Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

1.949 item publik

Publikasi

Halaman 4 dari 98

Pengaruh Sertifikasi Dosen Terhadap Motivasi dan Kinerja Dosen di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

EKO WAHYUDI
2026 · Book · Open Access

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sertifikasi dosen terhadap motivasi dan kinerja dosen di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Sertifikasi dosen merupakan bentuk pengakuan profesional yang diharapkan mampu meningkatkan kompetensi, kesejahteraan, motivasi, dan kinerja dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh dosen yang telah memiliki sertifikat pendidik di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²) menggunakan program IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi dosen berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi dosen. Sertifikasi dosen juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen. Selain itu, motivasi dosen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan profesionalisme melalui sertifikasi mampu meningkatkan motivasi kerja yang selanjutnya berdampak pada peningkatan kinerja dosen dalam melaksanakan pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa sertifikasi dosen tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pengakuan profesional, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan motivasi dan kinerja dosen sehingga dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi. ABSTRACT This study aims to analyze the effect of lecturer certification on lecturers' motivation and performance at the State Hindu Institute Tampung Penyang Palangka Raya (Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya). Lecturer certification serves as formal professional recognition expected to improve lecturers' competence, welfare, motivation, and performance in carrying out the Three Pillars of Higher Education (Tri Dharma Perguruan Tinggi). This research employed a quantitative approach using a survey method. The research population consisted of certified lecturers at the State Hindu Institute Tampung Penyang Palangka Raya. Data were collected through questionnaires using a Likert scale. Data analysis was conducted using validity tests, reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, t-tests, F-tests, and the coefficient of determination (R²) with IBM SPSS software. The findings indicate that lecturer certification has a positive and significant effect on lecturers' motivation. Lecturer certification also has a positive and significant effect on lecturers' performance. Furthermore, lecturers' motivation has a positive and significant effect on their performance. The results demonstrate that enhanced professionalism through lecturer certification improves work motivation, which subsequently contributes to better performance in teaching, research, and community service. This study implies that lecturer certification serves not only as formal professional recognition but also as a strategic instrument for improving lecturers' motivation and performance, thereby supporting the enhancement of higher education quality.

Peran Guru Agama Hindu dalam Meningkatkan Minat Basarah pada Siswa Sekolah Minggu (Pasraman) di Desa Netampin Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur

EMILDA
2026 · Book · Open Access

Emilda, 2026. Peran Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Minat Basarah Pada Siswa (Pasraman) Di Desa Netampin Kabupaten Barito Timur. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II: Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Dalam PMA (Peraturan Menteri Agama) No. 56 Tahun 2014, pemerintah mengakomodasi pendidikan keagamaan Hindu. Dalam PMA ini, pendidikan keagamaan Hindu disebut Pendidikan Pasraman. Pendidikan Pasraman dibagi menjadi dua: Pasraman Formal dan Non Formal. Pasraman Formal meliputi: Pratama Widya Pasraman, Adi Widya Pasraman, Madyama Widya Pasraman, Utama Widya Pasraman; dan Maha Widya Pasraman. Sedangkan Pasraman Non Formal adalah Pasraman yang menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk Pesantian, Sad Dharma, Padepokan, Aguronguron, Parampara, Guru Kula, dan bentuk lainnya yang sejenis. Pasraman Non Formal diselanggarakan dalam bentuk satuan Pendidikan atau program. Penelitian ini berfokus mengungkap peranan guru pasraman nonformal dalam meningkatkan minat siswa melakukan Bhakti berupa peribadatan Basarah pada umat Hindu Kaharingan. Di dalam Pasraman Nunuk Nyuli adapun yang melatar belakangi rumusan masalah terdapat 3 Masalah, malasah yang ( 1 ) Bagaimanakah Peran Guru dalam Meningkatkan Minat Basarah pada Pasraman Nunuk Nyuli? ( 2 ) Apa saja Kendala yang dihadapi Guru Pasraman dalam meningkatkan Minat Basarah Siswa Pasraman Nunuk Nyuli? (3)Apa Upaya yang dilakakukan oleh Guru Pasraman Penyang Hinje Simpei Untuk meningkatkan Minat Basarah Siswa di Pasraman Nunuk Nyuli?. Penulisan ini bertujuan : (1) untuk mengetahui dan mendiskripsikan Bagaimana Peran Guru dalam Meningkatkan Minat Basarah Siswa di Desa Netampin kecematan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur. (2) untuk mengetahui dan mendiskripsikan apa kendala Guru dalam Meningkatkan Minat Basarah Siswa di Desa Netampin kecematan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur. (3) untuk mengetahui mendiskripsikan Upaya yang dilakukan Guru untuk meningkatkan minat Basarah Siswa Teori yang di gunakan untuk penelitian ini untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori Behaviorisme menekankan hanya pada hal-hal yang dapat diobservasi secara kasat mata, maka teori ini memandang proses belajar yang alami oleh manusia oleh kondisi stimulus ( S ) dan respon ( R ). Penelitian ini dilakukan pada Pasraman Nunuk Nyuli di Desa Tarantang Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Kapuas. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan jumlah informan terdiri dari 13 orang , yang menjadi instrumen penelitian adalah penelitian sendiri. waktu yang di gunakan untuk penelitian ini kurang lebih 1 ( satu ) bulan di mulai dari tanggal 10 mei 2025 untuk mendapatkan hasil yang kita inginkan Teknik pengumpulan data yang di gunakan yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Bagaimanakah Peran Guru dalam meningkatkan Minat Basarah siswa Pada Pasraman Penyang Nunuk Nyuli (a) memberikan siswa Motivasi (b) memberikan dorongan (c) menyediakan fasilitas (d) mengajarkan siswa membuat sarana prasarana dan (e) latihan menari (2) Apa saja Kendala yang dihadapi Guru Pasraman dalam meningkatkan Minat Basarah Siswa Pasraman Nunuk Nyuli (a) kurangnya minat siswa dalam mengikuti ibadah Basarah (b) kurangnya dorongan dari orang tua (c) malas (d) minimnya pengetahuan tentang Agama (e) jarak dan kurang termotivasi. (3) Apa upaya yang dilakukan Guru dalam meningkatkan minat Basarah siswa (a) memberikan motivasi (b) memberikan pembelajaran yang menarik (c) memberikan nasehat (d) memberikan kepercayaan kepada siswa (e) memberikan Bimbingan ke siswa.

IMPLEMENTASI METODE CERAMAH DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU: STUDI KASUS DI SMA NEGERI 3 PALANGKA RAYA

BAYU TRISNAWAN
2026 · Book · Open Access

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya penggunaan metode ceramah dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Meskipun metode ceramah dinilai efektif untuk menyampaikan materi secara sistematis, pelaksanaannya belum sepenuhnya sejalan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) implementasi metode ceramah dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, (2) kendala yang dihadapi dalam implementasinya, dan (3) solusi yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Konstruktivisme Jean Piaget untuk menganalisis implementasi pembelajaran dan Theory of Constraints (TOC) untuk menganalisis kendala beserta solusi yang diterapkan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah: 1) Teori Kontruktivisme, 2) Teori Kendala. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode ceramah telah dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap persiapan, guru menyusun modul ajar, tujuan pembelajaran, materi, serta instrumen penilaian. Pada tahap pelaksanaan, guru membuka pembelajaran dengan salam, doa bersama, absensi, dan pertanyaan pemantik, kemudian menyampaikan materi menggunakan metode ceramah yang dipadukan dengan tanya jawab dan diskusi serta mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Tahap evaluasi dilakukan melalui tes tertulis, penugasan, serta penilaian terhadap keaktifan dan pemahaman peserta didik. Kendala yang dihadapi meliputi pembelajaran yang cenderung monoton, rendahnya partisipasi peserta didik, perbedaan karakteristik peserta didik, serta kurangnya kreativitas guru dalam mengembangkan variasi pembelajaran. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru mengembangkan metode ceramah interaktif, memanfaatkan media pembelajaran, meningkatkan kompetensi profesional melalui pelatihan dan supervisi, serta menerapkan pembelajaran kontekstual disertai praktik langsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode ceramah masih relevan digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu apabila dikembangkan secara inovatif, dikombinasikan dengan metode pembelajaran yang lebih interaktif, serta disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan tuntutan pembelajaran abad ke-21.  ABSTRACT This research was motivated by the continued dominance of the lecture method in Hindu Religious Education learning at SMA Negeri 3 Palangka Raya. Although the lecture method is considered effective for delivering learning materials systematically, its implementation has not been fully aligned with the principles of the Merdeka Curriculum, which emphasizes student-centered learning. This study aimed to analyze: (1) the implementation of the lecture method in Hindu Religious Education learning, (2) the obstacles encountered in its implementation, and (3) the solutions adopted to overcome these obstacles. This study employed Jean Piaget's Constructivist Theory to analyze the implementation of the learning process and the Theory of Constraints (TOC) to examine the obstacles and the solutions applied. The theories used to analyze the research problems were: (1) Constructivist Theory and (2) Theory of Constraints. This study employed a qualitative descriptive approach and was conducted at SMA Negeri 3 Palangka Raya. The data sources consisted of primary and secondary data. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings revealed that the implementation of the lecture method was carried out through three stages: preparation, implementation, and evaluation. During the preparation stage, teachers developed teaching modules, learning objectives, learning materials, and assessment instruments. During the implementation stage, teachers began the lesson with greetings, joint prayer, attendance checking, and stimulating questions, followed by the delivery of learning materials using the lecture method combined with question-and-answer sessions and discussions while relating the materials to students' daily lives. The evaluation stage was conducted through written tests, assignments, and assessments of students' participation and understanding. The obstacles encountered included monotonous learning activities, low student participation, differences in students' characteristics, limited teacher creativity in developing varied instructional strategies. To address these obstacles, teachers combined the lecture method with other instructional methods, utilized learning media, enhanced their professional competence through training and supervision, and implemented contextual learning accompanied by practical activities. This study concludes that the lecture method remains relevant in Hindu Religious Education learning, provided that it is implemented innovatively, integrated with more interactive instructional methods, and adapted to students' characteristics and the demands of twenty-first-century learning.

Peran Majelis Kelompok Meningkatkan Kehadiran Umat Hindu Kaharingan Dalam Melaksanakan Basarah Di Desa Sangkorang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara

LEPI
2026 · Book · Open Access

Lepi.2026. peran majelis Kelompok Meningkatkan Kehadiran Umat Hindu Kaharingan Dalam Melaksanakan Basarah Di Desa Sangkorang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr.Pranata, S.Pd., M.Si., Pembimbing II Yoppie M.Pd.H. Basarah merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai wujud Sradha dan Bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa (Ranying Hatalla Langit) oleh umat Hindu Kaharingan yang ada di Kalimantan Tengah khususnya di Desa Sangkorang Kecamatan Gunung Timang karena tujuan Basarah mempunyai arti dan makna semua orang mendekatkan dirinya dengan Tuhan untuk memohon perlindungan. Permasalahan yang di bahas yaitu: (1) Bagaimana peran majelis Kelompok Meningkatkan Kehadiran Umat Hindu Kaharingan Dalam Melaksanakan Basarah Di Desa Sangkorang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara?; (2) Apa kendala majelis kelompok Meningkatkan Kehadiran Umat Hindu Kaharingan Dalam Melaksanakan Basarah Di Desa Sangkorang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? ; dan (3).Bagaimana upaya majelis Kelompok Meningkatkan Kehadiran Umat Hindu Kaharingan Dalam Melaksanakan Basarah Di Desa Sangkorang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? Penulisan ini bertujuan (1) Untuk menganalisis Bagaimana peran majelis Kelompok Meningkatkan Kehadiran Umat Hindu Kaharingan Dalam Melaksanakan Basarah Di Desa Sangkorang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara; (2) Untuk menganalisis Apa kendala majelis kelompok Meningkatkan Kehadiran Umat Hindu Kaharingan Dalam Melaksanakan Basarah Di Desa Sangkorang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara; dan (3) Untuk menganalisis Bagaimana upaya Majelis Kelompok Meningkatkan Kehadiran Umat Hindu Kaharingan Dalam Melaksanakan Basarah Di Desa Sangkorang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Teori untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori peran dan teori motivasi. jenis penelitian deskriftif kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:(1) Peran Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan di Desa Sangkorang Kecamatan Gunung Timang sudah terlihat adanya sebuah peran yang dilakukan namun kurangnya kerjasama antar pengurus, sehingga belum maksimal mencapai sasaran dan perlu ditingkatkan lagi agar umat yang ada di Desa Sangkorang dapat meningkatkan motivasi nya dalam pelaksanaan Basarah sehingga tercapainya Basarah yang rutin dan efektif ; (2) Kendala internal yang dihadapi oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan melaksanakan Basarah seperti: kurangnya kesadaran dalam membina umat Hindu Kaharingan, pengetahuan keagamaan yang terbatas, rasa acuh tak acuh, sibuk bekerja, lebih mementingkan kepentingan pribadi serta faktor malas dalam diri. Kendala eksternal tidak adanya penyuluh agama, tidak ada kendaraan, kurang aktifnya sebagian pengurus Majelis Kelompok, dan faktor signal.dan (3) Upaya yang dilakukan Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan seperti:Membuat jadwal pelaksanaan Basarah di balai umum, Basarat bergiliran di rumah-rumah, Basarah khusus generasi muda pada sore hari Kamis, memotivasi melalui Pandehen, mengubah pola pikir, kesadaran dalam diri, adanya dukungan dari umat Hindu Kaharingan kepada Majelis Kelompok, mengadakan arisan dan diadakan kunjungan Basarah ke desa-desa lainnya.

Penerapan Pendidikan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab pada Peserta Didik Kelas IV Di SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya

MARIA GEBI PERTAMA
2026 · Book · Open Access

Maria Gebi Pertama, 2026 :Penerapan Pendidikan Karakter Disiplin Dan Tanggung Jawab Pada Peserta Didik Kelas IV Di SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H.,M.Pd.H., Pembimbing II: Heri Kusuma Tarupay, SS.,M.Hum Pendidikan karakter merupakan bagian integral dari pembentukan kepribadian peserta didik di sekolah dasar, namun masih banyak ditemukan permasalahan seperti kurangnya disiplin waktu, ketidakteraturan dalam mengerjakan tugas, dan rendahnya kesadaran tanggung jawab di kalangan siswa kelas IV SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan penerapan pendidikan karakter disiplin dan tanggung jawab pada peserta didik kelas IV serta upaya guru dalam mengimplementasikannya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi non-partisipatif, wawancara semi-terstruktur kepada kepala sekolah, guru kelas IV, dan siswa, serta analisis dokumentasi seperti RPP dan tata tertib sekolah yang dilaksanakan selama Oktober–November 2025 di SDN 4 Palangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan karakter disiplin dilakukan melalui pembiasaan kedatangan tepat waktu, keteladanan guru, dan integrasi dalam kegiatan pembelajaran, sementara karakter tanggung jawab dibangun lewat tugas piket kelas, penyelesaian PR tepat waktu, dan pendampingan teman; meskipun perilaku siswa sebagian besar positif, masih terdapat kendala berupa ketidakkonsistenan sebagian siswa yang dipengaruhi lingkungan keluarga. Guru menerapkan strategi keteladanan, nasihat edukatif, dan kerja sama dengan orang tua sebagai faktor pendukung utama. Disimpulkan bahwa pendidikan karakter disiplin dan tanggung jawab telah berjalan efektif namun memerlukan penguatan berkelanjutan; implikasinya adalah perlunya integrasi nilai karakter secara holistik dalam kurikulum sekolah dasar untuk membentuk generasi yang mandiri dan bertanggung jawab.

Upaya Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Siswa Kelas I Di SDN 2 Menteng Palangka

JULI ASTIKA
2026 · Book · Open Access

Juli Astika, 2026 Upaya Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Siswa Kelas I Di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palngka Raya (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Lamri S.Pd.,M.Pd.H. Pembimbing II Niwayan Sukraini S.Pd.,M.Pd Penelitian ini di latar belakangi oleh masih ditemukannya siswa kelas I yang mengalami kesulitan membaca di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang harus dikuasai siswa pada jenjang sekolah dasar karena menjadi fondasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan upaya guru untuk membantu siswa mengatasi kesulitan membaca yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas I di SDN 2 Menteng Palangka Raya, dan (2) mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas I di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sehingga teori yang digunakan yaitu teori Konstruktivisme dan teori Motivasi Belajar. Hasil Penelitian mengungkapkan bahwa cara guru untuk mengatasi masalah membaca pada siswa kelas I dilakukan dengan berbagai metode pengajaran, pemanfaatan alat bantu pembelajaran seperti kartu huruf dan gambar, memberikan bimbingan individu, pendampingan setelah jam sekolah, memberikan dorongan untuk belajar, serta bekerja sama dengan orang tua untuk melatih keterampilan membaca siswa di rumah. Usaha ini berkontribusi dalam peningkatan kemampuan membaca siswa secara bertahap. Sementara itu, tantangan yang dihadapi guru termasuk perbedaan dalam kemampuan membaca siswa, rendahnya minat dan motivasi belajar di kalangan beberapa siswa, keterbatasan waktu untuk pembelajaran, serta kurang aktifnya dukungan dari orang tua di rumah. Namun demikian, guru terus berusaha mengatasi tantangan tersebut dengan menerapkan berbagai strategi belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

MAKNA UPACARA ENTAS-ENTAS UMAT HINDU JAWA DI PURA GIRI ANTARA LOKA (PERSPEKTIF PENDIDIKAN HINDU)

YENI LIDIA SETIO PUTRI
2026 · Book · Open Access

Upacara Entas-Entas merupakan salah satu rangkaian Pitra Yadnya dalam tradisi Hindu Jawa yang dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta penyempurnaan roh orang yang telah meninggal dunia agar mencapai alam yang lebih baik dan bersatu dengan Ida sang hyang widhi wasa. Selain memiliki fungsi religius, upacara ini juga mengandung nilai-nilai pendidikan yang berperan dalam pewarisan ajaran dan tradisi Hindu Jawa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Upacara Entas-Entas umat Hindu Jawa di Pura Giri Antara Loka, Desa Manunggal Jaya, serta menganalisis makna yang terkandung di dalamnya dalam perspektif Pendidikan Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling yang terdiri atas Romo, pemangku, Ketua PHDI, dan serati banten. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Upacara Entas-Entas terdiri atas tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan inti, dan penutup. Tahap persiapan meliputi rapat panitia, gotong royong, persiapan sarana upacara, serta pembersihan diri. Tahap inti berisi rangkaian ritual yang dipimpin oleh Romo dan pemangku, sedangkan tahap penutup ditandai dengan persembahyangan bersama dan penutupan upacara. Upacara ini mengandung makna religius sebagai wujud bhakti kepada Ida sang hyang widhi wasa dan penghormatan kepada leluhur, makna etika dan moral berupa penanaman disiplin, tanggung jawab, ketulusan, dan rasa hormat, serta makna sosial melalui gotong royong, kebersamaan, solidaritas, dan kerukunan. Dengan demikian, Upacara Entas-Entas tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai media Pendidikan Hindu yang efektif dalam mewariskan nilai-nilai religius, etika, moral, dan sosial kepada generasi muda sehingga tradisi Hindu Jawa tetap lestari.

Peran Pasraman Parawei dalam Pembiasaan Kegiatan Keagamaan Hindu Kaharingan pada Anak Pasraman di Desa Petaк Ваhandang Кесамatan Kurun Kebupaten Gunung Mas

LILIS SRIANI
2026 · Book · Open Access

Lilis Sriani, 2026. Peran Pasraman Parawei dalam pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman di Desa Petak Bahandang Kec. Kurun Keb. Gunung Mas. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H, Pembimbing II, Megawati, S., Pi.M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji tentang peran Pasraman Parawei dalam pembiasan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman di Desa Petak Bahandang Kecamatan Kurun Kebupaten Gunung Mas. Fenomena yang terjadi di lapangan ditemukan masalah, yakni terdapat adanya anak Pasraman yang belum terbiasa dalam pembiasaan kegiatan keagamaan. Berdasarkan dari latar belakang penelitian ini mengkaji tentang: 1). Bagaimana peran Pasraman Parawei dalam pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman. 2). Apa faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman. 3). Bagaimana dampak peran Pasraman Parawei dalam pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman di Desa Petak Bahandang Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas. Penalitian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami, mendeskripsikan dan menganalisis peran Pasraman Parawei dalam pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman. Untuk mengkaji secara mendalam rumusan masalah dikaji menggukan Teori Peran dan Humanistik. Data yang telah dikumpul dianalisis dengan pendekaan kualitatif. Teknik penetuan informan yang digunakan yaitu Porposive. Teknik analisis data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Ketua Pasraman, Guru Pasraman, Siswa Pasraman dan Orang tua siswa/siswi Pasraman Parawei. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penerikan kesimpulan. Berdasarkan dari penelitian dan analisis dengan menggunakan Teori Peran dan Humanistik, ditemukan bahwa, Pasraman Parawei mempunyai peran dalam pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan, dalam membentuk karakter religius, Pendidikan Agama Hindu, Penguatan Sradha dan Bhakti dan Pengembangan Kreativitas dan Keterampilan pada Anak Pasraman. Pasraman Parawei dalam perannya dalam pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman, mempunyai faktor pendukung dan penghambat, faktor pendukung yaitu, dukungan orang tua dan dukungan Guru Pasraman. faktor penghambat yaitu, siswa kurang aktif, kurangnya sarana dan prasarana, kurangnya kedisiplinan siswa, dan perilaku siswa yang beragam. Pasraman Parawei dalam peran pembiaasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan mempunyai dampak yakni, membentuk karakter anak Pasraman, meningkatkan Sradha dan Bhakti anak Pasraman, dan mengembangkan kretivitas dan keterampilan anak Pasraman

Perilaku Bulying pada Peserta Didik Kelas VA SDN 1 Menteng Palangka Raya

OKTA PIASIH
2026 · Book · Open Access

Okta Piasih : (2026) Perilaku Bullying Pada Peserta Didik Kelas V A SDN 1 Menteng Palangka Raya. (pembimbing I Tri Aspiyana, M.Pd dan pembimbing II Putu Wisnu Saputra, M. Pd) Perilaku bullying di lingkungan sekolah dasar merupakan permasalahan sosial yang serius dan memerlukan perhatian dari berbagai pihak. Perilaku tersebut tidak hanya berdampak pada kondisi fisik korban, tetapi juga mengganggu perkembangan sosial dan emosional peserta didik secara keseluruhan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya fenomena perilaku bullying pada peserta didik kelas VA di SDN 1 Menteng Palangka Raya yang terjadi dalam berbagai bentuk dan belum mendapatkan penanganan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis bullying yang terjadi dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku bullying pada peserta didik kelas VA di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan lima informan yang terdiri dari kepala sekolah, guru kelas VA, dan tiga peserta didik, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bullying yang terjadi pada peserta didik kelas VA di SDN 1 Menteng Palangka Raya mencakup tiga jenis utama. Pertama, bullying verbal yang merupakan bentuk paling dominan, diwujudkan melalui ejekan, pemberian julukan negatif, kata-kata kasar, ancaman lisan, dan ucapan yang merendahkan martabat teman. Kedua, bullying fisik yang terjadi dalam bentuk pemukulan, dorongan, tendangan, serta tindakan menyembunyikan dan merusak barang milik teman. Ketiga, bullying sosial yang terjadi dalam bentuk pengucilan, pengabaian, dan tindakan mempermalukan teman di depan umum. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku bullying tersebut meliputi faktor individu, faktor keluarga, faktor teman sebaya, faktor lingkungan sekolah, serta faktor media sosial dan lingkungan digital. Kelima faktor tersebut saling berkaitan dan berinteraksi dalam membentuk pola perilaku bullying di lingkungan kelas VA.

Pembelajaran Teknik Titik Perspektif dalam Meningkatkan Kemampuan Menggambar Bentuk pada Siswa Kelas VII di SMPN 2 Palangka Raya

PILLMANTO
2026 · Book · Open Access

Pillmanto.2026. Pembelajaran Teknik Titik Perspektif Dalam Meningkatkan Kemampuan Menggambar Bentuk Pada Siswa Kelas VII di SMPN 2 Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Dr AA Gede Wiranata, S.Ag.,M.Ag. Pembimbing II Niwayan Sukraini, S.Pd.,M.Pd Pembelajaran Seni Budaya, khususnya pada materi menggambar bentuk, memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan visual, kreativitas, dan keterampilan artistik siswa. Namun, berdasarkan hasil observasi awal di kelas VII9 SMPN 2 Palangka Raya, kemampuan menggambar bentuk siswa masih tergolong rendah. Sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep perspektif, seperti menentukan garis horizon, titik hilang, dan garis proyeksi, sehingga hasil gambar yang dibuat masih tampak datar, kurang proporsional, dan belum menunjukkan kesan ruang serta kedalaman. Oleh karena itu, diperlukan suatu pembelajaran yang mampu membantu siswa memahami konsep perspektif secara lebih konkret melalui penerapan teknik titik perspektif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-9 SMPN 2 Palangka Raya yang berjumlah 31 orang. Penelitian dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes praktik menggambar bentuk. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif komparatif untuk membandingkan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan pembelajaran teknik titik perspektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran teknik titik perspektif mampu meningkatkan kemampuan menggambar bentuk siswa. Pada tahap pratindakan, sebagian besar siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan rata-rata nilai sebesar 60. Setelah tindakan pada Siklus I, rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 95 dengan tingkat ketuntasan klasikal mencapai 100% dari siswa yang mengikuti pembelajaran. Selain itu, aktivitas, keterlibatan, motivasi, dan kepercayaan diri siswa selama proses pembelajaran juga mengalami peningkatan. Dengan demikian, pembelajaran teknik titik perspektif terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan menggambar bentuk siswa kelas VII di SMPN 2 Palangka Raya.

Fenomena Perubahan Sikap Mahasiswa Dalam Proses Perkuliahan Pada Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-Tampung Penyang Palangka Raya

RIRA MARGARETA
2026 · Book · Open Access

Rira Margareta.2026.Fenomena Perubahan Sikap Mahasiswa Dalam Proses Perkuiahan Pada Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHNTampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I Dr I Gede Dharman Gunawan, SH. M.Pd.H Pembimbing II Megawati S.Pi.,M.Pd.H Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena perubahan sikap mahasiswa dalam proses perkuliahan pada Program Studi Pendidikan Agama Hindu IAHN-Tampung Penyang Palangkaraya, meliputi bentuk perubahan sikap serta faktor-faktor yang mempengaruhinya dalam perspektif Etika Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada mahasiswa dan dosen, observasi, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan sikap mahasiswa dalam proses perkuliahan bersifat dinamis, yaitu mengarah pada perubahan positif dan negatif. Perubahan positif terlihat dari meningkatnya kepercayaan diri, keaktifan dalam diskusi, dan kemandirian belajar. Sedangkan perubahan negatif ditunjukkan dengan menurunnya kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, serta partisipasi mahasiswa dalam pembelajaran. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sikap mahasiswa terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi penurunan motivasi belajar, kurangnya kesadaran diri, kondisi psikologis seperti stres akibat beban tugas, serta rendahnya pengendalian diri. Faktor eksternal meliputi pengaruh media sosial, lingkungan pertemanan, metode pembelajaran dosen, lingkungan keluarga, dan beban akademik. Perspektif Etika Hindu, perubahan sikap mahasiswa berkaitan dengan penerapan ajaran Tri Kaya Parisudha, Sad Ripu, dan Tri Mala. Perubahan sikap yang positif mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam mengendalikan pikiran, perkataan, dan perbuatan, sedangkan perubahan negatif menunjukkan belum optimalnya pengendalian diri. Oleh karena itu, diperlukan upaya pembinaan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas sikap mahasiswa agar sesuai dengan nilai-nilai etika Hindu

Komunikasi Persuasif Pengurus dalam Meningkatkan Keaktifan Anggota UKM Sanggar Palampang Tarung IAHN Tampung Penyang Palangka Raya

YULNGI
2026 · Book · Open Access

ABSTRAK Yulngi, 2026 Komunikasi Persuasif Pengurus Dalam Meningkatkan Keaktifaan Anggota UKM Sanggar Palampang Tarung IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, I Wayan Sutarwan, S.Pd., M.Pd.H dan Pembimbing II, Yoppie, S.Pd., M.Pd.H. Komunikasi persuasif merupakan salah satu strategi yang digunakan pengurus UKM Sanggar Palampang Tarung untuk meningkatkan keaktifan anggota melalui pemberian motivasi, ajakan, dan pendekatan personal. Meskipun demikian, sebagian anggota UKM Sanggar Palampang Tarung IAHN Tampung Penyang Palangka Raya masih menunjukkan tingkat keaktifan yang rendah dalam mengikuti kegiatan organisasi. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis komunikasi persuasif yang dilakukan pengurus serta kendala yang dihadapi dalam meningkatkan keaktifan anggota. Berdasarkan latar belakang, maka pada penelitian ini terdapat dua rumusan masalah dalam skripsi adalah; (1) bagaimana komunikasi persuasif yang dilakukan pengurus UKM Sanggar Palampang Tarung dalam meningkatkan keaktifan anggota di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, (2) bagaimana kendala yang dihadapi pengurus UKM Sanggar Palampang Tarung dalam meningkatkan keaktifan anggota melalui komunikasi persuasif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dan teknik penentuan informan menggunakan Teknik Purposive Sampling dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) Teori komunikasi persuasif dan (2) Teori kendala (Theory of Constraints/TOC). Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah pengurus dan anggota UKM Sanggar Palampang Tarung. Hasil penelitian ini adalah; (1) Komunikasi persuasif yang dilakukan pengurus dalam meningkatkan keaktifan anggota dilaksanakan melalui penyampaian informasi, pemberian motivasi, pendekatan personal, dan pemanfaatan media komunikasi, khususnya WhatsApp. (2) Kendala yang dihadapi pengurus dalam meningkatkan keaktifan anggota terdiri atas kendala internal dan eksternal. Kendala internal meliputi rendahnya rasa percaya diri dan motivasi sebagian anggota, sedangkan kendala eksternal meliputi kesibukan akademik, pembagian waktu, keterlibatan dalam organisasi lain, serta benturan jadwal kegiatan.

Hubungan Penerapan Pendekatan Kontekstual Dalam Pembelajaran Matematika Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN 4 Menteng Palangka Raya

I NYOMAN URIP
2026 · Book · Open Access

I Nyoman Urip, 2026 :Hubungan Penerapan Pendekatan Kontekstual Dalam Pembelajaran Matematika Dengan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN 4 Menteng Palangka Raya. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si, Pembimbing II: Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd.,M.Pd Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas IV-A SDN 4 Menteng Palangka Raya serta perlunya bukti empiris mengenai hubungan penerapan pendekatan kontekstual dengan hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerapan pendekatan kontekstual sebagai variabel bebas dengan hasil belajar matematika sebagai variabel terikat pada siswa kelas IV-A SDN 4 Menteng Palangka Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 23 siswa yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket penerapan pendekatan kontekstual dan dokumentasi nilai hasil belajar matematika. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan uji Korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 27 for Windows. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi r = 0,083 dengan nilai signifikansi 0,707 (p > 0,05), sehingga hipotesis nol (H₀) diterima yaitu tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran matematika dengan hasil belajar siswa kelas IV-A Sekolah Dasar Negeri 4 Menteng Palangka Raya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan pendekatan kontekstual dengan hasil belajar matematika siswa kelas IV-A SDN 4 Menteng Palangka Raya. Nilai koefisien korelasi yang positif berada pada kategori sangat lemah, sehingga hubungan antara kedua variabel tidak bermakna secara statistik.

Minat Belajar Peserta Didik Kelas III Di Sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya

NANDA APRILIA
2026 · Book · Open Access

Nanda Aprilia, 2026. Minat belajar peserta didik kelas III Di Sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar IAHN-TP Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H.,M.Pd.H Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih perlunya peningkatan minat belajar peserta didik kelas III di Sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian ini berupaya menjawab pertanyaan penelitian, yaitu: (1) apa saja faktor-faktor yang memengaruhi minat belajar peserta didik kelas III di Sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, dan (2) bagaimana upaya guru kelas dalam mendukung peningkatan minat belajar peserta didik kelas III di Sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi minat belajar serta upaya-upaya yang dilakukan guru kelas dalam menumbuhkan dan meningkatkan minat belajar peserta didik kelas III Sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, peserta didik, orang tua/wali, dan teman sebaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar peserta didik dipengaruhi oleh tiga faktor utama yang saling berkaitan, yaitu perhatian guru, dukungan keluarga, dan suasana belajar yang nyaman. Ketiga faktor tersebut berfungsi sebagai rangsangan dari luar yang diterima individu, menimbulkan ketertarikan, serta mengubah sikap menjadi lebih aktif sesuai dengan teori minat belajar yang digunakan. Adapun upaya guru dalam meningkatkan minat belajar meliputi mengenali karakteristik dan ketertarikan peserta didik, menyampaikan materi dengan cara yang mudah dipahami, menerapkan media dan metode pembelajaran yang bervariasi, serta menjalin kerja sama yang baik dengan orang tua. Kendala yang ditemukan di lapangan berupa belum meratanya kepemilikan buku pegangan peserta didik, namun dapat diatasi melalui dukungan terpadu antara sekolah dan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa minat belajar peserta didik tidak tumbuh secara alami, melainkan perlu dibangkitkan, dipelihara, dan ditingkatkan melalui rangsangan yang terencana, konsisten, serta disesuaikan dengan tahap perkembangan anak usia sekolah dasar.

Pengaruh Ice breaking Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas Iva Di SDN 1 Langkai Palangka Raya

LIDIYA
2026 · Book · Open Access

Lidiya, 2026 Serlis Rusandi, S.Pd., M.Pd, Santang S.Pd., M. Hum. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pengaruh Ice breaking terhadap Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IVA di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang ditunjukkan melalui kurangnya perhatian, keterlibatan, dan antusiasme siswa selama proses pembelajaran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan ice breaking sebagai strategi pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mengurangi kejenuhan, serta meningkatkan fokus belajar siswa. Berdasarkan kondisi tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh penerapan ice breaking terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IVA di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan ice breaking terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IVA di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode preexperimental melalui desain One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 15 siswa kelas IVA SDN 1 Langkai Palangka Raya. Teknik pengumpulan data menggunakan angket minat belajar dan dokumentasi. Instrumen penelitian telah memenuhi uji validitas isi dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif, uji normalitas, analisis N-Gain, dan uji Paired Sample t-test menggunakan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ice breaking berpengaruh signifikan terhadap peningkatan minat belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji hipotesis yang memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,002 (<0,05) sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan ice breaking efektif meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IVA di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar guru menerapkan ice breaking secara terencana sebagai variasi pembelajaran untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, meningkatkan keterlibatan siswa, dan menumbuhkan minat belajar dalam proses pembelajaran

Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Dalam Pembiasaan Karakter Gemar Membaca Pada Siswa Kelas V SD Negeri 4 Menteng Palangka Raya

GITA ANDIN SATIVA
2026 · Book · Open Access

ativa, Andin, Gita, 2026. Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Dalam Pembiasaan Karakter Gemar Membaca Pada Siswa Kelas V SD Negeri 4 Menteng Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Dr. I Wayan Dana, S.Pd.,M.Si dan Dosen Pembimbing II: Putu Cory Candra Yhani, S.Pd.,M.Pd. Rendahnya karakter gemar membaca pada siswa sekolah dasar masih menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi dunia pendidikan. Kondisi tersebut juga ditemukan pada siswa kelas V SD Negeri 4 Menteng Palangka Raya yang ditunjukkan oleh belum optimalnya kebiasaan membaca, rendahnya pemanfaatan perpustakaan dan pojok baca, serta masih terbatasnya variasi bahan bacaan yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS), mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya, serta mendeskripsikan dampak implementasi Gerakan Literasi Sekolah terhadap pembiasaan karakter gemar membaca pada siswa kelas V SD Negeri 4 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan sembilan informan, terdiri atas kepala sekolah, wali kelas V, kepala perpustakaan, dan enam siswa kelas V. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Gerakan Literasi Sekolah di SD Negeri 4 Menteng Palangka Raya telah dilaksanakan dengan baik melalui pembiasaan membaca selama 15-30 menit sebelum pembelajaran dimulai, pemanfaatan pojok baca, perpustakaan sekolah, serta berbagai kegiatan literasi yang dilakukan secara rutin. Faktor pendukung implementasi Gerakan Literasi Sekolah meliputi komitmen kepala sekolah, keterlibatan guru, pembiasaan membaca yang dilakukan secara konsisten, serta tersedianya perpustakaan dan pojok baca. Faktor penghambat yang ditemukan meliputi keterbatasan variasi koleksi buku bacaan, belum optimalnya sarana pendukung literasi, dan masih adanya sebagian siswa yang memiliki minat membaca relatif rendah. Implementasi Gerakan Literasi Sekolah memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat, frekuensi, dan kebiasaan membaca siswa, meningkatkan kemampuan memahami bacaan, memperkaya kosakata, meningkatkan kepercayaan diri dalam menyampaikan kembali isi bacaan, serta membentuk karakter gemar membaca pada siswa kelas V SD Negeri 4 Menteng Palangka Raya.

Eksplorasi Pengalaman Guru dalam Mengelola Perilaku Agresif Verbal Siswa Kelas IV di SDN 4 Menteng Palangka Raya

PEBIDA SALAMIARA
2026 · Book · Open Access

Pebida Salamiara. 2026. Pembimbing I: Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M.Pd.H. Pembimbing II: Roy Wentas, S.Pd., M.Pd.H. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Eksplorasi Pengalaman Guru dalam Mengelola Perilaku Agresif Verbal Siswa Kelas IV di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Perilaku agresif verbal merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi pada siswa sekolah dasar. Perilaku tersebut ditunjukkan melalui tindakan mengejek, berkata kasar, membentak, serta memanggil teman dengan julukan yang tidak disukai sehingga dapat mengganggu proses pembelajaran dan hubungan sosial antarsiswa. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman guru dalam mengelola perilaku agresif verbal siswa kelas IV di SDN 4 Menteng Palangka Raya serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi guru dalam proses penanganannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas IV, dan siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengelola perilaku agresif verbal melalui teguran, nasihat, pendekatan personal, pembiasaan penggunaan bahasa yang santun, keteladanan, penguatan pendidikan karakter, serta kerja sama dengan orang tua. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan karakter siswa, rendahnya kesadaran siswa terhadap dampak ucapan, pengaruh lingkungan keluarga, teman sebaya, media sosial, serta keterbatasan waktu dalam memberikan pembinaan secara individual. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, kondusif, dan mendukung perkembangan karakter siswa.

Upaya Peningkatan Partisipasi Siswa Melalui Program Satu Anak Satu Peran Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Di Kelas IV SDN 3 Palangka

LINA
2026 · Book · Open Access

Lina. 2026. Upaya Peningkatan Partisipasi Siswa Melalui Program Satu Anak Satu Peran Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Di Kelas IV SDN 3 Palangka . Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Hendri, S.Ag., M.Si. Pembimbing II: Heri Kusuma Tarupay, S.S., M.Hum. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya partisipasi siswa kelas IV SDN 3 Palangka dalam proses pembelajaran. Sebagian siswa masih pasif, kurang berani mengemukakan pendapat, bertanya, maupun bekerja sama dalam kelompok sehingga pembelajaran belum berlangsung secara aktif dan merata. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif pada siswa kelas IV SDN 3 Palangka; dan (2) meningkatkan partisipasi siswa melalui penerapan Program Satu Anak Satu Peran dalam model pembelajaran kooperatif. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan Program Satu Anak Satu Peran sebagai strategi yang diintegrasikan ke dalam model pembelajaran kooperatif sehingga setiap siswa memperoleh tanggung jawab yang jelas untuk berpartisipasi aktif selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas IV SDN 3 Palangka Tahun Pelajaran 2025/2026. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teori konstruktivistik sebagai landasan dalam pelaksanaan pembelajaran karena menekankan keterlibatan aktif peserta didik dalam membangun pengetahuan melalui pengalaman belajar dan kerja sama kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif mampu meningkatkan partisipasi siswa pada setiap siklus. Peningkatan terlihat dari semakin banyaknya siswa yang aktif bertanya, menyampaikan pendapat, bekerja sama dalam kelompok, menjalankan tanggung jawab sesuai perannya, serta berani mempresentasikan hasil diskusi. Selain itu, suasana pembelajaran menjadi lebih aktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa kelas IV SDN 3 Palangka serta dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran untuk menciptakan proses pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan bermakna

KETERAMPILAN KOMUNIKASI TERHADAP PUBLIC SPEAKING MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI HINDU INSTITUT AGAMA HINDU NEGERI TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA

AMISA ADELIA STEPANI
2026 · Book · Open Access

Public speaking merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu dalam mendukung kegiatan akademik maupun persiapan memasuki dunia kerja. Namun, kemampuan public speaking mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu IAHN Tampung Penyang Palangka Raya belum sepenuhnya optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterampilan komunikasi terhadap public speaking mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya serta mengukur besarnya pengaruh yang diberikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Analisis data dilakukan dengan uji validitas, uji reliabilitas, statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear sederhana menggunakan IBM SPSS Statistics 27. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kemampuan public speaking mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu, yang mengindikasikan bahwa semakin baik keterampilan komunikasi yang dimiliki mahasiswa maka semakin tinggi pula kemampuan public speaking-nya. Pengaruh tersebut dibuktikan melalui nilai signifikansi sebesar 0,001 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Adapun kontribusi keterampilan komunikasi terhadap public speaking sebesar 27,3% sedangkan 72,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini seperti kepercayaan diri, penguasaan materi, kemampuan storytelling dan pengalaman berbicara di depan umum. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan keterampilan komunikasi perlu menjadi perhatian dalam proses pembelajaran guna meningkatkan kualitas public speaking mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu IAHN Tampung Penyang Palangka Raya.