NIKI PURWANTI
2023 · Book · Open Access
Niki Purwanti, 2023. Peran Guru Agama Hindu Dalam Menumbuhkan Karakter Religius Pada Peserta Didik Hindu Di SMKN 3 Muara Teweh Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Suwito, S.Ag,.M.Si, Pembimbing II Komang Suarta, S.Ag.,M.Si.
Skripsi ini mengkaji tentang Peran Guru Agama Hindu Dalam Menumbuhkan Karakter Religius Pada Peserta Didik Hindu di SMKN 3 Muara Teweh Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara, sebab terjadinya permasalahan ini dikarenakan adanya fenomena bahwa siswa kurang memiliki karakter religious. Untuk hal tersebut tentunya penumbuhan karakter religious ada hubungannya dengan guru. Oleh karena itu, jika ada kendala bagimana cara guru dalam menumbuhkan karakter religious pada peserta didik. Berdasarkan hal yang dikaji adalah : 1) Apa Kendala Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu dalam menumbuhkan karakter Religius peserta didik di SMKN 3 Muara Teweh Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara. 2) Bagaimanakah Peran Guru Agama Hindu dalam menumbuhkan karakter religius peserta didik di SMKN 3 Muara Teweh Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara. Penelitian ini bertujuan : 1)Untuk mengetahui kendala Guru Agama Hindu dalam menumbuhkan karakter religius peserta didik Hindu di SMKN 3 Muara Teweh. 2)Untuk mengetahui Peran Guru Agama Hindu dalam menumbuhkan Karakter Religius peserta didik Hindu di SMKN 3 Muara Teweh. Adapun manfaat dalam penelitian ini yaitu sebagai masukan bagi semua pihak baik pihak sekolah maupun pihak pihak yang terkait agar dapat memberikan masukan untuk pendidikan peserta didik secara lebih optimal baik dilingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat sekitar. Teori yang digunakan untuk membedah penelitian ini yakni menggunakan teori peran dan teori kendala.
Penelitian ini berjenis penelitian lapangan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, peneliti ingin mendeskripsikan data lapangan yang didapat sehingga mendapat sebuah gambaran umum mengenai permasalahan penelitian. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teori peran dan teori kendala.
Hasil penelitian digunakan untuk menunjukan bahwa: 1) Kendala dalam menumbuhkan karakter religious pada siswa terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internalnya yakni terdiri dari kurangnya kedisiplinan guru, kurangnya pengawasan guru agama Hindu terhadap siswa, penggunaaan metode pembelajaran yang kurang tepat. 2) Peran guru agama Hindu dalam menumbuhkan karakter religus siswa terdiri dari beberapa peran yakni guru mmeiliki peran sebagai pengajar mengatasi masalah, guru sebagai eksplorator, guru sebagai konselor, guru sebagai manajeman kelas, guru sebagai supervisor, guru sebagai motivator.
NI KETUT EKA SINTYAWATI
2023 · Book · Open Access
Penelitian ini mengkaji pengaruh stres akademik dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa pendidikan agam hindu pasca pandemi di SMA Negeri 4 Palangka Raya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini eksplanatori (exsplanatory research) dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan IBM SPSS Statistics 22 (Statistical Package for Social Sciense’s Version 22 for Windows). Teknik pengambilan data purposive sampling. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 54 responden yang diperoleh dari siswa Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 4 Palangka Raya kelas X dan XII pada pasca pandemi dengan menyebarkan kuesioner secara online. Hasil pengujian hipotesis menghasilkan tingginya stres akademik dan motivasi yang dialami tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pendidikan Agama Hindu pada pasca pandemi di SMA Negeri 4 Palangka Raya.
RIATI
2023 · Book · Open Access
Riati, 2023: Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Objek Wisata Danum Bahandang Di Kelurahan Sei Gohong Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya. Pembimbing I: Sulandra, S.Pi.,M.Si dan pembimbing II: Nyoman Sarma, S.Ag., M.Fil. H. Pariwisata merupakan salah sektor pembangunan yang saat ini sedang digelar oleh pemerintah. Pariwisata merupakan salah satu upaya pemanfaatan sumber daya alam menjadi tempat wisata yang dapat bernilai ekonomi tinggi bagi suatu daerah karena dapat menarik minat wisatawan baik dari dalam maupun dari luar negeri. Namun, keberadaan objek wisata harus di kelola dan dikembangkan dengan baik agar terus menjadi tujuan wisata. Salah satunya objek wisata Danum Bahandang yang berada di Kelurahan Sei Gohong Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan objek wisata Danum Bahandang sebagai daerah tujuan wisata Di Kelurahan Sei Gohong Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya. Dengan permasalahan (1) bagaimana partisipasi masyarakat dalam pengembangan objek wisata Danum Bahandang di Kelurahan Sei Gohong Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya, (2) bagaimanakah dampak pengembangan objek wisata Danum Bahandang di Kelurahan Sei Gohong Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori partisipasi dan teori pengambangan pariwisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sekunder. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik wawancara, observasi, dokumetasi, kepustakaan, dan teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data peneliti dapat menyimpulkan beberapa hal: (1) partisipasi masyarakat dalam pengembangan objek Wisata Danum Bahandang pengembangan sarana dan prasarana, faktor pendukung sumber daya manusia (SDM), serta faktor penghambat pengelola objek wisata Danum Bahandang tidak melibatkan pemerintah daerah regulasi yang tidak jelas, dan dana terbatas. (2) Dampak pengembangan objek wisata Danum Bahandang, dampak sosial, dampak ekonomi dan dampak ekologi. telah Memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar seperti, membuka lapangan pekerjaan serta meningkatnya taraf hidup.
RENI SELVIYANTIE
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK RENI SELVIYANTIE, 2023: Strategi Pengembangan Objek Wisata Lewu Betang Nansarunai Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Pembimbing I: Dr. Ervantia Restulita L Sigai, S.S.,M.Si dan pembimbing II: Dr. Kuri, S.Ag.,M.Ag Objek wisata Lewu Betang Nansarunai Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan merupakan wisata alam dan wisata budaya dayak, potensi yang ada pada objek wisata Lewu Betang Nansarunai berupa sumber daya alam yang menonjol yaitu pepohonan dan tanaman anggrek serta kantong semar. Objek wisata Lewu Betang Nansarunai harus dilakukan pengembangan yang berkelanjutan agar tetap tergaja dan menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai perlu dilakukan agar dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. Akan tetapi, objek wisata Lewu Betang Nansarunai masih kurang diketahui oleh masyarakat luas sehingga hal tersebut menyebabkan kurangnya kunjungan wisatawan sehingga pendapatan ekonomi masyarakat mengalami penurunan. Maka permasalahan dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah kendala pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan (2) Bagaimanakah upaya pengelola wisata dalam pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan (3) Bagaimanakah dampak pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Permasalahan ini dikaji menggunakan Teori Kendala, Teori Strategi dan Teori Dampak Pariwisata Pitana dengan menggunakan metode kualitatif melalui metode observasi, kepustaakaan, dokumentasi dan penentuan informan purposive sampling. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Kendala pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai sebagai berikut: (a) Kurangnya biaya operasional (b) Kurangnya promosi (c) Kurangnya perhatian dan peran pemerintah, (2) Upaya pengelola wisata dalam pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai sebagai berikut: (a) Pengembangan objek wisata (b) Meningkatkan promosi (c) Melibatkan kelompok sadar wisata (POKDARWIS), (3) Dampak pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai sebagai berikut: (a) Dampak perekonomian (b) Dampak Budaya (c) Dampak lingkungan.
MAYA SAFITRI
2023 · Book · Open Access
MAYA SAFITRI, 2023. Implementasi Budaya Literasi pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Tarung Riwut Luwuk Kanan Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agma Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Pembimbing II Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd., M.Pd.H.
Budaya literasi penting dalam memperkaya kosakata, memperluas wawasan dan pengetahuan, membantu berpikir kritis, di SMP Tarung Riwut Luwuk Kanan masih dalam tahap pembiasaan termasuk dalam mata pelajaran pendidikan agama Hindu. Ada tiga permasalahan yang akan dibahas dibahas: (1) Bagaimana implementasi budaya literasi pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Tarung Riwut Luwuk Kanan? (2) Apa kendala implementasi budaya literasi pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Tarung Riwut Luwuk Kanan? (3) Bagaiman upaya mengatasi kendala implementasi budaya literasi di SMP Tarung Riwut Luwuk Kanan?.
Teori yang digunakan yaitu teori implementasi, kendala dan humanistik. Informan penelitian adalah guru agama Hindu (satu orang), kepala sekolah (satu orang) dan siswa agama Hindu (3 orang). Teknik pengumpulan data: 1) observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif. Dan teknik analisis data: 1) kondensasi data, 2) penyajian data, dan 3) penarikan kesimpulan.
Dari hasil penlitian dapat disimpulkan bahwa 1) guru mengimplementasikan budaya literasi dengan mengarahkan siswa untuk membaca buku Kandayu, kitab suci Panaturan dan buku mata pelajaran lain yang berhubungan dengan pendidikan moral selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. 2) kendala yang dihadapi berasal dari a) faktor manusiawi: guru agama Hindu belum mengikuti pelatihan secara khusus tentang budaya literasi, dan siswa agama Hindu belum mampu melafalkan bahasa sangiang dengan fasih; b) faktor intitusional: belum tersediannya ruangan khusus untuk belajar agama Hindu; dan c) faktor intruksional: kurangnya buku bacaan agama Hindu. Dan 3) upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah: membeli buku tambahan dan mengusulkan kepihak dinas terkait untuk mengirimkan buku serta mengikutkan para guru dalam kegiatan seminar atau pelatihan. Dan upaya yang dilakukan oleh guru agama Hindu: menyediakan buku Kandayu, kitab suci Panaturan dan memanfaatkan buku mata pelajaran lain.
YONA
2023 · Book · Open Access
YONA. 2023. Nilai-Nilai Seni Dalam Katambung Pada Upacara Tiwah di Desa
Parit Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Dosen
Pembimbing I Dr. Nali Eka, S.Ag.,M.Si dan Dosen Pembimbing II Dr. I
Putu Widiyanto, M.Pd.H.
Bangsa Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam suku bangsa,
memiliki adat istiadat dan kebudayaan yang beraneka jenis dan ragamnya. Diluar
konteks Hindu Kaharingan, juga sering kita jumpai seperti Katambung
ditampilkan dalam suatu kegiatan masyarakat untuk membuka acara seremonial
diluar upacara keagamaan Hindu Kaharingan. 1. Apakah Fungsi Katambung
dalam Upacara Tiwah di Desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten
Kotawaringin Timur. 2. Bagaimana Nilai Seni yang Terdapat dalam Katambung
pada Upacara Tiwah di Desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten
Kotawaringin Timur.
Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori
Struktural Fungsional, teori Weighted Scale dan teori Etnomusikologi. Metode
yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah: metode observasi, wawancara,
studi dokumen, instrument penelitian dan teknik analisis data. Teknik penentuan
informan yang digunakan yaitu: teknik Purvosive Sampling. Tempat penelitian di
Desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur.
Hasil Penelitian menunjukan bahwa 1. Katambung akan tetap berfungsi
karena Katambung merupakan sarana mediator utama yang menjadi salah satu
alat perantara manusia dengan Tuhan (Ranying Hatalla Langit) untuk mencapai
surga dalam pelaksanaan Balian pada upacara Tiwah. Artinya Katambung itu akan
tetap difungsikan atau digunakan apabila dalam ritual Balian pada upacara Tiwah
dilaksanakan. Fungsi Katambung dalam pelaksanaan Balian pada upacara Tiwah
dapat dilihat dari tiga hal yaitu fungsi laten, fungsi manifes dan disfungsi. Dari
ketiga fungsi dapat dilihat bahwa keberadan fungsi yang ada pada Katambung
yang digunakan sebagai simbol identitas pada pelaksanaan Balian pada upacara
Tiwah bagi umat Hindu Kaharingan yang ada di Desa Parit Kecamatan Cempaga
Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. 2. Katambung merupakan salah satu alat
musik instrumental dan sakral dalam Hindu Kaharingan yang dimainkan untuk
mengatur dan mengiringi nada dasar pada tempo dalam mantra dengan cara
dipukul atau di tekap, memainkan alat Katambung ini dengan cara menabuh atau
dipukul menggunakan jari-jari tangan kanan, lalu tangan kiri digunakan untuk
memegang badan Katambung hingga mengeluarkan bunyi dung dengan nada
dasar yang selaras sehingga mengeluarkan bunyi yang seirama, nilai seni yang
terdapat dalam irama Katambung terdapat nada dasar pada tempo dalam mantra
atau syair yang berfungsi sebagai pengantar doa suci dalam agama Hindu
Kaharingan. Katambung memiliki nilai bentuk, anyaman, ukiran dan dempul
yang ada pada badan Katambung, teknik membuat karya seni rupa yang dilakukan
dengan cara dibentuk dan diolah dengan berbagai alat, bahan dan teknik agar
mendapatkan hasil kualitas Katambung yang baik ketika digunakan.
FRA WAHYU NATALIA
2023 · Book · Open Access
Fra Wahyu Natalia (2023) Strategi Pengembangan Atraksi Objek Wisata Bumi Perkemahan Panglima Batur di Desa Trahean Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara Pembimbing I, Dr. I Wayan Salendra,S.Ag., M.Si Pembimbing II, I Wayan Sutarwam,S.Pd., M.Pd.H Bumi Perkemahan Panglima Batur merupakan salah satu objek wisata unggulan yang ada di Barito Utara. Objek wisata ini memiliki berbagai fasilitas yang penunjang sehingga memungkinkan wisatawan dapat menikmati wisata dengan baik. Meskipun demikian objek wisata ini masih belum memiliki banyak atraksi wisata yang ditawarkan, sejauh ini yang ditawarkan hanya atraksi alamnya saja sedangkan atraksi buatan masih sangat terbatas. Berdasarkan latar belakang diatas maka, permasalahan dalam penelitian ini adalah faktor penghambat dan faktor pendorong pengembangan objek wisata Bumi Perkemahan Panglima Batur dan strategi pengembangan atraksi wisata yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Barito Utara. Teori yang digunakan adalah teori daya tarik wisata dan pengembangan pariwisata. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah pengelola objek wisata Bumi Perkemahan Panglima Batur baik pemerintah maupun masyarakat. Teknik analisis yang digunakan adalah: 1) pengumpulan data 2) reduksi data 3) penyajian data 4) verifikasi (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat faktor penghambat yang terjadi dalam pengembangan objek wisata adalah: 1) terbatasnya dana, 2) kurangnya sumber daya manusia, 3) kurangnya kesadaran masyarakat, 4) kurangnya kerjasama dengan pihak swasta, dan 5) keterbatasan fasilitas. Selanjutnya terdapat juga faktor pendorong adalah, 1) potensi alam 2) suasana objek wisata yang nyaman, 3) kondisi wisata yang aman, 4) akses yang mudah, dan 5) kemajuan teknologi informasi. Adapun strategi pengembangan atraksi wisata yang dilakukan adalah, 1) menambah berbagai fasilitas, 2) sarana prasarana wisata, 3) meningkatkan promosi wisata, 4) melakukan kerjasama dengan dinas lain serta masyarakat, 5) membuat rencana lanjutan pada hasil pengembangan yang ada, 6) memaksimalkan potensi alam, 7) mengamati apa yang menjadi keinginan masyarakat atau wisatawan. Dengan adanya strategi pengembangan ini akan meningkatkan jumlah pengunjung sehingga pendapatan daerah pun dapat meningkat dan tercapainya target yang telah ditetapkan.
RISKY DHARMA ADITYA
2023 · Book · Open Access
Objek wisata Surung Danum di Kelurahan Habaring Hurung Kota Palangka Raya, merupakan objek wisata sumber daya alam buatan, Salah satu potensi alam wisata Surung Danum adalah air hitamnya. Akan tetapi kemampuan manejerial masyarakat masih kurang dalam mengelola dikarenakan sumber daya manusianya masih kurang mumpuni. Maka dari itu agar tetap terjaga dan diminati oleh pengunjung, maka pemberdayaan SDM perlu dilakukan dalam upaya memberi kemampuan pelaku usaha wisata untuk menangani kunjungan wisatawan. Pemberdayaan SDM dapat memberikan informasi kepada pengelola tentang tingkat atau besarnya kemampuan yang dimiliki individu pelaku usaha wisata. Tingkat kemampuan dapat dijadikan acuan dan kebijakan untuk meningkatkan kualitas SDM pelaku usaha bidang pariwisata. Oleh karena itu, penting dilakukan kajian tentang pemberdayaan pelaku usaha wisata Surung Danum untuk mengetahui apakah pemberdayaan SDM pelaku usaha wisata tersebut memadai kemampuan individunya.Berdasarkan permasalahan dari latar belakang penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah pemberdayaan SDM para pelaku usaha di kawasan wisata Surung Danum (2) Bagaimanakah keterlibatan pemerintah setempat terhadap pemberdayaan pelaku usaha di kawasan wisata Surung Danum. Adapun teori yang digunakan dalam mengkaji permasalahan ini yaitu: (1) Teori Manajemen Sumber Daya Manusia (2) Teori Pemberdayaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif, teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui metode: observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Penentuan informan yang digunakan adalah teknik purposivesampling dengan teknik penentuan sampel sudah ditentukan. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) pemberdayaan SDM pelaku usaha wisata Surung Danum diperlukan untuk meningkatkan kualitas daya pikir dan daya fisik tiap individu pelaku usaha terkait bidang pelayanan pengunjung, baik dalam bentuk pelatihan dan pengajaran atau kegiatan sejenisnya (2) Keterlibatan pemerintah setempat terhadap pemberdayaan pelaku usaha wisata Surung Danum tidak dapat direalisasikan karena belum terjalin kerjasama antara pemerintah Kelurahan Habring Hurung dengan pengelola kawasan wisata Surung Danum.
SHINTA CRISTINA GUSTIANIKA
2023 · Book · Open Access
SHINTA CRISTINA GUSTIANIKA, 2023: Pengembangan Agrowisata Larosa Sebagai Daya Tarik Wisatawan di Kota Palangka Raya, Pembimbing I: Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Ag dan Pembimbing II: Buhol, S.Ag., M.Fil.H Agrowisata merupakan serangkain kegiatan pedesaan, termasuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan Bertani, memperlajari kebudayaan lokal, menikmati pemandangan dan keragaman hayati, mempraktekkan pertanian organik dan konvensial, dan memanen buah-buahan serta sayuran tropis. Selain itu, agrowisata juga dapat berperan sebagai media promosi produk pertanian, menjadi media Pendidikan, dan menjadi peluang pengembangan diverifikasi produk agribisnis. Berdasarkan permasalahan dari latar belakang penelitian ini yaitu (1) (Bagaimana perkembangan agrowisata larosa sebagai daya tarik wisatawan di Kota Palangka Raya) (2) Bagaimana kendala Pengembangan Agrowisata Larosa sebagai daya tarik wisatawan di Kota Palangka Raya. Adapun teori yang digunakan dalam mengkaji permasalahan ini yaitu: (1) teori pengembangan pariwisata (2) teori kendala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif, teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui metode, observasi, kepustakaan, wawancara dan dokumentasi. Penentuan informan yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan teknik penentuan innforman dengan pertimbangan tertentu. Penelitian ini dengan menggunakan teknik analisis data yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian adalah: (1) Pengembangan Agrowisata Larosa, sebagai Daya Tarik Wisatawan di Kota Palangka Raya adalah suatu proses yang dilakukan seorang pengelola disitulah dapat dilihat keadaan Agrowisata Larosa yang sudah cukup berkembang, pengembangan wisata ini di perlakukankan dari tahun ke tahun dan sudah banyak sekali perubahan yang nampak seperti hal ini bisa dilihat dari segi sarana-prasarana. (2) Kendala dalam pengembangan adalah dari pengelolaan fasilitasnya dan kenyamanan, keindahan serta keamanan untuk pengunjung dan kurangnya dana sehingga fasilitas juga terbatas.
SELIN KOBI
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK SELIN KOBI, 2023: Pengembangan wisata Batu Batungkat di Desa Kubung kecamatan delang Kabupaten Lamandau. Pembimbing 1: Dr. Kadek Sukiada, S.Ag. Msi dan pembimbing 2: Buhol, S.Ag., MFIL.H. Wisata Batu Batungkat di Desa Kubung merupakan salah satu objek wisata yang sangat terkenal dengan keunukan nya wisata yang berbentuk seperti rumah dengan ketinggian kurang lebih 15 m. dari permukaan tanah di kelilingi perbukitan sehingga memiliki pemandangan yang indah wisata Batu Batungkat merupakan salah satu aset yang dimiliki oleh kecamatan Delang lokasi Batu Batungkat berada di sebelah kiri masuk kedalam sekitar 5 km pinggiran jalan raya utama yaitu di Trans Kalimantan Km 10 yang menghubungkan akses menuju perbatasan antara Kalimantan Tengah dan Kalimatan Barat. Namun kawasan ini masih belum terrkelola dengan baik serta masih terbatasnya sarana dan prasarana yang dimiliki. Berdasrakan permasalahan latar belakang penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah pengembangan wisata Batu Batungkat di Desa Kubung kecamatan Delang Kabupaten Lamandau, (2) apakah kendala pengembangan wisata Batu Batungkat di Desa Kubung kecamatan Delang Kabupaten Lamandau, serta upaya masyarakat dan pemerintah dalam pengembangan wisata Batu Batungkat di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau. Metode Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Analisis deskriptif kualikatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: observasi, wawancara, dokumentasi, dan keperpustakaan teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan ini adalah; (1) teori pengembangan pariwisata dan (2) teori kendala pariwisata. subjek penelitian ini adalah dinas pariwisata, masyarakat, pemerintahan Desa, tokoh masyarakat, juru kunci. Hasil penelitian ini adalah; pengembangan wisata Batu Batungkat perlu di kelola dan di jaga kebersihannya dan fasilitas yang ada, supaya wisata tersebut dapat dikenal oleh para wisatawan (2) kendala yang paling utama dihadapi anggaran yang tidak memadai yang digunakan dalam pengembangan wisata Batu Batungkat, serta perlu di tingkatkan kembali partisipasi masyarakat dan pemerintah, (3) upaya yang harus dilakukan melakukan musrembang Desa, melaksanakan festival budaya seperti Babukung, melakukan promosi melalui media sosial dan kunjungan ke dinas-dinas terkait, serta melakukan swadaya masyarakat baik material maupun tenaga.
YANI
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK
YANI. 2023. Kendala Implementasi Penilaian Autentik Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 2 Tasik Payawan Kabupaten Katingan.
Dosen Pembimbing Skripsi 1. Dr. Pranata, S.Pd., M.Si
Dosen Pembimbing Skripsi 2. Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd., M.Pd.H
Skripsi ini mengkaji tentang kendala implementasi penilaian autentik pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri 2 Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Kendala dalam implementasi adalah sebuah akibat langsung dari suatu kejadian berefek pada seseorang atau pada suatu yang berkaitan. Penilaian autentik merupakan suatu kegiatan untuk melakukan prosedur penilaian yang nyata, yang terdiri dari aspek sikap, aspek pengetahuan dan aspek keterampilan. Dalam mengimplementasikan penilaian autentik guru memiliki beberapa hambatan sehingga penilaian autentik tidak dapat diterapkan secara sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemahaman guru pendidikan agama Hindu tentang implementasi penilaian autentik pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri 2 Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Dan apa saja kendala yang dihadapi guru pendidikan agama Hindu dalam implementasi penialian autentik pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri 2 Tasik Payawan.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data-data maupun informasi dengan melakukan observasi, wawancara semi terstruktur serta dengan pengumpulan data berupa data primer dan sekunder ditempat penelitian serta dokumentasi berupa gambar situasi dan keadaan tempat dilakukannya tempat penelitian. Subjek penelitian ini adalah guru pendidikan agama Hindu dan peserta didik agama Hindu SMP Negeri 2 Tasik Payawan. Teori yang digunakan dalam memecahkan masalah dengan menggunakan teori kognitivisme dan teori evaluasi pembelajaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru pendidikan agama Hindu tentang implementasi penilaian autentik masih kurang. Hal tersebut terlihat dari teknik dan instrumen penilaian yang dilakukan terhadap peserta didik. Tidak semua instrumen penilaian autentik mampu diterapkan oleh guru pendidikan agama Hindu untuk melakukan penilaian terhadap peserta didik. Kendala yang dialami guru pendidikan agama Hindu dalam implementasi penilaian autentik pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri 2 Tasik Payawan terbagi menjadi dua. (1) Kendala internal, guru pendidikan agama Hindu kurang memahami tentang penilaian autentik disebabkan oleh banyak instrumen penilaian yang digunakan untuk menilai peserta didik. (2) Kendala eksternal, guru pendidikan agama Hindu jarang mengikuti pelatihan yang berkaitan dengan kurikulum 2013 yang mencakup sistem penilaian serta peserta didik kurang memahami tentang sistem penilaian yang diterapkan oleh guru.
RIRI RIANTI
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK
Riri Rianti,2023. Impelemntasi Program Gerakan Literasi Sekolah Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Agama Hindu Di SMP Negeri 8 Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Drs. I Wayan Karya, M.Pd.,M.Si Dan Pembimbing II, Tri Aspiyana, M.Pd
Kurangnya minat baca dan pemanfaatan sumber belajar menjadi pemicu kurangnya minat baca di Indonesia. Oleh karena itu,penelitianini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program gerakan literasi sekolah dalam meningkatkan minat baca siswa agama Hindu di kelas VIII.7 dan kelas VIII.8 di SMP Negeri 8 Palangka Raya serta mendeskripsikan faktor penghambat pelaksanaan program gerakan literasi sekolah dalam meningkatkan minat baca siswa agama Hindu di kelas VIII.7 dan kelas VIII.8 di SMP Negeri 8 Palangka Raya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru agama Hindu, petugas perpustakaan dan 4 orang peserta didik. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan program gerakan literasi sekolah pada siswa agama Hindu di kelas VIII.7 dan kelas VIII.8 yaitu adanya kegiatan 15 menit membaca, penataan sarana literasi seperti pojok baca di kelas atau taman sekolah, adanya ruang perpustakaan, pelibatan publik dan menanggapi buku bacaan secara lisan dan tulisan. Faktor penghambat gerakan literasi sekolah pada siswa agama Hindu di kelas VIII.7 dan kelas VIII.8 yaitu kurangnya minat baca siswa, kurangnya pemanfaatan sumber belajar seperti perpustakaan, kurangnya literatur bacaan yang diminati siswa dan kurangnya sosialisasi tentang program gerakan literasi sekolah.
MADE SUKRINI
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK
MADE SUKRINI, 2023 Makna Japa Mantra Siwaratri Bagi Pemuda Hindu Di Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau. Prodi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M. Ag dan Pembimbing II Dr. Suryanto, S.Pd.,M.P.d.
Umat Hindu di Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau melaksanakan perayaan hari raya Siwaratri dengan melaksanakan persembahyangan bersama dilanjutkan dengan kegiatan spiritual dalam bentuk pengulangan nama suci Tuhan atau japa mantra. Penelitian ini mengkaji tentang makna japa mantra Siwaratri bagi pemuda Hindu di Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengeksplorasi proses pelaksanaan japa mantra Siwaratri di Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau; (2) Mengungkap makna pelaksanaan japa mantra Siwaratri bagi pemuda Hindu di Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau; (3) Mengidentifikasi kendala-kendala dalam pelaksanaan japa mantra Siwaratri di Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interpretatif. Penelitian ini berlokasi di Desa Mantaren II, dilaksanakan selama bulan Januari sampai dengan Februari 2023. Informan penelitian adalah Rohaniawan Hindu, Pengurus PHDI Kecamatan Kahayan Hilir, dan Pemuda Hindu Desa Mantaren II. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif menurut Miles & Huberman.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, pelaksanaan japa mantra Siwaratri di Desa Mantaren II memiliki tahapan yaitu, persiapan, persembahyangan, japa mantra Siwaratri, dan pasca japa mantra Siwaratri. Makna pelaksanaan japa mantra Siwaratri bagi pemuda Hindu di Desa Mantaren II yaitu makna ketenangan batin, makna peningkatan rasa welas asih, makna sabar dan bijaksana, makna proses pendidikan karakter, makna spritual, dan makna damai. Kendala yang dihadapi pemuda Hindu dalam pelaksanaan japa mantra Siwaratri di Desa Mantaren II yaitu kendala internal berupa, kurangnya motivasi dalam diri, pikiran yang kurang kosentrasi, dan keadaan fisik yang kurang sehat. Adapun kendala eksternal berupa, tempat yang kurang nyaman, cuaca yang kurang mendukung, gangguan hewan kecil, pengaruh teman yang kurang baik, dan kurangnya dorongan para tokoh umat Hindu setempat.
IGO
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK
IGO. 2023. Penerapan Pendidikan Budhi Pekerti Pada Anak dalam Keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan. Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya.
Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag.,M.Si
Pembimbing II Lamri, S.Pd.,M.Pd.H
Penerapan merupakan suatu kegiatan yang berupa tindakan dengan direncanakan secara sungguh-sungguh demi tercapainya tujuan tertentu dan untuk suatu kepentingan yang ingin dicapai. Demikian halnya dalam penerapan pendidikan budhi pekerti pada anak dalam keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan, tentu sangat diharapkan dalam setiap penerapan pendidikan budhi pekerti yang ada dalam keluarga terkhususnya pada anak dapat berjalan lancar dan penerapannya dapat tercapai sesuai yang orang tua harapkan pada anaknya. Permasalahan yang akan di bahas antara lain:(1) Bagaimana Penerapan Pendidikan Budhi Pekerti Pada Anak dalam Keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan?(2) Apa Kendala Penerapan Pendidikan Budhi Pekerti Pada Anak dalam Keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan?.Penulisan ini bertujuan: (1 Untuk menganalisis bagaimana penerapan pendidikan budhi pekerti pada anak dalam keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan.(2) Untuk menganalisis kendala penerapan pendidikan budhi pekerti pada anak dalam keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori implementasi dan teori kendala. Jenis penelitian deskriftif kualitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan yaitu primer dan sekunder. Teknik penentuan informan yaitu menggunakan Teknik Purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara dan studi dokumen. Instrumen penelitian yaitu peneliti sendiri dan dibantu beberapa alat pendukung penelitian berupa kamera, alat tulis dan list pertanyaan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan/verifikasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1)Penerapan pendidikan budhi pekerti kepada anak dalam keluarga Hindu Kaharingan meliputi penerapan materi pendidikan budhi pekerti dan metode pendidikan budhi pekerti. Penerapan materi pendidikan budhi pekerti diantaranya mencakup materi akhlak terhadap Tuhan Yang Maha Esa, akhlak terhadap sesama manusia dan akhlak terhadap lingkungan. Sedangkan penerapan metode pendidikan budhi pekerti mencakup penerapan metode demokrasi, metode keteladanan, metode livein dan metode penjernihan nilai. Penerapan pendidikan budhi pekerti kepada anak dalam keluarga Hindu Kaharingan yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya tentu tidak berjalan lancar sesuai dengan yang diinginkan oleh orang tua. Setiap orang tua sudah ada mengajarkan dan memberikan pemahaman serta nasehat kepada anaknya sesuai dengan materi pendidikan budhi pekerti dan metode pendidikan budhi pekerti, namun masih ada terdapat beberapa anak yang belum bisa menerima penerapan pendidikan budhi pekerti dengan baik; (2) Kendala yang dialami setiap orang tua berbeda-beda sehingga dalam menerapkan pendidikan budhi pekerti pada anak menjadi tidak berjalan lancar seperti yang diharapkan oleh orang tua. Kendala tersebut seperti: orang tua yang sering tidak menetap di rumah karena sibuk bekerja untuk bermalam di tempat kerja sehingga kurangnya waktu orang tua untuk berkumpul bersama anaknya, kurangnya kesadaran dari anak dalam mengikuti nasehat dari orang tuanya, pola asuh dari kedua orang tua yang berbeda-beda, pengaruh lingkungan yang kurang baik sehingga menimbulkan dampak yang kurang baik bagi anak, anak sering tidak memahami yang orang tuanya ajarkan, karena yang diajarkan oleh orang tua anak sulit untuk anak memahaminya. Adapun upaya untuk mengatasi kendala tersebut seperti, orang tua semaksimal mungkin untuk selalu mengajarkan hal lebih banyak lagi agar anak dapat memahami yang orang tuanya ajarkan, mengatasi pola asuh orang tua yang berbeda-beda dengan cara berdiskusi terlebih dahulu sebelum memberikan pola asuh kepada anak agar tidak terdapat perbedaan pendapat lagi, memberikan nasehat dan perhatian kepada anak agar ia merasa nyaman serta memberikan pemahaman kepada anak agar jika bergaul dengan temannya yang memiliki perilaku yang kurang baik agar jangan meniru hal tersebut karena itu merupakan contoh perilaku yang tidak baik dan harus dihindari dan jika anak tidak menghiraukan nasehat dari orang tuanya, orang tuanya tidak putus asa untuk selalu memberikan anaknya nasehat dan pemahaman agar anak bisa benar-benar paham dengan yang orang tuanya ajarkan, orang tua mengupayakan untuk selalu memberikan nasehat dan perhatian kepada anak agar dapat berubah bisa lebih mendengarkan nasehat orang tuanya.
AYU ELMIA NINSIH
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK
Ayu Elmia Ninsih, 2023. Nilai Estetika Tari Riam Panjang di Desa Derawa Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Seruyan. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbig I: Komang Suarta S.Ag.,M.Si Pembimbing II : Susi, S.Fil.H.,M.Fil.H.
Tari Riam Panjang tarian digunakan sebagai sarana tarian hiburan oleh masyarakat yang ada di Desa Derawa Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Seruyan dan Tari Riam Panjang selalu dibawakan dengan perasaan hati yang riang gembira serta penuh semangat. Tari Riam Panjang ditarikan atau dibawakan pada sebuah acara perkawinan, penyambutan tamu, hajatan dan pada saat upacara Tiwah yang bersifat hiburan. Tari Riam Panjang bisa dibawakan oleh segenap kalangan masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan, tua, muda bahkan anak-anak. Namun demikian Tari Riam Panjang kini di tampilkan secara dominan oleh kalangan dewasa atau orang tua saja, sangat sedikit anak-anak, remaja atau pemuda yang bisa membawakan tarian ini. Walaupun tari Riam Panjang memiliki gerakan yang sederhana dan terlihat unik serta property yang digunakan sebagai ciri khas. Tari Riam Panjang selalu mendominasi dari berbagai jenis pertunjukan seni atau hiburan yang ada di Desa Derawa. Didalam penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui, memahami dan mendeskripsikan Fungsi Tari Riam Panjang di Desa Derawa Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Seruyan. 2) mengetahui, menganalisis, memahami dan mendeskripsikan Nilai Estetika Tari Riam Panjang di Desa Derawa Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Seruyan.
Penelitian ini menggunakan teori untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: Teori fungsionalisme dan teori estetika. Metode yang digunakan untuk mengumpulkandata yaitu: observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data yang telah dikumpul dianalisis dengan pengdekatan deskriptif kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu proposive.
Hasil penelitian digunakan untuk menunjukan bahwa: 1) Fungsi Tari Riam Panjang sebagai tari hiburan memiliki fungsi budaya, pendidikan, ekonomi, dan estetika. 2) Nilai estetika pada Tari Riam Panjang terdapat keindahan yang terpancar dari wiraga, wirama, wirasa, dan wirupa.
CENIA
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK
Cenia. 2023. Upaya Pelestarian Seni Kriya Anyaman Tas Rotan Pada Masyarakat Dayak Ngaju Di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya.
Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si
Pembimbing II Hendri, S.Ag., M.Ag
Seni adalah usaha untuk menghasilkan produk yang dapat berguna dan berfungsi dalam kegiatan manusia di kehidupan sehari-hari agar pelestarian anyaman tas rotan dapat dilestarikan dengan baik supaya bisa berkembang. Berdasarkan latar belakang diatas ada beberapa rumusan masalah antara lain: (1) Bagaimana upaya pelestarian seni kriya anyaman tas rotan pada masyarakat Dayak Ngaju di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas? (2) Apa saja kendala yang dihadapi pengrajin pada upaya pelestarian seni kriya anyaman tas rotan pada masyarakat Dayak Ngaju di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas? (3) Bagaimana peranan lembaga UMKM pada pelestarian seni kriya anyaman tas rotan pada masyarakat Dayak Ngaju di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas?. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah: (1) Teori Upaya (2) Teori Kendala dan (3) Teori Peranan. Subjek penelitian ini adalah pengrajin anyaman tas rotan di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskritif Kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Sumber data penelitian ini adalah Kepala Desa, masyarakat Dayak Ngaju, pengrajin, dan lembaga UMKM anyaman tas rotan serta dokumen yang digunakan adalah arsip, dokumen resmi Desa Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam upaya pelestarian seni kriya anyaman tas rotan ini memiliki upaya untuk melestarikannya yaitu pelatihan anyaman tas rotan karena dengan adanya pelatihan akan membantu pengrajin anyaman dalam memproduksi anyaman tas rotan tersebut, dan kendala yang dihadapi pengrajin saat ini yaitu ketersediaan bahan baku yang kurang untuk memproduksi anyaman tas rotan sehingga akan memperlambat proses memproduksinya, selain itu lembaga UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam melestarikan seni kriya anyaman tas rotan dengan memberikan modal kepada pengrajin dapat mempermudah dalam menjual belikan produk dari pengrajin anyaman tas rotan sehingga laku dipasaran.
NICA
2023 · Book · Open Access
The bakanjar dance is performed as a means of expressing gratitude to
Nining Bhatara. In this case, the bakanjar dance is held once a year at the Aruh
Bawang ceremony. However, in reality most of the Hindu Kaharingan youths
were not seen participating in the bakanjar dance procession, because they were
more influenced by modern things, giving rise to various perceptions of the Hindu
Kaharingan youths in Langkap Village. This study aims to: 1) find out the
perceptions of Hindu Kaharingan youth towards the bakanjar dance at the Aruh
Bawanang ceremony in Langkap Village, Tebing Tinggi District, Balangan
Regency, South Kalimantan Province 2) find out the constraints of Hindu
Kaharingan youth in participating in the procession of the bakanjar dance at the
Aruh Bawanang ceremony in the village Langkap Tebing Tinggi District,
Balangan Regency, South Kalimantan Province.
This research uses the theory of perceptions and constraints and this research
uses a qualitative descriptive approach, with research locations in Langkap
Village. This research was conducted from April to May 2023. The informants
were determined purposively. This data was obtained through observation,
interviews, and documentation. As the main instrument in this study, researchers
were assisted by interviews, cameras and stationery. After that it is done with
verification, data analysis.
Based on the results of the research conducted, the results show that 1) the
perception of the Hindu Kaharingan youth on the bakanjar dance in the Aruh
Bawanang ceremony considers that the bakanjar dance is an ancient dance. 2)
Monotonous dance moves 3) Difficult dance moves. The obstacles faced by the
Hindu Kaharingan youth are problems such as the absence of training or coaching,
lack of self-confidence, lack of interest in the Hindu Kaharingan youth, and social
environmental factors.
WATI
2023 · Book · Open Access
Skripsi ini mengkaji tentang implementasi pendidikan prenatal melalui Manyaki Tihi pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tangki Dahuyan Kecamatan Manuhing. Dalam pendidikan semasa masih dalam kandungan yang dilakukan oleh umat agama Hindu Kaharingan ini perlu diketahui filosofi upacara Manyaki Tihi, rangkaian upacara Manyaki Tihi dan implementasi pendidikan prenatal melalui upacara Manyaki Tihi pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tangki Dahuyan Kecamatan Manuhing. Agar generasi hal ini dapat menjadi informasi bagi para generasi penerus, dan upacara Manyaki Tihi ini dapat terus dilalaksanakan.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data-data maupun informasi dengan melakukan observasi, wawancara semi terstruktur serta dengan pengumpulan data berupa data primer dan sekunder ditempat penelitian serta dokumentasi berupa gambar situasi dan keadaan tempat dilakukannya tempat penelitian. Subjek penelitian ini adalah Basir, tokoh agama Hindu Kaharingan, dan warga yang melakukan upacara Manyaki Tihi. Teori yang digunakan dalam memecahkan masalah dengan menggunakan teori fenomenologi dan teori behafioristik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara Manyaki Tihi adalah sebuah upacara yang dilakukan oleh masyarakat Hindu Kaharingan secara turun-temurun yang ditujukan untuk ibu hamil atau ibu yang sedang mengandung dilatar belakangi atas dasar peristiwa-peristiwa sulit yang dihadapi oleh seorang perempuan yang sedang mengandung sampai ia melahirkan. Upacara Manyaki Tihi memiliki tiga rangkaian kegiatan yaitu: 1) Persiapan, yaitu menentukan hari baik dan menyiapkan sarana seperti: beras, hewan korban berupa babi dan ayam untuk diambil darahnya, sirih pinang, minyak kelapa, air, tutup panci, jala, tikar (Amak), dupa atau kemenyan dan perkakas seperti kapak, parang, dan batu asah. 2) Kegiatan inti, yaitu memoleskan (manyaki) darah babi dan ayam pada ibu hamil dan menaburkan beras putih keberbagai penjuru. Dan, 3) Penutup, yaitu tampung tawar. Serta implementasi yaitu upacara ini hanya boleh dilakukan oleh wanita yang beragama Hindu Kaharingan yang sedang mengandung anak pertama pada usia kandungan memasuki usia 7 bulan. Karena upacara ini akan membuat sang calon ibu merasa lebih damai dan tenang, karena selama upacara sang Basir akan mengucapkan doa-doa yang ditujukan untuk para leluhur dan Ranying Hatlla Langit. Sehingga sang ibu merasa lebih tenang dan siap untuk menghadapi kelahiran bayi pertamanya. Dan sang bayi dalam kandunganpun akan menjadi lebih sehat, karena sang ibu tidak mengalami stres.
WAYAN SULASTRI
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK WAYAN SULASTRI: (2023) Pengembangan Fasilitas Dalam Menarik Minat Wisatawan Ke Objek Wisata Kahui Di Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya (pembimbing I Handoko, S.Ag., M.Si dan pembimbing II I Wayan Sindia Griya Danika, S.Kom., M.T). Pengembangan pariwisata merupakan suatu rangkaian upaya untuk mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan berbagai sumber daya pariwisata mengintegrasikan segala bentuk aspek diluar pariwisata yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka pada penelitian ini terdapat dua perumusan masalah dalam skripsi ini adalah, (1) Bagaimana pengembangan fasilitas dalam menarik minat wisatawan ke objek wisata kahui di kecamatan bukit batu kota palangka raya, (2) bagaimana kendala pengembangan fasilitas dalam menarik minat wisatawan ke objek wisata kahui di kecamatan bukit batu kota palangka raya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah, (1) Teori pengembangan pariwisata (2) Teori kendala. Subjek penelitian ini adalah mulai dari: pemilik objek wisata kahui, penjaga objek wisata kahui, lurah kelurahan sei gohong, masyarakat lokal yang ada di sekitar objek wisata kahui, dan wisatawan yang berkunjung ke objek wisata kahui. Hasil penelitian ini adalah, (1) untuk mengetahui pengembangan fasilitas objek wisata kahui, (2) untuk mengetahui kendala dalam pengembangan fasilitas objek wisata kahui. Hasil kajian penulis dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan fasilitas dalam menarik minat wisatawan ke objek wisata kahui meliputi pengembangan atraksi wisata, fasilitas wisata, infrastruktur wisata, transportasi wisata dan hospitality (keramah-tamahan). Kendala yang di alami dalam pengembangan wisata kahui yaitu kurang flaying fox, dermaga tepi sungai, penampilan tarian daerah dayak Kalimantan tengah, tracking malam, paket wisata penelitian tumbuhan dan binatang, warung, penginapan, toilet, jalan, bus pariwisata dan kemanan serta pelayanan yang masih akan dikembangkan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan.
YAYU KADANG HULLI. J
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK YAYU KADANG HULLI.J: (2023) Pengembangan Kerajinan Tangan Tas Anjat Dalam Meningkatkan Daya Tarik Wisatawan di UMKM Silip Rawi Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau (pembimbing I: Dr.Kadek Sukiada, S. Ag., M.Si dan pembimbing II: Muthia Farida, M.Pd) Pengembangan pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah. Suatu destinasi harus memiliki berbagai fasilitas kebutuhan yang diperlukan oleh wisatawan agar kunjungan seorang wisatawan dapat terpenuhi dan merasa nyaman. Pengembangan kerajinan tas anjat perlu adanya fasilitas agar dapat meningkatkan daya Tarik wisatawan. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka pada penelitian ini terdapat dua perumusan masalah dalam skripsi ini adalah: (1) Bagaimana pengembangan kerajinan tangan tas anjat dalam meningkatkan daya tarik wisatawan, (2) Bagaimana kendala pengembangan kerajinan tangan tas anjat dalam meningkatkan daya tarik wisatawan di Desa Bukit Rawi Kecematan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulisan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) Teori pengembangan pariwisata; (2) Teori kendala Subjek, penelitian ini adalah pemilik UMKM Silip Rawi, kepala Desa Bukit Rawi, pengrajin Silip Rawi dan wisatawan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan kerajinan tangan tas anjat dalam meningkatkan daya tarik wisatawan di Desa Bukit Rawi Kecematan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau meliputi pengembangan tas anjat, pelayanan, dan pameran-pameran tas anjat. Kendala yang dialami dalam pengembangan pengembangan kerajinan tas anjat yang dilakukan oleh UMKM Silip Rawi yaitu kurangnnya pelayanan, usaha pemasaran yang belum maksimal, dan kurangnnya atraksi.