2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK NI MADE ISWANTY HARINI ANUGRAHA, 2025 : Eksistensi Unit Pelayanan Perempuan Dan Anak (PPA) Polresta Palangka Raya Dalam Melindungi Perempuan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya Prodi Hukum Agama Hindu. Pembimbing (I) I Komang Darman, SH.,MH Pembimbing (II) Edelweisia Cristiana, MH Kekerasann dalam rumah tangga merupakan satu masalah sosial yang serius dan kompleks. Di Kota Palangka Raya kasus kekerasan ini masih kerap terjadi, sehingga perlu adanya penangan khusus. Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) adalah salah satu unit yang bertugas untuk memberikan pelayanan , perlindungan, serta penegakan hukum terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga. Unit PPA juga memberikan pendampingan dan membantu memfasilitasi kesehatan baik luka yang terlihat maupun kesehatan mental korban serta menyediakkan rumah aman. Masalah yang diteliti : 1. Bagaimakah bentuk perlindungan hukum yang diberikan Unit Pelayanan Perempuan dan anak (PPA) Polresta Palangka Raya. 2. Apakah Tantangan yang dihadapi oleh Unit Pelayanan Perempuan dan anak (PPA) Polresta Palangka Raya dalam melindungi perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga. Metode yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan deskritif analisis. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang yakni Kanit, Penyidik dan petugas Unit Pelayanan Perempua dan Anak (PPA). Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, tehnik analisis data terdiri dari redukasi data, penyajian data, dan penarika kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian Unit PPA memiliki peranan yang sangat penting bagi perempuan dan anak terutama korban kekerasan dalam rumah tangga. Unit PPA memberikan perlindungan hukum kepada korban kekerasan dalam bentuk fasilitas kesehatan, rumah aman dan bantuan hukum. Tantangan yang dihadapi oleh Unit PPA dalam memberikan perlindungan hukum yakni ketidakberdayan korban dalam melapor, perikahan yang tidak sah, dan emosi yang tidak stabil. Namun tantagan tersebut tidak akan membuat mundur petugas Unit PPA dalam menyelesaikan kasus tersebut.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh multicultural personality terhadap sikap toleransi siswa Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui bagaimana multicultural personality siswa Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya, (2) untuk mengetahui bagaimana sikap toleransi siswa Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya, dan (3) untuk mengetahui bagaimana multicultural personality berpengaruh terhadap sikap toleransi siswa Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data multicultural personality dan sikap toleransi siswa dikumpulkan melalui angket atau kuesioner dengan responden 42 siswa Hindu dari kelas X dan kelas XI di SMA Negeri 3 Palangka Raya dengan teknik total sampling. Penelitian ini dilakukan pada 20 April – 20 Juni 2025. Data dianalisis dengan regresi sederhana menggunakan IBM Statistics 25 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa multicultural personality siswa Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya kategori tinggi sebanyak 27 siswa dari 42 responden dengan skala skor 117-134 dengan persentase 64%, Sikap toleransi siswa Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya termasuk kategori sangat tinggi sebanyak 38 siswa dari 42 responden dengan persentase 90%. Pada hasil uji hipotesis didapat Sig. α 0,0060,05 dan nilai t Hitung 2,927 > t Tabel 2,021 sehingga menghasilkan H1 diterima dan H0 ditolak, dapat disimpulkan bahwa multicultural personality secara signifikan berpengaruh terhadap sikap toleransi siswa Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Hasil dari analisis regresi sederhana nilai konstanta sebesar 84.991, variabel multicultural personality bernilai positif (+) sebesar 0,222 dan diperoleh persamaan regresi linear sederhana yaitu Y= 84.991 +0,222 X, dinyatakan bahwa multicultural personality memiliki pengaruh positif terhadap sikap toleransi siswa Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Murni, 2025. Pertimbangan Masyarakat Dalam Penyelesaian Sengketa Lahan Melalui Lembaga Kedamangan di Kecamatan Jabiren Raya. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Dengan Dosen Pembimbing I Mariatie, S.Ag.,M.Si dan Dosen Pembimbing II Stepenson, S.Ag.,M.H Berdasarakan latar belakang maka penelitian ini ada tiga pokok permasalahan yang harus di bahas (1) Apakah yang menjadi faktor penyebab sengketa lahan pada masyarakat di Kecamatan Jabiren Raya. (2) Apakah yang menjadi dasar pertimbangan masyarakat di Kecamatan Jabiren Raya menyelesaikan sengketa lahan melalui Lembaga Adat Kedamangan. (3) Bagaimana proses penyelesaian sengketa lahan oleh Kedamangan di Kecamatan Jabiren Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisi rumusan masalah ini adalah, teori kuasalitas, teori pertimbangan, dan teori efektivitas hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah metode hukum empiris dan metode pengumpulan data dan menggunakan teknik observasi , teknik wawancara, studi pustakan, dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode hukum empiris dan metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, studi pustaka, dokumentasi. Dari hasil penelitian dan analisis data maka dapat di simpulkan yaitu: Sengketa lahan umunya disebabkan oleh ketidak jelasan batas lahan, tumpang tindih sertifikat, serta kekurangan pemahaman hukum agraria oleh masyarakat. Pertimbangan masyarakat dalam memilih lembaga Kedamangan sebagai penyelesaian sengketa didasarkan pada nilai-nilai adat, kepercayaan terhadap keadilan lokal, dan efisien waktu. Proses penyelesaian sengketa oleh Kedamangan dilakukan melalui mediasi adat yang mengedepankan musyawarah dan mufakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa melalui lembaga Kedamangan cukup efektif dalam menciptakan keadilan restoratif berbasis kearifan lokalnya.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Jumiyanti Agustina Putri, 2025. Tingkat Kepuasan Siswa Agama Hindu Terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Dan Budi Pekerti Di SMAN -1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II I Made Pustikayasa, S.T., M.Pd Penelitian ini mengkaji tentang tingkat kepuasan siswa Agama Hindu dan budi pekerti diSMAN-1 katingan hulu kabupaten katingan. Guru belum mengajarkan materi secara konsisten akibat keterbatasan sumber daya, seperti kurangnya buku teks, alat bantu, dan teknologi. Lingkungan kelas yang kurang nyaman serta minimnya pendekatan personal juga menghambat interaksi dan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Hindu.Kepuasan siswa merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pembelajaran, yang mencakup lima dimensi utama: keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan aspek fisik (tangible).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat kepuasan siswa Agama Hindu terhadap pembelajaran pendidikan agama Hindu dan budi pekerti di SMAN -1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunaka pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan Data tingkat kepuasan dikumpulkan melalui angket atau kuesioner dengan responden 31 siswa Agama Hindu kelas XI di SMAN-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Hasil penelitian bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti secara umum berada dalam kategori "Puas", dengan persentase sebesar 77,09%.sehingga menghasilkan Hipotesis Nol (H₀) yang menyatakan siswa Agama Hindu di SMAN 1 Katingan Hulu kabupaten katingan memiliki tingkat kepuasan yang tidak puas terhadap pembelajaran pendidikan Agama Hindu dan budi pekerti ditolak, sedangkan Hipotesis Alternatif (H₁) yang menyatakan bahwa siswa Agama Hindu memiliki tingkat kepuasan yang terdiri dari sangat puas, puas.cukup puas dan sangat tidak puas ,di terima , karena indikator-indikator seperti reliability, responsiveness, assurance, empathy dan tangible berada pada kategori “Puas”
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya serta implikasinya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Transformasi ini didorong oleh terbitnya Peraturan Menteri Agama Nomor 2 tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Widyalaya. Terbitnya Peraturan Menteri Agama ini bertujuan untuk mengubah status pasraman formal menjadi satuan pendidikan Widyalaya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis dan mendeskripsikan proses transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, (2) mendeskripsikan implikasi transformasi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami, menganalisis, dan mendeskripsikan transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya serta implikasinya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Informan dalam penelitian ini terdiri dari koordinator pendidikan, kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dibantu dengan menggunakan pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif menurut Miles & Huberman (2014). Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa proses transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya harus melengkapi persyaratan, mulai dari persyaratan administratif, teknis, dan kelayakan pendirian. Dengan melengkapi persyaratan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah melakukan verifikasi terhadap berkas tersebut dan selanjutnya diserahkan kepada Direktur Jenderal Bimas Hindu RI. Implikasi transformasi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya memberikan dampak yang positif terhadap delapan standar nasional pendidikan.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MICKY, 2025, Analisis Terhadap Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 Tentang Pengangkatan Dan Pemberhentian Perangkat Desa (Studi Kasus Di Desa Tumbang Banjang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan ), Program Studi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Kepala desa memiliki wewenang dalam mengangkat dan memberhentikan perangkat desa. Namun, dalam pelaksanaannya kepala desa harus berpedoman dengan aturan yang berlaku sesuai dengan yang tertera di Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2017. Pada tahun 2020, di Desa Tumbang Banjang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, Kepala desa memutuskan untuk memberhentikan salah satu perangkat desa yang baru dipilih dan menjabat, yaitu Sekretaris Desa. Keputusan kepala desa ini banyak menuai Konflik dan kritikan dari Masyarakat. Masalah yang diteliti :(1) Apa Dasar Pertimbangan Kepala Desa Dalam Memberhentikan Perangkat Desa Di Desa Tumbang Banjang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. (2) Bagaimana Analisis terhadap implementasi Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 tentang Pemberhentian Perangkat Desa Di Desa Tumbang Banjang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan kepala desa Tumbang Banjang telah mempertimbangkan dasar hukum serta . Kepala desa juga melakukan langkah-langkah seperti mengidentifikasi dan mengevaluasi kinerja perangkat desa, pemberian teguran dan pemberian surat peringatan serta mempertimbangkan hasil diskusi dengan lembaga desa sebelum mengambil keputusan untuk memberhentikan perangkat desa. Hal ini menunjukkan bahwa kepala desa tidak bertindak sepihak, melainkan berdasarkan pertimbangan objektif dan prosedural. Dalam pelaksanaannya, terdapat kekurangan dalam penerapan prosedur, yaitu tidak dilakukannya konsultasi resmi dengan camat sebelum pemberhentian perangkat desa sebagaimana diwajibkan dalam Pasal 5 Permendagri Nomor 67 Tahun 2017. Kendala ini terjadi karena kondisi pandemi COVID-19 yang membatasi mobilitas dan pertemuan tatap muka, serta adanya pengunduran diri dari perangkat desa yang bersangkutan setelah menerima surat peringatan.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peredaran satwa banyak terjadi di Provinsi Bali menjadi akses keluar masuknya peredaran satwa di Provinsi Bali dan pada akhir-akhir masyarakat memperoleh satwa- satwa yang dilindungi melalui cara ilegal, yakni jual beli pasar gelap. Permasalahan dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimanakah efektivitas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dalam penegakan hukum perlindungan satwa Penyu di Provinsi Bali? (2) Bagaimanakah hambatan-hambatan penegakan hukum perlindungan satwa Penyu di Provinsi Bali? (3) Bagaimanakah upaya penegakan hukum perlindungan satwa penyu di Provinsi Bali?. Metode yang digunakan dalam rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian yaitu (1) Efektivitas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dalam Penegakan Hukum Perlindungan Satwa Penyu di Provinsi Bali dari segi faktor hukum sendiri dan faktor penegak hukum sudah efektif, faktor sarana dan fasilitas, masyarakat dan kebudayaan masih belum efektif. (2) Hambatan dalam penegakan perlindungan satwa Penyu di Provinsi Bali, hambatan struktur masih belum efektif sebab masih kurangnya sumber daya manusia, hambatan faktor subtansi hukum masih lemahnya hukuman penjara dan denda yang ditetapkan, hambatan budaya hukum penggunaan penyu sebagai sarana upacara keagamaan, dan kurang sadarnya masyarakat sebagian masih mengkonsumsi daging Penyu, peraturan hukum bahwa peraturan hukum dan hukum agama saling bebenturan dan hambatan budaya hukum para hakim, putusan para hakim sering kali belum memuaskan masyarakat sebab hukuman yang diberikan tergolong sangat rendah. (3) Upaya yang dilakukan dalam penegakan perlindungan satwa Penyu yaitu upaya preventif himbauan dan poster disosial media. Upaya persuasif edukasi kepada masyarakat dan anak-anak usia dini dan sekolah. Upaya reprensif tindakan pidana yang diberikan kepada pelanggar hukum. Upaya kooperatif kerja sama antara lembaga. Upaya rehabilitatif Penyu yang disita dicek kondisi kesehatanya dan dilepaskan kembali ke alam.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
I Dewa Nyoman Adhiwidya Parinatha,2025, Pengelolaan Keamanan dan Keselamatan Bagi Pengunjung Wisata Susur Sungai Sebangau di Kota Palangka Raya.. Prodi Pramuwisata Budaya dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si Dan Pembimbing II Budi Purnomo, SH., M.Si. Pengelolaan merupakan suatu proses atau cara yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk melaksanakan kegiatan tertentu, dimana pengawasan yang berkaitan selama pelaksanaan selalu diberikan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sehingga pengelolaan keamanan dan keselamatan sangat diperlukan untuk menunjang kegiatan pariwisata yang aman. Berdasarkan latar belakang di atas, maka pada penelitian ini terdapat tiga perumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) Bagaimana pengelolaan keamanan dan keselamatan Wisata Susur Sungai Sebangau (2) Apa kendala pengelolaan keamanan dan keselamatan Wisata Susur Sungai Sebangau (3) Apa solusi dalam upaya mengatasi kendala pengelolaan keamanan dan keselamatan Wisata Susur Sungai Sebangau. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) Teori Manajemen dan (2) Teori Kendala. Subjek penelitian ini adalah pelaku wisata dan penyedia layanan jasa. Hasil penelitian ini adalah; (1) Pengelola rutin melakukan pemeriksaan kelayakan armada wisata; setiap perahu susur sungai diwajibkan dilengkapi perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung, penerangan, dan alat komunikasi sebelum dioperasikan (2) Terdapat beberapa kendala antara lain Kondisi Alam, SDM, Teknis dan Promosi (3) Berbagai solusi telah dilaksanakan untuk mengatasi kendala-kendala tersebut.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui efektivitas penerapan metode mind mapping dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMKN-1 Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan. (2) Untuk mengetahui efektivitas penerapan metode mind mapping dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMKN-1 Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan. (3) Untuk mengetahui efektivitas seberapa besar penerapan metode mind mapping dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMKN-1 Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen yang dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2024. Responden penelitian sebanyak 24 siswa kelas XI di SMKN-1 Sanaman Mantikei. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Pre-test, Eksperimen, Post-Test, observasi, dan dokumentasi yang disusun berdasarkan pendekatan teori humanistik. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif dengan kriteria tidak efektif, kurang efektif, cukup efektif dan efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek motivasi belajar, persentase pre-test sebesar 59,33% meningkat menjadi 80,04% pada post-test. Pada aspek kreativitas belajar, nilai pre-test sebesar 60,41% meningkat menjadi 80,05%. Sedangkan pada aspek hasil belajar, rata-rata nilai siswa meningkat dari 69,31 pada saat pre-test menjadi 87,22 pada post-test. Nilai awal tersebut berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sekolah, yaitu sebesar 70, namun setelah penerapan metode mind mapping, hasil belajar siswa berhasil melampaui standar tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode mind mapping efektif untuk mengkatkan motivasi, kreativitas dan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pada siswa di SMKN-1 Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penerapan pendekatan Restorative Justice (RJ) di Kepolisian Sektor Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi salah satu alternatif penyelesaian tindak pidana. Pendekatan ini merujuk pada Surat Edaran Kapolri Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif. RJ menitik beratkan pada penyelesaian perkara secara damai melalui mediasi dengan melibatkan pelaku, korban, Kepolisian dan masyarakat, serta bertujuan memulihkan hubungan sosial yang terganggu akibat tindak pidana. Selain itu, pendekatan ini mengakomodasi nilai-nilai kearifan lokal yang berkembang dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pendekatan RJ, mengidentifikasi hambatan internal dan eksternal, serta menggambarkan strategi atau solusi yang diterapkan oleh Polsek Cempaka untuk mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Informan ditentukan secara purposive, yang terdiri dari penyidik kepolisian, tokoh masyarakat dan alim ulama serta akademisi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, klasifikasi, penyajian data (display), interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses RJ di Polsek Cempaka meliputi identifikasi kasus, mediasi, kesepakatan damai, dan pemantauan kesepakatan. Hambatan internal yang dihadapi meliputi kurangnya SDM terlatih, lemahnya pemahaman, SOP yang belum maksimal, dan minimnya koordinasi. Hambatan eksternal berupa resistensi masyarakat, rendahnya kepercayaan terhadap mekanisme RJ, serta belum optimalnya dukungan Lembaga Peradilan. Untuk mengatasi hal tersebut, Polsek Cempaka melakukan pelatihan internal, penyusunan SOP, sosialisasi ke masyarakat, pelibatan mediator independen, serta pembentukan tim khusus RJ. RJ terbukti mampu mendukung penyelesaian perkara yang cepat, efisien, dan berakar pada nilai-nilai sosial budaya masyarakat.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kondisi siswa yang ideal pada Kurikulum Merdeka Belajar adalah siswa yang aktif dalam pembelajaran, dimana pembelajaran terpusat pada siswa dan tidak lagi pada guru. Namun hasil observasi menunjukan siswa belum sepenuhnya dapat mengikuti perubahan kurikulum Merdeka Belajar, hal ini ditunjukkan dengan adanya sikap bosan dan sikap pasif dalam mengikuti proses pembelajaran. Hal ini berdampak pada kemampuan mereka untuk memahami materi secara menyeluruh. Solusinya adalah pendekatan pembelajaran yang inovatif dan interaktif melalui media pembelajaran Canva. Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penggunaan media Canva dapat meningkatkan motivasi, kreativitas, dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Agama Hindu di SMPN 8 Palangka Raya. Teori hierarki kebutuhan Maslow dan teori konstruktivisme yang menjadi landasan penelitian ini. Metode yang digunakan adalah pre-experimental group dengan model one-group pre-test and post-test design yang digunakan untuk mengukur motivasi, kreativitas dan hasil belajar siswa kelas VIII di SMPN 8 Palangka Raya. Instrumen tes berbentuk kuesioner yang diukur menggunakan skala Likert untuk mengukur motivasi dan kreativitas siswa sedangkan tes dalam bentuk soal untuk mengukur hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini sebagai berikut : 1) Motivasi belajar siswa Hindu kelas VIII di SMPN 8 Palangka Raya bernilai 73,7 % yang termasuk dalam kategori motivasi tingkat tinggi. 2) Tingkat kreativitas siswa mencapai 76%, yang masuk dalam kategori tingkat kreativitas yang tinggi. 3) N-Gain Score siswa rata-rata nilai yang diraih yaitu 0,65 dimana termasuk dalam N-Gain kategori sedang, dengan 5 orang siswa yang termasuk dalam kategori N-Gain tinggi (55.5%), sedangkan 4 orang dalam N-Gain kategori sedang (44.4%). Kesimpulan terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran Canva terhadap kreativitas, motivasi, dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMPN 8 Palangka Raya.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Teknologi Pembelajaran tumbuh dari praktek pendidikan dan gerakan komunikasi audio visual. Teknologi Pembelajaran semula dilihat sebagai teknologi peralatan, yang berkaitan dengan penggunaan peralatan, media dan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan atau dengan kata lain mengajar dengan alat bantu audio-visual. Teknologi Pembelajaran merupakan gabungan dari tiga aliran yang saling berkepentingan, yaitu media dalam pendidikan, psikologi pembelajaran dan pendekatan sistem dalam pendidikan.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Ni Kadek Shinta Charisma 2024. “Manajemen Mutu Pembelajaran Terhadap Guru Pendidikan Agama Hindu Di SMA Negeri 1 Palangka Raya”. Pembimbing I : Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si Pembimbing II : Dr. Drs. I Made Suyasa, MAP., M.Si Manajemen Mutu pembelajaran yang baik tergantung pada proses belajar mengajarnya, karena dalam dunia pendidikan yang selalu terkait dengan komponen sistem pendidikan khususnya yang diselenggarakan secara formal di sekolah. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada tiga aspek permasalahan, yaitu 1. Bagaimana Pelaksanaan Manajemen Mutu Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Palangka Raya?; 2. Bagaimana Implikasi Manajemen Mutu pembelajaran guru pendidikan agama Hindu di SMA Negeri 1 Palangka Raya?; 3. Apa faktor-faktor pendukung dan penghambat Manajemen Mutu pembelajaran guru pendidikan agama Hindu di SMA Negeri 1 Palangka Raya?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Manajemen Pendidikan dan Teori Behavioristik. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama manajemen peningkatan mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Palangka Raya berdasarkan pada dua elemen dasar yakni manajemen peningkatan mutu, dan peningkatan mutu pendidikan. dua elemen tersebut saling terkait menjadi satu keutuhan yang terartikulasikan pada manajemen peningkatan mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Palangka Raya. Pelaksanaan manajemen peningkatkan mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Palangka Raya, mengacu pada tujuan pendidikan nasional yaitu membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa; Kedua, Faktor pendukung dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Palangka Raya adalah sumber daya manusia, lingkungan sekolah, tujuan / visi SMA Negeri 1 Palangka Raya, peran serta masyarakat dan lembaga lain. Sedangkan faktor penghabatnya adalah faktor ruang kelas. Kami membutuhkan ruangan kelas untuk dapat fokus dalam melaksanakan kegiatan praktek-praktek kegiatan ekstrakulikuler; dan ketiga, implikasi guru Pendidikan Agama Hindu dalam pelaksanaan pembelajaran di SMA Negeri 1 Palangka Raya, fokus pada tiga implikasi yaitu Implikasi Pendidikan, Pembelajaran, dan Pengajaran Agama Hindu, Implikasi Prinsip Pembelajaran Guru Agama Hindu, dan Implikasi Perkembangan Teori Pembelajaran Agama Hindu. Tiga implikasi tersebut, mengerucut pada dua tindakan implikasi yaitu implikasi prinsip pembelajaran dan implikasi Teori Pembelajaran yang terfokus pada peran guru Agama Hindu untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan Negara.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini mengkaji tentang nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu yang terkandung dalam ritual Nyiwah pada Umat Hindu di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Penggalian nilai-nilai pendidikan Agama Hindu dalam sebuah ritual dianggap sangat perlu untuk medukung program pembentukan Sumber Daya Manusia yang memiliki kemampun intelektual belandaskan nilai-nilai Agama. Penelitian ini berfokus pada nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam ritual Nyiwah di Kecamanatan Lahei Barat Kabupaten Muara Teweh dengan rumusan masalah : 1) Bentuk Pelakasanaan Ritual Nyiwah di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara, 2) Nilai-nilai pendidikan Hindu dalam ritual Nyiwah di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara, 3) Implikasi nilai-nilai pendidikan Hindu dalam ritual Nyiwah di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Adapun teori yang digunakan dalam menganalisis permasalah ini adalah Teori Interaksi Simbolik, Teori Struktural, dan Teori Pendidikan Humanistik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitiatif dengan, teknik penentuan informan secara Purposive Sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumen, selanjutnya data yang diperoleh diolah dengan teknik analisis deksriptif kualitatif. Hasil dalam penelitian ini meliputi: 1) Pelaksanaan ritual Nyiwah terbagi menjadi 3 bagian yakni tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan (Ngonteng atau Bokas), dan tahapan Betampas Awi Jari, 2) ada tiga nilai pendidikan Agama Hindu yang diungkap dalam ritual Nyiwah yakni, Nilai Pendidikan Tattwa, Nilai Pendidikan Etika (Susila) dan Nilai Pendidikan Estetika, 3) Implikasi nilai pendidikan Agama dalam ritual Nyiwah yang dilaksanakan di daerah Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara yakni terdapatnya dampak sebab akibat terhadap perilaku humanistik yang taat pada aturan, nilai kebenaran dan nilai keindahan pada lingkungan masyarakat Umat Hindu Kaharingan.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini mengkaji pembelajaran pendidikan agama Hindu dengan menggunakan media Bhagavad Gītā, khususnya bagi guru di tiga Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang ada di Kecamatan Basarang. Latar belakang penelitian ini, karena adanya berbagai kendala yang dihadapi oleh guru Pendidikan Agama Hindu dalam menggunakan pustaka suci sebagai media pembelajaran, terutama dalam pengajaran kepada peserta didik di kelas VI. Secara khusus, materi mengenai pengenalan pustaka suci Bhagavad Gītā diajarkan dalam materi ajar "Mengenal isi pokok dari kitab Bhagavad Gītā sebagai tuntunan hidup" di kelas VI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami, dan mendeskripsikan pemahaman, kesulitan, dan upaya yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Hindu dalam menggunakan media Bhagavad Gītā pada peserta didik di tiga SDN Kecamatan Basarang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: 1) Teori Kognitif yang diperkenalkan oleh Jean Piaget, 2) Teori Perubahan dalam Pendidikan yang diperkenalkan oleh Michael Fullan, dan 3) Teori Konstruktivisme yang diperkenalkan oleh Lev Vygotsky. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru tentang penggunaan Bhagavad Gītā sebagai media pembelajaran bervariasi, ada beberapa guru mengalami kesulitan dalam mengakses sumber daya yang memadai dan dalam menerapkan metode pengajaran yang efektif. Penelitian ini menemukan beberapa kendala utama yang dihadapi guru, seperti kurangnya pelatihan dan bimbingan dalam penggunaan Bhagavad Gītā, serta perbedaan latar belakang dan pemahaman peserta didik. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, guru-guru di Kecamatan Basarang melakukan berbagai upaya, termasuk meningkatkan pengetahuan para guru tentang Bhagavad Gītā, mengembangkan dan menyesuaikan materi ajar, serta memanfaatkan teknologi dan sumber daya tambahan.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Made Ari Andika P, 2024. Tinjauan Yuridis Terhadap Peran Dan Fungsi Advokat Dalam Memberian Bantuan Hukum Di Pengadilan Negeri Palangka Raya. Tesis Strata Dua (S-2) Prodi Magister Ilmu Hukum Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. I Made Kastama, SH., MH. Pembimbing II : Dr. Drs. I Made Suyasa, MAP., M.Si. Hak untuk memperoleh bantuan hukum telah diatur dalam berbagai regulasi di Indonesia, termasuk Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, dan Undang-Undang No. 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum. Bantuan hukum di Indonesia bertujuan untuk menjamin akses terhadap keadilan bagi semua lapisan masyarakat, khususnya mereka yang kurang mampu secara ekonomi. Berdasarkan Pasal 22 ayat (1) Undang-Undang No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat, advokat wajib memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada pencari keadilan yang tidak mampu. Penelitian ini mengkaji beberapa masalah utama: (1). Bagaimana peran dan fungsi advokat dalam memberikan bantuan hukum di Pengadilan Negeri Palangka Raya? (2). Bagaimana efektivitas pemberian bantuan hukum di Pengadilan Negeri Palangka Raya dalam mewujudkan asas pemerataan kesempatan memperoleh keadilan? (3). Bagaimana peran dan proses pengadilan dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat? Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian hukum empiris. Pendekatan yang gunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif, adapun metode penelitian ini bersifat yuridis empiris dengan jenis penelitian lapangan dan dianalisis menggunakan teori kewenangan, teori efektivitas hukum, dan teori perlindungan hukum. Data dikumpulkan melalui studi dokumen, wawancara dengan advokat dan hakim, serta observasi langsung di Pengadilan Negeri Palangka Raya. Berdasarkan hasil penelitian Advokat memiliki peran krusial sebagai pendamping hukum, pemberi nasihat, dan pembela hak asasi manusia. advokat berperan dalam memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma atau pro bono kepada masyarakat yang tidak mampu. Efektivitas pemberian bantuan hukum di Pengadilan Negeri Palangka Raya dapat diukur melalui beberapa indikator, seperti jumlah kasus yang mendapatkan bantuan hukum, kepuasan penerima bantuan hukum, dan hasil akhir dari kasus yang ditangani. Pengadilan memiliki peran penting dalam memastikan setiap orang yang berperkara mendapatkan bantuan hukum yang memadai. Ini termasuk penyediaan pos bantuan hukum di pengadilan serta kerja sama dengan lembaga bantuan hukum dan advokat. Kata Kunci: Peran, Advokat, Efektivitas, Bantuan Hukum, Pengadilan Negeri ABSTRACT Made Ari Andika P, 2024. Legal Review of the Role and Function of Advocates in Providing Legal Aid at the Palangka Raya District Court. Master's Thesis (S-2) Hindu Religious Law Masters Study Program, Tampung Penyang State Hindu Institute (IAHN-TP) Palangka Raya. Supervisor I: Dr. I Made Kastama, SH., MH. Supervisor II: Dr. Drs. I Made Suyasa, MAP., M.Si. The right to obtain legal aid has been regulated in various regulations in Indonesia, including Law No. 39 of 1999 concerning Human Rights, and Law No. 16 of 2011 concerning Legal Aid. Legal aid in Indonesia aims to ensure access to justice for all levels of society, especially those economically disadvantaged. Based on Article 22 paragraph (1) of Law no. 18 of 2003 concerning Advocates, advocates are obliged to provide free legal assistance to those seeking justice who cannot afford it. This study examines several main issues: (1). What is the role and function of advocates in providing legal aid at the Palangka Raya District Court? (2). How effective is the provision of legal aid at the Palangka Raya District Court in realizing the principle of equal opportunity to obtain justice? (3). What is the role and process of the court in providing legal aid to the community? This research is categorized as empirical legal research. The approach used in this research is qualitative. The research method is empirical juridical with field research type and is analyzed using the theory of authority, legal effectiveness, and legal protection. Data were collected through document studies, interviews with advocates and judges, and direct observation at the Palangka Raya District Court. Based on the research results, advocates have a crucial role as legal assistants, advisors, and human rights defenders. Advocates play a role in providing free legal assistance or pro bono to the underprivileged. The effectiveness of legal aid provision at the Palangka Raya District Court can be measured through several indicators, such as the number of cases receiving legal aid, the satisfaction of legal aid recipients, and the outcome of the cases handled. The court has an important role in ensuring that every litigant receives adequate legal aid. This includes the provision of legal aid posts at the court as well as cooperation with legal aid institutions and advocates. Keywords: Role, Advocates, Effectiveness, Legal Aid, District Court.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tesis ini mengkaji tentang pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di Kota Palangka Raya. Fenomena yang terjadi kenakalan anak dapat terjadi kapan dan dimana saja, melihat prilaku anak-anak cendrung melupakan sopan santun, berani melawan orang tua, kurang tertarik membuat sarana yadnya, sehingga penting adanya pendidikan dan ada kendala dan implikasi. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka penelitian ini mengkaji tentang 1) Bagaimana pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di kota Palangka Raya? 2) Bagaimana kendala pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di kota Palangka Raya? 3) Bagaimana implikasi pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di kota Palangka Raya? Penelitian ini memiliki tujuan mengkaji dan mendeskripsikan pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak, bermanfaat untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan wawasan bagi guru tentang pendidikan agama Hindu dan anak dapat meningkatkan dan mengembangkan kepribadian yang berkarakter. Rumusan masalah di atas dikaji dengan teori behaviorisme, teori motivasi, dan teori konstruktivisme.
Tesis ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, peneliti menjadi instrumen utama penelitian dan teknik informan yakni purposive yaitu ketua pasraman Hindu, guru-guru dan siswa pasraman Hindu. Teknik pengumpulan data yang menggunakan teknik observasi partisipasif, wawancara semi struktur, dan studi dokumen, Setelah data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, selanjutnya penyajian hasil analisis data.
Hasil analisis yang dikaji dengan teori menjelaskan pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di Kota Palangka Raya yakni ceramah, bimbingan guru, pelatihan bersama, keteladan guru, kompetisi siswa persembahyangan bersama dalam pendidikan pasraman Hindu ada sebuah kendala yakni faktor internal, faktor eksternal, belum optimal pelaksanaan program pengajaran, pengurus kurang memperhatikan perkembangan pasraman. Dari pendidikan tentu ada sebuah implikasi yang ditimbulkan guru maupun siswa di pasraman Hindu di kota Palangka Raya, sikap religius, sikap kreatif, sikap disiplin, sikap tanggung jawab, penting peningkatan ajaran agama Hindu, sikap toleransi, sikap susila, dari ketiga rumusan masalah ditemukan pendidikan pasraman Hindu belum maksimal karena kurangnya sarana yang mendukung sesuai dengan kemajuan teknologi dalam proses pembelajaran, guru kurang kreatif dan inovatif dalam pengembangan program pembelajaran pembentukan karakter anak seperti penyusunan materi ajar, pengembangan program pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
Kata kunci : Pendidikan pasraman Hindu, pembentukan karakter anak.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PERAN UNIT KEGIATAN MAHASISWA YOGA DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER MAHASISWA DI IAHN TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA Maharati, Komang Suarta, Luh Putu Muliani Handayani Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Jl. G.Obos X, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah Peran unit kegiatan mahasiswa yoga dalam pengembangan karakter mahasiswa adalah di dalam latihan yoga mahasiswa diajarakan tentang astangga yoga yaitu yama, niyama, asana, pranayama, pratyahara, dharana, dhyana, dan samadhi. Delapan tahap ajaran yoga ini, merupakan tangga untuk mengendalikan diri dan sekaligus merupakan aspek etika dalam ajaran yoga. Permasalahan dalam Penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah peran unit kegiatan mahasiswa yoga dalam pengembangan karakter mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya? (2) Apa kendala pada unit kegiatan mahasiswa yoga dalam pengembangan karakter mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya? (3) Bagaimanakah implikasi unit kegiatan mahasiswa yoga pada pengembangan karakter Mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya? Teori yang digunakan teori Fenomenologi oleh Edmund Husserl, teori Kendala oleh Eliyahu Goldratt, Teori Humanistik oleh Abraham Maslow dan Teori Behavioristik Oleh Gage dan Berliner. Jenis penelitian yang digunakan adalah Kualitatif dengan Pendekatan Penelitian Fenomenologi. Teknik penentuan informan mengunakan Purposive Sampling, Data dikumpulkan dari Observasi Non-Partisipan, Wawancara Mendalam, Dokumentasi, dan Kepustakaan. Teknik analisi data yaitu Kondensasi Data, Display Data dan Kesimpulan. Hasil Penelitian Menunjukan: (1) Peran UKM Yoga dalam pengembangan karakter relegius dengan melaksanakan latihan Pratyhara, Dharana, Dhayan, Dan Samadhi. Karakter jujur dan toleransi menerapkan Yama dan Niyama dalam latihan. Karakter disiplin, kerja keras, mandiri dan kreatif dengan melaksanakan latihan Pranayama Dan Asanas. (2) Kendala dan upaya yang dihadapi adalah mahasiswa kurang serius dalam latihan meditasi upaya yang dilakukan dengan mengajarkan teori gelombang otak. Sarana dan prasarana yang kurang lengkap upaya yang dilakukan dengan latihan di tempat yang memiliki sarana prasarana lengkap. Dan niat mahasiswa yang kurang upaya yang dilakukan dengan memotivasi mahasiswa. (3) Implikasi Yama Dan Niyama Dalam Pengembangan Karakter Mahasiswa adalah dengan menjalankan ajaran dari bagian-bagian yama dan niyama didalam setiap latihan yoga. Implikasi pranayama dalam pengembangkan karakter adalah mahasiswa diajarkan untuk latihan mengatur dan mengendalikan nafas. Sehingga mahasiswa bisa mengatur emosinya. Implikasi asanas dalam pengembangan karakter mahasiswa adalah mahasiswa belajar bermacam-macam gerakan yoga asanas dengan disiplin, kerja keras serta mandiri dapat mengkatkan kreatifitas mahasiswa. Implikasi Pratyhara, Dharana, Dhayana, Dan Samadhi Dalam Pengembangan Karaker Mahasiswa adalah mahasiswa dapat meningkatkan kesadaran emosi dan membantu mahasiswa untuk meresponnya secara efektif.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Lontong merupakan alat yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk bertani, berladang dan memancing, bahkan pada zaman dahulu banyak masayarakat Desa Putat Durei yang bisa membuat lontong. Namun seiring perkembangn zaman saat ini eksistensi seni menganyam lontong mengalami kemunduran. Hal ini dikarenakan kurangnya minat masyarakat untuk belajar menganyam, sehingga pengrajin lontong di Desa Putat Durei hanya tersisa lima orang dengan keterangan lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1)Faktor yang mempengaruhi eksistensi pengunaan lontong pada masyarakat di Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas, 2)eksistensi seni menganyam lontong pada masyarakat di Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: teorieksistensi dan teori fungsionalisme. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekaan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Analisis Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri dari pengrajin dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :1) Faktor yang mempengaruhi eksistensi lontong pada masyarakat di Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas yaitu perubahan selera ekonomi, tradisi dan budaya, kurangnya pembinaan dari pemerintah atau lembaga lainnya. 2) Eksistensi seni menganyam lontong pada masyarakat Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas mengalami kemunduran, hal ini dikarenakan kurangnya minat masyarakat dalam mempelajari seni anyaman. Pengrajin lontong yang ada di Desa Putat durei hanya berjumlah lima orang dengan keterangan lanjut usia.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
IMMSA DITING, 2024. Minat Siswa dalam melaksanakan Basarah Di SMA Negeri 1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Dr. Derson, S.Ag.,M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Minat Siswa Dalam Melaksanakan Basarah Di SMA Negeri 1 Gunung Timang, Kecamatan Gunung Timang Kabpaten Barito Utara, sehingga siswa Agama Hindu kurang aktif dalam melaksanakan Basarah karena Basarah sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan salah satu ibadah dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Ranying Hatalla Langit (Tuhan Yang Maha Esa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: faktor penyebab kurangnya minat siswa dalam melaksankan Basarah di SMA Negeri 1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara di dalam mengikuti Basarah yang telah di laksanakan di sekolah dan melihat upaya apa saja yang di lakukan oleh guru Agama Hindu dalam memberikan motivasi terhadap kegiatan tersebut. Model penelitian ini mengunakan penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Gunung Timang, jenis dan sumber data yang di gunakan: sumver data primer dan sekunder, teknik penentuan informan yaitu Purposive, teknik pengumpulan data yang digunakan: Observasi, wawancara, dan dokumentasi, instrumen penelitian kualitatif, teknik analisi data yaitu: pengumpulan data, kondensadi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan tentang Minat Siswa Dalam Melaksanakan Basarah Di SMA Negeri 1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara yang menjadi Faktor Penyebab Kurangmnya Minat Siswa Dalam melaksanakan Basarah, dikarenakan tidak ada pergerakan atau yang mengkoordinir siswa ketika guru Agama Hindu tidak dapat hadir untuk melaksanakan Basarah di tambah lagi siswa lebih memilih untuk pulang duluan. Kata Kunci: Minat Siswa, siswa Hindu, Basarah