2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
JUMIL, 2025 : Penyelesaian Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Melalui Lembaga Adat Kedamangan Di Kecamatan Bukit Santuai Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Sastra Satu, Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dra. Ni Made Ratini, M.Si, dan Ni Made Anggi Arlina Putri, M.Pd Penyelesaian kasus kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan luka dalam atau cidera sering kali menimbulkan persoalan berkepanjangan, terutama di daerah yang memiliki kearifan lokal yang kuat seperti di Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur. Keberadaan Lembaga Adat Kedamangan di wilayah ini berfungsi sebagai alternatif penyelesaian sengketa melalui pendekatan musyawarah mufakat secara kekeluargaan dan mediasi adat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses penyelesaian kasus kecelakaan lalu lintas melalui Lembaga Kedamangan serta jenis sanksi adat yang dijatuhkan apabila pelaku tidak menaati berita acara kesepakatan perdamaian yang telah dibuat di hadapan Damang Kepala Adat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus yang difokuskan pada wilayah Kedamangan Kecamatan Bukit Santuai. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap proses mediasi dan keputusan Damang Kepala Adat dalam menangani kasus kecelakaan lalu lintas. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menekankan pada norma-norma adat yang berlaku serta peran Damang dalam menjaga keseimbangan sosial. Temuan menunjukkan bahwa penyelesaian dilakukan melalui mediasi adat yang mengedepankan asas keadilan restoratif dan keseimbangan hubungan antarwarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku kecelakaan yang terbukti menyebabkan luka berat dikenakan sanksi adat berdasarkan Pasal 23 Perjanjian Perdamaian Adat Dayak Tumbang Anoi, yaitu berupa denda sebesar Rp3.678.000. Apabila pelaku tidak menaati kesepakatan perdamaian, maka akan dikenakan sanksi tambahan sesuai ketentuan adat. Proses ini tidak menitikberatkan pada pemenang atau pihak yang kalah, melainkan pada pemulihan harmoni sosial. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya penguatan peran Lembaga Kedamangan dalam sistem penyelesaian konflik lokal, serta dukungan dari pihak pemerintah agar penyelesaian berbasis adat dapat berjalan beriringan dengan sistem hukum nasional.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SALMI, 2025. Penanaman Nilai Pendidikan Hindu dalam Persembahyangan Basarah pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Yoppie, M. Pd. H Penanaman Nilai pendidikan dalam persembahyangan Basarah merupakan penanaman yang sangat penting. Penanaman nilai dalarn persembahyangan Basarah tersebut yaitu sebagai berikut: Ketua Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan adalah pemimpin bagi umat Hindu Kaharingan yang berada di Desa tersebut, yang mana sudah diberikan tugas dan tanggung jawab untuk memimpin umat. Selain majelis kelompok melakukan penanaman terhadap pelaksanaan Basarah misalkan Basarah di tempat balai dan di tempat orang meninggal (Basarah Ampung). Sehingga dengan adanya permasalahan diatas penulis tertarik untuk mengkaji: 1. Apa saja nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Persembayangan Basarah di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. 2. Apa saja kendala penanaman nilai pendidikan Hindu dalam Upacara Persembayangan Basarah di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.Tujuan umum mengacu pada judul. 2. Tujuan Khusus yaitu untuk mengetahui Untuk mengetahui apa saja nilai Pendidikan Hindu dalam upacara Persembahyangan Basarah pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. 2. Untuk mengetahui kendala penanaman nilai-nilai pendidikan Hindu dalam Upacara Persembayangan Basarah di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan untuk memecah rumusan masalah menggunakan tiga teori yaitu teori bentu, teori pelestarian budaya, dan teori nilai. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan penentuan informan yaitu Teknik purposive sampling. Sementara itu, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi, selanjutnya Teknik analisis data yang digunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Berdasakan Hasil penelitian: 1. Apa saja nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Persembayangan Basarah di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. 2. Apa saja kendala penanaman nilai pendidikan Hindu dalam Upacara Persembayangan Basarah di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. Kata kunci : Penanaman Nilai, pendidikan agama Hindu dan Pelaksanaan Basarah.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mira. 2025. Kreativitas Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PPKn Kelas 4A SDN 2 Bukit Tunggal Palangka Raya Pembibing I Dr. Derson, S.Ag., M.Ag. Pembibing II Lamri, S.Pd.H Kreativitas Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PPKn Kelas 4A SDN 2 Bukit Tunggal Palangka Raya. Kreativitas ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di dalam kelas terutama pada mata pelajaran PPKn kelas 4A berikutnya memotivasikan siswa dalam pembelajaran. Adapun rumus masalah : 1 bagaimana kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajara siswa pada mata pelajaran PPKn SDN 2 Bukit Tunggal Palanka Raya ? 2. Apa saja faktor yang mempengaruhi kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PPKn di kelas 4A sdn 2 Bukit Tunggal Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori Humanistik, teori Kontruktruktivisme. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di SDN 2 Bukit Tunggal, jenis dan sumber data yang digunakan : sumber data primer dan data skunder, tehnik penentuan informan yaitu tehnik purposive, tehnik pengumpulan data yang digunakan : Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi, Instrumen penelitian kualitatif tehnik analisis data yaitu : pengumpulan data, penyajian data dan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan tetang Kreativitas Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PPKn Kelas 4A SDN 2 Bukit Tunggal Palangka Raya. Yaitu dalam kreativitas guru meningkatkan motivasi belajar siswa dilakukan dikelas menggunakan beberapa metode : tanya jawab, ceramah, diskusi kelompok, dan menggunakan media pembelajaran. Selain itu kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, yang lebih dalam memberikan pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan sehingga dapat menarik minat siswa belajar pada pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar pada siswa di kelas.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Irma Anjelina. 2025. Peranan Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Sikap Religius Siswa Melalui Persembahyangan Basarah Di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarrya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Dr. I Gede Dharman Gunawan,S.H.,M.Pd.H Pembimbing II.I Made Pustikayasa, S.T., M.Pd. Pentingnya peranan guru pendidikan agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Dengan menanamkan sikap Religius melalui persembahyangan Basarah diharapkan mampu menjadi pribadi yang baik, bertingkah laku yang baik, membentuk karakter yang baik, meningkatkan toleransi, dan menciptakan individu yang beriman serta bertakwa serta mampu menanamkan sikap Religius baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling, teknik pengumpulan data, menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 12 Juni 12 Juli 2025. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Hasil penelitian yaitu 1). Peranan guru agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah yaitu: sebagai pendidikan, pembimbing dan teladan, 2). Kendala guru agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah yaitu: 1) Internal yaitu berasal dari siswa agama Hindu seperti kurangnya kesadaran terkait penanaman sikap Religius dan karakter siswa yang kurang baik. Dan 2) Kendala Eksternal, yaitu kurangnya waktu belajar di sekolah dan pengaruh buruk dari lingkungan sekitar baik itu di sekolah maupun di rumah. Adapun upaya yang dilakukan yaitu dari guru agama Hindu dengan memberikan tambahan waktu belajar di luar jam belajar di sekolah dan pihak sekolah memberikan pengawasan secara langsung terkait penanaman sikap Religius.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Skripsi ini mengkaji tentang Upacara Bayar Hajat Wadian Dadas di Desa Sumber Garunggung Kabupaten Barito Timur. Upacara Bayar Hajat Wadian Dadas merupakan suatu upacara yang ditunjukkan kepada para leluhur, upacara ini dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Mulung Kuyang (Roh suci) sebagai manisfestasi Ranying Hatalla Langit/Tuhan Yang Maha Esa yang telah membantu mewujudkan keinginan dan permintaan yang dikehendaki. Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah yang diangkat oleh peneliti sebagai berikut: 1. Bagaimana Proses Pelaksanan Upacara Bayar Hajat Wadian Dadas di Desa Sumber Garunggung Kabupaten Barito Timur ? 2. Bagaimana Fungsi Upacara Bayar Hajat Wadian Dadas di Desa Sumber Garunggung Kabupaten Barito Timur ? 3. Apakah Persfektif Pendidikan Agama Hindu terhadap Upacara Bayar Hajat Wadian Dadas di Desa Sumber Garunggung Kabupaten Barito Timur ?. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami proses pelaksanaan upacara Bayar Hajat Wadian Dadas, fungsi dan nilai-nilai terkandung pada upacara Bayar Hajat Wadian Dadas serta menambah wawasan bagi Umat Hindu Kaharingan di Desa Sumber Garunggung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Teori Religi, Teori Fungsional Struktural dan Teori Pendidikan Agama Hindu. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Kualitatif, teknik penentuan informan yang digunakan yakni Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan: observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis dari penelitian yang dilakukan tentang upacara Bayar Hajat Wadian Dadas dapat disimpulkan bahwa: (1) Tata cara pelaksanaan pada upacara Bayar Hajat Wadian Dadas memiliki beberapa tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir. (2) Fungsi dari upacara Bayar Hajat Wadian Dadas sebagai berikut : 1. Menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan dan leluhur, 2. Menjaga hubungan harmonis dengan sosial sesama manusia. (3) Persfektif pendidikan agama hindu yang terdapat dalam upacara yakni: 1. Persfektif Pendidikan Tattwa Agama Hindu, 2. Persfektif Pendidikan Susila/Etika Agama Hindu, 3. Persfektif Pendidikan Upacara Agama Hindu
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Marliani. 2025. Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SD Negeri Tumbang Karamu 1 Kabupaten Murung Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd, M.Si Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Pd.H. Kreativitas guru sangat diperlukan dalam suatu proses pembelajaran guna meningkatkan motivasi peserta didik. Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan terkait kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data (datacondensation), penyajian data (datadisplay) dan penarikan kesimpulan (conclusionsdrawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki kreativitas yang baik dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik (1) Kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik yaitu dengan (a) Menggunakan Metode Tanya jawab, ceramah, dan diskusi kelompok. (b) Media pembelajaran yang digunakan untuk menunjang pembelajaran. (c) Guru membuat perencanaan sebelum proses pembelajaran dan melakukan evaluasi. (d) Beberapa metode dan strategi pembelajaran yang digunakan. Beberapa metode dan strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru adalah untuk meningkatkan motivasi dan menarik minat belajar pada peserta didik. (2) Kendala guru dalam meningkatkan kreativitas untuk memotivasi belajar peserta didik yaitu: (a) Karakter dan perilaku peserta didik yang berbeda-beda. (b) Peserta didik yang tidak bisa membaca dan berhitung akan kesulitan mengikuti kegiatan pembelajaran. (c) Sarana dan prasarana yang terbatas. Beberapa kendala tersebut dapat menghalangi dan menghambat jalannya suatu proses pembelajaran
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK NOPITA MITRIANA, 2025 Peran MantirAdat Dalam Menetapkan Hak Waris Anak Berdasarkan Harta Gono Gini Pada Kasus Perceraian (Studi Kasus di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas). Skripsi Strata Satu, Program Studi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, I Komang Darman, SH.,MH Pembimjbing II, Edelweisia Cristiana, MH Penelitian ini mengkaji peran Mantir Adat dalam penetapan hak waris anak berdasarkan harta gono-gini pasca perceraian di Desa Jangkit, Kecamatan Rungan Hulu, Kabupaten Gunung Mas Hukum adat Dayak, yang diakui dalam sistem hukum nasional, memiliki peran penting dalammenyelesaikan konflik sosial, termasuk perceraian dan pembagian harta. Perceraian dalam konteks adat tidak hanya melibatkan individu, tetapi juga keluarga besar dan nilai-nilai sosial masyarakat. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) Peran MantirAdat Dalam Menetapkan Hak Waris Anak Berdasarkan Harta Gono Gini Pada Kasus Perceraian Studi kasus desa jangkit kecamatan rungan hulu kabupaten gunung mas, (2) Mekanisme Penetakan Hak Waris Anak Nerdasarkan Harta Gono Gini Pada Kasus Perceraian Studi Kasus Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis dan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan Mantir Adat dan masyarakat, serta studi dokumentasi dan literatur. Lokasi penelitian difokuskan di DesaJangkit yang masih kuat mempertahankan hukum adat Dayak Ngaju. Pemilihan informan dilakukan secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mantir Adat berperan sebagai mediator dan pengambil keputusan dalam pembagian harta gono-gini, dengan fokus pada perlindungan hak anak. Proses penyelesaian dilakukan melalui tahapan adat berupa pelaporan, pemanggilan, musyawarah, hingga pengambilan keputusan adat yang mengikat. Keputusan didasarkan pada kesepakatan pasangan, kondisi anak, dan norma adat yang berlaku. Studi ini menegaskan pentingnya kelembagaan adat dalam menjaga keadilan dan harmoni sosial, serta mendorong penguatan legitimasi formal atas keputusan adat agar setara dengan putusan pengadilan.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK TEMA. 2025. Upacara Ipaket sebagai Media Pembelajaran Spiritual dan Pendidikan Agama dalam Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kebupaten Barito Timur (Perspektif Pendidikan Hindu). Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing Drs. Derson, S.Ag., M.Ag, Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.M.,Si Skripsi ini mengkaji ritual Ipaket umat Hindu Kaharingan di Desa Bentot Kecamatan Patangkep Tutui Kabupaten Barito Timur. Fenomena yang terjadi dalam ritual Ipaket selama ini adalah kurangnya pemahaman umat terhadap proses, makna, serta nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam ritual Ipaket, sehingga ritual tersebut dilaksanakan sebagai ceremonial tanpa mengetahui bagaimana proses, makna dan nilai-nilai pendidikan yang ada dalam ritual Ipaket. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1.Bagaimana Peranan Upacara Ipaket Sebagai media pembelajaran Seperitual Pada Masyarakat Hindu di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kebupaten Barito Timur? 2.Apa saja media pembelajaran Spritual yang terkandung di Upacara Ipaket dan Pendidikan Agama Hindu,Dalam Upacara Ipaket. Pada masyarakat Hindu di Desa Hayaping Kecamatan Awang, Kebupaten Barito Timur? Tujuan umum dari penelitian ini untuk menemukan pengetahuan yang terperinci dalam ritual Ipaket yang dilaksanakan di Desa Bentot. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori Fungsional dan struktural, teori religi, teori simbol, dan teori pendidikan. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen, dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, penafsiran data, dan penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori fungsional dan struktural maka diperoleh bahwa ritual Ipaket dalam pelaksanaannya sistem yang terstruktur dan mempunyai fungsi setiap sarana prasarana yang dibuat. Makna yang terkandung dalam ritual Ipaket dikaji dengan teori religi dan teori simbol maka diperoleh makna religius, makna penyucian, dan makna sosial. Sedangkan nilai-nilai pendidikan yang terdapat pada ritual Ipaket di analisis dengan teori pendidikan diperoleh nilai tattwa (kebenaran mutlak), nilai susila (etika), dan nilai upakara (upacara). Proses, makna dan nilai-nilai pendidikan yang terdapat ritual Ipaket saling berkaitan erat dalam menjaga keseimbangan alam dengan kehidupan manusia agar meningkatkan kesejahteraan, kedamaian, kebahagiaan, serta meningkatkan sradha bhakti guna terciptanya kehidupan yang harmonis antara manusia dengan sang pencipta, dengan sesama manusia, maupun manusia dengan alam. Kata kunci: Upacara Ipaket Sebagai Media Pembelajaran Spiritual Pendidikan Agama Hindu
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Mei Lanisa,2025. Dr. Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,MA., Putu Wisnu Saputra, M.Pd.Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Implementasi Kurikulum Merdeka Di SDN 2 Bukit Tunggal. Kurikulum merdeka adalah ideologi pendidikan yang menerapkan gagasan bahwa sistem pendidikan perlu menjadi lebih fleksibel dan responsif terhadap tuntunan masyarakat serta kebutuhan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum merdeka memberikan kebebasan kepada sekolah dengan tetap mengacu pada standar pendidikan nasional untuk menjamin pencapaian pada tujuan pendidikan nasional. Dalam perspektif ini, kurikulum dianggap sebagai suatu sistem yang harus dapat menyesaikan diri dengan dinamika perubahan zaman dan kebutuhan sosial yang berkembang. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan kurikulum merdeka pada jenjang sekolah dasar yaitu SDN 2 Bukit Tunggal, serta menganalisis kendala apasaja yang ditemukan pada pelaksanaannya dan bagaimana upaya guru dalam menghadapi kendala tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif, penelitian ini akan memberikan gambaran tentang situasi dan kejadian faktual yang sistematis mengenai faktor serta fenomena yang dimiliki untuk mengetahui dasar-dasarnya. Hasil dari penelitian ini secara keseluruhan pelaksanaan kurikulum merdeka di SDN 2 Bukit Tunggal tidak hanya berlangsung begitu saja tanpa adanya persiapan, hal ini menunjukkan bahwa SDN 2 Bukit Tunggal telah bergerak kearah yang positif dalam mendukung kebijakan baru dalam bidang pendidikan yang dirancang pemerintah melalui kurikulum merdeka. Meskipun pada tahap awal banyak ditemukan kendala baik dalam pemahaman mengenai konsep maupun komponen dalam kurikulum merdeka serta sulitnya beradaptasi dengan perangkat ajar baru namun hal tersebut tidak serta merta menghentikan semangat sekolah untuk terus maju serta berbenah dan belajar. Dengan adanya pelatihan yang relavan serta pendampingan yang berkelanjutan dan komunikasi yang terbuka dari berbagai pihak terkait, implementasi kurikulum merdeka yang bertahap mulai menunjukkan dampak positif baik dalam hal kesiapan guru maupun dalam peningkatan kualitas pembelajaran yang lebih konstekstual dan bermakna.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Marsi. 2025 Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H., Krisma Natalia, M.Pd. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Papan Jurang terhadap Motivasi Belajar siswa di SDN 8 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini membahas tentang pengaruh penggunaan media pembelajaran papan jurang terhadap motivasi belajar siswa di SDN 8 Menteng Palangka Raya. Berdasarkan hasil observasi yang di lakukan oleh peneliti, guru jarang menggunakan media pembelajaran pada saat kegiatan pembelajaran matematika sehingga motivasi belajar siswa tidak tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah menggunakan media pembelajaran papan jurang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Bentuk desain yang digunakan adalah Pre-Experiment Design Pre-Tes and Post-Test Group. Motivasi belajar siswa diukur menggunakan angket. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II dengan jumlah 32 orang siswa. Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif. Berdasarkan data hasil penelitian, peneliti memperoleh hasil berupa peningkatan motivasi belajar siswa. Pada tahap pre-test nilai rata-rata siswa berjumlah 37,13 yang artinya motivasi belajar siswa berada pada kategori sedang. Sedangkan pada tahap post-test, nilai rata-rata motivasi belajar siswa berjumlah 39,59 yang artinya motivasi belajar siswa berada pada kategori tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran papan jurang mempengaruhi tingkat motivasi belajar siswa. Kata Kunci Media pembelajaran papan jurang, motivasi belajar siswa, Matematika
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi siswa beragama Hindu dalam mengikuti bimbingan rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Di SDN 4 Menteng Palangka Raya terdapat program bimbingan rohani yang dilaksanakan setiap hari Kamis pukul 06.30–07.00 WIB. Program ini wajib diikuti oleh seluruh siswa-siswi beragama Hindu, yang berjumlah 28 orang. Bimbingan rohani ini telah berjalan sejak lama, namun dalam pelaksanaannya mengalami penurunan partisipasi. Penurunan ini terlihat dari rendahnya kehadiran siswa, kurangnya keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung, serta kurangnya keseriusan dalam mengikuti bimbingan, yang ditunjukkan dengan perilaku seperti mengobrol, bermain, melamun, menguap, hingga tidak fokus saat kegiatan berlangsung. Berdasarkan latar belakang, maka dalam penelitian ini mengkaji : (1) Bagaimana Proses Pelaksanaaan Bimbingan rohani di SDN 4 Menteng? (2) Apa faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi siswa Hindu dalam mengikuti bimbangan rohani? (3) Bagaimana upaya guru agama Hindu dalam meningkatkan partisipasi siswa Hindu dalam mengikuti bimbinga rohani? Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi siswa Hindu, guru agama Hindu, serta pihak sekolah yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan bimbingan rohani terdiri dari enam tahapan, yaitu: kata pengantar, penyucian diri, pelantunan kidung Kandayu, puja Tri Sandya, Dharmawacana dan penutup. Faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya partisipasi siswa mencakup kurangnya kesadaran diri, motivasi yang rendah, kemacetan jalan, belum hapalnya doa (puja Tri Sandya), kesiapan perlengkapan seperti bunga, keterlambatan karena aktivitas keagamaan di rumah, dan keterlibatan dalam pekerjaan rumah tangga. Upaya yang dilakukan guru agama Hindu untuk meningkatkan partisipasi siswa meliputi mengajak siswa secara aktif, membuat materi lebih relevan dan menarik, meningkatkan keterlibatan siswa, menjalin komunikasi dengan orang tua, Tempat pelaksanaan bimbingan rohani akan menggunakan Ruangan belajar agama Hindu dan memberikan apresiasi atas keikut sertaan siswa. Kesimpulannya, partisipasi siswa Hindu dalam kegiatan bimbingan rohani masih perlu ditingkatkan dengan pendekatan yang lebih kreatif dan melibatkan berbagai pihak, termasuk guru dan orang tua, agar siswa lebih termotivasi dan menyadari pentingnya kegiatan rohani dalam kehidupan mereka.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan era digital menjadikan media sosial, khususnya Instagram, sebagai saluran komunikasi yang digunakan untuk membangun citra dan melakukan promosi oleh berbagai pihak. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya memanfaatkan Instagram sebagai media promosi. Namun, Instagram @humas_iahntp masih menunjukkan ketidakseimbangan antara jumlah pengikut yang tinggi dengan tingkat interaksi yang relatif rendah, sehingga diperlukan kajian mendalam mengenai strategi promosi dan efektivitas konten yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi promosi dan menganalisis bagaimana konten promosi pada Instagram @humas_iahntp dapat meningkatkan engagement audiens. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Content analysis. Konten dianalisis menggunakan teori bauran pemasaran 7P dan teori Content marketing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram @humas_iahntp menerapkan prinsip bauran pemasaran 7P sebagai strategi promosi. Konten Instagram @humas_iahntp masih perlu dioptimalkan menggunakan prinsip content marketing agar konten yang dipublikasikan lebih efektif untuk meningkatkan engagement agar meningkatkan visibiltas IAHN-TP Palangka Raya. Kurangnya engagement disebabkan oleh konten yang cenderung formal, informatif, dan kurang interaktif.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ni Made Santi Nirmalawati, 2025. Pengaruh Penggunaan Quizizz Terhadap Minat Belajar Siswa Di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Pembimbing (I) Dr. I Putu Widiyanto, M.Pd.H Pembimbing (II) I Made Pustikayasa, ST, M.Pd Quizizz adalah salah satu platform berbasis game yang dapat menjadi solusi dalam meningkatkan minat belajar siswa melalui fitur interaktif yang menyenangkan dan interaktif. Namun, masih sedikit penelitian yang membahas pengaruh atau dampaknya terhadap minat belajar siswa, terutama di Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana pengaruh penggunaan Quizizz terhadap minat belajar siswa di SDN 1 Menteng kota Palangka Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif survei dengan teknik analisis deskriptif. Penelitian dilakukan di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya, dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas V A yang berjumlah 24 siswa. Instrumen penelitian berupa angket (kuesioner) yang dikembangkan berdasarkan indikator minat belajar, dengan kategori sangat tinggi, tinggi, cukup dan rendah. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Hasil deskriptif statistik penelitian ini mengungkapkan bahwa dari 16 pernyataan terdapat 12 pernyataan yang valid dengan 24 siswa, didapatkan hasil nilai terkecilnya adalah 26, terbesar 46, total jumlah nya 950, rata-rata nya 39,58 dan deviasi standarnya yaitu 5,132. Berdasarkan data tersebut, sehingga klasifikasi kategorinya adalah terdapat mayoritas siswa yaitu dengan frekuensi 14 responden (58,33%) berada dalam kategori sangat tinggi, kemudian 9 responden (37,5%) berada pada kategori tinggi, 1 responden (4,17%) pada kategori cukup, dan tidak ditemukan siswa dengan minat belajar pada kategori rendah. Hasil ini menunjukkan bahwa Quizizz berpengaruh positif dan sangat tinggi terhadap minat belajar siswa di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MADE DEWI SAVITRI, 2025. Minat Anak Dalam Mengikuti PembelajaranPada Pasraman di Desa Tamban Luar Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I. Komang Suarta, S.Ag., M.Si. Pembimbing II, Putu Wisnu Saputra, M.Pd Pasraman Ganesa merupakan lembaga pendidikan nonformal untuk memperdalam ajaran agama Hindu. Namun, partisipasi siswa dalam pembelajaran tergolong rendah. Banyak siswa tidak hadir secara konsisten dan hanya mengikuti pertemuan awal. Penelitian ini membahas: (1) sistem pembelajaran di Pasraman Ganesa, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya minat anak, dan (3) upaya yang dilakukan untuk meningkatkan minat belajar anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori Kognitif, Behavioristik, dan Hirarki Kebutuhan Maslow. Informan terdiri dari pengurus pasraman, guru, orang tua, dan siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pembelajaran terdiri dari tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Faktor rendahnya minat anak meliputi faktor internal (kelelahan, kondisi fisik, psikologis) dan faktor eksternal (lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat). Upaya peningkatan minat anak dilakukan melalui pengaturan aktivitas, pemberian motivasi, peningkatan sarana prasarana, pelatihan guru, dan pemberian penghargaan kepada siswa.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Nyoman Wahyuni, 2025. Pengaruh Kecerdasan Spiritual Terhadap Prestasi Akademik Siswa Hindu Di SMA Negeri 4 Palangka Raya. pembimbing I Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H dan Pembimbing II Raisa Vienlentia, S.Psi., M.Psi.,Psikolog. Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan tertinggi manusia. Seseorang yang memiliki kecerdasan spiritual akan mampu memberikan makna spiritual pada pemikiran dan perilakunya seperti, membangun dirinya secara utuh melalui berbagai kegiatan positif sehingga mampu menyelesaikan berbagai persoalan hidup dengan melihat makna yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan spiritual terhadap prestasi akademik siswa Hindu di SMA Negeri 4 Palangka Raya. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian adalah 62 siswa Hindu kelas X dan XI di SMA Negeri 4 Palangka Raya dari total 77 siswa Hindu. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kecerdasan spiritual yang terdiri dari 28 pertanyaan dengan skala Likert, serta data nilai sumatif tengah semester siswa untuk prestasi akademik. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan bantuan perangkat lunak IBM Statistik 25 for Windows. Seluruh responden (100%) memiliki kecerdasan spiritual yang berada pada kategori sangat tinggi. Dan rata-rata nilai sumatif tengah semester siswa adalah 82,29%, dengan nilai terendah 78 dan tertinggi 89, menunjukkan prestasi akademik yang cukup baik. Secara statistik, hipotesis alternatif (H1) ditolak dan hipotesis nol (H0) diterima, yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kecerdasan spiritual terhadap prestasi akademik siswa Hindu di SMA Negeri 4 Palangka Raya. Meskipun demikian, kecerdasan spiritual tetap memiliki peran penting dalam pembentukan karakter, sikap, dan moral siswa dalam kehidupan sehari-hari.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PUJA SRIPATMA, 2025. Peran Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Seni Budaya di Kelas IV SDN 3 Palangka. Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Niwayan Sukraini, S.Pd.,M.Pd Skripsi ini membahas peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Seni Budaya di kelas IV SDN 3 Palangka. Peran guru sangat penting untuk menumbuhkan semangat, partisipasi, dan tanggung jawab siswa dalam belajar. Namun, motivasi belajar siswa masih rendah karena guru belum maksimal dalam memberikan motivasi. Hal ini terlihat dari cara guru mengajar yang langsung masuk ke materi tanpa menjelaskan tujuan pembelajaran. Akibatnya, siswa kurang tertarik dan mudah bosan, terutama saat pelajaran seni musik dan seni tari. Beberapa siswa juga tidak percaya diri dan sulit fokus. Kurangnya perhatian guru terhadap kesulitan siswa turut memengaruhi rendahnya semangat belajar mereka. Hasil observasi menunjukkan bahwa meskipun guru sudah mencoba memberi motivasi, hasilnya belum maksimal. Tujuan penelitian untuk mengkaji dan menganalisis secara mendalam untuk menemukan pengetahuan tentang, Peran Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Seni Budaya di Kelas IV SDN 3 Palangka. Penelitian ini dikaji dengan teori behavioristik, teori kendala dan teori humanistik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Informan ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru sangat penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Seni Budaya. Berdasarkan teori behavioristik, motivasi belajar dapat ditingkatkan melalui pemberian stimulus dan penguatan seperti pujian dan hadiah. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat kendala, seperti keterbatasan kompetensi guru di bidang seni dan kurangnya minat siswa pada materi tertentu. Untuk mengatasi hal ini, guru melakukan pendekatan sesuai teori humanistik, yaitu dengan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, memberi kebebasan berekspresi, serta mendorong siswa mengembangkan potensi dan kepercayaan diri mereka.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Miko, 2025 Persepsi Wisatawan Terhadap Objek Wisata City Forest Nyaru Menteng Kota Palangka Raya, Prodi Pramuwisata Budaya dan Keagaman, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pemmbing I Dr A A Gede Wiranata S.Ag.,M.Pd dan Pemimbing II Handoko S.Ag.,M.Si. City Forest Nyaru Menteng merupakan salah satu objek wisata hutan di Kota Palangka Raya yang menawarkan daya tarik unik berupa hutan alam yang masih terjaga, serta upaya konservasi terhadap flora dan fauna. Persepsi wisatawan terhadap objek wisata City Forest Nyaru Menteng adalah penilaian atau tanggapan wisatawan terhadap kualitas daya tarik, fasilitas, aksesibilitas, dan layanan yang tersedia di kawasan objek wisata tersebut. Rumusan masalah penelitian adalah bagaimana persepsi wisatawan terhadap objek wisata City Forest Nyaru Menteng dan bagaimana kemudahan akses, fasilitas, serta layanan tambahan berkontribusi terhadap persepsi wisatawan. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan wisatawan berkunjung dan mengevaluasi persepsi wisatawan terhadap komponen pariwisata 4A (attraction, accessibility, amenities, ancillary). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Subjek penelitian adalah wisatawan yang berkunjung ke Hutan Kota Nyaru Menteng dengan jumlah sampel 56 responden yang dipilih menggunakan teknik nonprobability sampling dengan insidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan Skala Likert yang mengukur empat dimensi utama yaitu atraksi, aksesibilitas, fasilitas, dan pelayanan tambahan. Pengumpulan data dilakukan melalui survei langsung kepada wisatawan. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan perhitungan persentase untuk menggambarkan persepsi wisatawan terhadap setiap komponen pariwisata. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji menggunakan korelasi Product Moment dan Cronbach Alpha. Hasil penelitian menunjukkan kedua hipotesis deskriptif yang diajukan diterima dengan hasil positif. Hipotesis pertama terbukti bahwa wisatawan memberikan persepsi positif terhadap City Forest Nyaru Menteng dengan rata-rata persentase 79,1% dalam kategori "Puas". Aspek atraksi memperoleh penilaian tertinggi 81,9% (Sangat Puas), diikuti fasilitas 77,7% (Puas), aksesibilitas 77,3% (Puas), dan pelayanan tambahan 74,6% (Puas), dengan persepsi keseluruhan mencapai 83,9% kategori "Sangat Puas". Hipotesis kedua menunjukkan kontribusi positif aksesibilitas, fasilitas, dan layanan tambahan terhadap persepsi wisatawan dengan rata-rata 76,5% kategori "Puas", memberikan kontribusi sebesar 2,54% terhadap persepsi keseluruhan wisatawan. Kesimpulan penelitian menunjukkan City Forest Nyaru Menteng berhasil memberikan pengalaman wisata yang memuaskan dengan potensi besar sebagai objek wisata unggulan di Kalimantan Tengah.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini mengkaji tentang Upacara Bayar Hajat Wadian Dadas di Desa Sumber Garunggung Kabupaten Barito Timur. Upacara Bayar Hajat Wadian Dadas merupakan suatu upacara yang ditunjukkan kepada para leluhur, upacara ini dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Mulung Kuyang (Roh suci) sebagai manisfestasi Ranying Hatalla Langit/Tuhan Yang Maha Esa yang telah membantu mewujudkan keinginan dan permintaan yang dikehendaki. Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah yang diangkat oleh peneliti sebagai berikut: 1. Bagaimana Proses Pelaksanan Upacara Bayar Hajat Wadian Dadas di Desa Sumber Garunggung Kabupaten Barito Timur ? 2. Bagaimana Fungsi Upacara Bayar Hajat Wadian Dadas di Desa Sumber Garunggung Kabupaten Barito Timur ? 3. Apakah Persfektif Pendidikan Agama Hindu terhadap Upacara Bayar Hajat Wadian Dadas di Desa Sumber Garunggung Kabupaten Barito Timur ?. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami proses pelaksanaan upacara Bayar Hajat Wadian Dadas, fungsi dan nilai-nilai terkandung pada upacara Bayar Hajat Wadian Dadas serta menambah wawasan bagi Umat Hindu Kaharingan di Desa Sumber Garunggung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Teori Religi, Teori Fungsional Struktural dan Teori Pendidikan Agama Hindu. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Kualitatif, teknik penentuan informan yang digunakan yakni Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan: observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis dari penelitian yang dilakukan tentang upacara Bayar Hajat Wadian Dadas dapat disimpulkan bahwa: (1) Tata cara pelaksanaan pada upacara Bayar Hajat Wadian Dadas memiliki beberapa tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir. (2) Fungsi dari upacara Bayar Hajat Wadian Dadas sebagai berikut : 1. Menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan dan leluhur, 2. Menjaga hubungan harmonis dengan sosial sesama manusia. (3) Perspektif pendidikan agama hindu yang terdapat dalam upacara yakni: 1. Perspektif Pendidikan Tattwa Agama Hindu, 2. Perspektif Pendidikan Susila/Etika Agama Hindu, 3. Perspektif Pendidikan Upacara Agama Hindu
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini mengkaji tentang metode learning by doing dalam meningkatkan keterampilan menggambar pada siswa kelas x tkr a SMK Karsa mulya. Di SMK Karsa Mulya, khususnya kelas X TKR A, ditemukan bahwa keterampilan menggambar siswa masih tergolong rendah, dilihat dari ketidaktepatan proporsi, perspektif, serta pewarnaan dan kontrol tangan yang belum stabil. Guru seni budaya telah menerapkan metode Learning by Doing untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode ini dikenal mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran melalui praktik langsung. Namun, hasilnya belum maksimal dan belum sepenuhnya mencapai standar pembelajaran yang ditetapkan Kemendikbudristek. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode Learning by Doing, kendala yang dihadapi, serta solusi yang dilakukan guru dalam meningkatkan keterampilan menggambar siswa kelas X TKR A di SMK Karsa Mulya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus penelitian terletak pada aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung, serta kendala-kendala yang dihadapi dalam menerapkan metode tersebut. Teori yang digunakan untuk membantu peneliti mengkaji fenomena ini adalah teori behavioristik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan metode Learning by Doing dalam pembelajaran seni rupa di kelas X TKR A SMK Karsa Mulya memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman siswa. Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala, baik dari sisi guru maupun siswa. Kendala tersebut meliputi keterbatasan waktu untuk diskusi karya, perbedaan kemampuan antar siswa, gangguan konsentrasi, penggunaan istilah yang sulit dipahami dengan penjelasan yang terlalu cepat, serta kurangnya ketertarikan siswa terhadap topik pembelajaran tertentu. Oleh karena itu, meskipun metode ini tergolong efektif, perlu adanya penguatan pada tahap evaluasi dan refleksi akhir agar siswa mampu menilai hasil karyanya secara lebih kritis dan mendalam, serta mendorong peningkatan kualitas pembelajaran seni rupa secara berkelanjutan.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mala. 2025, Peran mantir adat dalam penerapan Pasal 12 Hukum Adat Dayak terhadap perkawinan Sala Hurut di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Skripsi Srata Satu, Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing 1 Mariatic S.Ag.M.Si, dan Pembimbing II Ririn Kurniasi.SH..MH. Penelitian ini membahas tentang peran mantir adat dalam penerapan Pasal 12 Hukum Adat Dayak terhadap kasus perkawinan Sala Hurui di Desa Tumbang Panggo, Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami isi dan makna Pasal 12 Hukum Adat Dayak berkaitan dengan Sala Hurui dalam konteks perkawinan adat, menganalisis peran mantir adat dalam menangani kasus Sala Hurui, serta mengevaluasi efektivitas penerapan hukum adat dalam menyelesaikan permasalahan tersebut di tengah masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasal 12 Hukum Adat Dayak memuat ketentuan adat mengenai larangan dan sanksi terhadap tindakan Sala Hurui, yaitu pelanggaran aturan adat dalam proses perkawinan. Mantir adat berperan penting sebagai penegak hukum adat, mediator antara pihak-pihak yang berselisih, serta pengambil keputusan dalam musyawarah adat. Penerapan hukum adat oleh mantir adat dinilai cukup efektif dalam menyelesaikan kasus Sala Hurui, karena mampu menciptakan kesepakatan dan pemulihan hubungan sosial di lingkungan masyarakat. Namun demikian, efektivitas ini masih dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kesadaran masyarakat terhadap hukum adat, perkembangan zaman, serta pengaruh hukum formal dari negara.