Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

NOPITA

4 karya publik ditemukan.

2025: 22024: 2

PERAN MANTIR ADAT DALAM MENETAPKAN HAK WARIS ANAK BERDASARKAN HARTA GONO GINI PADA KASUS PERCERAIAN (STUDI KASUS DI DESA JANGKIT KECAMATAN RUNGAN HULU KABUPATEN GUNUNG MAS)

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK NOPITA MITRIANA, 2025 Peran MantirAdat Dalam Menetapkan Hak Waris Anak Berdasarkan Harta Gono Gini Pada Kasus Perceraian (Studi Kasus di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas). Skripsi Strata Satu, Program Studi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, I Komang Darman, SH.,MH Pembimjbing II, Edelweisia Cristiana, MH Penelitian ini mengkaji peran Mantir Adat dalam penetapan hak waris anak berdasarkan harta gono-gini pasca perceraian di Desa Jangkit, Kecamatan Rungan Hulu, Kabupaten Gunung Mas Hukum adat Dayak, yang diakui dalam sistem hukum nasional, memiliki peran penting dalammenyelesaikan konflik sosial, termasuk perceraian dan pembagian harta. Perceraian dalam konteks adat tidak hanya melibatkan individu, tetapi juga keluarga besar dan nilai-nilai sosial masyarakat. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) Peran MantirAdat Dalam Menetapkan Hak Waris Anak Berdasarkan Harta Gono Gini Pada Kasus Perceraian Studi kasus desa jangkit kecamatan rungan hulu kabupaten gunung mas, (2) Mekanisme Penetakan Hak Waris Anak Nerdasarkan Harta Gono Gini Pada Kasus Perceraian Studi Kasus Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis dan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan Mantir Adat dan masyarakat, serta studi dokumentasi dan literatur. Lokasi penelitian difokuskan di DesaJangkit yang masih kuat mempertahankan hukum adat Dayak Ngaju. Pemilihan informan dilakukan secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mantir Adat berperan sebagai mediator dan pengambil keputusan dalam pembagian harta gono-gini, dengan fokus pada perlindungan hak anak. Proses penyelesaian dilakukan melalui tahapan adat berupa pelaporan, pemanggilan, musyawarah, hingga pengambilan keputusan adat yang mengikat. Keputusan didasarkan pada kesepakatan pasangan, kondisi anak, dan norma adat yang berlaku. Studi ini menegaskan pentingnya kelembagaan adat dalam menjaga keadilan dan harmoni sosial, serta mendorong penguatan legitimasi formal atas keputusan adat agar setara dengan putusan pengadilan.

Peran Mantir Adat dalam menetapkan Hak Waris Anak Berdasarkan Harta Gono Gini pada Kasus Perceraian (Studi Kasus di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas).

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK NOPITA MITRIANA, 2025 Peran MantirAdat Dalam Menetapkan Hak Waris Anak Berdasarkan Harta Gono Gini Pada Kasus Perceraian (Studi Kasus di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas). Skripsi Strata Satu, Program Studi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, I Komang Darman, SH.,MH Pembimjbing II, Edelweisia Cristiana, MH Penelitian ini mengkaji peran Mantir Adat dalam penetapan hak waris anak berdasarkan harta gono-gini pasca perceraian di Desa Jangkit, Kecamatan Rungan Hulu, Kabupaten Gunung Mas Hukum adat Dayak, yang diakui dalam sistem hukum nasional, memiliki peran penting dalammenyelesaikan konflik sosial, termasuk perceraian dan pembagian harta. Perceraian dalam konteks adat tidak hanya melibatkan individu, tetapi juga keluarga besar dan nilai-nilai sosial masyarakat. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) Peran MantirAdat Dalam Menetapkan Hak Waris Anak Berdasarkan Harta Gono Gini Pada Kasus Perceraian Studi kasus desa jangkit kecamatan rungan hulu kabupaten gunung mas, (2) Mekanisme Penetakan Hak Waris Anak Nerdasarkan Harta Gono Gini Pada Kasus Perceraian Studi Kasus Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis dan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan Mantir Adat dan masyarakat, serta studi dokumentasi dan literatur. Lokasi penelitian difokuskan di DesaJangkit yang masih kuat mempertahankan hukum adat Dayak Ngaju. Pemilihan informan dilakukan secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mantir Adat berperan sebagai mediator dan pengambil keputusan dalam pembagian harta gono-gini, dengan fokus pada perlindungan hak anak. Proses penyelesaian dilakukan melalui tahapan adat berupa pelaporan, pemanggilan, musyawarah, hingga pengambilan keputusan adat yang mengikat. Keputusan didasarkan pada kesepakatan pasangan, kondisi anak, dan norma adat yang berlaku. Studi ini menegaskan pentingnya kelembagaan adat dalam menjaga keadilan dan harmoni sosial, serta mendorong penguatan legitimasi formal atas keputusan adat agar setara dengan putusan pengadilan.

Pengaruh Penerapan Ice Breaking Terhadap Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas III SDN Percobaan Palangka Raya

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Nopita. 2024. Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si., Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd.,M.Pd.H. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pengaruh Penerapan Ice Breaking Terhadap Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas III SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini membahas tentang pengaruh penerapan ice breaking terhadap motivasi belajar pada pembelajaran matematika siswa kelas III SDN Percobaan Palangka Raya. Berdasarkan fakta di lapangan, guru masih menerapkan metode pembelajaran konvensional yang cenderung memusatkan kegiatan pembelajaran pada diri mereka sendiri. Tujuan dari penelitian ini dalah untuk melihat pengaruh penerapan ice breaking terhadap motivasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Penelitian melibatkan dua kelas: kelas IIIA sebagai kelas eksperimen dan kelas IIIC sebagai kelas kontrol. Populasi dan sampel mencakup seluruh siswa kelas IIIA dan IIIC di SDN Percobaan Palangka Raya, yaitu 28 siswa dari kelas IIIA dan 24 siswa dari kelas IIIC, total 52 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah berupa angket motivasi belajar dan ice breaking dengan jumlah 10 butir angket dengan skala likers 5. Data yang dikumpulkan oleh peneliti selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis uji t dan regresi linier sederhana. Pada tahap pre-test, nilai thitung = 0,77, ttabel = 2,008. Ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan motivasi belajar siswa sebelum perlakuan. Pada tahap post-test, nilai thitung = 4,049 > ttabel = 2,008, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelas, dimana siswa yang diberikan penerapan ice breaking selama proses pembelajaran mengalami peningkatan motivasi belajar dibandingkan dengan siswa yang tidak mengikuti ice breaking. Dan pada tahap analisis regresi linear sederhana dengan nilai intersep (a) = 3,62 mengindikasikan prediksi nilai motivasi belajar siswa tanpa perlakuan ice breaking, koefisien regresi (b) = 0,93 mengindikasikan bahwa setiap peningkatan 1 poin dalam penerapan ice breaking akan meningkatkan motivasi belajar sebesar 0,93 poin. Jadi, ice breaking memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar siswa kelas III SDN Percobaan Palangka Raya. Kemudian dari hasil analisis determinasi besaran pengaruh ice breaking terhadap motivasi belajar siswa yang diberikan yaitu sebesar 88% dan 12% dari pengaruh faktor lain. Jadi dapat disimpulkan dari besaran pengaruh ice breaking terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika siswa kelas III SDN Percobaan Palangka Raya bahwa uji hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima.

Pengaruh Penerapan Ice Breaking terhadap Motivasi Belajar pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas III SDN Percobaan Palangka Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nopita. 2024. Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si., Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd.,M.Pd.H. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pengaruh Penerapan Ice Breaking Terhadap Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas III SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini membahas tentang pengaruh penerapan ice breaking terhadap motivasi belajar pada pembelajaran matematika siswa kelas III SDN Percobaan Palangka Raya. Berdasarkan fakta di lapangan, guru masih menerapkan metode pembelajaran konvensional yang cenderung memusatkan kegiatan pembelajaran pada diri mereka sendiri. Tujuan dari penelitian ini dalah untuk melihat pengaruh penerapan ice breaking terhadap motivasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Penelitian melibatkan dua kelas: kelas IIIA sebagai kelas eksperimen dan kelas IIIC sebagai kelas kontrol. Populasi dan sampel mencakup seluruh siswa kelas IIIA dan IIIC di SDN Percobaan Palangka Raya, yaitu 28 siswa dari kelas IIIA dan 24 siswa dari kelas IIIC, total 52 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah berupa angket motivasi belajar dan ice breaking dengan jumlah 10 butir angket dengan skala likers 5. Data yang dikumpulkan oleh peneliti selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis uji t dan regresi linier sederhana. Pada tahap pre-test, nilai thitung = 0,77, ttabel = 2,008. Ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan motivasi belajar siswa sebelum perlakuan. Pada tahap post-test, nilai thitung = 4,049 > ttabel = 2,008, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelas, dimana siswa yang diberikan penerapan ice breaking selama proses pembelajaran mengalami peningkatan motivasi belajar dibandingkan dengan siswa yang tidak mengikuti ice breaking. Dan pada tahap analisis regresi linear sederhana dengan nilai intersep (a) = 3,62 mengindikasikan prediksi nilai motivasi belajar siswa tanpa perlakuan ice breaking, koefisien regresi (b) = 0,93 mengindikasikan bahwa setiap peningkatan 1 poin dalam penerapan ice breaking akan meningkatkan motivasi belajar sebesar 0,93 poin. Jadi, ice breaking memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar siswa kelas III SDN Percobaan Palangka Raya. Kemudian dari hasil analisis determinasi besaran pengaruh ice breaking terhadap motivasi belajar siswa yang diberikan yaitu sebesar 88% dan 12% dari pengaruh faktor lain. Jadi dapat disimpulkan dari besaran pengaruh ice breaking terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika siswa kelas III SDN Percobaan Palangka Raya bahwa uji hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima.