Abstrak
Esensi pembuatan mandau semakin lama menjadi simpang siur dan susah mencari mandau yang mengikuti ciri khas dearahnya masing-masing akibat banyaknya pembuatan mandau yang sembarangan. Berdasarkan masalah yang ditemukan maka peneliti membuat rumusan masalah yaitu bagaimana esensi dalam pembuatan mandau pada masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan pengetahuan, kecintaan, dan kesadaran akan pentingnya esensi dalam pembuatan mandau pada masyarakat suku Dayak di Kalimantan Tengah. Teori yang digunakan untuk menganalis rumusan masalah yaitu: teori hakikat, teori mimesis, dan teori hakikat. Data telah dikumpulkan dianalisis melalui metode penelitian kualitatif. Sumber data pada penitian ini mengunakan sumber data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan yang digunakan yaitu porposive sampling. Hasil penelitian ini dijabarkan ke dalam tiga aspek utama dalam pembuatan mandau. 1. Esensi pembuatan bilah mandau tidak hanya bersifat teknis, tetapi mencerminkan perpaduan keterampilan menempa logam dengan pelaksanaan ritual yang menghormati alam, roh, dan leluhur. Setiap tahapan dilakukan dengan makna simbolik yang menjadikan mandau sebagai pusaka sakral, 2. Esensi pembuatan gagang mandau, prosesnya melibatkan tahapan artistik dan spiritual, mulai dari pemilihan bahan hingga pengukiran motif, yang dilakukan secara hati-hati dan disertai ritual sebagai bentuk penghormatan terhadap kekuatan leluhur. 3. Esensi pembuatan sarung mandau mencerminkan proses yang tidak hanya berfokus pada fungsi dan estetika, tetapi juga sarat dengan nilai simbolik dan kepercayaan lokal, menjadikannya bagian penting dari identitas dan spiritualitas masyarakat Dayak