Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

931 item publik

Publikasi

Halaman 44 dari 47

PERAN UNIT KEGIATAN MAHASISWA KADER ANTI NARKOBA TERHADAP PENCEGAHAN, PEMBERANTASAN, PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA DI LINGKUNGAN KAMPUS IAHN TP PALANGKA RAYA

I NGURAH MADE ARYA MAHARDIKA
2020 · Thesis · Open Access

Peran UKM Kader Anti Narkoba Terhadap P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) di Lingkungan Kampus IAHN-TP Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri (IAHN-TP) Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr I Made Kastama,SH.,MH. Pembibing (II) Gelar Sumbogo Peni, S.Ag.,M.Si. Penyalahgunaan narkotika saat ini sudah sangat mengkhawatirkan baik secara nasional maupun internasional, dikarenakan korban penyalahgunaan narkotika tidak hanya terbatas pada kelompok masyarakat yang mampu saja akan tetapi telah merambah ke kalangan masyarakat kurang mampu baik di kota maupun di desa. Tidak terlepas juga di Kalimantan Tengah khususnya di kota Palangka Raya juga terdapat banyak pengguna narkotika baik dari kalangan orang dewasa hingga ke kalangan anak-anak. BNN Kota Palangka Raya saat ini melakukan sebuah terobosan dalam melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba, yaitu dengan menjalin kerjasama dengan lembaga perguruan tinggi khususnya dengan Kampus IAHN-TP Palangka Raya, karena mengingat saat ini BNN tidak bisa sepenuhnya bekerja sendiri dalam memberantaskan Narkoba maka dari itu banyak terobosan yang dilakukan olen BNN Provinsi Kalimantan Tengah. Di lingkungan IAHN-TP Palangka Raya Memiliki sebuah wadah organisasi yang dinaungi langsung oleh BNN Provinsi Kalimantan Tengah yang disebut dengan UKM Kader Anti Narkoba. Dengan adanya UKM Kader Anti Narkoba tersebut diharapkan dapat menjadi sebuah organisasi yang dapat membantu dalam melakukan Pencegahan, Pembrantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) terutama dilingkungan Kampus IAHN-TP palangka Raya. Permasalahan yang di teliti adalah 1. Bagaimanakah strategi UKM kader anti narkoba dalam menanggulangi P4GN di lingkungan kampus IAHN-TP Palangka Raya? 2. Bagaimanakah implikasi UKM kader anti narkoba terhadap P4GN? Subjek peneliti ini adalah Pembina UKM Kader Anti Narkoba, Ketua UKM Kader Anti Narkoba, sekertaris UKM Kader Anti Narkoba, Presiden BEM IAHN-TP Palangka Raya, Wakil Presiden BEM IAHN-TP Palangka Raya, Sekertaris BEM IAHN-TP Palangka Raya, Bendahara BEM IAHN-TP Palangka Raya, Gubernur BEM Fakultas Dharma Acarya IAHN-TP Palangka Raya, Wakil Gubernur Bem Fakultas Dharma Acarya IAHN-TP Palangka Raya. Dari analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa : 1) UKM Kader Anti Narkoba mempunyai strategi menangulangi P4GN di lingkungan kampus IAHNTP Palangka Raya adalah memperkuat anggota UKM dengan cara sering melaksanakan bakti sosial, bersosialisasi dan tes urine yang dimana setiap tahun di laksanakan oleh UKM Kader Anti Narkoba dalam menanggulangi P4GN. 2) Implikasi penerapan UKM Kader Anti Narkoba mempunyai dua sisi adalah Imlipkasi Postif dan Implikasi Negatif. Kata Kunci : Peran, UKM Kader Anti Narkoba, Pencegahan, Pembratasan, Penyalahgunaan, Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Sahnya Perkawinan Dalam Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Reong Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan

SAPRI HAWINI
2020 · Thesis · Open Access

Perkawinan adat di kalangan masyarakat adat Dayak telah berlangsung sejak dahulu kala, bahkan hingga saat ini dan diyakini berlangsung ke masa depan. Perkawinan adalah ikatan lahir bathin antara seorang laki-laki dan seorang perempuan sebagai suami-istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Perkawinan dikatakan sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya dan dicatatkan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Permasalahan yang diteliti yaitu Bagaimanakah proses perkawinan dalam masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Reong Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan ? Bagaimanakah sahnya perkawinan dalam masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Reong Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan ? Metode yang dipergunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan kualitatif secara teologi dan sosiologis serta yang menyangkut simbol religi setempat yang bersifat sakral dan mistis. Pendekatan tersebut digunakan untuk memaparkan semua yang berkaitan dengan Sahnya Perkawinan Masyarakat Hindu Kaharingan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Proses perkawinan dalam masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Reong Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan adalah pertemuan antara kedua keluarga (Nyundri), kemudian dilakukan proses peminangan (Basantane) dan proses pemenuhan jalan adat dan terakhir dilaksanakan ritual upacara perkawinan, dianalisiskan dengan teori Religi yang memuat hal-hal keyakinan, upacara dan peralatan, sikap dan perilaku, alam pikiran dan perasaan di samping hal-hal yang menyangkut para penganutnya, sehingga ritual Agama Hindu Kaharingan dilaksanakan sesuai ajaran pada kitab suci Panaturan. 2) Sahnya perkawinan dalam masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Reong Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan adalah dilaksanakan secara ritual sesuai dengan syarat yang telah ditentukan dan syarat tersebut dituangkan dalam surat perjanjian kawin (lakar), kemudian Surat Kawin secara agama Hindu Kaharingan untuk syarat pengurusan Akta Perkawinan dan diperjelaskan dengan teori fungsionalisme struktural yaitu sistem tindakan tersebut tidak memiliki makna sendiri apabila terlepas dari yang lainnya, tetapi ditentukan oleh hubungan antar unsur tersebut dalam keseluruhannya. Di dalam sistem tindakan, setiap unsur memiliki kegunaan sebagai pendukung terhadap makna bagian yang lain.

Pelaksanaan Kegiatan Basarah Umat Hindu Kaharingan Di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan

JUANI YULISTIRA
2020 · Thesis · Open Access

Juani Yulistira. 2020. Pelaksanaan Kegiatan Basarah Umat Hindu Kaharingan Di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan. Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Jenjang Strata Satu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I) Dr. Drs. I Wayan Karya, M.Pd.,M.Si Pembimbing (II) Hendri, S.Ag.,M.Si Persembahyangan pelaksanaan Basarah di Desa Bangkal belum dilakukan dengan maksimal oleh umat Hindu Kaharingan karena kurang berperannya pengurus Majelis Kelompok dalam mengaktifkan kegiatan Basarah atau dalam memberikan pembinaan bagi umat Hindu Kaharingan. Adapun rumusan permasalahan yang ada dalam penulisan ini yaitu: 1. Bagaimana pelaksanaan kegiatan Basarah umat Hindu Kaharingan Di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan? 2. Apa saja faktor yang menyebabkan kurangnya minat Basarah umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan? 3. Apa upaya yang dilakukan oleh Majelis Kelompok Hindu Kaharingan untuk meningkatkan minat Basarah umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan? Tujan penelitian ini yaitu: Untuk mengetahui tentang pelaksanaan, faktor yang menyebabkan kurangnya minat Basarah serta Untuk memperoleh data tentang upaya yang dilakukan oleh Majelis Kelompok Hindu Kaharingan untuk meningkatkan minat Basarah umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Teori Sistem, Teori Motivasi Vroom dan Teori Komunikasi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif. Teknik penentuan informan yaitu menggunakan Purpossive Sampling. Teknik pengumpulan data yaitu Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan metode deskriptif analisa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan Basarah belum dilakukan secara maksimal oleh umat Hindu Kaharingan disebabkan karena beberapa faktor yang menghambat diantaranya adalah 1. Kurangnya kesadaran diri, 2. Kurangnya pengetahuan agama, 3. Pengaruh Kesibukan, 4. Pengaruh waktu dan, 5. Transportasi. Upaya yang dilakukan oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Desa Bangkal memperhatikan kendala, membuat jadwal Basarah serta selalu menjalin komunikasi dengan umat Hindu Kaharingan.

Nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam upacara Nyaki Pusong Dayak Lawangan di desa Tangelanda kecamatan paku kabupaten Barito timur

LASANI
2020 · Thesis · Open Access

Nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam upacara Nyaki Pusong Dayak Lawangan di desa Tangelanda kecamatan paku kabupaten Barito timur. Dalam ajaran agama Hindu terdapat ajaran mengenai antara manusia dengan Tuhan, dengan sesama manusia dan juga dengan alam lingkungan sehingga terjalin suatu hubungan yang harmonis, salah satu ajaran agama Hindu.

Ritual Pakanan Batu Menurut Agama Hindu Kaharingan Di Kelurahan Tumbang Napoi Kecamatan Miri Manasa Kabupaten Gunung Mas (Perspektif Pendidikan Hindu)

REDI
2020 · Thesis · Open Access

REDI, 2020 Ritual pakanan Batu Manurut Agama Hindu Kaharingan di kelurahan Tumbang Napoi kecamatan Miri Manasa, Fakultas Dharma Acarya, Prodi pendidikan Keagamaan dan pendidikan seni. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Papalangka Raya. Pembimbing I MITRO,S.Pd.,M.Si Pembimbing II HENDRI,S.Ag.,M.Si Latar berlakang. Ajaran agama Hindu yang ada di Negara Indonesia tidak lepas dengan budaya dan keagamaan yang ada di wilayah Negara Indonesia. Ditinjau secara ethimologinya, kata yadnya berasal dari bahasa sansekerta, yaitu dari kata “yaj” yang artinya memuja atau memberi penghormatan atau menjadikan suci. Yadnya (yajna) dapat juga diartikan korban suci, yaitu korban yang didasarkan atas pengabdian dan cinta kasih. Pelaksanaan yadnya bagi umat Hindu adalah satu contoh perbuatan Hyang Widhi yang telah menciptalan alam semesta dengan segala isinya dengan Yadnya-Nya. Yadnya adalah cara yang dilakukan untuk menghubungkan diri antara manusia dengan Hyang Widhi beserta semua manifestasinya. Untuk memperoleh kesucian jiwa dan persatuan Atman dengan Paramatman. Yadnya juga merupakan kebaktian, penghormatan dan pengabdian atas dasar kesadaran dan cinta kasih yang keluar dari hati rohani yang suci dan tulus iklas sebagai pengabdian yang sejati kepada Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa). Metode penelitian kualitatif ini sering disebut penelitian naturalistic karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah ( Natural Setting ) disebut juga sebagai metode etnografi”. pada awal metode ini banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya tersebut sebagai metode kualitatif karena data yang terkumpul dan analisinya lebih bersifat kualitatif. Hasil dan kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tentang Ritual Pakanan Batu Manurut Agama Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Napoi Kecamatan Miri Manasa Kabupaten Gunung Mas. Dan untuk menjaga, melestarikan nilai-nilai budaya, adat dan tradisi yang terlah diwariskan oleh pendahulu yang tak ternilai harganya. Adapun tujuan Khusus yang ingin dicapai antara lain: Untuk mengetahui apa saja saran yang diperlukan dalam Ritual Pakanan Batu Manurut Agama Hindu Kaharing Di Kelurahan Tumbang Napoi Kecamatan Miri Manasa Kabupaten Gunung Mas. Uuntuk mengetahui apa fungsi Ritual Pakanan Batu Manurut Agama Hindu Kaharingan Di Kelurahan Tumbang Napoi Kecamatan Miri Manasa Kabupaten Gunung Mas. Untuk mengtahui bagaimana pelaksanaan Ritual Pakanan Batu Manurut Agama Hindu Kaharingan Di Kelurahan Tumbang Napoi Kecamatan Miri Manasa Kabupaten Gunung Mas.

Nilai-Nilai Pendidikan dalam Upacara Nyorat pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Mekar Sari Kecamatan Tualan Hulu Kabupaten Kota Waringin Timur

JUANDY
2020 · Thesis · Open Access

Juandy. 2020. Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Upacara Nyorat Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Mekar Sari Kecamatan Tualan Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Pembimbing I : Dr. Derson, S.Ag., M.Ag Pembimbing II : Hendri, S.Ag., M.Si Penelitian ini mengkaji tentang nilai-nilai pendidikan upacara Nyorat pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Mekar Sari Kecamatan Tualan Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Penelitian dilakukan pada topik ini karena masih rendahnya pemahaman, dan tata cara pelaksanaan upacara Nyorat yang mengandung nilai-nilai pendidikan yang adiluhung. Secara penomena generasi muda kurang menghargai dan memahami pelaksanaan upacara Nyorat. Berdasarkan latar belakang di atas permasalahan yang dikaji yakni 1. Bagaimana proses pelaksanaan upacara Nyorat di Desa Mekar Sari Kecamatan Tualan Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. 2. Apa tujuan dari pelaksanaan upacara Nyorat di Desa Mekar Sari Kecamatan Tualan Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. 3. Apa nilai-nilai pendidikan dalam upacara Nyorat di Desa Mekar Sari Kecamatan Tualan Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Tujuan penelitian ini mengkaji ilmu pengetahuan dan wawasan ilmu keagamaan Hindu dalam pelaksanaan upacara Nyorat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif . tempat penelitian di Desa Mekar Sari Kecamatan Tualan Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Waktu penelitian dari tanggal 21 Juli 2020 sampai tanggal 21 Agustus 2020. Sedangkan tehnik penentuan informan adalah tehnik snowball sampling yaitu penentuan informan berdasarkan tehnik bola salju bergulir. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan perpustakaan. Analisis data yang digunakaan dalam penelitian ini adalah pengumpulan informasi data, reduksi, penyajian data, tahap akhir (kesimpulan). Hasil penelitian yang diperoleh yaitu Upacara Nyorat adalah upacara kematian yang dilaksanakan apabilaa ada umat Hindu Kaharingan yang meninggal dunia. Proses pelaksanaan dapat diamati dari tata cara pelaksanaannya. Tujuan pelaksanaan untuk mengantarkan arwah yang meninggal dunia dari Bukit Pasahaan Raung menuju Bukit Nalian Lanting serta membuang sial hidup seluruh keluarga yang disebabkan oleh musibah kematian. Nilai-Nilai Pendidikan yang terkandung dalam pelaksanaan upacara Nyorat umat Hindu Kaharingan di Desa Mekar Sari Kecamatan Tualan Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur yaitu Nilai Pendidikan Tattwa, Nilai Pendidikan Susila/Etika, Nilai Pendidikan Upacara, Nilai Pendidikan Estetika, Nilai Pendidikan Sosial dan Nilai Pendidikan Sakral.

Pengaruh Penggunaan LCD Proyektor Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas

MESI KARUNIA LESTARI
2020 · Thesis · Open Access

Mesi Karunia Lestari, 2020. Pengaruh Penggunaan LCD Proyektor Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag Pendidikan merupakan bagian yang sangat penting dalam membangun Negara. Peran dari pendidikan adalah menciptakan sumber daya manusia yang modern dan bermoral. Dalam dunia pendidikan tidak bisa jauh dari penggunaan media dalam kegiatan belajar mengajar guna membuat variasi pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk giat dalam belajar agar prestasinya meningkat atau lebih baik dari sebelumnya. Rumusan masalah, yaitu: Apakah ada pengaruh penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas?; dan apakah kendala dari penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas?. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dan kendala penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas. Metode menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah 1 (satu) orang guru dan 33 siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas, Teknik Sampling Jenuh (Total Sampling) dan sampel penelitian semua siswa kelas X Multimedia. Teknik pengumpulan data: observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data, yaitu: Uji t dengan taraf signifikan 5%. Hipotesis penelitian ini, yakni: Ha= Ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai; Ho= Tidak ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai. Kesimpulan: Kendala terjadinya mati listrik, Adapun pengaruh yang positif atau signifikan antara pengaruh penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas. Koefisien Korelasi (r) = 0,99 ini menunjukkan bahwa penggunaan LCD Proyektor mempunyai hubungan yang positif terhadap prestasi siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai. Determinan (r2) = 98,01 % adalah menunjukkan bahwa besarnya sumbangan dari penggunaan LCD Proyektor (variabel x) terhadap naik turunnya prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas (variabel y) adalah 98,01 % dan selain dari itu sebesar 1,99 % di pengaruhi oleh faktor yang lain dan tidak dibahas disini. Hasil uji t di peroleh thitung= 39,171, sedangkan ttabel= 1,696, karena thitung>ttabel, artinya Ha (diterima) dan H0 (ditolak). Demikian, pencapaian penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas terdapat pengaruh yang positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.

Upacara Tawur Agung Kesanga Hari Raya Nyepi Dalam Tradisi Jawa Umat Hindu Di Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi (Perspektif Pendidikan Hindu)

RHADA KRISNAWATI
2020 · Thesis · Open Access

Skripsi ini mengkaji upacara tawur agung kasanga pada umat Hindu di Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Fenomena yang terjadi dalam upacara tawur agung kasanga ada keunikan tersendiri pada masyarakat Hindu di Desa Sumberasri. Selain itu kurangnya pemahaman sebagian masyarakat mengenai sarana dan prasarana, sehingga kurang adanya keinginan untuk membantu mempersiapkan sarana dan prasarana. Rumusan masalah penelitian ini adalah(1) Bagaimanakah pelaksanaan upacara tawur agung kasanga hari raya Nyepi tradisi Jawa umat Hindu di Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi (Perspektif Pendidikan Hindu)?. (2) Apakah fungsi dan makna upacara tawur agung kasanga hari raya Nyepi tradisi Jawa bagi umat Hindu di Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi (Perspektif Pendidikan Hindu)?. (3) Apakah Nilai-nilai pendidikan upacara tawur agung kasanga hari raya Nyepi Tradisi Jawa bagi umat Hindu di Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi (Perspektif pendidikan Hindu)?. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengetahuan tentang upacara tawur agung kasanga yang dilaksanakan umat Hindu di Desa Sumberasri. Hasil penelitian dikaji dengan teori fungsional struktural, teori simbol, dan teori nilai. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori fungsional struktural maka diperoleh bahwa upacara tawur agung kasanga bagi masyarakat Hindu yakni pemujaan terhadap Tuhan, serta alam lingkungan. Fungsi dan makna upacara tawur agung kasanga yang dianalisis dengan teori simbol, maka fungsinya diantara lain fungsi religius, sosial, pendidikan, Etika, dan Estetika. Sedangkan makna yang terkandung yaitu makna penyucian,solidaritas, pendewasaan, sopan santu, dan keharmonisan. Nilai pendidikan terdapat yang dianalisis menggunakan teori nilai antara lain nilai pendidikan material, nilai pendidikan vital, dan nilai pendidikan kerohanian. Upacara tawur agung kasanga, fungsi dan makna, serta nilai pendidikan saling berkaitan erat dalam tujuan untuk menjaga keseimbangan alam lingkungan dengan kehidupan manusia kesejahteraan, dan kedamaian, serta meningkatkan sraddha dan bhakti guna terciptanya kehidupan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan Yang MahaEsa, dengan sesama, maupun manusia dengan alam.

Strategi Pembelajaran Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Di SDN 1 Lamunti Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas

LEKSINA
2020 · Thesis · Open Access

Skripsi ini mengkaji Strategi Pembelajaran Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa di SDN 1 Lamunti Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Guru saat ini menitik beratkan pembelajaran hanya pada ceramah dan menulis, serta metode pembelajaran yang digunakan kurang menarik, sehingga peserta didik menjadi pasif dan motivasi belajarnya kurang. Pengguna metode pembelajaran yang menonton dan membosankan mengakibatkan peserta didik kurang menarik minat peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga mennyebabkan masih banyak peserta didik yang hasil belajar rendah. Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji tentang (1) Strategi Pembelajaran Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Di SDN 1 Lamunti Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas (2) faktor-faktor yang mempengaruhi Strategi Pembelajaran Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Di SDN 1 Lamunti Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Tujuan penelitian: Secara umum, penelitian ini dikategorikan sebagai penjelajahan lapangan dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan lebih banyak, sedangkan secara khusus untuk mengetahui bagaimana strategi pembelajaran guru agama Hindu dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi guru agama Hindu dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan doumentasi. Instrumen penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori belajar behavioristik, teori belajar kognitif dan teori belajar implementasi. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) Strategi pembelajaran guru agama Hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SDN 1 Lamunti Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas, yang dilakukan oleh guru agama Hindu metode ceramah tanya jawab dan penugasan. Namun demikian masih perlu ditingkatkan mengingat masih belum sepenuhnya menggunakan metode bervariasi, sehingga masih ditemukannya sebagaian peserta didik yang kurang memperhatikan pada saat jam pembelajaran karena pengaruh teman-temannya yang asik sambil berbicara sehingga yang disampaikan pada saat pembelajaran akan kurang maksimal diterima oleh siswa. (2) Faktor penghambat dalam menerapkan strategi pembelajaran guru agama Hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SDN 1 lamunti Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas yaitu: Faktor instrinsik (dari dalam diri siswa). Seperti pembawaan psikologi siswa sebagai pengaruh dari pola asuh atau kondisi dalam lingkungan keluarga, dan faktor ekstrinsik (dari luar diri siswa). Seperti sikap perilaku siswa yang timbul sebagai akibat dari pengaruh luar seperti teman bergaul, masih kurang adanya kebersamaan tenaga pendidik dalam menerapkan pendidikan etika.

Peranan Pasraman Widya Dharma Dalam Pendidikan Keterampilan Keagamaan Siswa Hindu Di Desa Labuhan

RARA ANDRIANI
2020 · Thesis · Open Access

Skripsi ini mengkaji tentang Peranan Pasraman Widya Dharma dalam Pendidikan Keterampilan Keagamaan dimana sebuah sekolah nonformal yang ada di Desa Labuhan. Berdasarkan fenomena dilapangan yang peneliti lihat bahwa pada peranan Pasraman Widya Dharma terdapat beberapa masalah, maka dari ini peneliti tertarik untuk mengkaji permasalahan 1) Bagaimanakah Pelaksanaan Pendidikan Pasraman Widya Dharma Dalam Pendidikan Keterampilan Keagamaan Siswa Hindu di Desa Labuhan, 2) Bagaimanakah implikasi Peranan Pasraman Widya Dharma dalam Pendidikan Keterampilan Keagamaan Siswa Hindu di Desa Labuhan, 3) Bagaimanakah kendala yang dihadapi dalam Peranan Pasraman Widya Dharma dalam Pendidikan Keterampilan Keagamaan Siswa Hindu di Desa Labuhan. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1)Tujuan umum biasanya mengacu pada judul yang diangkat. 2) Tujuan Khusus mengacu pada Rumusan Masalah yang diangkat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ada tiga. 1) Teori Implementasi pembelajaran, 2) Teori Belajar Behaviorisme, 3) Teori Kendala (Theory Of Constrainsts). Dalam penelitian ini metode yang dilakukan yaitu metode kualitatif dengan teknik penentuan informan Purposive yang terdiri dari Ketua Pasraman, guru-guru pasraman selain itu juga peneliti menggunakan jenis dan sumber data primer dan data skunder dengan teknik pengumpulan data yaitu yaitu teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Sedangkan untuk teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti bertempat di Pasraman Widya Dharma Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan bahwa pada Pasraman Widya Dharma sebelum melakukan proses pembelajaran terlebih dahulu melakukan persembahyangan Puja Tri Sandya dan Mantram Gayatri, setelah itu baru guru-guru memberikan pelajaran baik materi maupun praktek. Untuk metode pembelajaran guru-guru menggunakan Dharma Yatra, Dharma Tula, Dharma Wacana, Dharma Gita. Sedangkan kendala yang dihadapi oleh siswa dan guru yaitu yaitu tidak adanya bangunan tempat untuk pasraman.

Partisipasi Umat Hindu Kaharingan dalam Upacara Basarah (persembahyangan) Di Tanjung Jawa Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan

RUDIANTO
2020 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Rudianto,2020. PartisipasiUmat Hindu KaharinganDalamUpacaraBasarah (Persembahyangan) Di TanjungJawaKecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan (PersfektifPendidikan Agama Hindu)Pembimbing I Dr. I NyomanSidiAstawa.S.Ag.,MAPembimbing II Suwito.S.Ag.,M.Si Partisipasiadalahkeikutsertaan, peran, serta, atauketerlibatan yang berkaitandengankeadaanlahiriahnya. Partisipasiadalah“ perilakujugamemberikanpemikiranterhadapsesuatuatauseseorang’’. Rumusanmasalahdalampenelitianiniadalah (1)bagaimanapartisipasiumathindukaharingandalamupacaraBasarah (persembahyangan) di TanjungJawaKecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan, (2) faktor-faktorapakah yang menjadipenghambatpartisipasiumathindukaharingandalamupacaraBasarah (Persembahyangan) di tanjung jawakecamatandusunselatankabupatenbaritoselatan (3) bagaimanakahupayapembinaan yang dilakukanuntukmengatasikurangnyapartisipasiumathindukaharingandalamupacarabasarah (Persembahyangan) di TanjungJawaKecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Metodedalampenelitianinimenggunakandeskriptifkualitatif. Pengumpulan data menggunakanteknikwawancara, observasidandokumentasi. Analisis data menggunakanpenelitianteknikanalisiskualitatif. Hasilpenelitianinimenunjukan (1) partisipasiumathindukaharingandalamupacaraBasarah (persembahyangan) di TanjungJawaKecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan adalahpelaksanaanbasarah, selaluaktifmengikutibasarah, mendapatkanmotivasiminatseluruhmasyarakatmengikutibasarahdanperkembangankegiatanbasarah yang dilaksanakandibalai, sangatbaikdikarenakanmerekamempunyaipembimbingataupetugaspelaksanaanbasarah yang selalusiapdalammendampingimerekasaatmelaksanakanbasarah (persembahyangan) yang dilakukansetiapharikamisdandilaksanakansetiap 1 (satu) kalidalamseminggu(2) faktor yang menjadipenghambatpartisipasiumathindukaharingandalamupacaraBasarah (Persembahyangan) di TanjungJawaKecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatanadalahrendahnyatingkatkehadiranumathindudalammelaksanakanbasarahdanpengaruh faktor penghambatterhadappelaksanaanbasarahyaituaktifitaspemudapemudipada sore hariyang lebihdominandalammembantu orang tuadalambekerja, (3) upayapembinaan yang dilakukanuntukmengatasikurangnyapartisipasiumathindudalamupacaraBasarah (persembahyangan) yaitu memberidorongan agar seluruhmasyarakataktifberkewajibandalampelaksanaanbasarah.

Nilai-Nilai pendidikan upacara pakanan pali dalam prosesi perkawinan umat hindu kaharingan di desa jalemu masulan kecamatan rungan barat kabupaten gunung mas

NACA
2020 · Thesis · Open Access

NACA, 2020: Nilai-Nilai Pendidikan Upacara Pakanan Pali Dalam Prosesi Perkawinan Umat Hindu Kaharingan Di Desa Jalrmu Masulan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas, Skripsi Fakultas Dhama Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri-Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A Pembimbing II Hendri, S.Ag., M,Si. Didalam ajaran Hindu meliputi Tattwa, Etika, Upacara. Begitu juga yang terdapat dalam Upacara Pakanan Pali pada Prosesi Perkawinan Umat Hindu Kaharingan di Desa Jalemu Masulan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Upacara Pakanan Pali merupakan bentuk ucapan permohonan Umat Hindu dan rasa saling menghormati terhadap Raja Pali supaya tidak mengganggu. Saat ini Umat Hindu tidak begitu menghiraukan yang menjadi nilai dan makna dalam Ritual Pakanan Pali, tidak lagi melihat sebagaimana yang telah tertulis dalam Kitab Suci Panaturan 2006 Pasal 30 Nyai Endas Bulau Lisan Tingang kawin dan ini menjadi pedoman bagi Umat Hindu Kaharingan di Desa Jalemu Masulan Dalam Pelaksanaan Pakanan Pali. Permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini yakni: 1. Bagaimana proses pelaksanaan Upacara Pakanan Pali Dalam Prosesi Perkawinan Umat Hindu Kaharingan di Desa Jalemu Masulan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas? 2. Apa Nilai-Nilai Pendidikan dalam pelaksanaan Upacara Pakanan Pali Dalam Prosesi Perkawinan Umat Hindu Kaharingan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas?. Tujuan Penelitian ini yaitu sebagai masukan bagi Umat Hindu Kaharingan dalam meningkatkan Sradha dan Bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa, dasar Upacara Pakanan Pali itu selalu dilaksanakan Prosesi Perkawinan Umat Hindu Kaharingan dan menggali nilai Pendidikan yang terkandung pada Upacara Pakanan Pali Dalam Prosesi Perkawinan Umat Hindu Kaharingan di Desa Jalemu Masulan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Manfaat penelitian ini: Dengan adanya penelitian ini bisa bermanfaat untuk kemajuan ilmu pengetahuan, pendidikan wawasan yang lebih luas tentang Upacara Pakanan Pali, Proses dan nilai- nilai yang terkandung dalam Upacara tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriftif Kualitatif. Populasinya adalah Umat Hindu Kaharingan yang ada di Desa Jalemu Masulan dan Informannya adalah Pisor, Basir, Tokoh Umat Hindu Kaharingan, dan Mantir Basarah yang keseluruhannya berjumlah 4 Orang. Teknik pengumpulan data yaitu teknik observasi dan teknik wawancara. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi empat langkah yaitu Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/ menarik kesimpulan. Waktu penelitian dilakukan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 18 Mei – 18 Juni 2020. Adapun yang menjadi tempat penilitian ini adalah Desa Jalemu Msaulan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Adapun yang menjadi nilai-nilai yang terdapat dalam Upacara Pakanan Pali adalah: 1. Nilai pendidikan saling menghargai dan menghormati 2. Nilai pendidikan gotong royong 3. Nilai Pendidikan kesamaan derajat 4. Nilai Pendidikan ajaran Agama; Darmawacana/Pandehen untuk menyampaikan arti dan makna daripada sarana/prasarana Pakanan Pali, kejadian sewaktu Kameluh Putak Bulau Janjulen Karangan Limut Batu Kamasan Tambun dengan Manyamei Tunggul Garing Janjahunan Laut telah tinggal satu rumah tanpa ikatan suami istri. Maka dari itu Kameluh Putak Bulau Janjulen Karangan Limut Batu Kamasan Tambun Pajanjuri darahnya dari pertama sampai kedua belas kalinya kejadian menjadi pali (ajaran leluhur) pada kitab suci Panaturan. Diharapkan kepada Umat Hindu Kaharingan terus membaca dan menggali nilai-nilai yang ada disetiap Upacara dan terus tingkatkan Sradha dan Bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Abstract In Hinduism it includes Tattwa, Ethics, Ceremony. Likewise in the Pali Food Ceremony at the Hindu Kaharingan Marriage Marriage Procession in Jalemu Masulan Village, Rungan Barat District, Gunung Mas Regency. The Pali Food Ceremony is a form of utterance from Hindus and a mutual respect for the Pali King so that it does not interfere, the present day people do not pay much attention to the Values ​​and Meanings of the Pali Food Ritual, no longer see the side as written in the 2006 Panaturan Scripture. Article 30 Nyai Endas Bulau Oral Tingang is married and this becomes a guideline for Kaharingan Hindus in Jalemu Masulan Village in the Implementation of Pali Food. The problems in this study are: 1. How is the process of implementing the Pali Food Ceremony in the Marriage Procession of Hindu Kaharingan in Jalemu Masulan Village, Rungan Barat District, Gunung Mas Regency? 2. What are the Educational Values ​​in the implementation of the Pali Food Ceremony in the Marriage Procession of Hindu Kaharingan Sub-Districts, Rungan Barat District, Gunung Mas Regency? The purpose of this research is as input for the Hindu Kaharingan people in raising Sradha and Bhkti to the Almighty God, the basis of the Pali Feeding Ceremony is always carried out in the Kaharingan Hindu Marriage Procession and exploring the Educational Values ​​contained in the Pali Feeding Ceremony in the Hindu Kaharingan Marriage Procession in Jalemu Masulan Village, Rungan Barat District, Gunung Mas Regency. Benefits of this research: The existence of this research can be useful for the advancement of science, education in broader insights about the Pali Food Ceremony, the Processes and Values ​​contained in the Ceremony. This study uses a qualitative descriptive research method. The population is Hindu Kaharingan people in Jalemu Masulan village and the informants are Pisor, Basir, Hindu Kaharingan figures, and Mantir Basarah, totaling 4 people. Data collection techniques are observation techniques and interview techniques. While the data analysis technique used includes four steps namely data collection, data reduction, data presentation, and verification / drawing conclusions. When the study was conducted for 1 (one) month, namely from 18 May to 18 June 2020. The place for this research was Jalemu Msaulan Village, Rungan Barat District, Gunung Mas Regency. As for the Values ​​contained in the Pali Food Ceremony are: 1. Educational Values ​​mutual respect and respect 2. Educational values ​​of mutual cooperation 3. Educational Values ​​in common degrees 4. Educational Values ​​of Religion; Darmawacana / Pandehen to convey the meaning and meaning of Pali food facilities / infrastructure, the incident when Kameluh Putak Bulau Janjulen Karut Limut Batu Kamasan Tambun with Manyamei Tunggul Garing Janjahunan Laut has lived in a house without the bond of husband and wife. Therefore Kameluh Putak Bulau Janjulen Karangan Limut Batu Kamasan Tambun Pajanjuri blood from the first to the twelfth time the event became pali (ancestral teachings) in the Panaturan scripture. It is expected that Hindus Kaharingan continue to read and explore the Values ​​in each Ceremony and continue to improve Sradha and Bhakti to God Almighty.

Peranan Guru Mata Pelajaran Seni Budaya Dan Keterampilan Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII SMPN Satap 2 Sanaman Mantikei Di Desa Tumbang Jala Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan

BELLA PRISTIA
2020 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Bella Pristia, 2020: Peranan Guru Mata Pelajaran Seni Budaya Dan Keterampulan Dalam Meningkatkan Motipasi Belajar Siswa Kelas VIII SMPN SATAP 2 Sanaman Mantikei Di Desa Tumbang Jala Kecamatan Petak Malai. Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag.,M.Si, Pembimbing II Yuni Permata, S.Pd.,M.Pd. Peranan merupakan suatu kedudukan yang dimiliki seseorang, ketka seseorang melaksanakan hak dan kewajibanya sesuai dengan kedudukannya maka orang tersebut telah melaksanakan peranan. Motivasi merupakan proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang idnividu untuk mencapai tujuannya. Proses pembelajaran akan berhasil manakala siswa mempunyai motivasi dalam belajar. Adapun peranan guru sebagai motivator guru harus mampu berperan penting bagi siswa, guru harus mampu meningkatkan kegairahan belajar siswa, menciptakan interaksi belajar siswa, guru harus menciptakan sikap keterbukaan, dan memanfaatkan potensi/ bakat siswa. Berdasarkan latar belakang dimaksud, penulis tertarik untuk menulis skripsi dengan judul: Peranan Guru Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keteramplan dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII SMPN Satap 2 Sanaman Mantikei di Desa Tumbang Jala Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Adapun permasalahn yang dibahas yakni mengenai peranan guru mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Sen Budaya dan Keterampilan, upaya guru mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan kelas VIII SMPN satap 2 Sanaman Mantikei. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) Untuk mengetahui dan mendiskrpsikan peranan guru mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan kelas VIII SMPN Satap 2 Sanaman Mantikei di Desa Tumbang Jala Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. (2) Untuk mengetahui dan mendiskripsikan upaya guru mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan kelas VIII SMPN Satap 2 Sanaman Mantikei di Desa Tumbang Jala Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Jenis penelitian ini adalah penelitaian deskriptif kualitatif, teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori peran dan teori behavioristik. untuk memperoleh hasil yang falid penulis menggunakan metode pendekatan, metode penentuan informan, pengumpulan data dan metode analisis data. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penulisan ini adalah observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriftif kualitatif dengan proses : klasifikasi data, editing, reduksi, dan penstabulasian data. Hasil penelitian ini yaitu tentang Peranan Guru Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keteramplan dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada mata pelajaran seni budaya dan keterampilan Kelas VIII SMPN Satap 2 Sanaman Mantikei di Desa Tumbang Jala Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, peran guru meliputi, menciptakan kegairahan belajar siswa, menciptakan interaksi belajar, menciptakan sikap keterbukaan, dan memaanfaatkan potensi/bakat siswa. Untuk hasil peran guru dalam menciptakan kegairahan belajar dan memanfaatkan potensi/bakat siswa masih belium maksimal dan perlu ditingkatkan sedangkan peran guru dalam menciptakan keterbukaan dan interaksi belajar sudah tergolong baik. Selanjutnya upaya Guru Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keteramplan dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada mata pelajaran seni budaya dan keterampilan Kelas VIII SMPN Satap 2 Sanaman Mantikei di Desa Tumbang Jala Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, sama hal nya dengan peranan upaya juga melipui empat pembahasan, berikut hasilnya, upaya guru dalam menciptakan kegairahan siswa, sikap keterbukaan dan interaksi belajar sudah tergolong baik sedangkan pemanfaatan potensi/bakat siswa belum maksimal dan perlu upaya-upaya yang lebih lagi.

Ritual Hompong Dalam Upacara Perkawinan Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Oreng Kecamatan Tanah Siang Selatan Kabupaten Murung Raya (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)

MARTOKO
2020 · Thesis · Open Access

MARTOKO.2019. Ritual Hompong Dalam Upacara Perkawinan Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Oreng Kecamatan Tanah Siang Selatan Kabupaten Murung Raya (Persepetif Pendidikan Hindu). Skripsi,Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Insititut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya Pembimbing I : Hendri, S.Ag.,M.Si. Pembimbing II: Suwito, S.Ag.,M.Si. Agama adalah suatu kepercayaan dan keyakinan yang turun temurun dari nenek moyang hingga sampai saat ini masih dipercaya oleh umat manusia yang berada didunia ini. Agama Hindu Kaharingan merupakan agama tertua yang berada di Kalimantan terkhususnya di Kalimantan Tengah. Dimana di Kalimantan Tengah terbagi menjadi beberapa sukusalah satunya suku Dayak Siang yang mempercayai agama Hindu Kaharingan sebagai agamanya.Ritual hompong merupakan ritual penyambutan tamu dari luar daerah, pada saat upacara-upacara salah satunya upacara perkawinan yang ada di suku Dayak Siang, yang mengandung makna bagi kehidupan kedua mempelai dan umat Hindu Kaharingan. Proses ritual hompong ini dilaksanakan sebagai wujud bakti atau pun rasa terimakasih kepada mohotara (Tuhan Yang Maha Esa) dan manifdestasinya. Adapun rumusan masalah di dalam penelitian ini adalah 1. Bagaimanakah pelaksanaan ritual hompong dalam upacara perkawinan pada umat Hindu Kaharingan di desa Oreng, Kecamatan Tanah Siang Selatan, Kabupaten Murung Raya? 2. Apakah fungsi dan tujuan ritual hompong dalam upacara perkawinan pada umat Hindu Kaharingan di desa Oreng, Kecamatan Tanah Siang Selatan, Kabupaten Murung Raya? 3. Apasaja nilai-nilai pendidikan ritual hompong dalam upacara perkawinan pada umat Hindu Kaharingan di desa Oreng, Kecamatan Tanah Siang Selatan, Kabupaten Murung Raya? tujuan penelitian ada tiga yaitu untuk mengetahui bagai mana pelaksanaan ritual hompong dalam upacara perkawinan pada umat Hindu Kaharingan di desa Oreng Kecamatan Tanah Siang Selatan Kabupaten Murung Raya, untuk mengetahui fungsi dan tujuan ritual hompong dalam upacara perkawinan pada umat Hindu Kaharingan di desa Oreng Kecamatan Tanah Siang Selatan Kabupaten Murung Raya, dan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan ritual hompong dalam upacara perkawinan pada umat Hindu Kaharingan di desa Oreng Kecamatan Tanah Siang Selatan Kabupaten Murung Raya. Konsep yang diajukan adalah ritual hompong, perkawinan, dan umat Hindu Kaharingan. Teori yan digunakan yaitu teori religi, teori interaksionalisme simbolik, dan teori nilai. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode penelitian kualitatif yaitu penelitian yang dilaksanakan langsung di lapangan. Penelitian dilaksanakan langsung di desa Oreng, Kecamatan Tanah Siang Selatan, Kabupaten Murung Raya. Sumber data yaitu data primer dan data sekunder dengan subyek penelitian basie (rohaniawan), tokoh masyarakan dan penduduk asli yang dianggap mengusai tentang memberikan keterangan yang dapat dibuktikan kebenarannya. Teknik dalam pengumpulan data yang digunakan yaitu: Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi dari ritual hompong yaitu berfungsi sebagai doa, harapan keselamatan bersama, agar tujuan harapan dan cita-cita dapat teruwujud, rukun tenteram dan menjaukan semua rintangan yang disebut dengan dahiyang bahaya. Dalam kehidupan ritual hompong mengandung nilai kebersamaan tamu dengan penduduk setempat dimana tanah dipijak disitu langit dijungjung serta nilai kegotong royongan karena dilaksanakan oleh banyak orang.

Penerapan Model Pembelajaran Langsung (Direct Learning) Terhadap Materi Yoga Dalam Agama Hindu Pada Siswa Hindu Di SMA Negeri 1 Basarang

WIDHIASIH
2020 · Thesis · Open Access

Widhiasih, 2020. Penerapan Model Pembelajaran Langsung (Direct Learning) Terhadap Materi Yoga Dalam Agama Hindu pada Siswa Hindu Di SMA Negeri 1 Basarang, Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag.,M.Si dan Pembimbing II , Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Skripsi ini mengkaji penerapan model pembelajaran langsung (Direct Learning) terhadap materi yoga dalam Agama Hindu pada siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang. Siswa agama Hindu dalam menerima pembelajaran kurangn memahami materi yang disampaikan saat proses belajar mengajar, peserta didik kurang mengamati penjelasan yang disampaikan guru, serta tidak berkembangnya keterampilan siswa karena tidak adanya minat siswa untuk latihan sehingga indikator pencapaian kompetensi pada materi tersebut tidak terpenuhi.Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji tentang: (1) penerapan model pembelajaran langsung (direct learning) terhadap materi yoga dalam agama Hindu pada siswa hindu di SMA Negeri 1 Basarang (2) faktor-faktor penghambat dalam menerapkan model pembelajaran langsung (direct learning) terhadap materi yoga dalam agama Hindu pada siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang (3) implikasi penerapan model pembelajaran langsung (direct learning) terhadap materi yoga dalam Agama Hindu pada siswa hindu di SMA Negeri 1 Basarang. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini dkaji dengan teori belajar perilaku behavioristik, teori belajar konstruktivisme dan teori belajar kognitivisme. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) penerapan model pembelajaran langsung (direct learning) terhadap materi yoga dalam agama Hindu pada siswa hindu di SMA Negeri 1 Basarang dilaksanakan dengn lima fase yaitu menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan, membimbing pelatihan, mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik, serta memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan dengan mengikuti langkah-langkah dalam RPP; (2) faktor-faktor penghambat dalam menerapkan model pembelajaran langsung (direct learning) terhadap materi yoga dalam agama Hindu pada siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang, yaitu faktor internal guru karena faktor usia dan faktor internal siswa karena kurangnya disiplin siswa dalam melakukan latihan terbimbing ataupun latihan mandiri, sedangkan faktor eksternal sarana prasarana yang tidak memadai seperti sarana penunjang dalam yoga yaitu matras; (3) implikasi penerapan model pembelajaran langsung (direct learning) terhadap materi yoga dalam Agama Hindu pada siswa hindu di SMA Negeri 1 Basarang, yaitu implikasi positif yaitu memberikan pemahaman dan penjelasan mengenai konsep pelajaran yang mudah dimengerti siswa, dan meningkatkan keterampilan siswa dalam melakukan yoga 2) Implikasi Negative yaitu siswa akan melewati hal-hal yang dipraktekkan guru jika kurang mengamati guru.

PENERAPAN METODE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA AGAMA HINDU DI SDN TAJAU PECAH 2 KECAMATAN BATU AMPAR KABUPATEN TANAH LAUT

PUTU RIANTIKA SARI
2020 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Sari, Putu Riantika. 2020. Penerapan Metode Make A Match Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Agama Hindu Di SDN Tajau Pecah 2 Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut. Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Lamri, S.Pd.,M.Pd.H Skripsi ini mengkaji penerapan metode make a match untuk meningkatkan hasil belajar siswa agama Hindu di SDN Tajau Pecah 2 Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut. Siswa agama Hindu dalam menerima pembelajaran agama mengalami kesulitan untuk memahami materi pelajaran yang disampaikan dengan metode ceramah dan mengakibatkan siswa bosan dan jenuh dalam pembelajaran sehingga hasil belajarnya rendah, oleh karena itu diperlukan metode lain yang dapat membuat pembelajaran menjadi menyenangkan dan meningkatkan minat belajar siswa sehingga membantu meningkatkan hasil belajar siswa agama Hindu di SDN Tajau Pecah 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji tentang (1) Penerapan metode pembelajaran dalam pembelajaran agama Hindu di SDN Tajau Pecah 2 Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut (2) Penerapan metode make a match dalam meningkatkan hasil belajar siswa agama Hindu di SDN Tajau Pecah 2 Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut (3) Hasil belajar siswa SDN Tajau Pecah 2 Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut pada pembelajaran agama Hindu setelah diterapkan metode make a match. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penentuan sampel menggunakan teknik sampel total. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori behavioristik, teori humanistik dan teori implementasi/penerapan. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) Penerapan metode pembelajaran dalam pembelajaran agama Hindu di SDN Tajau Pecah 2 Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut dalam kegiatan belajar mengajar guru agama Hindu sangat sering menggunakan metode pembelajaran dalam pembelajaran agama Hindu. Adapun metode yang digunakan adalah metode ceramah, metode diskusi, metode pemberian tugas, metode demonstrasi dan metode mencari pasangan (make a match); (2) Penerapan metode make a match dalam meningkatkan hasil belajar siswa agama Hindu di SDN Tajau Pecah 2 Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut, langkah-langkahnya sebagai berikut; Guru agama Hindu menyiapkan kartu yang berisi soal dan kartu berisi jawaban, Guru agama Hindu membagi kelompok, dimana dalam satu kelompok terdiri dari 2 siswa, Guru membagikan kartu kepada masing-masing kelompok secara acak, Tiap kelompok mencari pasangan kartu yang cocok dengan kartu yang didapatnya, Guru bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan terhadap materi pelajaran; (3) Hasil belajar siswa agama Hindu setelah diterapkan metode make a match yaitu siswa dapat menerima apa yang disampaikan oleh guru agama Hindu, hasil belajar siswa menjadi sangat baik dan meningkat.

Dampak Penerapan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Terhadap Sistem Pertanian Ladang Berpindah Di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara

RUNDAPANO
2020 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Rundapano, 2020 Dampak penerapan undang-undang nomor 32 Tahun 2009 Terhadap sitem pertanian ladang berpindah di desa Benao Hilir kecamatan Lahei Barat kabupaten Barito Utara, Skripsi Strata satu Program Studi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, pembimbing I Mariatie S.Ag., M.Si, Pembimbing II Sri Kayun SH., M.Si Setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tentunya ada memiliki dampak di dalam kehidupan masyarakat seperti halnya dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Terhadap Sistem Pertanian Ladang berpindah. Masyarakat Kalimantan Tengah telah lama mengenal pembukaan lahan ladang berpindah dengan kearifan lokal suku dayak yang bertujuan untuk melestarikan keaneka ragam hayati, diladang petani menanam benih-benih lokal seperti mentimun, singkong, labu karet dan sayuran. Masyarakat membuka lahan pertanian dengan cara tebang, bakar, namun masyarakat petani yang berada di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat tidak semena-mena atau membabi buta dengan lahan. Masyarakat petani mengunkan beberapa tahap seperti, menebang pohon, membersihkan pinggir-pinggir ladang, penanaman benih padi, agar nantinya tidak berdampak bagi ekosistem habitat hewan, tumbuhan dan bagi masyarakat juga. Berdasarkan hal tersebut rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:(1). Bagaimana dampak dari penerapan undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 Terhadap sistem pertanian ladang berpindah di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara?, (2). Bagaimana Upaya pemerintah untuk melestarikan sistem pertanian ladang berpindah di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Perlindungan Hukum dan teori Efektivitas Hukum jenis penelitian ini adalah penelitian kualintatif dengan mengambil lokasi penelitian di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara, sedangkan guna mendapatkan data yang valid, peneliti menggunakan teknik Obvservasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun yang menjadi informan penelitian ini ialah Masyarakat petani dengan sistem pertanian ladang berpindah sebagai Kunci utama dan kepala Desa. Hasil analisa yang dapat diperoleh sistem pertanian ladang berpinndah yaitu masyarakat peladang masih kuat kearifan lokal berladang dengan sistem berpindahpindah dan hal tersebut menjadi budaya masyarakat Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Kata kunci : Dampak penerapan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Terhadap sistem pertanian ladang berpindah.

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SMA NEGERI 1 ANTANG KALANG KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR (PENDEKATAN KURIKULUM 2013)

SUELDI
2020 · Thesis · Open Access

ABSTRAK SUELDI, 2020. Pelakasanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMA Negeri 1 Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur (Pendekatan Kurikulum 2013) Skripsi, Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. Drs. I Wayan Karya, M,Pd.,M.Si Pembimbing II : Mitro, SP.d.,M.Si Penelitian ini membahas tentang pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Hiindu dalam kontek Kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Antang Kalang. Kajian penelitian ini dilatarbelakangi oleh berubahnya pemberlakuan penerapan kurikulum 2006 (KTSP) menjadi kurikulum 2013. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan: (1) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Hindu Kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Antang Kalang? (2) Kendala apa yang dihadapi dalam pelakanaan pembelajaran pendidikan agama Hindu dalam pendekatan kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Antang Kalang?.. Penelitian ini merupakan penelitian Dekriftif Kualitatif. Lokasi penelitian yaitu di SMA Negeri 1 Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur. Dengan Subjek penelitian ini adalah Kepala sekolah, Guru Agama Hindu dan Siswa-siswi yang beragama Hindu di SMA Negeri 1 Antang Kalang Untuk memperoleh data , penulis menggunakan teknik perolehan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan sumber data dianalisis menggunakan teknis analisis data model Miles dan Huberman. Kajian ini menunjukkan bahwa: Persiapan sekolah sebelum menerapkan kurikulum 2013 yaitu telah dilaksanakan pelatihan dan pendampingan kurikulum 2013 kepada kepala sekolah dan guru, melengkapi sarana dan prasarana sekolah. Sedangkan dalam melaksanakan pembelajaran pendidikan agama hindu, guru telah melakukan kegiatan yang mendidik melalui kegiatan awal atau pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Dalam pembelajaran, guru telah menerapkan pendekatan saintifik dalam kegiatan inti meliputi mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan serta pelaksanaannya juga telah berlangsung sesuai kurikulum yang diterapkan meskipun belum sepenuhnya dikarenakan terdapat kendala-kendala yang dihadapi seperti sarana prasarana yang belum memadai, literature pembelajaran pendidikana agama Hindu berupa buku-buku berbasis kurikulum 2013 belum ada dan sebagainya. Temuan tersebut memberikan acuan bagi guru dan sekolah dalam memperbaiki peranannya dalam manajemen pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 Kata Kunci : Pelaksanaan, Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, Kurikulum 2013