan cara kualitatif. Berdasarkan hasil dari penelitian analisis terhadap perilaku Kumpul Kebo menurut hukum adat dayak ngaju (studi kasus di Desa Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan) di selesaikan oleh damang kepala adat, mantir adat dan bersama keluarga secara hukum adat kemudian dampak yang terjadi menimbulkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pengurus adat. Menurut Hukum Adat yang berlaku di Desa Tumbang Manangei . Hukum adat yang digunakan dalam menyelesaikan kasus Kumpul Kebo di Desa Tumbang Manangei. Menyelesaikan kasus kumpul kebo ini untuk membantu menyelesaikan permasalahan juga melindungi keseimbangan alam yang ada di Desa tumbang manangei, dan mencari titik temu Penyelesaian secara damai tersebut bersedia memberikan ganti rugi kepada korban dalam rangka mendapatkan pemaafan dari korban. Penyelesaian perkara dengan hukum adat harus melibatkan para pihak dalam perkara yaitu pelaku, korban dan masyarakat. Para pihak diharapkan dapat bermusyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama dalam rangka menyelesaikan permasalahan yang telah terjadi dan diharapkan dapat diselesaikan dengan secara adil bagi kedua belah pihak pelaku dan korban.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Astuti. 2024 Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Pembelajaran Seni Tari Melalui Metode Konstruksi Tari Di Smp Negeri 1 Timpah. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Dosen Pembimbing I Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H dan Dosen Pembimbing II Hendri , S.Ag.,M.Si Peneliti mengkaji tentang Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Pembelajaran Seni Tari Melalui Metode Konstruksi Tari Di SMP Negeri 1 Timpah. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dalam pembelajaran seni tari melalui metode konstruksi di SMP Negeri 1 Timpah. Dari yang sebelumnya masih menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran dan setelah menggunakan metode konstruksi tari. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori konstruktivisme, kemudian metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode pre-experimental design dengan tipe one group pretest-posttest (tes awal-tes akhir kelompok tunggal). Lama waktu yang peneliti gunakan dalam penelitian ini selama satu bulan. Jenis sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara porpusive sampling. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu penilaian unjuk kerja dan presentase ketuntasan peserta didik. Berdasarkan indikator keberhasilan menurut Nurkanca hasil belajar kelas dapat dikatakan tuntas apabila di dalam kelas tersebut mencapai 70% siswa telah mencapai nilai ≥70, penelitian ini dikatakan berhasil dengan nilai rata-rata siswa mencapai ≥70 dengan presentase 80%.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Seni lukis mambintik raung adalah prosesi melukis peti mati yang ada pada upacara kematian umat Hindu Kaharingan. Lukisan ini memperlihatkan nilai-nilai kehidupan spiritual dan keyakinan dalam upacara Kematian umat Hindu Kaharingan. Namun, hanya sebagian kecil umat Hindu Kaharingan yang memahami pentingnya lukisan yang ada pada raung beserta makna yang terkandung di dalamnya. Ketika pelaksanaan prosesi mambintik raung keterlibatan umat Hindu Kaharingan sangat kurang baik generasi tua maupun generasi muda. Rumusan masalah yaitu bagaimana eksistensi seni lukis mambintik raung pada upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan dan bagaimana upaya pelestarian seni lukis mambintik raung pada upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Tujuan penelitian yaitu tujuan umun dan tujuan khusus. Teori yang digunakan dalam penelitian yaitu Teori Eksistensi, Teori Mimemsis, Teori Pelestarian dan Teori Pendidikan Klasik. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif. Adapun sumber data yaitu bersumber dari data primer dan sekunder. Teknik penentuan informan purposive sampling, teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumen. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, diketahui bahwa prosesi Mambintik raung dilaksanakan ketika masih ada jenazah umat Hindu Kaharingan. Prosesi mambintik raung diwajibkan karena merupakan tradisi yang telah ada sejak zaman dahulu hingga saat ini. Ada tahapan dalam upaya pelestarian mambintik raung yaitu (1). Perlindungan, bahwa budaya tradisional termasuk dalam karya cipta yang perlu dilindungi. (2). Pengembangan, bahwa dalam karya seni yang sudah lama ada tentunya butuh pengembangan agar tidak ketinggalan zaman. (3). Pemanfaatan, tentunya dalam berkarya dalam bidang manapun itu harus memiliki yang namanya manfaat apalagi dalam bidang seni tentunya manfaat itu suatu hal yang harus bermanfaat bagi pelaku seni, para penikmat seni, orang lain dan tidak merugikan orang lain. (4). Pembinaan dalam sebuah karya cipta yang ada perlu adanya pembinanaan terutama seni lokal agar kesenian tersebut tidak hilang atau punah.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Senti Riwanie, 2024. Pelaksanaan Proses Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN 1 Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri “Tampung Penyang”(IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. Pranata.S.Pd.,M.Si. dan Pembimbing (II) Dr. I Gede Dharman Gunawan.SH.,M.Pd.H. Pembelajaran tatap muka terbatas ini pemahamanya yang benar adalah anak tidak perlu mengikuti pembelajaran penuh dalam sehari, tetapi diatur sesuai kebutuhan di sekolah masing-masing, dengan tidak harus diadakan pertemuan setiap hari di dalam pelaksanaan pembelajaran. Dari aspek materi pembelajaran, yang diberikan dalam pembelajaran tatap muka terbatas hanyalah materi yang paling esensial. Metode yang dipergunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dan dinyatakan dalam bentuk kalimat, bukan angka atau bilangan, data yang tidak dapat dihitung atau diukur. Data kualitatif dapat dikumpulkan melalui metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pelaksanaan Proses Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pada Mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN 1 Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan adalah memerlukan penyesuaian dari berbagai aspek, baik dari segi metode pengajaran, pengelolaan waktu, maupun interaksi dengan siswa. PTMT dilakukan sebagai respon terhadap kondisi pandemi, yang membatasi jumlah siswa yang hadir dalam satu sesi dan memperketat protokol kesehatan. Adapun pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka terbatas pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-1 Tewang Rangkang yaitu Pengaturan Jadwal dan Rotasi Siswa, Penerapan Protokol Kesehatan, Fokus pada Materi Esensial, Metode Pengajaran yang Adaptif, Penggunaan Media Digital Pendukung, Pembelajaran Interaktif dan Reflektif, Penggunaan Tugas Mandiri dan Penilaian Alternatif, Kolaborasi dengan Orang Tua, dan Evaluasi Berkala. (2) Upaya Guru Dalam Mengoptimalkan Pembelajaran tatap muka terbatas Pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN 1 Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangang Garing Kabupaten Katingan adalah mampu melakukan Pemanfaatan Teknologi dan Media Pembelajaran, Metode Pembelajaran Interaktif, Pendekatan Kontekstual, Evaluasi Berkelanjutan, Pembelajaran Berbasis Nilai, Pengelolaan Waktu yang Efektif, dan Kolaborasi dengan Orang Tua. Kata Kunci : Proses, Pembelajaran,Terbatas, Pendidikan, Agama Hindu
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Analisis Kebijakan Instansi Pemerintah Daerah Dalam Pembangunan Kepariwisataan Di Kabupaten Barito Utara
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Dewi Puspita Sari, Ni Wayan. 2024. Etika Berbusana dalam Persembahyangan Umat Hindu di Pura Puseh Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang (Perspektif Pendidikan Hindu). Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag Skripsi ini mengkaji tentang etika berbusana dalam persembahyangan umat Hindu di Pura Puseh Desa Basarang Jaya. Fenomena yang terjadi pada masyarakat Hindu pada saat persembahyangan di Pura Puseh banyak umat yang berpakaian kurang pantas terutama pada wanita yang cenderung menggunakan busana yang tipis/transparan, memperlihatkan bagian dada dan kamben yang terlalu tinggi sehingga menyebabkan masalah etika yang kurang baik. Berdasarkan masalah tersebut peneliti mengkaji rumusan yakni: (1)Bagaimanakah mode berbusana dalam persembahyangan umat Hindu di Pura Puseh Desa Basarang Jaya? (2)Bagaimanakah perspektif pendidikan Hindu terhadap etika berbusana dalam persembahyangan umat Hindu di Pura Puseh Desa Basarang Jaya?. Penelitian ini mengkaji ilmu pengtahuan tentang etika dan pendidikan. Rumusan masalah dikaji menggunakan teori modernisasi, teori etika dan teori pendidikan Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitafif yang menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Metode penentuan informan menggunakan proposive dengan metode pengumpulan data penelitian yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Terknik analisis data yang digunakan yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Berdasarkan pembahasan dan analisis dengan menggunakan teori menunjukan bahwa ada dua mode berbusana yang sering digunakan oleh umat Hindu di Desa Basarang Jaya dalam melakukan persembahyangan di Pura yaitu mode berbusana modern yang tampak modis tetapi kurang beretika (kurang santun) dan mode berbusana klasik. Analisis kedua mengkaji tentang persfektif pendidikan Hindu terhadap etika berbusana dalam persembahyangan dapat dilihat dari berbagai macam perspektif dan nilai-nilai pendidikan Hindu yang dikaji berdasarkan teori yang digunakan maka terdapat beberapa perspektif yaitu perspektif tattwa, perspektif etika, perspektif estetika dan perspektif sosial. Dalam mengetahui etika berbusana dalam persembahyangan di Pura harus mengetahui lebih dahulu tattwa yaitu ilmu yang mempelajari tentang hal tersebut, kemudian diterapkan dalam etika dengan tetap memperhatikan keindahan dari busana tersebut sehingga kegunaanya mampu memberikan dampak yang positif bagi orang sekitar. Sedangkan nilai pendidikan Hindu yaitu mengacu pada nilai material dan nilai spiritual/kerohanian yang meliputi nilai tattwa (kebenaran), nilai etika, nilai estetika (keindahan), nilai sosial dan nilai ekonomi. Kata Kunci : Etika Berbusana, Umat Hindu
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Upacara Aruh Buntang Mamali Mate merupakan suatu upacara kematian tingkat akhir yang dilaksanakan oleh umat hindu kaharingan di Desa Kaong Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong. upacara ini ditujukan untuk menghantarkan roh leluhur ke alam berikutnya atau menyatu dengan tuhan.Adapun rumusan masalah yang dapat diangkat oleh peneliti yaitu: 1. Bagaimana Bentuk Pelaksanaan Upacara Aruh Buntang Mamali Mate Di Desa Kaong Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong? 2. Apa Fungsi Dari Upacara Aruh Buntang Mamali Mate di Desa Kaong Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong? 3. Apa Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu yang Terkandung Dalam Upacara Aruh Buntang Mamali Mate?. Peneilitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami bentuk pelaksanaan dari upcara Aruh Buntang Mamali Mate, fungsi dan nilai-nilai yang terkandung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori Fenomenologi, Fungsionalisme, Interfretatif simbolik, dan teori Taksonomi Bloom. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di Desa Kaong, jenis dan sumber data yang digunakan: suber data primer dan data skunder, teknik penentuan informan yaitu Teknik purposive, teknik pengumpulan data yang digunakan: obsrvasi, wawancara, dan dokumentasi, instrument penelitian kualitatif teknik analis data yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan tentang upacara Aruh Butang Mamali Mate di Desa Kaong yaitu dalam pelaksanaannya memiliki beberapa tahap: 1. Persiapan, 2. Pelaksanaan, dan 3. Tahap akhir yang memiliki fungsi: 1. Menjaga hubungan harmonis dengan leluhur dan tuhan, 2. Menjaga hubungan harmonis dengan sesama manusia, 3. Menjaga hubungan harmonis dengan alam. Selain mempunyai fungsi upacara kematian Aruh Buntang Mamali Mate juga dalam nilai-nilai Pendidikan agama Hindu yaitu: 1. Tattwa adanya kepercayaan terhadap Tuhan/Brahman sebagai sumber dari Atman serta menghantarkan roh ke alam berikutnya atau menyatu dengan Tuhan , 2. Susila adanya persembahan sebagai bentuk bakti untuk membayar hutang bkepada leluhur, dan 3. Upacara adanya keterampilan atau kreatifitas yang terlihat unik serta indah dalam tarian-tarian serta sarana dan prasarananya .
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
SINDI, 2024 : Penerapan Restorative Justice Sebagai Alternatif Penyelesai Terhadap Kasus Penganiayaan Ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Adat, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Citranu, MH. Pembimbing II Alfred Yetno, MH. Restorative Justice secara umum didefinisikan sebagai keadilan yang mengedepankan pemulihan atas kerugian atau penderitaan yang timbul akibat suatu tindak pidana. Keadilan restoratif dapat dicapai melalui proses kerjasama antara semua pemangku kepentingan (terutama pelaku dan korban).Oleh sebab itu peneliti tertarik mengangkat tentang Penerapan Restorative Justice Sebagai Alternatif Penyelesaian Terhadap Kasus Penganiayaan Ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya, dengan lokasi penelitian di Kejaksaan Negeri Palangka Raya. Dengan dua rumusan pokok : (1) Bagaimana penerapan restorative justice sebagai upaya dalam penyelesaian kasus penganiayaan ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya? (2) Apa dampak dan manfaat dari penerapan restorative justice sebagai upaya dalam penyelesaian kasus penganiayaan ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya? Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan teknik purposive sampling, di analisis menggunakan teori keadilan dan teori tujuan hukum, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian diolah dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Penerapan Restorative Justice dalam kasus tindak pidana penganiayaan ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya, dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Jaksa penuntut umum menawarkan untuk dilakukan upaya perdamaian kepada korban dan pelaku. Setelah berkas perkara dinilai layak dan para pihak telah berhasil dilakukan upaya damai, Kejaksaan Negeri akan mengirim surat permohonan kepada Kejaksaan Tinggi dan setelah dilakukan verifikasi dan dinyatakan layak, kemudian berkas perkara dilimpahkan ke Kejaksaan Agung untuk meminta persetujuan terkait pelaksanaan Restorative Justice, setelah mendapatkan persetujuan, Kejaksaan Agung menyerahkan kembali berkas perkara ke Kejaksaan Tinggi, kemudian Kejaksaan tinggi menyerahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri dan mendapatkan persetujuan, dikeluarkan lah surat ketetapan dan pemberitahuan penghentian penuntutan oleh penuntut umu maka perkara tersebut secara resmi dianggap selesai dan tidak akan dilanjutkan ke proses persidangan di pengadilan. Sementara itu, konsep ini memberikan dampak dan manfaat positif baik bagi Negara, korban, pelaku, dan masyarakat dikarenakan konsep ini lebih berfokus pada perdamaian dari pada penghukuman serta dapat mengembalikan keadaan atau hubungan seperti semulaantara korban maupun pelaku dan memastikan korban dan juga pelaku sama-sama mendapatkan rasa keadilan dari hasil akhir yang di peroleh. Bagi Negara sendiri konsep ini dianggap dapat mengurangi beban peradilan dan meminimalisir overkapasitas penjara dan angka kejahatan, sementara bagi masyarakat melalui Restorative Justice masyarakat dapat melihat contoh bagaimana perkara dapat diselesaikan secara kekeluargaan, damai, dan adil.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Marsena, IKadek, Egi. 2024. Upaya Guru Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Kelas III Di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Derson, S.Ag., M.Ag Dan Pembimbing II, Hendri, S.Ag., M.Si Skripsi ini menkaji tentang Upaya guru dalam meningkatkan kedisiplinan siswa kelas III di adi widyalaya widya bhakti palangka raya. Kedisiplinan merupakan suatu proses dalam menumbuhkan, menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai luhur kepada peserta didik agar senantiasa melaksanakan tugas dan kewajibannya yang dilandasi dengan sikap disiplin dan penuh tanggung jawab. Fenomena yang terjadi yaitu kurangnya kedisiplinan siswa dalam proses pembelajaran terutama pada saat proses pembelajaran berlangsung masih ada yang bermain-main, jalan kesana kemari, dan tidak fokus dengan pembelajaran. Berdasarkan urian tersebut, peneliti mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) apakah faktor penyebab kurangnya kedisiplinan siswa kelas III di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. 2) Bagaimana upaya guru dalam meningkatkan kedisiplinan siswa kelas III di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori Behavioristik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian rumusan masalah yang pertama menghasilkan bahwa faktor penyebab kurangnya kedisipinan siswa yaitu, faktor lingkungan sekolah, faktor suasana kelas, faktor teman sebaya, dan faktor kebijakan sekolah. Rumusan masalah yang kedua menghasilkan bahwa upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan kedisiplinan yaitu dalam proses pembelajaran, upaya yang dilakukan guru yaitu melakukan kebijakan sekolah, pendekatan terhadap siswa dan pemberian tugas kepada siswa.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sindi Erpany. 2020. Tri Aspiyana, M. Pd., Santang, S. Pd., M. Hum. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penerapan Metode Permainan Menyusun Kata Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Peserta Didik Kelas IV SDN 1 Menteng Palangka Raya. Skripsi ini dilatar belakangi dengan minimnya literasi di Indonesia, dari 70 Negara Indonesia menduduki posisi ke-63 dalam literasi menurut Survey Program For International Students Assessment (PISA) yang dirilis oleh Organization For Economic Co-operation and Development (OECD) pada Tahun 2019 Negara Indonesia menempati diantara sepuluh Negara dengan tingkat literasi terendah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode permainan menyusun kata pada mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan membaca peserta didik kelas IV SDN 1 Menteng Palangka raya. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan bahwa siswa dikelas IV SDN 1 Menteng masih banyak yang mengalami kesulitan dalam membaca. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan desain quasi eksperimen Dengan rancangan one group Pretest-Posttest. Jumlah sampel pada penelitian adalah 10 siswa yang diambil menggunakan Teknik random sampling yang berasal dari populasi kelas IV B. Teknik pengumpulan data menggunakan 3 macam yaitu observasi, tes kemampuan membaca, serta dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan Uji Normalitas dan Uji Hipotesis yang dibagi dua yaitu Uji Wilcoxon signed rank dan Uji N-gain (Gain score). Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan bahwa ada perbedaan nilai prestest dan posttest dengan nilai Asymp. Sig (2tailend) sebesar 0.024, sedangkan nilai uji N-Gain, yaitu nilai rata-rata n-gain, sebesar 0.2679. Nilai rata-rata menunjukkan bahwa nilai N-Gain berada dalam rentang 0,00 hingga 0.30, yang menunjukkan bahwa metode penerapan permainan menyusun kata memiliki interpretasi yang kurang. Hasilnya menunjukkan bahwa pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SDN 1 Menteng Palangka Raya dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan membaca mereka.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Silvia Magdalena, 2024, Implementasi Metode Pembelajaran Mandiri Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V di SDN 3 Palangka. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Drs. I Ketut Soter, M.Pd.H, Pembimbing II Putu Cory Candra Yhani, S.Pd.,M.Pd Pembelajaran mandiri adalah ketika siswa aktif dalam mengidentifikasi apa yang perlu di pelajari dan memiliki kendali dalam menemukan serta mengatur jawaban mereka sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi metode pembelajaran mandiri dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V di SDN 3 Palangka. Rumusan masalah yang diangkat mencakup: 1) bagaimana implementasi metode pembelajaran mandiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas V SDN 3 Palangka, 2) Apakah kendala yang dihadapi guru/dan siswa dalam penerapan metode tersebut, serta 3) implikasi dari metode pembelajaran mandiri terhadap hasil belajar siswa kelas V di SDN 3 Palangka. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif sehingga data yang diambil menggunakan jenis data primer dan sekunder. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menganalisis data, digunakan tiga langkah utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan subjek penelitian terdiri dari 34 siswa kelas V. Data diperoleh melalui ujian yang dilaksanakan sebelum dan setelah penerapan metode, untuk mengevaluasi perubahan yang terjadi. Hasil Penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam nilai ujian akhir, dengan rata-rata skor meningkat dari 70 menjadi 85. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode pembelajaran mandiri tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tetapi juga memotivasi mereka untuk lebih aktif dalam proses belajar. Menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran mandiri berhasil meningkatkan hasil belajar siswa. Namun, terdapat kendala seperti kurangnya pemahaman siswa tentang metode ini dan waktu yang terbatas bagi guru untuk membimbing. Implikasi dari penerapan metode ini menunjukkan bahwa, dengan dukungan yang tepat, siswa dapat lebih mandiri dalam belajar, sejalan dengan teori kognitif yang menekankan peran aktif siswa dalam proses belajar.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kismita, 2024 Implementasi pembelajaran direct learning dalam pada pembelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. Dosen pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si dan pembimbing II Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H Dalam proses pencapaian, hasil belajar sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu faktor utama yang sangat berpengaruh dalam keberhasilan pembelajaran adalah keberadaan guru. Di SMAN 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas ditemukan bahwa siswa kurang aktif selama proses pembelajaran dan kurang memperhatikan materi yang disampaikan guru, kebanyakan siswa yang sibuk sendiri dengan teman sebangkunya. disebabkan pelaksaan pembelajaran metode yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi belum mampu melibatkan siswa secara aktif. Sehingga siswa menjadi malas untuk bertanya dan mengeluarkan pendapatnya, kurangnya pemahaman siswa terhadap konsep yang digunakan. Salah satu faktor yang di identifikasi adalah terbatasnya kemampuan guru dalam menyampaikan materi dan kurang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Dalam pembelajaran Agama Hindu metode yang digunakan sekarang yaitu model pembelajaran direct learning. Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian kualitatif, dan Teknik penentuan informan menggunakan purposive. Data yang diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan smartphone sebagai instruemen dalam penelitian ini. Teknik analisis data melalui empat tahap yaitu : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori humanistic dan teori motivasi . Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Implementasi pembelajaran direct learning pada mata pembelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas, dilakukan leh guru dengan terlebih dahulu melakukan kegiatan pendahulian, seperti penyampain materi, presentasi Pelajaran untuk menarik perhatian siswa, memberikan latihan terstruktur dengan penguatan respon kepadasiswa yang benar, serta memotivasi dan mengevoluasi hasil kerja siswa. Guru juga memberikan latihan mandiri untuk membantu siswa mengembangkan kemampuannya.: (2) Kendala dalam implementasi pembelajaran direct learning mencangkup rendahanya daya serap siswa, kurangnya partisipasi, dan disiplin yang kurang, sehingga pelaksanaan pembelajaran belum optimal karena siswa cinderung pasif : (3) Upaya guru dalam mengatasi kendala tersebut adalah dengan merancang strategi pembelajaran yang lebih teloti dan relavan agar proses pembelajaran dapat diterima dengan baik oleh siswa.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Santi Prestia, 2024. Ekistensi Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Pembimbing I Dr. Derson, S. Ag., M.Si. Dan Pembimbing II Megawati, S.Pi.,M.Pd.H. Ekistensi Umat Hindu Kaharingan yang ada di Desa Tumbang Naan semakin berkurang karena berbagai macam faktor. Berdasarkan hal tersebut maka dirumuskanlah rumusan masalah sebagai berikut : 1) Bagaimana Eksistensi Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya.? 2) Apa Faktor Penyebab Kurangnya Eksistensi Umat Agama Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Rian Kabupaten Murung Raya? 3) Bagaimana Solusi Yang Dilakukan Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Mempertahankan Eksistensi Di Desa Tumbang Naan Kecematan Murung Raya Kabupaten Murung Raya.? Teori dan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Fenomenologi, Teori Belajar Humanistik, Teori Belajar Sibernetik, dan ada beberapa metode penelitian dilakukan dengan pendekatan penelitian serta jenis lokasi dan waktu penelitian. Jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder teknik penentuan informan yaitu menggunakan. Teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dokumentasi dan instrumen penelitian teknik analisis data, seperti redukasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang Eksistensi Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya. Keberadaan Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Naan sangat menurun untuk beberapa tahun kedepan jika tidak adanya perhatian untuk memperbaiki sebuah tempat ibadah (Balai Basarah). Kerja sama antara umat dan pengurus Agama Hindu Kaharingan maka baik itu dari majelis kelompok, majelis daerah dan Majelis besar Agama Hindu Kaharingan, ada persatuan antara umat dan pengurus agama. Ada beberapa faktor penyebab kurangnya pengurusan agama karena adanya kendala transportasi dan kendala dari kesibukan, dengan demikian kurangnya pembinaan dari ketua majelis kelompok yang menyebabkan kurangnya kesadaran dalam mempertahankan keyakinan Agama Hindu. Adapun solusi yang dapat dilakukan untuk mengatsi permasalahan yaitu penambahan guru Agama Hindu dan membangun Pasraman lewat ketua majelis kelompok buat pemuda dan anak-anak dini supaya bisa mengenal lebih dekat ajaran Agama Hindu Kaharingan agar kedepannya supaya umat dan pemuda Kaharingan tidak semakin berkurang. Kata Kunci : Eksistensi Umat Hindu Kaharingan
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Yasmanto. 2024. Exploration of Teachers' Strategies in Increasing Reading Interest of Class IV Students at SDN 3 Palangka Supervisor I Mitro, S.Pd., M.Si Supervisor II Santang, S.Pd., M.Hum Teacher strategies are very necessary in a learning process to increase students' interest in learning and reading. This research is to find out and describe related to teachers' strategies in increasing students' interest in reading. The type of research used is a qualitative descriptive method. The data collection methods used are observation, interview, and document methods. The data analysis techniques used are in the form of data condensation, data display and conclusion drawing. The results of the study show that teachers have good creativity in increasing students' interest in reading (1) Teachers' strategies in increasing students' interest in reading are seen from the learning process by (a) Using the Question and Answer Method, group discussions, and explaining and practicing the subject matter (b) in the learning process teachers not only explain but also provide examples to students. (c) Teachers make plans before the learning process and conduct evaluations. (d) Some of the learning methods and strategies used by teachers are to increase interest in reading and attract learning interest in students. (2) Teachers' obstacles in increasing students' interest in reading are: (a) Different character and behavior of students. (b) Students who cannot read and count will have difficulty participating in learning activities. (c) Limited facilities and infrastructure. Some of these obstacles can hinder and hinder the course of a learning process.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK AJI SAPUTRA, 2024. Nilai-Nilai Pendidikan Hindu Dalam Upacara Perkawinan Menurut Agama Hindu Kaharingan di Desa Sepang Kota Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHNTP) Palangka Raya Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A dan Pembimbing II Hendri, S.Ag., M.Si Penelitian dalam skripsi ini mengkaji tentang Nilai-nilai Pendidikan Hindu dalam Upacara Perkawinan pada masyarakat Agama Hindu Kaharingan di Desa Sepang Kota Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Upacara perkawinan di Desa Sepang Kota masih dilaksanakan sesuai dengan ajaran yang diwariskan oleh nenek moyang dahulu. Dewasa ini upacara perkawinan di Desa Sepang Kota sudah jarang sekali, dikarenakan Umat nya hanya tinggal sedikit hal ini bisa menyebabkan ketidaktahuan generasi muda akan tata cara pelaksanaan upacara perkawinan tersebut yang mengandung makna dan nilai-nilai pendidikan, tradisi yang merupakan warisan leluhur perlu dilestarikan dan dikembangkan. Berdasarkan latar belakang, maka dalam penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimana pelaksanaan upacara perkawinan menurut agama Hindu Kaharingan di Desa Sepang kota Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas ? (2) Nilai-nilai pendidikan Hindu apa saja yang terkandung dalam upacara perkawinan menurut agama Hindu Kaharingan di Desa Sepang Kota Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas ? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif jenis penelitian lapangan (field research). Subjek dalam penelitian ini adalah informannya Mantir, tokoh masyarakat. Majelis Kelompok dan Masyarakat Hindu Kaharingan Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SESEN, 2024. Kompetensi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Agama Hindu Di Smp Negeri 2 Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan Skripsi, Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I :Mitro,S.Pd.,M.Si. Pembimbing II :Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H Penelitian ini membahas tentang kompetensi guru agama Hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa Hindu di SMP Negeri 2 Tewang Sangalang Garing. Kompetensi Guru adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimili, dihayati, dan dikuasai. Hal tersebut dapat diartikan bahwa kompetensi merupakan perpaduan antara pengetahuan, kemampuan, dan penerapan dalam melaksanakan tugas dilapangan kerja, sedangkan prestasi belajar suatu perubahan yang dialami anak didik, yang dapat diindikasikan atau dapat dilihat dalam bentuk angka-angka penilaian dari hasil pekerjaannya yang merupakan evaluasi dari hasil belajarnya. Penelitian ini ada beberapa permasalahan: Bagaimanakah kompentensi pedagogik, kepribadian, propesional dan sosial, guru Agama Hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SMP Negeri 2 Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan metode penelitiaan kualitatif, dengan informan adalah orang yang memberikan data penelitian melalui wawancara. Kompetensi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Agama Hindu Di SMP Negeri 2 Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan pada penelitian ini teori behavioristik. Hasil penelitian menunjukan bahwa kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Sudah di terapkan pemahaman guru pendidikan agama Hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa guru agama Hindu harus terus meningkatkan keterampilan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial, melalui pelatihan dan pengembangan profesional. Agar semua dapat berjalan dengan baik peran seorang guru mengontrol siswa saat pelajaran berlangsung disitu kita dapat melihat siswa dalam meningkatkan prestasi belajar mereka dan niat mereka untuk meningkatkan prestasi belajar sangat tinggi dan termotivasi Kata kunci: kompetensi, Guru, dan Prestasi Belajar Siswa Agama Hindu.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
MIKO TRIANSYAH, 2024 Implikasi Upacara Aruh Baduduk Pada Masyarakat Hindu Di Desa Labuhan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Skripsi Jurusan Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro,S.Pd.,M.Si. Pembimbing II Megawati,S.Pi.,M.Pd.H. Upacara Aruh Baduduk merupakan upcara yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Labuhan. Upacara ini bertujuan untuk menghormati dan berterima kasih kepada Nining Bahatara/Ida Sang Hyang Widhi Wasa, para leluhur/Iringan Gaduhan yang diyakini telah memberikan kesejahteraan, kesuburan tanah dan keberhasilan panen yang berlimpah, Sebagian masyarakat Hindu ada yang tidak melaksanakan upacara Aruh Baduduk setelah panen dan meninggalkan upacara Aruh Baduduk ini, sehingga masyarakat Hindu ini yang tidak melaksanakan dan meninggalkan upacara Aruh Baduduk ini mendapatkan teguran dari leluhur/Iringan Gaduhan. Bedasarkan latar belakang tersebut, maka Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana Prosesi Upacara Aruh Baduduk 2) Bagaimana Implikasi Upacara Aruh Baduduk, bertujuan untuk: mengetahui Prosesi Upacara Aruh Baduduk dan mengetahui Implikasi Upacara Aruh Baduduk. Teori yang digunakan untuk menganalisis kedua rumusan masalah ini adalah Teori Fenomenalogi untuk rumusan masalah satu yaitu Bagaimana Prosesi Upacara Aruh Baduduk dan Teori Struktural Fungsional untuk rumusan masalah dua yaitu Bagaimana Implikasi Upacara Aruh Baduduk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan jenis penelitian kualitatif. Lokasi Penelitian di Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dengan sumber data primer dan sumber data sekunder, teknik penentuan informan,teknik pengumpulan data,teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumnetasi, instrumen penelitian,teknik analisis data. Berdasarkan analisis data penelitian ini dapat diketahui bahwa upacara Aruh Baduduk terdiri dari beberapa rangakaian prosesi diantaranya sejarah timbulnya upacara Aruh Baduduk, tahap persiapan, tahap pelaksanaan,waktu dan tempat pelaksanaan, sarana-sarana yang digunakan, upacara Basarah, upacara Barabun, upacara Badarah Hidup, upacara Bamamang dan makna-makna dalam upacara aruh baduduk dan implikasi upacara Aruh Baduduk yang dimana upacara ini berdampak pada masyarkat apabila melaksanakannya dan tidak melaksanakan upacara Aruh Baduduk ini.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini merupakan karya kolaboratif mahasiswa Doktoral Prodi MPI UIN Jambi yang berprofesi sebagai dosen dan praktisi lintas instansi. Hadirnya buku ini merupakan bentuk perhatian para akademisi mengenai pendidikan di Indonesia yang ditinjau dari sudut padang Adminstrasi dan Supervisi Pendidikan. Diharapkan dengan adanya buku ini, bisa berkontribusi dalam memajukan pendidikan di negeri tercinta ini melalui pandangan-pandangan kritis dan solutif.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Hesti Mustika Dewi, 2024, Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 3 Palangka. Skripsi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Dharma Acarya. Institus Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., MA. Pembimbing II Serlis Rusandi, S.Pd., M.Pd. Hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai atau diperoleh individu setelah kegiatan belajar. Proses ini tidak luput dari perhatian orang tua dan pola asuh dari orang tua atau keluarga, karena pada dasarnya keluargalah yang merupakan lingkungan utama yang memberikan pengajaran dalam segala hal, yang kemuadian akan diperkuat dalam pendidikan disekolah. Keluarga dalam hal ini adalah orang tua yang memiliki andil yang besar dalam keberhasilan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perhatian orang tua terhadap hasil belajar siswa kelas V di SDN 3 Palangka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kausal komperatif kuantitatif karena pada implementasinya peneliti mencari pengaruh antara variabel X dan Y. adapun waktu dalam penelitian selama satu bulan terhitung dari 16 Juli-16 agustus 2024. Dengan subjek penelitian 20 orang siswa kelas tinggi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan Uji Regresi Linear Sederhana,Uji t dan Uji Koefisien Determinasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa uji regresi linier sederhana menunjukan persamaan regresinya yaitu Y 2.913 + 0.778 X. Persamaan regresi tersebut mengindikasikan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat secara parsial, nilai kostanta sebesar 2,913 yang berarti bahwa jika tingkat perhatian orang tua siswa bernilai 0, maka hasil belajar siwa diprediksi sebesar 2.913. Selanjutnya nilai koefisien regresi tingkat perhatian orang tua (X) yaitu sebesar 0,778 yang artinya bahwa setiap peningkatan 1 unit tingkat perhatian orang tua siswa akan meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 0,778. sedangkan nilai t_hitung yang telah didapatkan dari uji T lebih besar dari t_tabel, yaitu 3.541 1.734. Hal ini menunjukan bahwa variabel tingkat perhatian orang tua (X) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel hasil belajar siswa (Y). Maka dapat disimpulkan bahwa uji hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima. Kemudian analisis dilakukan untuk mengetahui besaran sumbangan variabel X terhadap variabel Y, yaitu dengan menghitung nilai Determinasi (adjusted R square) dalam penelitian ini adalah sebesar 0.378, hal ini menunjukan arti bahwa variabel tingkat perhatian orang tua (X) sebesar 37.8% memiliki sumbangan pengaruh terhadap hasil belajar siswa di SDN 3 Palangka, sedangkan sebesar 62.2% dipengaruhi oleh faktor variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.