Abstrak
Penelitian ini mengkaji tentang pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN-1 Basarang (kajian tentang aspek kognitf, afektif, dan psikomotorik). Kajian ini bertujuan untuk menghasilkan sumber daya manusia Hindu yang berkualitas. Upaya tersebut di antaranya melalui pendidikan agama Hindu, dan sebagai kunci utama yang harus dibenahi. Karena, manusia yang berkualitas ialah manusia yang memiliki iman dan taqwa, ilmu dan pengetahuan, cakap dan terampil bekerja serta berbudi pekerti luhur. Semuanya itu akan terwujud melalui proses pembelajaran pendidikan agama Hindu. Sehubungan dengan proses pembelajaran pendidikan agama Hindu dimaksud maka sektor pendidikan formal seperti SMAN-1 Basarang memiliki peran penting dalam rangka mewujudkan manusia Hindu yang berkualitas baik secara kognitif, afektif dan psikomotorik. Penelitian ini terfokus pada tiga aspek pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN-1 Basarang. 1) Kajian aspek kognitf, afektif, dan psikomotorik dengan rumusan masalah: Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN-1 Basarang? 2) ) Kajian aspek kognitf, afektif, dan psikomotorik dengan rumusan masalah: Apa kendala pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN-1 Basarang? 3) ) Kajian aspek kognitf, afektif, dan psikomotorik dengan rumusan masalah: Bagaimana upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN-1 Basarang? Adapun teori yang digunakan untuk menganalisis permasalahan tersebut adalah teori konstruktivistik, teori belajar bihavioristik, dan teori belajar humanistik. Metode penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan studi dokumen. Beberapa hasil dari penelitian ini adalah: Pertama, pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN-1 Basarang dalam kajian aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik sangat dipengaruhi oleh tiga tahapan pembelajran. Ketiga tahapan itu adalah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kedua, kendala yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN-1 Basarang berdasarkan kajian aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yaitu kendala dari dalam diri peserta didik, pendidik (guru), sarana dan prasarana belajar, lingkungan sekolah, dan masyarakat. Ketiga, upaya untuk mengatasi kendala dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu berdasakan kajian aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik tersebut memerlukan upaya peserta didik (siswa) dan uapaya dari pendidik (guru), upaya peningkatan sarana dan prasarana belajar, upaya menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif, dan termasuk lingkungan masyarakat yang dapat memdukung terciptanya proses pembelajaran pendidikan agama Hindu.