Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2024Versi 1

PERANAN PENYULUH AGAMA HINDU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN AJARAN TRI HITA KARANA DI DESA BASARANG JAYA: PERSPEKTIF PENDIDIKAN KEAGAMAAN HINDU NONFORMAL

Koleksi Perpustakaan•3 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Swastike, Made. 2024. Peranan Penyuluh Agama Hindu Dalam Mengimplementasikan Tri Hita Karana Di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas: Perspektif Pendidikan Nonformal. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Ni Nyoman Sumarni, S.Ag.,M,Si ​Skripsi ini mengkaji tentang Peranan penyuluh Agama Hindu Dalam Mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana: Perpektiv Pendidikan Keagamaan Hindu Nonformal Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas. Penyuluh agama Hindu merupakan seseorang yang yang memiliki keahlian dan juga tugas dalam membimbing masyarakat pada bidang agama Hindu. Fenomena yang terjadi yaitu kurangnya pemahaman masyarakat mengenai seberapa pentingnya ajaran Tri Hita Karana sehingga menyebabkan kurangnya pengimplementasian Tri Hita Karana. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah peran penyuluh agama Hindu dalam membimbing masyarakat desa Basarang Jaya memahami dan mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana ?. 2) Bagaimana kendala penyuluh dalam mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana pada masyarakat di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas ?. 3) Bagaimana upaya Penyuluh agama Hindu dalam membimbing masyarakat desa Basarang Jaya memahami dan mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana ?. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori aksi, teori kendala, teori harapan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara perpusive sampling. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penenelitian rumusan masalah pertama yamg dikaji dengan teori aksi menghasilkan kesimpulan bahwa peran yang dimiliki oleh seorang penyuluh agama Hindu yaitu, peran sebagai pendidik, peran sebagai pembimbing, peran sebagai teladan. Kendala endala yang dialami penyuluh dikaji menggunakan teori kendala menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat dua kendala yaitu kendala internal dan kendala eksternal. Kendala internal diantaranya yaitu Kendala internal yaitu kurang disiplin, rendahnya kreativitas. Kendala eksternal yaitu tingkat pemahaman, kurangnya dukungan umat, faktor cuaca. Kemudian upaya yang dilakukan penyuluh agama Hindu dikaji menggunakan teori harapan, menghasilkan kesimpulan upaya-upaya yang dilakukan yaitu upaya memberikan pendidikan keagamaan Hindu nonformal, dan upaya memberikan contoh yang baik.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1PERANAN PENYULUH AGAMA HINDU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN AJARAN TRI HITA KARANA DI DESA BASARANG JAYA: PERSPEKTIF PENDIDIKAN KEAGAMAAN HINDU NONFORMAL2024 · oai:ais:library-item:2506