Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MA

552 karya publik ditemukan.

2026: 292025: 552024: 692023: 822022: 1062021: 1342020: 212018: 152017: 39

UPACARA PAKANAN SAHUR LEWU PADA UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA BATU PUTER KECAMATAN RUNGAN HULU KABUPATEN GUNUNG MAS (Perspektif Teologi Hindu Kaharingan)

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MARA.2021. Upacara Pakanan Sahur Lewu Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Puter Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas (Perspektif Teologi Hindu Kaharingan) Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Prodi Filsafat Agama Hindu (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I, Tiwi Etika, S.Ag., M.Ag., Ph.D. Pembimbing II, Ni Nyoman Tantri, S.Pd.,M.Pd. Upacara Pakanan Sahur Lewu merupakan salah satu dari lima macam upacara khas suku Dayak Ngaju. Pakanan berarti memberikan persembahan berupa sasajen kepada roh leluhur atau orang-orang suci yang diselenggaran dalam suatu desa atau kampung. Upacara ini merupakan wujud bhakti masyarakat yang bertujuan untuk memohon perlindungan kepada para leluhur agar terhindar dari segala macam penyakit, serta diberikan berkat yang berlimpah dalam kehidupannya. Upacara Pakanan Sahur Lewu pada umumnya tidak hanya diikuti oleh masyarakat beragama Hindu Kaharingan saja, tetapi masyarakat umat lain (non Hindu) juga ikut serta melaksanakan upacara tersebut. Namun, dewasa ini pelaksanaan upacara Pakanan Sahur Lewu di Desa Batu Puter terjadi permasalahan dikarenakan kurangnya pemahaman sebagian umat lain tentang upacara tersebut.Oleh karena itu, peneliti merumuskan permasalahan sebagai berikut:(1) Bagaimana mitologi dalam Upacara Pakanan Sahur Lewu Pada Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas (2) Bagaimana Pelaksanaan Upacara Pakanan Sahur Lewu Pada Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Ma (3) Apa Makna Teologi dalam Upacara Pakanan Sahur Lewu Pada Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mitologi, pelaksanaan, dan makna upacara Pakanan sahur Lewu. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah teori Fungsionalisme Struktural, teori mitologi dan , teori simbol Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data adalah dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Mitologi Pakanan Sahur berawal dari kepercayaan umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Puter bahwa terdapat 7 roh leluhur/ sahur parapah yang diturunkan ke oleh Raying Hatalla untuk menjaga kelestarian alam.(2) pelaksanaan upacara Pakanan Sahur Lewu ini biasanya dilaksanakan selama 1-3 hari, dimulai dengan pemukulan ketambung sebagai media pengiring doa, dilanjutkan dengan hari ke dua,yaitu Mujan Tawur ini yang juga dilaksanakan oleh basir dengan tujuan untuk memberitahukan bahwa akan dilaksanakan upacara Pakanan Sahur tersebut, dan yang ketiga, Pamuhun Talawang proses ini dilaksanakan oleh basir dengan tujuan untuk memberitahukan bahwa upacara tersebut sudah dimulai. Makna teologi dalam upacara Pakanan Sahur Lewu tentang makna kain putih sebagai simbol kesucian dan beras tambak sebagai simbol kehormatan kepada leluhur menurut sistem keyakinan umat Hindu kaharingan.

IMPLEMENTASI UPACARA MAGEDONG-GEDONGAN PADA UMAT HINDU DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN KONGBENG KABUPATEN KUTAI TIMUR KALIMANTAN TIMUR (Perspektif Pendidikan Hindu)

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

GUSTI BAGUS BIMANTARA. 2021. Implementasi Upacara Magedong-gedongan Pada Umat Hindu Di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur (Perspektif Pendidikan Hindu). Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag, Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag. Skripsi ini mengkaji implementasi upacara magedong-gedongan pada umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur. Keberadaan upacara magedong-gedongan ini memiliki nilai sakral dan makna religius. Fenomena yang terjadi kurangnya pemahaman umat Hindu dan jarang sekali upacara magedong-gedongan ini dilakukan. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Mengapa Umat Hindu di Desa Sidomulyo Jarang melaksanakan upacara magedong-gedongan ?, 2) Bagaimanakah Pelaksanaan upacara magedong-gedongan pada umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai timur ?, 3) Apakah nilai-nilai Pendidikan dalam Pelaksanaan upacara magedong-gedongan bagi umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur ?, Tujuan umum penelitian ini untuk menemukan pengetahuan tentang upacara magedong-gedongan Pada umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur. Hasil penelitian dikaji dengan teori panca dharma ciddiartha, teori fungsional structural dan teori nilai. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dukumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran dan interpretasi, serta penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori panca dharma ciddiartha yang di peroleh bahwa jarangnya dilaksanakan upacara magedong-gedongan karena kurangnya iksha atau tujuan pemahaman dan pengetahuan dan kemudian sakhti kemampuan ekonomi dan Sumber Daya manusia yang sangat kurang kemudian desa atau tempat yang kurang memadai kemudian kala atau waktu yang kurang mendukung dan yang terakhir patra atau keadaan yang tidak memungkinkan. Kemudian pelaksanan di tinjau dari teori fungsional Struktural bahwa setiap struktur pasti ada fungsinya hasil yang dikaji dengan teori fungsional struktural adalah yaitu tahap pertama (persiapan) tahap kedua (pelaksanaan upacara) dan yang terakhir tahap ketiga (akhir). Nilai Pendidikan terdapat yang dianalisis menggunakan teori nilai antara lain nilai Pendidikan Tattwa, etika (Susila), nilai Pendidikan upacara, material dan tanggung jawab. Implementasi, fungsi dan nilai pendidikan saling berkaitan guna tercptanya hubungan harmonis.

UPACARA NGABEN SEDERHANA PADA MASYARAKAT HINDU DI DESA BASARANG JAYA KECAMATAN BASARANG KABUPATEN KAPUAS

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The Ngaben ceremony is part of the Pitra Yadnya which is based on Pitra Rna (Debt of services to ancestors). Some Hindus carry out the cremation ceremony which is simpler, meaning that it is economical, easy, not too long, but still in the order of the cremation ceremony which does not eliminate the meaning of the pitra yadnya ceremony. Hindus in Basarang District carry out a simple ngeben ceremony, but many doubt the perfection of the simplification of the Ngaben ceremony. The shorter Ngaben ceremony is better. So it is necessary to further investigate its existence in the paradigm of Hindu teachings. This research consists of three stages, namely: (1) The form of the implementation of a simple cremation ceremony in the Hindu community in Basarang Jaya Village, (2) the response of the Hindu community to the implementation of the cremation ceremony, (3 ) Hindu educational values contained in the simple cremation ceremony. Data obtained from observations, interviews and documentation. Data analysis techniques are data reduction, data presentation. The results of the analysis with descriptive research methods using a qualitative approach, namely the simple Ngaben ceremony procession can be understood through 3 stages, Body Care (bathing the corpse, ngaskare, delivering the corpse to the grave, matur piuning in prajapati, praying, ngeseng, nganyut), Preparation for the Ngeroras Ceremony (Mecaru, ngulapin, ngaskara and nganyut) and preparation for nuntun/teaching or nyegara gunung (ngulapin fresh, nuntun Dewa Hyang, praying in village temples and ngelinggihang Dewe Hyang in Kawitan or sanggah rong dua ). Simple, namely simple cremation can be well received in society. The existence of implementation efficiency, cost, time, facilities and more practical. The Hindu educational values contained in the simple Ngaben ceremony are Tattwa Values, Religious Education Values, Ethical Education Values,

UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA HINDU DI SMP NEGERI 3 DUSUN SELATAN KABUPATEN BARITO SELATAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Patmawati, Rena. 2021. Upaya Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Hindu di Smp Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd.H Skripsi ini mengkaji upaya guru pendidikan agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan. Upaya guru adalah usaha yang dilakukan guru sebagai pendidik profesional dalam mendidik, membimbing, mengarahkan, serta mengevaluasi peserta didik dengan mengembangkan segala potensi. Motivasi diri untuk terus belajar merupakan hal yang sangat penting bagi setiap siswa Hindu, karena motivasi tersebut yang akan menggugah siswa untuk tetap belajar. Sebaliknya, tanpa motivasi maka siswa akan merasa sulit untuk memahami materi yang telah dijelaskan oleh guru. Sebab motivasi yang mampu membangun dan merubah tingkah laku seseorang setelah mendapatkan motivasi dari orang lain, karena motivasi sangat penting bagi siswa Hindu. Motivasi yaitu minat atau kemauan untuk mengubah suatu pola dalam tingkah laku (belajar), sehingga sesuatu itu menjadi menarik untuk dipelajari. Berdasarkan latar belakang tersebut, Skripsi mengkaji tentang (1) Upaya guru pendidikan Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan (2) Kendala upaya guru pendidikan Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif. Penentuan informan teknik purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dikaji dengan teori perilaku (Behavioristik), teori motivasi, dan teori kendala. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) Upaya guru pendidikan agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan dalam proses pembelajaran di kelas dengan rangkaian perencanaan dan persiapan meliputi metode, media dan bahan ajar sesuai dengan buku kurikulum 2013. Rangkain proses pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Bentuk motivasi yang diberikan dengan penghargaan yang dilakukan oleh guru pendidikan agama Hindu kepada siswa Hindu berupa kalimat pujian agar belajar dengan rajin, tekun dan disiplin. Selain itu, siswa Hindu saat berinteraksi dengan guru di sekolah berperilaku santun, tanggung jawab, serta bhakti kepada guru dan guru mata pelajaran agama Hindu; (2) Kendala guru pendidikan agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu yang ditemukan dalam penelitian, yaitu siswa Hindu pasif saat proses pembelajaran, masih kurang dalam pelafalan untuk melantunkan doa Puja Tri Sandya, belum tersedia media sebagai penunjang belajar di dalam ruang kelas seperti LCD proyektor, dan lingkungan sekolah yang terkadang belum efektif, sehingga fokus belajar siswa Hindu menjadi terganggu.

IMPLEMENTASI APLIKASI ZOOM DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU PADA ERA NEW NORMAL DI SMKN 2 PALANGKA RAYA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DHARMAWAN, WISNU. 2021. Impelementasi Aplikasi Zoom Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Era New Normal di SMKN 2 Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing 1 Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A dan Pembimbing II Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H. Pada era new normal pelaksanaan pembelajaran di SMKN 2 Palangka Raya dilakukan secara daring. Salah satu aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran daring yaitu aplikasi zoom. Penggunaan aplikasi zoom dalam pembelajaran merupakan hal yang baru dalam pembelajaran, hal tersebut menimbulkan kendala yang dialami oleh pihak sekolah, guru dan siswa agama Hindu. Berdasarkan latar belakang tersebut rumusan masalahnya: Bagaimanakah Implementasi, kendala dan solusi aplikasi zoom dalam mata pelajaran pendidikan agama Hindu pada era new normal di SMKN 2 Palangka Raya?. Tujuan penelitian untuk mengetahui implementasi,kendala dan solusi aplikasi zoom dalam mata pelajaran agama Hindu pada era new normal di SMKN 2 Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah : Teori Konektivisme dan teori Behavioristik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi peneltian di SMKN 2 Palangka Raya. Sumber data penelitian yaitu sumber data primer adalah wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru agama Hindu dan siswa agama Hindu. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa pembelajaran pendidikan agama Hindu menggunakan aplikasi zoom di SMKN 2 Palangka Raya tetap memperhatikan tahapan dalam pembelajaran yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi pembelajaran serta tahap pengawasan. Penggunaan aplikasi zoom dalam pembelajaran merupakan hal baru pada era new normal maka wajar terdapat kendala dalam pelaksanaannya, adapun kendalanya seperti: 1. Jaringan yang tidak mendukung, 2. Kuota internet yang boros, 3. Handphone pengguna yang tidak memadai, 4. Kesulitan Mengoperasikan Aplikasi zoom dalam pembelajaran, 5. Kesulitan mengatur kelas, 6. Kesulitan memahami materi pembelajaran menggunakan aplikasi zoom. Solusi yang dilakukan oleh pihak sekolah, guru agama Hindu dan siswa agama Hindu untuk mengatasi kendala terebut yaitu : 1. mencari wilayah yang disertai koneksi jaringan yang baik, 2. meminta hotspot dari handphone orang terdekat dan mencari tempat yang mempunyai layanan wifi, 3. meminjam handphone orang terdekat selama proses pembelajaran atau membersihkan ruang penyimpanan handphone sebelum memulai pembelajaran, 4` Belajar ke orang terdekat yang bisa mengoperasikan aplikasi zoom, 5. Sekolah mengaktifkan zoom berbayar menggunakan 1 akun, 6. guru memudahkan siswa dalam pelaksanaan praktek serta membagikan video tutorial dalam mempraktekannya, solusi yang dilakukan siswa yaitu meminta guru mengulang kembali materi yang belum dipahami, mencari materi video dari Youtube serta bertanya kepada keluarga terdekat.

Nilai Sosial Budaya Habukung pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Payang Kecamatan Bukit Santuai Kabupaten Kotawaringin Timur

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui palaksanaan nilai sosial budaya dalam ritual Habkung pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Payang Kecamatan Bukit Santuai Kabupaten Kotawaringin Timur. Fungsi Pelaksanaan nilai sosial budaya dalam ritual Habukung pada umat Hindu Kaharingan.selanjutnya untuk menganalisis permasalahan mengunakan teori budaya yaitu:salah satu cara hidup yang berkembang dan dimiliki oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan ke generasi kegenerasi, teori sosial yaitu :salah satu tindakan dimana beberapa aktor yang berbeda beda dan teori simbol yaitu:tanda atau ciri yang memberitahaukan sesutu kepada orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Lokasi penelitian di desa Tumbang Payang Kecamatan Bukit Santuai kabupaten Kotawaringin Timur. Teknik analisis data mengunakan teknik analisisdeskriptif yaitu :reduksi data , penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian Tata cara pelaksanaan Habukung yaitu: tahap awal kebersamaan dan saling bergotong-royong mempersiapkan bahan dalam pelaksanaan, tahap pelaksanaan pelaksanan ditandai dengan adanya bunyi salekap berarti akan ada datang rombongan Habukung tahap akhir selesainya ritual pemakaman pada umat Hindu Kaharingan. Fungsi nilai sosial budaya dalam ritual Habukung bagi yaitu: Fungsi nilai kebersamaan adalah terdapat adanya persatuan antar masyarakat yyang saling terjalin dari jaman dulu sampai jaman sekarang Fungsi nilai budaya yaitu:salah satu kebudayaan yang perlu dijaga dan dilestarikan oleh generasi semenjak usia dini. Fungsi religius yaitu:bertujuan utama kehidupan sifat yang sementara sebelum kembalinya kepada Ranying Hatalla Langit atau Tuhan Yang Maha Esa melalui kematian. Estetika Habukung yaitu keindahan dalam karya seni dalam sebuah karya yang di pertujukan bersifat sakral.

Seri Penyuluhan 1: Ejaan Dalam Bahasa Indonesia

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

lsi buku ini berupa uraian penjelasan dan pertanyaan sebagai bahan tes. Bahan itu diperkirakan sesuai dengan keperluan penyuluhan bagi pemakai bahasa dengan latar pendidikan atau pengalaman sebagai pegawai golongan II. Pemakaian bahan ini untuk keperluan penyuluhan bagi tingkat (golongan) lain, tentu saja memerlukan pengubahan dan penyesuaian di sana-sini.

MEDIA KOMUNIKASI DALAM PENYULUHAN KESEHATAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Keberadaan Buku Ajar ini penting karena buku ini memberikan pemahaman tentang media yang dapat digunakan dalam penyuluhan kesehatan. Bukubuku seperti ini perlu dikembangkan, sehingga mampu memberikan informasi yang lebih lengkap kepada mahasiswa dan pembaca lain.

Pelaksanaan Pembelajaran Agama Hindu Pada Era New Normal Di SMKN 1 Palangka Raya Kalimantan Tengah

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan berlangsung sepanjang zaman sesuai dengan perkembangan dan situasi terjadi saat ini kejadian yang luar biasa yang melanda dunia yaitu pandemi Covid-19, proses pembelajara menjadi berubah dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh dengan daring, luring dan kombinasi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Tujuan Penelitian, tujuan umum dan tujuan khusus. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumen, dianalisis mengunakan deskritif kualitatif. Perencanaan pembelajaran agama Hindu secara daring pada era new normal adalah menyiapkan kurikulum untuk sekolah menengah kejuruan untuk kondisi khusus, silabus, kalender pendidikan, jadwal pelajaran dan RPP daring, sarana belajar daring seperti handphone android, leptop dan materi pelajaran. Perencanaan pembelajaran secara luring pada era new normal adalah menyiapkan RPP luring, materi pelajaran, sarana belajar berupa alat komunikasi seperti handphone, radio, televisi dan buku paket. perencanaan pembelajaran secara kombinasi pada era new normal adalah menyiapkan RPP kombinasi, sarana berupa jaringan internet. Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu secara daring pada era new normal adalah pendahuluan: mengucap salam, berdoa, mengisi daftra hadir, menyampaikan tujuan pembelajaran melalui googleclassroom. Kegiatan inti: mengamati, menanya, menggali informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan. Kegiatan penutup: membuat kesimpulan, melakukan refleksi, melakukan evalusi pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu secara luring adalah pendahuluan: berdoa, menyiapkan dan menginformasikan materi pelajaran dalam bentuk buku paket dan lembar kerja, memotivasi peserta didik.Kegiatan inti: memberikan kesempatan kepada peserta didik/orang tua untuk menanyakan hal-hal yang belum di pahami berkaitan dengan materi, tugas melalui telephone seluler penutup: berdoa setelah belajar luring.Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu sacara kombinasi adalah pendahuluan: salam, berdoa, mengisi daftar hadir, menyampaikan tujuan pembelajaran, materi pembelajaran melalui googleclassroom atau mengambil materi berupa buku paket, lembar kerja peserta didik kesekolah dengan jadwal yang sudah ditentukan dan memperhatikan protokol kesehatan. Kegiatan inti: mengamati, menanya, menginformasikan, mengasosiasi, komunikasikan melalui googleclassroom/handphone. penutup: membuat rangkuman atau kesimpulan pelajaran, refleksi, mengirimkan foto hasil kegiatan lembar kerja peserta didik atau menyetorkan tugas kesekolah, evalusi pembelajaran dengan kuis atau lembar kerja peserta didik, berdoa sebelum menghakhiri pelajaran.

Studi Tentang Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMPN-3 Palangka Raya

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting di dalam kehidupan manusia, sehingga banyak orang yang sudah sukses dan berhasil karena mendapatkan pendidikan yang tepat bagi dirinya. Pendidikan dapat diperoleh melalui pendidikan yang formal maupun nonformal.Pendidikan yang formal dapat melaui lembaga-lembaga sekolah yang memiliki sistem pembelajaran.Pendidikan ini merupaakan Pendidikan yang di selenggarakan di sekolah-sekolah pemerintah maupun yayasan,Studi tentang motivasi siswa dalam pembelajaran agama Hindu sangatlah berguna dan bermanfaat sekali mengingatkan dalam pendidikan agama Hindu tidak hanya materi teori tetapi juga materi bacaan kitab suci yang memerlukan metode pembelajaran seperti mendengarkan tape video maupun lainnya. Penelitian ini ada tiga permasalahan, yaitu : (1) Bagaimana studi tentang memotivasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMPN 3 Palangka Raya? (2) Apa yang menjadi kendala kurangnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu? (3) Bagaimanakah upaya guru Agama Hindu dalam memotivasi belajar siswa pada pembelajaran pendidikan agama Hindu? . Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan observasi,wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini dikaji dengan Teori motivasi siswa, Teori Interaksionisme, Teori Konstruktivisme Hasil dari penelitian adalah sebagai berikut : (1) Studi tentang motivasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu yaitu Menggunakan buku materi, media gambar, handphone, serta memberi contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari mengenai pelajaran yang disampaikan guna melatih imajinasi berpikir siswa. 2. Bahwa yang menjadi kendala kurangnya motivasi Belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu adalah kurangnya Ruangan Belajar yang khusus bagi pembelajaran Pendidikan Agama Hindu sehingga media yang ada tidak bisa di gunakan pada saat pembelajaran pendidikan Agama Hindu. (3) Upaya Guru dalam memotivasi siswa yang pada pembelajaran pendidikan agama Hindu adalah pihak sekolah telah berupaya menyediakan media pembelajaran untuk kelancaran proses belajar, namun ruangan belum bisa memenuhi syarat dalam proses belajar mengajar sehingga akhirnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu agak kurang dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain.