2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini mengkaji tentang kolaborasi guru agama Hindu dan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai moralitas untuk siswa Hindu sekolah dasar di Desa Timpah. Fenomena yang terjadi kurangnya nilai-nilai moralitas siswa Hindu ketika proses pembelajaran berlangsung, seperti kurang menghargai guru yang mengajar di depan kelas, kurang memiliki etika sopan santun, ribut di dalam kelas dan kurangnya kerjasama antara pihak sekolah dan orang tua. Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalahnya: Bagaimanakah bentuk, kendala solusi dan implikasi dalam kolaborasi guru agama Hindu dan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai moralitas untuk siswa Hindu sekolah dasar di Desa Timpah Kabupaten Kapuas. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui, memahami, mengeksplorasi, mengkaji dan mendeskripsikan kolaborasi guru agama Hindu dan orang tua siswa. Rumusan masalah di atas dikaji dengan teori kolaboratif, teori kendala, dan teori behavioristik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif,peneliti menjadi instrumen utama penelitian dan teknik informan yakni purposive yaitu kepala sekolah, guru agama Hindu, orang tua siswa dan siswa agama Hindu. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, setelah data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, selanjutnya penyajian hasil analisis data. Hasil analisis yang dikaji dengan teori menjelaskan bentuk kolaborasi guru agama Hindu dan orang tua siswa dalam menanamkan nilai-nilai moralitas untuk siswa SD Negeri Desa Timpah yakni komunikasi rutin, kegiatan bersama, kesepakatan pendidikan moral dan penguatan nilai moral di rumah. Dalam menerapkan bentuk kolaborasi tentu ada sebuah kendala yakni kurangnya komunikasi yang efektif, keterbatasan waktu, keterbatasan pemahaman dan akses internet. Solusi yang digunakan untuk mengatasi kendala tersebut yakni meningkatkan komunikasi, pelatihan atau sosialisasi dan menjadwalkan kegiatan di waktu fleksibel. Dari sebuah bentuk, kendala dan solusi tentu ada sebuah implikasi yang ditimbulkan guru agama Hindu, orang tua siswa maupun siswa Hindu di SD Negeri Desa Timpah Kabupaten Kapuas yakni peningkatan moralitas, peningkatan prestasi akademik, pengembangan kemitraan yang kuat dan peningkatan kesadaran orang tua tentang pendidikan.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji tentang kolaborasi guru agama Hindu dan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai moralitas untuk siswa Hindu sekolah dasar di Desa Timpah. Fenomena yang terjadi kurangnya nilai-nilai moralitas siswa Hindu ketika proses pembelajaran berlangsung, seperti kurang menghargai guru yang mengajar di depan kelas, kurang memiliki etika sopan santun, ribut di dalam kelas dan kurangnya kerjasama antara pihak sekolah dan orang tua. Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalahnya: Bagaimanakah bentuk, kendala solusi dan implikasi dalam kolaborasi guru agama Hindu dan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai moralitas untuk siswa Hindu sekolah dasar di Desa Timpah Kabupaten Kapuas. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui, memahami, mengeksplorasi, mengkaji dan mendeskripsikan kolaborasi guru agama Hindu dan orang tua siswa. Rumusan masalah di atas dikaji dengan teori kolaboratif, teori kendala, dan teori behavioristik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif,peneliti menjadi instrumen utama penelitian dan teknik informan yakni purposive yaitu kepala sekolah, guru agama Hindu, orang tua siswa dan siswa agama Hindu. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, setelah data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, selanjutnya penyajian hasil analisis data. Hasil analisis yang dikaji dengan teori menjelaskan bentuk kolaborasi guru agama Hindu dan orang tua siswa dalam menanamkan nilai-nilai moralitas untuk siswa SD Negeri Desa Timpah yakni komunikasi rutin, kegiatan bersama, kesepakatan pendidikan moral dan penguatan nilai moral di rumah. Dalam menerapkan bentuk kolaborasi tentu ada sebuah kendala yakni kurangnya komunikasi yang efektif, keterbatasan waktu, keterbatasan pemahaman dan akses internet. Solusi yang digunakan untuk mengatasi kendala tersebut yakni meningkatkan komunikasi, pelatihan atau sosialisasi dan menjadwalkan kegiatan di waktu fleksibel. Dari sebuah bentuk, kendala dan solusi tentu ada sebuah implikasi yang ditimbulkan guru agama Hindu, orang tua siswa maupun siswa Hindu di SD Negeri Desa Timpah Kabupaten Kapuas yakni peningkatan moralitas, peningkatan prestasi akademik, pengembangan kemitraan yang kuat dan peningkatan kesadaran orang tua tentang pendidikan.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
WIE IEEE Indonesia Section mempersembahkan Modul Pelatihan Women Againts Disruptive Information untuk menjadi pemicu terwujudnya masyarakat berliterasi tinggi yang siap menghadapi era post-truth. Kami mengucapkan selamat dan apresiasi kepada seluruh tim dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif sehingga modul Training of Trainers ini dapat terwujud dan diaplikasikan dalam keseharian kehidupan warga Indonesia Modern yang menjadi pemimpin di era keterbukaan informasi. (Prof. Riri Fitri Sari)
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Pemulihan pembelajaran tatap muka pascapandemi Covid-19 menjadi sangat penting dan wajib bagi satuan pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan untuk mendukung pembangunan dibidangnya, sebagai solusi dari dampak ketertinggalan pembelajaran (learning loss) selama pandemi. Pascapandemi Covid-19 saat ini memerlukan perubahan pola belajar peserta didik dari pembelajaran jarak jauh ke pembelajaran tatap muka terutama pada SMA Negeri di Kota Palangka Raya. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMA Negeri Kota Palangka Raya pascapandemi Covid-19. Deskripsi dan analisis ini sangat penting karena terjadi perubahan metode dan model pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti masa pandemi Covid-19 ke pascapandemi Covid-19.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teori kognitif digunakan untuk memecahkan masalah manajemen perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Teori behavioristik digunakan untuk memecahkan masalah manajemen pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Teori Humanistik digunakan untuk memecahkan masalah manajemen evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Informan penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, dan Peserta Didik mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti.
Hasil analisis diperoleh kesimpulan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri kota Palangka Raya, manajemen perencanaan pembelajaran berjalan baik berdasarkan teori kognitif yaitu sesuai pengetahuan dan kemampuan untuk proses perencanaan yang baik oleh kepala sekolah, guru, dan peserta didik dalam merencanakan dan mempersiapkan pembelajaran; manajemen pelaksanaan pembelajaran berjalan baik menurut teori behavioristik yang menekankan penguatan secara positif proses pembelajaran sesuai dengan perangkat pembelajaran, aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran, pemanfaatan alat, dan bahan yang dipergunakan dalam pembelajaran, serta pengalaman peserta didik dalam memperoleh ilmu pengetahuan; manajemen evaluasi pembelajaran telah berjalan baik sesuai dengan teori humanistik yaitu supervisi mengutamakan pendekatan personal oleh kepala sekolah, tercapainya tujuan pembelajaran melalui penilaian dan asesmen oleh guru, pemanfaatan sarana dan sarana serta moda pelaksanaan ulangan/penilaian oleh peserta didik. Saran yang disampaikan dalam penelitian ini yang berkaitan dengan manajemen perencanaan pembelajaran, manajemen pelaksanaan pembelajaran, dan manajemen evaluasi pembelajaran ditujukan kepada beberapa pihak, antara lain: kepala sekolah, guru Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, peserta didik, dan satuan pendidikan.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pemulihan pembelajaran tatap muka pascapandemi Covid-19 menjadi sangat penting dan wajib bagi satuan pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan untuk mendukung pembangunan dibidangnya, sebagai solusi dari dampak ketertinggalan pembelajaran (learning loss) selama pandemi. Pascapandemi Covid-19 saat ini memerlukan perubahan pola belajar peserta didik dari pembelajaran jarak jauh ke pembelajaran tatap muka terutama pada SMA Negeri di Kota Palangka Raya. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMA Negeri Kota Palangka Raya pascapandemi Covid-19. Deskripsi dan analisis ini sangat penting karena terjadi perubahan metode dan model pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti masa pandemi Covid-19 ke pascapandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teori kognitif digunakan untuk memecahkan masalah manajemen perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Teori behavioristik digunakan untuk memecahkan masalah manajemen pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Teori Humanistik digunakan untuk memecahkan masalah manajemen evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Informan penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, dan Peserta Didik mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti. Hasil analisis diperoleh kesimpulan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri kota Palangka Raya, manajemen perencanaan pembelajaran berjalan baik berdasarkan teori kognitif yaitu sesuai pengetahuan dan kemampuan untuk proses perencanaan yang baik oleh kepala sekolah, guru, dan peserta didik dalam merencanakan dan mempersiapkan pembelajaran; manajemen pelaksanaan pembelajaran berjalan baik menurut teori behavioristik yang menekankan penguatan secara positif proses pembelajaran sesuai dengan perangkat pembelajaran, aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran, pemanfaatan alat, dan bahan yang dipergunakan dalam pembelajaran, serta pengalaman peserta didik dalam memperoleh ilmu pengetahuan; manajemen evaluasi pembelajaran telah berjalan baik sesuai dengan teori humanistik yaitu supervisi mengutamakan pendekatan personal oleh kepala sekolah, tercapainya tujuan pembelajaran melalui penilaian dan asesmen oleh guru, pemanfaatan sarana dan sarana serta moda pelaksanaan ulangan/penilaian oleh peserta didik. Saran yang disampaikan dalam penelitian ini yang berkaitan dengan manajemen perencanaan pembelajaran, manajemen pelaksanaan pembelajaran, dan manajemen evaluasi pembelajaran ditujukan kepada beberapa pihak, antara lain: kepala sekolah, guru Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, peserta didik, dan satuan pendidikan.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Era Juliana, 2023 : WhatsApp Messenger sebagai Media Komuikasi Pembajaran Mahasiswa di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Wayan Salendra, S.Ag.,M.Si, Pembimbing II Hadianto Ego Gantiano, M.Pd.H. Whatsapp messenger sebagai media komunikasi pembelajaran mahasiswa tak jarang bila aplikasi whatsapp messenger menjadi aplikasi yang sangat berguna bagi dosen dan mahasiswa untuk saling berinteraksi secara online. hal ini yang menjadikan whatsapp messenger sebagai alat yang mudah digunakan secara efektif yang dimana tanpa perlu bertemu langsung namun masih bisa berkomunikasi lewat media sosial. Berdasarkan penelitian di atas terdapat dua rumusan masalah dalam skripsi adalah :1). Bagaimana efektivitas whatsapp messenger dalam meningkatkan komunikasi pembelajaran mahasiswa di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. 2). Apa yang menjadi kendala dalam penggunaan whatsapp messenger sebagai media komunikasi pembelajaran bagi mahasiswa. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) Teori Efektivitas, 2) Teori Media Sosial. Metode yang digunakan metode deskriptif kualitatif, sedangkan teknik penentuan informan adalah teknik Snowbell sampling. Berdasarkan hal penelitian yang dibahas peneliti dapat disimpulkan bahwa proses komunikasi pembelajaran melalui whatsapp messenger memberikan kemudahan untuk saling berinteraksi satu sama lain dalam hal ini juga penggunaan whatsapp messenger sebagai media komunikasi pembelajaran menjadi efektif bagi mahasiswa dan dosen di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Penggunaan whatsapp messenger sebagai media komunikasi pembelajaran terdapat kendala yang dialami oleh mahasiswa diantaranya yaitu jaringan internet yang tidak stabil, kurangnya pemahaman mahasiswa mengenai informasi, kurangnya bersosialisai dengan sesama.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
LIANA PONSA, 2023, Peran Damang Kepala Adat Dalam Menyelesaikan Kasus Percobaan Pembunuhan Jere Ngompatoi Di Desa Konut Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Skrispsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang ( IAHN-TP ) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Riwun, S.Ag., M.Si. Pembimbing II Emilson Atharwan, MH. Lembaga Adat Kedamangan merupakan warga sentral yang bertanggung jawab penuh agar tetap lestari, berdayaguna dan berkembangnya hukum adat dayak, adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan, tradisi dalam masyarakat dayak di kaliamatan tengah secara umumnya di kabupaten murung raya pada khususnya. Dengan adanya lembaga adat dalam Menyelesaikan Kasus Percobaan Pembunuhan Jere Ngompatoi Di Desa Konut Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya supaya kasus tersebut dapat diselesaikan dengan musyawarah mufakat. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu (1) bagaimanakah peran damang kepala adat dalam menyelesaikan kasus percobaan pembunuhan jere ngompatoi di desa konut kecamatan tanh siang kabupaten murung raya? (2) bagaimanakah proses Penyelesaian Kasus Percobaan Pembunuhan Jere Ngompatoi Di Desa Konut Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya? Dalam penelitian ini menggunakan Metode peneltian yaitu observasi, wawacara, perpustakaan dan dokumentasi adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini. Adalah 5 sebsnayak (Lima) orang yang terdiri dari Yaitu mantir 1 orang, Kepala Desa dan seketaris Desa, Damang Kepala Adat, dan Seketaris Damang. Penelitian ini menggunakan teori 1.Teori Kewenagan 2.Teori penyelesaian sengketa, dalam penelitian ini data-data yang diperoleh dari narasumber maupun dari buku-buku di kumpulkan dan disusun secara sistematis kemudian di analisis secara deskriftif kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, ferifkasi data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian dan analisis data tersebut maka dapat dihasilkan suatu kesimpulan, (1). Peranan Damang Dalam Menyelesaikan Kasus Percobaan Pembunuhan Jere Ngompatoi di Desa Konut Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Sangat berperan dalam menylesaikan sebagai Mediator dan Hakim Perdamaian Adat yang memberi sanksi atau meneri denda adat kepada kedua belah pihak serta memutuskan perkara secara adil kepada kedua belah pihak. (2). Proses Penylesaian Kasus Percobaan Pembunuhan Jere Ngompatoi di Desa Konut yaitu adanya Pelaporan,Pemanggilan Para Pihak, dan Saksi-Saksi yang melihat untuk mengadakan musawarah dan mufakat (Mediasi) dan Sanksi Denda Adat sebesar Rp. 300.000 Kepada Kedua Belah Pihak yang diberikan Mantir Adat dan dan di sertai kewajiban melakukan ritual Adat hasaki hapalas untuk mengakhiri Perselisihan diantara kedua belah pihak. Kata Kunci : Peran, Damang Kepala Adat, Penyelesaian Kasus dan Percobaan Pembunuhan (Jere Ngompatoi)
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Era Juliana, 2023 : WhatsApp Messenger sebagai Media Komuikasi Pembajaran Mahasiswa di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Wayan Salendra, S.Ag.,M.Si, Pembimbing II Hadianto Ego Gantiano, M.Pd.H. Whatsapp messenger sebagai media komunikasi pembelajaran mahasiswa tak jarang bila aplikasi whatsapp messenger menjadi aplikasi yang sangat berguna bagi dosen dan mahasiswa untuk saling berinteraksi secara online. hal ini yang menjadikan whatsapp messenger sebagai alat yang mudah digunakan secara efektif yang dimana tanpa perlu bertemu langsung namun masih bisa berkomunikasi lewat media sosial. Berdasarkan penelitian di atas terdapat dua rumusan masalah dalam skripsi adalah :1). Bagaimana efektivitas whatsapp messenger dalam meningkatkan komunikasi pembelajaran mahasiswa di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. 2). Apa yang menjadi kendala dalam penggunaan whatsapp messenger sebagai media komunikasi pembelajaran bagi mahasiswa. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) Teori Efektivitas, 2) Teori Media Sosial. Metode yang digunakan metode deskriptif kualitatif, sedangkan teknik penentuan informan adalah teknik Snowbell sampling. Berdasarkan hal penelitian yang dibahas peneliti dapat disimpulkan bahwa proses komunikasi pembelajaran melalui whatsapp messenger memberikan kemudahan untuk saling berinteraksi satu sama lain dalam hal ini juga penggunaan whatsapp messenger sebagai media komunikasi pembelajaran menjadi efektif bagi mahasiswa dan dosen di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Penggunaan whatsapp messenger sebagai media komunikasi pembelajaran terdapat kendala yang dialami oleh mahasiswa diantaranya yaitu jaringan internet yang tidak stabil, kurangnya pemahaman mahasiswa mengenai informasi, kurangnya bersosialisai dengan sesama.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
LIANA PONSA, 2023, Peran Damang Kepala Adat Dalam Menyelesaikan Kasus Percobaan Pembunuhan Jere Ngompatoi Di Desa Konut Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Skrispsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang ( IAHN-TP ) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Riwun, S.Ag., M.Si. Pembimbing II Emilson Atharwan, MH. Lembaga Adat Kedamangan merupakan warga sentral yang bertanggung jawab penuh agar tetap lestari, berdayaguna dan berkembangnya hukum adat dayak, adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan, tradisi dalam masyarakat dayak di kaliamatan tengah secara umumnya di kabupaten murung raya pada khususnya. Dengan adanya lembaga adat dalam Menyelesaikan Kasus Percobaan Pembunuhan Jere Ngompatoi Di Desa Konut Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya supaya kasus tersebut dapat diselesaikan dengan musyawarah mufakat. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu (1) bagaimanakah peran damang kepala adat dalam menyelesaikan kasus percobaan pembunuhan jere ngompatoi di desa konut kecamatan tanh siang kabupaten murung raya? (2) bagaimanakah proses Penyelesaian Kasus Percobaan Pembunuhan Jere Ngompatoi Di Desa Konut Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya? Dalam penelitian ini menggunakan Metode peneltian yaitu observasi, wawacara, perpustakaan dan dokumentasi adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini. Adalah 5 sebsnayak (Lima) orang yang terdiri dari Yaitu mantir 1 orang, Kepala Desa dan seketaris Desa, Damang Kepala Adat, dan Seketaris Damang. Penelitian ini menggunakan teori 1.Teori Kewenagan 2.Teori penyelesaian sengketa, dalam penelitian ini data-data yang diperoleh dari narasumber maupun dari buku-buku di kumpulkan dan disusun secara sistematis kemudian di analisis secara deskriftif kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, ferifkasi data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian dan analisis data tersebut maka dapat dihasilkan suatu kesimpulan, (1). Peranan Damang Dalam Menyelesaikan Kasus Percobaan Pembunuhan Jere Ngompatoi di Desa Konut Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Sangat berperan dalam menylesaikan sebagai Mediator dan Hakim Perdamaian Adat yang memberi sanksi atau meneri denda adat kepada kedua belah pihak serta memutuskan perkara secara adil kepada kedua belah pihak. (2). Proses Penylesaian Kasus Percobaan Pembunuhan Jere Ngompatoi di Desa Konut yaitu adanya Pelaporan,Pemanggilan Para Pihak, dan Saksi-Saksi yang melihat untuk mengadakan musawarah dan mufakat (Mediasi) dan Sanksi Denda Adat sebesar Rp. 300.000 Kepada Kedua Belah Pihak yang diberikan Mantir Adat dan dan di sertai kewajiban melakukan ritual Adat hasaki hapalas untuk mengakhiri Perselisihan diantara kedua belah pihak. Kata Kunci : Peran, Damang Kepala Adat, Penyelesaian Kasus dan Percobaan Pembunuhan (Jere Ngompatoi)
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku bertajuk Evaluasi Program Pendidikan ini merupakan karya kolaborasi dari laporan paper mahasiswa Semester II Magister Manajemen Pendidikan Islam kelas Reguler pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara Medan (Stambuk 2021). Editor melakukan proses korektif pada beberapa bagian dari laporan paper Evaluasi Program Pendidikan yang dibuat dan telah dipresentasikan oleh mahasiswa
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Evaluasi Pembelajaran Bahasa Asing pada Pendidikan Tinggi ini adalah buku teks yang bisa menjadi referensi untuk para dosen bahasa asing di tingkat perguruan tinggi. Buku ini diawali dengan bentuk pembelajaran bahasa asing di Indonesia, dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Pentingnya evaluasi pembelajaran bahasa asing ini perlu dipaparkan dengan jelas karena terdapat beberapa kesalahan umum para dosen bahasa asing yang ditemui sehingga evaluasi pembelajaran bahasa asing tersebut menjadi kurang tepat. Buku ini akan menyajikan beberapa informasi dan contoh yang berguna untuk mengevaluasi pembelajaran bahasa serta strategi yang digunakan dalam mengimplementasikannya di kelas pada tingkat pendidikan tinggi. Penulis juga menyediakan beberapa contoh cara penilaian yang dapat digunakan dosen bahasa asing untuk mengukur tingkat keberhasilan proses belajar mengajar yang telah disesuaikan dengan tujuan pembelajaran.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK VIRA VIRLIANA, (2022) Komunikasi Antar Umat Beragama Di Desa Bipak Kali Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan. Pembimbing I. Dr. Tardi Edung, S.Ag., M.Ag. Pembimbing II. I Wayan Sutarwan, S.Pd., M.Pd.H. Komunikasi merupakan hal yang sangat penting bagi seseorang dalam kehidupan bermasyarakat. Komunikasi juga merupakan prasyarat kehidupan manusia dalam berinteraksi dengan manusia lainnya. Dalam interaksi tersebut terdapat bentuk komunikasi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya faktor agama yang menyebabkan seseorang memiliki perbedaan. Perbedaan itu tersebut akan mempengaruhi komunikasi yang dilakukan antar umat beragama dalam menciptakan keharmonisan, khususnya di Desa Bipak Kali Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan yang terjalin dalam tiga kelompok agama yaitu Islam, Kristen, dan Hindu. Berdasarkan latar belakang di atas, maka pada penelitian ini terdapat dua rumusan masalah dalam skripsi ini adalah ; 1) Bagaimana pola komunikasi masyarakat dalam menciptakan keharmonisan di Desa Bipak kali? 2) Apa faktor pendukung komunikasi antar umat beragama di Desa Bipak Kali?. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan tehnik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah ; observasi, wawancara, kepustakaan, dan dokumentasi. Tehnik analisis data menggunakan ; 1) Pengumpulan data, 2) Reduksi, 3) Penyajian Data, 4) Verifikasi atau Kesimpulan. Teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah ; 1) Teori Komunikasi Interpersonal, 2) Teori Komunikasi Publik. Subjek penelitian ini adalah tokoh agama dan masyarakat pemeluk agama Islam, Kristen, serta Hindu. Hasil kajian penulis dalam penelitian ini bahwa Masyarakat yang tinggal di Desa Bipak Kali memiliki hubungan yang harmonis dalam perbedaan agama, baik itu yang beragama Islam, Hindu maupun Kristen. Dengan adanya aktivitas saling berinteraksi satu dengan yang lainnya, menjadikan komunikasi diantara penganut yang berbeda agama dapat terjalin dengan baik. Komunikasi yang digunakan masyarakat Desa Bipak Kali adalah komunikasi dua arah atau timbal balik. Pola ini akan berhasil jika diantara komunikator dengan komunikan saling memberikan umpan balik dalam berkomunikasi. Strategi yang digunakan unuk menjaga keharmonisan antar umat beragama yang dilakukan oleh masyarakat Desa Bipak Kali adalah dengan melakukan gotong royong ang berguna untuk mempererat keakraban masyarakat. Komunikasi antar umat beragama di Desa Bipak Kali terjalin dengan baik hal ini tidak lepas dari faktor pendukung komunikasi antar masyarakat desa Bipak Kali seperti rasa kekeluargaan yang mempunya makna sebuah sistem, sikap serta kepercayaan yang secara tidak sadar mempersatukan masyarakat pada suatu keharmonisan, kegiatan olahraga yang mana menjadi wadah atau tempat berkumpul masyarakat tanpa memanda agama satu sama lain, dan rasa saling menghargai satu sama lainnya dalam hal beribadah. Hal ini menjadi acuan umat agar mampu hidup rukun dan harmonis dalam lingkungan yang beragama. Faktor pendukung ang paling baik adalah dengan tidak memiliki sifat merasa agamanya yang paling benar.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penanaman Nilai-nilai Moralitas Untuk Siswa Agama Hindu di SDN 3 Timpah Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK VIRA VIRLIANA, (2022) Komunikasi Antar Umat Beragama Di Desa Bipak Kali Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan. Pembimbing I. Dr. Tardi Edung, S.Ag., M.Ag. Pembimbing II. I Wayan Sutarwan, S.Pd., M.Pd.H. Komunikasi merupakan hal yang sangat penting bagi seseorang dalam kehidupan bermasyarakat. Komunikasi juga merupakan prasyarat kehidupan manusia dalam berinteraksi dengan manusia lainnya. Dalam interaksi tersebut terdapat bentuk komunikasi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya faktor agama yang menyebabkan seseorang memiliki perbedaan. Perbedaan itu tersebut akan mempengaruhi komunikasi yang dilakukan antar umat beragama dalam menciptakan keharmonisan, khususnya di Desa Bipak Kali Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan yang terjalin dalam tiga kelompok agama yaitu Islam, Kristen, dan Hindu. Berdasarkan latar belakang di atas, maka pada penelitian ini terdapat dua rumusan masalah dalam skripsi ini adalah ; 1) Bagaimana pola komunikasi masyarakat dalam menciptakan keharmonisan di Desa Bipak kali? 2) Apa faktor pendukung komunikasi antar umat beragama di Desa Bipak Kali?. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan tehnik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah ; observasi, wawancara, kepustakaan, dan dokumentasi. Tehnik analisis data menggunakan ; 1) Pengumpulan data, 2) Reduksi, 3) Penyajian Data, 4) Verifikasi atau Kesimpulan. Teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah ; 1) Teori Komunikasi Interpersonal, 2) Teori Komunikasi Publik. Subjek penelitian ini adalah tokoh agama dan masyarakat pemeluk agama Islam, Kristen, serta Hindu. Hasil kajian penulis dalam penelitian ini bahwa Masyarakat yang tinggal di Desa Bipak Kali memiliki hubungan yang harmonis dalam perbedaan agama, baik itu yang beragama Islam, Hindu maupun Kristen. Dengan adanya aktivitas saling berinteraksi satu dengan yang lainnya, menjadikan komunikasi diantara penganut yang berbeda agama dapat terjalin dengan baik. Komunikasi yang digunakan masyarakat Desa Bipak Kali adalah komunikasi dua arah atau timbal balik. Pola ini akan berhasil jika diantara komunikator dengan komunikan saling memberikan umpan balik dalam berkomunikasi. Strategi yang digunakan unuk menjaga keharmonisan antar umat beragama yang dilakukan oleh masyarakat Desa Bipak Kali adalah dengan melakukan gotong royong ang berguna untuk mempererat keakraban masyarakat. Komunikasi antar umat beragama di Desa Bipak Kali terjalin dengan baik hal ini tidak lepas dari faktor pendukung komunikasi antar masyarakat desa Bipak Kali seperti rasa kekeluargaan yang mempunya makna sebuah sistem, sikap serta kepercayaan yang secara tidak sadar mempersatukan masyarakat pada suatu keharmonisan, kegiatan olahraga yang mana menjadi wadah atau tempat berkumpul masyarakat tanpa memanda agama satu sama lain, dan rasa saling menghargai satu sama lainnya dalam hal beribadah. Hal ini menjadi acuan umat agar mampu hidup rukun dan harmonis dalam lingkungan yang beragama. Faktor pendukung ang paling baik adalah dengan tidak memiliki sifat merasa agamanya yang paling benar.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penanaman Nilai-nilai Moralitas Untuk Siswa Agama Hindu di SDN 3 Timpah Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat membuat proses pembelajaran lebih cepat dan efektif. Perkembangan kajian teknologi pendidikan menghasilkan berbagai konsep dan praktik pendidikan yang banyak memanfaatkan media sebagai sumber belajar. Oleh karena itu, terdapat persepsi bahwa teknologi pendidikan sama dengan media, padahal kedudukan media berfungsi sebagai sarana untuk mempermudah dalam penyampaian informasi atau bahan belajar. Buku ini berisi materi yang dapat digunakan baik oleh tenaga pengajar maupun mahasiswa, serta para pembaca umumnya untuk menambah wawasan berpikir dan ilmu yang berkenaan dengan Teknologi Pendidikan. Buku ini terdiri dari 11 Bab yang membahas tentang: Bab 1 Hakikat Media Pembelajaran Bab 2 Kedudukan Media dalam Pembelajaran Bab 3 Fungsi Media Pembelajaran Bab 4 Klasifikasi Media Pembelajaran Bab 5 Media Visual Bab 6 Media Audio Bab 7 Media Audio Visual dan Animasi Bab 8 Media Komputer Bab 9 Prosedur Pemilihan Media Pembelajaran Bab 10 Mekanisme Produksi Media Pembelajaran Bab 11 Evaluasi Media Pembelajaran
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
BRILLIANA PUTRI, 2021. berjudul Pelaksanaan Pembelajaran Agama Hindu SMA Negeri 1 Pasak Talawang Di Desa Jangkang Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas. Skripsi Jurusan Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I, Mitro,S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II, Dr. Drs. I Wayan Karya, M.Pd.,M.Si .
Dalam proses belajar mengajar, guru memegang peranan penting karena bertindak sebagai pengelola dan pelaksana interaksi belajar mengajar. Guru tidak hanya dituntut menyusun perencanaan pengajaran dan mentransfer pengetahuan atau isi pelajaran yang disajikan kepada para siswanya, tetapi guru juga harus mentransfer kecakapan terkandung dalam materi pelajaran yang disajikan. Adapun tujuan penelitian yaitu 1) Untuk mengetahui pelaksanaan, kendala dan upaya dalam pembelajaran agama Hindu SMA Negeri 1 Pasak Talawang, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Pasak Talawang.
Hasil penelitian Guru agama Hindu menyusun RPP dan Silabus yang mengacu kepada kurikulum K 13, wajib diperiksa dan ditanda tangani oleh kepala sekolah, guru selalu menyampaikan penganjali umat Om Swasty Astu dan Tabe salamat Lingu Nalatai salam sujud karendem malempang, di buka dengan doa bersama dilakukan bergiliran oleh siswa agama Hindu. Pelaksanaan apersepsi hanya dilakukan kadang-kadang saja, Metode yang sering digunakan adalah metode ceramah, kadang-kadang dengan metode Tanya jawab, pelaksanaan Post tes kadang-kadang dilakukan oleh guru, lebih sering memberikan pekerjaan rumah. Akhir pokok bahasan selalu mengadakan evaluasi, Selanjutnya mengadakan tes tengah semester sesuai dengan jadwal. Kemudian tes akhir semester dilakukan serentak sesuai dengan jadwal yang telah di tetapkan oleh sekolah. Hasil tes yang disampaikan kepada siswa dilakukan pada tengah semester. Kendala yang dihadapi yaitu buku paket pelajaran pendidikan agama Hindu yang terbatas, guru agama Hindu yang bukan basicnya dari pendidikan agama Hindu, Ruangan belajar agama yang terbatas, Sarana dan prasarana penunjang pembelajaran yang berbasis IT terbatas, Sarana dan prasarana untuk praktek persembahyangan basarah tidak ada. Upaya yang dilakukan dapat simpulkan sebagai berikut: Memfoto copy buku paket yang dimiliki oleh guru agama Hindu, mengusulkan diangkat guru agama Hindu yang definitive sesuai dengan pendidikan guru agama Hindu kepada pihak terkait, sekolah menyiapkan anggaran untuk pengadaan buku paket dan perlengkapan sarana dan prasaranan praktek persembahyangan, Mengusulkan penambahan ruangan belajar bagi siswa,
Kata Kunci:Pelaksanaan, Pembelajaran, Agama Hindu
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK BRILLIANA PUTRI, 2021. berjudul Pelaksanaan Pembelajaran Agama Hindu SMA Negeri 1 Pasak Talawang Di Desa Jangkang Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas. Skripsi Jurusan Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I, Mitro,S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II, Dr. Drs. I Wayan Karya, M.Pd.,M.Si . Dalam proses belajar mengajar, guru memegang peranan penting karena bertindak sebagai pengelola dan pelaksana interaksi belajar mengajar. Guru tidak hanya dituntut menyusun perencanaan pengajaran dan mentransfer pengetahuan atau isi pelajaran yang disajikan kepada para siswanya, tetapi guru juga harus mentransfer kecakapan terkandung dalam materi pelajaran yang disajikan. Adapun tujuan penelitian yaitu 1) Untuk mengetahui pelaksanaan, kendala dan upaya dalam pembelajaran agama Hindu SMA Negeri 1 Pasak Talawang, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Pasak Talawang. Hasil penelitian Guru agama Hindu menyusun RPP dan Silabus yang mengacu kepada kurikulum K 13, wajib diperiksa dan ditanda tangani oleh kepala sekolah, guru selalu menyampaikan penganjali umat Om Swasty Astu dan Tabe salamat Lingu Nalatai salam sujud karendem malempang, di buka dengan doa bersama dilakukan bergiliran oleh siswa agama Hindu. Pelaksanaan apersepsi hanya dilakukan kadang-kadang saja, Metode yang sering digunakan adalah metode ceramah, kadang-kadang dengan metode Tanya jawab, pelaksanaan Post tes kadang-kadang dilakukan oleh guru, lebih sering memberikan pekerjaan rumah. Akhir pokok bahasan selalu mengadakan evaluasi, Selanjutnya mengadakan tes tengah semester sesuai dengan jadwal. Kemudian tes akhir semester dilakukan serentak sesuai dengan jadwal yang telah di tetapkan oleh sekolah. Hasil tes yang disampaikan kepada siswa dilakukan pada tengah semester. Kendala yang dihadapi yaitu buku paket pelajaran pendidikan agama Hindu yang terbatas, guru agama Hindu yang bukan basicnya dari pendidikan agama Hindu, Ruangan belajar agama yang terbatas, Sarana dan prasarana penunjang pembelajaran yang berbasis IT terbatas, Sarana dan prasarana untuk praktek persembahyangan basarah tidak ada. Upaya yang dilakukan dapat simpulkan sebagai berikut: Memfoto copy buku paket yang dimiliki oleh guru agama Hindu, mengusulkan diangkat guru agama Hindu yang definitive sesuai dengan pendidikan guru agama Hindu kepada pihak terkait, sekolah menyiapkan anggaran untuk pengadaan buku paket dan perlengkapan sarana dan prasaranan praktek persembahyangan, Mengusulkan penambahan ruangan belajar bagi siswa, Kata Kunci:Pelaksanaan, Pembelajaran, Agama Hindu
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
LIANAE, 2020. Upacara Pakanan Dahyang pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Sastra, Institur Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka raya. Pembimbing I Dr. Ni Nyoman Rahmawati, S.Ag., M.Si Pembimbing II Gelar Sumbogo Peni S.Ag., M.Si. Agama Hindu Kaharingan dalam pelaksanaan ajarannya menganut system tempat, waktu dan situasi (kondisi) atau dalam ajaran agama Hindu dikenal dengan istilah Desa, Kala dan Patra yang berpegang pada 3 (tiga) kerangka dasar agama Hindu, sehingga dapat mempertahankan upacara-upacara keagamaan yang sesuai dengan budaya dan adat istiadat setempat. Dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang akan ditulis antara lain (1) Bagaimanakah Proses Pelaksanaan Upacara ritual Pakanan Dahyang yang ada pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan (Perspektif Hukum Hindu). (2) Apa saja Jenis-jenis Dahyang yang ada pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Tampang Kecamatan tasik Payawan Kabupaten Katingan dan (3) Apakah Tujuan dan Makna Upacara Pakanan Dahyang yang ada pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan ? Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori Religi, dari Van Gennep dan Koentjaraningrat, teori Receptio Compleksu (Teori Penerimaan) dari Tolib Setiadi dan MR. I.W.C Van Den Berk, teori Simbol dari Triguna. Subjek penelitian ini adalah Pisor (Rohaniawan) 1 orang beberapa orang tokoh masyarakat dan orang yang melaksanakan upacara Pakanana Dahyang . Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah metode observasi, metode wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Pelaksanaan Upacara Pakanan Dahyang adalah suatu uapcara yang dilakukan oleh umat Hindu Kaharingan dan dipimpin oleh Pisor (Rohaniawan Hindu Kaharingan ). Tujuan Upacara Pakanan Dahyang yaitu untuk memanggil Putir Bawin Dahyang dan memberitahukan Putir Bawin Dahyang bahwa hari itu dia akan diberikan makanan sebagai upahnya agar tidak lagi mengganggu kehidupan manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Proses pelaksanaan upacara pakanan Dahyang pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan ada beberapa proses pelaksanaan yaitu mengetahui pertanda seseorang yang mendapatkan Dahyang (pertanda), persiapan ritual, dan pelaksanaan ritual. 2) Jenis-jenis Dahyang pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan adalah Dahyang Apui (Rumah terbakar), Dahyang Pasah Ninggang Kayu (rumah tertimpa Kayu) adalah musibah yang sudah terjadi, sedangkan Dahyang Pantis, Dahyang Petak Batusut (tanah longsor), Dahyang Riwut, adalah merupakan sesuatu yang memberi pertanda bahwa akan ada musibah yang akan terjadi dalam kehidupan. 3) Tujuan dan Makna Upacara Pakanan Dahyang pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan adalah sebagai media untuk menyampaikan pesan kepada Putir Santang Bawin Dahyang (Manifestasi Tuhan yang mampu mengusir roh-roh jahat) untuk tidak mengganggu keluarga yang sudah melaksanakan upacara tersebut dijauhkan dari segala marabahaya dan malapetaka setelah melaksanakan upacara tersebut serta menciptakan keseimbangan, keharmonisan dan keselamatan dunia. Kata Kunci : Upacara, Pakanan Dahyang, Hukum Hindu