Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

M

1.033 karya publik ditemukan.

2026: 562025: 942024: 1222023: 1582022: 1932021: 2662020: 352018: 372017: 70

KREATIVITAS GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PPKN KELAS 4A SDN 2 BUKIT TUNGGAL PALANGKA RAYA

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Mira. 2025. Kreativitas Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PPKn Kelas 4A SDN 2 Bukit Tunggal Palangka Raya Pembibing I Dr. Derson, S.Ag., M.Ag. Pembibing II Lamri, S.Pd.H Kreativitas Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PPKn Kelas 4A SDN 2 Bukit Tunggal Palangka Raya. Kreativitas ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di dalam kelas terutama pada mata pelajaran PPKn kelas 4A berikutnya memotivasikan siswa dalam pembelajaran. Adapun rumus masalah : 1 bagaimana kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajara siswa pada mata pelajaran PPKn SDN 2 Bukit Tunggal Palanka Raya ? 2. Apa saja faktor yang mempengaruhi kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PPKn di kelas 4A sdn 2 Bukit Tunggal Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori Humanistik, teori Kontruktruktivisme. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di SDN 2 Bukit Tunggal, jenis dan sumber data yang digunakan : sumber data primer dan data skunder, tehnik penentuan informan yaitu tehnik purposive, tehnik pengumpulan data yang digunakan : Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi, Instrumen penelitian kualitatif tehnik analisis data yaitu : pengumpulan data, penyajian data dan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan tetang Kreativitas Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PPKn Kelas 4A SDN 2 Bukit Tunggal Palangka Raya. Yaitu dalam kreativitas guru meningkatkan motivasi belajar siswa dilakukan dikelas menggunakan beberapa metode : tanya jawab, ceramah, diskusi kelompok, dan menggunakan media pembelajaran. Selain itu kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, yang lebih dalam memberikan pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan sehingga dapat menarik minat siswa belajar pada pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar pada siswa di kelas.

Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Papan Jurang Terhadap Motivasi Belajar Siswa di SDN 8 Menteng Palangka Raya

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Marsi. 2025 Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H., Krisma Natalia, M.Pd. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Papan Jurang terhadap Motivasi Belajar siswa di SDN 8 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini membahas tentang pengaruh penggunaan media pembelajaran papan jurang terhadap motivasi belajar siswa di SDN 8 Menteng Palangka Raya. Berdasarkan hasil observasi yang di lakukan oleh peneliti, guru jarang menggunakan media pembelajaran pada saat kegiatan pembelajaran matematika sehingga motivasi belajar siswa tidak tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah menggunakan media pembelajaran papan jurang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Bentuk desain yang digunakan adalah Pre-Experiment Design Pre-Tes and Post-Test Group. Motivasi belajar siswa diukur menggunakan angket. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II dengan jumlah 32 orang siswa. Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif. Berdasarkan data hasil penelitian, peneliti memperoleh hasil berupa peningkatan motivasi belajar siswa. Pada tahap pre-test nilai rata-rata siswa berjumlah 37,13 yang artinya motivasi belajar siswa berada pada kategori sedang. Sedangkan pada tahap post-test, nilai rata-rata motivasi belajar siswa berjumlah 39,59 yang artinya motivasi belajar siswa berada pada kategori tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran papan jurang mempengaruhi tingkat motivasi belajar siswa.

PENGARUH PENGGUNAAN QUIZIZZ TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DI SDN 1 MENTENG KOTA PALANGKA RAYA

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Ni Made Santi Nirmalawati, 2025. Pengaruh Penggunaan Quizizz Terhadap Minat Belajar Siswa Di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Pembimbing (I) Dr. I Putu Widiyanto, M.Pd.H Pembimbing (II) I Made Pustikayasa, ST, M.Pd Pada era digital, teknologi berkembang sangat pesat sehingga diharapkan para pendidik dapat mengikuti perkembangan zaman ini dan dapat mengaplikasikannya dalam dunia pendidikan, termasuk dalam metode evaluasi atau asesmen pembelajaran agar dapat meningkatkan minat belajar, serta tidak terkesan jenuh dan monoton. Namun, banyak guru yang masih terus menggunakan metode penilaian konvensional, seperti penilaian tertulis di atas kertas, yang sering membuat siswa bosan dan tegang. Hal ini dapat berpengaruh terhadap minat belajar siswa yang dapat cenderung menurun. Sebaliknya, penggunaan telepon genggam dikalangan siswa sudah cukup tinggi, sehingga diperlukan inovasi baru dalam evaluasi pembelajaran melalui teknologi. Quizizz adalah platform berbasis game yang dapat menjadi solusi melalui fitur interaktif yang menyenangkan dan interaktif. Salah satu guru di SDN 1 Menteng memanfaatkan Quizizz sebagai media asesmen/evaluasi dalam pembelajaran, dan dapat dilihat bagaimana antusias siswa saat mengerjakan soal melalui Quizizz. Namun, masih sedikit penelitian yang mempelajari dampaknya terhadap minat belajar siswa, terutama di sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana pengaruh penggunaan Quizizz terhadap minat belajar siswa di SDN 1 Menteng kota Palangka Raya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif survei dengan teknik analisis deskriptif. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner pada 24 responden. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa dari 24 siswa, terdapat mayoritas siswa yaitu dengan frekuensi 14 responden (58,33%) berada dalam kategori sangat tinggi, kemudian 9 responden (37,5%) berada pada kategori tinggi, 1 responden (4,17%) pada kategori cukup, dan tidak ditemukan siswa dengan minat belajar pada kategori rendah, serta nilai rata-rata 40 dengan 83,33% yang dimana masuk dalam kategori sangat tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa Quizizz berpengaruh positif dan sangat tinggi terhadap minat belajar siswa di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya.

IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SDN 2 BUKIT TUNGGAL

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Mei Lanisa,2025. Dr. Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,MA., Putu Wisnu Saputra, M.Pd.Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Implementasi Kurikulum Merdeka Di SDN 2 Bukit Tunggal. Kurikulum merdeka adalah ideologi pendidikan yang menerapkan gagasan bahwa sistem pendidikan perlu menjadi lebih fleksibel dan responsif terhadap tuntunan masyarakat serta kebutuhan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum merdeka memberikan kebebasan kepada sekolah dengan tetap mengacu pada standar pendidikan nasional untuk menjamin pencapaian pada tujuan pendidikan nasional. Dalam perspektif ini, kurikulum dianggap sebagai suatu sistem yang harus dapat menyesaikan diri dengan dinamika perubahan zaman dan kebutuhan sosial yang berkembang. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan kurikulum merdeka pada jenjang sekolah dasar yaitu SDN 2 Bukit Tunggal, serta menganalisis kendala apasaja yang ditemukan pada pelaksanaannya dan bagaimana upaya guru dalam menghadapi kendala tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif, penelitian ini akan memberikan gambaran tentang situasi dan kejadian faktual yang sistematis mengenai faktor serta fenomena yang dimiliki untuk mengetahui dasar-dasarnya. Hasil dari penelitian ini secara keseluruhan pelaksanaan kurikulum merdeka di SDN 2 Bukit Tunggal tidak hanya berlangsung begitu saja tanpa adanya persiapan, hal ini menunjukkan bahwa SDN 2 Bukit Tunggal telah bergerak kearah yang positif dalam mendukung kebijakan baru dalam bidang pendidikan yang dirancang pemerintah melalui kurikulum merdeka. Meskipun pada tahap awal banyak ditemukan kendala baik dalam pemahaman mengenai konsep maupun komponen dalam kurikulum merdeka serta sulitnya beradaptasi dengan perangkat ajar baru namun hal tersebut tidak serta merta menghentikan semangat sekolah untuk terus maju serta berbenah dan belajar. Dengan adanya pelatihan yang relavan serta pendampingan yang berkelanjutan dan komunikasi yang terbuka dari berbagai pihak terkait, implementasi kurikulum merdeka yang bertahap mulai menunjukkan dampak positif baik dalam hal kesiapan guru maupun dalam peningkatan kualitas pembelajaran yang lebih konstekstual dan bermakna.

LEARNING BY DOING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGGAMBAR DALAM PEMBELAJARAN SENI RUPA PADA SISWA KELAS X TKR A SMK KARSA MULYA

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skripsi ini mengkaji tentang metode learning by doing dalam meningkatkan keterampilan menggambar pada siswa kelas x tkr a SMK Karsa mulya. Di SMK Karsa Mulya, khususnya kelas X TKR A, ditemukan bahwa keterampilan menggambar siswa masih tergolong rendah, dilihat dari ketidaktepatan proporsi, perspektif, serta pewarnaan dan kontrol tangan yang belum stabil. Guru seni budaya telah menerapkan metode Learning by Doing untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode ini dikenal mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran melalui praktik langsung. Namun, hasilnya belum maksimal dan belum sepenuhnya mencapai standar pembelajaran yang ditetapkan Kemendikbudristek. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode Learning by Doing, kendala yang dihadapi, serta solusi yang dilakukan guru dalam meningkatkan keterampilan menggambar siswa kelas X TKR A di SMK Karsa Mulya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus penelitian terletak pada aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung, serta kendala-kendala yang dihadapi dalam menerapkan metode tersebut. Teori yang digunakan untuk membantu peneliti mengkaji fenomena ini adalah teori behavioristik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan metode Learning by Doing dalam pembelajaran seni rupa di kelas X TKR A SMK Karsa Mulya memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman siswa. Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala, baik dari sisi guru maupun siswa. Kendala tersebut meliputi keterbatasan waktu untuk diskusi karya, perbedaan kemampuan antar siswa, gangguan konsentrasi, penggunaan istilah yang sulit dipahami dengan penjelasan yang terlalu cepat, serta kurangnya ketertarikan siswa terhadap topik pembelajaran tertentu. Oleh karena itu, meskipun metode ini tergolong efektif, perlu adanya penguatan pada tahap evaluasi dan refleksi akhir agar siswa mampu menilai hasil karyanya secara lebih kritis dan mendalam, serta mendorong peningkatan kualitas pembelajaran seni rupa secara berkelanjutan.

UPACARA IPAKET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SPIRITUAL DAN PENDIDIKAN AGAMA DALAM MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA HAYAPING KECAMATAN AWANG KEBUPATEN BARITO TIMUR

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK TEMA. 2025. Upacara Ipaket sebagai Media Pembelajaran Spiritual dan Pendidikan Agama dalam Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kebupaten Barito Timur (Perspektif Pendidikan Hindu). Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing Drs. Derson, S.Ag., M.Ag, Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.M.,Si Skripsi ini mengkaji ritual Ipaket umat Hindu Kaharingan di Desa Bentot Kecamatan Patangkep Tutui Kabupaten Barito Timur. Fenomena yang terjadi dalam ritual Ipaket selama ini adalah kurangnya pemahaman umat terhadap proses, makna, serta nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam ritual Ipaket, sehingga ritual tersebut dilaksanakan sebagai ceremonial tanpa mengetahui bagaimana proses, makna dan nilai-nilai pendidikan yang ada dalam ritual Ipaket. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1.Bagaimana Peranan Upacara Ipaket Sebagai media pembelajaran Seperitual Pada Masyarakat Hindu di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kebupaten Barito Timur? 2.Apa saja media pembelajaran Spritual yang terkandung di Upacara Ipaket dan Pendidikan Agama Hindu,Dalam Upacara Ipaket. Pada masyarakat Hindu di Desa Hayaping Kecamatan Awang, Kebupaten Barito Timur? Tujuan umum dari penelitian ini untuk menemukan pengetahuan yang terperinci dalam ritual Ipaket yang dilaksanakan di Desa Bentot. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori Fungsional dan struktural, teori religi, teori simbol, dan teori pendidikan. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen, dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, penafsiran data, dan penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori fungsional dan struktural maka diperoleh bahwa ritual Ipaket dalam pelaksanaannya sistem yang terstruktur dan mempunyai fungsi setiap sarana prasarana yang dibuat. Makna yang terkandung dalam ritual Ipaket dikaji dengan teori religi dan teori simbol maka diperoleh makna religius, makna penyucian, dan makna sosial. Sedangkan nilai-nilai pendidikan yang terdapat pada ritual Ipaket di analisis dengan teori pendidikan diperoleh nilai tattwa (kebenaran mutlak), nilai susila (etika), dan nilai upakara (upacara). Proses, makna dan nilai-nilai pendidikan yang terdapat ritual Ipaket saling berkaitan erat dalam menjaga keseimbangan alam dengan kehidupan manusia agar meningkatkan kesejahteraan, kedamaian, kebahagiaan, serta meningkatkan sradha bhakti guna terciptanya kehidupan yang harmonis antara manusia dengan sang pencipta, dengan sesama manusia, maupun manusia dengan alam. Kata kunci: Upacara Ipaket Sebagai Media Pembelajaran Spiritual Pendidikan Agama Hindu

PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SD NEGERI TUMBANG KARAMU 1 KABUPATEN MURUNG RAYA

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Marliani. 2025. Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SD Negeri Tumbang Karamu 1 Kabupaten Murung Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd, M.Si Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Pd.H. Kreativitas guru sangat diperlukan dalam suatu proses pembelajaran guna meningkatkan motivasi peserta didik. Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan terkait kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data (datacondensation), penyajian data (datadisplay) dan penarikan kesimpulan (conclusionsdrawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki kreativitas yang baik dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik (1) Kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik yaitu dengan (a) Menggunakan Metode Tanya jawab, ceramah, dan diskusi kelompok. (b) Media pembelajaran yang digunakan untuk menunjang pembelajaran. (c) Guru membuat perencanaan sebelum proses pembelajaran dan melakukan evaluasi. (d) Beberapa metode dan strategi pembelajaran yang digunakan. Beberapa metode dan strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru adalah untuk meningkatkan motivasi dan menarik minat belajar pada peserta didik. (2) Kendala guru dalam meningkatkan kreativitas untuk memotivasi belajar peserta didik yaitu: (a) Karakter dan perilaku peserta didik yang berbeda-beda. (b) Peserta didik yang tidak bisa membaca dan berhitung akan kesulitan mengikuti kegiatan pembelajaran. (c) Sarana dan prasarana yang terbatas. Beberapa kendala tersebut dapat menghalangi dan menghambat jalannya suatu proses pembelajaran

Interaksi Teman Sebaya Sebagai Motivasi Belajar Siswa Hindu Di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Minat dan semangat siswa pada proses belajar disebut juga sebagai motivas belajar, motivasi belajar pada siswa tidak timbul begitu saja, melainkan perlu adanya rangsangan baik secara internal maupun eksternal. Rangsangan motivasi secara internal disebabkan oleh keinginan untuk mencapai prestasi belajar, sedangkan rangsangan secara eksternal, disebabkan oleh orang tua, keluarga, lingkungan sosial, lingkungan sekolah, guru, dan teman sebayanya melalui interaksi yang terjalin setiap saat, baik dalam kelas, maupun diluar kelas. Penelitian yang dilakukan berfokus pada interaksi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa, khususnya siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan yaitu; (1) Untuk mendeskripsikan interkasi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. (2) Untuk mendeskripsikan dan mengkaji kendala dan solusi interakasi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Untuk mencapai tujuan diatas, peneliti mengunakan jenis metode penelitian kualitatif yang berlangsung di sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Adapun teori yang digunakan yaitu, teori behaviorisme dan teori interaksi simbolik. Penentuan informan dengan mengunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari, guru agaa Hindu, orang tua siswa, dan siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian yagn dilakukan yaitu; (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) dokumentasi. Selanjtunya, data dianalisis melalui tiga tahap yaitu; kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut; 1) Bagaimana interaksi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, (2) Bagaimana kendala dan solusi interaksi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya.

Komunikasi Persuasif Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam Memotivasi Umat Hindu Kaharingan Mengikuti Basarah di Desa Reong Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelaksanaan Basarah merupakan bagian penting dari kewajiban spiritual umat Hindu Kaharingan sebagai bentuk penghayatan terhadap ajaran agama. Strategi komunikasi persuasif Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan yang efektif dalam memotivasi umat mengikuti basarah dapat meningkatkan partisipasi umat mengikuti kegiatan basarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran strategi komunikasi persuasif yang digunakan oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan untuk memotivasi umat Hindu Kaharingan mengikuti Basarah dan efektivitas dari strategi tersebut. Penelitian ini terdapat dua rumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) bagaimanakah strategi komunikasi persuasif Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam memotivasi umat Hindu Kaharingan mengikuti basarah, (2) bagaimanakah efektivitas strategi komunikasi persuasif Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam memotivasi umat Hindu Kaharingan mengikuti Basarah. Penelitian ini menggunakan teori Retorika dan teori perubahan sikap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Selanjutnya teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama strategi komunikasi persuasif yang digunakan oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam memotivasi umat Hindu Kaharingan adalah menggunakan strategi Basarah giliran yang memuat kegiatan arisan, Sekolah Hari Kamis, dan strategi pelatihan yang terdiri dari pelatihan dharma wacana dan diskusi yang dianalisis menggunakan teori retorika. Kedua efektivitas strategi Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam memotivasi umat mengikuti Basarah di Desa Reong terbukti efektif, dilihat dari semakin meningkatnya pemahaman dan pengalaman ajaran agama, dan meningkatnya partisipasi umat dalam mengikuti Basarah yang dianalisis menggunkakan teori perubahan sikap.

Komunikasi Verbal antara Mahasiswa dengan Dosen Pembimbing Akademik di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Secara umum tujuan penelitian ini adalah gambaran tentang pola komunikasi verbal anatara mahasiswa dan dosen pembimbing akademik serta untuk mengetahui dampak dari komunikasi verbal mahasiswa dengan dosen pembimbing akademik di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Adapun rumusan masalah dalam skripsi ini adalah : 1) Bagaimana pola komunikasi verbal antara mahasiswa dengan dosen pembimbing akademik, 2). Bagaimana dampak komunikasi verbal antara mahasiswa dengan dosen pembimbing akademik. Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, kepustakaan, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu : 1) Pengumpulan data, 2) Reduksi Data, 3) Penyajian Data dan 4) Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola komunikasi yang digunakan mahasiwa dan dosen pembimbing akademik yaitu menggunakan pola komunikasi langsung (verbal) dan pola komunikasi tidak langsung (nonverbal) yang dianalisis menggunakan teori interaksi simbolik pola komunikasi langsung yang dilakukan mahasiswa yaitu melaukakan komunikasi tatap muka atau langsung bertemu dengan dosen pembimbing pada saat bimbingan. Adapun pola komunikasi tidak langsung, yaitu mahasiswa dan dosen pembimbing melakukan komunikasi melalui platform media seperti whatsaap, dan email. Adapun dampak dari komunikasi verbal antara mahasiswa dan dosen pembimbing akademik yaitu terdapat dampak positif dan dampak negatif yang dianalisis menggunakan teori komunikasi antarpribadi. Dampak positif komunikais verbal yaitu : meningkatkan pemahaman, mengurangi kesalahpahaman antara dosen dengan mahasiswa, dosen pembimbing akademik juga memengaruhi motivasi belajar dengan memberikan arahan dan umpan balik yang positif. Adapun dampak negatif yaitu : kesulitan dalam menyesuaikan gaya komunikasi dosen, kesibukan dosen sehingga susah ditemui, rasa takut dan kurang percaya diri dalam berkomunikasi dengan dosen pembimbing, lalu dampak yang dirasakan dosen yaitu kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap apa yang disampaikan dosen, mahasiswa yang kurang komunikatif, serta penggunaan bahasa yang kurang formal.

Judul Skripsi : Penanaman Nilai Pendidikan Hindu Dalam Persembahyangan Basarah Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

SALMI, 2025. Penanaman Nilai Pendidikan Hindu dalam Persembahyangan Basarah pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Yoppie, M. Pd. H Penanaman Nilai pendidikan dalam persembahyangan Basarah merupakan penanaman yang sangat penting. Penanaman nilai dalarn persembahyangan Basarah tersebut yaitu sebagai berikut: Ketua Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan adalah pemimpin bagi umat Hindu Kaharingan yang berada di Desa tersebut, yang mana sudah diberikan tugas dan tanggung jawab untuk memimpin umat. Selain majelis kelompok melakukan penanaman terhadap pelaksanaan Basarah misalkan Basarah di tempat balai dan di tempat orang meninggal (Basarah Ampung). Sehingga dengan adanya permasalahan diatas penulis tertarik untuk mengkaji: 1. Apa saja nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Persembayangan Basarah di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. 2. Apa saja kendala penanaman nilai pendidikan Hindu dalam Upacara Persembayangan Basarah di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.Tujuan umum mengacu pada judul. 2. Tujuan Khusus yaitu untuk mengetahui Untuk mengetahui apa saja nilai Pendidikan Hindu dalam upacara Persembahyangan Basarah pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. 2. Untuk mengetahui kendala penanaman nilai-nilai pendidikan Hindu dalam Upacara Persembayangan Basarah di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan untuk memecah rumusan masalah menggunakan tiga teori yaitu teori bentu, teori pelestarian budaya, dan teori nilai. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan penentuan informan yaitu Teknik purposive sampling. Sementara itu, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi, selanjutnya Teknik analisis data yang digunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Berdasakan Hasil penelitian: 1. Apa saja nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Persembayangan Basarah di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. 2. Apa saja kendala penanaman nilai pendidikan Hindu dalam Upacara Persembayangan Basarah di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. Kata kunci : Penanaman Nilai, pendidikan agama Hindu dan Pelaksanaan Basarah.

Transformasi Adi Widya Pasraman Menjadi Adi Widyalaya dan Implikasinya terhadap Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini mengkaji transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya serta implikasinya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Transformasi ini didorong oleh terbitnya Peraturan Menteri Agama Nomor 2 tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Widyalaya. Terbitnya Peraturan Menteri Agama ini bertujuan untuk mengubah status pasraman formal menjadi satuan pendidikan Widyalaya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis dan mendeskripsikan proses transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, (2) mendeskripsikan implikasi transformasi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami, menganalisis, dan mendeskripsikan transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya serta implikasinya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Informan dalam penelitian ini terdiri dari koordinator pendidikan, kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dibantu dengan menggunakan pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif menurut Miles & Huberman (2014). Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa proses transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya harus melengkapi persyaratan, mulai dari persyaratan administratif, teknis, dan kelayakan pendirian. Dengan melengkapi persyaratan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah melakukan verifikasi terhadap berkas tersebut dan selanjutnya diserahkan kepada Direktur Jenderal Bimas Hindu RI. Implikasi transformasi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya memberikan dampak yang positif terhadap delapan standar nasional pendidikan.

PARTISIPASI SISWA HINDU DALAM MENGIKUTI BIMBINGAN ROHANI DI SDN 4 MENTENG PALANGKA RAYA

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi siswa beragama Hindu dalam mengikuti bimbingan rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Di SDN 4 Menteng Palangka Raya terdapat program bimbingan rohani yang dilaksanakan setiap hari Kamis pukul 06.30–07.00 WIB. Program ini wajib diikuti oleh seluruh siswa-siswi beragama Hindu, yang berjumlah 28 orang. Bimbingan rohani ini telah berjalan sejak lama, namun dalam pelaksanaannya mengalami penurunan partisipasi. Penurunan ini terlihat dari rendahnya kehadiran siswa, kurangnya keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung, serta kurangnya keseriusan dalam mengikuti bimbingan, yang ditunjukkan dengan perilaku seperti mengobrol, bermain, melamun, menguap, hingga tidak fokus saat kegiatan berlangsung. Berdasarkan latar belakang, maka dalam penelitian ini mengkaji : (1) Bagaimana Proses Pelaksanaaan Bimbingan rohani di SDN 4 Menteng? (2) Apa faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi siswa Hindu dalam mengikuti bimbangan rohani? (3) Bagaimana upaya guru agama Hindu dalam meningkatkan partisipasi siswa Hindu dalam mengikuti bimbinga rohani? Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi siswa Hindu, guru agama Hindu, serta pihak sekolah yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan bimbingan rohani terdiri dari enam tahapan, yaitu: kata pengantar, penyucian diri, pelantunan kidung Kandayu, puja Tri Sandya, Dharmawacana dan penutup. Faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya partisipasi siswa mencakup kurangnya kesadaran diri, motivasi yang rendah, kemacetan jalan, belum hapalnya doa (puja Tri Sandya), kesiapan perlengkapan seperti bunga, keterlambatan karena aktivitas keagamaan di rumah, dan keterlibatan dalam pekerjaan rumah tangga. Upaya yang dilakukan guru agama Hindu untuk meningkatkan partisipasi siswa meliputi mengajak siswa secara aktif, membuat materi lebih relevan dan menarik, meningkatkan keterlibatan siswa, menjalin komunikasi dengan orang tua, dan memberikan apresiasi atas keikutsertaan siswa. Kesimpulannya, partisipasi siswa Hindu dalam kegiatan bimbingan rohani masih perlu ditingkatkan dengan pendekatan yang lebih kreatif dan melibatkan berbagai pihak, termasuk guru dan orang tua, agar siswa lebih termotivasi dan menyadari pentingnya kegiatan rohani dalam kehidupan mereka.

Pengaruh Multicultural Personality terhadap Sikap Toleransi Siswa Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh multicultural personality terhadap sikap toleransi siswa Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data multicultural personality dan sikap toleransi siswa dikumpulkan melalui angket atau kuesioner dengan responden 42 siswa Hindu dari kelas X dan kelas XI di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Data dianalisis dengan regresi sederhana menggunakan IBM Statistics 25 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa multicultural personality siswa Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya kategori tinggi dengan persentase 64%. Sikap toleransi siswa Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya termasuk kategori sangat tinggi dengan persentase 90%. Pada hasil uji hipotesis didapat Sig. 0,0060,05 dan nilai t Hitung 2,927 > t Tabel 2,021 sehingga menghasilkan H1 diterima dan H0 ditolak, dapat disimpulkan bahwa multicultural personality secara signifikan berpengaruh terhadap sikap toleransi siswa Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya.

TINGKAT KEPUASAN SISWA AGAMA HINDU TERHADAP PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SMAN-1 KATINGAN HULU KABUPATEN KATINGAN

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Jumiyanti Agustina Putri, 2025. Tingkat Kepuasan Siswa Agama Hindu Terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Dan Budi Pekerti Di SMAN -1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II I Made Pustikayasa, S.T., M.Pd Penelitian ini mengkaji tentang tingkat kepuasan siswa Agama Hindu dan budi pekerti diSMAN-1 katingan hulu kabupaten katingan. Guru belum mengajarkan materi secara konsisten akibat keterbatasan sumber daya, seperti kurangnya buku teks, alat bantu, dan teknologi. Lingkungan kelas yang kurang nyaman serta minimnya pendekatan personal juga menghambat interaksi dan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Hindu.Kepuasan siswa merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pembelajaran, yang mencakup lima dimensi utama: keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan aspek fisik (tangible).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat kepuasan siswa Agama Hindu terhadap pembelajaran pendidikan agama Hindu dan budi pekerti di SMAN -1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunaka pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan Data tingkat kepuasan dikumpulkan melalui angket atau kuesioner dengan responden 31 siswa Agama Hindu kelas XI di SMAN-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Hasil penelitian bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti secara umum berada dalam kategori "Puas", dengan persentase sebesar 77,09%.sehingga menghasilkan Hipotesis Nol (H₀) yang menyatakan siswa Agama Hindu di SMAN 1 Katingan Hulu kabupaten katingan memiliki tingkat kepuasan yang tidak puas terhadap pembelajaran pendidikan Agama Hindu dan budi pekerti ditolak, sedangkan Hipotesis Alternatif (H₁) yang menyatakan bahwa siswa Agama Hindu memiliki tingkat kepuasan yang terdiri dari sangat puas, puas.cukup puas dan sangat tidak puas ,di terima , karena indikator-indikator seperti reliability, responsiveness, assurance, empathy dan tangible berada pada kategori “Puas”

Minat Anak Mengikuti Pembelajaran Pada Pasraman Ganesa di Desa Tamban Luar Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

MADE DEWI SAVITRI, 2025. Minat Anak Dalam Mengikuti PembelajaranPada Pasraman di Desa Tamban Luar Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I. Komang Suarta, S.Ag., M.Si. Pembimbing II, Putu Wisnu Saputra, M.Pd Pasraman Ganesa merupakan lembaga pendidikan nonformal untuk memperdalam ajaran agama Hindu. Namun, partisipasi siswa dalam pembelajaran tergolong rendah. Banyak siswa tidak hadir secara konsisten dan hanya mengikuti pertemuan awal. Penelitian ini membahas: (1) sistem pembelajaran di Pasraman Ganesa, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya minat anak, dan (3) upaya yang dilakukan untuk meningkatkan minat belajar anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori Kognitif, Behavioristik, dan Hirarki Kebutuhan Maslow. Informan terdiri dari pengurus pasraman, guru, orang tua, dan siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pembelajaran terdiri dari tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Faktor rendahnya minat anak meliputi faktor internal (kelelahan, kondisi fisik, psikologis) dan faktor eksternal (lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat). Upaya peningkatan minat anak dilakukan melalui pengaturan aktivitas, pemberian motivasi, peningkatan sarana prasarana, pelatihan guru, dan pemberian penghargaan kepada siswa.

Peranan Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Sikap Religius Siswa Melalui Persembahyangan Basarah Di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas.

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Irma Anjelina. 2025. Peranan Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Sikap Religius Siswa Melalui Persembahyangan Basarah Di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarrya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M.Pd. H Pembimbing II.I Made Pustikayasa, S.T., M.Pd. Pentingya peranan guru pendidikan agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Dengan menanamkan sikap Religius melalui persembahyangan Basarah diharapkan mampu menjadi pribadi yang baik, bertingkah laku yang baik, membentuk karakter yang baik, meningkatkan toleransi, dan menciptakan individu yang beriman serta bertakwa serta mampu menanamkan sikap Religius baik dilingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Berdasarkan latar belakang diatas dapat ditarik beberapa rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain: 1). Bagaimana Peranan Guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas, 2). Apa Kendala Guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling, teknik pengumpulan data, menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 12 Juni 12 Juli 2025. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Peneliti menggunakan teknik Purposive, teknik pengumpulan data, menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 12 Juni 12 Juli 2025. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu SMAN 1 Sepang Kabupaten Gunung Mas. Hasil penelitian yaitu 1). Peranan guru agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah yaitu: sebagai pendidikan, pembimbing dan teladan, 2). Kendala guru agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah yaitu: 1) Internal yaitu berasal dari siswa agama Hindu seperti kurangnya kesadaran terkait penanaman sikap Religius dan karakter siswa yang kurang baik. Dan 2) Kendala Eksternal, yaitu kurangnya waktu belajar di sekolah dan pengaruh buruk dari lingkungan sekitar baik itu di sekolah maupun di rumah. Adapun upaya yang dilakukan yaitu dari guru agama Hindu dengan memberikan tambahan waktu belajar di luar jam belajar di sekolah Dan pihak sekolah memberikan pengawasan secara langsung terkait penanaman sikap Religius.

Peran Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Seni Budaya di Kelas IV SDN 3 Palangka

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

PUJA SRIPATMA, 2025. Peran Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Seni Budaya di Kelas IV SDN 3 Palangka. Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Niwayan Sukraini, S.Pd.,M.Pd Skripsi ini membahas peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Seni Budaya di kelas IV SDN 3 Palangka. Peran guru sangat penting untuk menumbuhkan semangat, partisipasi, dan tanggung jawab siswa dalam belajar. Namun, motivasi belajar siswa masih rendah karena guru belum maksimal dalam memberikan motivasi. Hal ini terlihat dari cara guru mengajar yang langsung masuk ke materi tanpa menjelaskan tujuan pembelajaran. Akibatnya, siswa kurang tertarik dan mudah bosan, terutama saat pelajaran seni musik dan seni tari. Beberapa siswa juga tidak percaya diri dan sulit fokus. Kurangnya perhatian guru terhadap kesulitan siswa turut memengaruhi rendahnya semangat belajar mereka. Hasil observasi menunjukkan bahwa meskipun guru sudah mencoba memberi motivasi, hasilnya belum maksimal. Tujuan penelitian untuk mengkaji dan menganalisis secara mendalam untuk menemukan pengetahuan tentang, Peran Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Seni Budaya di Kelas IV SDN 3 Palangka. Penelitian ini dikaji dengan teori behavioristik, teori kendala dan teori humanistik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Informan ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru sangat penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Seni Budaya. Berdasarkan teori behavioristik, motivasi belajar dapat ditingkatkan melalui pemberian stimulus dan penguatan seperti pujian dan hadiah. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat kendala, seperti keterbatasan kompetensi guru di bidang seni dan kurangnya minat siswa pada materi tertentu. Untuk mengatasi hal ini, guru melakukan pendekatan sesuai teori humanistik, yaitu dengan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, memberi kebebasan berekspresi, serta mendorong siswa mengembangkan potensi dan kepercayaan diri mereka.

Pengaruh Kecerdasan Spiritual terhadap Prestasi Akademik Siswa Hindu di SMA Negeri 4 Palangka Raya

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Nyoman Wahyuni, 2025. Pengaruh Kecerdasan Spiritual Terhadap Prestasi Akademik Siswa Hindu Di SMA Negeri 4 Palangka Raya. pembimbing I Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H dan Pembimbing II Raisa Vienlentia, S.Psi., M.Psi.,Psikolog. Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan tertinggi manusia. Seseorang yang memiliki kecerdasan spiritual akan mampu memberikan makna spiritual pada pemikiran dan perilakunya seperti, membangun dirinya secara utuh melalui berbagai kegiatan positif sehingga mampu menyelesaikan berbagai persoalan hidup dengan melihat makna yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan spiritual terhadap prestasi akademik siswa Hindu di SMA Negeri 4 Palangka Raya. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian adalah 62 siswa Hindu kelas X dan XI di SMA Negeri 4 Palangka Raya dari total 77 siswa Hindu. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kecerdasan spiritual yang terdiri dari 28 pertanyaan dengan skala Likert, serta data nilai sumatif tengah semester siswa untuk prestasi akademik. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan bantuan perangkat lunak IBM Statistik 25 for Windows. Seluruh responden (100%) memiliki kecerdasan spiritual yang berada pada kategori sangat tinggi. Dan rata-rata nilai sumatif tengah semester siswa adalah 82,29%, dengan nilai terendah 78 dan tertinggi 89, menunjukkan prestasi akademik yang cukup baik. Secara statistik, hipotesis alternatif (H1) ditolak dan hipotesis nol (H0) diterima, yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kecerdasan spiritual terhadap prestasi akademik siswa Hindu di SMA Negeri 4 Palangka Raya. Meskipun demikian, kecerdasan spiritual tetap memiliki peran penting dalam pembentukan karakter, sikap, dan moral siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Interaksi Teman Sebaya sebagai Motivasi Belajar Siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji tentang interaksi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu, dan kendala yang dihadapi teman sebaya sebagai motivasi belajar melalui hubungan interaksi yang terjalin baik di dalam kelas maupun di luar kelas, interaksi teman sebaya yang baik dinilai dapat berdampak baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interaksi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, serta mendeskripsikan dan, mengkaji kendala dan solusi interaksi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan interaksi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Pengumpulan data didapatkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, dengan informan terdiri dari guru Hindu, siswa Hindu, koordinator sekolah, dan orang tua siswa Hindu Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Instrumen penelitian yaitu peneliti bertindak sebagai instrumen utama dengan dibantu HandPhone recording, pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data Kualitatif menurut M.B. Miles, Huberman & Saldana (2014). Hasil kajian penelitian ini, bahwa interaksi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya melalui keterbiasaan siswa yang saling berinteraksi dengan baik, saling membantu, bermain bersama, belajar bersama, dan menjalin hubungan yang akrab satu sama lain. Sedangkan kendala nya yaitu Siswa kelas rendah di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, masih berada dalam tahap transisi dari lingkungan bermain di Taman Kanak-Kanak/TK menuju pembelajaran Sekolah Dasar, menyebabkan mereka mengalami kendala, seperti kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan baru, dan menjalin interaksi dengan teman sebaya. Sedangkan, Siswa kelas tinggi Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, meliputi siswa Hindu kelas tiga dan kelas lima, adapun kendalnya yaitu keterbawaan penggunaan gadget, yang dinilai dapat membuat kemampuan interaksi sosial mereka menjadi berkurang. Adapun solusinya yaitu, peran guru melalui pendekatan dan pembinaan, dan peran orang tua memberikan pemahaman penggunaan gadget yang baik, dan memberikan pembatasan penggunaan gadget melalui fitur pengawas orang tua.