ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lidiya, 2026 Serlis Rusandi, S.Pd., M.Pd, Santang S.Pd., M. Hum. Skripsi,
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma
Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka
Raya. Pengaruh Ice breaking terhadap Minat Belajar Siswa pada
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IVA di SDN 1 Langkai
Palangka Raya.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa pada
mata pelajaran Bahasa Indonesia yang ditunjukkan melalui kurangnya perhatian,
keterlibatan, dan antusiasme siswa selama proses pembelajaran. Salah satu upaya
yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan ice
breaking sebagai strategi pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar
yang menyenangkan, mengurangi kejenuhan, serta meningkatkan fokus belajar
siswa. Berdasarkan kondisi tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah
apakah terdapat pengaruh penerapan ice breaking terhadap minat belajar siswa pada
mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IVA di SDN 1 Langkai Palangka Raya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan ice breaking
terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IVA di
SDN 1 Langkai Palangka Raya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode preexperimental melalui desain One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian
berjumlah 15 siswa kelas IVA SDN 1 Langkai Palangka Raya. Teknik
pengumpulan data menggunakan angket minat belajar dan dokumentasi. Instrumen
penelitian telah memenuhi uji validitas isi dan uji reliabilitas menggunakan
Cronbach's Alpha. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif, uji
normalitas, analisis N-Gain, dan uji Paired Sample t-test menggunakan bantuan
SPSS versi 27.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ice breaking berpengaruh
signifikan terhadap peningkatan minat belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan
hasil uji hipotesis yang memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,002 (<0,05)
sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa
penerapan ice breaking efektif meningkatkan minat belajar siswa pada mata
pelajaran Bahasa Indonesia kelas IVA di SDN 1 Langkai Palangka Raya.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar guru menerapkan ice breaking secara
terencana sebagai variasi pembelajaran untuk menciptakan suasana belajar yang
lebih menyenangkan, meningkatkan keterlibatan siswa, dan menumbuhkan minat
belajar dalam proses pembelajaran
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan ice breaking efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) di SDN Percobaan Palangka Raya, khususnya untuk mendorong keterlibatan dan partisipasi siswa selama pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel terdiri dari seluruh siswa kelas IV-D dan V-C, sejumlah 47 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui angket motivasi belajar yang berisi 20 pertanyaan, kemudian dianalisis dengan SPSS Windows 31 untuk menguji validitas, reliabilitas, serta statistik deskriptif seperti mean, median, modus, range, standar deviasi, dan persentase tingkat motivasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan ice breaking efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Aktivitas ini membuat suasana kelas menjadi lebih nyaman, menyenangkan, dan interaktif, sehingga siswa merasa rileks, lebih berani berpartisipasi, dan termotivasi mengikuti proses pembelajaran. Data menunjukkan bahwa sebanyak 28 siswa (59,6%) berada pada kategori sedang, 10 siswa (21,3%) pada kategori tinggi, dan 9 siswa (19,1%) pada kategori rendah. Nilai rata-rata sebesar 66,45 dengan skor minimum 55 dan maksimum 78 menunjukkan bahwa siswa memiliki dorongan belajar yang cukup baik meskipun masih terdapat variasi antar individu. Hasil ini didukung oleh validitas instrumen yang baik dan penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa ice breaking dapat meningkatkan fokus, semangat, dan partisipasi aktif siswa selama pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nopita. 2024. Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si., Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd.,M.Pd.H. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pengaruh Penerapan Ice Breaking Terhadap Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas III SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini membahas tentang pengaruh penerapan ice breaking terhadap motivasi belajar pada pembelajaran matematika siswa kelas III SDN Percobaan Palangka Raya. Berdasarkan fakta di lapangan, guru masih menerapkan metode pembelajaran konvensional yang cenderung memusatkan kegiatan pembelajaran pada diri mereka sendiri. Tujuan dari penelitian ini dalah untuk melihat pengaruh penerapan ice breaking terhadap motivasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Penelitian melibatkan dua kelas: kelas IIIA sebagai kelas eksperimen dan kelas IIIC sebagai kelas kontrol. Populasi dan sampel mencakup seluruh siswa kelas IIIA dan IIIC di SDN Percobaan Palangka Raya, yaitu 28 siswa dari kelas IIIA dan 24 siswa dari kelas IIIC, total 52 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah berupa angket motivasi belajar dan ice breaking dengan jumlah 10 butir angket dengan skala likers 5. Data yang dikumpulkan oleh peneliti selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis uji t dan regresi linier sederhana. Pada tahap pre-test, nilai thitung = 0,77, ttabel = 2,008. Ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan motivasi belajar siswa sebelum perlakuan. Pada tahap post-test, nilai thitung = 4,049 > ttabel = 2,008, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelas, dimana siswa yang diberikan penerapan ice breaking selama proses pembelajaran mengalami peningkatan motivasi belajar dibandingkan dengan siswa yang tidak mengikuti ice breaking. Dan pada tahap analisis regresi linear sederhana dengan nilai intersep (a) = 3,62 mengindikasikan prediksi nilai motivasi belajar siswa tanpa perlakuan ice breaking, koefisien regresi (b) = 0,93 mengindikasikan bahwa setiap peningkatan 1 poin dalam penerapan ice breaking akan meningkatkan motivasi belajar sebesar 0,93 poin. Jadi, ice breaking memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar siswa kelas III SDN Percobaan Palangka Raya. Kemudian dari hasil analisis determinasi besaran pengaruh ice breaking terhadap motivasi belajar siswa yang diberikan yaitu sebesar 88% dan 12% dari pengaruh faktor lain. Jadi dapat disimpulkan dari besaran pengaruh ice breaking terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika siswa kelas III SDN Percobaan Palangka Raya bahwa uji hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima.