Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

1.949 item publik

Publikasi

Halaman 1 dari 98

Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Pada Siswa Di SDN Tajah Antang Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas

ANISYA
2026 · Book · Open Access

Anisya 2026. Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Pada Siswa Di SDN Tajah Antang Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas.Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II: Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku siswa yang menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai karakter belum sepenuhnya optimal, seperti kurangnya kedisiplinan, tanggung jawab, sikap saling menghargai, dan sopan santun. Guru Pendidikan Agama Hindu memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menganalisis upaya guru dalam mengatasi kendala penanaman nilai-nilai karakter pada siswa di SDN Tajah Antang Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri atas guru Pendidikan Agama Hindu, kepala sekolah, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai karakter dilakukan melalui peran sebagai pendidik, pembimbing, pengajar, teladan, dan motivator. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan meliputi religius, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, sopan santun, kepedulian, dan saling menghormati. Penanaman nilai dilakukan melalui pemberian arahan dan nasihat, keteladanan, pembiasaan, teguran, motivasi, serta pemberian apresiasi terhadap perilaku positif siswa. Dalam perspektif behavioristik, tindakan guru tersebut dapat dipahami sebagai stimulus yang diarahkan untuk membentuk respons perilaku positif siswa melalui penguatan dan pembiasaan yang dilakukan secara berulang; (2) Kendala dalam penanaman nilai-nilai karakter meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, belum konsistennya perilaku siswa, pengaruh lingkungan keluarga dan pergaulan, perkembangan teknologi, serta keterbatasan sarana dan dukungan dalam pelaksanaan penanaman karakter; (3) Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala tersebut meliputi pemberian arahan dan nasihat, pembiasaan perilaku positif, pemberian keteladanan, motivasi, teguran, serta pengawasan secara berkelanjutan dalam kegiatan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di sekolah.

IMPLIKASI HUKUM PERKAWINAN DI BAWAH UMUR DI DESA TUMBANG MAHOP KECAMATAN KATINGAN HULU KABUPATEN KATINGAN (PERSPEKTIF HUKUM HINDU)

BILI OKTARIAN
2026 · Book · Open Access

Bili Oktarian. 2026, Implikasi Hukum Perkawinan di Bawah Umur di Desa Tumbang Mahop Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan (Perspektif Hukum Hindu). Skripsi Strata Satu, Prodi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mariatie, S.Ag.,M,Si. dan Pembimbing II Budiarto Santoso, S,H.AH.,M,H. Perkawinan merupakan ikatan suci yang bertujuan membentuk keluarga yang harmonis, bahagia, dan kekal berdasarkan ajaran agama serta ketentuan hukum yang berlaku. Dalam perkembangan masyarakat, masih ditemukan praktik perkawinan di bawah umur yang dilakukan sebelum calon mempelai mencapai batas usia minimum sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, yaitu batas usia 19 tahun bagi pria dan wanita. Fenomena tersebut ditemukan di Desa Tumbang Mahop, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan yang dipengaruhi oleh berbagai pergaulan remaja. Dalam perspektif hukum Hindu, perkawinan tidak hanya dipandang sebagai hubungan lahiriah antara laki-laki dan perempuan, tetapi juga sebagai kewajiban dharma yang harus dilaksanakan dengan kesiapan fisik, mental, spiritual, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) implikasi hukum terhadap perkawinan di bawah umur di Desa Tumbang Mahop, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan, dan (2) proses penyelesaian terhadap perkawinan di bawah umur di Desa Tumbang Mahop, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap Mantir Adat, Ketua Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan (MKAHK), Kepala Desa, Tokoh Masyarakat dan Sanksi, pasangan yang melakukan perkawinan di bawah umur, serta masyarakat setempat. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan implikasi hukum terhadap perkawinan di bawah umur di Desa Tumbang Mahop, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan adalah bahwa perkawinan yang dilakukan oleh pasangan yang belum mencapai batas usia yang ditentukan oleh Undang-Undang Perkawinan tidak memenuhi syarat hukum perkawinan secara penuh, sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan terkait legalitas perkawinan dan perlindungan hukum bagi para pihak. Dari perspektif hukum Hindu, perkawinan di bawah umur dipandang sebagai perbuatan yang belum sesuai dengan prinsip kedewasaan dan tanggung jawab dalam membentuk keluarga, sehingga penyelesaiannya memerlukan keterlibatan keluarga, tokoh adat, dan tokoh agama melalui pembinaan serta pemenuhan kewajibannya. Adapun proses penyelesaian perkawinan di bawah umur dilakukan melalui musyawarah keluarga, pembinaan oleh mantir adat dan tokoh agama Hindu Kaharingan, serta menempuh prosedur hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Sinergi antara hukum negara, dan nilai-nilai hukum Hindu menjadi upaya penting dalam memberikan perlindungan serta mencegah terjadinya perkawinan di bawah umur di masyarakat. Kata Kunci: Implikasi Hukum, Perkawinan di Bawah Umur, Hukum Hindu.

UPAYA MAJELIS KELOMPOK AGAMA HINDU KAHARINGAN DALAM MENGATASI KETERBATASAN TENAGA PENGAJAR PADA PASRAMAN PENYANG HATAMPUNG DI DESA TAMPANG TUMBANG ANJIR KABUPATEN GUNUNG MAS

LALA SRI NINGSIH
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya keterbatasan tenaga pengajar pada Pasraman Penyang Hatampung di Desa Tampang Tumbang Anjir, Kabupaten Gunung Mas. Keterbatasan tenaga pengajar dapat memengaruhi pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan keberlangsungan pendidikan keagamaan Hindu di pasraman. Dalam kondisi tersebut, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan memiliki peran penting dalam melakukan berbagai upaya untuk menghadapi keterbatasan tenaga pengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor penyebab keterbatasan tenaga pengajar serta mendeskripsikan upaya Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam mengatasi keterbatasan tenaga pengajar pada Pasraman Penyang Hatampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan tenaga pengajar pada Pasraman Penyang Hatampung berkaitan dengan keterbatasan jumlah tenaga pengajar, keterbatasan waktu karena tenaga pengajar memiliki aktivitas lain, terbatasnya calon pengajar, serta belum optimalnya pembinaan dan keberlanjutan tenaga pengajar. Kondisi tersebut berdampak pada pengelolaan kegiatan pembelajaran dan kebutuhan pembagian tugas tenaga pengajar. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan melakukan beberapa upaya, yaitu koordinasi dengan pengurus dan tenaga pengajar pasraman, pemberdayaan masyarakat dan tokoh agama, serta kaderisasi dan pembinaan calon pengajar. Pelaksanaan upaya tersebut didukung oleh semangat tenaga pengajar, dukungan pengurus pasraman, partisipasi masyarakat dan tokoh agama, antusiasme peserta didik, serta kerja sama antarunsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pasraman. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu tenaga pengajar, terbatasnya calon pengajar, kesibukan masyarakat, dan belum optimalnya pembinaan secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa upaya Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam mengatasi keterbatasan tenaga pengajar dilakukan melalui pengelolaan dan optimalisasi sumber daya yang tersedia serta penguatan kerja sama dengan berbagai pihak. Kaderisasi dan pembinaan calon pengajar menjadi bagian penting untuk menjamin keberlanjutan tenaga pengajar pada masa mendatang. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penyelesaian keterbatasan tenaga pengajar membutuhkan upaya yang berkelanjutan melalui koordinasi, pemberdayaan sumber daya manusia, dan pembinaan calon pengajar. Kata kunci: Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan, keterbatasan tenaga pengajar, pasraman, upaya, pendidikan keagamaan Hindu.

UPAYA GURU MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA TUNAGRAHITA RINGAN DI SDN 2 MENTENG

YERI PRIANTI
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesulitan belajar yang dialami siswa tunagrahita ringan, upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran di SDN 2 Menteng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru kelas yang dipilih berdasarkan pertimbangan keterlibatan langsung dalam proses pembelajaran siswa tunagrahita ringan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa tunagrahita ringan mengalami (1) bentuk kesulitan belajar dalam memahami materi pembelajaran, membaca, menulis, berhitung, serta memusatkan perhatian. (2) Upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar, dilakukan melalui penyesuaian metode pembelajaran, penggunaan media dan alat bantu pembelajaran, pemberian penjelasan secara bertahap dan berulang, pendampingan secara langsung, serta pemberian motivasi dan penguatan positif. (3) Faktor pendukung dan penghambat bagi guru dalam mengatasi kesulitan belajar. Fator pendukung meliputi kerja sama antara guru, orang tua, dan sekolah, dukungan kepala sekolah, serta ketersediaan media dan fasilitas pembelajaran. Faktor penghambat meliputi keterbatasan kemampuan siswa dalam memahami materi dan keterbatasan waktu guru dalam memberikan pendampingan individual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dilakukan melalui penyesuaian pembelajaran sesuai kebutuhan siswa serta dukungan dari lingkungan sekolah dan keluarga. Kata kunci: kesulitan belajar, tunagrahita ringan, upaya guru, pendidikan inklusif, dukungan sosial

STRATEGI KOMUNIKASI GURU AGAMA HINDU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA HINDU SDN – 1 MARANDANG KECAMATAN SERUYAN HULU KABUPATEN SERUYAN

KALVIN
2026 · Book · Open Access

Kalvin, 2026 : Strategi Komunikasi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Hindu SDN – 1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan. Pembimbing I Kunti Ayu Vedanti, S.Fil.H.,M.Ag, Pembimbing II I Komang Widyana, S.Pd.H.,M.Pd. Pembelajaran Agama Hindu membutuhkan strategi komunikasi guru yang sesuai dengan kondisi siswa untuk meningkatkan motivasi belajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana strategi komunikasi Guru Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SDN-1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan? (2) Apa saja hambatan dan upaya Guru Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SDN-1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan yaitu (1) Teori Tindakan Komunikatif Jürgen Habermas dan (2) Teori Behavioristik. Informan penelitian terdiri dari Guru Agama Hindu, siswa Hindu kelas IV–VI, serta orang tua atau wali siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) strategi komunikasi guru dilakukan melalui komunikasi interpersonal, verbal, dan dialogis dengan penggunaan bahasa sederhana, pertanyaan, penjelasan ulang materi, pendekatan pribadi, perhatian, motivasi, pujian, dan penghargaan; (2) hambatan yang dihadapi meliputi kurangnya fokus dan keaktifan siswa, kesulitan memahami materi, kurangnya keberanian menjawab pertanyaan, serta keterbatasan media pembelajaran; (3) upaya yang dilakukan guru meliputi pendekatan personal, pemberian perhatian, penjelasan ulang, pertanyaan, motivasi, pujian, dan penghargaan. Strategi komunikasi tersebut mendukung keterlibatan dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran Agama Hindu.

PENGARUH PENGENDALIAN DIRI DAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI TERHADAP KEMAMPUAN PUBLIC SPEAKING MAHASISWA PADA KEGIATAN FAKULTAS DHARMA DUTA DAN BRAHMA WIDYA

DEPI PERMATASARI
2026 · Book · Open Access

Public speaking merupakan kompetensi esensial yang harus dimiliki oleh mahasiswa, tidak hanya dalam konteks akademik tetapi juga dalam kehidupan sosial, Namun kemampuan public speaking Mahasiswa Fakultas Dharma Duta Dan Brahma Widya IAHN Palangka Raya masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengendalian diri dan keterampilan komunikasi terhadap kemampuan public speaking mahasiswa. Penelitian ini menggunkaan pendekatan deskriptif eksploratif dengan jenis penelitian kuantitatif. Analisa data dilakukan dengan deskripsis data hasil penelitian, uji kualitas instrumen, uji pra-syarat analisis, dan analisis regresi linear berganda menggunakan program SPSS 24.0 Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari pengendalian diri (sig. 0,001 < 0,05) dan keterampilan komunikasi (sig. 0,013 < 0,05) secara parsial terhadap kemampuan public speaking mahasiswa Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya angkatan 2025. Secara simultan, kedua variabel juga memberikan pengaruh yang signifikan (sig. 0,000 < 0,05) dengan nilai koefisien determinasi (R^2) sebesar 0,342. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian diri dan keterampilan komunikasi berkontribusi sebesar 34,2% terhadap kemampuan public speaking, sementara 65,8% dijelaskan oleh variabel lain. Temuan ini menegaskan bahwa perlunya pengembangan pengendalian diri dan keterampilan komunikasi mahasiswa untuk menunjang kemampuan public speaking. peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengeksplorasi variabel lain yang menyumbang 65,8% pengaruh di luar penelitian ini.

STRATEGI GURU KELAS DALAM MENGATASI DISTRAKSI PERHATIAN SISWA KELAS IV DI SDN 6 PALANGKA

MINI
2026 · Book · Open Access

This research was motivated by students’ attention distractions during the learning process, which can hinder their engagement and understanding of the material presented. Attention distractions can be observed when students talk to their peers, play during lessons, fail to pay attention to the teacher’s explanations, and engage in other activities unrelated to the learning process. Therefore, appropriate teacher strategies are needed to restore and maintain students’ attention throughout the learning process. This study aims to describe the strategies employed by the fourth-grade classroom teacher in addressing students’ attention distractions at State Elementary School (SDN) 6 Palangka and to identify the forms and factors influencing the occurrence of students’ attention distractions. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects consisted of the principal, the fourth-grade classroom teacher, and fourthgrade students. Data analysis was conducted through the stages of data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the classroom teacher employed several strategies to address students’ attention distractions, including the use of varied learning methods and the management of the classroom environment. The teacher used various learning methods, such as lectures to explain concepts, followed by discussions to increase interaction among students. The teacher also managed the classroom environment and seating arrangements to support students’ attention during the learning process. The implementation of these strategies was adjusted to the students’ conditions and characteristics. The forms of students’ attention distractions included a lack of attention to the teacher’s explanations, students disturbing their peers during the learning process, and students having difficulty maintaining focus on learning activities. Two factors influenced students’ attention distractions, namely internal factors originating from within the students and external factors arising from the students’ learning environment. Future researchers are expected to develop further studies by examining more diverse teacher strategies for addressing students’ attention distractions and involving broader subjects and learning contexts. In addition, future research may investigate the effectiveness of these strategies in improving students’ focus and engagement during the learning process. Keywords: Teacher Strategies, Attention Distractions, Fourth-Grade Students, Learning.

PERAN MANTIR ADAT DALAM PENANGANAN PRA PERKAWINAN BEDA AGAMA DI DESA TEWANG RANGKANG KECAMATAN TEWANG SANGALANG GARING KABUPATEN KATINGAN

ARIN FIN
2026 · Book · Open Access

Arin Fin. 2025, Peran Mantir Adat dalam Penanganan Pra Perkawinan Beda Agama Di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing, Kabupaten Katingan. Skripsi Srata Satu, Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr.Riwun.S.Ag.,M,Si, dan Pembimbing II Alfred Yetno,SH.,MH. Perkawinan beda agama merupakan salah satu fenomena sosial yang sering menimbulkan berbagai persoalan hukum, sosial, budaya, dan keagamaan dalam masyarakat. Di tengah masyarakat adat Dayak di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan, keberadaan Mantir Adat memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban sosial serta menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan adat istiadat, termasuk dalam penanganan pra perkawinan beda agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Mantir Adat dalam penanganan pra perkawinan beda agama serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan peran tersebut di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh melalui wawancara dengan Mantir Adat, tokoh agama, pasangan yang melakukan pra perkawinan beda agama, dan masyarakat setempat. Data juga diperoleh melalui observasi lapangan dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan 1) Peran dan kewenangan Mantir Adat dalam menangani pra-perkawinan beda agama sangat penting sebagai mediator, fasilitator, penasihat, dan penegak hukum adat. Mantir Adat berwenang memberikan pertimbangan adat, memediasi kedua belah pihak dan keluarga, serta memastikan bahwa proses penyelesaian dilakukan sesuai dengan norma adat yang berlaku guna menjaga ketertiban dan keharmonisan masyarakat. 2) Mekanisme penyelesaian pra-perkawinan beda agama melalui lembaga adat dilakukan secara bertahap, dimulai dari pengaduan atau konsultasi keluarga kepada Mantir Adat, musyawarah antara para pihak, pemberian nasihat dan pertimbangan adat, pencapaian kesepakatan bersama, hingga penetapan keputusan adat yang diterima oleh kedua keluarga. Seluruh proses mengedepankan prinsip musyawarah, mufakat, dan penghormatan terhadap nilai-nilai adat serta keyakinan masing-masing pihak. 3) Implikasi sosial, hukum, dan keagamaan dari penanganan pra-perkawinan beda agama oleh Mantir Adat menunjukkan dampak yang positif bagi masyarakat. secara sosial, proses tersebut mampu menjaga kerukunan, toleransi, dan hubungan kekeluargaan. Secara hukum, penyelesaian adat memberikan kepastian dan legitimasi sosial terhadap keputusan yang diambil masyarakat. Secara keagamaan, proses ini mendorong penghormatan terhadap keyakinan masing-masing pihak serta meminimalkan potensi konflik yang dapat muncul akibat perbedaan agama dalam perkawinan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Mantir Adat berperan penting dalam penanganan pra perkawinan beda agama melalui pendekatan musyawarah, mediasi, dan pembinaan adat guna menciptakan kesepahaman antara para pihak yang akan melangsungkan perkawinan. Peran tersebut tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme penyelesaian persoalan adat, tetapi juga sebagai sarana menjaga kerukunan, toleransi, dan keharmonisan sosial dalam masyarakat adat Dayak di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Kata Kunci: Mantir Adat, Pra Perkawinan, Perkawinan Beda Agama.

PERGULATAN IDEOLOGI KEBERAGAMAAN PADA PELAKSANAAN RITUAL NGAPATUNG OLEH MASYARAKAT DAYAK DI DESA TUMBANG PAKU КЕСАМАTAN MARIKIT KABUPATEN KATINGAN

RUSMIATIE
2026 · Book · Open Access

Rusmiatie, 2026, Pergulatan Ideologi Keberagamaan pada Pelaksanaan Ritual Ngapatung oleh Masyarakat Dayak di Desa Tumbang Paku Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan. Skripsi. Program Studi Hukum Agama Hindu, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I) Dra. Ni Made Ratini, M.Si. Pembimbing (II) Gelar Sumbogo Peni, S.Ag., M.Si. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dipertahankannya ritual Ngapatung sebagai ritual keagamaan Hindu Kaharingan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Dayak di Desa Tumbang Paku, Kecamatan Marikit, Kabupaten Katingan. Dalam perkembangannya, perpindahan keyakinan sebagian masyarakat menimbulkan dinamika dalam pelaksanaan ritual Ngupatung. Sebagian masyarakat yang telah mengalami perpindahan keyakinan tetap melaksanakan ritual Ngapatung sebagai praktik yang diwarisi dari tradisi keagamaan sebelumnya. Kondisi tersebut menimbulkan pergulatan ideologi keberagamaan berupa ketegangan antara ajaran keagamaan yang dianut setelah perpindahan keyakinan dengan praktik ritual yang masih dipertahankan. Di satu sisi, ritual Ngapatung tetap dipandang sebagai warisan tradisi dan pengalaman keberagamaan sebelumnya, sedangkan di sisi lain, berdasarkan pemahaman terhadap ajaran keagamaan yang kini dianut, praktik tersebut dipandang tidak sejalan dengan keyakinan keagamaan yang dianut saat ini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah bentuk pelaksanaan ritual Ngapatung oleh masyarakat Dayak di Desa Tumbang Paku, Kecamatan Marikit, Kabupaten Katingan? (2) Bagaimanakah bentuk pergulatan ideologi keberagamaan pada pelaksanaan ritual Ngapatung? dan (3) Faktor apa saja yang memengaruhi pergulatan ideologi keberagamaan pada pelaksanaan ritual Ngapatung? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelaksanaan ritual Ngapatung, menganalisis bentuk pergulatan ideologi keberagamaan yang terjadi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri atas tokoh agama, pelaku ritual, dan masyarakat Desa Tumbang Paku yang mengetahui dan terlibat dalam pelaksanaan ritual Ngapatung. Analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Ngapatung merupakan ritual tolak bala dan penyembuhan tradisional yang dilaksanakan untuk membuang sial, menetralisir pengaruh buruk, memulihkan hambaruan, serta melakukan pembersihan jasmani dan rohani setelah pulang dari tempat pemakaman orang yang meninggal. Pergulatan ideologi keberagamaan tampak pada sebagian masyarakat yang telah mengalami perpindahan keyakinan tetapi masih mempertahankan dan melaksanakan ritual Ngapatung yang berasal dari tradisi keagamaan sebelumnya. Pergulatan tersebut tercermin dalam ketegangan antara ajaran keagamaan yang kini dianut dengan praktik ritual yang tetap dijalankan sebagai bagian dari warisan tradisi dan pengalaman keberagamaan sebelumnya. Kata Kunci: Pergulatan Ideologi, Keberagamaan, Ritual Ngapatung, Hindu Kaharingan, Masyarakat Dayak.

KOMUNIKASI MAHASISWA MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL MENANGKAL BERITA HOAKS PADA MEDIA SOSIAL DI FAKULTAS DHARMA DUTA DAN BRAHMA WIDYA

LIDYA SINTA BELA
2026 · Book · Open Access

Lidya Sinta Bela, (2026) Komunikasi Mahasiswa Meningkatkan Kemampuan Literasi Digital Menangkal Berita Hoaks Pada Media Sosial di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Pembimbing I Dr. Tardi Edung, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Evie, S.Pd., M.Pd Secara umum penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana komunikasi mahasiswa berperan dalam meningkatkan kemampuan literasi digital guna menangkal penyebaran berita hoaks pada media sosial seperti tiktok di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Adapun rumusan masalah dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana proses komunikasi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan literasi digital untuk menangkal berita hoaks pada media sosial seperti tiktok khususnya di lingkungan Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, 2) Apa saja strategi yang dilakukan mahasiswa dalam meningkatkan literasi digital untuk mencegah penyebaran hoaks di media sosial seperti tiktok khususnya di lingkungan Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya dengan informan sebanyak 8 (delapan) mahasiswa dan 2 (dua) dosen yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, sedangkan teknik analisis data meliputi pengumpulan data, verifikasi, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan literasi digital untuk menangkal berita hoaks di TikTok berlangsung secara aktif, dinamis, dan timbal balik melalui verifikasi, evaluasi, penyaringan informasi, serta pemberian umpan balik. Strategi tersebut didukung oleh pembelajaran, diskusi, seminar, pelatihan literasi digital, dan dukungan dosen serta fakultas. Kemampuan literasi digital mahasiswa telah berkembang, tetapi belum sepenuhnya merata sehingga masih diperlukan penguatan secara berkelanjutan.

Upaya Guru Kelas dalam Mengatasi Kesulitan Interaksi Sosial pada Siswa Kelas V di SDN 3 Palangka

TOMI
2026 · Book · Open Access

Tomi. 2026. Upaya Guru Kelas dalam Mengatasi Kesulitan Interaksi Sosial pada Siswa Kelas V di SDN 3 Palangka. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (IAHN-TP) Dosen Pembimbing I: Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag dan Dosen Pembimbing II: Hendri, S.Ag.,M.Si Kesulitan interaksi sosial pada siswa kelas V dapat terlihat dari rendahnya kepercayaan diri dalam berkomunikasi, kepasifan dalam kegiatan kelompok, serta kesulitan dalam menjalin kerja sama dengan teman maupun guru. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peran guru kelas dalam memberikan pendampingan dan menerapkan upaya yang tepat untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan interaksi sosial secara positif di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesulitan interaksi sosial yang dialami siswa kelas V, menganalisis faktor penyebab kesulitan interaksi sosial, serta mendeskripsikan upaya guru kelas dalam mengatasi kesulitan interaksi sosial pada siswa kelas V di SDN 3 Palangka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. sumber data di peroleh melalui informan dalam penelitian ini terdiri atas siswa kelas V, guru kelas V, guru PJOK, dan kepala sekolah sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan interaksi sosial siswa terlihat dari kurangnya rasa percaya diri, siswa cenderung pendiam, kurang aktif dalam berkomunikasi, sulit bekerja sama, serta masih terdapat siswa yang memilih menyendiri dalam kegiatan tertentu. Faktor yang memengaruhi kesulitan interaksi sosial meliputi perbedaan karakter siswa, kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri, lingkungan pertemanan, kondisi keluarga, serta kondisi kelas dan keterbatasan waktu guru dalam memberikan perhatian secara individual. Upaya guru dalam mengatasi kesulitan tersebut dilakukan melalui komunikasi yang terbuka, pendekatan secara individual, pemberian motivasi dan apresiasi, kegiatan kerja kelompok, pemberian kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapat, serta penciptaan suasana pembelajaran yang nyaman dan kondusif. Upaya tersebut memberikan dampak positif terhadap keberanian siswa dalam berkomunikasi, bekerja sama, menyampaikan pendapat, dan membangun hubungan sosial dengan guru maupun teman sebaya. Dengan demikian, peran guru sangat penting dalam membantu siswa mengembangkan kemampuan interaksi sosial di lingkungan.

KOMUNIKASI PEMASARAN ONLINE DAN OFFLINE DALAM MEMBANGUN ENGAGEMENT PADA COFFEE SHOP TITIK BALIK KOPI

WAYAN ANITA SARI
2026 · Book · Open Access

Komunikasi pemasaran merupakan kegiatan yang dilakukan perusahaan agar memberikan informasi, membujuk, tentang produk yang ditawarkan dari sebuah perusahaan, untuk membangun citra merek positif. Dalam konteks Coffee Shop komunikasi pemasaran dapat dijadikan sebagai strategi dalam membangun keterlibatan konsumen. terdapat dua rumusan masalah (1) bagimana strategi komunikasi pemasaran online dan offline yang digunakan Coffee Shop Titik Balik Kopi untuk membangun engagement, (2) bagimana kendala yang dihadapii Coffee Shop Titik Balik Kopi dalam meningkatkan engagement. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang digunakan Coffee Shop Titik Balik Kopi dalam membangun keterlibatan konsumen. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, observasi dan kepustakaan. Menggunakan teori bauran pemasaran 7P dan engagement theory. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Coffee Shop Titik Balik Kopi menerapkan prinsip bauran pemasaran 7P sebagai strategi pemasaran dalam membangun keterlibatan. Selanjutnya pada pelakasanaannya terdapat kendala engagement theory pada elemen konten dan algoritma platfrom, Titik Balik Kopi masih terkendala pada keterbatasan menentukan ide konten, menjaga konsistensi publikasi, persaingan konten dimedia sosial serta masih kesulitan memahami karakteristik dan preferensi audiens.

Metodologi Penelitian dan Penulisan Hukum: Pendekatan Doktrinal dan Sosiolegal, Teknik Argumentasi, dan Standar Karya Ilmiah

Dr. Drs. Irman Syahriar; S.H.; M.Hum.; Dr. Isnawati; S.H.; M.H.; Khairunnisah; S.H.; M.H.
2026 · Book · Open Access

Buku ini disusun sebagai panduan komprehensif bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi hukum dalam memahami serta menerapkan metodologi penelitian hukum secara sistematis. Buku ini membahas seluruh tahapan penelitian, mulai dari menemukan masalah penelitian, merumuskan kebaruan (novelty), menyusun kerangka teori dan desain penelitian, hingga menulis dan mempublikasikan karya ilmiah yang memenuhi standar akademik. Pembahasan didalamnya mengintegrasikan dua tradisi utama penelitian hukum, yaitu penelitian hukum doktrinal (normatif) dan penelitian sosiolegal. Pada sisi doktrinal, pembaca diperkenalkan pada teknik penelusuran bahan hukum, pendekatan peraturan perundang-undangan, analisis putusan, metode penafsiran hukum, konstruksi hukum, dan teknik argumentasi akademik. Sementara itu, pendekatan sosiolegal dan empiris dibahas melalui metode kualitatif, kuantitatif, serta metode campuran untuk memahami hubungan antara hukum sebagai norma dan hukum dalam praktik sosial. Selain aspek metodologi, juga memberikan perhatian khusus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis dan argumentatif, etika penelitian, integritas akademik, pencegahan plagiarisme, manajemen referensi, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara etis dalam penelitian dan penulisan hukum. Berbagai contoh, template, checklist, dan latihan praktis disajikan untuk membantu pembaca menerapkan konsep-konsep yang dibahas. Dengan pendekatan yang teoritis sekaligus aplikatif, diharapkan menjadi referensi dan panduan praktis dalam menghasilkan penelitian hukum yang berkualitas, argumentatif, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu hukum dan praktik hukum di Indonesia.

Sarana Beras dalam Ritual Umat Hindu Kaharingan di Desa Kinjil Kabupaten Kotawaringin Barat (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)

WAYAN SRI DIANA
2026 · Book · Open Access

Sri Diana Wayan 2026, Sarana Beras dalam Ritual Umat Hindu Kaharingan Di Desa Kinjil Kabupaten Kotawaringin Barat (Perspektif Agama Hndu) Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Heri Kusuma Tarupay, S.,M.Hum Pembimbing II Niwayan Sukraini, S.Pd, M.Pd Beras merupakan sarana yang digunakan di setiap ritual keagamaan sesuai dengan tradisi kepercayaan yang dimiliki setiap daerah. Pada umat Hindu Kaharingan di Desa Kinjil penggunaan sarana beras tidak dipergunakan di setiap ritual hanya ritual tertentu saja yang menggunakan sarana beras. berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah yang di angkat peneliti yaitu: 1. Apa saja ritual yang tidak menggunakan sarana beras dan ritual yang menggunakan sarana beras dalam ritual umat Hindu Kaharingan di Desa Kinjil Kecamatan Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat, 2. Mengapa umat Hindu Kaharingan di Desa Kinjil Kecamatan Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat tidak menggunakan sarana beras di setiap ritualnya, 3. Bagaimana fungsi dan makna sarana beras yang digunakan dalam ritual umat Hindu Kaharingan di Desa Kinjil Kecamatan Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan sarana beras dalam ritual umat Hindu Kaharingan di Desa Kinjil Kecamatan Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat. Metode penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif, dengan pendekatan Visual menggunakan teori Semiotik Pragmatik Peirce dan teori Sosiokultural Vygotsky. Jenis dan sumber data yang digunakan: data primer dan data sekunder, teknik penentuan informan yang digunakan yaitu teknik Snowball Sampling. Data penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sarana beras tidak digunakan di setiap ritual umat Hindu Kaharingan di Desa Kinjil, karena adanya suatu sistem keagamaan yang mengatur perilaku hidup, yaitu Jurusan Bura (sistem pegangan) dan Jurusan Pehidup Pelaju (sistem perlakuan terhadap beras). Faktor penyebab karena adanya larangan atau pantangan yang melekat pada pembagian kedua jalur tersebut, sarana beras yang dilanggar digantikan dengan media alternatif lain (seperti tuak, kunyit kapur, darah ayam dan daun pehidup). Fungsi dan makna beras disakralkan sebagai benda yang memiliki roh (Pehidup Pelaju) yang menghidupi manusia, berfungsi sebagai Tabing Sarau Dinding Rangin (pelindung dari malapetaka), menjadi sarana penolak bala rusuh dan penyakit. Dalam perspektif Pendidikan Agama Hindu, tradisi ini memuat nilai-nilai edukasi luhur untuk menanamkan pemahaman Susila dan Ahimsa dalam menjaga pola tingkah laku, melestarikan warisan sosiokultural secara turun-temurun, serta membentuk pengajaran mental-spiritual agar manusia menghormati alam dan sumber kehidupannya.

KOMUNIKASI DALAM MEMBANGUN TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA PADA RUMAH MODERASI IAHN TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA

NURASI
2026 · Book · Open Access

Komunikasi memiliki peran penting dalam membangun interaksi harmonis di tengah keberagaman agama. Rumah Moderasi Beragama (RMB) IAHN Tampung Penyang Palangka Raya berperan memfasilitasi dan menggerakkan kegiatan yang mendukung penguatan moderasi beragama dan toleransi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola komunikasi Rumah Moderasi Beragama dalam membangun toleransi antarumat beragama serta strategi komunikasi yang diterapkan untuk meningkatkan toleransi pada Rumah Moderasi IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik penentuan informan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori komunikasi antarbudaya dan komunikasi interpersonal. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian terdiri atas mahasiswa, dosen, dan pengelola Rumah Moderasi Beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi melalui Rumah Moderasi Beragama berperan dalam membangun toleransi antarumat beragama di kampus. Rumah Moderasi Beragama menjadi wadah yang memfasilitasi sivitas akademika dalam memahami dan menerapkan nilai moderasi beragama melalui kegiatan. Komunikasi dilakukan secara terbuka, santun, dialogis, empatik, dan setara melalui komunikasi verbal maupun nonverbal. Strategi komunikasi terdiri atas empat jenis, yaitu komunikasi institusional melalui kegiatan lintas agama, komunikasi instruksional melalui arahan tentang moderasi beragama, komunikasi interpersonal melalui interaksi terbuka, empati, dan saling menghargai, serta strategi pesan melalui bahasa yang santun dan mudah dipahami. Keempat strategi tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa berbagai agama untuk berinteraksi, berdiskusi, dan bekerja sama. Interaksi lintas agama membantu mahasiswa memahami perbedaan, saling menghormati, mengurangi kesalahpahaman, dan memperkuat hubungan sosial sehingga tercipta kehidupan kampus yang harmonis, toleran, serta mendukung kerukunan antarumat beragama.

Pengaruh Penggunaan Media Augmented Reality (AR) Terhadap Minat Belajar IPAS Siswa Kelas IV di SDN 1 Langkai Kota Palangka Raya

YEDI ARDIANTO
2026 · Book · Open Access

Yedi Ardianto. 2026. Pengaruh Penggunaan Media Augmented Reality (AR) terhadap Minat Belajar IPAS Siswa Kelas IV SDN 1 Langkai Kota Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H.; Pembimbing II: Krisma Natalia, M.Pd. Minat belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) masih menjadi salah satu permasalahan dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran yang cenderung konvensional serta belum optimalnya pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat belajar IPAS siswa sebelum dan sesudah penggunaan media Augmented Reality (AR), menganalisis perbedaan minat belajar antara kelas yang menggunakan media Augmented Reality dan kelas yang mengikuti pembelajaran konvensional, serta mengetahui efektivitas media Augmented Reality dalam meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experimental melalui desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 27 siswa yang terdiri atas 14 siswa pada kelas eksperimen dan 13 siswa pada kelas kontrol. Data dikumpulkan menggunakan angket minat belajar yang telah memenuhi kriteria valid dan reliabel. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, Independent Samples t-test, dan Normalized Gain (N-Gain) dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest kelas eksperimen sebesar 54,43 dan kelas kontrol sebesar 55,23, yang menunjukkan kondisi awal minat belajar kedua kelompok relatif sama. Setelah pembelajaran, rata-rata skor posttest meningkat menjadi 100,00 pada kelas eksperimen dan 57,46 pada kelas kontrol, dengan skor maksimum instrumen sebesar 115. Hasil Independent Samples t-test menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 (<0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Hasil uji N-Gain menunjukkan rata-rata kelas eksperimen sebesar 0,755 (kategori tinggi) dan kelas kontrol sebesar 0,037 (kategori rendah). Dengan demikian, penggunaan media Augmented Reality (AR) terbukti efektif serta berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan minat belajar IPAS siswa kelas IV SDN 1 Langkai Kota Palangka Raya.

Peran Guru Pendamping Khusus Dalam Membimbing Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Terhadap Kesulitan Belajar di SDN 4 Palangka

RUSNANI KRISTIANI
2026 · Book · Open Access

RUSNANI KRISTIANI 2026, Peran Guru Pendamping Khusus Dalam Membimbing Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Terhadap Kesulitan Belajar DI SDN 4 Palangka Pembimbing (I) Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si Pembimbing (II) Raisa Vielentia, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran Guru Pendamping Khusus (GPK) dalam membimbing Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) terhadap kesulitan belajar di SDN 4 Palangka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan GPK dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis temuan didukung oleh teori humanistik Carl Rogers yang menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik, empati, penerimaan tanpa syarat, dan pengembangan potensi individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi GPK meliputi identifikasi karakteristik dan kebutuhan peserta didik, penyusunan program pendampingan, pendampingan individual, modifikasi materi, metode, media, dan evaluasi, serta kolaborasi dengan guru kelas dan orang tua. Bentuk bimbingan meliputi bimbingan akademik, perilaku, sosial, motivasi, dan kemandirian yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta didik. kendala yang dihadapi meliputi perbedaan karakteristik dan kemampuan ABK, keterbatasan waktu pendampingan, media pembelajaran, serta kerja sama sekolah dan orang tua. Berdasarkan teori humanistik Carl Rogers, pendampingan berpusat pada peserta didik melalui empati, penerimaan, dan pengembangan potensi. Dengan demikian, GPK berperan penting dalam membantu ABK mengatasi kesulitan belajar dan mendukung terlaksananya pendidikan inklusif. Kata Kunci: Guru Pendamping Khusus, Anak Berkebutuhan Khusus, Kesulitan Belajar, Pendidikan Inklusif, SDN 4 Palangka.

Penggunaan Smartphone Terhadap Kualitas Komunikasi Interpersonal Kalangan Remaja di Desa Tumbang Tujang Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya

ANDINI
2026 · Book · Open Access

Andini, 2026 : Penggunaan Smartphone Terhadap Kualitas Komunikasi Interpersonal Kalangan Remaja di Desa Tumbang Tujang Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya, Pembimbing I I Wayan Sutarwan, S.Pd.,M.Pd.H Dan Pembimbing II I Made Darsana, S.Pd.,M.Pd Perkembangan teknologi komunikasi, khususnya smartphone, telah mengubah pola komunikasi remaja dalam kehidupan sehari-hari. Selain mempermudah komunikasi dan akses informasi, penggunaan smartphone yang berlebihan berpotensi menurunkan kualitas komunikasi interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan smartphone terhadap komunikasi interpersonal kalangan remaja serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi di Desa Tumbang Tujang, Kecamatan Uut Murung, Kabupaten Murung Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan yang bersifat deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan smartphone memberikan dampak positif berupa kemudahan berkomunikasi, mempercepat penyebaran informasi, serta membantu menjaga hubungan dengan keluarga dan teman. Namun, penggunaan yang berlebihan menyebabkan berkurangnya intensitas komunikasi tatap muka, menurunnya kualitas interaksi langsung, dan meningkatnya ketergantungan terhadap media sosial. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan jaringan internet, ketergantungan terhadap smartphone, menurunnya keterampilan komunikasi langsung, kesalahpahaman dalam komunikasi digital, serta kurangnya pengawasan orang tua dan pengelolaan waktu penggunaan smartphone. Penelitian ini menyimpulkan bahwa smartphone memberikan manfaat bagi remaja apabila digunakan secara bijaksana dan seimbang. Oleh sebab itu diperlukan peran remaja, orang tua, sekolah, dan pemerintah dalam meningkatkan literasi digital serta mendorong interaksi sosial secara langsung agar kualitas komunikasi interpersonal tetap terjaga.

NALISIS PENEGAKAN HUKUM ADAT DALAM PENYELESAIAN KASUS PERKELAHIAN DI DESA TUMBANG BARAOI KECAMATAN PETAK MALAI KABUPATEN KATINGAN

WENDI SAPUTRA
2026 · Book · Open Access

ABSTRAK WENDI SAPUTRA, 2026 : Analisis Penegakan Hukum Adat dalam Penyelesaian Kasus Perkelahian di Desa Tumbang Baraoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Pembimbing I, Dr. Agung Adi, S.Ag., M.Si. Pembimbing II, Ririn Kurniasi, M.H Perkelahian merupakan salah satu bentuk konflik sosial yang masih terjadi dalam kehidupan masyarakat. Di Desa Tumbang Baraoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, penyelesaian kasus perkelahian dilakukan melalui mekanisme hukum adat yang mengutamakan musyawarah, perdamaian, pertanggungjawaban, dan pemulihan hubungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penegakan hukum adat dalam penyelesaian kasus perkelahian serta menganalisis pemenuhan asas keadilan dalam penyelesaian perkara tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap lembaga adat, pemerintah desa, serta para pihak yang mengetahui dan terlibat dalam penyelesaian perkara. Data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan Teori Pluralisme Hukum dan Teori Keadilan John Rawls. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum adat dalam penyelesaian kasus perkelahian dilakukan melalui penerimaan laporan, pengumpulan keterangan dari para pihak dan saksi, musyawarah adat, penentuan pihak yang bertanggung jawab, pemberian sanksi adat berupa singer, serta pembuatan surat pernyataan damai. Hukum adat masih berfungsi sebagai living law dan berinteraksi dengan hukum negara dalam penyelesaian konflik masyarakat. Pemenuhan asas keadilan terlihat dari adanya kesempatan bagi korban dan pelaku untuk menyampaikan keterangan, pertimbangan terhadap tingkat kesalahan dalam pemberian sanksi, serta upaya mencapai perdamaian dan memulihkan hubungan sosial. Namun, penegakan hukum adat masih menghadapi keterbatasan, terutama terkait kepatuhan sebagian masyarakat dan kewenangan lembaga adat dalam pelaksanaan putusan diperlukan penguatan kelembagaan adat, peningkatan dokumentasi perkara, dan koordinasi antara lembaga adat, pemerintah desa, dan masyarakat dalam penyelesaian konflik. Kata Kunci: Hukum Adat, Penegakan Hukum, Perkelahian, Pluralisme Hukum, Keadilan Restoratif.

Pengaruh Model Project Based Learning Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas V-B SDN 6 Palangka.

RENOL
2026 · Book · Open Access

Renol. 2026: Pengaruh Model Project Based Learning Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas V-B SDN 6 Palangka. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd., M.Si, dan Pembimbing II Serlis Rusandi, M.Pd. Penelitian ini membahas tentang pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas V-B SDN 6 Palangka. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti, proses pembelajaran IPAS masih cenderung menggunakan pembelajaran yang berpusat pada guru sehingga siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran dan prestasi belajar siswa belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan penerapan model pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas V-B SDN 6 Palangka. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini berjumlah 24 siswa kelas V-B SDN 6 Palangka. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket untuk mengukur penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dan tes esai berupa pretest dan posttest untuk mengukur prestasi belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis statistik deskriptif, uji normalitas, dan uji regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa sebelum diterapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) diperoleh nilai pretest dengan nilai minimum 15, nilai maksimum 65, nilai rata-rata 33,33, dan standar deviasi 12,655. Setelah diterapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) diperoleh nilai posttest dengan nilai minimum 45, nilai maksimum 95, nilai ratarata 74,58, dan standar deviasi 12,676, sehingga menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa. Hasil uji normalitas menunjukkan nilai signifikansi nilai sig. prestasi belajar siswa yaitu 0,366 > 0,05, sehingga data penelitian berdistribusi normal. Selanjutnya, hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung sebesar 7,749 lebih besar daripada t tabel sebesar 1,717, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas V-B di SDN 6 Palangka