Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

1.949 item publik

Publikasi

Halaman 5 dari 98

Pengaruh Penggunaan Media Papan Bilangan Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V.A Pada Mata Pelajaran Matematika Di SDN 2 Menteng

SULTEMA
2026 · Book · Open Access

Sultema, 2026. Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H, Putu Wisnu Saputra, M.Pd. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pengaruh Penggunaan Media Papan Bilangan Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V.A Pada Mata Pelajaran Matematika Di SDN 2 Menteng Penelitian ini membahas pengaruh penggunaan media papan bilangan terhadap hasil belajar siswa kelas V.A pada mata pelajaran Matematika materi KPK dan FPB di SDN 2 Menteng. Hasil belajar siswa masih belum optimal sehingga penggunaan media papan bilangan diharapkan dapat membantu meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media papan bilangan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V.A di SDN 2 Menteng. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini melibatkan 23 siswa kelas V.A SDN 2 Menteng. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar melalui pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji hipotesis Wilcoxon Signed-Rank, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 69,35, sedangkan rata-rata nilai posttest sebesar 83,70, sehingga terjadi peningkatan hasil belajar setelah penggunaan media papan bilangan. Hasil uji normalitas menunjukkan nilai signifikan kurang dari 0,05 sehingga data tidak berdistribusi normal. Oleh karena itu, analisis dilanjutkan menggunakan uji Wilcoxon SignedRank yang memperoleh Z = -4,284 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hasil analisis N-Gain sebesar 0,5386 menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar berada pada kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media papan bilangan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa

Analisis Hubungan Antara Pekerjaan Orang tua Sebagai Penambang Emas dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas IV Di SDN Petuk Liti 1

SANTI
2026 · Book · Open Access

Santi, 2026. Tri Aspiyana, M.Pd., Krisma Natalia, M.Pd. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Analisis Hubungan Antara Pekerjaan Orang Tua Sebagai Penambang Emas Dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas IV Di SDN Petuk Liti 1 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi sebagian besar orang tua siswa di SDN Petuk Liti 1 yang bekerja sebagai penambang emas sehingga diduga memiliki hubungan dengan motivasi belajar anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pekerjaan orang tua sebagai penambang emas dengan motivasi belajar siswa kelas IV di SDN Petuk Liti 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian berjumlah 25 siswa kelas IV, sedangkan sampel penelitian sebanyak 19 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu siswa yang orang tuanya bekerja sebagai penambang emas. Instrumen penelitian berupa angket pekerjaan orang tua dan angket motivasi belajar yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman Rank dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pekerjaan orang tua sebagai penambang emas dengan motivasi belajar siswa kelas IV di SDN Petuk Liti 1. Hasil uji korelasi Spearman Rank memperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,550 dengan nilai signifikansi 0,015 (p < 0,05). Nilai tersebut menunjukkan bahwa tingkat hubungan berada pada kategori sedang dengan arah hubungan positif. Dengan demikian, hipotesis alternatif (H₁) diterima dan hipotesis nol (H₀) ditolak. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pekerjaan orang tua sebagai penambang emas memiliki hubungan dengan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara orang tua, guru, dan sekolah dalam memberikan perhatian, pendampingan, serta dukungan terhadap proses belajar siswa agar motivasi belajar tetap terpelihara.

Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Mencegah Pergaulan Bebas Pada Siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang

NI PUTU VIDYA ARDIANI
2026 · Book · Open Access

Ni Putu Vidya Ardiani, 2026. Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Mencegah Pergaulan Bebas Pada Siswa Hindu Di SMA Negeri 1 Basarang. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd. H Pembimbing II Raisa Vienlentia, S.Pi., M.Psi., Psikolog Pergaulan bebas merupakan salah satu permasalahan yang dapat memengaruhi perkembangan moral, karakter, dan perilaku peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam membentuk karakter serta membimbing peserta didik agar mampu menghindari perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam mencegah pergaulan bebas pada siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang, serta mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaan peran tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) guru Pendidikan Agama Hindu berperan sebagai pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator, dan evaluator dalam mencegah pergaulan bebas pada siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang melalui penanaman nilai-nilai ajaran Agama Hindu, pembinaan, pendampingan, serta pemberian motivasi kepada peserta didik; (2) faktor pendukung meliputi kerja sama antara guru Pendidikan Agama Hindu, wali kelas, guru Bimbingan dan Konseling (BK), penyuluh Agama Hindu, MGMP Agama Hindu, serta pelaksanaan kegiatan pengembangan bakat dan ekstrakurikuler keagamaan; dan (3) faktor penghambat meliputi kurangnya pengawasan orang tua, pengaruh perkembangan teknologi dan media sosial, pengaruh lingkungan dan teman sebaya, serta faktor internal dari dalam diri siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peran guru Pendidikan Agama Hindu telah dilaksanakan dengan baik, namun memerlukan dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat agar upaya pencegahan pergaulan bebas dapat berjalan secara optimal.

Partisipasi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan dalam Event Seni Budaya di Kampus IAHN Tampung Penyang Palangka Raya

NESTI LINA
2026 · Book · Open Access

Nesti Lina, 2026. Partisipasi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan Dalam Event Seni Budaya Di Kampus IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya Pembimbing I: Dr. Pranata, S.Pd.,M.Pd Pembimbing II: Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A Partisipasi mahasiswa dalam event seni budaya merupakan salah satu bentuk pengembangan potensi, kreativitas, dan kompetensi profesional mahasiswa, khususnya pada Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Namun, fenomena di lapangan menunjukkan bahwa partisipasi mahasiswa dalam event seni budaya masih tergolong rendah dan cenderung didominasi oleh mahasiswa yang sama dari waktu ke waktu. Kondisi tersebut mendorong perlunya penelitian untuk memahami bagaimana mahasiswa memaknai pentingnya partisipasi, faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi, serta upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam event seni budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, pada Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Fakultas Dharma Acarya. Informan penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, meliputi mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Ketua dan Sekretaris Program Studi, dosen, serta panitia penyelenggara event seni budaya. Teori yang digunakan yaitu teori fenomenologi oleh Edmund Husserl (1970) dan Self-Determination Theory (SDT) oleh Deci dan Ryan (1985). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, studi kepustakaan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai partisipasi dalam event seni budaya sebagai sarana pengembangan diri, pembentukan profesionalisme calon guru dan pelestarian seni budaya. Faktor yang mempengaruhi partisipasi terdiri atas faktor internal, yaitu minat dan hobi, serta motivasi mahasiswa dan faktor eksternal seperti kurangnya ajakan dari teman dan senior, tuntutan akademik dari mata kuliah, dominasi cabang seni tertentu, benturan jadwal latihan dengan tugas perkuliahan dan salah paham pendapat antar mahasiswa selama proses latihan untuk penampilan. Program studi telah berupaya dalam mendorong partisipasi aktif mahasiswa dengan berbagai kebijakan dan dukungan yang telah dilaksanakan. Selain itu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni dan Kegamaan sebagai pihak yang berpartisipasi secara langsung juga berharap agar IAHN Tampung Penyang Palangka Raya dapat memberikan perhatian terhadap berbagai cabang seni dan sikap saling merangkul antar mahasiswa.

Peran Pasraman Penyang Hinje Simpei dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu Bagi Siswa SD dan SMP di Desa Barunang Kecamatan Kapuas Tengah

HENDRA
2026 · Book · Open Access

Hendra, 2026: Peran Pasraman Penyang Hinje Simpei dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu di Desa Barunang Kecamatan Kapuas Tengah. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si, Pembimbing II,_Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd.,M.Pd.H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pengetahuan dan pemahaman siswa Hindu jenjang SD dan SMP di Desa Barunang Kecamatan Kapuas Tengah terhadap ajaran Agama Hindu, seperti pelafalan Tri Sandya, doa sehari-hari, konsep dasar ajaran Hindu, tata cara ibadah, serta pembuatan sarana persembahyangan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan pembelajaran Agama Hindu di sekolah formal, sehingga diperlukan lembaga pendidikan nonformal yang dapat memperkuat pembelajaran keagamaan siswa. Dalam hal ini, Pasraman Penyang Hinje Simpei hadir sebagai wadah pendidikan yang memberikan pembelajaran agama, pembinaan spiritual, pembentukan karakter, serta pelestarian tradisi Hindu bagi generasi muda. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Pasraman Penyang Hinje Simpei dalam menanamkan ajaran Agama Hindu serta implikasinya bagi siswa SD dan SMP di Desa Barunang Kecamatan Kapuas Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di Pasraman Penyang Hinje Simpei Desa Barunang Kecamatan Kapuas Tengah. Informan dalam penelitian ini adalah pengelola Pasraman, guru Pasraman, serta siswa SD dan SMP. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori humanisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasraman Penyang Hinje Simpei memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan ajaran Agama Hindu melalui empat aspek utama, yaitu sebagai lembaga pengajaran Agama Hindu, pusat pembinaan spiritual siswa, wadah pembentukan karakter peserta didik, serta sarana pelestarian tradisi dan budaya Hindu. Implikasi dari peran tersebut terlihat pada meningkatnya pengetahuan siswa tentang ajaran agama, bertambahnya pemahaman terhadap makna ibadah dan tradisi Hindu, serta berkembangnya karakter positif seperti disiplin, sopan santun, tanggung jawab, rajin beribadah, dan sikap saling menghargai. Dengan demikian, Pasraman Penyang Hinje Simpei berfungsi sebagai lembaga pendidikan nonformal yang strategis dalam membentuk generasi muda Hindu yang berpengetahuan, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Pengaruh Penggunaan Media Papan Pengetahuan Terhadap Minat Belajar IPAS Siswa Kelas IV SDN 1 Menteng Palangka Raya

GRESTI VIONAE
2026 · Book · Open Access

Gresti Vionae, 2026. pengaruh penggunaan media papan pengetahuan terhadap minat belajar IPAS siswa kelas IV SDN 1 Menteng. Fakultas Dharma Acarya, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka raya. Pembimbing I Dr. Putu Widyanto, M.Pd.H Pembimbing II Krisma Natalia, M.Pd Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV SDN 1 Menteng. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat belajar siswa yaitu dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik dan interaktif, seperti media papan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media papan pengetahuan terhadap minat belajar IPAS siswa kelas IV SDN 1 Menteng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode preexperimental dan desain one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan di kelas IV A SDN 1 Menteng pada semester genap Tahun Ajaran 2025/2026 dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 27 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan angket minat belajar. Data penelitian dianalisis menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistics versi 31 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan media papan pengetahuan terhadap minat belajar IPAS siswa kelas IV SDN 1 Menteng. Hal tersebut dibuktikan berdasarkan hasil uji-t berpasangan yang memperoleh nilai signifikansi sebesar <0,001 lebih kecil dari 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Penggunaan media papan pengetahuan membuat siswa lebih aktif, antusias, serta lebih tertarik dalam mengikuti proses pembelajaran IPAS. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media papan pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap minat belajar IPAS siswa kelas IV SDN 1 Menteng.

Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti

LAURANTIKA
2026 · Book · Open Access

Laurantika, 2026. Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti. Pembimbing I Dr. I Putu Widiyanto, M.Pd. H., dan Pembimbing II Ni Putu Sri Pinatih S.Pd. M. Pd.H. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media audio visual terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti, guru menggunakan media audio visual sebagai media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei asosiatif. Bentuk pengumpulan data yang digunakan yaitu angket dan dokumentasi. Media audio visual dan motivasi belajar diukur menggunakan angket. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III dan V yang berjumlah 13 orang siswa. Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi liner sederhana. Dari hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,036 yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 (0,036 < 0,05). Hasil analisis juga menunjukkan nilai t-hitung sebesar 2,286. Berdasarkan kriteria pengujian yang digunakan dalam penelitian ini, nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa H₀ ditolak dan H₁ diterima. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,341 menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual memberikan pengaruh sebesar 34,1% terhadap motivasi belajar siswa, sedangkan 65,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media audio visual terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya.

Pengaruh Disiplin Belajar Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SDN 1 Langkai Palangka Raya

YUNIE
2026 · Book · Open Access

Yunie, 2026. Pengaruh Disiplin Belajar Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV Di SDN 1 Langkai Planagka Raya. Pembimbing (I) Dr. I Wayan Dana,S.Pd., M.Si Pembimbing (II) Ayu Fitriana, M.Pd Disiplin dalam belajar merupakan faktor krusial yang membantu siswa untuk tetap belajar secara teratur di sekolah. Saat siswa memiliki disiplin yang tinggi, mereka akan lebih cepat memahami materi pelajaran. Pengamatan menunjukkan bahwa variasi tingkat kedisiplinan siswa kelas IV diduga memengaruhi hasil belajar dalam mata pelajaran IPAS. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa signifikan pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, Populasi dalam penelitian ini sekaligus menjadi sampel jenuh (total sampling) yang melibatkan 27 siswa kelas IV di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Data diperoleh melalui kuesioner dan dokumen nilai raport, kemudian dianalisis dengan regresi linear sederhana, uji t, serta koefisien determinasi. Hasill penelitian menunjukkan bahwa disiplin belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Analisis data menunjukkan bahwa rata-rata skor angket disiplin belajar siswa berada di angka 48,56 (kategori tinggi) dan rata-rata skor hasil belajar IPAS mereka mencapai 80,00 (kategori baik). Dengan menggunakan uji t, diperoleh t hitung sebesar 10,631 yang jauh melebihi t tabel yaitu 2,060, serta nilai Sig. (2-tailed) 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Hasil pengujian koefisien determinasi juga menunjukkan bahwa disiplin belajar berkontribusi sebesar 81,9% terhadap hasil belajar IPAS siswa, sementara 18,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

Ritual Umat Hindu Kaharingan Pada masyarakat Desa Kinjil Kecamatam Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)

IPAN
2026 · Book · Open Access

Ipan, 2026. Ritual Umat Hindu Kaharingan Pada Masyarakat Desa Kinjil Kecamatan Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat. Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Heri Kusuma Tarupay,S.S.,M.Hum. Pembimbing II Putu Wisnu Saputra,M.Pd. Persembahyangan merupakan ritual yang menjadi identitas dari suatu agama yang dijalankan oleh setiap pemeluknya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji hilangnya ritual Persembahyangan, ritual-ritual keagamaannya, kendala dan upaya pengenalan Basarah pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Kinjil Kecamatan Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat yang memicu pertanyaan terkait pemeliharaan identitas keagamaannya. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi, penelitian ini menggunakan teori Identitas perspektif sosiologis Steph Lawler dan teori pendidikan sosio kultural Lev Vygotsky. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik penentuan informan purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukan Basarah tidak dilaksanakan akibat kurangnya pengetahuan, tidak terdapat kitab suci, dan ketiadaan tempat persembahyangan seperti Balai Basarah serta kendala seperti kurangnya pembinaan oleh lembaga agama Hindu Kaharingan tingkat daerah maupun provinsi. Kendati demikian, masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Kinjil mempertahankan identitasnya melalui ritual Besorah yang memiliki arti yang sama dengan Basarah. Ritual Besorah dikategorikan sebagai ritual jenis Naimitika yadnya dan bersifat Insidental yang hanya dilakukan pada waktu tertentu tanpa jadwal rutin. Temuan ini menunjukan bahwa ritual yang ada bersifat adaptif yang bergantung pada budaya lokal. Untuk mencegah memudarnya nilai-nilai agama disarankan untuk lembaga Hindu Kaharingan melakukan sosialisai, pembinaan umat serta pengadaan infrastruktur peribadatan di desa tersebut.

PENGGUNAAN BUKU GARIS TIGA TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEGAK BERSAMBUNG PEMBELARAN BAHASA INDONESIA KELAS III SDN 11 LANGKAI

TUTI YUNIATI
2026 · Book · Open Access

Tuti Yuniati. 2026. Pembimbing I Dr. I Wayan dana, S.Pd., M.Si, Pembimbing II Ayu Fitriana, M.Pd. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penggunaan Buku Garis Tiga Terhadap Keterampilan Menulis Tegak Bersambung Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas III SDN 11 Langkai. Pendidikan pada tingkat dasar siswa tidak hanya mengarah pada penguasaan materi pembelajaran, tetapi juga pada perkembangan keterampilan berbahasa, salah satunya keterampilan menulis. Pada fase B sekolah dasar, siswa diharapkan mampu menulis tegak bersambung dengan memperhatikan ketepatan bentuk huruf, kerapian, keteraturan, dan proporsi tulisan. Namun, hasil observasi awal di kelas III SDN 11 Langkai menunjukkan bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan menulis tegak bersambung secara rapi dan sesuai kaidah. Salah satu upaya untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut adalah penggunaan buku garis tiga sebagai panduan visual dalam menulis tegak bersambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan menulis tegak bersambung siswa setelah penggunaan buku garis tiga pembelajaran Bahasa Indonesia kelas III SDN 11 Langkai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi-experimental pretestposttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 56 siswa, terdiri atas 29 siswa kelas III B sebagai eksperimen dan 27 siswa kelas III C sebagai kelas kontrol Dengan sampel yang terdiri dari siswa kelas III B sebagai kelas eksperimen dan kelas III C sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes praktik menulis tegak bersambung. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan N – Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata (mean) pretest kelas eksperimen sebesar 24,00 (min 12; max 33; std dev 5,948), meningkat menjadi 27,68 (min 15; max 38; std dev 6.890) pada posttest, sedangkan nilai rata-rata (mean) pretest kelas kontrol sebesar 22,61 (min 15; max 32; std dev 5.349) menurun menjadi 22,24 (min 14; max 30; std dev 5.281). Hasil analisis N – Gain Score menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata sebesar 0,26 dengan kategori rendah, sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata sebesar -0,04 dengan kategori terjadi penurunan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan menulis tegak bersambung pada kelas yang menggunakan buku garis tiga lebih baik dibandingkan kelas yang menggunakan buku tulis standar. Dengan demikian, buku garis tiga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran untuk membantu meningkatkan keterampilan menulis tegak bersambung siswa sekolah dasar.

PENERAPAN METODE REWARD AND PUNISHMENT UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA HINDU DALAM KELAS BIMBINGAN ROHANI DI SDN 4 MENTENG PALANGKA RAYA

MEDI
2026 · Book · Open Access

Medi. 2026. Penerapan Metode Reward and Punishment untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Hindu dalam Kelas Bimbingan Rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd.H. Pembimbing II: Putu Cory Candra Yhani, S.Pd., M.Pd. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat kedisiplinan siswa Hindu dalam kegiatan bimbingan rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Permasalahan yang ditemukan meliputi siswa yang masih datang terlambat, kurang mematuhi aturan, kurang memperhatikan penjelasan guru, serta kurang bertanggung jawab dalam mengerjakan dan mengumpulkan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode reward and punishment dalam meningkatkan kedisiplinan siswa Hindu pada kegiatan bimbingan rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa Hindu dalam kelas bimbingan rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya yang berjumlah 22 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan expert judgement, triangulasi sumber, dan triangulasi waktu, sedangkan uji reliabilitas dilakukan melalui pemeriksaan secara berulang dan kolaborasi dengan guru Pendidikan Agama Hindu sebagai observer penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode reward and punishment mampu meningkatkan kedisiplinan siswa secara signifikan. Pada tahap pra-tindakan, tingkat kedisiplinan siswa memperoleh persentase sebesar 36% dengan kategori “Kurang”. Setelah diterapkan metode reward and punishment pada siklus I, persentase kedisiplinan meningkat menjadi 58% dengan kategori “Cukup”. Selanjutnya, pada siklus II terjadi peningkatan yang sangat signifikan menjadi 97% dengan kategori “Sangat Baik”. Peningkatan tersebut terlihat dari perubahan perilaku siswa yang lebih disiplin, tertib, bertanggung jawab, serta lebih patuh terhadap aturan selama kegiatan bimbingan rohani berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode reward and punishment efektif dalam meningkatkan kedisiplinan siswa Hindu pada kegiatan bimbingan rohani di SDN 4 Menteng Palangka Raya.

NILAI -NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM PELAKSANAAN RITUAL NYADIRI DI DESA JALEMU RAYA KECAMATAN RUNGAN BARAT KABUPATEN GUNUNG MAS

EKO PRASETIO
2026 · Book · Open Access

Eko.2025. Nilai- Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Pelaksaan Ritual Nyadiri Di Desa Jalemu Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharm Acarya Institut Agama Hindu Negeri tampung Penyang ( IAHN-TP) Palangka Raya Pembimbing (I) Dr. Pranata,S.Pd.,M.Si Pembimbing (II) Serlis Rusandi ,S.Pd.,M.Pd Penelitian ini mengkaji eksistensi nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam Ritual Nyadiri pada suku Dayak Ngaju Hindu Kaharingan di Desa Jalemu Raya, Kabupaten Gunung Mas. Ritual Nyadiri merupakan upacara pengobatan tradisional untuk merestorasi kesehatan individu (layau hambaruan) yang diyakini jatuh sakit akibat perjumpaan spiritual dengan roh orang mati dalam mimpi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif serta landasan teori Fungsional Struktural dan Teori Nilai, penelitian ini membedah mekanisme pelaksanaan ritual dan kandungan nilai pendidikan agama Hindu di dalamnya. Hasil penelitian mengungkapkan: Proses Pelaksanaan: Ritual dilakukan melalui tahapan sistematis yang meliputi penyiapan sarana prasarana, penyediaan beras tawur. adapun tahapan pertama yaitu (narinjet behas tawur), tahap kedua (nyaluh patung sadiri) yakni menyemburkan sirih pinang ke patung Sadiri sebagai simbol pengganti diri. Puncak ritual atau tahapan terakhir ditandai dengan pengantaran sesajen beserta tambak dan pembukaan bungkusan hambaruan oleh pemimpin upacara (Basir) di dalam mangkuk kecil (tambak); jika ditemukan tanda baik, beras hariten akan diletakkan di kepala pasien sebagai simbol kembalinya jiwa yang sehat. Nilai-Nilai Pendidikan Hindu: Nilai Tattwa (Ketuhanan): Tercermin pada penggunaan mantra oleh Basir sebagai bentuk komunikasi dan permohonan doa kepada Ranying Hatalla Langit (Tuhan) serta penghormatan kepada Sahur Parapah (roh leluhur) sebagai manifestasi-Nya. Nilai Etika: Teperliat pada kepatuhan peserta ritual terhadap aturan-aturan adat dan tata cara pelaksanaan yang telah diwariskan secara turun-temurun. Nilai Upacara: Menitik beratkan pada aspek keyakinan bahwa ritual merupakan media penghubung manusia dengan kekuatan spiritual untuk memohon perlindungan dari segala musibah dan penyakit.

Peranan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Agama Hindu di SMAN 1 Manuhing Kabupaten Gunung Mas

HARTATI
2026 · Book · Open Access

Hartati, 2025. Peranan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Agama Hindu Di Sma Negeri 1 Manuhing Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing I: Mitro, S.Pd.,M.Si. Pembimbing II: Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si Kepala sekolah memiliki peranan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan, terutama dalam pembinaan dan pengembangan kompetensi guru. Keberhasilan proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh sejauh mana kepala sekolah mampu menjalankan fungsi supervisi, motivasi, dan fasilitasi terhadap guru. Namun, dalam praktiknya masih terdapat berbagai kendala baik dari dalam maupun luar sekolah yang dapat memengaruhi efektivitas peran tersebut. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan peranan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru Agama Hindu di SMA Negeri 1 Manuhing Kabupaten Gunung Mas serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru Agama Hindu, serta siswa yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah melaksanakan perannya dengan baik dalam meningkatkan kompetensi guru Agama Hindu melalui tiga fungsi utama, yaitu sebagai supervisor, motivator, dan fasilitator. Sebagai supervisor, kepala sekolah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap proses pembelajaran secara terencana dan berkelanjutan. Sebagai motivator, kepala sekolah memberikan dorongan moral, apresiasi, serta kesempatan bagi guru untuk mengikuti kegiatan pengembangan profesional. Sedangkan sebagai fasilitator, kepala sekolah berperan dalam penyediaan sarana, prasarana, serta dukungan administratif guna menunjang efektivitas pembelajaran. Adapun kendala yang dihadapi terdiri atas kendala internal, seperti keterbatasan dana, fasilitas, dan waktu, serta kendala eksternal yang meliputi faktor geografis, kebijakan pendidikan, dan akses terhadap pelatihan guru. Meskipun demikian, kepala sekolah tetap berupaya mencari solusi melalui efisiensi anggaran, kerja sama dengan pihak luar, serta pemberian dukungan moral kepada guru agar kegiatan pembelajaran tetap berjalan efektif dan bermakna.

ANALISIS TERHADAP PUTUSAN PERKARA PERDATA NOMOR : 5/PDT.G/2015/PN Klk PENGADILAN NEGERI KUALA KAPUAS

MELA SHAPITRI
2026 · Book · Open Access

MELA SHAPITRI, 2025 : Analisis Terhadap Putusan Perkata Perdata Nomor : 5/PDT .G/2015S/PN Klk Pengadilan Negeri Kuala Kapuas. Skripsi Strata Satu Program Studi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Agung Adi, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Budiarto Santoso, M.H Penelitian ini membahas “Analisis Putusan Perkara Perdata Nomor: 5/PDT.G/2015S/PN Klk Pengadilan Negeri Kuala Kapuas” Mengenai Sengketa Lahan di Desa Saka Kajang dan Desa Henda, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dasar pertimbangan hakim dalam memutus perkara sengketa lahan antara masyarakat desa Saka Kajang dan Desa Henda di Pengadilan Negeri Kuala Kapuas dan upaya hukum dan penyusunan kembali gugatan oleh penggugat setelah putusan yang mengabulkan eksepsi tergugat di tinjau ketentuan hukum acara perdata di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode normatif dan empiris, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis secara deskriptif dengan landasan teori Kepastian Hukum dan Perlindungan Hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sengketa lahan berakar pada tumpang tindih klaim yang diperparah oleh lemahnya pembuktian kepemilikan tanah. Dalam kondisi ini, Hakim tidak hanya berorientasi pada formalisme hukum, melainkan berupaya mewujudkan keadilan substantif. Sintesis pertimbangan atas alat bukti dan penegakan Kepastian Hukum mengindikasikan adanya keseimbangan antara aspek yuridis dan keadilan, mencerminkan fungsi Perlindungan Hukum Hakim dalam mencari kebenaran materiil di tengah keterbatasan bukti formil. Disimpulkan, Putusan Pengadilan Negeri Kuala Kapuas memiliki dasar hukum kuat dan telah mencapai keseimbangan antara penegakan hukum positif dan keadilan masyarakat, namun penyelesaian akhir yang komprehensif memerlukan dukungan implementatif dari berbagai pihak demi terciptanya keadilan dan ketertiban sosial yang berkelanjutan di wilayah sengketa. Kata Kunci: Analisis Hukum, Putusan Pengadilan Negeri, Sengketa Lahan

PENGANTAR METODOLOGI PENELITIAN HUKUM: KAJIAN PENELITIAN NORMATIF, EMPIRIS, PENULISAN PROPOSAL, LAPORAN SKRIPSI DAN TESIS

Muhammad Syahrum; S.T.; M.H.
2026 · Book · Open Access

Buku ini merupakan bahan-bahan perkuliahan pada program S-2 Ilmu Hukum Tata Negara yang disadur dari berbagai referensi, buku-buku dan peraturan perundang-undangan sehingga menjadi buku ajar dalam “Metodologi Penelitian Hukum”. Melalui buku ini penulis berharap dapat memberikan kontribusi kepada semua pihak yang melakukan penelitian ilmu hukum. Oleh karena itu, kehadiran buku ini juga dapat menjadi referensi untuk akademisi dan praktisi dalam memahami metodologi penelitian hukum.

METODOLOGI PENELITIAN BIDANG HUKUM : Suatu Pendekatan Teori dan Praktik

Rusdin Tahir; I Gde Pantja Astawa; Agus Widjajanto; Mompang L. Panggabean ; Moh. Mujibur Rohman; Ni Putu Paramita Dewi; Nandang Alamsah Deliarnoor; Muhamad Abas; Rizqa Febry Ayu; Ni Putu Suci Meinarni; Fatimah Hs; Ni Wayan Eka Sumartini; Dewi Kania Sug
2026 · Book · Open Access

Buku "Metodologi Penelitian Bidang Hukum: Suatu Pendekatan Teori dan Praktik" adalah panduan esensial bagi peneliti, mahasiswa, dan praktisi hukum yang tengah memperdalam pemahaman mereka tentang ilmu penelitian hukum. Buku ini membuka pintu ke dunia penelitian hukum dengan membahas konsep mendasar seperti pencarian kebenaran dan etika, serta karakteristik khusus yang perlu diperhatikan dalam penelitian hukum. Selain itu, buku ini menyoroti dinamika hukum yang berkembang saat ini, membantu pembaca memahami perubahan dan isu-isu terkini dalam bidang hukum. Buku ini juga memberikan panduan langkah demi langkah dalam merumuskan masalah, merancang hipotesis, memilih sumber data, dan mengaplikasikan berbagai metode penelitian, mulai dari kualitatif hingga kuantitatif. Selain itu, buku ini juga membahas mengenai pengembangan metode penelitian hukum untuk masa depan. Dengan pendekatan studi kasus dan sejarah, buku ini membantu pembaca mengintegrasikan teori dengan praktik penelitian hukum yang relevan, menjadikannya sumber daya berharga dalam menguasai seni penelitian hukum. Buku ini bukan hanya panduan teoritis, tetapi juga praktis, yang memandu pembaca melalui proses penelitian dari awal hingga akhir. Dengan penekanan pada teori, pendekatan, dan praktik. Buku ini adalah alat yang sangat berguna bagi mereka yang ingin menjembatani kesenjangan antara teori dan aplikasi dalam disiplin ilmu hukum yang dinamis.

Metodologi Penelitian Hukum : Panduan Komprehensif Penulisan Ilmiah Bidang Hukum

Taufik Firmanto; Sufiarina Sufiarina; Frans Reumi; Indah Nur Shanty Saleh
2026 · Book · Open Access

Buku ini merupakan salah satu buku referensi yang menawarkan pedoman menyeluruh bagi mahasiswa, peneliti, dan praktisi hukum dalam melaksanakan penelitian ilmiah yang sistematis. Bab I membahas dasar-dasar metodologi penelitian hukum, termasuk pengertian, tujuan, dan ruang lingkupnya. Penulis menekankan pentingnya memahami metodologi untuk mengkaji isu-isu hukum secara mendalam dan terarah. Bab II mengeksplorasi penggunaan teori dan konsep dalam merumuskan masalah penelitian, menyusun hipotesis, serta menentukan variabel yang relevan. Bab III menguraikan metode penelitian hukum yang mencakup pendekatan normatif, empiris, dan campuran (mixed methods), dengan penjelasan rinci tentang penerapannya. Bab IV menyajikan panduan untuk menyusun laporan penelitian hukum, mulai dari struktur laporan hingga etika dan integritas penulisan ilmiah. Buku ini dirancang untuk membantu pembaca memahami langkah-langkah praktis dalam menyusun penelitian hukum yang valid dan kredibel, serta memberikan contoh nyata yang memperkuat konsep-konsep metodologis yang disajikan.

Metodologi Penelitian Hukum

Iman Jalaludin Rifa’i; Ady Purwoto; Marina Ramadhani; Muksalmina; Muhammad Taufik Rusydi; Nasruddin Khalil Harahap; Ibnu Mardiyanto; Erifendi Churniawan; Mahfudz Junaedi; Asri Agustiwi; Geofani Milthree Saragih; Chairul Bariah; Ais Surasa
2026 · Book · Open Access

Metode Penelitian Hukum merupakan sebuah ikhtiar untuk mencari kebenaran hukum terhadap permasalahan di dalam hukum. Penelitian hukum merupakan kegiatan untuk menemukan aturan hukum, norma-norma hukum, atau doktrin-doktrin hukum, dengan tujuan untuk menjawab permasalahan hukum yang dihadapi. Hal ini konsisten dengan karakteristik ilmu hukum yang bersifat preskriptif. Berbeda dengan penelitian dalam bidang ilmu pengetahuan yang bersifat deskriptif, yang bertujuan untuk menghasilkan argumen, teori, atau konsep baru sebagai pedoman dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Besar harapan buku ini dapat menjadi bahan bacaan dan referensi bagi mahasiswa Fakultas Hukum dan Program Pascasarjana, pengajar Metode Penelitian Hukum serta peneliti hukum. Sehingga buku ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di bidang akademisi sehingga menjadi buku yang signifikan. Untuk memudahkan pembaca dalam memahaminya, penulis menyusun buku ini dalam beberapa bagian bab. Buku ini terdiri dari tiga belas bab, Pertama Pengertian dan Ruang Lingkup Penelitian Hukum, Kedua Konsep dasar dan Karakteristik Penelitian Hukum, Ketiga Perumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian Hukum, Keempat Kajian Pustaka dan Kerangka Teoritis Penelitian Hukum, Kelima Jenis-jenis penelitian Hukum, Keenam Strategi dan Metode Penelitian Hukum, Ketujuh Etika Penelitian Hukum, Kedelapan Penulisan Proposal dan Laporan Penelitian Hukum, Kesembilan Penelitian Hukum Komparatif, Kesepuluh Penelitian Socio Legal, Kesebelas Penelitian Hukum Normatif, Keduabelas Penelitian Hukum Empiris, Ketigabelas, Pengembangan Metode Penelitian Hukum untuk Penelitian masa depan.

STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU SMP NEGERI 6 DUSUN SELATAN KABUPATEN BARITO SELATAN

LANTER NANDO
2025 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Hindu melalui penerapan strategi pembelajaran yang tepat di SMP Negeri 6 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan bahwa sebagian besar siswa masih menunjukkan rasa kurang percaya diri, seperti enggan bertanya, ragu menjawab pertanyaan, pasif dalam diskusi, serta takut tampil di depan kelas. Kondisi ini berdampak pada rendahnya partisipasi dan ketercapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas SMP Negeri 6 Dusun Selatan tahun ajaran 2025/2026 berjumlah 31 orang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket, wawancara, tes, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Strategi pembelajaran yang diterapkan meliputi pemberian motivasi, penguatan positif, penggunaan metode diskusi kelompok, tanya jawab, presentasi bertahap, serta pemberian kesempatan siswa untuk tampil di depan kelas. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada rasa percaya diri siswa. Pada pra-tindakan, sebagian besar siswa berada pada kategori rendah. Setelah penerapan strategi pada siklus I, rasa percaya diri siswa mulai meningkat meskipun belum optimal. Pada siklus II, peningkatan terlihat lebih jelas, ditandai dengan keberanian siswa bertanya, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, serta tampil memimpin kegiatan pembelajaran. Persentase siswa dengan kategori percaya diri tinggi mencapai lebih dari 80%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran aktif, partisipatif, dan humanistik mampu meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih inovatif, kondusif, dan berpusat pada peserta didik.

Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Dan Budhi Pekerti Di SMAN 4 Palangka Raya

IRAEWATI
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji tentang Penerapan kurikulum merdeka dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 4 Palangka Raya. Proses implementasi Kurikulum Merdeka dalam pendidikan agama Hindu membawa perubahan pada metode, strategi serta penggunaan media pembelajaran. Guru di tuntut lebih kreatif dalam menyusun kegiatan belajar yang kontekstual, sedangkan siswa diajak untuk lebih aktif, kritis, dan reflektif dalam memahamahi materi agama. Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:1) Bagaimana penerapan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 4 Palangka Raya? 2) Apa kendala dalam penerapan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 4 Palangka Raya? 3) Bagaimana startegi menghadapi kendala Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 4 Palangka Raya? Dianalisis menggunakan teori Behaviorisme dan Kongnitivisme. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. teknik analisis data yang digunakan ialah kondensasi data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis yaitu: pertama, penerapan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu:1) perencanaan pembelajaran, 2) metode dan model pembelajaran, 3) pelaksanaan projek penguatan P5, 4) penggunaan media dan teknologi, 5) penilaian dan refleksi pembelajaran; Kedua, kendala dalam penerapan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu meliputi: 1) kompetensi guru yang belum merata, 2) keterbatasan waktu pembelajaran, 3) kendala sosial dan lingkungan sekolah; Ketiga, startegi menghadapi kendala Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu yaitu: 1) strategi pedadogis, 2) strategi struktural dan kelembagaan, 3) strategi kultur dan sosial.