Abstrak
Penelitian ini mengkaji tentang interaksi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu, dan kendala yang dihadapi teman sebaya sebagai motivasi belajar melalui hubungan interaksi yang terjalin baik di dalam kelas maupun di luar kelas, interaksi teman sebaya yang baik dinilai dapat berdampak baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interaksi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, serta mendeskripsikan dan, mengkaji kendala dan solusi interaksi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan interaksi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Pengumpulan data didapatkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, dengan informan terdiri dari guru Hindu, siswa Hindu, koordinator sekolah, dan orang tua siswa Hindu Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Instrumen penelitian yaitu peneliti bertindak sebagai instrumen utama dengan dibantu HandPhone recording, pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data Kualitatif menurut M.B. Miles, Huberman & Saldana (2014). Hasil kajian penelitian ini, bahwa interaksi teman sebaya sebagai motivasi belajar siswa Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya melalui keterbiasaan siswa yang saling berinteraksi dengan baik, saling membantu, bermain bersama, belajar bersama, dan menjalin hubungan yang akrab satu sama lain. Sedangkan kendala nya yaitu Siswa kelas rendah di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, masih berada dalam tahap transisi dari lingkungan bermain di Taman Kanak-Kanak/TK menuju pembelajaran Sekolah Dasar, menyebabkan mereka mengalami kendala, seperti kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan baru, dan menjalin interaksi dengan teman sebaya. Sedangkan, Siswa kelas tinggi Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, meliputi siswa Hindu kelas tiga dan kelas lima, adapun kendalnya yaitu keterbawaan penggunaan gadget, yang dinilai dapat membuat kemampuan interaksi sosial mereka menjadi berkurang. Adapun solusinya yaitu, peran guru melalui pendekatan dan pembinaan, dan peran orang tua memberikan pemahaman penggunaan gadget yang baik, dan memberikan pembatasan penggunaan gadget melalui fitur pengawas orang tua.