Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

RIO

12 karya publik ditemukan.

2026: 22025: 42023: 22022: 32021: 1

Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Mengikuti Kegiatan Basarah Di SDN 1 Tumbang Labehu Kabupaten Katingan

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Jeriko Patriot. 2026. Peran Guru Pendidkan Agama Hindu dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Mengikuti Basarah di SDN 1 Tumbang Labehu Kabupaten Katingan. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya pembimbing I : Nyoman Sumarni S. Ag.,M.Si pembimbing II : Putu Cory Candra Yhani, S.Pd., M.Pd Keaktifan Siswa dalam kegiatan keagamaan merupakan salah satu indikator keberhasilan pendidikan agama Hindu di sekolah dasar . Kegiatan Basarah memiliki peran penting dalam pembinaan spiritual, pembentukan karakter relegius serta penanaman nilai-nilai dharma pada Siswa Hindu. Namun berdasarkan pengamatan awal di SDN 1 Tumbang Labehu, masih di temukan sebagian siswa yang kurang aktif dalam mengikuti kegiatan Basarah.Kondisi ini menunjukan perlunya Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa melalui Strategi dan pendekatan pembelajaran yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Mengikuti kegiatan Basarah, Serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat yang di hadapi guru dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskritif. Subjek penelitian terdiri atas satu orang Guru Pendidikan Agama Hindu, Kepala Sekolah, dan Siswa Hindu di SDN 1 Tumbang Labehu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interatif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Guru Pendidikan Agama Hindu berperan sebagai motivator, pembimbing, fasilitator, teladan, dan evaluator dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Mengikuti Kegiatan Basarah.2)Faktor Pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, suasana sekolah yang religius, serta kerja sama sengan orang tua. Adapun faktor penghambat antara lain rendahnya motivasi sebagian siswa, keterbatasan sarana prasarana dan keterbatasan waktu pelaksanaan kegiatan. Upaya yang dilakukan guru terbukti meningkatkan keaktifan, kedisplinan, serta partisipasi siswa dalam kegiatan Basarah Kata Kunci: Eksplorasi, Pengembangan, Minat Siswa, Seni Rupa.

Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Mengikuti Kegiatan Basarah Di SDN 1 Tumbang Labehu Kabupaten Katingan

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jeriko Patriot. 2026. Peran Guru Pendidkan Agama Hindu dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Mengikuti Basarah di SDN 1 Tumbang Labehu Kabupaten Katingan. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya pembimbing I : Nyoman Sumarni S. Ag.,M.Si pembimbing II : Putu Cory Candra Yhani, S.Pd., M.Pd Keaktifan Siswa dalam kegiatan keagamaan merupakan salah satu indikator keberhasilan pendidikan agama Hindu di sekolah dasar . Kegiatan Basarah memiliki peran penting dalam pembinaan spiritual, pembentukan karakter relegius serta penanaman nilai-nilai dharma pada Siswa Hindu. Namun berdasarkan pengamatan awal di SDN 1 Tumbang Labehu, masih di temukan sebagian siswa yang kurang aktif dalam mengikuti kegiatan Basarah.Kondisi ini menunjukan perlunya Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa melalui Strategi dan pendekatan pembelajaran yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Mengikuti kegiatan Basarah, Serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat yang di hadapi guru dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskritif. Subjek penelitian terdiri atas satu orang Guru Pendidikan Agama Hindu, Kepala Sekolah, dan Siswa Hindu di SDN 1 Tumbang Labehu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interatif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Guru Pendidikan Agama Hindu berperan sebagai motivator, pembimbing, fasilitator, teladan, dan evaluator dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Mengikuti Kegiatan Basarah.2)Faktor Pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, suasana sekolah yang religius, serta kerja sama sengan orang tua. Adapun faktor penghambat antara lain rendahnya motivasi sebagian siswa, keterbatasan sarana prasarana dan keterbatasan waktu pelaksanaan kegiatan. Upaya yang dilakukan guru terbukti meningkatkan keaktifan, kedisplinan, serta partisipasi siswa dalam kegiatan Basarah Kata Kunci: Eksplorasi, Pengembangan, Minat Siswa, Seni Rupa.

PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTU MEDIA KONKRET PADA MATAPELAJARAN IPAS KELAS V SDN 1 MENTENG PALANGKA RAYA

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Romario, Vivo, R, 2025, Penerapan Problem Based Learning Bderbantu Media Konkret Pada Mata Pelajaran IPAS Di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Dr. Pranata, S.Pd., M.Si Dan Dosen Pembimbing Kedua Putu Cory Candra Yhani, S.Pd., M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantu media konkret pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas V SDN 1 Menteng Palangka Raya, mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru maupun siswa, serta menjelaskan upaya guru dalam mengatasi kendala tersebut. Pembelajaran IPAS merupakan salah satu mata pelajaran penting di sekolah dasar yang menuntut siswa untuk memahami konsep abstrak sekaligus mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penerapan PBL yang dipadukan dengan media konkret diharapkan dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan bermakna. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik penentuan informan dilakukan dengan purposive sampling yang melibatkan Kepala Sekolah, Wali Kelas V, serta dua orang siswa kelas V SDN 1 Menteng Palangka Raya. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya hasil penelitian disajikan dalam bentuk laporan skripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL berbantu media konkret dapat meningkatkan antusiasme, keaktifan, dan pemahaman siswa dalam pembelajaran IPAS. Siswa lebih mudah memahami konsep-konsep abstrak karena adanya media nyata yang dapat diamati dan digunakan secara langsung. Kendala yang dihadapi dalam penerapan PBL meliputi keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan siswa, serta ketersediaan media konkret yang belum sepenuhnya memadai. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru melakukan beberapa upaya, antara lain menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kondisi kelas, memanfaatkan media yang tersedia secara maksimal, serta memberikan pendampingan lebih intensif kepada siswa yang masih mengalami kesulitan. Kata Kunci: Problem Based Learning, Media Konkret, Pembelajaran IPAS, Siswa Sekolah Dasar.

Penerapan Problem Based Learning Berbantu Media Konkret pada Mata Pelajaran IPAS Kelas V SDN 1 Menteng Palangka Raya

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Romario, Vivo, R, 2025, Penerapan Problem Based Learning Bderbantu Media Konkret Pada Mata Pelajaran IPAS Di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Dr. Pranata, S.Pd., M.Si Dan Dosen Pembimbing Kedua Putu Cory Candra Yhani, S.Pd., M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantu media konkret pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas V SDN 1 Menteng Palangka Raya, mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru maupun siswa, serta menjelaskan upaya guru dalam mengatasi kendala tersebut. Pembelajaran IPAS merupakan salah satu mata pelajaran penting di sekolah dasar yang menuntut siswa untuk memahami konsep abstrak sekaligus mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penerapan PBL yang dipadukan dengan media konkret diharapkan dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan bermakna. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik penentuan informan dilakukan dengan purposive sampling yang melibatkan Kepala Sekolah, Wali Kelas V, serta dua orang siswa kelas V SDN 1 Menteng Palangka Raya. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya hasil penelitian disajikan dalam bentuk laporan skripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL berbantu media konkret dapat meningkatkan antusiasme, keaktifan, dan pemahaman siswa dalam pembelajaran IPAS. Siswa lebih mudah memahami konsep-konsep abstrak karena adanya media nyata yang dapat diamati dan digunakan secara langsung. Kendala yang dihadapi dalam penerapan PBL meliputi keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan siswa, serta ketersediaan media konkret yang belum sepenuhnya memadai. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru melakukan beberapa upaya, antara lain menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kondisi kelas, memanfaatkan media yang tersedia secara maksimal, serta memberikan pendampingan lebih intensif kepada siswa yang masih mengalami kesulitan. Kata Kunci: Problem Based Learning, Media Konkret, Pembelajaran IPAS, Siswa Sekolah Dasar.

Dasar Pertimbangan Damang Kepala Adat Menerapkan Sanksi Ritual Angkat Hambai Dalam Kasus Kecelakaan lalu lintas di Desa Sei Pinang Kecamatan Mandau Talawang Kabupaten Kapuas

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

RIO, 2025 : Dasar Pertimbangan Damang Kepala Adat Menerapkan Sanksi Ritual Angkat Hambai Dalam Kasus Kecalakaan Lalu Lintas di Desa Sei Pinang Kecamatan Mandau Talawang Kabupaten Kapuas. Skripsi Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastar Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pemimbing I Armadiansyah S.Ag., S.H., MH. Pembimbing II Dra. Ni Made Ratini, M.Si. Masyarakat suku di Desa Sei Pinang Kecamatan Mandau Talawang pada umumnya masih menggunakan hukum adat dalam menyelesaiakan masalah adat salah satu kasus adat tersebut adalah kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan matinya orang. Dalam hal ini kasus yang pernah terjadi di Desa Sei Pinang di selesaikan menurut hukum adat melalui Damang Kepala Adat. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut yang manjadi pokok dalam penelitiana adalah (1) Apa dasar pertimbangan Damang Kepala Adat menerapkan sanksi ritual angkat hambai? (2) Bagaimanakah proses pelaksanaan sanksi ritual angkat hambai? Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian hukum empiris untuk memahimi hukum yang hidup dalam masyarakat. Adapun metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan teknik observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori yang digunakan sebagai dasar analisis dalam penelitian ini menggunakan tujuan hukum dan teori penyelesain sangketa. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yaitu meliputi, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dasar pertimbangan Damang Kepala Adat menerapkan sanksi ritual angkat hambai dalam kasus kecelakaan lalu lintas antara lain: (a). Adanya permintaan dari pihak keluraga korban yang menghendaki di selesaikan melalui adat Dayak Ngaju yaitu angkat hambai. (b). Karena adanya kesepekatan antara kedua belah pihak untuk menyelesiakan perkara melalui perdamiana adat. (c). Dalam Pasal 70 (Hasil Rapat Tumbang Anoi 1894) hukum adat telah menentukan adanya denda adat angkat hambai atau singer kabolongan haseng. Proses pelaksanaan ritual angkat hambai di Desa Sei Pinang adalah Rirual tampung tawar, ritual peteng sirau manik/manas, ritual mamapas, penyerahan batu damai mengadakan selamatan. Penyelesaian kasus melalui ritual angkat hambai terbukti mampu mempertahankan kerja sama, hubungan persaudaraan, dan perdamaian yang abadi dalam jangka panjang. Oleh karena itu, ritual angkat hambai dapat dipertahankan secara berkelanjutan agar para pihak dapat hidup rukun dan damai.

Dasar Pertimbangan Damang Kepala Adat menerapkan Sanksi Ritual Angkat Hambai dalam Kasus Kecelakaan Lalu Lintas di Desa Sei Pinang Kecamatan Mandau Talawang Kabupaten Kapuas

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RIO, 2025 : Dasar Pertimbangan Damang Kepala Adat Menerapkan Sanksi Ritual Angkat Hambai Dalam Kasus Kecalakaan Lalu Lintas di Desa Sei Pinang Kecamatan Mandau Talawang Kabupaten Kapuas. Skripsi Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastar Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pemimbing I Armadiansyah S.Ag., S.H., MH. Pembimbing II Dra. Ni Made Ratini, M.Si. Masyarakat suku di Desa Sei Pinang Kecamatan Mandau Talawang pada umumnya masih menggunakan hukum adat dalam menyelesaiakan masalah adat salah satu kasus adat tersebut adalah kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan matinya orang. Dalam hal ini kasus yang pernah terjadi di Desa Sei Pinang di selesaikan menurut hukum adat melalui Damang Kepala Adat. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut yang manjadi pokok dalam penelitiana adalah (1) Apa dasar pertimbangan Damang Kepala Adat menerapkan sanksi ritual angkat hambai? (2) Bagaimanakah proses pelaksanaan sanksi ritual angkat hambai? Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian hukum empiris untuk memahimi hukum yang hidup dalam masyarakat. Adapun metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan teknik observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori yang digunakan sebagai dasar analisis dalam penelitian ini menggunakan tujuan hukum dan teori penyelesain sangketa. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yaitu meliputi, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dasar pertimbangan Damang Kepala Adat menerapkan sanksi ritual angkat hambai dalam kasus kecelakaan lalu lintas antara lain: (a). Adanya permintaan dari pihak keluraga korban yang menghendaki di selesaikan melalui adat Dayak Ngaju yaitu angkat hambai. (b). Karena adanya kesepekatan antara kedua belah pihak untuk menyelesiakan perkara melalui perdamiana adat. (c). Dalam Pasal 70 (Hasil Rapat Tumbang Anoi 1894) hukum adat telah menentukan adanya denda adat angkat hambai atau singer kabolongan haseng. Proses pelaksanaan ritual angkat hambai di Desa Sei Pinang adalah Rirual tampung tawar, ritual peteng sirau manik/manas, ritual mamapas, penyerahan batu damai mengadakan selamatan. Penyelesaian kasus melalui ritual angkat hambai terbukti mampu mempertahankan kerja sama, hubungan persaudaraan, dan perdamaian yang abadi dalam jangka panjang. Oleh karena itu, ritual angkat hambai dapat dipertahankan secara berkelanjutan agar para pihak dapat hidup rukun dan damai.

Efektivitas Model Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Di SD Negeri Percobaan Palangka Raya.

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skripsi ini mengkaji tentang efektivitas model pembelajaran berbasis proyek terhadap motivasi dan hasil belajar siswa di SD Negeri Percobaan Palangka Raya. Hal tersebut dilihat dari fenomena dalam model pembelajaran berbasis proyek, belum diketahuinya motivasi dan hasil belajar siswa dari Projek penguatan profil pelajar Pancasila di SDN Percobaan, sebab harus ada 4 hal supaya dikatakan berhasil dalam profil pelajar Pancasila yakni: Budaya satuan pendidikan, Pembelajaran intrakulikuler, Projek penguatan profil pelajar Pancasila dan Ekstrakulikuler. Berdasarkan latar belakang tersebut, masalah yang dikaji yakni: 1) Bagaimana efektivitas model pembelajaran berbasis proyek terhadap motivasi belajar siswa di kelas IVC SDN Percobaan Palangka Raya?, 2) Bagaimana efektivitas model pembelajaran berbasis proyek terhadap hasil belajar siswa di kelas IVC SDN Percobaan Palangka Raya?. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model pembelajaran berbasis proyek terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Rumusan masalah dikaji menggunakan teori konstruktivisme. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei pada siswa. Populasi dan sampelnya seluruh siswa kelas IV-C berjumlah 28 orang dengan teknik nonprobability sampling berupa sampling jenuh. Teknik ini digunakan karena semua anggota populasi dalam penelitian digunakan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes angket, kemudian data tersebut dianalisis menggunakan rumus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran berbasis proyek di kelas IV-C SD Negeri Percobaan Palangka Raya bekerja efektif terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari data pengamatan terhadap motivasi siswa yang dilakukan melalui angket menunjukkan motivasi siswa Baik dengan nilai rata-rata 3,15 dan berdasarkan pengamatan terhadap raport siswa, dapat dijelaskan bahwa sesuai dengan kriteria penilaian yang sudah ditetapkan di SDN Percobaan Palangka Raya, maka nilai rata-rata hasil belajar siswa yang diperoleh adalah 3,17 dengan kriteria Berkembang Sesuai Harapan sebanyak 28 siswa.

Efektivitas Model Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa di SD Negeri Percobaan Palangka Raya.

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini mengkaji tentang efektivitas model pembelajaran berbasis proyek terhadap motivasi dan hasil belajar siswa di SD Negeri Percobaan Palangka Raya. Hal tersebut dilihat dari fenomena dalam model pembelajaran berbasis proyek, belum diketahuinya motivasi dan hasil belajar siswa dari projek penguatan profil pelajar pancasila di SDN Percobaan, sebab harus ada 4 hal supaya dikatakan berhasil dalam profil pelajar Pancasila yakni: Budaya satuan pendidikan, pembelajaran intrakulikuler, projek penguatan profil pelajar pancasila dan ekstrakulikuler. Berdasarkan latar belakang tersebut, masalah yang dikaji yakni: 1) Bagaimana efektivitas model pembelajaran berbasis proyek terhadap motivasi belajar siswa di kelas IV-C SDN Percobaan Palangka Raya?, 2) Bagaimana efektivitas model pembelajaran berbasis proyek terhadap hasil belajar siswa di kelas IV-C SDN Percobaan Palangka Raya?. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model pembelajaran berbasis proyek terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Rumusan masalah dikaji menggunakan teori konstruktivisme. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei pada siswa. Populasi dan sampelnya seluruh siswa kelas IV-C berjumlah 28 orang dengan teknik nonprobability sampling berupa sampling jenuh. Teknik ini digunakan karena semua anggota populasi dalam penelitian digunakan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes angket, kemudian data tersebut dianalisis menggunakan rumus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran berbasis proyek di kelas IV-C SDN Percobaan Palangka Raya bekerja efektif terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari data pengamatan terhadap motivasi siswa yang dilakukan melalui angket menunjukkan motivasi siswa Baik dengan nilai rata-rata 3,15 dan berdasarkan pengamatan terhadap raport siswa, dapat dijelaskan bahwa sesuai dengan kriteria penilaian yang sudah ditetapkan di SDN Percobaan Palangka Raya, maka nilai rata-rata hasil belajar siswa yang diperoleh adalah 3,17 dengan kriteria Berkembang Sesuai Harapan sebanyak 28 siswa.

Pengantar Perbandingan Hukum Waris

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Saat ini pengaturan hukum waris di Indonesia masih bersifat pluralisme, mengingat adanya tiga hukum waris yang berlaku, yakni hukum waris barat (KUH Perdata), hukum waris Islam, dan hukum waris adat. Ketiga hukum kewarisan tersebut, meskipun tanpa kodifikasi, tanpa unifikasi, tidak berarti tidak akan ada hukum nasional. Keanekaragaman hukum bukanlah sesuatu yang perlu dihindari, sepanjang tidak dimaksudkan untuk memberi privilege atau sebaliknya untuk merendahkan suatu kelompok. Keragaman hukum justru dapat bermanfaat dalam membangun kesatuan dan harmonisasi hubungan antarkelompok, karena setiap kelompok merasa dihargai dan diberi tempat yang wajar dan masuk akal dalam tata kehidupan bersama. Di samping itu, juga dalam rangka mengakomodasi lanskap masyarakat Indonesia yang sangat plural secara sosiologis. Mengingat persoalan di atas, maka penulis menyajikan sebuah buku referensi mengenai perbandingan hukum waris di Indonesia. Buku ini disajikan dengan pendekatan praktis, dalam perspektif akademisi dan praktisi, sehingga buku ini lebih aplikatif dan dapat menjadi pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan. Setelah mempelajari materi di dalam buku ini, penulis berharap pembaca memperoleh pemahaman mengenai ketiga sistem hukum waris di Indonesia, serta dapat merumuskan solusi-solusi dalam persoalan waris dan kebendaan. Mahasiswa fakultas hukum, baik di tingkat sarjana maupun pascasarjana dan notariat, dapat menjadikan Pengantar Perbandingan Hukum Waris sebagai pengantar, ditambah dengan buku teks maupun referensi lain yang relevan. Berbagai pemangku kepentingan lain, seperti advokat, hakim, hingga masyarakat umum yang berminat, juga dapat membaca tulisan ini sebagai rujukan dalam mengenalkan ketiga sistem hukum waris di Indonesia. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup #Kencana

Pengelolaan Agrowisata Kebun Buah Pak Slamet di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Rio Bernan,2022.Pengelolaan Agrowisata Kebun Buah Pak Slamet di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Anak Agung Gede Wiranata, S.Ag.,M.Ag. Pembimbing II, I Wayan Sindia Griya Danika, S.Kom.,M.T. Pengelolaan agrowisata merupakan pengelolaan yang paling penting dalam mengembangkan suatu destinasi wisata karena dalam pengelolaan ada bagian struktur pekerjaan agar lebih efisien dalam meningkatkan suatu destinasi namun dari setiap pengelolaan pasti ada kendala yang dihadapi oleh pengelola yang sifatnya berbeda-beda dan juga ada hambatan dalam sektor ekonomi dari sistem pengelolaan agrowisata, terdapat juga pengunjung menjelaskan argumen tentang bagaiman pengelolaan suatu destinasi wisata agro ini agar berkembang oleh pak Slamet yaitu kebun buah yang berada di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya. Berdasarkan latar belakang di atas rumusan masalah sebagai berikut; (1) Bagaimanakah strategi pengelolaan Agrowisata kebun buah pak Slamet Di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya (2) Bagaimana kendala pengelolaan Agrowisata kebun buah pak Slamet di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya. Analisis masalah mengunakan teori fungsional struktural dan teori kendala. Metode dalam penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui: observasi, wawancara dan dokumentasi. penentuan informan yang digunakan teknik purposive sampling. subjek penelitian ini adalah pemilik kebun, pengelola kebun buah, pengelola bangunan, dan pengunjung atau wisatawan yang ada di kebun buah pak Slamet. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Srategi pengelolaan Agrowisata di kebun buah pak Slamet masih belum berkembang dalam sektor agrowisata karena masih banyak kekurangan untuk tahap perkembangaan agrowisata. (2) Kendala pengelolaan Agrowisata yaitu paling dominan adalah kendala bagi pemilik kebun buah yaitu kurangnya dukungan oleh pemerintah dalam meningkatkan fasilitas untuk para pengunjung.

Pengelolaan Agrowisata Kebun Buah Pak Slamet di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rio Bernan,2022.Pengelolaan Agrowisata Kebun Buah Pak Slamet di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Anak Agung Gede Wiranata, S.Ag.,M.Ag. Pembimbing II, I Wayan Sindia Griya Danika, S.Kom.,M.T. Pengelolaan agrowisata merupakan pengelolaan yang paling penting dalam mengembangkan suatu destinasi wisata karena dalam pengelolaan ada bagian struktur pekerjaan agar lebih efisien dalam meningkatkan suatu destinasi namun dari setiap pengelolaan pasti ada kendala yang dihadapi oleh pengelola yang sifatnya berbeda-beda dan juga ada hambatan dalam sektor ekonomi dari sistem pengelolaan agrowisata, terdapat juga pengunjung menjelaskan argumen tentang bagaiman pengelolaan suatu destinasi wisata agro ini agar berkembang oleh pak Slamet yaitu kebun buah yang berada di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya. Berdasarkan latar belakang di atas rumusan masalah sebagai berikut; (1) Bagaimanakah strategi pengelolaan Agrowisata kebun buah pak Slamet Di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya (2) Bagaimana kendala pengelolaan Agrowisata kebun buah pak Slamet di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya. Analisis masalah mengunakan teori fungsional struktural dan teori kendala. Metode dalam penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui: observasi, wawancara dan dokumentasi. penentuan informan yang digunakan teknik purposive sampling. subjek penelitian ini adalah pemilik kebun, pengelola kebun buah, pengelola bangunan, dan pengunjung atau wisatawan yang ada di kebun buah pak Slamet. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Srategi pengelolaan Agrowisata di kebun buah pak Slamet masih belum berkembang dalam sektor agrowisata karena masih banyak kekurangan untuk tahap perkembangaan agrowisata. (2) Kendala pengelolaan Agrowisata yaitu paling dominan adalah kendala bagi pemilik kebun buah yaitu kurangnya dukungan oleh pemerintah dalam meningkatkan fasilitas untuk para pengunjung.

Vocabulary

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

This book offers updated communicative activities for teaching new words to language learners, including collocations, the mother tongue, and lexis as a system.