Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Ice breaking
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Ice breaking Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas Iva Di SDN 1 Langkai Palangka Raya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lidiya, 2026 Serlis Rusandi, S.Pd., M.Pd, Santang S.Pd., M. Hum. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pengaruh Ice breaking terhadap Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IVA di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang ditunjukkan melalui kurangnya perhatian, keterlibatan, dan antusiasme siswa selama proses pembelajaran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan ice breaking sebagai strategi pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mengurangi kejenuhan, serta meningkatkan fokus belajar siswa. Berdasarkan kondisi tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh penerapan ice breaking terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IVA di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan ice breaking terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IVA di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode preexperimental melalui desain One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 15 siswa kelas IVA SDN 1 Langkai Palangka Raya. Teknik pengumpulan data menggunakan angket minat belajar dan dokumentasi. Instrumen penelitian telah memenuhi uji validitas isi dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif, uji normalitas, analisis N-Gain, dan uji Paired Sample t-test menggunakan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ice breaking berpengaruh signifikan terhadap peningkatan minat belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji hipotesis yang memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,002 (<0,05) sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan ice breaking efektif meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IVA di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar guru menerapkan ice breaking secara terencana sebagai variasi pembelajaran untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, meningkatkan keterlibatan siswa, dan menumbuhkan minat belajar dalam proses pembelajaran

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Penggunaan Ice Breaking terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PPKN di SDN Percobaan Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan ice breaking efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) di SDN Percobaan Palangka Raya, khususnya untuk mendorong keterlibatan dan partisipasi siswa selama pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel terdiri dari seluruh siswa kelas IV-D dan V-C, sejumlah 47 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui angket motivasi belajar yang berisi 20 pertanyaan, kemudian dianalisis dengan SPSS Windows 31 untuk menguji validitas, reliabilitas, serta statistik deskriptif seperti mean, median, modus, range, standar deviasi, dan persentase tingkat motivasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan ice breaking efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Aktivitas ini membuat suasana kelas menjadi lebih nyaman, menyenangkan, dan interaktif, sehingga siswa merasa rileks, lebih berani berpartisipasi, dan termotivasi mengikuti proses pembelajaran. Data menunjukkan bahwa sebanyak 28 siswa (59,6%) berada pada kategori sedang, 10 siswa (21,3%) pada kategori tinggi, dan 9 siswa (19,1%) pada kategori rendah. Nilai rata-rata sebesar 66,45 dengan skor minimum 55 dan maksimum 78 menunjukkan bahwa siswa memiliki dorongan belajar yang cukup baik meskipun masih terdapat variasi antar individu. Hasil ini didukung oleh validitas instrumen yang baik dan penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa ice breaking dapat meningkatkan fokus, semangat, dan partisipasi aktif siswa selama pembelajaran.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penerapan Ice Breaking terhadap Motivasi Belajar pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas III SDN Percobaan Palangka Raya

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nopita. 2024. Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si., Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd.,M.Pd.H. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pengaruh Penerapan Ice Breaking Terhadap Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas III SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini membahas tentang pengaruh penerapan ice breaking terhadap motivasi belajar pada pembelajaran matematika siswa kelas III SDN Percobaan Palangka Raya. Berdasarkan fakta di lapangan, guru masih menerapkan metode pembelajaran konvensional yang cenderung memusatkan kegiatan pembelajaran pada diri mereka sendiri. Tujuan dari penelitian ini dalah untuk melihat pengaruh penerapan ice breaking terhadap motivasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Penelitian melibatkan dua kelas: kelas IIIA sebagai kelas eksperimen dan kelas IIIC sebagai kelas kontrol. Populasi dan sampel mencakup seluruh siswa kelas IIIA dan IIIC di SDN Percobaan Palangka Raya, yaitu 28 siswa dari kelas IIIA dan 24 siswa dari kelas IIIC, total 52 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah berupa angket motivasi belajar dan ice breaking dengan jumlah 10 butir angket dengan skala likers 5. Data yang dikumpulkan oleh peneliti selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis uji t dan regresi linier sederhana. Pada tahap pre-test, nilai thitung = 0,77, ttabel = 2,008. Ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan motivasi belajar siswa sebelum perlakuan. Pada tahap post-test, nilai thitung = 4,049 > ttabel = 2,008, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelas, dimana siswa yang diberikan penerapan ice breaking selama proses pembelajaran mengalami peningkatan motivasi belajar dibandingkan dengan siswa yang tidak mengikuti ice breaking. Dan pada tahap analisis regresi linear sederhana dengan nilai intersep (a) = 3,62 mengindikasikan prediksi nilai motivasi belajar siswa tanpa perlakuan ice breaking, koefisien regresi (b) = 0,93 mengindikasikan bahwa setiap peningkatan 1 poin dalam penerapan ice breaking akan meningkatkan motivasi belajar sebesar 0,93 poin. Jadi, ice breaking memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar siswa kelas III SDN Percobaan Palangka Raya. Kemudian dari hasil analisis determinasi besaran pengaruh ice breaking terhadap motivasi belajar siswa yang diberikan yaitu sebesar 88% dan 12% dari pengaruh faktor lain. Jadi dapat disimpulkan dari besaran pengaruh ice breaking terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika siswa kelas III SDN Percobaan Palangka Raya bahwa uji hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail