AYU ELMIA NINSIH
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini mengkaji peran Tari Riam Panjang, dalam upacara perkawinan umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Batu Ampar, Desa Derawa dan Desa Durian Kait. Pada Tari Riam Panjang, saat ditampilkan pada perkawiana umat Hindu Kaharingan terdapat nilai-nilai pendidikan Hindu, masih banyak yang belum mengetahuinya. Karena setiap nilai yang terkandung pada tarian tersebut memiliki tujuan penting yang ditujukan untuk masyarakat luas, khususnya bagi generasi muda. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini: 1) mengetahui dan merefleksikan nilai-nilai ajaran Hindu dalam konteks Pendidikan agama Hindu di Kecamatan Batu Ampar kabupaten Seruyan. 2) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan pewarisan nilai-nilai Pendidikan Hindu melalui tari Riam Panjang kepada generasi muda di Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Seruyan. Teori yang digunakan untuk menganalisis masalah yang diteliti yaitu Teori Fenomenologi dan teori Pendidikan Hindu. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriftif, teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, data dianalisis dengan pengdekatan deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis data penelitian menunjukan bahwa, 1) Tari Riam Panjang merefleksikan nilai-nilai ajaran Hindu dalam konteks Pendidikan agama Hindu sangat efektif sehingga mengajarakan dan merefleksikan nilai-nilai tattwa (filsafat Hindu), susila (etika), dan acara (ritual). Sehingga menjadi bagian dari pendidikan karakter Hindu yang melibatkan generasi muda dalam proses belajar sambil melestarikan tradisi, menanamkan disiplin, sikap hormat, serta meningkatkan rasa spiritualitas melalui seni yang sakral. 2) Proses pewarisan nilai-nilai Pendidikan Hindu melalui Tari Riam Panjang kepada generasi muda, dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan berdampak jangka panjang bagi pembentukan karakter dan spiritualitas generasi muda. Serta menjadi media efektif dalam pewarisan nilai-nilai pendidikan Hindu, dengan praktik budaya lokal Tari Riam Panjang.
IDA AYU DEWI SAVITRI
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan ice breaking efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) di SDN Percobaan Palangka Raya, khususnya untuk mendorong keterlibatan dan partisipasi siswa selama pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel terdiri dari seluruh siswa kelas IV-D dan V-C, sejumlah 47 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui angket motivasi belajar yang berisi 20 pertanyaan, kemudian dianalisis dengan SPSS Windows 31 untuk menguji validitas, reliabilitas, serta statistik deskriptif seperti mean, median, modus, range, standar deviasi, dan persentase tingkat motivasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan ice breaking efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Aktivitas ini membuat suasana kelas menjadi lebih nyaman, menyenangkan, dan interaktif, sehingga siswa merasa rileks, lebih berani berpartisipasi, dan termotivasi mengikuti proses pembelajaran. Data menunjukkan bahwa sebanyak 28 siswa (59,6%) berada pada kategori sedang, 10 siswa (21,3%) pada kategori tinggi, dan 9 siswa (19,1%) pada kategori rendah. Nilai rata-rata sebesar 66,45 dengan skor minimum 55 dan maksimum 78 menunjukkan bahwa siswa memiliki dorongan belajar yang cukup baik meskipun masih terdapat variasi antar individu. Hasil ini didukung oleh validitas instrumen yang baik dan penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa ice breaking dapat meningkatkan fokus, semangat, dan partisipasi aktif siswa selama pembelajaran.
EVI PRASTIKA
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Evi Prastika. 2025. Minat Belajar Generasi Muda Hindu Kaharingan Terhadap Seni Kriya Katupat sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag., M.Ag Pembimbing II Hendri, S.Ag., M.Si Katupat sukup merupakan seni kriya tradisional khas Hindu Kaharingan di Desa Tewang Rangas, Kabupaten Katingan. Bentuknya menyerupai buah manggis dan digunakan dalam upacara atau ritual umat Hindu Kaharingan, mencerminkan nilai estetika, simbolisme, dan fungsi spiritual dalam kehidupan masyarakat. Akan tetapi dalam konteks ini proses pembuatan katupat sukup di Desa Tewang Rangas saat ini hanya dilakukan oleh kalangan lanjut usia, tanpa partisipasi aktif dari generasi muda Hindu Kaharingan. Meskipun terdapat ajakan dari keluarga atau tokoh adat untuk berpartisipasi, banyak generasi muda yang memilih untuk tidak ikut serta. Bahkan, sebagian dari mereka tidak mengenali bentuk katupat sukup dan menganggap proses pembuatannya terlalu rumit serta tidak relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Berdasarkan latar beelakang, maka penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimana proses pembuatan seni kriya katupat sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan? (2) Bagaimana minat belajar generasi muda Hindu Kaharingan terhadap seni kriya katupat sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan Teori yang digunakan untuk menganalisis terhadap rumusan masalah yaitu menggunakan 2 (dua) teori. (1) Teori Penciptaan Seni, (2) Teori Behavioristik, sedangkan teknik yang digunakan teknik pengumpulan data yakni, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian data dianalisis dengan menggunakan Teknik Purposive Sampling. Adapun hasil dari penelitian Minat Belajar Generasi Muda Terhadap Seni Kriya Katupat sukup dijelaskan sebagai berikut: (1). 1 Pengertian Seni Kriya Katupat sukup, 2 Penggunaan dsn Fungsi Seni Kriya Katupat sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan, 3 Pembuatan Katupat sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan. KataKunci: Minat Belajar, Generasi Muda, Hindu Kaharingan, Seni Kriya, Katupat sukup, Desa Tewang Rangas, Tradisi.
JANDI PERMADI
2025 · Thesis · Open Access
Esensi pembuatan mandau semakin lama menjadi simpang siur dan susah mencari mandau yang mengikuti ciri khas dearahnya masing-masing akibat banyaknya pembuatan mandau yang sembarangan. Berdasarkan masalah yang ditemukan maka peneliti membuat rumusan masalah yaitu bagaimana esensi dalam pembuatan mandau pada masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan pengetahuan, kecintaan, dan kesadaran akan pentingnya esensi dalam pembuatan mandau pada masyarakat suku Dayak di Kalimantan Tengah. Teori yang digunakan untuk menganalis rumusan masalah yaitu: teori hakikat, teori mimesis, dan teori hakikat. Data telah dikumpulkan dianalisis melalui metode penelitian kualitatif. Sumber data pada penitian ini mengunakan sumber data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan yang digunakan yaitu porposive sampling. Hasil penelitian ini dijabarkan ke dalam tiga aspek utama dalam pembuatan mandau. 1. Esensi pembuatan bilah mandau tidak hanya bersifat teknis, tetapi mencerminkan perpaduan keterampilan menempa logam dengan pelaksanaan ritual yang menghormati alam, roh, dan leluhur. Setiap tahapan dilakukan dengan makna simbolik yang menjadikan mandau sebagai pusaka sakral, 2. Esensi pembuatan gagang mandau, prosesnya melibatkan tahapan artistik dan spiritual, mulai dari pemilihan bahan hingga pengukiran motif, yang dilakukan secara hati-hati dan disertai ritual sebagai bentuk penghormatan terhadap kekuatan leluhur. 3. Esensi pembuatan sarung mandau mencerminkan proses yang tidak hanya berfokus pada fungsi dan estetika, tetapi juga sarat dengan nilai simbolik dan kepercayaan lokal, menjadikannya bagian penting dari identitas dan spiritualitas masyarakat Dayak
YUKRI
2025 · Thesis · Open Access
Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Salah satu unsur yang mempengaruhi keberhasilan belajar siswa adalah lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi lingkungan sosial siswa dan menganalisis dampaknya terhadap motivasi belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN Rantau Pandan, Kecamatan Bukit Raya, Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, siswa kelas V, orang tua, dan tokoh masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga, perhatian guru, dan suasana sekolah yang kondusif memberikan pengaruh positif terhadap semangat belajar siswa. Namun, ditemukan kendala berupa minimnya perhatian orang tua, kurangnya kegiatan keagamaan Hindu di masyarakat, dan keterbatasan bahan ajar, yang dapat menurunkan motivasi belajar siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan sosial yang mendukung peningkatan motivasi belajar siswa.
IRAEWATI
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Penelitian ini mengkaji tentang Penerapan kurikulum merdeka dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 4 Palangka Raya. Proses implementasi Kurikulum Merdeka dalam pendidikan agama Hindu membawa perubahan pada metode, strategi serta penggunaan media pembelajaran. Guru di tuntut lebih kreatif dalam menyusun kegiatan belajar yang kontekstual, sedangkan siswa diajak untuk lebih aktif, kritis, dan reflektif dalam memahamahi materi agama. Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:1) Bagaimana penerapan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 4 Palangka Raya? 2) Apa kendala dalam penerapan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 4 Palangka Raya? 3) Bagaimana startegi menghadapi kendala Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 4 Palangka Raya? Dianalisis menggunakan teori Behaviorisme dan Kongnitivisme. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. teknik analisis data yang digunakan ialah kondensasi data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis yaitu: pertama, penerapan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu:1) perencanaan pembelajaran, 2) metode dan model pembelajaran, 3) pelaksanaan projek penguatan P5, 4) penggunaan media dan teknologi, 5) penilaian dan refleksi pembelajaran; Kedua, kendala dalam penerapan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu meliputi: 1) kompetensi guru yang belum merata, 2) keterbatasan waktu pembelajaran, 3) kendala sosial dan lingkungan sekolah; Ketiga, startegi menghadapi kendala Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu yaitu: 1) strategi pedadogis, 2) strategi struktural dan kelembagaan, 3) strategi kultur dan sosial.
YAYA NOPRISIA
2025 · Thesis · Open Access
Yaya Noprisia, 2025 : Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Objek Taman Wisata Kumkum di Kota Palangka Raya . Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Objek Taman Wisata Kum-kum di Kota Palangka Raya melalui promosi dalam memperluas daya tarik objek wisata terhadap calon wisatawan.. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada dua aspek permasalahan, yaitu (1) Bagaimana Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Objek Taman Wisata Kumkum di Kota Palangka Raya.?, (2) Apakah faktor Kendala dan Upaya Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Objek Taman Wisata Kum-kum di Kota Palangka Raya.?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Manajemen dan Teori Kendala. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Taman Wisata Kum-Kum Kota Palangka Raya berdasarkan pada dua elemen dasar yakni promosi objek wisata, dan Media promosi objek wisata. dua elemen tersebut saling terkait menjadi satu keutuhan yang terartikulasikan pada Strategi Pemerintah dalam Promosi Taman Wisata Kum-Kum Kota Palangka Raya. Promosi aspek kebudayaan dan jenis pariwisatanya masih sangat kurang oleh karena itu dibutuhkannya media promosi guna mengenalkan kepada khalayak publik tentang potensi tempat Taman Wisata Kum-Kum Kota Palangka Raya. Sedangkan media promosi tidak lepas dari peranan desain, biasanya makna tersampaikannya suatu promosi harus didasari dengan desain yang menarik agar khalayak umum dapat mengerti apa maksud yang disampaikan oleh promosi tersebut. Promosi biasanya mencakup kepada Iklan. Kedua, Kendala utama yang dihadapi saat ini adalah masalah anggaran itu sendiri, pada saat ini masih terbatas untuk pengelolaan dan pengembangan kawasan Taman Wisata Kum-Kum Kota Palangka Raya, terutama untuk pengembangan fasilitas di wisata tersebut. Yang kedua belum tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) yang betul-betul mampu untuk melihat peluang maupun tantangan dari sektor kepariwisataan di wilayah Kota Palangka Raya.
RUSINAE
2025 · Thesis · Open Access
Kepemimpinan keagamaan tradisional dalam masyarakat adat memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan nilai spiritual, budaya, dan sosial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Pisor dalam upacara Nahunan masyarakat Hindu Kaharingan di Kecamatan Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji fungsi, nilai-nilai, dan implikasi kepemimpinan Pisor dalam perspektif Manajemen Pendidikan Agama Hindu, serta memahami bagaimana praktik kepemimpinan ini mendukung pelestarian budaya dan pendidikan keagamaan lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan melibatkan para Pisor, tokoh masyarakat, masyarakat Hindu Kaharingan dan generasi muda sebagai informan kunci. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, serta ditinjau melalui perspektif manajemen pendidikan agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Pisor menjalankan fungsi manajerial yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi, dan pembinaan spiritualitas secara partisipatif. Nilai-nilai kepemimpinan yang dikembangkan meliputi kepemimpinan spiritual transendental, keteladanan etis, transmisi nilai-nilai budaya, kesadaran ekologis, serta penguatan identitas komunitas. Implikasi dari kepemimpinan ini tidak hanya memperkuat regenerasi nilai-nilai keagamaan, tetapi juga membentuk model pendidikan agama Hindu yang kontekstual, adaptif, dan transformatif berbasis nilai lokal Kaharingan.
ELIDIA
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan Implementasi Kurikulum Merdeka Terhadap Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMPN 8 Palangka Raya. Dimana kebijakan pendidikan Nasional memberikan keleluasaan bagi satuan pendidikan untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal, menekankan pembelajaran yang berpusat pada siswa, penguatan karakter, serta fleksibilitas dalam pengelolaan pembelajaran. Pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti, implementasi Kurikulum Merdeka bertujuan membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu mengaktualisasikan nilai-nilai luhur agama Hindu dalam kehidupan sehari-hari. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Kualitatif Deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data penelitian ini berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti, mengenai implementasi Kurikulum Merdeka terhadap Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMPN 8 Palangka Raya. terdapat tiga langkah dalam proses pembelajaran, yaitu sebagai berikut: (1) Tahap persiapan dan perencanaan pembelajaran, yang mencakup: (a) Mengikuti pelatihan untuk menerapkan Kurikulum Merdeka, (b) Merencanakan dan melaksanakan asesmen diagnostik, (c) Menyusun dan membuat materi ajar, (d) Menentukan topik pembelajaran, (e) Memilih metode dan strategi dalam pembelajaran, (f) Mengidentifikasi sumber, alat, dan media yang digunakan untuk pembelajaran, (2) Tahap pelaksanaan pembelajaran, dimana penerapan Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti telah dilaksanakan dengan baik oleh guru sesuai dengan karakteristik dari Kurikulum Merdeka, mulai dari pembukaan, inti, hingga penutupan, (3) Tahap evaluasi pembelajaran, yaitu guru melakukan dua jenis asesmen, yaitu asesmen formatif dan asesmen sumatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti, di SMP Negeri 8 Palangka Raya berjalan cukup lancar dan baik. Guru berhasil merancang atau membuat materi ajar yang kontekstual, dan mendorong siswa untuk lebih aktif, serta mengintergrasikan nilai-nilai agama Hindu dan karakter mulia dalam proses belajar. Namun, masih ada beberapa hambatan atau kendala seperti keterbatasan sumber bahan ajar, adaptasi guru terhadap perangkat ajar baru, serta perbedaan kemampuan siswa dalam menerima pembelajaran berbasis. Meski begitu, ada beberapa upaya perbaikan yang dilakukan seperti pelatihan guru, kerja sama guru dengan teman sejawat, dan pihak sekolah, serta pemanfaatan penggunaan media digital. Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti, terutama dalam membentuk karakter siswa, kemandiri siswa, dan moral siswa khususnya yang beragama Hindu. Serta diharapkan juga dapat meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan bahan ajar yang inovatif dan kreatif, harapannya juga mendapatkan dukungan yang terus menerus dari sekolah dan pemerintah agar Kurikulum Merdeka dapat berjalan optimal. Kata kunci: Implementasi, Kurikulum Merdeka, Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
CANDRA
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Candra, 2025 Strategi Pengelola Dalam Mengembangkan Objek Wisata Ikon Jelawat Di Kota Sampit Kabupaten Kotwaringin Timur Pembimbing I Dr. Anak Agung Gede Wiranata, S.Ag., M.Ag, Pembimbing II Handoko, S.Ag., M.Si Penelitian ini membahas Strategi Pengelola dalam Mengembangkan Objek Wisata Ikon Jelawat yang terletak di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Ikon Jelawat dikenal sebagai representasi budaya dan simbol identitas daerah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata utama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi yang digunakan pengelola dalam upaya pengembangan objek wisata tersebut, serta mengevaluasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi strategi yang diterapkan (1)Bagaimana Strategi Pengelola Dalam Mengembangkan Objek Wisata Ikon Jelawat Di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur? (2) Bagaimana Upaya Pengelola Dalam Mengatasi Kendala Untuk Mengembangkan Objek Wisata Ikon Jelawat Di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pengelola objek wisata, Dinas Perdagangan, pelaku usaha di sekitar lokasi, serta masyarakat lokal. Observasi langsung dan dokumentasi juga digunakan untuk memperoleh data yang lebih akurat dan kontekstual. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi Pengelolaan dalam Mengembangkan Objek Wisata Ikon Jelawat di Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki 4 (Empat) komponen: (1) mengembangkan infrastruktur dan fasilitas umum seperti taman, area kuliner, dan panggung seni budaya; (2) peningkatan promosi melalui media sosial, event budaya; (3) pelibatan masyarakat sekitar dalam kegiatan ekonomi wisata; dan (4) penguatan nilai-nilai budaya lokal melalui pertunjukan tradisional dan ikon visual yang merepresentasikan ikan jelawat. Upaya pengelola dalam mengatasi kendala yang dihadapi antara lain terbatasnya anggaran operasional, serta belum optimalnya fasilitas maupun yang lainya. Penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi mengembangkan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia pengelola, serta penguatan peran pemerintah daerah dalam mendukung promosi dan perencanaan kawasan wisata
CINDY CLAUDYA PUTRI
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAK CINDY CLAUDYA PUTRI, 2025: Manajemen Pemasaran Objek Wisata Sebagai Upaya Meningkatkan Kunjungan Wisatawan di Museum Balanga Kota Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si dan Pembimbing II: I Wayan Sutarwan, S.Pd., M.Pd.H. Museum Balanga merupakan objek wisata edukasi yang memperkenalkan budaya Suku Dayak di Kalimantan Tengah, tetapi mengalami penurunan jumlah pengunjung dalam beberapa tahun terakhir. Atas anggapan tersebut penelitian ini dilakukan dengan dua fokus kajian permasalahan yaitu : 1) bagaimana kendala dalam manajemen pemasaran objek wisata sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan di Museum Balanga Kota Palangka Raya?., 2) bagaimana manajemen pemasaran objek wisata sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan di Museum Balanga Kota Palangka Raya ? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan landasan analisisnya menggunakan Teori Kendala (Theory of Constraints) dan Teori Pemasaran Relasional (Relationship Marketing). Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Teknik penentuan informan yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik. Telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan hasil dari penelitian ini sebagai berikut. Pertama, kendala manajemen pemasaran objek wisata Museum Balanga yaitu meliputi kendala perencanaan, kendala pengorganisasian, kendala pengkoordinasian, dan kendala pengontrolan dalam manajemen pemasaran objek wisata sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan di Museum Balanga. Kedua, manajemen pemasaran objek wisata Museum Balanga yaitu pada perencanaan pemasaran, pengorganisasian pemasaran, pengkoordinasian pemasaran dan pengontrolan pemasaran objek wisata sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan di Museum Balanga serta strategi manajemen pemasaran yang diterapkan Museum Balanga seperti pemanfaatan media sosial dan kolaborasi dengan stakeholder pemandu wisata di Kalimantan Tengah, untuk membantu mempromosikan Museum Balanga kepada wisatawan.
YULI
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Yuli, 2025 : Filosofi Upacara Balian Tantulak Ambun Rutas Matei di Desa Parit, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kota Waringin Timur. Upacara Balian Tantulak Ambun Rutas Matei tetap eksis dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan di Desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada dua aspek permasalahan, yaitu (1) Apa saja fungsi filosofi pelaksanaan Upacara Balian Tantulak Ambun Rutas Matei di desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur?., Bagaimanakah makna Filosofis pelaksanaan Upacara Balian Tantulak Ambun Rutas Matei di desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur ?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Religi, Teori Fungsionalisme Struktural, dan Teori Interaksionisme Simbolik. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama, Filosofis Pelaksanaan Upacara Balian Tantulak Ambun Rutas Matei yaitu Tiga hari setelah proses penguburan jenazah, upacara Balian Tantulak Ambun Rutas Matei adalah ritual kematian khas orang Hindu Kaharingan. Tujuan utama dari upacara ini adalah untuk mengirimkan arwah orang yang meninggal (Liau Haring Kaharingan) ke Bukit Nalian Lanting, tempat penantian sebelum upacara Tiwah, dan sekaligus membersihkan keluarga yang telah meninggal dari gangguan magis, penyakit, dan sial yang terkait dengan kematian. Prosesi dimulai dengan menyiapkan perlengkapan upacara secara keseluruhan. Perlengkapan ini mencakup simbol-simbol suci, alat musik tradisional, sesajen, dan berbagai perlengkapan ritual lainnya. Setelah Basir dijemput dan disucikan, ritual Balian dimulai. Dalam ritual ini, Sangiang (roh suci) dipanggil oleh Basir serta merasuki Basir, dan nanti akan bertanggung jawab untuk mengatur perjalanan dan proses pensucian arwah. Kedua, Makna Filosofis Upacara Balian Tantulak Ambun Rutas Matei yaitu dalam kehidupan religius masyarakat Hindu Kaharingan, terutama di kalangan Dayak Ngaju, upacara Balian Tantulak Ambun Rutas Matei adalah praktik spiritual yang penuh dengan makna filosofis. Upacara ini lebih dari sekadar ekspresi keagamaan; itu mencerminkan perspektif dunia (worldview) yang rumit dan mendalam tentang kehidupan, keseimbangan, kesedihan, dan hubungan antara manusia dan alam semesta.
ADONA ANTIE
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi interpersonal antara anak dan orang tua dalam keluarga broken home serta dampak dari komunikasi tersebut terhadap kondisi psikologis dan sosial anak. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya angka perceraian di Indonesia, termasuk di wilayah Kalimantan Tengah, yang berdampak pada kehidupan anak-anak dalam keluarga tidak utuh. Penelitian dilakukan di Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap lima anak dan lima pasangan orang tua broken home, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang terjadi umumnya bersifat satu arah, minim interaksi emosional, dan dipenuhi hambatan seperti kesibukan orang tua tunggal, keterbatasan waktu, hingga keterputusan komunikasi total. Anak-anak cenderung mengalami perasaan kesepian, kehilangan kepercayaan diri, stres, hingga menarik diri dari lingkungan sosial. Perspektif orang tua mengungkapkan bahwa meskipun terdapat keinginan untuk menjalin hubungan yang baik dengan anak, keterbatasan emosional dan beban pasca perceraian menjadi tantangan utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi interpersonal yang sehat dalam keluarga broken home sangat diperlukan untuk mendukung perkembangan emosional anak. Disarankan agar orang tua membangun komunikasi dua arah yang terbuka, empatik, dan penuh perhatian demi kesejahteraan anak.
RINDI JULIAWATI
2025 · Thesis · Open Access
Rindi Juliawati, 2025 : Motivasi Mahasiswa Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya Mengunjungi Perpustakaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Dr. Tardi Edung,S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II. I Wayan Sutarwan, S.Pd.,M.Pd.H. Perpustakaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya merupakan tempat tersedianya berbagai informasi tertulis maupun digital bagi seluruh mahasiswa khususnya mahasiswa Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari gambaran terkait motivasi mahasiswa dan kendala yang dihadapi mahasiswa dalam mengunjungi perpustakaan. Terdapat dua rumusan masalah dalam skripsi yaitu sebagai berikut : 1). Bagaimana komunikasi ekspresif menggambarkan motivasi mahasiswa Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya mengunjungi Perpustakaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. 2). Apa kendala mahasiswa Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya dalam mengunjungi Perpustakaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Motivasi Hierarki Kebutuhan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan metode pendekatan kualitatif. Selanjutnya teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling. Kemudian teknik pengumpulan data melalui observasi, kepustakaan, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, komunikasi ekspresif yang diterapkan oleh staf/pengelola perpustakaan terbagi menjadi komunikasi verbal dan nonverbal. Komunikasi verbal meliputi sikap sopan, penggunaan bahasa yang santun, serta penyampaian informasi yang jelas. Sementara komunikasi nonverbal ditunjukkan melalui ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan isyarat tangan yang menyampaikan kesan ramah, sigap, dan tegas. Bentuk komunikasi ini mampu mendorong motivasi mahasiswa untuk berkunjung ke perpustakaan, terutama untuk mencari informasi, merasa nyaman saat belajar, serta memanfaatkan fasilitas seperti Wi-Fi dan komputer. Kedua, terdapat dua jenis kendala yang memengaruhi kunjungan, yaitu kendala internal seperti rasa malas dan kelelahan, serta kendala eksternal seperti keterbatasan koleksi, fasilitas yang belum optimal, dan desain ruang yang kurang menarik bagi generasi Z. Kedua kendala ini berdampak pada rendahnya motivasi mahasiswa dalam memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar.
PRILIA MEILANTIKA
2025 · Thesis · Open Access
Pelaksanaan Basarah merupakan bagian penting dari kewajiban spiritual umat Hindu Kaharingan sebagai bentuk penghayatan terhadap ajaran agama. Strategi komunikasi persuasif Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan yang efektif dalam memotivasi umat mengikuti basarah dapat meningkatkan partisipasi umat mengikuti kegiatan basarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran strategi komunikasi persuasif yang digunakan oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan untuk memotivasi umat Hindu Kaharingan mengikuti Basarah dan efektivitas dari strategi tersebut. Penelitian ini terdapat dua rumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) bagaimanakah strategi komunikasi persuasif Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam memotivasi umat Hindu Kaharingan mengikuti basarah, (2) bagaimanakah efektivitas strategi komunikasi persuasif Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam memotivasi umat Hindu Kaharingan mengikuti Basarah. Penelitian ini menggunakan teori Retorika dan teori perubahan sikap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Selanjutnya teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama strategi komunikasi persuasif yang digunakan oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam memotivasi umat Hindu Kaharingan adalah menggunakan strategi Basarah giliran yang memuat kegiatan arisan, Sekolah Hari Kamis, dan strategi pelatihan yang terdiri dari pelatihan dharma wacana dan diskusi yang dianalisis menggunakan teori retorika. Kedua efektivitas strategi Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam memotivasi umat mengikuti Basarah di Desa Reong terbukti efektif, dilihat dari semakin meningkatnya pemahaman dan pengalaman ajaran agama, dan meningkatnya partisipasi umat dalam mengikuti Basarah yang dianalisis menggunkakan teori perubahan sikap.
MIMI RENDAWATI
2025 · Thesis · Open Access
Secara umum tujuan penelitian ini adalah gambaran tentang pola komunikasi verbal anatara mahasiswa dan dosen pembimbing akademik serta untuk mengetahui dampak dari komunikasi verbal mahasiswa dengan dosen pembimbing akademik di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Adapun rumusan masalah dalam skripsi ini adalah : 1) Bagaimana pola komunikasi verbal antara mahasiswa dengan dosen pembimbing akademik, 2). Bagaimana dampak komunikasi verbal antara mahasiswa dengan dosen pembimbing akademik. Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, kepustakaan, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu : 1) Pengumpulan data, 2) Reduksi Data, 3) Penyajian Data dan 4) Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola komunikasi yang digunakan mahasiwa dan dosen pembimbing akademik yaitu menggunakan pola komunikasi langsung (verbal) dan pola komunikasi tidak langsung (nonverbal) yang dianalisis menggunakan teori interaksi simbolik pola komunikasi langsung yang dilakukan mahasiswa yaitu melaukakan komunikasi tatap muka atau langsung bertemu dengan dosen pembimbing pada saat bimbingan. Adapun pola komunikasi tidak langsung, yaitu mahasiswa dan dosen pembimbing melakukan komunikasi melalui platform media seperti whatsaap, dan email. Adapun dampak dari komunikasi verbal antara mahasiswa dan dosen pembimbing akademik yaitu terdapat dampak positif dan dampak negatif yang dianalisis menggunakan teori komunikasi antarpribadi. Dampak positif komunikais verbal yaitu : meningkatkan pemahaman, mengurangi kesalahpahaman antara dosen dengan mahasiswa, dosen pembimbing akademik juga memengaruhi motivasi belajar dengan memberikan arahan dan umpan balik yang positif. Adapun dampak negatif yaitu : kesulitan dalam menyesuaikan gaya komunikasi dosen, kesibukan dosen sehingga susah ditemui, rasa takut dan kurang percaya diri dalam berkomunikasi dengan dosen pembimbing, lalu dampak yang dirasakan dosen yaitu kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap apa yang disampaikan dosen, mahasiswa yang kurang komunikatif, serta penggunaan bahasa yang kurang formal.
RIO
2025 · Thesis · Open Access
RIO, 2025 : Dasar Pertimbangan Damang Kepala Adat Menerapkan Sanksi Ritual Angkat Hambai Dalam Kasus Kecalakaan Lalu Lintas di Desa Sei Pinang Kecamatan Mandau Talawang Kabupaten Kapuas. Skripsi Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastar Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pemimbing I Armadiansyah S.Ag., S.H., MH. Pembimbing II Dra. Ni Made Ratini, M.Si. Masyarakat suku di Desa Sei Pinang Kecamatan Mandau Talawang pada umumnya masih menggunakan hukum adat dalam menyelesaiakan masalah adat salah satu kasus adat tersebut adalah kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan matinya orang. Dalam hal ini kasus yang pernah terjadi di Desa Sei Pinang di selesaikan menurut hukum adat melalui Damang Kepala Adat. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut yang manjadi pokok dalam penelitiana adalah (1) Apa dasar pertimbangan Damang Kepala Adat menerapkan sanksi ritual angkat hambai? (2) Bagaimanakah proses pelaksanaan sanksi ritual angkat hambai? Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian hukum empiris untuk memahimi hukum yang hidup dalam masyarakat. Adapun metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan teknik observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori yang digunakan sebagai dasar analisis dalam penelitian ini menggunakan tujuan hukum dan teori penyelesain sangketa. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yaitu meliputi, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dasar pertimbangan Damang Kepala Adat menerapkan sanksi ritual angkat hambai dalam kasus kecelakaan lalu lintas antara lain: (a). Adanya permintaan dari pihak keluraga korban yang menghendaki di selesaikan melalui adat Dayak Ngaju yaitu angkat hambai. (b). Karena adanya kesepekatan antara kedua belah pihak untuk menyelesiakan perkara melalui perdamiana adat. (c). Dalam Pasal 70 (Hasil Rapat Tumbang Anoi 1894) hukum adat telah menentukan adanya denda adat angkat hambai atau singer kabolongan haseng. Proses pelaksanaan ritual angkat hambai di Desa Sei Pinang adalah Rirual tampung tawar, ritual peteng sirau manik/manas, ritual mamapas, penyerahan batu damai mengadakan selamatan. Penyelesaian kasus melalui ritual angkat hambai terbukti mampu mempertahankan kerja sama, hubungan persaudaraan, dan perdamaian yang abadi dalam jangka panjang. Oleh karena itu, ritual angkat hambai dapat dipertahankan secara berkelanjutan agar para pihak dapat hidup rukun dan damai.
WINSI NOVI ULANDARI
2025 · Thesis · Open Access
Ulandari Novi Wulandari. 2025. Penerapan Proplem Based Learning Dalam pembelajaran IPAS terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V di SDN-1 Kereng Bingkirai Skripsi Srata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M. A dan pembimbing II Ibu Putu Cory Candra Yhani S. Pd., M. Pd Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami peran guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPAS di SDN-1 Kereng Bangkirai. Teori yang digunakan dalam analisis adalah teori Behavioristik. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, berlokasi SDN-1 Kereng Bangkirai., dan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Subjek penelitian adalah Guru Kelas V, siswa kelas V, dan Kepala Sekolah SDN-1 Kereng Bangkirai.. Jenis metode yang digunakan deskriptif kualitatif dengan model (observasi, wawancara, dokumentasi). Metode adalah membahas suatu proses atau objek, tujuannya adalah untuk merasakan dan memahami pengatahuan suatu fenomena tertentu berdasarkan pengatahuan dan gagasan yang telah diketahui sebelumnya, sehingga diperoleh informasi yang diperlukan untuk penelitian. Pendekatan ini jelas memudahkan analisis, memperjelas pemahaman subjek, dan memberikan nilai objektivitas sekaligus membatasi bidang kajian oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif untuk melakukan Penelitian. H Hasil penelitian menujukan (1) peran guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa yaitu berperan sebagai motivator, fasilitator, administrator dan evaluator. (2) Hambatan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis meliputi karakter siswa, kurangnya keaktifan belajar, sopan santun, dan konsentrasi belajar, serta faktor internal seperti kesehatan, minat belajar, dan kemampuan siswa, serta faktor eksternal seperti keluarga, masyarakat, dan lingkungan. (3) Upaya guru kelas V dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa termasuk memberikan tes kemampuan berpikir kritis dan memberikan reward/hadiah.
SENTIA
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini mengkaji tentang implementasi model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan pengetahuan herbarium siswa kelas IV SDN 1 Menteng Palangka Raya. Berdasarkan situasi saat ini, menunjukkan bahwa guru masih menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional yang cenderung memusatkan siswa pada diri mereka sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan penerapan model pembelajaran berbasis proyek terhadap pengetahuan herbarium siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen dengan desain true eksperimental tipe pretest-posttest control group desain. Dua kelas terlibat dalam kelas ini yaitu, kelas IV A berfungsi sebagai kelas kontrol dan kelas IV B berfungsi sebagai kelas eksperimen yang mana pemilihan teknik pengambilan sampel Probability Sampling dengan jenis simple random sampling. Pengumpulan data dikumpulkan melalui tes berbentuk pilihan ganda yang dilakukan sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran berbasis proyek, yang mana tujuannya adalah untuk mengukur peningkatan pengetahuan herbarium siswa. Penelitian ini dianalisis menggunakan uji normalitas, uji hipotesis (uji mann-whitney u test), dan uji n-gain (gain score). Hasil uji Mann-Whitney U Test menunjukkan nilai signifikansi Asymp. Sig. (2-tailed) yaitu 0,000 taraf signifikansi 0,05 (0,000 0,05) yang artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan signifikan dalam pengetahuan herbarium siswa. Sedangkan nilai uji N-Gain yaitu, nilai rerata (mean) pada kelas kontrol adalah 0,41 yang menujukkan bahwa nilai N-Gain dalam rentang berada antara 0,30 hingga kurang dari 0,70. Maka termasuk dalam kategori sedang. Kemudian nilai rerata (mean) pada kelas eksperimen adalah 0,75 menunjukkan bahwa nilai N-Gain dalam rentang lebih besar atau sama dengan 0,70 yang termasuk kategori tinggi. Jadi dapat dapat disimpulkan dari hasil analisis di atas pada N-Gain Score bahwa model pembelajaran berbasis proyek (pembuatan herbarium) termasuk dalam interpretasi tinggi.
JEKA SEPRIANA
2025 · Thesis · Open Access
Program Praktikum Sekolah (PPS) merupakan rangkaian tugas akhir sekaligus bagian dari mata kuliah yang wajib dijalani oleh setiap mahasiswa fakultas dharma acarya di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya untuk menyelesaikan studinya. Penelitian ini mengkaji tentang persepsi siswa Hindu terhadap mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya dalam melaksanakan Program Praktikum Sekolah. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana pandangan siswa Hindu terhadap mahasiswa IAHN-TP dalam melaksanakan PPS. Dengan tujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa Hindu terhadap mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya dalam melaksanakan PPS di SMP Negeri 1 Palangka Raya. Dalam penelitian ini, subjek dalam penelitian meliputi siswa agama Hindu yang berjumlah 13 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi kuesioner dan dokumentasi, kemudian data tersebut dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa, persepsi siswa Hindu terhadap mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya secara keseluruhan mendapatkan penilaian kategori sangat baik sebanyak 11 siswa (84,61 %). Sedangkan untuk faktor kompetensi pedagogik berada pada kategori sangat baik sebanyak 9 siswa (69,23%), kepribadian pada kategori sangat baik sebanyak 12 siswa (92,30%), dan sosial termasuk dalam kategori sangat baik sebanyak 10 siswa (76,92%). Oleh karena itu, mahasiswa IAHN-TP palangka raya dalam melaksanakan PPS di SMP Negeri 1 Palangka Raya perlu lebih memperkuat persiapan dalam mengajar agar pembelajaran dapat berlangsung secara lebih efektif dan efisien.