2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Luh Maya Rani. Pengaruh Perubahan Sosial terhadap Eksistensi Galeri Lewu sebagai Wisata Edukasi di Kota Palangka Raya. Program Studi Pariwisata Budaya dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka. Pembimbing: I Handoko, S,Ag.,M.Si dan Pembimbing II: Dr. I Kadek Sukiada S.Ag., M.Si. 2026. Galeri Lewu merupakan galeri seni independen yang diresmikan pada November 2024 di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang berfungsi sebagai ruang pamer seni sekaligus wisata edukasi. Keberadaan galeri ini menjadi alternatif bagi seniman lokal yang selama ini kesulitan mendapatkan ruang pamer permanen. Namun, perubahan sosial yang terjadi di masyarakat perkotaan, seperti perkembangan teknologi digital, pergeseran gaya hidup, dan rendahnya apresiasi terhadap seni budaya, diduga mempengaruhi eksistensi Galeri Lewu sebagai destinasi wisata edukasi. Penelitian ini penting dilakukan mengingat belum ada kajian ilmiah yang secara spesifik membahas pengaruh perubahan sosial terhadap eksistensi galeri seni di Palangka Raya. Dari pembahasan diatas maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah bentuk Perubahan Sosial yang terjadi di Galeri Lewu di Kota Palangka Raya? (2) Bagaimana Eksistensi Galeri Lewu sebagai wisata edukasi di Kota Palangka Raya? (3) Bagaimana Pengaruh Perubahan Sosial terhadap Eksistensi Galeri Lewu sebagai wisata edukasi di Kota Palangka Raya? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pemilik galeri, dan pengunjung, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian dilaksanakan pada Juni-Juli 2026 di Galeri Lewu, Jalan Punai No. 107, Palangka Raya. Hasil penelitian bentuk perubahan sosial yang terjadi di Galeri Lewu meliputi: perubahan fungsi dan diferensiasi struktural sebagai ruang seni independen, perubahan dari sederhana ke kompleks melalui diversifikasi program, perubahan pola hubungan sosial antar seniman dan masyarakat, regenerasi seniman melalui sanggar anak, dan perubahan ekonomi kreatif. Eksistensi Galeri Lewu sebagai wisata edukasi tetap terjaga melalui program edukatif seperti penyediaan kanvas bagi pengunjung, workshop melukis, crafting, pelatihan motif seni, dan kunjungan edukasi sekolah tanpa biaya. Pengaruh perubahan sosial bersifat ambivalen, dimana kendala utama meliputi keterbatasan dana operasional, kurangnya SDM pemasaran digital, dan keterbatasan fasilitas
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Luh Maya Rani. Pengaruh Perubahan Sosial terhadap Eksistensi Galeri Lewu sebagai Wisata Edukasi di Kota Palangka Raya. Program Studi Pariwisata Budaya dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka. Pembimbing: I Handoko, S,Ag.,M.Si dan Pembimbing II: Dr. I Kadek Sukiada S.Ag., M.Si. 2026. Galeri Lewu merupakan galeri seni independen yang diresmikan pada November 2024 di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang berfungsi sebagai ruang pamer seni sekaligus wisata edukasi. Keberadaan galeri ini menjadi alternatif bagi seniman lokal yang selama ini kesulitan mendapatkan ruang pamer permanen. Namun, perubahan sosial yang terjadi di masyarakat perkotaan, seperti perkembangan teknologi digital, pergeseran gaya hidup, dan rendahnya apresiasi terhadap seni budaya, diduga mempengaruhi eksistensi Galeri Lewu sebagai destinasi wisata edukasi. Penelitian ini penting dilakukan mengingat belum ada kajian ilmiah yang secara spesifik membahas pengaruh perubahan sosial terhadap eksistensi galeri seni di Palangka Raya. Dari pembahasan diatas maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah bentuk Perubahan Sosial yang terjadi di Galeri Lewu di Kota Palangka Raya? (2) Bagaimana Eksistensi Galeri Lewu sebagai wisata edukasi di Kota Palangka Raya? (3) Bagaimana Pengaruh Perubahan Sosial terhadap Eksistensi Galeri Lewu sebagai wisata edukasi di Kota Palangka Raya? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pemilik galeri, dan pengunjung, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian dilaksanakan pada Juni-Juli 2026 di Galeri Lewu, Jalan Punai No. 107, Palangka Raya. Hasil penelitian bentuk perubahan sosial yang terjadi di Galeri Lewu meliputi: perubahan fungsi dan diferensiasi struktural sebagai ruang seni independen, perubahan dari sederhana ke kompleks melalui diversifikasi program, perubahan pola hubungan sosial antar seniman dan masyarakat, regenerasi seniman melalui sanggar anak, dan perubahan ekonomi kreatif. Eksistensi Galeri Lewu sebagai wisata edukasi tetap terjaga melalui program edukatif seperti penyediaan kanvas bagi pengunjung, workshop melukis, crafting, pelatihan motif seni, dan kunjungan edukasi sekolah tanpa biaya. Pengaruh perubahan sosial bersifat ambivalen, dimana kendala utama meliputi keterbatasan dana operasional, kurangnya SDM pemasaran digital, dan keterbatasan fasilitas
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
The research is entitled The Existence of Traditional Mantir Authority in the Implementation of Kaharingan Hindu Marriages in Tumbang Manggu Village, Sanaman Mantikei District, Katingan Regency. This research aims to determine the existence of the authority of the Traditional Mantir in carrying out marriages of Kaharingan Hinduism, the factors that influence the existence of the authority of the Traditional Mantir in carrying out marriages of Kaharingan Hinduism in Tumbang Manggu Village, Sanaman Mantikei District, Katingan Regency and the impact of the existence of the authority of the Traditional Mantir in carrying out marriages Kaharingan Hinduism in Tumbang Manggu Village, Sanaman Mantikei District, Katingan Regency. To answer these problems, this research used several theories, namely existentialism theory, legal effectiveness, and theory of linear/change. The research used a qualitative method that the research results will be described based on the findings. The research findings show the following results. 1. the existence of the authority of the Traditional Mantir in carrying out marriages for Kaharingan Hindus in Tumbang Manggu Village, Sanaman Mantikei District, Katingan Regency, can be seen at the pre-wedding time of Hakumbang Auh, Maja Misek, and Mananggar Janji. regarding the validity of marriages, the authority of the Traditional Mantir to carry out marriages lies in the implementation of Mutar Sangku and Manyaki Panganten, after the implementation of marriages the authority of the Traditional Mantir lies in the implementation of the Maruah Pali and Pakaja Manantu ceremonies, handling various types of marriages such as marriages resulting from out-of-wedlock pregnancy and Saruk/Sala Rihit marriages. 2. Factors that influence the existence of the authority of the Traditional Mantir in carrying out Kaharingan Hindu marriages in Tumbang Manggu Village, Sanaman Mantikei District, Katingan Regency consist of legal factors, religious factors, knowledge factors, social factors, and cultural factors. 3. The existence of the authority of the Traditional Mantir in carrying out marriages of Kaharingan Hinduism in Tumbang Manggu Village, Sanaman Mantikei District, Katingan Regency has some impacts on the community, on life, on harmony, on institutions and on family.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The research is entitled The Existence of Traditional Mantir Authority in the Implementation of Kaharingan Hindu Marriages in Tumbang Manggu Village, Sanaman Mantikei District, Katingan Regency. This research aims to determine the existence of the authority of the Traditional Mantir in carrying out marriages of Kaharingan Hinduism, the factors that influence the existence of the authority of the Traditional Mantir in carrying out marriages of Kaharingan Hinduism in Tumbang Manggu Village, Sanaman Mantikei District, Katingan Regency and the impact of the existence of the authority of the Traditional Mantir in carrying out marriages Kaharingan Hinduism in Tumbang Manggu Village, Sanaman Mantikei District, Katingan Regency. To answer these problems, this research used several theories, namely existentialism theory, legal effectiveness, and theory of linear/change. The research used a qualitative method that the research results will be described based on the findings. The research findings show the following results. 1. the existence of the authority of the Traditional Mantir in carrying out marriages for Kaharingan Hindus in Tumbang Manggu Village, Sanaman Mantikei District, Katingan Regency, can be seen at the pre-wedding time of Hakumbang Auh, Maja Misek, and Mananggar Janji. regarding the validity of marriages, the authority of the Traditional Mantir to carry out marriages lies in the implementation of Mutar Sangku and Manyaki Panganten, after the implementation of marriages the authority of the Traditional Mantir lies in the implementation of the Maruah Pali and Pakaja Manantu ceremonies, handling various types of marriages such as marriages resulting from out-of-wedlock pregnancy and Saruk/Sala Rihit marriages. 2. Factors that influence the existence of the authority of the Traditional Mantir in carrying out Kaharingan Hindu marriages in Tumbang Manggu Village, Sanaman Mantikei District, Katingan Regency consist of legal factors, religious factors, knowledge factors, social factors, and cultural factors. 3. The existence of the authority of the Traditional Mantir in carrying out marriages of Kaharingan Hinduism in Tumbang Manggu Village, Sanaman Mantikei District, Katingan Regency has some impacts on the community, on life, on harmony, on institutions and on family.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
MAYA, 2023, Filosofi Mempelai Duduk Di Atas Gong Dalam Perkawinan Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi. Fakultas Dharma Sastra. Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri “Tampung Penyang” (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I). Mariatie, S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II). Dede Suryanto, MH. Perkawinan menurut ajaran agama Hindu Kaharingan yaitu keinginan dalam menjalankan kehidupan, mereka mampu untuk menjalani kehidupannya guna membangun rumah tangganya dalam sebuah rumah yang besar menjadi rumah tangga yang bahagia dan sejahtera. Masalah yang diteliti : (1). Bagaimana filosofis mempelai duduk di atas gong dalam perkawinan masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur (Persepektif Hukum Hindu) ? (2) Apakah akibat bila mempelai tidak duduk di atas gong dalam perkawinan masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur (Persepektif Hukum Hindu)? Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah Teori Simbol dan Teori Sebab Akibat (kausalitas). Subjek penelitian ini adalah Umat Hindu Kaharingan, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan, Tokoh Umat Hindu Kaharingan, Mantir Adat Desa Bukit Batu, dan Pisor. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Data dianalisis dengan metode kualitatif dengan Langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan kesimpulan dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Filosofi mempelai duduk di atas gong dalam perkawinan masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur adalah sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan berumah tangga dan sebagai tempat bersandar dalam memelihara ikatan perkawinan agar tidak terpisahkan sampai maut memisahkan, karena dalam konsep ajaran perkawinan Nyai Endas Bulau Lisan Tingang adalah Nyamah Hentang Tulang Ije Sandung Mantang artinya ikatan perkawinan bagi masyarakat Hindu Kaharingan tak dapat dipisahkan sampai dunia akhirat tetap satu tempat/rumah/sandung. (2) apabila kedua mempelai tidak duduk di atas gong yaitu akan berdampak pada kehidupan kedua mempelai dalam berumah tangga yaitu kurang harmonis, kurang membawa berkah terhadap kehidupan mereka berdua akan tetapi juga tidak terlalu fatal akibatnya karena menyesuaikan sistem perkawinannya menurut masyarakat desa setempat sistem perkawinan ada dua hal yang dilakukan yaitu perkawinan Kicak Kacang dan Ritual Perkawinan yang selengkapnya menggunakan hewan kurban babi/sapi. Perbedaan tatacara perkawinan biasanya ada tingkatan yang pertama kalau dilaksanakannya menggunakan hewan kurban yaitu babi wajib dilaksanakan duduk di atas gong, sedangkan kalau hanya menggunakan ayam hanya duduk di tikar putih tidak memegang kayu Sawang Untung dikatakan perkawinan Kicak Kacang. Kata Kunci : Filosofi, Mempelai Duduk Di Atas Gong, Perspektif Hukum Hindu
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
MAYA SAFITRI, 2023. Implementasi Budaya Literasi pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Tarung Riwut Luwuk Kanan Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agma Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Pembimbing II Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd., M.Pd.H.
Budaya literasi penting dalam memperkaya kosakata, memperluas wawasan dan pengetahuan, membantu berpikir kritis, di SMP Tarung Riwut Luwuk Kanan masih dalam tahap pembiasaan termasuk dalam mata pelajaran pendidikan agama Hindu. Ada tiga permasalahan yang akan dibahas dibahas: (1) Bagaimana implementasi budaya literasi pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Tarung Riwut Luwuk Kanan? (2) Apa kendala implementasi budaya literasi pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Tarung Riwut Luwuk Kanan? (3) Bagaiman upaya mengatasi kendala implementasi budaya literasi di SMP Tarung Riwut Luwuk Kanan?.
Teori yang digunakan yaitu teori implementasi, kendala dan humanistik. Informan penelitian adalah guru agama Hindu (satu orang), kepala sekolah (satu orang) dan siswa agama Hindu (3 orang). Teknik pengumpulan data: 1) observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif. Dan teknik analisis data: 1) kondensasi data, 2) penyajian data, dan 3) penarikan kesimpulan.
Dari hasil penlitian dapat disimpulkan bahwa 1) guru mengimplementasikan budaya literasi dengan mengarahkan siswa untuk membaca buku Kandayu, kitab suci Panaturan dan buku mata pelajaran lain yang berhubungan dengan pendidikan moral selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. 2) kendala yang dihadapi berasal dari a) faktor manusiawi: guru agama Hindu belum mengikuti pelatihan secara khusus tentang budaya literasi, dan siswa agama Hindu belum mampu melafalkan bahasa sangiang dengan fasih; b) faktor intitusional: belum tersediannya ruangan khusus untuk belajar agama Hindu; dan c) faktor intruksional: kurangnya buku bacaan agama Hindu. Dan 3) upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah: membeli buku tambahan dan mengusulkan kepihak dinas terkait untuk mengirimkan buku serta mengikutkan para guru dalam kegiatan seminar atau pelatihan. Dan upaya yang dilakukan oleh guru agama Hindu: menyediakan buku Kandayu, kitab suci Panaturan dan memanfaatkan buku mata pelajaran lain.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MAYA SAFITRI, 2023. Implementasi Budaya Literasi pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Tarung Riwut Luwuk Kanan Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agma Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Pembimbing II Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd., M.Pd.H. Budaya literasi penting dalam memperkaya kosakata, memperluas wawasan dan pengetahuan, membantu berpikir kritis, di SMP Tarung Riwut Luwuk Kanan masih dalam tahap pembiasaan termasuk dalam mata pelajaran pendidikan agama Hindu. Ada tiga permasalahan yang akan dibahas dibahas: (1) Bagaimana implementasi budaya literasi pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Tarung Riwut Luwuk Kanan? (2) Apa kendala implementasi budaya literasi pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Tarung Riwut Luwuk Kanan? (3) Bagaiman upaya mengatasi kendala implementasi budaya literasi di SMP Tarung Riwut Luwuk Kanan?. Teori yang digunakan yaitu teori implementasi, kendala dan humanistik. Informan penelitian adalah guru agama Hindu (satu orang), kepala sekolah (satu orang) dan siswa agama Hindu (3 orang). Teknik pengumpulan data: 1) observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif. Dan teknik analisis data: 1) kondensasi data, 2) penyajian data, dan 3) penarikan kesimpulan. Dari hasil penlitian dapat disimpulkan bahwa 1) guru mengimplementasikan budaya literasi dengan mengarahkan siswa untuk membaca buku Kandayu, kitab suci Panaturan dan buku mata pelajaran lain yang berhubungan dengan pendidikan moral selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. 2) kendala yang dihadapi berasal dari a) faktor manusiawi: guru agama Hindu belum mengikuti pelatihan secara khusus tentang budaya literasi, dan siswa agama Hindu belum mampu melafalkan bahasa sangiang dengan fasih; b) faktor intitusional: belum tersediannya ruangan khusus untuk belajar agama Hindu; dan c) faktor intruksional: kurangnya buku bacaan agama Hindu. Dan 3) upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah: membeli buku tambahan dan mengusulkan kepihak dinas terkait untuk mengirimkan buku serta mengikutkan para guru dalam kegiatan seminar atau pelatihan. Dan upaya yang dilakukan oleh guru agama Hindu: menyediakan buku Kandayu, kitab suci Panaturan dan memanfaatkan buku mata pelajaran lain.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MAYA, 2023, Filosofi Mempelai Duduk Di Atas Gong Dalam Perkawinan Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi. Fakultas Dharma Sastra. Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri “Tampung Penyang” (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I). Mariatie, S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II). Dede Suryanto, MH. Perkawinan menurut ajaran agama Hindu Kaharingan yaitu keinginan dalam menjalankan kehidupan, mereka mampu untuk menjalani kehidupannya guna membangun rumah tangganya dalam sebuah rumah yang besar menjadi rumah tangga yang bahagia dan sejahtera. Masalah yang diteliti : (1). Bagaimana filosofis mempelai duduk di atas gong dalam perkawinan masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur (Persepektif Hukum Hindu) ? (2) Apakah akibat bila mempelai tidak duduk di atas gong dalam perkawinan masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur (Persepektif Hukum Hindu)? Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah Teori Simbol dan Teori Sebab Akibat (kausalitas). Subjek penelitian ini adalah Umat Hindu Kaharingan, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan, Tokoh Umat Hindu Kaharingan, Mantir Adat Desa Bukit Batu, dan Pisor. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Data dianalisis dengan metode kualitatif dengan Langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan kesimpulan dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Filosofi mempelai duduk di atas gong dalam perkawinan masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur adalah sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan berumah tangga dan sebagai tempat bersandar dalam memelihara ikatan perkawinan agar tidak terpisahkan sampai maut memisahkan, karena dalam konsep ajaran perkawinan Nyai Endas Bulau Lisan Tingang adalah Nyamah Hentang Tulang Ije Sandung Mantang artinya ikatan perkawinan bagi masyarakat Hindu Kaharingan tak dapat dipisahkan sampai dunia akhirat tetap satu tempat/rumah/sandung. (2) apabila kedua mempelai tidak duduk di atas gong yaitu akan berdampak pada kehidupan kedua mempelai dalam berumah tangga yaitu kurang harmonis, kurang membawa berkah terhadap kehidupan mereka berdua akan tetapi juga tidak terlalu fatal akibatnya karena menyesuaikan sistem perkawinannya menurut masyarakat desa setempat sistem perkawinan ada dua hal yang dilakukan yaitu perkawinan Kicak Kacang dan Ritual Perkawinan yang selengkapnya menggunakan hewan kurban babi/sapi. Perbedaan tatacara perkawinan biasanya ada tingkatan yang pertama kalau dilaksanakannya menggunakan hewan kurban yaitu babi wajib dilaksanakan duduk di atas gong, sedangkan kalau hanya menggunakan ayam hanya duduk di tikar putih tidak memegang kayu Sawang Untung dikatakan perkawinan Kicak Kacang. Kata Kunci : Filosofi, Mempelai Duduk Di Atas Gong, Perspektif Hukum Hindu
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pokok-pokok bahasan dalam buku ini mencakup: Paradigma Penelitian Kuantitatif ; Perbedaan antara Penelitian Kuantitatif dengan Penelitian Kualitatif; Latar Belakang, Perumusan Masalah, Tujuan dan Signifikansi Penelitian; Teori dan Kajian Pustaka; Variabel dan Hipotesis Penelitian Kuantitatif; Menyusun Kuesioner; Penentuan Populasi Sampel dan Data Penelitian Kuantitatif; Dasar-Dasar Statistik dalam Penelitian Kuantitatif; Uji Statistik pada Analisis Deskriptif, Asosiatif dan Komparatif; Uji Anova; Penyajian Data, Analisis Data, dan Interpretasi Data Kuantitatif; Menyusun Proposal Penelitian; dan Menyusun Laporan Penelitian.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK EKA SRIMAYA, 2022. Penerapan Strategi Direct Instruction Pada Pembelajaran Agam Hindu Di SDN Tangki Dahuyan Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing (I) Mitro, S.Pd.,M.Si Pembimbing (II) Lilik, S.Ag.,M.Pd.H Skripsi ini meneliti dan mengkaji, tentang pelaksanaan pembelajaran agama Hindu melalui sistem penerapan strategi direct instruction di SDN Tangki Dahuyan. Pembelajaran agama Hindu di SDN Tangki Dahuyan saat ini masih belum bisa terlaksana dengan aktif dan efektif dikarenakn siswa siswi semua masih merasa baru mengenali pembelajaran agama Hindu tersebut. Sebelumnya mereka belum mendapatkan pemahaman yang cukup tentang agama mereka sehingga membuat guru yang mengaja harus perlahan-lahan memberikan pemahaman kepada semua siswa. Untuk megatasi ketidak pahaman siswa terhadap pembelajaran agama Hindu maka guru memberikan strategi pembelajaran Langsung atau disebut dengan Direct Instruction. Strategi ini bertujuan supaya siswa mampu terlibat aktif dan mempunyai kesempatan untuk menyampaikan saran dan pendapatnya yang berkaitan dengan pembelajaran agama Hindu. Pembelajaran agama Hindu yang dilaksanakan dengan Sistem Direct Instruction atau pembelajaran secara langsung ini juga belum terlaksana secara maksimal dikarenakan guru dan siswanya masih belum menemukan strategi yang tepat untuk melaksanakan penerapan pembelajaran sehingga sistem pembelajaran langsung ini masih perlu proses dan tahapan demi tahapan. Namun sejauh ini pembelajaran agama hindu sudah ada kemajuan dikarenakan adanya kemauan dari siswa untuk mengikuti pembelajaran dengan baik, Karena pembelajaran secara langsung ini dapat membantu mereka untuk menghilangkan sedikit rasa jenuh menghadapi beberapa pembelajaran. Dalam penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berdasarkan teknik observasi (turun kelapangan lokasi penelitian), wawancara (menanyakan proses, kendala dan cara mengatasi kendala kepada informan) dan dokumentasi sebagai bentuk bukti adanya pelaksanaan penelitian berdasarkan bukti wawancara bahwa data yang ditulis nyata adanya. Subyek penelitian, kepala sekolah, dan guru. Teknik pengumpulan data dengan analisis data, reduksi data dan penyajian data. Hasil penelitian yang diperoleh peneliti adalah 1) pelaksanaan penerapan strategi direct instruction pada pembelajaran agama Hindu di SDN Tangki Dahuyan masih belum terlaksana secara maksimal. 2) kendala yang dialami siswa hindu dalam penerapan strategi direct instruction kurangnya pemahaman serta kesiapan siswa. 3) megatasi kendala siswa dalam mengikuti pembelajaran tersebut dengan selalu dibimbing diarahkan dan diberikan pemahaman yang simpel dan yang menarik.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK EKA SRIMAYA, 2022. Penerapan Strategi Direct Instruction Pada Pembelajaran Agam Hindu Di SDN Tangki Dahuyan Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing (I) Mitro, S.Pd.,M.Si Pembimbing (II) Lilik, S.Ag.,M.Pd.H Skripsi ini meneliti dan mengkaji, tentang pelaksanaan pembelajaran agama Hindu melalui sistem penerapan strategi direct instruction di SDN Tangki Dahuyan. Pembelajaran agama Hindu di SDN Tangki Dahuyan saat ini masih belum bisa terlaksana dengan aktif dan efektif dikarenakn siswa siswi semua masih merasa baru mengenali pembelajaran agama Hindu tersebut. Sebelumnya mereka belum mendapatkan pemahaman yang cukup tentang agama mereka sehingga membuat guru yang mengaja harus perlahan-lahan memberikan pemahaman kepada semua siswa. Untuk megatasi ketidak pahaman siswa terhadap pembelajaran agama Hindu maka guru memberikan strategi pembelajaran Langsung atau disebut dengan Direct Instruction. Strategi ini bertujuan supaya siswa mampu terlibat aktif dan mempunyai kesempatan untuk menyampaikan saran dan pendapatnya yang berkaitan dengan pembelajaran agama Hindu. Pembelajaran agama Hindu yang dilaksanakan dengan Sistem Direct Instruction atau pembelajaran secara langsung ini juga belum terlaksana secara maksimal dikarenakan guru dan siswanya masih belum menemukan strategi yang tepat untuk melaksanakan penerapan pembelajaran sehingga sistem pembelajaran langsung ini masih perlu proses dan tahapan demi tahapan. Namun sejauh ini pembelajaran agama hindu sudah ada kemajuan dikarenakan adanya kemauan dari siswa untuk mengikuti pembelajaran dengan baik, Karena pembelajaran secara langsung ini dapat membantu mereka untuk menghilangkan sedikit rasa jenuh menghadapi beberapa pembelajaran. Dalam penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berdasarkan teknik observasi (turun kelapangan lokasi penelitian), wawancara (menanyakan proses, kendala dan cara mengatasi kendala kepada informan) dan dokumentasi sebagai bentuk bukti adanya pelaksanaan penelitian berdasarkan bukti wawancara bahwa data yang ditulis nyata adanya. Subyek penelitian, kepala sekolah, dan guru. Teknik pengumpulan data dengan analisis data, reduksi data dan penyajian data. Hasil penelitian yang diperoleh peneliti adalah 1) pelaksanaan penerapan strategi direct instruction pada pembelajaran agama Hindu di SDN Tangki Dahuyan masih belum terlaksana secara maksimal. 2) kendala yang dialami siswa hindu dalam penerapan strategi direct instruction kurangnya pemahaman serta kesiapan siswa. 3) megatasi kendala siswa dalam mengikuti pembelajaran tersebut dengan selalu dibimbing diarahkan dan diberikan pemahaman yang simpel dan yang menarik.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini dirancang secara kolaborasi untuk menyampaikan informasi tentang teknologi informasi yang ada saat ini Struktur Buku disusun sebagai bahan referensi bagi Siswa dan Mahasiswa yang baru mengenal teknologi informasi
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
On historical, social, and cultural aspects of Islam in Indonesia; collection of articles.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian merupakan salah satu cara untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang harus didasari oleh proses berpikir ilmiah yang dituangkan dalam metode imiah.Penelitian yang dilakukan menggunakan merode ilmiah mengandung dua unsur penting, yakni pengamatan (observation) dan penalaran (reasoning). Metode ilmiah didasari oleh pemikiran bahwa apabila suatu pernyataan ingin diterima sebagai suatu kebenaran maka pernyataan tersebut harus dapat diverivikasi atau diuji kebenarannya secara empirik (berdasarkan fakta) Data dan informasi yang andal (reliable) dan sahih (valid) digunakan untuk menjelaskan suatu gejala dan atau membuat solusi atas suatu maslaah empiris hanyalahdata dan informasi yang diperoleh dengan menggunakan metode ilmiah. Sementara keandalan (reability) dan kesahihan (validity) data dan informasi ditentukan oleh ketepan menggunakan metode penelitian. Ketepatan menggunakan metode penelitian jika peneliti memiliki pengetahuan tentang metode penelitian secara komprehensif dan mampu mengaplikasikanya secara empiris. buku ini menyediakan pengetahuan tentang metode penelitian dan didalamnya juga dikemukakan beberapa aplikasi dan dikemukanan sejumlah contoh. Buku ini dapat digunakana oleh mahasiswa yang sedang mempelajari metodelogi penelitian atau yang sedang menyelesaikan tugas akhir kemahasiswaan, para peneliti-peneliti muda atau yang ingin menggunakannya, baik sebagai bahan perbandingan maupun hbahan acuan atau bahan kepustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku Metodologi penelitian ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.