2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pransisno, Arnus, 2024. Penggunaan Bukung Tambalui Lahar Dalam Ritual Kematian Umat Hindu Kaharingan Desa Luwuk Sampun Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Suwito, S. Ag.,M.Si dan Dosen Pembimbing II: Lamri, S.Pd.,M.Pd.H Skripsi ini mengkaji tentang Penggunaan Bukung Tambalui Lahar Dalam Ritual Kematian Umat Hindu Kaharingan Desa Luwuk Sampun Kabupaten Kotawaringin Timur. Bukung Tambalui Lahar merupakan salah satu jenis bukung yang digunakan pada saat ritual kematian umat Hindu Kaharingan. Fenomena yang sering terjadi di lapangan pada masyarakat suku dayak ngaju adanya perbedaan penggunaan dari Bukung Tambalui Lahar yang menggunakan atribut berbeda. Ada yang menggunakan bahan alami dan ada yang menggunakan pakaian bisa. Berdasarkan alasan tesebut, tema ini sangat penting untuk diteliti. Masalah ini perlu dikaji lebih lanjut dengan rumusan masalah yaitu Bagaimana Bentuk dan penggunaan Bukung Tambalui Lahar dalam Ritual Kematian Umat Hindu Kaharingan Desa Luwuk Sampun Kabupaten Kotawaringin Timur dan Apa makna yang tersirat pada Bukung Tambalui Lahar dalam Ritual Kematian Umat Hindu Kaharingan Desa Luwuk Sampun Kabupaten Kotawaringin Timur. Dengan menggunakan dua jenis teori untuk menganalisis rumusan maasalah tersebut antara lain teori mimesis dan teori religi. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Sumber data dari data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, studi dokumen dan analisis data yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya disajikan dalam laporan penelitian berupa skripsi. Berdasarkan analisis data didalam penelitian ini, ditemukan bahwa (1). Bukung Tambalui Lahar hanya bisa digunakan pada saat ritual kematian umat Hindu Kaharingan. Bukung Tambalui Lahar masuk kedalam jenis bukung kalunen (manusia). Dalam penggunaanya, Bukung Tambalui Lahar biasanya menggunakan pakaian dan atribut yang tidak biasa, yang terbuat dari bahan alami, seperti rumput liar, daun pisang, enau/ijuk, dan batang bambu. Ada juga yang hanya menggunakan pakaian biasa, seperti baju batik dan kameja putih. (2). Bukung Tambalui Lahar memiliki simbol yang mengarah kepada nilai spiritual dan memiliki kesakralan yang tinggi. Bukung Tambalui Lahar memiliki fungsi dan tujuan sebagai jipen liau haring kaharingan di lewu liau dan sebagai penghibur bagi pihak keluarga duka serta sebagai alat bantu memberikan sumbangan kepada keluarga duka.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas(PTK). Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas III SDN 4 Menteng Palangka Raya, yang terdiri dari 32 orang siswa.Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2. Berdasarkan fakta dilapangan peneliti menemukan beberapa masalah seperti guru masih banyak menggunakan metode pembelajaran konvensional berupa ceramah dan latihan soal, aktivitas belajar siswa cenderung pasif, kurang berpartisipasi dalam diskusi, dan mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep dasar Matematika. Hal ini menyebabkan Motivasi belajar siswa menurun, dan mereka menganggap Matematika membosankan dan sulit. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui problem based learning pada mata pelajaran matematika kelas III SDN 4 Menteng Palangka Raya. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini ialah dengan menggunakan observasi, kuisioner, dokumentasi.instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah meliputi lembar observasi guru, lembar observasi siswa, serta kuisioner aktivitas siswa. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti, menunjukkan bahwa adanya peningkatan pada hasil belajar siswa, aktivitas guru dan aktivitas siswa. Hal ini dapat dilihat dari nilai pratindakan untuk hasil belajar siswa yaitu sebesar 18,75%, dengan jumlah 6 siswa yang tuntas dan 26 orang siswa tidak tuntas. naik menjadi 53% dengan jumlah 17 siswa yang tuntas dan 15 orang siswa tidak tuntas pada siklus 1 Dan mengalami peningkatan yang signifikan setelah pada siklus II yaitu mencapai nilai ketuntasan 87,50% dengan jumlah 28 siswa yang tuntas dan 4 orang siswa tidak tuntas. Dan selanjutnya pada aktivitas guru juga terdapat peningkatan yang pada awalnya pada siklus I memperoleh nilai 3,5 kemudian meningkat pada siklus II memperoleh nilai 4. Aktivitas siswa pada siklus I memperoleh nilai 3,4 dan kemudian meningkat pada siklus II menjadi 4. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan aktivitas belajar siswa dikelas. model problem-based learning tidak hanya efektif dalam meningkatkan pemahaman materi pelajaran, tetapi juga mendorong keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Model ini memungkinkan siswa untuk lebih aktif, kreatif, dan kolaboratif, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tasai saluang murik merupakan sebuah jenis tarian yang pernah ada dan fenomenal pada Masyarakat Dayak Katingan khususnya di Desa Tumbang Kalemei. Keberadaan tasai saluang murik kini sudah tidak lagi ditemukan di desa tersebut. Sebagai sebuah tarian yang sempat fenomenal, maka dirasakan sangat perlu untuk mengetahui keberadaannya agar bisa ditumbuhkembangkan lagi dengan menggali sejarahnya, ragam geraknya, busana/property yang digunakan serta musik pengiringnya. Adapun rumusan masalahnya yaitu bagaimana tasai saluang murik pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kabupaten Katingan? Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui tasai saluang murik pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kabupaten Katingan. Permasalahan dalam penelitian ini dikaji dengan teori yang digunakan yaitu teori Etnokoreologi dan Antropologi Budaya. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan penentuan informan yakni teknik purposive sampling. Sementara itu, teknik penggumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, studi dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data (data display), penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: 1). Tasai saluang murik merupakan tarian berpasangan yang bersifat hiburan yang ditarikan saat ada pesta ucap syukur baik di rumah penduduk ataupun pada lapangan terbuka. Tarian ini terinspirasi dari segerombolan ikan saluang pada riam Mangkikit dan melakukan gerakan seperti huruf S yang silang menyilang saling mendahului menuju arah hulu Sungai Katingan. Belum diketahui secara pasti siapa pencipta tarian tersebut, yang mana masyarakat disana hanya mengetahui tarian tersebut terakhir diajarkan oleh seseorang yang bernama Andan dari Desa Tewang Rangas yang telah menetap di Desa Tumbang Kalemei. 2). Ragam gerak tasai saluang murik terdiri atas gerak pokok (gerak pindah tempat), gerak murni, gerak makna dan gerak penguat ekspresi. 3). Busana tasai saluang murik terdiri atas Salampai sebagai kain penutup kepala, Kebaya sebagai bajunya pada bagian tengahnya, serta Tapih (Sarung) sebagai pakaian bagian bawahnya. Sementara itu property yang digunakan adalah selendang yang diletakan pada kedua bahu penari, selain itu juga biasanya menggunakan property berupa Sangkai Kambang yang menjadi titik pusat tarian tersebut. 4). Musik Pengiring bisa menggunakan iringan musik dari Kacapi Tali Dua dan Tiga, Rabab dengan nada Tewah Tasai dan juga bisa menggunakan iringan musik dari Agung (Gong), Takanong, Gandang Tatau dengan nada Tewah Tasai Saluang Murik.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KRISTINA, 2024 : Strategi Pencegahan Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong (Hoax) Melalui Media Sosial Di Polda Kalteng Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Made Kastama, SH.,MH. Pembimbing II Edelweisia Cristiana, M.H. Pencegahan penyebaran berita bohong (hoax) sebagai upaya yang mengedepankan usaha atau tindakan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan terkhususnya dalam pencegahan tindak pidana penyebaran berita bohong (hoax) melalui media sosial. Dampak berita hoax menimbulkan kegaduhan dalam masyarakat yang dikarenakan oleh hoax tersebut juga terprovokasi dari adanya suatu informasi atau berita bohong. Oleh sebab itu peneliti tertarik mengangkat tentang Strategi Pencegahan Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong (Hoax) Melalui Media Sosial Di Polda Kalteng, dengan lokasi penelitian di Kepolisian Daerah (POLDA) Kalimantan Tengah. Dengan dua rumusan pokok : (1) Apa upaya yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Daerah (POLDA) Kalimantan Tengah dalam pencegahan tindak pidana penyebaran berita bohong (hoax) melalui media sosial ? (2) Bagaimana penanggulangan oleh pihak Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah apabila terjadi kasus penyebaran berita bohong (hoax)? Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan teknik purposive sampling, di analisis menggunakan teori penegakan hukum dan teori efektivitas hukum, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian diolah dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa upaya pencegahan tindak pidana penyebaran berita bohong (hoax) melalui media sosial di Polda Kalteng dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Upaya pencegahan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah, terkhususnya ditangani oleh Bidang Humas Polda Kalteng yang menangani penyebaran berita hoax, baik itu pencegahan maupun penanggulangannya. Upaya pencegahan yang dilakukan dengan literasi digital, edukasi, sosialisasi dan patroli siber secara aktif kepada masyarakat, mendatangi komunitas, sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga masyarakat lainnya untuk memberikan informasi tentang hukum yang terkait dengan penyebaran berita bohong atau hoax. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum kepada masyarakat. Penanggulangan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian apabila terjadi kasus penyebaran berita bohong yaitu melalui/melakukan Restorative Justice atau pembinaan dan melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran atau penyimpangan terhadap peraturan perundang-undangan.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Ni Kadek Shinta Charisma 2024. “Manajemen Mutu Pembelajaran Terhadap Guru Pendidikan Agama Hindu Di SMA Negeri 1 Palangka Raya”. Pembimbing I : Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si Pembimbing II : Dr. Drs. I Made Suyasa, MAP., M.Si Manajemen Mutu pembelajaran yang baik tergantung pada proses belajar mengajarnya, karena dalam dunia pendidikan yang selalu terkait dengan komponen sistem pendidikan khususnya yang diselenggarakan secara formal di sekolah. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada tiga aspek permasalahan, yaitu 1. Bagaimana Pelaksanaan Manajemen Mutu Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Palangka Raya?; 2. Bagaimana Implikasi Manajemen Mutu pembelajaran guru pendidikan agama Hindu di SMA Negeri 1 Palangka Raya?; 3. Apa faktor-faktor pendukung dan penghambat Manajemen Mutu pembelajaran guru pendidikan agama Hindu di SMA Negeri 1 Palangka Raya?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Manajemen Pendidikan dan Teori Behavioristik. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama manajemen peningkatan mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Palangka Raya berdasarkan pada dua elemen dasar yakni manajemen peningkatan mutu, dan peningkatan mutu pendidikan. dua elemen tersebut saling terkait menjadi satu keutuhan yang terartikulasikan pada manajemen peningkatan mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Palangka Raya. Pelaksanaan manajemen peningkatkan mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Palangka Raya, mengacu pada tujuan pendidikan nasional yaitu membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa; Kedua, Faktor pendukung dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Palangka Raya adalah sumber daya manusia, lingkungan sekolah, tujuan / visi SMA Negeri 1 Palangka Raya, peran serta masyarakat dan lembaga lain. Sedangkan faktor penghabatnya adalah faktor ruang kelas. Kami membutuhkan ruangan kelas untuk dapat fokus dalam melaksanakan kegiatan praktek-praktek kegiatan ekstrakulikuler; dan ketiga, implikasi guru Pendidikan Agama Hindu dalam pelaksanaan pembelajaran di SMA Negeri 1 Palangka Raya, fokus pada tiga implikasi yaitu Implikasi Pendidikan, Pembelajaran, dan Pengajaran Agama Hindu, Implikasi Prinsip Pembelajaran Guru Agama Hindu, dan Implikasi Perkembangan Teori Pembelajaran Agama Hindu. Tiga implikasi tersebut, mengerucut pada dua tindakan implikasi yaitu implikasi prinsip pembelajaran dan implikasi Teori Pembelajaran yang terfokus pada peran guru Agama Hindu untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan Negara.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Swastike, Made. 2024. Peranan Penyuluh Agama Hindu Dalam Mengimplementasikan Tri Hita Karana Di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas: Perspektif Pendidikan Nonformal. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Ni Nyoman Sumarni, S.Ag.,M,Si Skripsi ini mengkaji tentang Peranan penyuluh Agama Hindu Dalam Mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana: Perpektiv Pendidikan Keagamaan Hindu Nonformal Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas. Penyuluh agama Hindu merupakan seseorang yang yang memiliki keahlian dan juga tugas dalam membimbing masyarakat pada bidang agama Hindu. Fenomena yang terjadi yaitu kurangnya pemahaman masyarakat mengenai seberapa pentingnya ajaran Tri Hita Karana sehingga menyebabkan kurangnya pengimplementasian Tri Hita Karana. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah peran penyuluh agama Hindu dalam membimbing masyarakat desa Basarang Jaya memahami dan mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana ?. 2) Bagaimana kendala penyuluh dalam mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana pada masyarakat di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas ?. 3) Bagaimana upaya Penyuluh agama Hindu dalam membimbing masyarakat desa Basarang Jaya memahami dan mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana ?. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori aksi, teori kendala, teori harapan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara perpusive sampling. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penenelitian rumusan masalah pertama yamg dikaji dengan teori aksi menghasilkan kesimpulan bahwa peran yang dimiliki oleh seorang penyuluh agama Hindu yaitu, peran sebagai pendidik, peran sebagai pembimbing, peran sebagai teladan. Kendala endala yang dialami penyuluh dikaji menggunakan teori kendala menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat dua kendala yaitu kendala internal dan kendala eksternal. Kendala internal diantaranya yaitu Kendala internal yaitu kurang disiplin, rendahnya kreativitas. Kendala eksternal yaitu tingkat pemahaman, kurangnya dukungan umat, faktor cuaca. Kemudian upaya yang dilakukan penyuluh agama Hindu dikaji menggunakan teori harapan, menghasilkan kesimpulan upaya-upaya yang dilakukan yaitu upaya memberikan pendidikan keagamaan Hindu nonformal, dan upaya memberikan contoh yang baik.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
SESEN, 2024. Kompetensi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Agama Hindu Di Smp Negeri 2 Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan Skripsi, Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I :Mitro,S.Pd.,M.Si. Pembimbing II :Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H Penelitian ini membahas tentang kompetensi guru agama Hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa Hindu di SMP Negeri 2 Tewang Sangalang Garing. Kompetensi Guru adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimili, dihayati, dan dikuasai. Hal tersebut dapat diartikan bahwa kompetensi merupakan perpaduan antara pengetahuan, kemampuan, dan penerapan dalam melaksanakan tugas dilapangan kerja, sedangkan prestasi belajar suatu perubahan yang dialami anak didik, yang dapat diindikasikan atau dapat dilihat dalam bentuk angka-angka penilaian dari hasil pekerjaannya yang merupakan evaluasi dari hasil belajarnya. Penelitian ini ada beberapa permasalahan: Bagaimanakah kompentensi pedagogik, kepribadian, propesional dan sosial, guru Agama Hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SMP Negeri 2 Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan metode penelitiaan kualitatif, dengan informan adalah orang yang memberikan data penelitian melalui wawancara. Kompetensi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Agama Hindu Di SMP Negeri 2 Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan pada penelitian ini teori behavioristik. Hasil penelitian menunjukan bahwa kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Sudah di terapkan pemahaman guru pendidikan agama Hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa guru agama Hindu harus terus meningkatkan keterampilan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial, melalui pelatihan dan pengembangan profesional. Agar semua dapat berjalan dengan baik peran seorang guru mengontrol siswa saat pelajaran berlangsung disitu kita dapat melihat siswa dalam meningkatkan prestasi belajar mereka dan niat mereka untuk meningkatkan prestasi belajar sangat tinggi dan termotivasi Kata kunci: kompetensi, Guru, dan Prestasi Belajar Siswa Agama Hindu.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pransisno, Arnus, 2024. Penggunaan Bukung Tambalui Lahar Dalam Ritual Kematian Umat Hindu Kaharingan Desa Luwuk Sampun Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Suwito, S. Ag.,M.Si dan Dosen Pembimbing II: Lamri, S.Pd.,M.Pd.H Skripsi ini mengkaji tentang Penggunaan Bukung Tambalui Lahar Dalam Ritual Kematian Umat Hindu Kaharingan Desa Luwuk Sampun Kabupaten Kotawaringin Timur. Bukung Tambalui Lahar merupakan salah satu jenis bukung yang digunakan pada saat ritual kematian umat Hindu Kaharingan. Fenomena yang sering terjadi di lapangan pada masyarakat suku dayak ngaju adanya perbedaan penggunaan dari Bukung Tambalui Lahar yang menggunakan atribut berbeda. Ada yang menggunakan bahan alami dan ada yang menggunakan pakaian bisa. Berdasarkan alasan tesebut, tema ini sangat penting untuk diteliti. Masalah ini perlu dikaji lebih lanjut dengan rumusan masalah yaitu Bagaimana Bentuk dan penggunaan Bukung Tambalui Lahar dalam Ritual Kematian Umat Hindu Kaharingan Desa Luwuk Sampun Kabupaten Kotawaringin Timur dan Apa makna yang tersirat pada Bukung Tambalui Lahar dalam Ritual Kematian Umat Hindu Kaharingan Desa Luwuk Sampun Kabupaten Kotawaringin Timur. Dengan menggunakan dua jenis teori untuk menganalisis rumusan maasalah tersebut antara lain teori mimesis dan teori religi. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Sumber data dari data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, studi dokumen dan analisis data yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya disajikan dalam laporan penelitian berupa skripsi. Berdasarkan analisis data didalam penelitian ini, ditemukan bahwa (1). Bukung Tambalui Lahar hanya bisa digunakan pada saat ritual kematian umat Hindu Kaharingan. Bukung Tambalui Lahar masuk kedalam jenis bukung kalunen (manusia). Dalam penggunaanya, Bukung Tambalui Lahar biasanya menggunakan pakaian dan atribut yang tidak biasa, yang terbuat dari bahan alami, seperti rumput liar, daun pisang, enau/ijuk, dan batang bambu. Ada juga yang hanya menggunakan pakaian biasa, seperti baju batik dan kameja putih. (2). Bukung Tambalui Lahar memiliki simbol yang mengarah kepada nilai spiritual dan memiliki kesakralan yang tinggi. Bukung Tambalui Lahar memiliki fungsi dan tujuan sebagai jipen liau haring kaharingan di lewu liau dan sebagai penghibur bagi pihak keluarga duka serta sebagai alat bantu memberikan sumbangan kepada keluarga duka.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembelajaran matematika dengan materi penjumlahan bilangan bertujuan mengajarkan siswa konsep menggabungkan bilangan, mengenali simbol (+), dan melakukan penjumlahan sederhana. Kesulitan umum dalam pembelajaran matematika dengan materi penjumlahan bilangan adalah meliputi kesulitan memahami konsep penjumlahan, kesalahan dalam menulis angka, Kesalahan dalam melakukan perhitungan, kesulitan dalam mengenal nilai tempat pada soal penjumlahan bersusun. Berdasarkan fakta dilapangan peneliti menemukan beberapa masalah seperti guru masih banyak menggunakan metode pembelajaran konvensional berupa ceramah dan latihan soal, aktivitas belajar siswa cenderung pasif, kurang berpartisipasi dalam diskusi, dan mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep dasar Matematika. Hal ini menyebabkan Motivasi belajar siswa menurun, dan mereka menganggap Matematika membosankan dan sulit. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui problem based learning pada mata pelajaran matematika kelas III SDN 4 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek 32 siswa. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus 2 siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, kuisioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa, aktivitas guru, dan aktivitas siswa. Pada pra-tindakan, ketuntasan siswa 18,75%, siklus I 53%, dan siklus II 87,5%. Aktivitas guru meningkat dari 3,5 pada siklus I menjadi 4 pada siklus II, dan aktivitas siswa dari 3,4 pada siklus I menjadi 4 pada siklus II. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan aktivitas belajar siswa dikelas. model problem-based learning tidak hanya efektif dalam meningkatkan pemahaman materi pelajaran, tetapi juga mendorong keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Model ini memungkinkan siswa untuk lebih aktif, kreatif, dan kolaboratif, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Sindi Erpany. 2020. Tri Aspiyana, M. Pd., Santang, S. Pd., M. Hum. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penerapan Metode Permainan Menyusun Kata Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Peserta Didik Kelas IV SDN 1 Menteng Palangka Raya. Skripsi ini dilatar belakangi dengan minimnya literasi di Indonesia, dari 70 Negara Indonesia menduduki posisi ke-63 dalam literasi menurut Survey Program For International Students Assessment (PISA) yang dirilis oleh Organization For Economic Co-operation and Development (OECD) pada Tahun 2019 Negara Indonesia menempati diantara sepuluh Negara dengan tingkat literasi terendah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode permainan menyusun kata pada mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan membaca peserta didik kelas IV SDN 1 Menteng Palangka raya. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan bahwa siswa dikelas IV SDN 1 Menteng masih banyak yang mengalami kesulitan dalam membaca. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan desain quasi eksperimen Dengan rancangan one group Pretest-Posttest. Jumlah sampel pada penelitian adalah 10 siswa yang diambil menggunakan Teknik random sampling yang berasal dari populasi kelas IV B. Teknik pengumpulan data menggunakan 3 macam yaitu observasi, tes kemampuan membaca, serta dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan Uji Normalitas dan Uji Hipotesis yang dibagi dua yaitu Uji Wilcoxon signed rank dan Uji N-gain (Gain score). Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan bahwa ada perbedaan nilai prestest dan posttest dengan nilai Asymp. Sig (2tailend) sebesar 0.024, sedangkan nilai uji N-Gain, yaitu nilai rata-rata n-gain, sebesar 0.2679. Nilai rata-rata menunjukkan bahwa nilai N-Gain berada dalam rentang 0,00 hingga 0.30, yang menunjukkan bahwa metode penerapan permainan menyusun kata memiliki interpretasi yang kurang. Hasilnya menunjukkan bahwa pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SDN 1 Menteng Palangka Raya dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan membaca mereka.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK TOBIE SUSWOYO, 2024 : Penyelesaian Penyalahgunaan Kitab Suci Panaturan Oleh Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Di Kabupaten Kotawaringin Timur. Tesis Strata Dua (S2) Program Studi Magister Ilmu Hukum Agama Hindu Program Pascasarjana Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Ni Nyoman Rahmawati, S.Ag.,M.Si, Pembimbing II Dr. Kuri, S.Ag.,M.Ag. Penyalahgunaan Kitab Suci Panaturan terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah yang dilakukan oleh pemangku adat atau yang sering disebut dengan istilah Damang Kepala Adat yang mengutip ayat-ayat Kitab Suci Panaturan Agama Hindu Kaharingan (Panaturan) untuk dijadikan sebuah dasar dalam putusan Kerapatan Mantir Basara Hai. Pemasalahan yang diteliti mencakup 2 (dua) hal yakni : (1). Apakah Faktor Penyebab Terjadinya Penyalahgunaan Kitab Suci Panaturan Di Kabupaten Kotawaringin Timur? (2). Bagaimana Proses Penyelesaian Penyalahgunaan Kitab Suci Panaturan Oleh Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Di Kabupaten Kotawaringin Timur?. Teori yang digunakan yaitu teori kausalitas dan teori pluralisme hukum. Subjek dari penelitian ini adalah Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Kabupaten Kotawaringin Timur, Polisi Resor Kotawaringin Timur, Damang Kepala Adat, Kasi Penyelenggara Hindu Kemenag, Rohaniwan Hindu Kaharingan (Basir/Pisor), Tokoh Hindu Kaharingan dan umat Hindu Kaharingan Kabupaten Kotawaringin Timur. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode Observasi, Wawancara, Kepustakaan dan Dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dan kuantitatif dengan proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan analisis data tersebut maka dapat disimpulkan : (1). Penyebab penyalahgunaan Kitab Suci Panaturan karena 3 faktor yaitu faktor manusia, faktor sumber daya manusia dan faktor politik, faktor manusia terjadi karena adanya egoistis dalam membuat putusan, faktor sumber daya manusia yang terjadi karena kurangnya pengetahuan, wawasan, dan informasi yang dimiliki oleh pemangku adat dan faktor politik yang terjadi karena ada kepentingan dalam mengambil keputusan oleh Damang Kepala Adat. (2). Proses penyelesaian penyalahgunaan Kitab Suci Panaturan oleh Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Timur yaitu melalui mediasi dan berakhir damai. Perdamaian tersebut menggunakan Upacara Ritual Hangkat Hambai (Angkat Saudara) antara Tim 11 dengan 7 Damang Kepala Adat. ABSTRACT TOBIE SUSWOYO, 2024: Resolution of Misuse of the Panaturan Holy Book by the Regional Council of Hindu Kaharingan Religion in Kotawaringin Timur Regency. Master's Thesis (S2) Hindu Law Masters Program Postgraduate Program, Tampung Penyang State Hindu Institute (IAHN-TP) Palangka Raya. Supervisor I Dr. Ni Nyoman Rahmawati, S.Ag., M.Si, Supervisor II Dr. Kuri, S.Ag., M.Ag. The misuse of the Panaturan Holy Book in Kotawaringin Timur Regency, Central Kalimantan, was perpetuated by traditional authorities known as Damang Leaders. These leaders cited verses from the Panaturan, the sacred text of the Hindu Kaharingan Religion, as justification for their decisions in the context of the Kerapatan Mantir Basara Hai. This study addresses two core research questions: (1) What factors contribute to the misuse of the Panaturan Holy Book in Kotawaringin Timur Regency? (2) What methods are employed by the Regional Council of Hindu Kaharingan Religion to resolve such misuse? The theoretical framework integrates causality theory and legal pluralism theory. The study’s subjects include the Regional Council of Hindu Kaharingan Religion, the Kotawaringin Timur Police Department, Damang Leaders, the Head of Hindu Affairs at the Ministry of Religion, Hindu Kaharingan clergy (Basir/Pisor), community leaders, and adherents of the Hindu Kaharingan faith in Kotawaringin Timur Regency. Data collection methods encompass observation, interviews, literature review, and documentation. The data underwent qualitative and quantitative analysis, involving processes of data collection, reduction, presentation, and conclusion verification. Findings reveal that the misuse of the Panaturan Holy Book stems from three primary factors: human factors characterized by egoism, human resource deficiencies marked by limited knowledge and insight among traditional leaders, and political motives driven by vested interests. The resolution mechanism implemented by the Regional Council involves mediation, culminating in a harmonious outcome through the Hangkat Hambai Ritual Ceremony (Raising Siblings) between Team 11 and the seven Damang Leaders.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Rusandi 2024, Perkawinan salah jenjang (Heoh) Pada Masyarakat Suku Dayak Siang di Desa Tambelum Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya. Skripsi Srata Satu, Prodi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing (I) Mariatie, S.Ag.,M,Si, dan Pembimbing (II) Herwandi, MH. Proses Perkawinan Salah Jenjang (Heoh) pada Masyarakat Suku Dayak Siang di Desa Tambelum Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya Perkawinan salah jenjang dalam masyarakat dayak siang disebut dengan perkawinan heoh. Secara etimologi Heoh terdiri dari kata sala memiliki beberapa pengertian antara lain; 1) tidak benar ; 2) keliru, khilap; 3) tidak selaras; 4) menyimpang dari yang seharusnya; Sebelum di lakukan suatu perkawinan Heoh maka harus terlebih dahulu dilaksanakan saki palas menggunakan darah kambin sebagai penggati ahu (ketulahan). Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 3(tiga) hal yaitu : (1) Bagaimana proses perkawinan salah jenjang heoh pada masyarakat Dayak Siang?.(2) Apa penyebab perkawinan salah jenjang Heoh pada masyarakat Dayak Siang? (3) Apa dampak dari perkawinan salah jenjang Heoh pada masyarakar suku dayak Siang? Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, penelitian ini menggunakan tehnik penentuan informan yaitu purvosiv sampling. Informan dalam penelitian ini adalah berjumlah 6 orang antara lain : 1 orang mantir adat, 1 orang Damang Kecamatan Sungai Babuat 1 orang Majelis Kelompok Desa Tambeluim 2 tokoh masyarakat, dan 2 orang perangkat desa. Teknik pengumpulan data dengan cara yaitu dengan cara wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Dalam penelitian ini data-data yang diperoleh dari narasumber maupun dari buku-buku dikumpulkan dan disusun secara sistematis kemudian dianalisis secara kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian adalah: 1) Proses Perkawinan Salah Jenjang (Heoh) Pada Masyarakat Suku Dayak Siang Secara etimologi Heoh terdiri dari kata (sala) memiliki beberapa pengertian antara lain; tidak benar ; keliru, khilap; tidak selaras; menyimpang dari yang seharusnya; Sebelum di lakukan suatu perkawinan heoh maka harus terlebih dahulu dilaksanakan saki palas menggunakan darah kambin sebagai penggati (Ahu) (ketulahan). (2) Penyebab terjdinya Perkawinan Salah Jenjang (Heoh) ada beberapa factor yang mempengaruhinya: kondisi fisik,iteraksi diri, fungsional, pengetahuan terhadap kemampuan diri. (3). dampak positif,penguatan hubungan keluarga, peningkatan status sosial, pewarisan tradisi, mengindari perkawinan sedarah. Dampak negatif, beban sosial, stigma dan diskriminasi, ketidak puasan pribadi, kompleksitas dalam hubungan.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji tentang nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu yang terkandung dalam ritual Nyiwah pada Umat Hindu di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Penggalian nilai-nilai pendidikan Agama Hindu dalam sebuah ritual dianggap sangat perlu untuk medukung program pembentukan Sumber Daya Manusia yang memiliki kemampun intelektual belandaskan nilai-nilai Agama. Penelitian ini berfokus pada nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam ritual Nyiwah di Kecamanatan Lahei Barat Kabupaten Muara Teweh dengan rumusan masalah : 1) Bentuk Pelakasanaan Ritual Nyiwah di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara, 2) Nilai-nilai pendidikan Hindu dalam ritual Nyiwah di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara, 3) Implikasi nilai-nilai pendidikan Hindu dalam ritual Nyiwah di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Adapun teori yang digunakan dalam menganalisis permasalah ini adalah Teori Interaksi Simbolik, Teori Struktural, dan Teori Pendidikan Humanistik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitiatif dengan, teknik penentuan informan secara Purposive Sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumen, selanjutnya data yang diperoleh diolah dengan teknik analisis deksriptif kualitatif. Hasil dalam penelitian ini meliputi: 1) Pelaksanaan ritual Nyiwah terbagi menjadi 3 bagian yakni tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan (Ngonteng atau Bokas), dan tahapan Betampas Awi Jari, 2) ada tiga nilai pendidikan Agama Hindu yang diungkap dalam ritual Nyiwah yakni, Nilai Pendidikan Tattwa, Nilai Pendidikan Etika (Susila) dan Nilai Pendidikan Estetika, 3) Implikasi nilai pendidikan Agama dalam ritual Nyiwah yang dilaksanakan di daerah Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara yakni terdapatnya dampak sebab akibat terhadap perilaku humanistik yang taat pada aturan, nilai kebenaran dan nilai keindahan pada lingkungan masyarakat Umat Hindu Kaharingan.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
RANDI SAPUTRA, 2024, Pendampingan Hukum Oleh Jaksa Pengacara Negara Kejaksaan Negeri Palangka Raya Dalam Penyaluran Pupuk Bersubsidi Di Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya Skripsi, Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Adat, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. Riwun, S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II) Ririn Kurniasi,SH.,MH. Pendampingan Hukum oleh Jaksa Pengacara Negara Kejaksaan Negeri Palangka Raya Dalam Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya merupakan hal yang sangat penting untuk melindungi hak serta memberikan kepastian hukum kepada semua pihak yang terlibat. Kejaksaan Negeri Palangka Raya adalah lembaga pemerintahan yang bertanggung jawab dalam memberikan pendampingan hukum kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya dalam penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani. Sehingga yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) prosedur pendampingan penyaluran pupuk bersubsidi oleh Jaksa Pengacara Negara Kejaksaan Negeri Palangka Raya Kelurahan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya di Kelurahan Kelampangan Kecamatan Sabangau. (2) tujuan pendampingan oleh Jaksa Pengacara Negara dalam penyaluran pupuk bersubsidi di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya di Kelurahan Kelampangan Kecamatan Sebangau. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan peneliti adalah (1) Teori Pengawasan dan (2) Teori Negara Hukum. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa (1) Peran Jaksa Pengacara Negara Kejaksaan Negeri Palangka Raya dalam proses penyaluran pupuk bersubsidi yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya dalam memberikan pendampingan hukum untuk memastikan perlindungan hak dan kepastian hukumnya. (2) Tujuan dari pendampingan hukum yang dilakukan oleh Jaksa Pengacara Negara pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya yaitu untuk menjamin kepatuhan terhadap peraturan ada dengan berdasarkan perundang-undangan pada peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang tugas dan wewenang seksi Perdata dan Tata Usaha Negara, serta juga mencegah dan menangani penyimpangan, meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan sehingga tepat sasaran serta melindungi hak-hak petani.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
IDO JAYA SAPUTRA. 2024. Irama Kangkanong Dalam Pelaksanaan Ritual Balian Bawo Suku Dayak Lawangan di Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag dan Dosen Pembimbing II: Suwito, S. Ag.,M.Si. Skripsi ini mengkaji tentang irama kangkanong dalam pelaksanaan ritual balian bawo suku Dayak Lawangan di Kecamatan Dusun Tengah. Fenomena yang terjadi di lapangan pada masyarakat suku Dayak Lawangan dalam bermain kangkanong khusunya pada generasi muda kurang mempunyai pengetahuan dan pemahaman tentang irama kangkanong dalam ritual balian bawo. Berdasarkan alasan tersebut tema ini sangat penting untuk diteliti. Masalah ini perlu dikaji lebih lanjut dengan rumusan masalah yaitu bagaimana irama kangkanong dalam pelaksanaan ritual balian bawo suku Dayak Lawangan dan apa fungsi irama kangkanong dalam pelaksanaan ritual balian bawo suku Dayak Lawangan. Tujuan dari penelitian ini yakni mengkaji ilmu pengetahuan seni musik tradisional dan mempunyai manfaat menambah wawasan dan pengetahuan tentang alat musik kangkanong. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori Struktural Fungsional, teori Weighted Scale dan teori Etnomusikologi. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Sumber data dari data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, studi dokumen dan analisis data yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya disajikan dalam laporan penelitian berupa skripsi. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, ditemukan bahwa (1). Irama kangkanong dalam pelaksanaan ritual balian bawo suku Dayak Lawangan memiliki irama yang beragam jenis yaitu irama tung luai, tung golek, serewan gense, bref, gompeng dan gompeng doto. (2). Irama kangkanong akan tetap berfungsi karena irama kangkanong dalam ritual balian bawo merupakan sarana mediator utama yang menjadi salah satu alat perantara untuk menghubungkan antara balian dengan roh leluhur, sahabat dan roh nenek moyang untuk membantu dalam pelaksanaan ritual balian bawo. Fungsi irama kangkanong dalam pelaksanaan ritual balian bawo dapat dilihat dari tiga hal yaitu fungsi laten, fungsi manifes dan disfungsi. Dari ketiga fungsi dapat dilihat bahwa keberadaan fungsi yang ada pada irama kangkanong yang digunakan merupakan bagian penting pada pelaksanaan ritual balian bawo suku Dayak Lawangan di Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
IMMSA DITING, 2024. Minat Siswa dalam melaksanakan Basarah Di SMA Negeri 1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Dr. Derson, S.Ag.,M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Minat Siswa Dalam Melaksanakan Basarah Di SMA Negeri 1 Gunung Timang, Kecamatan Gunung Timang Kabpaten Barito Utara, sehingga siswa Agama Hindu kurang aktif dalam melaksanakan Basarah karena Basarah sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan salah satu ibadah dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Ranying Hatalla Langit (Tuhan Yang Maha Esa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: faktor penyebab kurangnya minat siswa dalam melaksankan Basarah di SMA Negeri 1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara di dalam mengikuti Basarah yang telah di laksanakan di sekolah dan melihat upaya apa saja yang di lakukan oleh guru Agama Hindu dalam memberikan motivasi terhadap kegiatan tersebut. Model penelitian ini mengunakan penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Gunung Timang, jenis dan sumber data yang di gunakan: sumver data primer dan sekunder, teknik penentuan informan yaitu Purposive, teknik pengumpulan data yang digunakan: Observasi, wawancara, dan dokumentasi, instrumen penelitian kualitatif, teknik analisi data yaitu: pengumpulan data, kondensadi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan tentang Minat Siswa Dalam Melaksanakan Basarah Di SMA Negeri 1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara yang menjadi Faktor Penyebab Kurangmnya Minat Siswa Dalam melaksanakan Basarah, dikarenakan tidak ada pergerakan atau yang mengkoordinir siswa ketika guru Agama Hindu tidak dapat hadir untuk melaksanakan Basarah di tambah lagi siswa lebih memilih untuk pulang duluan. Kata Kunci: Minat Siswa, siswa Hindu, Basarah
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK SHINTA WULANDARI. 2024. Eksistensi Pasraman Penyang Hatampung Dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu Di Desa Tanjung Sangalang Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si, Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si. Skripsi ini mengkaji eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang. Fenomena yang terjadi pada muda-mudi di Desa Tanjung Sangalang karakter anak didiknya masih kurang baik dengan maraknya kasus balap liar dan tindakan yang menyimpang dari ajaran agama Hindu, tetapi setelah mereka mengikuti pendidikan di pasraman anak didik yang semulanya kurang memiliki sopan santun terhadap orang tua, seiring berjalannya waktu perubahan menjadi lebik baik dialami peserta didik setelah mengikuti pasraman. Berdasarkan uraiaan tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang?, 2) Bagaimanakah upaya untuk memaksimalkan eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang?, 3) Apakah implikasi eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam pendidikan karakter bagi Sisya Hindu dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang?, Tujuan umum dari penelitian ini mengkaji lebih dalam untuk menemukan ilmu pengetahuan agama dan pendidikan tentang eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam pendidikan karakter sisya di Desa Tanjung Sangalang. Hasil peenelitian ini dikaji dengan teori eksistensi, teori motivasi, dan teori evaluasi/implikasi. Metode penelitian yang digunakan metode deskriftif kualitatif. Jenis sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purpossive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran dan intepretasi, serta penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori eksistensi maka diperoleh bahwa eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam pendidikan karakter bagi sisya Hindu yakni adanya Kegiatan persembahyangan, prakter sarana upacara, kegiatan pembelajaran pasraman, kegiatan Dharma Tula, kegiatan bhakti sosial. Upaya untuk memaksimalkan eksistensi dari Pasraman Penyang Hatampung di analisis dengan teori motivasi, maka diperoleh data yakni dengan cara Meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan kemandirian siswa, meningkatkan tanggung jawab siswa, meningkatkan sistem pendidikan, meningkatkan peran lembaga, dan meningkatkan sarana prasarana yang ada di Pasraman Penyang Hatampung. Implikasi Pasraman Penyang Hatampung dianalisis dengan teori Implikasi terbagi menjaddi dua implikasi, pertama implikasi positif dan kedua implikasi negative. Implikasi positifnya yakni mencakup 18 standard nilai karakter, sedangkan implikasi negatifnya yakni kurangnya waktu bermain, terdampak covid-19, bertambahnya biaya uang jajan, berkurangnya waktu membantu orang tua. Kata Kunci : Eksistensi, Pasraman Penyang Hatampung, Pendidikan karakter
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
RISNA, 2024 :Analisis Terhadap Perilaku Kumpul Kebo Menurut Hukum Adat Dayak Ngaju ( Studi Kasus Di Desatumbang Manangei Kecamata Katingan Hulu Kabupaten Katingan), Pembimbing I, Sri Kayun, SH.,M.Si. Pembimbing II, Edelweisia Cristiana, MH.
Kumpul kebo adalah fenomena yang sering terjadi di masyarakat. Kumpul kebo merupakan perbuatan hidup bersama tanpa adanya ikatan perkawinan yang sah antara seorang pria dan seorang wanita dimana mereka bersama-sama tinggal dalam satu rumah. Perbuatan tersebut sangat bertentangan dengan masyarakat setempat yang menjunjung tinggi nilai hukum adat. Berdasarkan latar belakang maka dalam penelitian ini ada tiga pokok permasalahan yang harus di bahas (1). Faktor penyebab terjadinya perilaku kumpul kebo di Desa Tumbang Manangei Kecamaatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. (2). Dampak perilaku kumpul kebo terhadap Masyarakat sosial di Desa Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. (3). Penyelesaian kasus kumpul kebo secara adat di Desa Tumbang Manangei. Teori digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah, Teori resepsi hukum, teori sosiologi hukum dan teori penyelesaian. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan Teknik penentuan informan purposive sampling. Informan dalam penelitian ini dengan jumlah 6 orang yaitu 3 orang mantir adat 2 orang keluarga dari pihak laki dan Perempuan dan 1 orang istri dari pelaku. Untuk dapat memperoleh data-data dari narasumber untuk dikumpulkan dan disusun secara sistematika dan dianalisis dengan cara kualitatif. Berdasarkan hasil dari penelitian analisis terhadap perilaku Kumpul Kebo menurut hukum adat dayak ngaju (studi kasus di Desa Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan) di selesaikan oleh damang kepala adat, mantir adat dan bersama keluarga secara hukum adat kemudian dampak yang terjadi menimbulkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pengurus adat. Menurut Hukum Adat yang berlaku di Desa Tumbang Manangei . Hukum adat yang digunakan dalam menyelesaikan kasus Kumpul Kebo di Desa Tumbang Manangei. Menyelesaikan kasus kumpul kebo ini untuk membantu menyelesaikan permasalahan juga melindungi keseimbangan alam yang ada di Desa tumbang manangei, dan mencari titik temu Penyelesaian secara damai tersebut bersedia memberikan ganti rugi kepada korban dalam rangka mendapatkan pemaafan dari korban. Penyelesaian perkara dengan hukum adat harus melibatkan para pihak dalam perkara yaitu pelaku, korban dan masyarakat. Para pihak diharapkan dapat bermusyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama dalam rangka menyelesaikan permasalahan yang telah terjadi dan diharapkan dapat diselesaikan dengan secara adil bagi kedua belah pihak pelaku dan korban.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Astuti. 2024 Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Pembelajaran Seni Tari Melalui Metode Konstruksi Tari Di Smp Negeri 1 Timpah. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Dosen Pembimbing I Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H dan Dosen Pembimbing II Hendri , S.Ag.,M.Si Peneliti mengkaji tentang Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Pembelajaran Seni Tari Melalui Metode Konstruksi Tari Di SMP Negeri 1 Timpah. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dalam pembelajaran seni tari melalui metode konstruksi di SMP Negeri 1 Timpah. Dari yang sebelumnya masih menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran dan setelah menggunakan metode konstruksi tari. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori konstruktivisme, kemudian metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode pre-experimental design dengan tipe one group pretest-posttest (tes awal-tes akhir kelompok tunggal). Lama waktu yang peneliti gunakan dalam penelitian ini selama satu bulan. Jenis sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara porpusive sampling. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu penilaian unjuk kerja dan presentase ketuntasan peserta didik. Berdasarkan indikator keberhasilan menurut Nurkanca hasil belajar kelas dapat dikatakan tuntas apabila di dalam kelas tersebut mencapai 70% siswa telah mencapai nilai ≥70, penelitian ini dikatakan berhasil dengan nilai rata-rata siswa mencapai ≥70 dengan presentase 80%.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Seni lukis mambintik raung adalah prosesi melukis peti mati yang ada pada upacara kematian umat Hindu Kaharingan. Lukisan ini memperlihatkan nilai-nilai kehidupan spiritual dan keyakinan dalam upacara Kematian umat Hindu Kaharingan. Namun, hanya sebagian kecil umat Hindu Kaharingan yang memahami pentingnya lukisan yang ada pada raung beserta makna yang terkandung di dalamnya. Ketika pelaksanaan prosesi mambintik raung keterlibatan umat Hindu Kaharingan sangat kurang baik generasi tua maupun generasi muda. Rumusan masalah yaitu bagaimana eksistensi seni lukis mambintik raung pada upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan dan bagaimana upaya pelestarian seni lukis mambintik raung pada upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Tujuan penelitian yaitu tujuan umun dan tujuan khusus. Teori yang digunakan dalam penelitian yaitu Teori Eksistensi, Teori Mimemsis, Teori Pelestarian dan Teori Pendidikan Klasik. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif. Adapun sumber data yaitu bersumber dari data primer dan sekunder. Teknik penentuan informan purposive sampling, teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumen. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, diketahui bahwa prosesi Mambintik raung dilaksanakan ketika masih ada jenazah umat Hindu Kaharingan. Prosesi mambintik raung diwajibkan karena merupakan tradisi yang telah ada sejak zaman dahulu hingga saat ini. Ada tahapan dalam upaya pelestarian mambintik raung yaitu (1). Perlindungan, bahwa budaya tradisional termasuk dalam karya cipta yang perlu dilindungi. (2). Pengembangan, bahwa dalam karya seni yang sudah lama ada tentunya butuh pengembangan agar tidak ketinggalan zaman. (3). Pemanfaatan, tentunya dalam berkarya dalam bidang manapun itu harus memiliki yang namanya manfaat apalagi dalam bidang seni tentunya manfaat itu suatu hal yang harus bermanfaat bagi pelaku seni, para penikmat seni, orang lain dan tidak merugikan orang lain. (4). Pembinaan dalam sebuah karya cipta yang ada perlu adanya pembinanaan terutama seni lokal agar kesenian tersebut tidak hilang atau punah.