ROLIGON
2020 · Thesis · Open Access
Guru agama Hindu harus mau berubah dan tanggap kepada perubahan, harus siap dan merancang perubahan pola pembelajaran, terutama menghadapi semester baru ini. Sudah siapkah guru agama Hindu menghadapi tantangan tersebut, tentunya ini menjadi permasalahan pendidikan agama Hindu yang harus dihadapi bersama oleh seluruh komponen pendidikan agama Hindu. Untuk itu peneliti tertarik untuk mengkaji tentang Studi Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Era New Normal di SMAN 1 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Tujuan Penelitian untuk mengetahui tentang pelaksanaan dan kendala pembelajaran pendidikan agama Hindu era new normal di SMAN 1 Timpah Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Lokasi penelitian di SMAN 1 Timpah. Hasil penelitian sebagai berikut: Proses penyusunan perencanaan pembelajaran pada masa new normal covid 19 sudah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dimana RPP dan Silabus pendidikan agama Hindu sudah di modifikasi menjadi RPP satu lembar, mengacu kepada kurikulum K13. Proses pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan sistem gabungan antara daring dan luring yaitu blanded learning. Sistem Blanded Learning ini juga bukan murni Blanded Learning seperti dalam artian sesungguhnya yaitu pengabungan daring dan luring dengan melaksanakan pembelajaran di dalam kelas, melainkan siswa hadir di sekolah sesuai dengan jadwalnya hanya untuk mengantarkan atau mengumpulkan tugas yang berikan oleh guru mata pelajaran sesuai dengan jadwal pelajaran. beberapa kendala, dimana guru agama Hindu mengalami kesulitan untuk menyampaikan proses apersepsi, menjelaskan materi dan proses tanya jawab akibat dari penerapan belajar dari rumah. Sehingga pembelajaran dengan tatap muka tidak dapat dilaksanakan, dengan sistem daring pun tidak bisa dilaksanakan terkendala jaringan.
RUWENA
2020 · Thesis · Open Access
skdnajdsd,msdmf
LIDA SUMANTI
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Lida Sumanti, 2020. Peranan Orang Tua Dalam Pembinaan Pendidikan Agama Hindu di SMP Garing Tarantang Tumbang Manggu Kabupaten Katingan. Skripsi Jurusan Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I, Dr. Pranata,S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II, Ni Nyoman Sumarni,S.Ag.,M.Si. Pada perkembangan kehidupan manusia yang semakin kompleks dan maju ini, maka pendidikan keluarga harus lebih mengutamakan pembentukan pribadi yang bersifat alami. Karena keluarga merupakan pertumbuhan anak yang pertama, dimana ia mendapatkan pengaruh-pengaruh baik dan buruk dalam anggota keluarga. Dilihat dari faktor pendidikan tentunya peranan orang tua sangat dibutuhkan dalam memberikan pendidikan agama Hindu di dalam keluarga selain dari sekolah. Dengan tujuan penelitian yaitu: 1) Untuk mengetahui peranan orang tua terhadap pembinaan pendidikan Agama Hindu. 2) Untuk mengetahui tentang faktor-faktor penghambat bagi orang tua terhadap peningkatan prestasi belajar pendidikan Agama Hindu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Lokasi penelitian di SMP Garing Tarantang Tumbang Manggu Kabupaten Katingan. Hasil penelitian sebagai berikut: Peran orang tua dalam pembinaan kepribadian anak, dapat disimpulkan bahwa orang tua siswa sudah memberikan nasehat-nasehat, mengajari anak-anaknya dengan ajaran agama serta perbuatan-perbuatan yang baik, memperhatikan anak-anaknya walaupun sibuk bekerja mencari nafkah, serta menganjurkan mereka untuk selalu rajin belajar dan bersekolah. Peran orang tua dalam mengembangkan pendidikan agama kepada anak-anaknya, dapat disimpulkan bahwa orang tua jarang untuk memperhatikan atau mengembangkan pelajaran agama Hindu anak-anak mereka, karena kesibukkan mereka untuk mencari nafkah. Hanya sebagian keluarga saja yang menyatakan menanyakan hasil pendidikan anaknya. Peran orang tua tentang penanaman nilai-nilai etika bagi anak-anak dalam pergaulan sehari-hari, dapat disimpulkan bahwa orang tua sudah memberikan penanaman nilai-nilai etika kepada anak-anaknya, melalui nasehat-nasehat, mengajarkan tentang hal-hal baik, mengajarkan nilai-nilai agama dan moral. Faktor-faktor penghambat bagi orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar anaknya, hampir semuanya menyatakan bahwa kurangnya pengetahuan orang tua dalam pendidikan agama Hindu, kurangnya buku-buku pelajaran pendidikan agama Hindu, serta faktor kesibukan orang tua yang banyak waktunya untuk mencari nafkah.
DIKO SUGIRUSTO
2020 · Thesis · Open Access
Proses pembelajarante ntunya menumbuh dan mengembangkan pendidikan yang bermuthu diperlukan proses belajar yang baik, agar mutu pendidikan lebih baik. Diharapkan proses belajara yang lebih efektif dan efisen.Sehingga semakin tinggi mutu pendidikan, diharapkan semakin baik hasil belajarnya dan semakin banyak masalah belajar yang dialami memungkinkan semakin tinggi peroleh hasil belajarnya. Berdasakan latar belakang diatas, maka penelitian ini ada tiga permasalahan yang dibahas yaitu:(1)Bagaimanakah Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMKN 1 Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas,(2)Apa Upaya Yang Dilakukan Oleh Guru Agama Hindu Di Dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMKN 1 Mihing Raya, (3) Kendala Apakah Yang Dirasakan Oleh Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Pelaksanakaan Pembelajaran Agama Hindu Di SMKN 1 Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Tujuan umum dari penelitian ini yaitu untuk memahami bagaimana proses pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMKN 1 Miihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Memahami bagaimana proses pembelajaran pendidikan agama Hindu yang lebih baik. Sehingga secara otomatis akan membuat pradigma mengajar guru dari yang bersifat teacher centred (berpusat pada siswa) mengetahui bagaimana faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : (1) Teori Kontrukvisme dari Yamin, (2) Teori Kognivisme dari Jerome Bruner, (3) Teori Humanistik dari Carl R.Rogers. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data data adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang sudah diperoleh dianalisis dengan metode diskkriptif kualitatif dengan langkah yaitu,reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun lokasi penelitian dilaksanakan di SMKN 1 Mihing Raya kabupaten Gunung Mas. Berdasrkan judi penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif. Dari analisis data diatas dapat disimpulkan,(1)Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu sangat penting dan wajib bagi peserta didik yang dimana bertujuan untuk menumbuh kembangkan dan meningkatkan Sradha dan Bhakti siswa terhadap Ida Sanghyang Widhi Wasa melalui pelatihan penghayatan dan pengalaman ajaran agama Hindu,(2) Peran guru dalam proses pembelajaran adalah menjadi fasilitator bagi para siswa, memberikan motivasi,sebagai evaluator atau guru yang memberikan penilaian untuk mengetahui apakah tujuan yang telah dirumuskan tercapai atau tidak dan kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa
YUNITA MADELIA PRANSISKA
2020 · Thesis · Open Access
Skripsi ini mengkaji Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing suasana belajar di kelas kadang proses belajar siswa terhambat karena apa yang dijelaskan lain dari materi yang dicatat oleh siswa. Berdasarkan dari latar belakang tersebut, Skripsi ini mengkaji tentang (1). Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing (2) Kendala Atau Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dekomentasi. Teknik analisis data yang dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hal penelitian ini dikajikan dengan teori peran, teori Behaviorisme. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing, yang di lakukan Selaku guru mata pelajaran Agama Hindu dalam pelaksanakan evaluasi pembelajaran guru melaksanakan evaluasi yaitu evaluasi formatif digunakan unruk mengevalusai kemajuan belajar siswa selama berlangsungnya proses belajar menjagar disekolah, evaluasi sumatif adalah penilaian yang dilakukan pada akhir dari suatu unit kegiatan belajar mengajar tertentu (cawu/semester) yang bertujuan untuk mengambil keputusan tentang berhasil (lulus) atau gagalnya (tidak lulus) suatu proses pembelajaran, (2) Kendala Atau Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing yaitu Faktor penghambat evaluasi ini kesulitan guru dalam menyesuaikan kurikulum, karena di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing Berlaku Kurikulum K13, jadi dari KTSP ke Kurikulum K13, harus ada penyesuaian-penyesuaian banyak terjadi perubahan dalam hal evaluasi ini jadi kesulitan guru pada penyesuaian evaluasi, untuk K13 guru juga kerepotan yaitu karena katerian pelajaran terlalu banyak tagihan.
ERJO
2020 · Thesis · Open Access
Penanaman Nilai-Nilai pendidikan dalam melaksanakan Basarah merupakan penanaman yang sangat penting. Penanaman Nilai-nilai dalam melaksakan Basarah tersebut yaitu sebagai berikut: Ketua Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan adalah pemimpin bagi umat Hindu Kaharingan yang berada di Desa tersebut. Yang mana sudah diberikan tugas dan tanggung jawab untuk memimpin umat. selain majelis kelompok, tenaga penyuluh tersebut, melakukan penanaman terhadap pelaksanaan Basarah misalkan Basarah di tempat balai dan di tempat orang meninggal (Basarah Ampung). Sehingga dengan adanya permasalahan diatas penulis tertarik untuk mengkaji: 1.Bagaimana Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu di Desa Tumbang Gaei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. 2.Bagaimana Peran pengurus Lembaga Agama Hindu pada pelaksanaan Basarah di desa tumbang gaei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. 3. Bagaimana Implikasi Penanaman Nilai-Nmilai Pendidikan Agama Hindu di Desa Tumbang Gaei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.Tujuan umum mengacu pada judul. 2.Tujuan Khusus yaitu untuk mengetahui tentang penanaman Nilai-Nilai, Pendidikan Agama Hindu dan untuk mendapatkan gambaran tentang penanaman Lembaga agama Hindu di Desa Tumbang gaei kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. Metode yang digunakan dalam ini adalah kualitatif, Teknik penentuan informan yang digunakan adalah Proposive Sampling yang terdiri Ketua Majelis, tokoh-tokoh agama Hindu, dan umat yang beragama Hindu di Desa Tumbang Gaei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. Jenis dan sumber data yaitu: data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya dianalisis dengan teknis analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Berdasakan Hasil penelitian: Bagaimana penanaman nilai-nilai pendidikan agama Hindu pada pelaksanaan Basarah di Desa Tumbang Gaei Kecamatan Bukit Raya kabupaten katingan. .2. bagaimana peran pengurus lembaga Hindu, dalam penanaman nilai-nilai pendidikan agama Hindu pada pelaksanaan Basarah di Desa Tumbang Gaei. 3. Implikasi penanaman nilai-nilai pendidikan agama Hindu pada pelaksanaan Basarah di Desa Tumbang Gaei kecamatan Bukit Raya Kabupaten katingan.
MERIWATIE
2020 · Thesis · Open Access
Teachers as educational staff greatly determine the success of educational goals and also the level of educational quality, this is because the teacher has a strategic position to teach students directly. Teacher also has a role as a planner and a person who provide guidance to the students so they can be able to compete in the global era. This study aims to evaluate teachers’ performance on the Hindu learning management in Senior High Schools of Katingan District Academic Year 2020/2021 viewed by the aspects: (1) planning management, implementation, and learning evaluation and also (2) the utilization management of learning evaluation results. Population in this study were 262 people consisting of 5 headmasters, 5 hindu teachers, and 252 students in Senior High Schools of Katingan District from 4 (four) sub-districts in Katingan District. The sampling technique used was purposive sampling technique of 50% of the total students’ population, in order to obtain a total sample of 136 people consisting of 126 students, 5 Hindu teachers, and 5 headmasters. The performance evaluation model in this study uses a quantitative approach Countenance Evaluation Model by Robert E. Stake, which was to compare perfomance from several dimensions of ideal criteria theoretically with the reality actual performance. Collecting data using observation, questionnaires, interviews, and documentation. The data analysis technique used was descriptive quantitative statistics and categorization. The results of this study indicate that: (1) The performance of teachers in planning management, implementation, and Hindu learning evaluation in Senior High Schools of Katingan District as follows: (a) The performance of teachers in the management of learning planning activities was mostly in the very good category, (b) The performance of teachers managing the implementation of Hindu learning activities in Senior High Schools of Katingan District, included activities: opening lessons and notification of learning subjects, variations in the use of learning methods, class management, and closing learning, including in the very good category. However, in terms of the use of learning media and student motivation categorized as good as it is. (c) The performance of teachers managing the evaluation of Hindu learning activities in Senior High Schools in Katingan District academic year 2020/2021, as follows: the evaluation results of student learning class X and XI an average of 74,16% categorized as quite good, likewise in terms of remedial and enrichment activities, it was categorized as good enough, however in term of notification of test results it was categorized as good. (2) The performance of teachers managing the utilization of the evaluation results of Hindu religious learning in Senior High Schools of Katingan District Academic Year 2020/2021, as follows: as an effort to increase student learning motivation, as an effort to improve teacher teaching patterns, and as an effort to improve student learning patterns were categorized as quite good. Based on the research analysis with the proposed hypothesis, the results of this study indicated that the performance of teachers on the Hindu learning management in Senior High Schools of Katingan District still not entirely implemented properly. Therefore, null Hypothesis (H0) which states that: “The teachers’ performance on the Hindu learning management in Senior High Schools of Katingan District Academic Year 2020 were not too good” has been received, so that the Working Hypothesis (H1) which states that: “The performance of teachers on the Hindu learning management in Senior High Schools of Katingan District Academic Year 2020 was very good” has been rejected.
YUNITA
2020 · Thesis · Open Access
YUNITA, 2020. Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SD NEGERI 1 Desa Penda Muntei Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas, Skripsi Jurusan Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang(IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing(I) LILIK, S.Ag.M.Pd.H Pembimbing (II) Dr. I Putu Widyanto,M.Pd.H Dalam proses belajar mengajar, guru memegang peran penting karena bertindak sebagai pengelolaan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan interaksi pembelajaran dan pengawasan pembelajaran yang menghasikan proses belajar mengajar yang mudah direncanakan, dilaksanakan, dan dikendalikan dengan baik sehingga bertujuan pembelajaran dapat tercapai secara efiktif dan efisian. Guru bertindak sebagai perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan dalam memberikan motivasi kepada siswa, agar terjadi proses interaksi yang memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar dengan baik. Dalam pelaksanaan tugasnya sebagai penyaji pelajaran khususnya didepan kelas, guru tidak hanya dituntut menyusun perencanaan pengajaran dan mentransfer pengetahuan dan pembelajaran yang disajikan kepada para siswanya. Tetapi guru juga harus mentransfer kecakapan rasa yang terkandung dalam materi pelajaran yang disajikan. Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang persiapan dan pelaksanaan mengajar guru mata pelajaran Agama Hindu di SD Negeri 1 Desa Penda Muntei Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pengelolan perencanaan,pelaksanaan dan proses pengawasan belajar mata pelajaran Agama Hindu di SD Negeri 1 Desa Penda Muntei Kecamatan Kapuas tengan Kabupaten Kapuas. Metode penelitian yang saya adalah deskritif kualitatif dalam pelaksanaan penelitian ini, ditetapkan sebagai Informan adalah Kepala Sekolah, guru mata pelajaran Agama Hindu. Untuk memperoleh data penelitian digunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawacara dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa : (a) persiapan pembelajaran yang dilakukan oleh guru mata pelajaran agama Hindu di SD Negeri 1 Desa Penda Muntei Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas termasuk kategori efektif, karena guru ada membuat silabus, penyusunan RRP yang berdasarkan permendikbut No.22 Tahun 2006 tentang standar proses pendidikan dasar dan Menengah. (b) pelaksanaan pengelolaan pembelajaran agama Hindu di SD Negeri 1 Desa Penda Muntei Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas, meliputi: (1) pengelolaan pembelajaran dalam pembukaan materi pelajaran dan pemberitahuan, termasuk yang sangat efektif, (2) kegiatan evaluasi pembelajaran dalam bentuk pratest termasuk kategori baik dan evaluasi pembelajaran dalam bentuk pratest termasuk kategori cukup baik, (3) kegiatan tindak lanjut hasil evaluasi pembelajaran dalam hal pemberitahuan hasil evaluasi termasuk kategori cukup baik, dengan demikian disarankan, agar guru agama Hindu di SD Negeri-1 Desa Penda Muntei Kecamatan Kapuas Tengah Kabupanten Kapuas lebih memantapkan lagi persiapan mengajarnya, sehingga pelaksanaan mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien. (c) pengawasan pengelolaan pembelajaran agama Hindu di SD Negeri 1 Penda Muntei Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas terbagi menjadi dua, yaitu pengawasan dari segi Kepala Sekolah dan Guru agama Hindu. Pengawasan yang dilakukan oleh kepala sekolah mengenai pembelajaran mata pelajaran agama Hindu dapat dikatakan cukup baik, sedangkan pengawasan yang dilakukan oleh guru agama Hindu juga termasuk kategori baik karena pihak guru selalu mengawas dan mengamati perkembangan siswa oleh karena itu, kegiatan pembelajaran menjadi efektif dan efisien.
MADE WIYASA DWI PUTRA
2020 · Thesis · Open Access
Skripsi ini mengkaji eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Basarang Jaya. Fenomena yang terjadi pada muda-mudi di Desa Basarang Jaya karakter anak didiknya masih kurang baik dengan maraknya kasus balap liar dan tindakan yang menyimpang dari ajaran agama Hindu, tetapi setelah mereka mengikuti pendidikan di pasraman anak didik yang semulanya kurang memiliki sopan santun terhadap orang tua, seiring berjalannya waktu perubahan menjadi lebik baik dialami peserta didik setelah mengikuti pasraman. Berdasarkan uraiaan tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Basarang Jaya?, 2) Bagaimanakah upaya untuk memaksimalkan eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Basarang Jaya?, 3) Apakah implikasi eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam pendidikan karakter bagi Sisya Hindu dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Basarang Jaya?, Tujuan umum dari penelitian ini mengkaji lebih dalam untuk menemukan ilmu pengetahuan agama dan pendidikan tentang eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam pendidikan karakter sisya di Desa Basarang Jaya. Hasil peenelitian ini dikaji dengan teori eksistensi, teori motivasi, dan teori evaluasi/implikasi. Metode penelitian yang digunakan metode deskriftif kualitatif. Jenis sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purpossive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran dan intepretasi, serta penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori eksistensi maka diperoleh bahwa eksistensi Pasraman dharma Sentana dalam pendidikan karakter bagi sisya Hindu yakni adanya Kegiatan persembahyangan, prakter sarana upacara, kegiatan pembelajaran pasraman, kegiatan Dharma Tula, kegiatan bhakti sosial. Upaya untuk memaksimalkan eksistensi dari Pasraman Dharma Sentana di analisis dengan teori motivasi, maka diperoleh data yakni dengan cara Meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan kemandirian siswa, meningkatkan tanggung jawab siswa, meningkatkan sistem pendidikan, meningkatkan peran lembaga, dan meningkatkan sarana prasarana yang ada di Pasraman Dharma Sentana. Implikasi Pasraman Dharma Sentana dianalisis dengan teori Implikasi terbagi menjaddi dua implikasi, pertama implikasi positif dan kedua implikasi negative. Implikasi positifnya yakni mencakup 18 standard nilai karakter, sedangkan implikasi negatifnya yakni kurangnya waktu bermain, terdampak covid-19, bertambahnya biaya uang jajan, berkurangnya waktu membantu orang tua.
JELINA
2020 · Thesis · Open Access
Penerapan Nilai - Nilai .......................
RAKUNI
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAKSI Rakuni, 2020. Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN-1 Kamawen Kecamatan Montallat Kabupaten Barito Utara. Skripsi. Strata Satu. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Bapak Mitro, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II Ibu Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si. Pengelolaan pembelajaran penting dilakukan untuk memudahkan proses belajar mengajar untuk mencapai hasil yang maksimal. Namun pada kenyataannya pengelolaan pembelajaran pendidikan agama Hindu SDN-1 Kamawen belum sepenuhnya efektif apabila tidak didukung oleh beberapa pihak yang terkait termasuk kepala sekolah dan guru agama Hindu di sekolah tersebut. Penelitian bertujuan (1) mengetahui perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-1 Kamawen; (2) mengetahui pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-1 Kamawen; (3) mengetahui pengawasan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-1 Kamawen. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori manajemen pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di SDN-1 Kamawen. Sumber data dalam penelitian ini ada dua yaitu data primer ( data dari guru mata pelajaran agama Hindu dan kepala SDN-1 Kamawen ) dan data sekunder ( literature, buku, artikel, jurnal, serta situs internet yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan ). Informan ditentukan secara purposive. Peneliti bertindak sebagai instrument utama dibantu dengan menggunakan pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Palaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-1 Kamawen secara keseluruhan sudah di lakukan oleh guru mata pelajaran agama Hindu di SDN-1 Kamawen dengan cukup baik. Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN-1 Kamawen sudah dilakukan tetapi secara keseluruhan belum optimal atau kurang baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran diantaranya kurangnya keaktifan guru dalam hal penyampaian pembelajaran, minimnya bahan belajar atau sumber belajar, prasarana dan sarana yang ada disekolah sangat terbatas.
MIRA ASMARA
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK MIRA ASMARA, 2020. Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Visual Mata Pelajaran Agama Hindu Siswa Kelas VIIISMP Negeri1 Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas.FakultasDharma Acarya. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing IDr. Drs. I Wayan Karya.,M.Pd.,M.Sidan Pembimbing IIHendri, S. Ag., M. Si Dalam proses belajar mengajar Media itu tidak dapat dipisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya. Begitu juga halnya fenomena yang terjadi dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri 1 Manuhing RayaKelurahan TehangKabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah, penerapan media pembelajaran telah dilakukan demi tercapainya hasil belajar yang diinginkan akan tetapi belum diketahui apakah penggunaan media pembelajaran berbasis visual tersebut dapat berpengaruh terhadap hasil atau prestasi belajar siswa dalam Perspektif Pendidikan Agama Hindu. Dari gambaran di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini yaitu Bagaimana Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Visual Terhadap Hasil Belajar Siswa Hindu Dalam Mata Pelajaran Agama Hindu di SMP Negeri 1 Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas? Manfaat Penelitian adalah Memberikan suatu masukan kepada guru Agama Hindu agar dapat menggunakan media pengajaran sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai secara efektif dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 18 siswa Hindu kelas VIIISMP Negeri 1 Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas,sedangkan Sampel Penelitian berupa sampel total yaitu seluruh populasi dijadikan sampel. Teknik Pengumpulan Data menggunakan Teknik Observasi, wawancara, dokumentasi dan eksperimen. Teknik Analisa Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Uji t, yaitu untuk mengetahui tentang pengaruh penerapan media pembelajaran berbasis visual mata pelajaran Agama kelas VIII di SMP Negeri 1 Manuhing Raya Kabupaten Gunung MasTahun Ajaran 2019/2020. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Mean atau Rata-rata ( = 76,78dan = 70,72, Standar Deviasi ( = 6,7 dan = 3,09), Varian( = 44,89 dan = 9,51), Korelasi( r )=-0,59, r (determinan) = 34,81%. Dari perhitungan uji t diperoleh nilai t hitung sebesar 1,28. Dengan db sebesar 16 diperoleh t pada taraf signifikansi 5% sebesar 1,746. Karena “t” yang diperoleh dalam perhitungan (t ) lebih kecil dari pada t 1,281,746, maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan media pembelajaran berbasis visual terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran agama Hindu di SMP Negeri 1 Manuhing RayaKelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga hipotesis ( ) bahwa penerapan media pembelajaran berbasis visual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran agama Hindu di SMP Negeri 1 Manuhing Raya Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Ma Provinsi Kalimantan Tengah ditolak dan hipotesis ( ) bahwa penerapan media pembelajaran berbasis visual tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa Hindu dalam mata pelajaran agama Hindu di SMP Negeri 1 Manuhing Raya Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah. Terkait dengan hasil penelitian ini disarankan agar guru agama Hindu lebih memberikan perhatian terhadap cara penyampaian materi pelajaran kepada siswa terutama penggunaan media pengajaran yang trepat sesuai dengan pokok bahasan atau materi yang disampaikan demi kemajuan prestasi siswanya.
I MADE DIANA
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Diana, I Made. 2020. Kinerja Guru Pendidikan Agama Hindu Tingkat Sekolah Dasar di Kecematan Kahayan Hilir. Tesis Program Studi Magister Pendidikan Hindu Program Pascasarjana Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing (I) Dr.Drs. I Wayan Karya, M.Pd., M.Si.dan Pembimbing (II) Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A. Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran sangat penting untuk menumbuhkan daya dan minat belajar bagi peserta didik, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan peserta didik sehingga peserta didik termotivasi untuk belajar lebih baik. Kinerja guru sangat menentukan kualitas pembelajaran yang baik bagi peserta didik di sekolah, yaitu kualitas peserta didik yang memiliki kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan, memiliki keterampilan dan akhlak mulia yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan ajaran Hindu. Guru pendidikan agama Hindu tingkat sekolah dasar di Kecamatan Kahayan Hilir saat ini masih memerlukan peningkatan kompetensi sebagai guru melalui pelatihan yang dilakukan oleh pengawas dan kepala sekolah. Penelitian ini dilakukan untuk dapat mengetahui bagaimana kinerja gurupendidikan agama Hindu tingkat sekolah dasar di Kecamatan Kahayan Hilir dengan tujuan untuk melihat dan mengetahui realitas kinerja guru pendidikan agama Hindu tersebut. Penelitian ini terdiri atas enam sampel, yaituguru pendidikan agama Hindu SDN Mintin 1, guru pendidikan agama Hindu SDN Trisari 1, guru pendidikan agama Hindu SDN Mantaren 2, guru pendidikan agama Hindu SDN UPT Anjir Pulang Pisau, guru pendidikan agama Hindu SDN Kalawa 1, dan guru pendidikan agama Hindu SDN Buntoi 2. Jenis metode yang digunakan adalah metode campuran (Mixed Methods). Data diperoleh dari hasil observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dibagi menjadi dua, yaitu(1) pengolahan data dari informan: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data, (2) pengolahan data dariangket: editing dan scoring. Hasil analisis dari wawancara guru pendidikan agama Hindu dan kepala sekolah serta angket setelah dianalisis dengan metode campuran (Mixed Methods), yaitu penyematan data kualitatif dalam desain penelitian kuantitatif (nestingqualitative data in quantitative designs), kemudian dikonsultasikan dengan Penilaian Acuan Patokan (PAP) kinerja guru pendidikan agama Hindu. Hasilnya, yaitu (1) guru pendidikan agama Hindu SDN Mintin 1 masuk dalam kategori baik, dengan persentase ketercapaian 79,61%;(2) guru pendidikan agama Hindu SDN Trisari 1 hasilnya masuk dalam kategori baik dengan persentase ketercapaian 87,07%; (3) guru pendidikan agama Hindu SDN Mantaren 2 hasilnya masuk dalam kategori baikdengan persentase ketercapaian 87,07%(3) guru pendidikan agama Hindu SDN UPT Anjir Pulang Pisau hasilnya masuk dalam kategori baik dengan persentase ketercapaian 73,21%;(4) guru pendidikan agama Hindu SDN Kalawa 1 hasilnya masuk dalam kategori baik dengan persentase ketercapaian 80,65%;(5) guru pendidikan agama Hindu SDN Buntoi 2 hasilnya masuk dalam kategori baik dengan persentase ketercapaian 82,44%.
PIPIT NEKY
2020 · Thesis · Open Access
Skripsi ini mengkaji Upacara Totoh Numbeng pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Dirung Bakung Kecamatan Tanah siang Kabupaten Murung Raya. Masyarakat secara umum dan Umat Hindu Kaharingan khususnya belum banyak yang memahami tentang Upacara Totoh Numbeng apa lagi mengenai bentuk, tujuan dan nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Upacara Totoh Numbeng menjadi upacara penting dalam mengembalikan unsur Panca Maha Bhuta apa lagi di dunia moderen sekarang ini. Berdasarkan masalah tersebut penelitian ini mengkaji dengan rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana bentuk pelaksanaan Upacara Totoh Numbeng pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Dirung Bakung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya?, 2) Apa tujuan pelaksanaan Upacara Totoh Numbeng pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Dirung Bakung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya?, 3) Bagaimana Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu yang terdapat dalam Upacara Totoh Numbeng pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Dirung Bakung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya?. Tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk mengetahui tentang bentuk, tujuan Upacara Totoh Numbeng pada umat Hindu Kaharingan serta kaitannya dengan nilai-nilai pendidikan Agama Hindu, dan menambah wawasan bagi masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Dirung Bakung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Dalam konsep penelitian ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu Upacara Totoh Numbeng, Umat Hindu Kaharingan, Perspektif Pendidikan Agama Hindu. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1) Teori Fungsional Struktural, 2) Teori Religi dan 3) Teori Nilai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif, teknik penetuan informan yang digunakan yakni Random Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumntasi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verivikasi. Dari hasil penelitian menjelaskan bahwa Upacara Totoh Numbeng terdiri dari tahap persiapan, waktu pelaksanaan Upacara Totoh Numbeng tahap pokok pelaksanaan Upacara Totoh Numbeng dan tahap akhir dari Upacara Totoh Numbeng. Sedangkan dari makna Upacara Totoh Numbeng adalah sebuah acara yang bertujuan untuk mengantarkan roh menuju Batang Tala Bulan/Lewu Tatau. Adapun makna sarana yang digunakan agar dapat memperlancar prosesi Upacara Totoh Numbeng. Nilai-nilai pendidikan Agama Hindu yaitu nilai pendidikan Tattwa, nilai pendidikan Susila/Etika dan nilai pendidikan Upacara.
SANDIA MALITING
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Sandia Maliting, 2020. Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Pesiwah Pada Umat Hindu Dayak Lawangan Di Desa Salikung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Komang Suarta, S.Ag., M.Si sebagai pembimbing I dan Suwito, S.Ag, M.Si sebagai pembimbing II. Skripsi ini mengkaji tentang Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Pesiwah Pada Umat Hindu Dayak Lawangan Di Desa Salikung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Fenomena yang terjadi Dalam upacara Pesiwahmasih kurangnya keterlibatan generasi muda sehingga sehingga minimnya pengetahuan akan pelaksanaannya termasuk nilai-nilai yang terkandung pada upacara Pesiwah, berkaitan dengan pendidikan keagamaan.(1) Bagaimanakah pelaksanaan upacara Pesiwah pada umat Hindu Dayak Lawangandi DesaSalikung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. (2) Apa saja Nilai-nilai Pendidikan agama Hindu dalam upacara Pesiwah pada umat Hindu Dayak Lawangandi Desa Salikung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Adapun tujuan yang ingin dicapai yaitu, untuk mengkaji dan menganalisis nilai-nilai pendidikan agama Hindu seperti nilai pendidikan Tattwa, Susila dan Upacara yang dikenal dengan Tiga kerangka dasar agama Hindu, guna memperkaya keilmuan agama terkhususnya pelaksanaan upacara Pesiwah. Teori yang digunakan 1) Teori Fungsinalisme Struktural 2) Teori Nilai. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik penentuan informan dalam penelitian ini adalah Snow Ball dalam pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Berdasarkan analisis data penelitian yang landasi teori atau konsep dapat disimpulkan bahwa: (1) Upacara Pesiwah merupakan upacara melepas Pali sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur atas panen yang telah didapat dan dipersembahkan melalui upacara Pesiwah ditujukan kepada Tuhan beserta manifestasi-Nya. TahapPelaksanaan upacara Pesiwah terbagi menjadi tiga tahap yaitu meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan dantahap akhir, untuk persiapan diantaranya, biaya, waktu, tempat, Besaruan (mengundang), sarana prasarana, membuat Anshak, memasak Lamang, serta menata persembahan, sedangkan untuk pelaksanaan meliputi menghidupkan Damuan sebagai pemberitahuan bahwa ritual akan dimulai, Sempuri bercerita asal musal Pesiwah, Permbersihan sarana dan prasarana, dan yang terakhir menghaturkan persembahan kepada Tuhan dan para manifestasi-Nya, dan tahap akhir yaitu makan bersama dan penyerahan Tembai kepada Balian. (2) Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam upacara Pesiwah adalah: Nilai pendidikan Tattwa, Nilai Pendidikan Susila/etika serta Nilai Pendidikan Upacara.
MIRAYANTI
2020 · Thesis · Open Access
Agama Hindu yaitu bersifat fleksibel dan universal memberikan keleluasan dan kemudahan kepada umat Hindu untuk melaksanakan ajaran Hindu. Oleh sebab itu, pemahaman tentang agama telah ditanamkan sejak dini oleh orang tua kepada anak- anaknya, karena ajaran agama merupakan salah satu pondasi awal yang dapat diajarkan untuk menguatkan karakter anak bangsa. Namun perkembangan teknologi ternyata memberikan pengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan bermasyarakat dan beragama di Kecamatan Damang Batu. Kemajuan
FERENKY SETIAWAN
2020 · Thesis · Open Access
Ferenky Setiawan. 2020. Babukung Dalam Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan Di Desa Bangkal Kabupaten Seruyan (Perspektif Pendidikan Agama Hindu). Skripsi Strata Satu Prodi Pendidikann Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I. Komang Suarta,S.Ag.,M.Si Pembimbing II. I Made Paramarta, S.Ag.,M.Si Aktivitas keagamaan Umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kabupaten Seruyan tidak luput dengan Upacara Agama. Upacara agama adalah sistem penerapan Agama Hindu yang tergolong Acara Agama. Acara Agama adalah ajaran yang ditradisikan dalam masyarakat salah satu unsur yang mutlak dalam pelaksanaan agama. Dalam pelaksanaan keagamaan Umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kabupaten Seruyan Umat Hindu Kaharingan juga melaksanakan serangkaian Upacara Kematian salah satunya Babukung dalam Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan. Adapun permasalahan yang ada dalam penulisan skripsi ini yaitu: 1. Bagaimanakah pelaksanaan Babukung dalam Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kabupaten Seruyan? 2. Apa nilai-nilai pendidikan agama Hindu pada Babukung dalam Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kabupaten Seruyan?. Adapun tujuan penelitian ini yaitu: Untuk mengetahui, memahami, menganalisa, dan mendiskripsikan: Pelaksanaan Babukung, dan nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam Babukung pada upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kabupaten Seruyan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif Kualitatif. Tempat penelitian di Desa Bangkal Kabupaten Seruyan. Teori yang digunakan yaitu: Teori Behavioristik, dan Teori Nilai. Teknik penentuan informan yaitu: Snowball Sampling. Tenik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data mengunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu babukung yang dilaksanakan jika ada umat Hindu Kaharingan yang meninggal, dan jasadnya dimasukkan kedalam lancak atau runi yang telah diukir dan dicat, lancak atau runi tersebut dikuburkan ataupun didiamkan dirumah selama 12 hari atau lebih, lalu dilanjutkan dengan Tiwah, pada saat pelaksanaan tiwah tersebut Babukung dilaksanakan bertujuan untuk menemani roh orang meninggal menuju lewu tatau (sorga) dan sebagai jipen (budak) oleh roh tersebut di lewu tatau (sorga). Babukung dalam upacara kematian merupakan tradisi yang harus dipertahankan karena sebagai salah satu warisan nenek moyang dan mempunyai fungsi dan Nilai-Nilai salah satunya Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu. Didalam pelaksanaan Babukung dalam upacara kematian terkandung Nilai Pendidikan Agama Hindu yaitu Nilai Tattwa ialah memahami tuhan bermanifestasi dalam Upacara, Nilai Etika yaitu kesusilaan atau aturan-aturan, pantangan dan serta sistem sosial masayarakat yang masih kuat antar sesama umat beragama, dan Nilai Upacara yaitu memepelajari tentang sarana-prasarana upacara.
HENDRI
2020 · Thesis · Open Access
Agama Hindu yaitu bersifat fleksibel dan universal memberikan keleluasan dan kemudahan kepada umat Hindu untuk melaksanakan ajaran Hindu sesuai dengan Desa Kala Patra. Desa artinya sebuah tempat di mana umat Hindu itu berada, Kala artinya waktu dan Patra artinya keadaan. Seperti yang ada di Kalimantan Tengah, memiliki cara beribadah yang berbeda dengan Umat di daerah yang lain. Cara beribadah umat Hindu Kaharingan di sebut Basarah. Pelaksanaan Basarah memiliki etika dan norma dalam pelaksanaannya. Salah satu hal penting dalam Basarah adalah adanya sarana bulu ekor Tingang atau yang disebut Dandang Tingang. Dandang Tingang memiliki makna yang penting dalam persembahyangan Basarah. Sehingga umat Hindu Kaharingan saat ini masih banyak belum memahami nilai-nilai yang terkandung pada Dandang Tingang yang digunakan dalam Basarah. Hal tersebut tentunya akan mempengaruhi tingkat pemahaman dan kesadaran dalam pelaksanaan Basarah, yang kemudian berdampak pada kualitas keyakinan/sradha. Berdasarkan uraian tersebut, rumusan masalah yang diangkat penulis yaitu: 1) Bagaimana pemahaman Umat Hindu Kaharingan terhadap penggunaan Dandang Tingang dalam Basarah di Desa Sabaung Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan Perspektif pendidikan Agama Hindu? 2) Apa nilai-nilai pendidikan Agama Hindu yang terkandung pada Dandang Tingang dalam Basarah di Desa Sabaung Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan Perspektif pendidikan Agama Hindu? 3) Bagaimana Implikasi nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu pada Dandang Tingang dalam Basarah di Desa Sabaung Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan Perspektif pendidikan Agama Hindu? Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriftif kualitatif, Jenis sumber data penelitiann yaitu sumber data primer dan sekunder, teknik penentuan informan yaitu teknik Purposive. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian dimulai tanggal 20 Juli sampai 20 Agustus 2020, dengan hasil penelitian yang diperoleh yaitu Pemahaman Umat Hindu Kaharingan terhadap penggunaan Dandang Tingang dalam Basarah di Desa Sabaung Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan Perspektif pendidikan Agama Hindu berdasarkan hasil wawancara bahwa sebagai salah satu sarana Basarah dan dijadikan sebagai perantara permohonan dan ucapan syukur kepada Ranying Hatalla. Nilai-nilai pendidikan Agama Hindu yang terkandung pada Dandang Tingang dalam Basarah yaitu Nilai tatwa, nilai etika dan nilai upacara. Implikasi nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu pada Dandang Tingang dalam Basarah yaitu dengan menerapkan tiga komponen Tri Hita Karana itu meliputi hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan (Parhyangan), hubungan yang harmonis antara manusia dengan manusia (Pawongan), dan hubungan yang harmonis antara manusia dengan alam lingkungan (Palemahan)
WAWANDIE
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK WAWANDIE, 2020. Peranan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Agama Hindu Di SMP Negeri 3 Katingan Hulu. Skripsi. Strata Satu. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang ( IAHN-TP ) Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II Lilik, S. Ag.,M.Pd.H Penelitian ini dilakukan untuk melihat peranan Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Katingan Hulu dalam meningkatkan kompetensi mengajar guru mata pelajaran agama Hindu . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peranan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah dalam meningkatkan kompetensi mengajar guru mata pelajaran agama Hindu pada SMP Negeri 3 Katingan Hulu.Adapun Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala Sekolah dan guru agama Hindu pada SMP Negeri 3 Katingan Hulu. Sedangkan sampel penelitian menggunakan sampel total.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan alat analisis data menggunakan rumus persentase. Penelitian yang bersifat ilmiah khususnya penelitian kualitatif, teori memegang peran yang penting sekali karena setiap penelitian harus berbekal teori yang memiliki fungsi untuk menjelaskan masalah yang diteliti sebagai referensi untuk menyusun instrument penelitian Dari hasil penelitian diketahui bahwa Kepala Sekolah telah menyatakan telah pernah , membantu guru dalam penguasaan bahan pengajaran agama Hindu, membantu guru dalam mengelola program pengajaran agama Hindu, memberikan motivasi kepada guru untuk menciptakan alat bantu pengajaran sesuai dengan kondisi kelas, membantu guru mengelola kelas, membantu guru meningkatkan kemampuan dalam menggunakan landasan kependidikan, membantu guru dalam mengelola interaksi belajar mengajar, membantu guru dalam meningkatkan kemampuan untuk menilai prestasi belajar siswa mata pelajaran agama Hindu, membantu guru dalam meningkatkan kemampuan mengenal fungsi layanan BP di sekolah, membantu guru dalam meningkatkan kemampuan mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah, membantu guru meningkatkan kemampuannya dalam memahami prinsip-prinsip dan hasil penelitian pendidikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Katingan Hulu telah berusaha untuk meningkatkan kompetensi guru. Kemudian disarankan agar dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi mengajar guru SMP Negeri 3 Katingan Hulu, hendaknya seluruh Kepala Sekolah rutin mengadakan supervisi kelas untuk tiap-tiap guru mata pelajaran agama Hindu.
I NYOMAN SUDIARTE
2020 · Thesis · Open Access
Dalam agama Hindu mengenal tentang tiga kerangka dasar yaitu tattwa, etika dan upacara. Pelaksanaan upacara inilah yang membedakan agama Hindu dengan agama lainnya, karena agama Hindu lebih dominan kedalam pelaksanaan upacara yaitu sebagai bentuk implementasi ajaran tattwa dan etika secara nyata. Sama halnya dengan hari raya Saraswati yang dilaksanakan oleh umat Hindu sebagai bentuk pemujaan kepada dewi Saraswati dan memperingati hari turunnya ilmu pengetahuan. Partisipasi umat Hindu sangat penting demi kelangsungan pelaksanaan hari raya Saraswati terutama pesembahyangan yang dilakukan pada saat pagi hari. Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang akan dibahas antara lain : (1) Faktor-Faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan hari raya Saraswati di desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas? (2) Bagaimana upaya pembinaan yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan hari raya Saraswati di desa Basarang Jaya kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan hari raya Saraswati di desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas, (2) untuk mengetahui upaya yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan hari raya Saraswati di desa Basarang Jaya kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di desa Basarang Jaya Kecanmatan Basarang Kabupaten Kapuas. Sumber data penelitian ini adalah ketua PHDI, guru agama Hindu, Penyuluh agama, Pemangku, masyarakat Hindu dan dokumen desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori Fungsionalisme dan teori Religi. Metode yang digunakan untuk menumpulkan data adalah metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif dengan langkah reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan hari raya Saraswati. Adapun faktor - faktor yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan hari raya Saraswati yaitu waktu pelaksanaannya, kesibukan, kurangnya kesadaran, kurangnya pengetahuan, kurangnya rasa memiliki, anggapan bahwa hari raya Saraswati kurang penting dan lebih fokus terhadap persembahyangan di pura masing-masing. Sedangkan upaya pembinaan yang harus dilakukan adalah melakukan pembinaan, melakukan rembug sastra, memotivasi diri sendiri, melakukan komunisadi dengan pemuka agama, penyuluh agama dan guru agama Hindu