ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kreativitas guru sangat diperlukan dalam suatu proses pembelajaran guna meningkatkan motivasi peserta didik. Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan terkait kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conclusions drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki kreativitas yang baik dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik (1) Kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik yaitu dengan (a) Menggunakan Metode Tanya jawab, ceramah, dan diskusi kelompok. (b) Media pembelajaran yang digunakan LCD proyektor untuk menampilkan pembelajaran. (c) Guru membuat perencanaan sebelum proses pembelajaran dan melakukan evaluasi. (d) Beberapa metode dan strategi pembelajaran yang digunakan. Beberapa metode dan strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru adalah untuk meningkatkan motivasi dan menarik minat belajar pada peserta didik. (2) Kendala guru dalam meningkatkan kreativitas untuk memotivasi belajar peserta didik yaitu: (a) Karakter dan perilaku peserta didik yang berbeda-beda. (b) Peserta didik yang tidak bisa membaca dan berhitung akan kesulitan mengikuti kegiatan pembelajaran. (c) Sarana dan prasarana yang terbatas. Beberapa kendala tersebut dapat menghalangi dan menghambat jalannya suatu proses pembelajaran.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting di dalam kehidupan manusia, sehingga banyak orang yang sudah sukses dan berhasil karena mendapatkan pendidikan yang tepat bagi dirinya. Pendidikan dapat diperoleh melalui pendidikan yang formal maupun nonformal.Pendidikan yang formal dapat melaui lembaga-lembaga sekolah yang memiliki sistem pembelajaran.Pendidikan ini merupaakan Pendidikan yang di selenggarakan di sekolah-sekolah pemerintah maupun yayasan,Studi tentang motivasi siswa dalam pembelajaran agama Hindu sangatlah berguna dan bermanfaat sekali mengingatkan dalam pendidikan agama Hindu tidak hanya materi teori tetapi juga materi bacaan kitab suci yang memerlukan metode pembelajaran seperti mendengarkan tape video maupun lainnya. Penelitian ini ada tiga permasalahan, yaitu : (1) Bagaimana studi tentang memotivasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMPN 3 Palangka Raya? (2) Apa yang menjadi kendala kurangnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu? (3) Bagaimanakah upaya guru Agama Hindu dalam memotivasi belajar siswa pada pembelajaran pendidikan agama Hindu? . Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan observasi,wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini dikaji dengan Teori motivasi siswa, Teori Interaksionisme, Teori Konstruktivisme Hasil dari penelitian adalah sebagai berikut : (1) Studi tentang motivasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu yaitu Menggunakan buku materi, media gambar, handphone, serta memberi contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari mengenai pelajaran yang disampaikan guna melatih imajinasi berpikir siswa. 2. Bahwa yang menjadi kendala kurangnya motivasi Belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu adalah kurangnya Ruangan Belajar yang khusus bagi pembelajaran Pendidikan Agama Hindu sehingga media yang ada tidak bisa di gunakan pada saat pembelajaran pendidikan Agama Hindu. (3) Upaya Guru dalam memotivasi siswa yang pada pembelajaran pendidikan agama Hindu adalah pihak sekolah telah berupaya menyediakan media pembelajaran untuk kelancaran proses belajar, namun ruangan belum bisa memenuhi syarat dalam proses belajar mengajar sehingga akhirnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu agak kurang dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain.