Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2024Versi 1

Upacara Perkawinan Sala Hurui di Desa Tahawa Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau (Kajian Filsafat Hindu)

Koleksi Perpustakaan•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

EkaNalaratih, 2024 UpacaraPerkawinan Sala HuruiDi Desa TahawaKecamtanKahayan Tengah kabupatenpulangpisau (kajianfilsafathindu). Skripsi, Prodi FilsafatAgama Hindu, InstitutAgama Hindu Negeri TampungPenyangPalangkaRaya. Pembimbing I: Prof. Tiwi Etika, S.Ag.,M.Ag.,Ph.D.Pembimbing II: I Komang Widyana, S.Pd.H.,M.Pd Perkawinansalahurui yang terjadidi Desa TahawaKecamatanKahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisauberawaldarihubungangelapsehinggaterjadinnyahamil dan baru tau silsilahhubungankeluargayaituhubunganantarseseorngpamandenganseseorngkeponkanperempuannya, hubungankakekdengancucuprempuannya. Karena hubungan yang sepertiitusehinggadiputuskan oleh aturanadat dan agama sebagaisalahurui. dalamaturanadatdayakngaju di desatahawakecamatan Kahayan Tengah adaatauran yang digunakanuntukmenyelesaikanmasalahdalamhalini salah satunyasalahuruiyaituaturan-aturan yang berbentuktertulisseperti salah satunyapakanapali dan tulahataumembunghal yang berdampakburukbagikehidupanberumahtanggayaitugunauntukmenetalisirkanalamlingkungan. Maka yang menjadirumusanmaslahnyaadalah (1) Bagaimanabentuk pelaksanaan perkawinanSala Huruidi Desa Tahawa?. (2) ApasaranaprasaranaupacaraperkawinanSala Huruidi Desa Tahawa?. (3) BagaimanamaknafilosofiupacaraperkawinanSala Hurui di Desa TahawaKecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau?. Penelitianinimenggunakanteoriuntukmenganalisisrumusanmasalahyaitu: teorireligi dan teorisimbol. Metode yang digunakanuntukmengumpulkan data yaituobservasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Data yang telahdikumpuldianalisisdenganpendekatandeskriptifkualitatif. Teknik yang digunakanyaitupurposive sampling. Hasil penelitiandigunakanuntukmenunjukanbahwa: 1) Bagaimanabentuk pelaksanaan upacaraperkawinansalahurui di desaTahawa yang dilaksanakan oleh mantiradat, tokohmasyarakat di daerahtempatterjadinnyaperkawinantersebut.Pertamapakanangananpaliadalahmemberimakansesuatu yang takterlihat dan sesuatu yang terlihatgunauntukmenetralisirtanah, air sertaalamlingkungansupayasubur.Mempelailaki-laki dan Perempuan akandipanggillayaknyasepertimemanggilhewanbabiuntukmakan di tempatmakananbabi yang sudahdibuatkhusus, lalukeduamempelaimakan di tempatdulangbawui.Setelahitudiberikansanksiadat lain berupajipen yang wajibdibayarkankepadapihakkeluargapihak Perempuan terutamakepada orang tua dan saudarapihak Perempuan. 2) Apasajasaranaprasarana yang digunakanuntukupacaraperkawinansalahuruiyangterdiridaritempatmakanbabi(dulangbawui)digunakanuntuktempatkeduamempelaidikarenakanmengambil salah satubentuktempatmakanhewan yang tidakbaikyaitutempatmakan yang joroktidaklayakuntuktempatmakanmanusia,hewan korban (babi, ayam)korban yang sangat utamauntuk ritual perkawinan sala hurui. babi yang digunakanbebastanpamelihatukuranbesarataukecil, betinaatau Jantan. Ayam yang digunakanbebasukuranbesarataukecil, betinaataujantan, bulubebas motifdan darahhewanadalahdigunakanuntukuntukmenetralisirkanpengaruh yang tidakbaik, untuksesuatu yang tidakbisadilihat oleh kasatmata dan yang bisadilihat oleh kasatmata. 3) Bagaimanamaknafilosofiupacaraperkawinansalahuruiadalahuntukmenetralkanhubungandenganalambesertaisinyatermasukterhadapsesamamanusia, supayaterjadinyahubungan yang harmonisataubaik.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Upacara Perkawinan Sala Hurui di Desa Tahawa Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau (Kajian Filsafat Hindu)2024 · oai:ais:library-item:2409