BASTIAN
2024 · Book · Open Access
Kehadiran Seni kriya katupat sinta pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan memiliki makna, fungsi dan tujuan tersendiri dalam praktiknya dan dilatarbelakangi oleh kebudayaan yang menjadi dasarnya. Fenomena yang terjadi adalah tidak semua dari umat dan generasi Hindu Kaharingan itu sendiri mengetahui dan memahami bagaimana eksistensi dari seni kriya katupat sinta pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan. Berikut Rumusan masalah dalam penelitian: 1). Bagaimana eksistensi seni kriya katupat sinta pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Danum Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan? 2). Bagaimana bentuk seni kriya katupat sinta yang digunakan pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Danum Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menganalisis eksistensi dan bentuk seni kriya katupat sinta pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Danum Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan dan memahami peran dan dampaknya dalam menjaga tradisi keagamaan dan budaya yang melekat pada umat Hindu Kaharingan di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori eksistensi dan teori bentuk. Sampel dalam penelitian ini meliputi beberapa dari umat Hindu Kaharingan dan guru Sekolah Dasar Negeri di Desa Tarusan Danum. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan terhadap hasil penelitian. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa: 1). Eksistensi dari seni kriya katupat sinta pada upacara keagamaan Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Danum Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan masih tetap eksis hingga sekarang, karena pada pelaksanaan upacara keagamaan tersebut, seni kriya katupat sinta masih dipergunakan pada setiap upacara keagamaan Hindu Kaharingan di dalam kehidupan. 2). Katupat sinta berbentuk belah ketupat tidak sama sisi dan berwarna kekuningan (warna janur). Ukuran seni kriya katupat sinta sebenarnya bervariasi tergantung dari seberapa panjang dan lebar daun janur yang digunakan untuk membuatnya.
JONI
2024 · Book · Open Access
ABSTRAK Joni, 2024:Peran Guru Terhadap Hasil Belajar Siswa Di Sd Negeri Tumbang Sabetung Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Pembimbing I: Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M. Ag dan pembimbing II: Raisa Vienlentia, M.Psi., Psikolog. Peran guru sebagai pendidik merupakan peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan, tugas-tugas pengawasan dan pembinaan, serta tugas yang berkaitan dengan mendidik, mendisiplinkan, memberikan dorongan dan motivasi dan memberi semangat anak, agar anak menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat. Permasalahan yang diteliti adalah: (1) Bagaimana peran guru terhadap hasil belajar siswa di SD Negeri Tumbang Sabetung Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. (2) Apakah kendala yang di hadapi guru terhadap hasil belajar siswa di SD Negeri Tumbang Sabetung Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. (3) Upaya yang di hadapi oleh dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SD Negeri Tumbang Sabetung Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pembelajaran behavioristik dan tori humanistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari tiga tahap dalam proses analisis dimulai dari reduksi data, penyajian data dan penarikan Kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, dalam penelitian ini peneliti dapat menyimpulkan beberapa hal: (1) Peran guru terhadap hasil belajar siswa di SD Negeri Tumbang Sabetung sebagai motivator, fasilitator dan supervisor. (2) Upaya guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan pelajaran yang baik, media pembelajaran yang tepat, materi yang berkualitas dan model belajar kelompok pada siswa. (3) Kendala guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa rendahnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran, kurangnya sarana dan prasarana dan lingkungan sekitar. Kata Kunci: Peran Guru Terhadap Hasil Belajar Siswa Di Sd Negeri Tumbang Sabetung Kecamatan Katingan Hulu
I MADE LASTRE
2024 · Book · Open Access
I Made Lastre. 2024. Upaya Guru Kelas V dalam Mengatasi Kenakalan Siswa di SDN Mintin 2 Kecamatan kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Made Pustikayasa, S. T., M.Pd.H. Pembimbing 2 Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd., M.Pd.H. Kenakalan siswa merujuk pada perilaku yang dilakukan oleh anak-anak yang belum dewasa, baik secara sengaja maupun tidak, dengan kesadaran bahwa tindakan tersebut melanggar aturan dan dapat dikenai sanksi. Kenakalan seperti tidak mengerjakan PR, kurang disiplin, membuat gaduh, mengganggu teman, melontarkan kata-kata kasar, bolos, dan memukul teman. Kenakalan ini berdampak negatif pada fokus belajar siswa dan dapat menurunkan prestasi akademik serta meningkatkan risiko keterlibatan dalam tindakan kejahatan. Adapun tiga permasalah yang akan dibahas: 1). Apa saja penyebab kenakalan siswa kelas V SDN Mintin 2 Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau?, 2) Bagaimana upaya yang dilakukan oleh guru kelas dalam mengatasi kenakalan siswa kelas V di SDN Mintin 2 Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau?, dan 3) Bagaimana implikasi dari upaya yang telah dilakukan oleh guru kelas V dalam mengatasi kenakalan siswa di SDN Mintin 2 Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau?. Tujuan penelitian adalah untuk mengeksplorasi upaya guru dalam mengatasi kenakalan siswa kelas V di SDN Mintin 2, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini melibatkan wawancara dengan kepala sekolah, guru kelas V, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi, Wawancara, Studi Dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kenakalan teridentifikasi seperti tidak mengerjakan PR, menyontek, dan mengganggu teman. Kenakalan siswa disebabkan oleh faktor internal seperti kondisi psikologis, motivasi rendah, dan kebutuhan perhatian, serta faktor eksternal seperti kurangnya perhatian orang tua dan kondisi keluarga yang kurang harmonis. 2) Sekolah telah menerapkan berbagai upaya, termasuk program konseling rutin, metode pengajaran interaktif, pelatihan guru, dan koordinasi dengan orang tua, serta kegiatan ekstrakurikuler. Guru juga berfokus pada pendekatan personal, menciptakan suasana kelas yang positif, dan menggunakan metode pembelajaran menarik. 3) Upaya ini terbukti efektif, dengan peningkatan motivasi belajar, kedisiplinan, dan interaksi sosial siswa, serta penurunan kenakalan.
NITA ANUGRAHNI
2024 · Book · Open Access
Anugrahni, Nita. 2024. Peran Guru Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran IPA di SDN 3 Kalahien Kecamatan Dusun selatan Kabupaten Barito Selatan. Skripsi Srata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A dan pembimbing II Krisma Natalia, M.Pd Skripsi ini mengkaji tentang peran guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA di SDN 3 Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. Berpikir kritis adalah kemampuan berpikir secara rasional dan tertata untuk memahami hubungan antara ide dan/atau fakta. Penelitian ini berfokus pada tiga rumusan masalah: (1) Bagaimana peran guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA? (2) Apa saja faktor penghambat yang dihadapi guru dalam upaya tersebut? (3) Bagaimana upaya guru mengatasi hambatan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa? Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengetahuan khususnya mengenai peran guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada siswa mata pelajaran IPA di SDN 3 Kalahien. Teori yang digunakan dalam analisis adalah teori Behavioristik. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, berlokasi di SDN 3 Kalahien, dan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Subjek penelitian adalah Guru Kelas V, siswa kelas V, dan Kepala Sekolah SDN 3 Kalahien. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Berpikir kritis adalah kemampuan berpikir jernih dan rasional tentang apa yang harus dilakukan atau dipercayai, diukur melalui lima indikator: kemampuan menganalisis, mensintesis, memecahkan masalah, menyimpulkan, dan mengevaluasi. (2) Hambatan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis meliputi karakter siswa, kurangnya keaktifan belajar, sopan santun, dan konsentrasi belajar, serta faktor internal seperti kesehatan, minat belajar, dan kemampuan siswa, serta faktor eksternal seperti keluarga, masyarakat, dan lingkungan. (3) Upaya guru kelas V dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa termasuk memberikan tes kemampuan berpikir kritis dan memberikan reward/hadiah.
THESA ANDIKA
2024 · Book · Open Access
Thesa Andika, 2024. Pengaruh Lingkungan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Siswa Kelas VB Di SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya Pembimbing I Tri Aspiyana, M.Pd Pembimbing II Raisa Vienlentia, S.Psi., M.Psi., Psikolog Pendidikan kewarganegaraan merupakan pendidikan yang sangat perlu untuk para siswa agar dapat mencerminkan dan menanamkan akhlak yang baik di dalam jiwa anak dalam masa pertumbuhannya. Terlebih lagi di Tingkat Pendidikan sekolah dasar pelajaran Pendidikan kewarganegaraan merupakan pelajaran yang penting dan harus ada. Faktor pendukung penunjang kesuksesan belajar siwa ialah adanya lingkungan belajar yang baik. Semakin baik lingkungan belajar yang dimiliki serta dirasakan siswa, semakin bertambah banyak prestasi belajar yang siswa dapatkan. Lingkungan belajar siswa bukan hanya sekedar di dalam area sekolah saja tetapi juga lingkungan rumah serta Masyarakat juga ikut andil penting dalam mensukseskan prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dilakukan di sekolah SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah angket. Dengan subyek penelitian adalah siswa kelas VB yang di ambil secara acak sebanyak 21 siswa/i. Uji coba instrument menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Uji prasyarat mengunakan uji normalitas, linieritas, dan heteroskodastisitas. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil dari penelitian diatas menunjukkan bahwa Lingkungan Belajar terhadap Prestasi Belajar mempunyai pengaruh sebesar 17% yang telah dibuktikan dengan (R2= 0,413 dan p = 0,353 > 0,005), sedangkan sisanya 83% adalah faktor lain yang mempengaruhi Lingkungan Belajar. Dengan demikian Ho,”diterima “ yakni tidak ada pengaruh signifikansi antara Lingkungan Belajar terhadap Prestasi Belajar siswa kelas VB SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangkaraya di terima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa lingkungan belajar tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar, artinya kedua variabel X dan Y tidak berhubungan dan belum berpengaruh secara signifikan.
EKA NALARATIH
2024 · Book · Open Access
EkaNalaratih, 2024 UpacaraPerkawinan Sala HuruiDi Desa TahawaKecamtanKahayan Tengah kabupatenpulangpisau (kajianfilsafathindu). Skripsi, Prodi FilsafatAgama Hindu, InstitutAgama Hindu Negeri TampungPenyangPalangkaRaya. Pembimbing I: Prof. Tiwi Etika, S.Ag.,M.Ag.,Ph.D.Pembimbing II: I Komang Widyana, S.Pd.H.,M.Pd Perkawinansalahurui yang terjadidi Desa TahawaKecamatanKahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisauberawaldarihubungangelapsehinggaterjadinnyahamil dan baru tau silsilahhubungankeluargayaituhubunganantarseseorngpamandenganseseorngkeponkanperempuannya, hubungankakekdengancucuprempuannya. Karena hubungan yang sepertiitusehinggadiputuskan oleh aturanadat dan agama sebagaisalahurui. dalamaturanadatdayakngaju di desatahawakecamatan Kahayan Tengah adaatauran yang digunakanuntukmenyelesaikanmasalahdalamhalini salah satunyasalahuruiyaituaturan-aturan yang berbentuktertulisseperti salah satunyapakanapali dan tulahataumembunghal yang berdampakburukbagikehidupanberumahtanggayaitugunauntukmenetalisirkanalamlingkungan. Maka yang menjadirumusanmaslahnyaadalah (1) Bagaimanabentuk pelaksanaan perkawinanSala Huruidi Desa Tahawa?. (2) ApasaranaprasaranaupacaraperkawinanSala Huruidi Desa Tahawa?. (3) BagaimanamaknafilosofiupacaraperkawinanSala Hurui di Desa TahawaKecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau?. Penelitianinimenggunakanteoriuntukmenganalisisrumusanmasalahyaitu: teorireligi dan teorisimbol. Metode yang digunakanuntukmengumpulkan data yaituobservasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Data yang telahdikumpuldianalisisdenganpendekatandeskriptifkualitatif. Teknik yang digunakanyaitupurposive sampling. Hasil penelitiandigunakanuntukmenunjukanbahwa: 1) Bagaimanabentuk pelaksanaan upacaraperkawinansalahurui di desaTahawa yang dilaksanakan oleh mantiradat, tokohmasyarakat di daerahtempatterjadinnyaperkawinantersebut.Pertamapakanangananpaliadalahmemberimakansesuatu yang takterlihat dan sesuatu yang terlihatgunauntukmenetralisirtanah, air sertaalamlingkungansupayasubur.Mempelailaki-laki dan Perempuan akandipanggillayaknyasepertimemanggilhewanbabiuntukmakan di tempatmakananbabi yang sudahdibuatkhusus, lalukeduamempelaimakan di tempatdulangbawui.Setelahitudiberikansanksiadat lain berupajipen yang wajibdibayarkankepadapihakkeluargapihak Perempuan terutamakepada orang tua dan saudarapihak Perempuan. 2) Apasajasaranaprasarana yang digunakanuntukupacaraperkawinansalahuruiyangterdiridaritempatmakanbabi(dulangbawui)digunakanuntuktempatkeduamempelaidikarenakanmengambil salah satubentuktempatmakanhewan yang tidakbaikyaitutempatmakan yang joroktidaklayakuntuktempatmakanmanusia,hewan korban (babi, ayam)korban yang sangat utamauntuk ritual perkawinan sala hurui. babi yang digunakanbebastanpamelihatukuranbesarataukecil, betinaatau Jantan. Ayam yang digunakanbebasukuranbesarataukecil, betinaataujantan, bulubebas motifdan darahhewanadalahdigunakanuntukuntukmenetralisirkanpengaruh yang tidakbaik, untuksesuatu yang tidakbisadilihat oleh kasatmata dan yang bisadilihat oleh kasatmata. 3) Bagaimanamaknafilosofiupacaraperkawinansalahuruiadalahuntukmenetralkanhubungandenganalambesertaisinyatermasukterhadapsesamamanusia, supayaterjadinyahubungan yang harmonisataubaik.
SUSI ARIANTI
2024 · Book · Open Access
Susi Arianti, 2024: FilosofiSiroDalamUpacaraNgelutupUmat Hindu Kaharingan Di DesaKalasinKecamatanUutMurungKlabupatenMurung Raya, Pembimbing I Prof. Drs. I Ketut Subagiasta, M.Si.,D.Phil Dan Pembimbing II Kunti Ayu Vedanti, S.Fil.H.,M.Ag Masyarakat Hindu Kaharingan di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Rayadalamkesehariannyatidakterlepasdariupacarakeagamaan. DalampembahasaninipenelitimelakukanpenelitiantentangSirodalamupacaraNgelutupyang merupakanupakarayang tidakdapatdihilangkandarikegiatankeagamaanumat Hindu Kaharingan di DesaKalasin. Siro berfungsisebagai mediamemohonkeselamatanumurpanjangkepadaTuhan/RanyingHatallamelaluiMangkuAmatSangendanNyaiJajaNyangiangberupabajakahbernamaTongang.Siro/Tongan adalahkepercayaanmasyarakatDesaKalasinsebagaiupakarakeagamaan, yang mendasarihaltersebutSiroterbuatdariuratMangkuAmatSangendanNyaiJajaNyangiangyang sudahmenyatupada tanah, sehinggamasyarakatDesaKalasinpercayabahwasudahmenjadibagiandarikehidupanmanusia.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuimakna dan fungsiSirodalamupacara, berdasarkanfenomenadiatasdapatmenjadipembelajaran dan pengetahuanbagikaummudadalammelestarikantradisisecaraturuntemurundidaerahmasing-masingsehinggatidakdihilangkan. Penelitianinimenggunakanteorireligi, teorifungsionalismestruktural dan teoriinteraksionalismesimbolik. Penelitianinimenggunakanmetodekualitatif. Penelitianinidilaksanakan di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Raya. Sumberdatanyayaitu primer dan sekunder, sedangkanteknikpengumpulandatanyameliputiobservasi, wawancara, dokumen dan studipustaka. Adapunhasilpenelitianinimenunjukanbahwa 1) bentukfilosofiSiro dalamupacaraNgelutupumat Hindu Kaharingan di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Raya yaitu: bentukSirodalamupacaraterbuatdarikulitkayubajakahTongang. dalambentukfilosofiSiro dalamupacaraNgelutupdimanamenentukanhari, tempat, pemimpin, sarana dan doa, demikian juga denganfilosofibentukSirodalamupcaramasyarakatDesaKalasinpercayabahwaSiroinisebagaiupakara dan sudahadasejaknenekmoyang dan diwajibkandalamupacara. 2) fungsiSiro dalamupacaraNgelutupumat Hindu Kaharingan di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Raya yaitu: fungsireligiadalahkeyakinanumat Hindu Kaharingan pada Sirosebagaiupakara, fungsisosialadalahinteraksiantaramanusiadenganmanusia, dan fungsi Pendidikan, fungsiekonomi, fungsitradisi.3) nilaifilosofiSiro dalamupacaraNgelutupumat Hindu Kaharingan di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Raya yaitu:nilaifilsafatketuhananadalahkeyakinantentangTuhan/RanyingHatalla yang diyakiniumat Hindu Kaharingan, dan beberapanilaisepertinilaikejujuran, nilaipersembahan, nilaikeharmonisan, nilaikeseimbangan, nilaikepatuhan.
EGI HENDRAYANU
2024 · Book · Open Access
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti, masalah bagaimana upaya yang dilakukan wali kelas IV untuk meningkat keaktifan siswa melalui metode Problem Based Learning Di SDN-3 Malawaken yang ditemukan yaitu ketika proses pembelajaran, masih ada sebagian siswa yang tidak peduli dengan aktivitasnya selama proses pembelajaran dengan metode ceramah, hal tersebut menjadi tidak efektif dan berdampak pada siswa menjadi bosan, dan tidak aktif saat pembelajaran dilakukan. Untuk mengatasi masalah diatas. Peneliti ingin melakukan. Eksprimen yaitu menggatikan metode mengajar dalam pembelajran Problem Based Learning untuk mencari masalah kurang aktifnya pembelajaran di SDN-3 Malawaken. Jenis metode yang digunakan PTK kualitatif dengan model (observasi lapangan). Metode adalah membahas suatu proses atau objek, tujuannya adalah untuk merasakan dan memahami pengatahuan suatu fenomena tertentu berdasarkan pengatahuan dan gagasan yang telah diketahui sebelumnya, sehingga diperoleh informasi yang diperlukan untuk penelitian. Pendekatan ini jelas memudahkan analisis, memperjelas pemahaman subjek, dan memberikan nilai objektivitas sekaligus membatasi bidang kajian oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian dapat menujukan penggunaan model Problem Based Learning dapat meningkatkan keaktifan siswa pada mata Pelajaran Matematika. Sebelum dilaksanakan tindakan rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa kategori kurang baik dengan skor 55%. Pada siklus I kemampuan dan keaktifan siswa meningkat dengan dikategorikan kurang baik dengan skor 64% dan pada siklus II rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa meningkat menjadi 82,4% dan masuk kategori baik.
SINDI APRILIA
2024 · Book · Open Access
Menulis memudahkan siswa untuk berpikir kreatif dan aktif, dan juga mampu memberikan reaksi positif terhadap perkembangan lingkungan sekitar. Kemampauan siswa dalam menulis menjadi hal yang sangat penting yang perlu diperhatikan. Karena pada mata pelajaran bahasa indonesia masih ada beberapa siswa yang kesulitan dalam menulis karangan yang disebabkan kurangnya kemampuan dalam mengembangkan ide untuk mengarang. Maka hal ini berdasarkan teori belajar konstruktivistik belajar adalah proses pembentukan pengetahuan siswa itu sendiri, dengan metode mengajar menggunakan media gambar seri untuk meningkatkan kemapuan siswa dalam menulis karangan. Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat disimpulakan bahwa penggunaan media gambar seri dalam pembelajaran dapat meningkatkan proses pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V SDN 4 Palangka. Meningkatnya kemampuan menulis karangan sederhana dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia dapat dilihat dari hasil persentase tuntas belajar pada siklus I sebesar 40% dan siklus II sebesar 93,33% atau mengalami peningkatan yaitu 53,33%. Sehingga dapat dilihat adanya peningkatan yang terjadi pada kemampuan menulis karangan sederhana siswa kelas V SDN 4 Palangka dengan penggunaan media gambar seri dapat memotivasi dan membantu siswa untuk mengingat isi pelajaran khusunya bahasa indoensia yang terkandung dalam rangkaian gambar.
PITRIA AYUNITA
2024 · Book · Open Access
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penggunaan media dalam pembelajaran sangat berpengaruh tehadap berhasilnya suatu pembelajaran. Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan minat dan keinginan yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap pembelajar. Media gambar pada dasarnya membantu mendorong para siswa dan dapat membangkitkan minatnya pada proses pembelajaran. Kemampuan membaca merupakan salah satu keterampilan kunci yang harus dikuasi oleh setiap siswa, terutam di tingkat pendidkan sekolah dasar yang kelas rendah. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah Bagaimanakah Penggunaan Media Pembelajaran Kartu Gambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas II SDN 9 Palangka Raya Tahun Ajaran 2024? Bagaimana Efektifitas Penggunaan Media Pembelajaran Kartu Gambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas II SDN 9 Palangka Raya Tahun Ajaran 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan media kartu gambar dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa. Dengan menggunakan media kartu gambar ini dapat membantu meningkatkan aktivitas belajar siswa selama kegiatan pembelajaran tidak menyenangkan.
KIKI RATNA
2024 · Book · Open Access
Ratna Kiki, 2024. Penerapan Media Pembelajaran Visual Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas V SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (IAHN-TP). Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Putu Wisnu, S.Pd.,M.Pd Media pembelajaran dalam dunia pendidikan menjadi salah satu unsur pendukung dalam proses pembelajaran, karena media pembelajaran merupakan salah satu perantara bagi guru untuk menyajikan materi pelajaran secara efektif dan membantu siswa untuk lebih mudah dalam memahami pembahasan dalam proses pembelajaran. permasalahan yang paling mendasar dalam proses pembalajaran adalah minat belajar siswa yang rendah yakni dapat di lihat dari proses pembelajaran, siswa cepat bosan, jenuh, serta sulit menerima pelajaran yang di sampaikan oleh guru. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1). Bagaimana penerapan media pembelajaran visual untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas V SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya; 2). Apakah penerapan media pembelajaran visual dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas V di SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas terdiri dari dua siklus dalam setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Dalam penelitian ini peneliti sebagai pelaksana dan pengamat, penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif untuk menggambarkan keadaan peningkatan pencapaian indikator keberhasilan tiap siklus dan untuk menggambarkan keberhasilan pembelajaran, dan data yang diperoleh melalui instrument yang telah dikumpulkan sebelumnya diolah menjadi data kuantitatif. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa penelitian ini berhasil dikarenakan telah mencapai indikator keberhasilan yang ditunjukkan dengan perolehan rata-rata pada siklus 1 yaitu 70% kriteria “baik” dan pada siklus II dengan kriteria menjadi “sangat baik” dengan rata-rata 89%. Hal ini menunjukan bahwa penelitian ini berhasil meningkatkan minat belajar siswa setelah adanya penerapan media visual.
NOPIE
2024 · Book · Open Access
ABSTRAK NOPIE,2024. Pengaruh Strategi Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Siswa Di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Pembimbing (I) Hendri, S.Ag.,M.Ag Pembimbing (II) Serlis Rusandi, S.Pd.,M.Pd Strategi pengajaran guru menjadi pendorong utama dalam mengarahkan proses belajar mengajar, sehingga strategi pembelajaran merupakan factor yang sangat menentukan bagaimana ketercapaian hasil pembelajaran. Berdasarkan studi pendahuluan peneliti menemukan adanya penggunaan strategi yang bervariasi oleh guru sehingga SDN 4 Menteng Palangka Raya mendapatkan berbagai prestasi, namun sayangnya belum ada kajian pasti yang meneliti mengenai hubungan strategi guru hasil pembelajaran siswa di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Berdasarkan hal tersbut maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi pembelajaran terhadap hasil belajar siswa di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan subjek penelitian yaitu 72 orang siswa SDN 4 Menteng Palangka Raya. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana, uji t dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi guru berpengaruh terhadap hasil belajar siswa di SDN 4 Menteng Palangka Raya, dengan hasil uji regresi sederhana menunjukan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 atau lebih rendah dari 0,05. uji t menunjukan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 lebih rendah dari 0,05, dan nilai t hitung 28.553, diatas nilai t tabel 1.99394, serta koefisiensi determinasi menunjukan nilai R Square 0.921 atau sama dengan 92.1%. Kata Kunci: Pengaruh, Strategi Pembelajaran, Hasil Belajar.
KOMANG MAHARANI
2024 · Book · Open Access
Kemampuan membaca sangat penting bagi siswa sekolah dasar (SD) karena dengan membaca kita dapat mengetahui informasi-informasi dan meningkatkan pengetahuan. Kemampuan membaca menjadi salah satu kunci keberhasilan atau kemajuan bagi siswa karena memudahkan siswa dalam mencari informasi dari berbagai sumber tertulis. Pada penelitian ini saat dilakukannya observasi awal, peneliti menemukan bahwa masih terdapat siswa yang belum bisa membaca di kelas I SDN 1 Basarang Jaya. Untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa maka, peneliti menerapkan media kartu huruf pada pembelajaran di kelas I SD. Media pembelajaran kartu huruf merupakan media yang mengenalkan huruf atau simbol-simbol yang bermanfaat untuk memudahkan siswa membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan yang terjadi pada kemampuan membaca siswa kelas I SD dengan bantuan media kartu huruf. Penelitian yang digunakan ialah penelitian tindakan kelas (PTK) pada penelitian ini terdiri dari 2 siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan data observasi dan tes membaca. Dengan seluruh jumlah siswa kelas I berjumlah 6 siswa. Data yang diperoleh memperlihatkan jika adanya peningkatan pada kemampuan membaca siswa. Peningkatan pada pratindakan ke siklus 1 mengalami peningkatan. Pada pratindakan yang telah dilaksanakan diperoleh nilai rata-rata 60 dengan presentase ketuntasan 33,33 % dan pada siklus 1 nilai rata-rata 68,33 dengan presentase ketuntasan 33,33 %. Peningkatan terjadi dari pratindakan ke siklus 1 dengan nilai rata-rata meningkat sebesar 8,33. Kemudian pada siklus 2 meningkat sebesar 8,37 dari siklus 1 nilai rata-rata 68,33 menjadi 76,7 pada siklus 2 dan presentase ketuntasan 83,33%. Sehingga, dari data yang diperoleh terlihat jika adanya peningkatan yang terjadi pada kemampuan membaca siswa kelas I SD. Dengan bantuan media pembelajaran kartu huruf akan dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa di kelas I SDN 1 Basarang Jaya. Siswa dapat lebih mudah mengingat huruf dari melihat bentuk huruf dan gambar pada kartu serta membuat siswa menjadi lebih aktif di kelas dengan pembelajaran yang menggunakan media kartu huruf.
SINTANI HORIVITA LOKA
2024 · Book · Open Access
SINTANI HORIVITA LOKA 2024, Strategi Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Siswa Kelas III SDN 9 Palangka Di Palangka Raya Pembimbing (I) Dr.I Putu Widyanto, M.Pd.H Pembimbing (II) Niwayan Sukraini, S.Pd., M.Pd Penelitian ini dilatarbelakangi kesulitan dalam membaca siswa SDN 9 Palangka seperti kesulitan mengeja, terbata-bata, kesulitan dalam pemenggalan kata, salah dalam menyebutkan huruf, salah dalam menyebutkan kata, dan belum mengenal huruf-huruf abjad dengan baik. Berdasarkan hal tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas III SDN 9 Palangka di Palangka Raya? 2) Apakah faktor pendukung dan penghambat pada strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas III SDN 9 Palangka di Palangka Raya? Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif, subjek penelitian ini adalah 1 orang guru dan 2 orang siswa kelas III, teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi, Teknik analisis data dilakukan dengan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan, 1) Kesulitan membaca di kelas III di SDN 9 Palangka di Kota Palangka Raya diantaranya adalah kurangnya kosakata, kesulitan mengenali dan mengucapkan kata-kata, serta masalah dalam memahami isi bacaan. Kurangnya minat atau motivasi untuk membaca juga menjadi tantangan yang signifikan. Untuk mengatasi hal ini, guru menerapkan beberapa strategi seperti pendekatan fonik untuk membantu siswa mengenali suara huruf dan kata, menggunakan buku bacaan yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, serta melakukan kegiatan membaca bersama di kelas untuk membangun kebiasaan membaca. Selain itu, guru juga bimbingan membaca secara individu diberikan bagi siswa yang memerlukan bantuan tambahan dengan memberikan pendampingan pada proses pembelajaran. Guru berusaha mencari solusi untuk meningkatkan kemampuan membaca. 2) Faktor pendukung dan penghambat dalam keberhasilan mengatasi kesulitan belajar membaca pada siswa kelas III sangat dipengaruhi oleh berbagai factor, yaitu dukungan dari metode pengajaran yang tepat, keterlibatan orang tua, sarana dan prasarana yang memadai, pelatihan guru, dan lingkungan belajar yang kondusif sangat membantu dalam mengatasi kesulitan ini. Namun, kurangnya motivasi siswa, keterbatasan waktu, kendala keluarga, dan masalah kesehatan atau psikologis menjadi tantangan yang harus diatasi dengan kerjasama antara guru, orang tua, dan pihak sekolah. Kata Kunci: Startegi, Guru, Kesulitan Membaca
SURIANTIE
2024 · Book · Open Access
SURIANTIE, 2024, PERAN GURU DAN ORANG TUA DALAM MENGATAS KESULITAN BELAJAR MEMBACA SISWA KELAS III SDN 1 KERENG BENGKIRAI DOSEN PEMBIMBING I SERLIS RUSANDI, S.Pd., M.Pd DAN DOSEN PEMBIMBING II MEGAWATI, S.Pi., M.Pd.H Guru dan orang tua memiliki peranan penting dalam proses pendidikan anak, baik itu dalam hal memberikan pelajaran maupun dalam hal mengatasi permasalahan terkait pembelajaran tersebut. Berdasarkan observasi di SDN 1 Kereng Bangkirai diketahui dari 35 siswa setidaknya terdapat 6 orang siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca, hal tersebut tentunya menjadi tanggung jawab guru dan orang tua untuk mengatasinya. Berdasarkan hal tersbut maka penelitian ini bertujuan untuk, 1) Menganalisis peran guru dan orang tua dalam mengatasi kesulitan belajar membaca siswa kelas III SDN 1 Kereng Bangkirai, 2) Mengindentifikasi strategi yang akan digunakan, untuk mengatasi kesulitan belajar membaca pada siswa kelas III SDN 1 Kereng Bangkirai, 3) mengindentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam mengatasi kesulitan belajar membaca pada siswa kelas III SDN 1 Kereng Bangkirai. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif, subjek penelitian ini adalah 1 orang guru yang mengajar kelas tiga, 1 orang kepala sekolah dan 3 orang tua siswa kelas tiga yang mengalami kesulitan belajar, teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi, Teknik analisis data dilakukan dengan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) Peran guru dalam mengatasi kesulitan membaca adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang tepat, melakukan koordinasi dengan orang tua, memberikan pendampingan dan mengawasi perkembangan anak. Sedangkan peran oang tua dalam mengatasi kesulitan membaca adalah melakukan pengawasan terhadap anak, dan menyediakan sarana dan prasarana belajar membaca. 2) Strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca adalah dengan, menerapkan pembelajaran aktif, memberikan pendampingan pada saat dikelas, memberikan tugas membaca tambahan, dan melakukan kerjasama dengan orang tua siswa untuk mengatasi kesulitan membaca siswa. Sedangkan peran orang tua dalam mengatasi kesulitan membaca adalah dengan melakukan pengawasan pada anak pada saat belajar, meminta anak untuk banyak membaca, mengurangi waktu bermain, dan memanggil guru privat untuk les membaca. 3) Faktor pendukung dalam mengatasi kesulitan membaca dari guru adalah adanya sarana dan prasaran pembelajaan yang memadai dan model pembelajaran aktif yang digunakan. Sedangkan faktor penghambat adalah waktu yang terbatas sehingga pengelolaan pembelajaran terkesan sedikit tergesa-gesa. Faktor pendukung dalam mengatasi kesulitan membaca dari orang tua adalah adanya koorduinsi dengan pihak sekolah, adanya keluarga yang dapat membantu, adanya guru les dan adanya buku-buku bacaan.Sedangkan faktor penghambat adalah keterbatas waktu dalam mendidik anak, biaya, dan keadaan anak yang masih sangat suka bermain. Kata Kunci: Peran, Guru,Orang Tua,Kesulitan,Membaca
SINDIWATI PETIKASARI
2024 · Book · Open Access
ABSTRAK Petikasari Sindiwati. 2024. “ Analisis penerapan gerakan literasi sekolah melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Dharma Acarya Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag., M.Ag dan Pembimbing II Heri Kusuma Tarupay,M.Hum Skripsi ini mengkaji Analisis penerapan gerakan literasi sekolah melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan. Berdasarkan latar belakang tersebut, Skripsi mengkaji tentang (1) Bagaimana penerapan GLS melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya (2) apa kendala dalam penerapan GLS melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Teori yang digunakan dua teori : 1) Teori penerapan dan 2) teori strategi. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) Analisis penerapan GLS melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. telah sampai pada tahap pembiasaan, tahap pengembangan dan tahap pembelajaran. Dalam kegiatan GLS melalui pojok baca ada beberapa gerakan yang diterapkan, yang pertama gerakan orang tua membaca, yang kedua gerakan siswa membaca dan yang ketiga gerakan amplop literasi. (2) apa kendala dalam penerapan GLS melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Kendala yang dihadapi dalam penerapan GLS melalui pojok baca yaitu minimnya ketersedian srana dan prasarana seperti buku-buku bacaan yang menarik minat peserta didik untuk membacanya dan buku masih belum menyesuaikan jenjang usia anak buku-buku bacaanya masih beragam dan buku bacaan yang ada di pojok baca tidak diperbarui secara rutin. Serta kedala guru dalam tahap pembelajaran sedangkan kedala siswa yaitu kuarangnya minat baca dikarenakan mereka lebih suka bermain dan memegang handphone dibanding membaca. Kata Kunci: Analisis penerapan, gerakan literasi, pojok baca
ALIAH RAHMAWATI BADRIAH
2024 · Book · Open Access
Skripsi ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa III-A SD Negeri Percobaan Palangka Raya. Berdasarkan fenomena yang ada, masih ada beberapa guru yang menerapkan model pembelajaran berbasis konvensional atau pembelajaran yang berfokus kepada guru sehingga mengakibatkan siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini daharapkan dapat meningkatkan keaktifan dan berpikir kritis siswa untuk meningkatkan hasil belajar. Berdasarkan latar belakang tersebut, masalah yang dikaji yakni seberapa efektif penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa III-A SD Negeri Percobaan Palangka Raya?. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa III SD Negeri Percobaan Palangka Raya. Rumusan masalah dikaji menggunakan teori konstruktivisme. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dengan desain pre-exsperimen tipe one group pretest-posttest dimana pemilihan teknik pengambilan sampel Probability Sampling yaitu Proportionate Stratified Random Sampling dipilih per-kelas yaitu kelas III-A. Pengumpulan data menggunakan tes tulis sebelum dan sesudah penerapan pembelajaran berbasis masalah berupa pilihan ganda untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Pada hasil analisis data menggunakan uji wilcoxon signed- rank test menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa dengan nilai Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0.000. selain itu, ditemukan bahwa pembelajaran berbasis masalah juga meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Temuan ini mendukung efektivitas pembelajaran berbasis masalah dalam konteks pendidikan dasar dan memberikan implikasi penting bagi praktik pengajaran. Disarankan agar pembelajaran berbasis masalah diimplementasikan lebih luas dan dipertimbangkan untuk berbagai subjek pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
GUNAWAN
2024 · Book · Open Access
This study examines the teacher's strategy in increasing the learning motivation of grade V students at SDN 1 Derawa, Batu Ampar District, Seruyan Regency. The approach used is qualitative with empirical data collected through interviews, documentation, and direct observation. The results showed that effective teacher strategies include careful learning planning, structured learning organization, good interpersonal relationships between teachers and students, and comprehensive evaluation. Internal factors such as students' interest in the subject and external factors such as a conducive learning environment play an important role in increasing learning motivation. Barriers identified include the mismatch of learning methods with students' needs.
RUMINA
2024 · Book · Open Access
RUMINA : (2024) Daun Sambabelum Sebagai Sarana Dalam Upacara Perkawinan Agama Hindu Kaharingan Di Desa Penda Nange Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan Perspektif Filosofi Hindu.(Pembimbing I Drs. I Ketut Soter, M.Pd.H dan Pembimbing II I Gede Arya Juni Arta, S.Fil.H.,M.Ag). Upacara perkawinan Hindu Kaharingan di Desa Penda Nange, Kecamatan Bukit Raya, Kabupaten Katingan, banyak yang kurang mengetahui fungsi dan makna, dan nilai dari penggunaan daun sambabelum. Penelitian bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang fungsi dan makna daun sambabelum sebagai sarana dalam upacara agama Hindu Kaharingan. Dari latar belakang tersebut, adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana fungsi daun sambabelum(kalanchoe pinneta)dalam upacara perkawinan agama Hindu Kaharingan di Desa Penda Nange, Kecamatan Bukit Raya, Kabupaten Katingan, (2) Bagaimana makna daun sambabelum (kalanchoe pinneta)dalam upacara perkawinan agama Hindu kaharingan di Desa Penda Nange, Kecamatan Bukit Raya, Kabupaten Katingan.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah metode observasi, wawancara,dan dukumen/perpustakaan. Teori-teori yang digunakan untuk mengkajikan permasalahan bagi peneliti ini menggunakan, (1) teori religi dan (2) teori simbolik. Subjek penelitian ini adalah: pisor, tokoh adat, majelis desa, mantir adat, dan orang-orang yang mengetahui tentang penelitian yang dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian lapangan bahwa dalam upacara perkawinan agama Hindu Kaharingan, maka fungsi daun Sambabelum adalah sebagai simbolkebersamaan, perlindungan spiritual, penyucian, kehidupan dan keseimbangan, melestarikan budaya, keberuntungan, kesuburan, dan keharmonisan. sedangkan maknanya sebagai kesuburan, kesucian dan penyucian, keberkahan dan kesejahteraan, keseimbangan, kebersamaan, keharmonisan dan kebahagiaan, nilai budaya dan tradisi, dan filosofi kehidupan berumah tangga.
ENDAH TRI WAHYUNI
2024 · Book · Open Access
Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) mengetahui pengaruh sarana prasarana sekolah terhadap prestasi belajar siswa di SDN1 Batu Raya 1 Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara, (2) mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa di SDN1 Batu Raya 1 Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara, (3) mengetahui pengaruh sarana prasarana sekolah dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa di SDN1 Batu Raya 1 Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Lokasi penelitian di SDN 1 Batu Raya 1 Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Penelitian dilaksankan pada 17 april s/d 17 mei 2024. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh yaitu dengan jumlah 16 siswa dari kelas IV, V dan VI. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori humanistik dan behavioristik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunkan kuisioner, observasi dan dokumentasi. Teknik Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS versi 20 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) terdapat pengaruh sarana prasarana sekolah terhadap prestasi belajar siswa di SDN1 Batu Raya 1 Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara, (2) terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa di SDN1 Batu Raya 1 Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara, (3) terdapat pengaruh sarana prasarana sekolah dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa di SDN1 Batu Raya 1 Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Berdasarkan hasil analisis data regresi linier berganda di dapatkan ( uji t) thitung 3.603> ttabel 2.160 berarti sarana prasarana sekolah berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa dan motivasi belajar thitung 9.521> ttabel 2.160 berarti motivasi belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, (uji f) diketahui fhitung > ftabel, yaitu 60.535>3.808 dan nilai sig0,05 yaitu 0,0000,05 hasil uji koefisien determinasi (R2 ) sebesar 88,8% menunjukkan bahwa besarnya pengaruh sarana prasarana sekolah dan motivasi belajar memiliki proporsi pengaruh terhadap prestasi belajar siswa, sedangkan sisanya, yaitu 11,2% di pengaruhi variabel lain yang tidak ada di dalam model regresi linear ini.