Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

1.949 item publik

Publikasi

Halaman 7 dari 98

PERAN SENI SUARA KANDAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER GENERASI MUDA PADA ACARA TOHTOK PANTAN DI DESA TUMBANG BUKOI KABUPATEN KAPUAS

SRI DAYANTI
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK Sri Dayanti. 2025. Peran Seni Suara Kandan Dalam Membentuk Karakter Generasi Muda Pada Acara Tohtok Pantan Di Desa Tumbang Bukoi Kabupaten Kapuas. Skripsi Program Studi Pendidikan Seni Dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Hendri, S.Ag.,M.Si Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Peran seni suara Kandan dalam membentuk karakter generasi muda di Desa Tumbang Bukoi dan Nilai-nilai karakter apa saja yang dapat ditanamkan melalui seni suara Kandan. Dengan Teori yang digunakan yaitu Pendidikan Karakter dan Teori Behavioristik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif Kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Tumbang Bukoi Kabupaten Kapuas. Sumber data penelitian ini adalah Kepala Desa, Basir/Pisor, Tokoh Masyarakat dan Generasi Muda Desa Tumbang Bukoi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kajian analisis pembahasan dapat disimpulkan bahwa: 1) Kandan merupakan tradisi Dayak terkhususnya di Dayak Ngaju/Ot Danum Desa Tumbang Bukoi, yang berisikan lantunan doa-doa, nasehat dan pengharapan yang berasal dari bahasa songiang yang mempunyai nilai keindahan seni suara murni pada saat melantunkan kandan tersebut, dan yang melantunkan kandan bebas saja asal paham dan bisa melantunkannya serta kandan dilantunkan pada saat acara seperti menerima tamu, perkawinan dan pada tiwah (mengubur). Kandan juga memiliki struktur teks yang terdiri dari Pembuka (Poteneng liou), Isi (Nohtok Hopong), dan Penutup (Ngisok Tiwah Mapali). 2) Seni suara kandan adalah sebuah tradisi yang sangat dinamis dan multi-fungsi. Analisis dari wawancara menunjukkan bahwa kandan tidak hanya dilestarikan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga berfungsi sebagai alat yang penting untuk membangun karakter pribadi, memperkuat ikatan sosial, dan melestarikan identitas budaya dalam masyarakat yang terus berubah.

HUBUNGAN FASILITAS BELAJAR DI SEKOLAH TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI 1 PANDAU KECAMATAN ARUT UTARA KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT

ALIP SANJAYA
2025 · Book · Open Access

Pendidikan memegang peranan krusial dalam mengembangkan potensi diri individu. Kualitas pendidikan harus ditunjang oleh fasilitas belajar yang memadai. Observasi awal di SD Negeri 1 Pandau menunjukkan adanya permasalahan, yaitu kurangnya fasilitas belajar (seperti ketiadaan alat pendingin, keterbatasan media pembelajaran selain buku, dan sarana olahraga) yang berkorelasi dengan rendahnya motivasi belajar siswa, terutama pasca-pandemi, ditandai dengan siswa cepat bosan dan kurang fokus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa signifikan hubungan Fasilitas Belajar di Sekolah terhadap Motivasi Belajar Siswa di SD Negeri 1 Pandau Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasi. Data dikumpulkan melalui angket/kuesioner yang disebarkan kepada sampel jenuh, yaitu 43 peserta didik (meskipun ada inkonsistensi jumlah responden yang digunakan dalam hasil, yaitu 19 responden). Analisis data menggunakan statistik inferensial dengan teknik Korelasi Pearson Product Moment dan Uji-t dengan bantuan program SPSS. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara Fasilitas Belajar (X) terhadap Motivasi Belajar Siswa (Y). Hubungan ini berada pada tingkat sedang (interval koefisien 0,04 – 0,599). Dengan demikian, Hipotesis Alternatif (Ha) diterima, yang mengindikasikan bahwa semakin lengkap fasilitas belajar yang tersedia, maka motivasi belajar siswa cenderung semakin meningkat.

KEWENANGAN MANTIR ADAT DALAM PENYELESAIAN KASUS PERZINAHAN DI DESA BUNTUT BALI KECAMATAN PULAU MALAN KABUPATEN KATINGAN

MELIWATIE
2025 · Book · Open Access

Meliwatie.2025. “Kewenangan Mantir Adat dalam Penyelesaian Kasus Perzinahan di Desa Buntut Bali Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan.”Skripsi Srata Satu, Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Made Kastama, S.H., M.H. dan Pembimbing II Budiarto Santoso, M.H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya peran lembaga adat dalam menyelesaikan pelanggaran adat, khususnya kasus perzinahan, di masyarakat Dayak Desa Buntut Bali. Dalam sistem nilai masyarakat Dayak, perzinahan atau jinah tidak hanya dianggap sebagai perbuatan asusila, melainkan juga merupakan pelanggaran berat terhadap tatanan adat, nilai kesucian keluarga, dan kehormatan komunitas. Permasalahan yang dikaji meliputi: (1) bagaimana kewenangan Mantir Adat dalam menyelesaikan kasus perzinahan di Desa Buntut Bali, dan (2) bagaimana mekanisme penyelesaian pelanggaran adat (perzinahan) yang diterapkan oleh Mantir Adat di Desa Buntut Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan empiris dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif untuk menggambarkan secara menyeluruh praktik kewenangan adat yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan Mantir Adat berlandaskan pada Hadat Dayak Tumbang Anoi 1894 serta Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 1 Tahun 2010 tentang Kelembagaan Adat Dayak. Kewenangan tersebut mencakup penerimaan laporan, pemeriksaan perkara, pemanggilan para pihak, penjatuhan sanksi adat, serta pengawasan pelaksanaan putusan. Mekanisme penyelesaian kasus perzinahan dilakukan melalui tahapan: pengaduan, pemanggilan, pemeriksaan, musyawarah, penjatuhan putusan, dan pelaksanaan sanksi berupa singer (denda adat dalam satuan kati ramu), serta ritual mamapas lewu sebagai bentuk pemulihan sosial dan spiritual. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kewenangan Mantir Adat bersifat yuridis, sosial, dan moral, serta memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan, wibawa adat, dan keseimbangan sosial di masyarakat Dayak. Dengan demikian, kewenangan Mantir Adat tetap relevan sebagai instrumen penyelesaian sengketa adat di masa kini. Kata Kunci: Kewenangan, Mantir Adat, Perzinahan, Hukum Adat Dayak.

Faktor Penyebab Rendahnya Minat Baca Siswa Kelas V sdn 8 Menteng Palangka Raya

TESA LONITA
2025 · Book · Open Access

Rendahnya minat baca siswa kelas V di SDN 8 Menteng Palangka Raya menjadi masalah utama yang memerlukan analisis, sejalan dengan data literasi nasional yang memprihatinkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab rendahnya minat baca siswa kelas V dan upaya guru dalam mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif studi kasus untuk menggali fenomena secara holistik dan mendalam. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terhadap guru, kepala sekolah, dan siswa, serta dokumentasi. Teori Kerangka penelitian didasarkan pada Teori Konstruktivisme, yang menekankan bahwa motivasi belajar tumbuh dari keterlibatan aktif siswa dalam membangun pengetahuan. Teori Behavioristik menganalisis strategi guru dalam membentuk perilaku membaca melalui pemberian stimulus dan penguatan positif. Hasil menemukan faktor internal, seperti kemampuan membaca yang belum merata dan rendahnya motivasi intrinsik karena dominasi gadget. Faktor eksternal meliputi minimnya dukungan orang tua dan keterbatasan bahan bacaan yang menarik di sekolah. Guru berupaya mengatasi hal ini dengan metode interaktif (mendongeng), diskusi cerita, dan pemberian penguatan positif. Peningkatan minat baca membutuhkan sinergi yang solid antara guru, sekolah, dan orang tua dalam menciptakan ekosistem literasi yang mendukung.

PENGARUH METODE BERMAIN TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS III DI SDN-2 BUKIT TUNGGAL PALANGKARAYA

MEMEI YULIANTI
2025 · Book · Open Access

Penelitian ini mengkaji pengaruh metode bermain terhadap minat belajar siswa kelas III di SDN-2 Bukit Tunggal, kota Palangka Raya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan kesulitan belajar siswa akibat metode pembelajaran yang monoton, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih interaktif dan menyenangkan untuk meningkatkan keterlibatan belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis positivisme dengan metode survei melalui penyebaran angket.

Pengaruh Manajemen Kelas Terhadap motivasi belajar peserta didik kelas V SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya

DEWI SHAGITA NABILA ERUEHANO
2025 · Book · Open Access

Penelitian ini membahas tentang pengaruh manajemen kelas terhadap motivasi belajar peserta didik kelas V SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Latar belakang penelitian ini di dasari pentingnya penerapan manajemen kelas yag efektif dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif serta meningkatkan semangat belajar peserta didik. Banyak guru menghadapi kendala dalam mengelola kelas seperti kurangnya perhatian siswa, tingkat kedisiplinan yang rendah, dan kurangnya variasi strategi pembelajaran hal tersebut berpotensi menurunkan motivasi belajar peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan untuk menganalisis sejauh mana manajemen kelas yang diterapkan guru berpengaruh terhadap motivasi belajar peserta didik.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ICE BREAKING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PPKN DI SDN PERCOBAAN PALANGKA RAYA

IDA AYU DEWI SAVITRI
2025 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan ice breaking efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) di SDN Percobaan Palangka Raya, khususnya untuk mendorong keterlibatan dan partisipasi siswa selama pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel terdiri dari seluruh siswa kelas IV-D dan V-C, sejumlah 47 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui angket motivasi belajar yang berisi 20 pertanyaan, kemudian dianalisis dengan SPSS Windows 31 untuk menguji validitas, reliabilitas, serta statistik deskriptif seperti mean, median, modus, range, standar deviasi, dan persentase tingkat motivasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan ice breaking efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Aktivitas ini membuat suasana kelas menjadi lebih nyaman, menyenangkan, dan interaktif, sehingga siswa merasa rileks, lebih berani berpartisipasi, dan termotivasi mengikuti proses pembelajaran. Data menunjukkan bahwa sebanyak 28 siswa (59,6%) berada pada kategori sedang, 10 siswa (21,3%) pada kategori tinggi, dan 9 siswa (19,1%) pada kategori rendah. Nilai rata-rata sebesar 66,45 dengan skor minimum 55 dan maksimum 78 menunjukkan bahwa siswa memiliki dorongan belajar yang cukup baik meskipun masih terdapat variasi antar individu. Hasil ini didukung oleh validitas instrumen yang baik dan penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa ice breaking dapat meningkatkan fokus, semangat, dan partisipasi aktif siswa selama pembelajaran.

Pembelajaran Tri Kaya Parisudha Pada Siswa Hindu Kelas 3 Di SD Negeri - 8 Langkai Palangka Raya

RUSTA
2025 · Book · Open Access

Pembelajaran nilai-nilai agama Hindu memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik sejak usia dini. Salah satu ajaran pokok yang menjadi landasan moral adalah Tri Kaya Parisudha, yaitu berpikir baik (Manacika), berkata baik (Wacika), dan berbuat baik (Kayika). Namun, dalam praktiknya, guru sering menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu pembelajaran, variasi tingkat pemahaman siswa, serta kurangnya dukungan dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Hal tersebut menjadi latar belakang penting bagi penelitian ini yang berupaya mengkaji bagaimana pelaksanaan pembelajaran Tri Kaya Parisudha diterapkan di sekolah dasar serta sejauh mana nilai-nilai moral ini dapat diinternalisasi oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran ajaran Tri Kaya Parisudha pada siswa Hindu kelas 3 di SD Negeri 8 Langkai Palangka Raya, menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran, serta mengidentifikasi upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi guru agama Hindu, kepala sekolah, dan siswa kelas 3 beragama Hindu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Tri Kaya Parisudha dilaksanakan melalui metode keteladanan, pembiasaan, diskusi, serta kegiatan keagamaan seperti doa pagi dan dharma wacana. Guru berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai moral melalui praktik langsung dan penguatan karakter, sedangkan kepala sekolah memberikan dukungan melalui kebijakan dan penyediaan sarana keagamaan. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan fasilitas, upaya kreatif guru dan dukungan sekolah mampu meningkatkan antusiasme serta pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Tri Kaya Parisudha. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman nyata dan humanistik sangat efektif dalam membentuk karakter siswa yang beriman, santun, dan berakhlak mulia.

PERAN PUSTAKAWAN DALAM MENGELOLA BUKU AGAMA HINDU DI IAHN-TP PALANGKA RAYA

ICA
2025 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pustakawan dalam mengelola buku pendidikan Agama Hindu di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya ketersediaan literatur pendidikan Agama Hindu dalam mendukung proses belajar-mengajar di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles & Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan telah berperan penting dalam menyediakan koleksi buku pendidikan bernuansa Agama Hindu, meskipun jumlahnya masih terbatas. Pustakawan berperan dalam pengadaan, penyusunan, klasifikasi, serta pelayanan sirkulasi dan referensi. Kendala yang dihadapi adalah keterbatasan jumlah pustakawan, minimnya penulis serta penerbit buku Hindu, sehingga koleksi yang tersedia belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan mahasiswa dan dosen. Secara keseluruhan, perpustakaan berkontribusi positif dalam menunjang kegiatan akademik, namun masih perlu pengembangan koleksi, peningkatan kualitas layanan, serta pemanfaatan teknologi yang lebih optimal.

Strategi pembelajaran Agama Hindu untuk membangun motivasi belajar siswa Hindu kelas V di SDN 1 Tumbang Sabetung Kabupaten Katingan

ODOLMAN
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK Odolman. 2025. Strategi pembelajaran Agama Hindu untuk membangun motivasi belajar siswa Hindu kelas V di SDN 1 Tumbang Sabetung Kabupaten Katingan. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Hendri, S.Ag., M.Si Pembimbing 2 Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Penerapkan strategi pembelajaran agama Hindu Untuk Membangun Motivasi Belajar Siswa Hindu kurangnya alat peraga atau media belajar itu yang menjadi kendala bagi guru Kendala ini berdampak negatif pada fokus belajar siswa dan dapat menurunkan prestasi akademik penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi guru agama Hindu dalam mengatasi kendala yang ada di SDN-1 Tumbang sabetung Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini melibatkan wawancara dengan, guru agama Hindu, kepala sekolah, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi, studi pustaka. Adapun teknik analisis datanya melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Strategi dan metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru bersifat humanis dan variatif, seperti metode tanya jawab, bercerita, ceramah, diskusi, serta penggunaan media sederhana. Pendekatan ini menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif. 2. Selanjutnya pelaksanaan strategi pembelajaran Agama Hindu di SDN-1 Tumbang Sabetung menghadapi kendala utama berupa keterbatasan media pembelajaran, alat peraga yang kurang variatif, dan minimnya tenaga pendidik.

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SMA NEGERI 1 SEPANG KECAMATAN SEPANG KABUPATEN GUNUNG MAS

JECK PERNANDO
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK JECK PERNANDO, 2025. Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Pembentukan Karakter Siswa di SMA Negeri 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing I : Dr. Suryanto, S.Pd.,M.Pd Pembimbing II : Heri Kusuma Tarupay, S.S.,M.Hum Pendidikan karakter sebagai upaya yang dilakukan oleh sekolah. Khususnya, peran guru pendidikan agama Hindu yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa Hindu agar menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan beretika di SMA Negeri 1 Sepang. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui gambaran karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Sepang, (2) untuk mengetahui kendala pembentukan karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Sepang, (3) untuk mengetahui upaya guru dalam pembentukan karakter siswa di SMA Negeri 1 Sepang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru pendidikan agama Hindu, dan 6 siswa Hindu yang dari kelas XI dan XII di SMA Negeri 1 Sepang. Data dianalisis melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan pada 04 September - 04 Oktober. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa Hindu memiliki karakter positif seperti disiplin, tanggung jawab, dan toleransi, namun kurang konsisten mengikuti kegiatan keagamaan. Guru pendidikan agama Hindu berperan sebagai pengajar, teladan, pembimbing, motivator, dan fasilitator yang membimbing siswa melalui teori, praktik, diskusi, serta kegiatan rutin dan ekstrakurikuler. Kendala utama adalah kurangnya konsistensi dan motivasi siswa, yang diatasi dengan pendekatan ramah, motivatif, lingkungan sekolah kondusif, dan kerjasama orang tua. Kesimpulannya, peran guru sangat strategis dalam membentuk karakter siswa menjadi disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia dengan pendekatan humanis, memberikan kontribusi penting bagi pengembangan pendidikan karakter berbasis agama Hindu di sekolah.

Minat Belajar Generasi Muda Hindu Kaharingan Terhadap Seni Kriya Katupat Sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan

EVI PRASTIKA
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK Evi Prastika. 2025. Minat Belajar Generasi Muda Hindu Kaharingan Terhadap Seni Kriya Katupat sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag., M.Ag Pembimbing II Hendri, S.Ag., M.Si Katupat sukup merupakan seni kriya tradisional khas Hindu Kaharingan di Desa Tewang Rangas, Kabupaten Katingan. Bentuknya menyerupai buah manggis dan digunakan dalam upacara atau ritual umat Hindu Kaharingan, mencerminkan nilai estetika, simbolisme, dan fungsi spiritual dalam kehidupan masyarakat. Akan tetapi dalam konteks ini proses pembuatan katupat sukup di Desa Tewang Rangas saat ini hanya dilakukan oleh kalangan lanjut usia, tanpa partisipasi aktif dari generasi muda Hindu Kaharingan. Meskipun terdapat ajakan dari keluarga atau tokoh adat untuk berpartisipasi, banyak generasi muda yang memilih untuk tidak ikut serta. Bahkan, sebagian dari mereka tidak mengenali bentuk katupat sukup dan menganggap proses pembuatannya terlalu rumit serta tidak relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Berdasarkan latar beelakang, maka penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimana proses pembuatan seni kriya katupat sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan? (2) Bagaimana minat belajar generasi muda Hindu Kaharingan terhadap seni kriya katupat sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan Teori yang digunakan untuk menganalisis terhadap rumusan masalah yaitu menggunakan 2 (dua) teori. (1) Teori Penciptaan Seni, (2) Teori Behavioristik, sedangkan teknik yang digunakan teknik pengumpulan data yakni, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian data dianalisis dengan menggunakan Teknik Purposive Sampling. Adapun hasil dari penelitian Minat Belajar Generasi Muda Terhadap Seni Kriya Katupat sukup dijelaskan sebagai berikut: (1). 1 Pengertian Seni Kriya Katupat sukup, 2 Penggunaan dsn Fungsi Seni Kriya Katupat sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan, 3 Pembuatan Katupat sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan. KataKunci: Minat Belajar, Generasi Muda, Hindu Kaharingan, Seni Kriya, Katupat sukup, Desa Tewang Rangas, Tradisi.

PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTU MEDIA KONKRET PADA MATAPELAJARAN IPAS KELAS V SDN 1 MENTENG PALANGKA RAYA

FRANCISCO ROMARIO VIVO
2025 · Book · Open Access

Romario, Vivo, R, 2025, Penerapan Problem Based Learning Bderbantu Media Konkret Pada Mata Pelajaran IPAS Di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Dr. Pranata, S.Pd., M.Si Dan Dosen Pembimbing Kedua Putu Cory Candra Yhani, S.Pd., M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantu media konkret pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas V SDN 1 Menteng Palangka Raya, mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru maupun siswa, serta menjelaskan upaya guru dalam mengatasi kendala tersebut. Pembelajaran IPAS merupakan salah satu mata pelajaran penting di sekolah dasar yang menuntut siswa untuk memahami konsep abstrak sekaligus mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penerapan PBL yang dipadukan dengan media konkret diharapkan dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan bermakna. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik penentuan informan dilakukan dengan purposive sampling yang melibatkan Kepala Sekolah, Wali Kelas V, serta dua orang siswa kelas V SDN 1 Menteng Palangka Raya. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya hasil penelitian disajikan dalam bentuk laporan skripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL berbantu media konkret dapat meningkatkan antusiasme, keaktifan, dan pemahaman siswa dalam pembelajaran IPAS. Siswa lebih mudah memahami konsep-konsep abstrak karena adanya media nyata yang dapat diamati dan digunakan secara langsung. Kendala yang dihadapi dalam penerapan PBL meliputi keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan siswa, serta ketersediaan media konkret yang belum sepenuhnya memadai. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru melakukan beberapa upaya, antara lain menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kondisi kelas, memanfaatkan media yang tersedia secara maksimal, serta memberikan pendampingan lebih intensif kepada siswa yang masih mengalami kesulitan. Kata Kunci: Problem Based Learning, Media Konkret, Pembelajaran IPAS, Siswa Sekolah Dasar.

Analisis Karakteristik Gaya Belajar Siswa Hindu Kelas VII SMP Negeri 3 Palangka Raya

BELLA ANSARI
2025 · Book · Open Access

Bella Ansari. 2025. Analisis Karakteristik Gaya Belajar Siswa Hindu Kelas VII SMP Negeri 3 Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Pembimbing II Santang, S.Pd., M.Hum. Perbedaan gaya belajar pada setiap individu menunjukan cara tercepat bagi setiap individu dalam upaya menyerap sebuah informasi dari luar dirinya. Hal tersebut yang menentukan dimana guru harus mempertimbangkan proses pembelajaran sehingga dapat mencakup berbagai karakteristik gaya belajar peserta didik. Selain itu, guru juga harus mengarahkan peserta didik menjadi seorang yang berperilaku yang cerdas, berbudi pekerti luhur, cakap, dan memiliki keterampilan. Peran guru selain mengarahkan juga sebagai fasilitator yang bertugas merangsang atau memberikan stimulus dan membantu peserta didik untuk mau belajar sendiri. Oleh karena itu, seorang guru harus mampu memahami dan mengetahui gaya belajar siswa guna sebagai salah satu kunci keberhasilan suatu pembelajaran. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik gaya belajar siswa Hindu sekaligus mengetahui hambatan yang dialami oleh siswa maupun guru berkaitan dengan gaya belajar siswa Hindu di SMP Negeri 3 Palangka Raya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan melibatkan wakil kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan siswa Hindu kelas VII. Adapun untuk Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan untuk Teknik analisis datanya yaitu melalui kondensasi data (Data Condensation), penyajian data (Data Display), dan penarikan kesimpulan (Conclusion Drawing/ Verifications). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa Hindu kelas VII memiliki karakteristik gaya belajar yang beragam: visual lebih mudah memahami melalui membaca, auditori lebih efektif melalui penjelasan lisan dan diskusi, sedangkan kinestetik unggul dalam praktik langsung. Perbedaan ini sejalan dengan teori humanistik yang menekankan keunikan individu dalam proses belajar. Selain itu, ditemukan hambatan pada aspek otogenik (kesiapan siswa) dan didaktis (strategi guru), namun dapat diatasi dengan variasi metode pembelajaran yang mengintegrasikan ketiga gaya belajar, sehingga pembelajaran Pendidikan Agama Hindu menjadi lebih efektif, inklusif, dan bermakna.

PENERAPAN NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA HINDU PADA MAHASISWA IAHNTP PALANGKA RAYA

SANTY YESY
2025 · Book · Open Access

Santy Yesy. 2025. Penerapan Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Perspektif Pendidikan Agama Hindu pada Mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya. Skripsi. Prodi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya . Pembimbing I: Tri Aspiyana,M.Pd pembimbing II: Krisma Natalia,M.Pd Skripsi ini mengkaji tentang Penerapan Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Perspektif Pendidikan Agama Hindu pada mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya. Fenomena dikampus IAHN-TP Palangka Raya pada kehidupan sosial akademik dan keagamaan mahasiswa sangat multikultur tidak hanya mahasiswa hindu tetapi juga terdapat mahasiwa dari agama kristen, islam, dan katolik, di dalam kehidupan tentunya ada nilai-nilai moderasi beragama. Berdasarkan dari latar belakang tersebut rumusan masalah yang dikaji yakni penerapan Nilai Toleransi dalam Moderasi Beragama berdasarkan perspektif pendidikan agama Hindu Pada Mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya dan Penerapan Nilai Anti Kekerasan dalam Moderasi Beragama berdasarkan perspektif pendidikan agama Hindu pada Mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan penerapan nilai toleransi dan nilai anti-kekerasan dalam moderasi beragama pada mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya dengan menggunakan teori pendidikan Nilai Prof.Vekantaiah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berlandaskan fenomenologi, jenis data yang digunakan data kualitatif, sumber data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling, dalam penelitian peneliti sebagai instrumen penelitian utama, pedoman observasi dan wawancara sebagai instrumen pendukung, teknik analisis data yang digunakan analisis data Miles dan Huberman terdiri dari kondensasi data, penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dengan member check dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai toleransi dan anti kekerasan tercermin pada mahasiswa dalam sosial, akademik, dan sikap mahasiswa dijalankan dengan baik mampu saling menerima, menghormati, dan menghargai perbedaan sehingga interaksi sosial yang harmonis dapat terjaga secara konsisten. Sementara itu, penerapan nilai anti-kekerasan dijalankan dengan baik penuh cinta kasih terlihat dari absennya tindakan kekerasan verbal maupun nonverbal, serta terciptanya lingkungan kampus yang damai, saling menghargai, dan menjunjung tinggi martabat bersama.

DAMPAK PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SENI BUDAYA SISWA SDN 1 PAHIRANGAN KECAMATAN MENTAYA HULU KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

WARNI SARI
2025 · Book · Open Access

Warni Sari. 2025. Dampak Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Seni Budaya Siswa SDN 1 Pahirangan Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Serlis Rusandi, S.Pd., M.Pd. Pembimbing II. Susi, S.Fil.H., M.Fil.H Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya partisipasi dan hasil belajar siswa ketika pembelajaran masih didominasi metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar mata pelajaran Seni Budaya siswa kelas VI SDN 1 Pahirangan, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 7 siswa kelas VI SDN 1 Pahirangan. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan siswa, tes hasil belajar, serta dokumentasi. Analisis dilakukan secara deskriptif komparatif dengan membandingkan hasil pratindakan dan siklus I. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa setelah penerapan Problem Based Learning. Pada tahap pratindakan, rata-rata capaian ketuntasan siswa hanya mencapai 20%, sedangkan pada siklus I meningkat menjadi 33,77%. Selain itu, penerapan Problem Based Learning juga meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Siswa lebih aktif dalam bertanya, berdiskusi, mengemukakan pendapat, serta bekerja sama dalam kelompok. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam memecahkan masalah secara sistematis. Temuan ini menunjukan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning mampu meningkatkan hasil belajar dan kualitas proses pembelajaran Seni Budaya di SDN 1 Pahirangan

Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dalam Pembuatan Sarana Basarah Pada Siswa Hindu di SMPN 12 Mantangai,

NEHA
2025 · Book · Open Access

Skripsi ini mengkaji tentang keterampilan mengajar kelompok kecil dalam pembuatan sarana basarah pada siswa Hindu di SMPN 12 Mantangai. Penomena yang terjadi dilapangan kurang adanya sebuah keterampilan dalam pembuatan sarana basarah, ketidak keterampilan itu ada beberapa aspek atau kendala yang terjadi. Oleh karena itu masalah yang dikaji yaitu: 1. Bagaimana keterampilan mengajar kelompok kecil dalam pembuatan sarana basarah pada siswa Hindu di SMPN 12 Mantangai? 2. Apa kendala mengajar kelompok kecil dalam pembuatan sarana basarah pada siswa Hindu di SMPN 12 Mantangai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis keterampilan mengajar kelompok kecil dalam pembuatan sarana basarah. Rumusan masalah pertama dikaji dengan teori Kooperatif dan rumusan kedua dikaji dengan teori Konstruktivisme. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan utama terdiri dari guru dan siswa yang dipilih dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan guru dalam memberikan penjelasan, bimbingan, dan latihan praktik mampu meningkatkan interaksi, pemahaman, serta keterampilan siswa dalam membuat sarana basarah. Pembelajaran kelompok kecil juga menumbuhkan partisipasi aktif, tanggung jawab, penghargaan budaya, dan nilai spiritual sesuai ajaran Hindu Kaharingan. Kendala yang muncul antara lain keterbatasan sarana prasarana, waktu, bahan, tempat berlatih, serta perbedaan motivasi siswa. Meski demikian, sekolah tetap menciptakan suasana belajar kondusif dengan dukungan nilai religius, kreativitas, dan kolaborasi sehingga pembelajaran menjadi kontekstual, bermakna, dan berorientasi pada pelestarian budaya serta spiritualitas. Kata kunci: Keterampilan mengajar, sarana basarah

PERAN PENYULUH AGAMA HINDU DALAM PEMBIASAAN BASARAH PADA SISWA AGAMA HINDU DESA PUNDU KECAMATAN CEMPAGA HULU KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

NARTISA
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK NARTISA,2025. Peran Penyuluh Agama Hindu Dalam Pembiasaan Basarah Pada Siswa Agama Hindu Desa Pundu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (IAHN-TP) Palangka Raya Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan,S.H.,M,Pd.H Dan Pembimbing II Megawati,S.Pi.,M.Pd.H Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat siswa Hindu di Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, untuk mengikuti kegiatan Basarah yang rutin dilaksanakan di Balai Basarah setiap hari Sabtu. Sebagian besar siswa lebih memilih bermain atau melakukan aktivitas lain dibandingkan berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan, sehingga menimbulkan tantangan dalam menanamkan kesadaran spiritual sejak dini. Dalam konteks ini, peran penyuluh agama Hindu menjadi sangat penting, bukan hanya sebagai penyampai ajaran, tetapi juga sebagai pembimbing, motivator, fasilitator, sekaligus teladan dalam membiasakan siswa melaksanakan Basarah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran penyuluh agama Hindu dalam pembiasaan Basarah serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian ditentukan secara purposive sampling, meliputi penyuluh agama Hindu, guru, siswa, orang tua, serta pengurus majelis kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh agama Hindu berperan strategis dalam memberikan pemahaman tentang Basarah, membimbing praktik ibadah, memotivasi siswa, serta menjalin kerja sama dengan sekolah dan orang tua untuk menanamkan nilai-nilai religius. Kendala yang dihadapi antara lain kurangnya motivasi siswa, pengaruh lingkungan pergaulan, serta keterbatasan fasilitas pendukung. Untuk mengatasinya, penyuluh melakukan pendekatan personal, memberikan teladan, serta meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait. Dengan demikian, peran penyuluh agama Hindu terbukti sangat penting dalam membentuk kebiasaan Basarah pada siswa, sehingga dapat mencetak generasi muda Hindu yang religius, disiplin, dan berkarakter.

Esensi dalam Pembuatan Mandau pada Masyarakat Suku Dayak di Kalimantan Tengah

JANDI PERMADI
2025 · Book · Open Access

Esensi pembuatan mandau semakin lama menjadi simpang siur dan susah mencari mandau yang mengikuti ciri khas dearahnya masing-masing akibat banyaknya pembuatan mandau yang sembarangan. Berdasarkan masalah yang ditemukan maka peneliti membuat rumusan masalah yaitu bagaimana esensi dalam pembuatan mandau pada masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan pengetahuan, kecintaan, dan kesadaran akan pentingnya esensi dalam pembuatan mandau pada masyarakat suku Dayak di Kalimantan Tengah. Teori yang digunakan untuk menganalis rumusan masalah yaitu: teori hakikat, teori mimesis, dan teori hakikat. Data telah dikumpulkan dianalisis melalui metode penelitian kualitatif. Sumber data pada penitian ini mengunakan sumber data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan yang digunakan yaitu porposive sampling. Hasil penelitian ini dijabarkan ke dalam tiga aspek utama dalam pembuatan mandau. 1. Esensi pembuatan bilah mandau tidak hanya bersifat teknis, tetapi mencerminkan perpaduan keterampilan menempa logam dengan pelaksanaan ritual yang menghormati alam, roh, dan leluhur. Setiap tahapan dilakukan dengan makna simbolik yang menjadikan mandau sebagai pusaka sakral, 2. Esensi pembuatan gagang mandau, prosesnya melibatkan tahapan artistik dan spiritual, mulai dari pemilihan bahan hingga pengukiran motif, yang dilakukan secara hati-hati dan disertai ritual sebagai bentuk penghormatan terhadap kekuatan leluhur. 3. Esensi pembuatan sarung mandau mencerminkan proses yang tidak hanya berfokus pada fungsi dan estetika, tetapi juga sarat dengan nilai simbolik dan kepercayaan lokal, menjadikannya bagian penting dari identitas dan spiritualitas masyarakat Dayak

Strategi guru dalam mengatasi masalah perilaku siswa melalui manajemen kelas di SDN 1 Langkai Kota Palangka Raya

ADE SETIAWAN
2025 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi manajemen kelas yang diterapkan oleh guru kelas V di SDN 1 Langkai Kota Palangka Raya dalam mengatasi berbagai masalah perilaku siswa, seperti kurang fokus, berbicara sendiri, dan sulit mengikuti instruksi. Penelitian kualitatif dengan pendekatan konstruktivisme dan fenomenologis ini dilaksanakan di SDN 1 Langkai. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, dengan informan kunci terdiri dari guru kelas dan siswa kelas V. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa strategi guru efektif dalam menciptakan lingkungan kelas yang kondusif dan mendukung perkembangan perilaku positif siswa. Strategi tersebut mencakup: (1) Perencanaan Partisipatif melalui pelibatan siswa dalam penyusunan aturan kelas untuk membangun rasa tanggung jawab; (2) Pengorganisasian Dimensi Fisik dan Sosio-Emosional yang optimal, seperti penataan tempat duduk berdasarkan karakteristik siswa, serta membangun hubungan interpersonal yang suportif dan berbasis empati ; dan (3) Pengendalian Perilaku melalui penerapan Disiplin Positif yang konsisten, berfokus pada pemberian pujian/penguatan positif, kegiatan refleksi diri, dan dialog korektif yang bersifat membimbing alih-alih menghukum. Selain itu, guru juga aktif menjalin kerja sama dengan orang tua untuk memantau perilaku siswa secara lebih optimal. Dengan demikian, strategi manajemen kelas ini terbukti efektif mengatasi masalah perilaku siswa dan membentuk karakter positif.