SUANDI
2020 · Thesis · Open Access
ABTRAKSI Suandi. 2020. “Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan (Perspektif Manajemen Pendidikan). Pembimbing I : Dr. Pranata, S.Pd., M.Si Pembimbing II : Dr. I Wayan Salendra, M.Si Konsep Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu menunjukan bahwa adanya kencendrungan belum mampu untuk mengelola beberapa rangkain proses kegiatan belajar mengajar secara menyeluruh, efektif dan oftimal. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada dua aspek permasalahan, yaitu (1) Bagaimanakah peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan Perspektif Manajemen Pendidikan, (2) Bagaimanakah implikasi guru Pendidikan Agama Hindu dalam pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan Perspektif Manajemen Pendidikan?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Manajemen dan Teori Behavioristik. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode pembelajaran tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan Perspektif Manajemen Pendidikan berdasarkan pada dua elemen dasar yakni Peran Guru Agama Hindu, dan Pendidikan agama Hindu. dua elemen tersebut saling terkait menjadi satu keutuhan yang terartikulasikan pada peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan Perspektif Manajemen Pendidikan. Peran guru sebagai pelaku utama dalam penerapan program pendidikan di sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Dalam proses belajar mengajar, guru mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing, dan memberi fasilitas belajar bagi murid-murid untuk mencapai tujuan. Kedua, implikasi guru Pendidikan Agama Hindu dalam pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan Perspektif Manajemen Pendidikan, fokus pada tiga implikasi yaitu Implikasi Pendidikan, Pembelajaran, dan Pengajaran Agama Hindu, Implikasi Prinsip Pembelajaran Guru Agama Hindu, dan Implikasi Perkembangan Teori Pembelajaran Agama Hindu, tiga implikasi tersebut, mengerucut pada dua tindakan implikasi yaitu implikasi prinsip pembelajaran dan implikasi Teori Pembelajaran yang terfokus pada peran guru Agama Hindu untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara. Kata Kunci : Peran Guru Agama Hindu, Pendidikan Agama Hindu, dan Pelaksanaan Pembelajaran
IIN NOPI PROMIKA
2020 · Thesis · Open Access
Dalam agama Hindu mengenal tentang tiga kerangka dasar yaitu tattwa, etika dan upacara. Pelaksanaan upacara inilah yang membedakan agama Hindu dengan agama lainnya, karena agama Hindu lebih dominan kedalam pelaksanaan upacara yaitu sebagai bentuk implementasi ajaran tattwa dan etika secara nyata. Sama halnya dengan hari raya Saraswati yang dilaksanakan oleh umat Hindu sebagai bentuk pemujaan kepada dewi Saraswati dan memperingati hari turunnya ilmu pengetahuan. Partisipasi umat Hindu sangat penting demi kelangsungan pelaksanaan hari raya Saraswati terutama pesembahyangan yang dilakukan pada saat pagi hari. Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang akan dibahas antara lain : (1) Faktor-Faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya? (2) Bagaimana upaya pembinaan yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya?. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya, (2) untuk mengetahui upaya yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan hari raya Saraswati di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya. Sumber data penelitian ini adalah ketua PHDI, guru agama Hindu, Penyuluh agama, Pemangku, masyarakat Hindu dan dokumen desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori Fungsionalisme dan teori Religi. Metode yang digunakan untuk menumpulkan data adalah metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif dengan langkah reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah yaitu waktu pelaksanaannya, kesibukan, kurangnya kesadaran, kurangnya pengetahuan, kurangnya rasa memiliki, anggapan bahwa hari raya Saraswati kurang penting dan lebih fokus terhadap persembahyangan di Balai masing-masing. Sedangkan upaya pembinaan yang harus dilakukan adalah melakukan pembinaan, melakukan rembug sastra, memotivasi diri sendiri, melakukan komunisadi dengan pemuka agama, penyuluh agama dan guru agama Hindu.
DESMITA
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK DESMITA. 2020. Peranan Orang Tua Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Keagamaan Hindu Terhadap Anak-Anaknya Di Desa Hurung Enep Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro,S.Pd.,M.Si. Pembimbing II Lilik,S.Ag.,M.Pd.H Skripsi ini mengkaji peranan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan Hindu terhadap anak-anaknya di Desa Hurung Enep Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Sebagai orang tua sudah menjadi kewajiban untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan pada anak-anak mereka dari kecil, ini akan membentuk kepribadian anak yang baik, dan dapat menghindari perilaku menyimpang yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Fenomena yang terjadi Kurangnya perhatian, pembinaan, dan memberikan pendidikan nilai-nilai keagamaan Hindu oleh orang tua kepada anak-anak mereka. Karena faktor ekonomi yang kurang, menuntut para orang tua untuk bekerja dan bekerja, sehingga kurangnya waktu untuk mendidik anak-anak mereka. Hal ini menyebabkan banyak anak-anak remaja di Desa Hurung Enep melakukan perbuatan yang menyimpang dari ajaran agama Hindu. Berdasarkan urain tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Apa faktor yang menyebabkan perilaku menyimpang pada anak-anak generasi Hindu di Desa Hurung Enep Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara?, 2) Bagaimana upaya orang tua dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anaknya?. Tujuan penelitian untuk mengetahui secara mendalam bagaimana peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Hindu pada anak-anaknya di Desa Hurung Enep. Penelitian ini dikaji dengan teori peranan orang tua, teori sosialisasi, dan teori nilai keagamaan Hindu. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif. Sumber data yaitu sumber data primer dan sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik pengumpulan informasi, reduksi, dan tahap akhir atau penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori peran orang tua maka diperoleh bahwa faktor perilaku menyimpang pada anak-anak generasi Hindu yakni faktor keluarga sebagai penyebab kenakalan remaja dan peran control didalamnya, faktor lingkungan sekolah yang tidak menguntungkan, faktor milieu atau lingkungan, faktor pergaulan dengan kelompok yang menyimpang, faktor kesenjangan kaum tua dan kaum muda, faktor lemahnya kesadaran beragama, faktor bacaan yang merusak, dan faktor kondisi jiwa yang kosong. Upaya orang tua dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anaknya yang dianalisis menggunakan teori sosialisasi dan teori nilai keagamaan Hindu yakni metode nasehat, metode keteladanan, bimbingan, memberikan tugas, dan metode pembiasaan.
YU ASRI HARING
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK YU ASRI HARING, 2020 : Eksistensi Sandung bagi Masyarakat Hindu Kaharingan di Kota Palangka Raya. Tesis Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing (I) Dr. Ervantia Restulita L. Sigai, S.S.,M.Si. Pembimbing (II) Dr. Pranata, S.Pd., M.Si. Penelitian ini mengkaji eksistensi sandung bagi masyarakat Hindu Kaharingan di Kota Palangka Raya. Penelitian ini mengangkat fenomena masyarakat dalam memahami eksistensi sandung. Masyarakat hanya memahami bahwa sandung merupakan bangunan yang berbentuk rumah kecil tempat menyimpan tulang leluhur semata, padahal sandung sesungguhnya mampu dijadikan sebagai media identitas. Jika generasi ingin berpindah identitas agama tentunya sebagai suatu pertimbangan adanya sandung leluhur di dekat rumah menggambarkan bahwa pemilik rumah tersebut beragama Hindu Kaharingan. Berdasarkan latar belakang tersebut rumusan masalah meliputi: (1) Bagaimanakah eksistensi sandung pada masyarakat Hindu Kaharingan di Kota Palangka Raya? (2) Bagaimanakah nilai-nilai pendidikan dalam sandung pada masyarakat Hindu Kaharingan di Kota Palangka Raya? Teori yang digunakan adalah teori interaksionisme simbolik, teori fungsional struktural, teori nilai dan teori pendidikan Hindu. Jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Kemudian teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa eksistensi sandung bagi masyarakat Hindu Kaharingan di Kota Palangka Raya terlihat dari adanya berbagai bentuk motif yang terdapat pada sandung yaitu burung piak liau, patung bawi-hatue, balanga, batang haring, batang enyuh, matahari, bulan dan bintang. Selain bentuk motif dapat dilihat dari letak sandung yang lebih fleksible tidak hanya di depan rumah saja tapi sekarang juga bisa diletakan di komplek. Pemilihan bahan pada sandung juga mampu menyesuaikan kondisi lingkungan tidak harus menggunakan kayu ulin, tetapi juga dapat menggunakan beton. Nilai-nilai pendidikan pada sandung yaitu nilai pendidikan parawidya kebenaran, nilai pendidikan parawidya keagamaan, nilai pendidikan aparawidya material, nilai pendidikan aparawidya sosial, nilai pendidikan aparawidya keindahan dan nilai pendidikan aparawidya moral.
I MADE BUDIARSE
2020 · Thesis · Open Access
Studi Tentang Kesulitan....
ITA LUSARI
2020 · Thesis · Open Access
Skripsi ini bertujuan untuk mengkaji tentang Kendala yang terjadi pada Siswa dalam Mata Pelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Marikit. Siswa di SMAN 1 Marikit mengalami kesulitan dan hambatan dalam memahami dan menerima Mata Pelajaran Seni Budaya yang disampaikan oleh guru, oleh karena itu perlu mengkaji tentang: (1) pembelajaran siswa dalam Seni Budaya di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan (2) Kendala Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan (3) Upaya yang dilakukan dalam mengatasi Kendala Siswa dalam Mata Pelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode kualitatif. Penentuan informan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori Behavioristik, teori Kendala, dan teori Motivasi Belajar. Hasil penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori: (1) Pada pembedahan rumusan masalah yang nomor satu menggunakan teori Behavioristik (2) pada rumusan masalah yang ke-dua menggunakan teori Kendala (3) pada rumussan masalah nomor tiga menggunakan teori motivasi belajar. Hasil penelitian yang dikaji berdasarkan teori yang digunakan adalah: (1) sistem pembelajaran pada Mata Pelajaran Seni Budaya masih belum menggunakan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan bahan ajar yang digunakan hanya satu bahan ajar saja yakni buku paket Seni Budaya; (2) guru hanya menggunakan metode ceramah, metode diskusi, dan metode tanya jawab saja, belum tersedianya alat-alat atau media yang digunakan untuk melakukan praktek, media yang digunakan hanya spidol dan papan tulis saja. Guru yang mengajar Mata Pelajaran Seni Budaya merupakan tidak berlatar belakang dari pendidikan Seni. Keadaan ruang kela yang masih belum efektif. Kurangnya kreativitas guru dalam mengajar; (3) adapun upaya yang dilakukan adalah kepala sekolah udah menanyakan tentang silabus kepada Dinas Pendidikan namun masih belum ada respon. Guru Seni Budaya menanyakan pada sekolah lain yang mungkin mempunyai silabus agar bisa menyusun RPP. Kepala sekolah jjuga sudah mengusulkan untuk pengadaan alat-alat atau sarana prasarana agar bisa digunakan pada saat praktek. Kepala sekolah sudah mengupayakan untuk memperbanyak bahan ajar Mata Pelajaran Seni Budaya
ANDREAS FERNANDO
2020 · Thesis · Open Access
Penelitian ini membahas tentang studi tentang kompetensi guru agama hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa agama hindu di Sma Negeri 2 katingan hilir kecamatan katingan hilir kabupaten katingan. Kompetensi Guru adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimili, dihayati, dan dikuasai. Hal tersebut dapat diartikan bahwa kompetensi merupakan perpaduan antara pengetahuan, kemampuan, dan penerapan dalam melaksanakan tugas dilapangan kerja, sedangkan Prestasi Belajar suatu perubahan yang yang dialami anak didik, yang dapat diindikasikan atau dapat dilihat dalam bentuk angka-angka penilaian dari hasil pekerjaannya yang merupakan evaluasi dari hasil bealajarnya. Penelitian ini ada dua permasalahan : (1) Bagaimanakah Kompetensi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Di SMA Negeri 2 Katingan Hilir Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan? (2) Upaya-Upaya yang dilakukan guru agama hindu Di SMA Negeri 2 Katingan Hilir Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan informan adalah orang yang memberikan data penelitian melalui wawancara. Studi tentang kompetensi guru agama hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa agama hindu di Sma Negeri 2 katingan hilir kecamatan katingan hilir kabupaten katingan, yaitu baik dengan komponen yang ada, kompetensi guru dapat melaksanakan pekerjaanya,sesuai kemapuan yang dimiliki, untuk meningkatkan prestasi belajar siswa guru memberikan sebuah dorongan, melalui mengerjakan tugas, memberikan soal-soal agar semua dapat terlaksana dengan baik. Upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan pretasi siswa terlaksana dengan baik, peran seorang guru mengontrol siswa saat pelajaran berlangsung disitu kita dapat melihat siswa dalam meningkatkan pretasi belajar mereka dan niat mereka untuk meningkatkan pretasi belajar sangat tinggi dan termotivasi ketika melihat temannya yang lain sangat antusias dan aktif dalam belajar.
SRIBUMBUNG
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK SRI BUMBUNG, 2020. Peran Pasraman Nyai Inai Mangut dalam pendidikan Agama Hindu Kaharingan di Desa Sei Hanyo Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapusas, Skripsi Jurusan Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyan Palangka Raya. Pembimbing (I) Dr. Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,MA Pembimbing (II) Komang Suarta, S.Ag,.M.Si Dalam penelitian ini yang melatar belakangi adalah untuk mengetahui tentang peran Pasraman Nyai Inai Mangut dalam pendidikan Agama Hindu Kaharingan di Desa Sei Hanyo Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas karena kuranya guru agama hindu di sekolah formal sehingga kurangnya pengetahuan peserta didik tentang pendidikan agama Hindu Kaharingan, pasraman Nyai Inai Mangut Berperan sebagai tempat memberikan nilaia-nilai ketuhanan, motivasi, fasilitator Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Tujuan umum mengacu kepada judul 2) Tujuan Khusus mengacu kepada Rumusan masalah Adapun masalah dalam penelitian ini Pendidikan di pasraman Nyai Inai Mangut terdapat beberapa masalah permasalahan 1) Bagaimana Peran Pasraman Nyai Inai Mangut dalam Proses ajaran Agama Hindu Kaharingan dipasraman, 2) Apakah kendala-kendala belajar pendidikan Agama Hindu Kaharingan di Pasraman Nyai Inai Mangut Teori yang di gunakan pada penelitian ini yaitu: 1) Teori peran, 2) Teori humanisme pendidikan 3) Teori Pendidikan Hindu 4) Teori Kendala Dalam penelitian ini Metode di gunakan yaitu metode Kualitatif dengan Teknik penetuan informan Purposive yang terdiri dari Ketua Pasraman, guru-guru Pasraman dan siswa pasraman selain itu penelitian ini menggunakan jenis dan sumber data yaitu data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi untuk Teknik analisa data terdiri dari pengumpulan informasi data, Reduksi data, Penyajian data, dan menarik Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bertempat di Pasraman Nyai Inai Mangut di Desa Sei Hanyo Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas, Peran pasraman Nyai Inai Mangut adalah tindakan/aktivitas yang dilakukan/ dijalankan oleh.ketua pasraman dan guru-guru terkait dengan Rumusan masalah yang ke satu (1) sebelum melaksanakan aktivitas belajar mengajar terlebih dahulu dilakukan persambahyangan Basarah kemudian dilanjutkan dengan proses belajar mengajar Kendala yang di hadapai oleh guru dan siswa dalam proses belajar mengajar di pasraman Nyai Inai Mangut yaitu Kendala sarana dan pra sarana yang tidak menunjang belum adanya pembangunan ruangan khusus pasraman untuk saat ini masih belajar di balai Basarah, kendala pada guru kuranya pengetahuan guru dalam hal memberikan materi, kendala pada peserta guru di hadapkan dengan sejumlah karakteristik siswa yang beraneka ragam ada siswa yang dapat menempuh pendidikan secara lancar, namun disisilain ada pula siswa yang mengalami kesulitan yang bersipat Psikologis dan sosiologissehingga menyebabkan presrtasi belajar siswa yang di capai kurang maksimal.
JON KIPLI
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK JON KIPLI, 2020 : Peran Lembaga Adat Kedamangan Dalam Menyelesaikan Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Made Kastama, SH.,MH, Pembimbing II Budhi Widodo, SH.,MH. Lembaga kedamangan merupakan lembaga sentral yang bertanggung jawab penuh agar tetap lestari, berdayaguna dan berkembangnya hukum adat dayak, adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan, tradisi dalam masyarakat dayak di Kalimantan tengah secara umumnya, dan Kabupaten Katingan pada khususnya. Dengan adanya lembaga adat dalam menyelesaikan kasus kecelakaan lalu lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan adalah supaya kasus tersebut dapat diselesaikan dengan ranah kekeluargaan. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 3 (tiga) hal yaitu: (1) Apa Dasar Kewenangan Lembaga Adat Kedamangan Dalam Menyelesaikan Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan ? (2) Bagaimana Proses Penyelesaian Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan ? (3) Bagaimana Legalitas Keputusan Lembaga Adat Kedamangan Atas Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan ? Subjek penelitian adalah Tokoh Mayarakat Hindu Kaharingan, Mantir adat dana Damang Kepala Adat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dan rancangan studi kasus dengan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Dari analisis data tersebut maka dapat disimpulkan : (1) Dasar kewenangan lembaga adat kedamangan dalam menyelesaikan kasus kecelakaan lalu lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan adalah berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 16 Tahun 2008 tentang Kelembagaan Adat Dayak di Kalimantan Tengah bahwa damang kepala adat bertugas menyelesaiakan perselisihan, sengketa atau pelanggaran terhadap hukum adat, dimungkinkan juga masalah-masalah yang termasuk dalam perkara pidana, baik dalam pertama maupun dalam sidang penyelesaian terakhir, baik dalam pemeriksa sebagaimana lazimnya menurut adat yang berlaku. (2) Proses penyelesaian kasus kecelakaan lalu lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan yaitu tahap laporan dan tahap sidang adat. Dalam tahap sidang adat dirundingkan suatu keputusan atas kasus yang terjadi dan tahap ini pelaku dikenakan sanksi adat. (3) Legalitas Keputusan Lembaga Adat Kedamangan Atas Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan yaitu kekuatan hukum keputusan sidang pada kasus kecelakaan lalu lintas yang diselesaikan di lembaga adat kedamangan di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan sifatnya mengikat karena sudah ada persutujuan dan perjanjian yang telah dibuat dan itu sebagai bukti bahwa kedua belah pihak sudah sepakat untuk melakukan perdamaian Kata Kunci : Peranan, Lembaga Adat, Kedamangan, Penyelesaian Kasus, Kecelakaan Lalu Lintas.
IMA
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Ima, 2020: Peranan Orang Tua Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Generasi Muda Hindu Di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Dhrma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya.Pembimbing:(1) Dr. Derson,S.Ag.,M.Ag (2) Yuni Permata, S.Pd.,M.Pd Pusat pendidikan yang pertama adalah lingkungan keluarga, pendidikan di lingkungan keluarga sangat strategis untuk memberikan pendidikan ke arah kecerdasan, budi pekerti atau kepribadian serta persiapan hidup di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran orang tua dalam penguatan pendidikan karakter, faktor pendukung dan penghambat serta upaya yang dilakukan orang tua untuk menghadapi hambatan dalam penguatan pendidikan karakter generasi muda Hindu di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Teori motivasi adalah suatu energi penggerak, pengarah dan memperkuat tingkah laku dan teori behaviorisme merupakan aliran psikologi bahwa manusia belajar di pengaruhi oleh lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan menggunakan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dilapangan. Subjek penelitian adalah masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Danau Pantau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan orang tua dalam penguatan pendidikan karakter generasi muda hindu di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Sangatlah penting yang mana pembentukan karakter anak harus dimulai sedini mungkin bahkan sejak anak baru lahir. Menanamkan nilai-nilai karakter yang baik kepada anak akan menjadikan anak yang tangguh, bertanggung jawab, jujur, mandiri, sopan, bertingkah laku yang sesuai dengan ajaran agama dan memiliki kepribadian maupun akhlak yang baik. Adapun cara mendidik anak yaitu dengan cara yang baik, mendidik dengan kelembutan, ketulusan, penuh kasih sayang, mendidik dengan keteladanan, dan mengajarkan tentang agama. Cara penguatan karakter yaitu dengan membiasakan anak melakukan hal-hal yang baik, memberikan contoh teladan yang baik dan menggunakan bahasa yang sopan ketika sedang berbicara dihadapan anak.
YENI
2020 · Thesis · Open Access
Ritual Mampunduk Hajat selain memiliki nilai-nilai sakral, ritual tersebut memiliki nilai-nilai pendidikan. Akan tetapi fakta yang terjadi tidak semua Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman Khususnya Generasi Muda Hindu memahami secara mendalam tentang Ritual Mampunduk Hajat baik dari segi proses pelaksanaan maupun nilai-nilai pendidikan yang terkandung didalamnya dan segala aspek yang menyangkut ritual tersebut, Masalah-masalah yang berkaitan dengan rendahnya pemahaman Umat Hindu Kaharingan khususnya Generasi Muda Hindu Kaharingan di desa Tumbang Kaman tentang Ritual Mampunduk Hajat tersebut, disebabkan karena Ritual Mampunduk Hajat hanya dipahami dikalangan tertentu saja terutama pada kalangan Pisor/Basir. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif, Teknik penentuan informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan tertentu ini misalnya orang yang dianggap paling tahu dengan apa yang kita harapkan, atau dia sebagai penguasa sehingga akan memudahkan peneliti menjelajah obyek atau situasi yang diteliti. Dalam Hal ini yang menjadi Informan dalam penelitian ini adalah 1 orang Pisor, Ketua Majelis Kelompok, dan 2 orang tokoh Umat Hindu Kaharingan desa Tumbang Kaman. Adapun Teori-teori yang digunakan Peneliti dalam penelitian ini adalah Teori Pendidikan Humanisme, Teori Pendidikan Hindu, Teori Religi dan Teori Nilai. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, dapat diketahui bahwa Proses pelaksanaan dari Ritual Mampunduk Hajat ini terdiri dari tahap awal, tahap pokok dan tahap akhir. Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu yang terkandung dalam Ritual Mampunduk Hajat ini adalah Nilai Pendidikan Tattwa yaitu kepercayaan dan keyakinan kepada Ranying Hatalla Langit sebagai Pencipta Alam semesta dan segala isinya dengan mempersembahkan persembahan suci yang tulus dan ikhlas kepada Sahur Parapah (ManifestasiNya) sebagai wujud rasa bhakti kepadaNya. Nilai Pendidikan Etika dalam Ritual Mampunduk Hajat adalah mengajarkan bagaimana cara kita bersyukur dan berterima kasih kepada Ranying Hatalla Langit, Sahur Parapah karena telah melimpahkan anugerahNya. Nilai Pendidikan Upacara yang terkandung pada Ritual Mampunduk Hajat adalah mengajarkan Umat Hindu Kaharingan khususnya Generasi Muda Hindu Kaharingan untuk mengetahui tentang Ritual tersebut baik dari segi sarana-sarana yang digunakan maupun proses pelaksanaan upacara keagamaan yang berdasarkan tata cara pelaksanaan dan aturan-aturan yang berlaku dari ritual tersebut.
MERSIE
2020 · Thesis · Open Access
berbagai jenis dan tingkatan ada kemungkinan siswanya yang mengalami kesulitan belajar seperti belajar tidak dengan sungguh-sungguh, kondisi kesehatan kurang mendukung untuk belajar, tidak belajar dirumah, masalah keluarga dan sulit untuk menangkap pelajaran dengan cepat didalam proses belajar mengajar tentunya terdapat banyak hambatan yang dialami oleh seorang guru yang dapat menyulitkan dalam mengajar dan menurunkan prestasi belajar siswa.
RAMONO
2020 · Thesis · Open Access
Perkembangan zaman yang semakin hari semakin berubah, maka merupakan suatu kewajiban bagi umat Hindu Kaharingan untuk selalu menjaga dan melestarikan suatu tradisi upacara. karena berdasarkan pandangan selama ini tradisi Knyah Bukung ini sudah sangat sedikit orang yang mau mengikutinya apalagi generasi muda, sangat jarang untuk ikut atau mengetahui makna dan bentuk-bentuk gerakan Kinyah Bukung yang sebenarnya. Dengan tujuan penelitian yaitu 1) Pelaksanaan Kinyah Bukung pada Masyarakat Hindu Kaharingan 2). Pola gerak Kinyah Bukung pada Masyarakat Hindu Kaharingan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Lokasi penelitian di desa Tumbang Payang Kecamatan Bukit Santuai kabupaten Kotawaringin Timur. Hasil penelitian sebagai berikut: Pelaksanaan upacara Kinyah Bukung berasal dari sebuah cerita legenda atau mitologi. Legenda itulah maka bagi pemeluk agama Hindu Kaharingan selalu melaksanakan Kinyah Bukung setiap ada keluarga yang meninggal dunia. Proses Pembuatan Bukung dalam pembuatannya tidaklah mudah proses pembuatan topeng Bukung akan berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. dimana sebelum sebuah batang kayu gabus (Palawi) diambil, maka yang mengambil terlebih dahulu menyampaikan niatnya yang tulus dan iklas untuk mengambil bagian kayu tersebut untuk dijadikan sebuah topeng Bukung. Adapun proses pelaksanaan upacara Kinyah Bukung yang selalu dilaksanakan setiap ada umat Hindu Kaharingan yang meninggal dunia yaitu selalu diadakan pada malam hari, kecuali pada hari penguburan dimana para Bukung yang datang ikut mengantar jenazah ke kuburan. Pola gerak Kinyah Bukung biasanya akan mengikuti pola gerak dari masing-masing bukung tersebut, seperti : 1) Bukung Kambe; 2) Bukung Kahayan yaitu berbentuk manusia; 3) Bukung Naga berbentuk Kepala Naga; 4) Bukung Bukung Kambe Rawit berbentuk Hantu; 5) Bukung kapatung berbentuk manusia 6) Bukung Bukung burung yaitu berbentuk burung; ; 7) Bukung Langgar yaitu berbentuk binatang gajah ; 8) Bukung Kinyak yaitu berbentuk orang yang dilumuri tanah liat; 9) Bukung Tambalui Lahar yaitu berbentuk Kuyang.
IMURNI
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK IMURNI, 2020 Peran Majelis Kelompok Dalam Melestarikan Seni Budaya Di Desa Tumbang Lawang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Skrifsi. Staratan Satu. Fakultas Dharma Acarya. Progra Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Lilik, S.Ag., M.Pd.H Dan Dosen Pemimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Latar Belakang, kesenian merupakan hasil dari kebudayaan manusia yang dapat didokumentasikan atau dilestarikan, dipublikasikan dan dikembangkan sebagai salah satu upaya menuju kemajuan peradaban, dalam mempertinggi derajat kemanusian bangasa dengan mengangkat kebudayaan daerah hal itu dapat meningkatkan penghayatan terhadap nilai-nilai luhur budaya bangsa. Nilai-nilai yang menjiwai perilaku manusia dan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan adalah merupakan salah satu program pemerintah dalam membangun persatuan dalam kesatuan bangsa. Banyak kalangan yang mersa khawatir akan kesenian tradisional kita karena semakin banyaknya pengembangan parawisata yang kurang memperhatikan budaya nasional terutama anak muda jaman sekarang kurang memperhatikan kebudayannya yang ia punya sejak dulu. Hal ini tentu saja akan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan pelestarian kesenian daerah yang merupakan kekayaan budaya masalah-masalah tersebut antara lain berupa banyaknya kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia akibat dampak globalisasi, serta kurangnya kesadaran akan rasa nasionalisme patriotisme dikalangan masyarakat yang mengakibatkan terjadinya pengikisan kehidupan beragama serta berkurangnya nilai-nilai yang terkandung dalam kesenian maupun upacar-upacar adat dan keagamaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan metode Deskriptif kualitatif, yakni suatu metode yang diharapkan mampu memberikan gambaran dari suatu proses atau kejadian maupun peristiwa yang terjadi secara faktual dan akurat mengenai suatu fen omena. Metode penelitian yang digunakan dimaksud adalah merupakan sebuah cara, hal ini sesuai dengan pendapat yang menyatakan metode adalah : Cara yang tepat mengunakan atau melakukan penelitaian, sedangkan penelitian adalah merupakan suatu kegiatan dalam rangka mencari, mencatat, merumuskan sekaligus menganalisis sampai dengan penyusunan akhir laporan. Hasil dan Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian tentang Peran Majelis kelompok Dalam Melestarikan Seni Budaya Di Desa Tumbang Lawang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Untuk menjaga dan melestarikan nilia-nilai seni budaya yang ada yang telah diwariskan oleh nenek moyang dulu dan untuk mengetahui apa majelis kelompok mempunyai peran dalam melestarikan seni budaya yang ada di Desa Tumbang Lawang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan.Adapun Tujuan khusu yang Ingin di capai antara lain: Untuk memperoleh keterangan atau data tentang langkah majelis kelompok dalam melestarikan seni budaya di desa Tumbang Lawang. Untuk mendapatkan penjelasan secara konkrit tentang peran majalis kelompok dalam melestarikan seni budaya terhadap masyarakat, guna mejelaskan haltersebut secara transfaran, untuk dipahami dan dilaksanakan. Untuk mengetahui kendala yang dihadapi mejelis kelompok dalam melestarikan seni budaya menurut majelis kelompok di desa Tumbang Lawang. Kata Kunci: Peran Majelis Kelompok Dalam Melestarikan Seni Budaya
HANDIKA DANUARTA
2020 · Thesis · Open Access
Dalam kehidupan masyarakat, khususnya diKalimantan Tengah juga sering kita saksikan alat musik tradisional Kacapi yang ditampilkan dalam suatu kegiatan masyarakat untuk menyambut kedatangan tamu, perayaan yang bersiapan hiburan sesuai dengan tradisi masyarakat setempat, dan juga ditampilkan dalam suatu pertujukan seni budaya. Memperhatikan ketersediaan bahan yang semakin berkurang, kemampuan membuat, kemampuan memainkan serta lemahnya promosi terhadap Kacapi tersebut, sehingga dipandang perlu dilakukan upaya pelestariannya. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana Upaya Pelestarian dan apakah Faktor-fator Penghambat Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Pada Masyarakat Di Desa Doan Arung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Tujuan penulis ini untuk mengatahui upaya pelestarian seni musik tradisional Kacapi, dan faktor-faktor penghambat dalam pelestarian seni musik kacapi tersebut. Teori yang digunakan untuk mengnalisis rumusan masalah adalah Teori Upaya dan Teori Penghambat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan teknik analisis data. Teknik penentuan informan yang digunakan yaitu teknik Purposive. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Upaya Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Pada Masyarakat Di Desa Doan Arung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya dilakukan dengan; (1) menjaga dan melestarikan bahan pembuatan kacapi yakni Pohon Jelutung, Ulin dan Rotan dengan telah menjadikan bahan tersebut sebagai Tumbuhan Adat, (2) mempertahankan cara membuat Kacapi yang meliputi cara membuat/ Nguan Bangkan Kacapi,Nguan Kulok Kacapi dan Ngodulunt Uwoi, (3) mempertahankan cara bermain Kacapi yakni dengan mempelajari cara menyetem dan mengenal tangga nada dalam bermain Kacapi, serta melalui pemahaman lagu daerah dayak Siang Murung, (4) melakukan upaya promosi melalui kegiatan hiburan masyarakat pada saat acara hajatan, perkawinan, dan sebagainya. Sementara Faktor-Fator Penghambat Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Pada Masyarakat Di Desa Doan Arung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya antara lain; (1) masih membudayakan kehidupan dengan cara food gathering (mengambil tumbuhan bahan pembuatan kacapi dari alam) dan belum melakukan membudayakan kehidupan food producing (menanam tumbuhan yang menjadi bahan pembuatan Kacapi) sehingga akan mengancam ketersediaannya dikemudian hari, (2) terbatasnya seniman yang bisa membuat Kacapi, terutama dalam hal pembuatan Bangkan Kacapi dan Ngodulunt Uwoi, (3) susahnya cara bermain Kacapi, baik cara menyetem ataupun cara mengenal tangga nada karena Kacapi tidak dilengkapi dengan Frets (kolom tangga) seperti yang dimiliki oleh gitar, dan harus memahami lagu daerah pada masyarakat setempat, (4) mengalami kendala dalam mempromosikan alat musik tradisional Kacapi karena masyarakat Desa Doan Arung masih belum memahami Teknik Marketing yang memadai.
SUMARDI
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAKSI SUMARDI 2020. Bukung dalam Ritual kematian pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Tabulus Kabupaten Katingan (Kajian Seni Keagamaan). Skripsi, Fakultas Dharma Acarya/Prodi Pendidikan Seni Keagamaan IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Komang Suarta S.Ag.,M.Si, Pembimbing II Suwito S.Ag.,M.Si. Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak keragaman dari budaya, suku bangsa, agama, hingga aliran-aliran kepercayaan. Semua keragaman tersebut tumbuh di dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang akhirnya membentuk masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang plural. Masyarakat Indonesia yang majemuk terdiri dari berbagai budaya, karena adanya kegiatan dan pranata khusus. Karena masyarakat Hindu Kaharingan mempunyai kebudaya yang diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang terdahulu seperti Bukung dalam Ritual kematian pada Umat Hindu Kaharingan dari uraian tersebut, rumus masalah yang diangkat penulis yaitu : 1 Bagaimanakah bentuk Bukung dalam ritual kematian pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Tabulus Kabupaten Katingan?, 2. Bagaimanakah fungsi Bukung dalam ritual kematian pada umat Hindu kaharingan di Desa Tumbang Tabulus Kabupaten Katingan?, 3. Apakah makna seni yang terkandung dalam Bukung pada ritual kematian di Desa Tumbang Tabulus Kabupaten Katingan?. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriftif kualitatif. Jenis sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder, tehnik penentuan informan yaitu tehnik purposive. Tehnik pengumpulan data observasi, wawancara dan dukumentasi. Analisis data dalam penelitian yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian dimulai tanggal 30 September sampai 30 Oktober 2020, dengan hasil penelitian yang diperoleh yaitu Bukung dalam ritual kematian pada umat Hindu Kaharingan adalah sebuah apresiasi seni yang dilakukan untuk memberikan penyadaran kepada umat Hindu Kaharingan bahawa kematian merupakan jalan menuju alam dengan kebahagiaan sejati, sehingga keluarga yang ditinggal tidak larut dalam duka yang mendalam. Menurut sejarah Bukung yaitu Bukung asal usulnya berasal dari manifestasi dari Ranying Hatalla yang diturunkan ke dunia ini (Pantai Danum Kalunen Luwuk Kampungan Bunu) agar manusia yang merupakan keturunan Raja Bunu menyadari bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan ini, sehingga tidak harus diratapi dengan kesedihan yang berlarut-larut. Bukung memiliki roh dan memiliki nilai sakral dalam ritual kematian. Karena Bukung memiliki bentuk, fungsi, dan makna. Bukung yang terkandung dalam ritual kematian pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Tabulus yaitu terdiri dari bentuk, fungsi dan makna seni yang terkandung dalam bukung pada ritual kematian masyarakat Hindu Kaharingan. Bukung adalah kebudayaan yang bersifat sacral khusus pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Tabulus. Kata Kunci: Bukung, Kematian dan Kaharingan.
HERWAN PRANATA
2020 · Thesis · Open Access
Pengelolaan pembelajaran penting dilakukan untuk memudahkan proses belajar mengajar untuk mencapai hasil yang maksimal. Namun pada kenyataannya pengelolaan pembelajaran pendidikan agama Hindu SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan belum sepenuhnya efektif apabila tidak didukung oleh beberapa pihak yang terkait termasuk kepala sekolah dan guru agama Hindu di sekolah tersebut. Penelitian bertujuan (1) mengetahui perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan; (2) mengetahui pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan ; (3) mengetahui pengawasan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori manajemen pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Sumber data dalam penelitian ini ada dua yaitu data primer (data dari guru mata pelajaran agama Hindu dan kepala SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan) dan data sekunder (literature, buku, artikel, jurnal, serta situs internet yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan). Informan ditentukan secara purposive. Peneliti bertindak sebagai instrument utama dibantu dengan menggunakan pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu diSMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan secara keseluruhan sudah di lakukan oleh guru mata pelajaran agama Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan dengan cukup baik. Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan sudah dilakukan tetapi secara keseluruhan belum optimal atau kurang baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran diantaranya kurangnya keaktifan guru dalam hal penyampaian pembelajaran, minimnya bahan belajar atau sumber belajar, prasarana dan sarana yang ada disekolah sangat terbatas. Pengawasan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu diSMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan dibagi dua, yaitu: Pengawasan internal dilakukan oleh guru mata pelajaran agama Hindu SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan kepada siswa dan pengawasan eksternal dilakukan oleh kepala SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan dan pihak Kementerian Agama Hindu Kota Palangka Raya. Secara garis besar kegiatan pengawasan pembelajaran di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan belum optimal atau kurang baik
AYUSUNDARI
2020 · Thesis · Open Access
Perkembangan jaman semakin pesat dalam ilmu pengatahuan dan teknologi. Kemajuan dan perkembangan yang terjadi dalam masyarakat, mengakibatkan peningkatan upaya pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahi bagaimana tujuan : (1) Bagaimanakah minat belajar siswa terhadap mata pembelajaran seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau ? (2) Apakah faktor-faktor yang menjadi penghambat minat belajar siswa terhadap pembelajaran seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau ? (3) Bagaimanakah upaya meningkatkan minat siswa dalam belajar seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau ? khususnya dalam upaya memberika ilmu pengetahuan tentang minat belajar siswa terhadap pembelajaran seni budaya. Medote yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode yang didasarkan atas kenyataan yang berlangsung sekarang dimana data-data yang mula-mula dikumpul dan disusun, kemudian dijelaskan serta dianalisis, di dalam penelitia. Dari analisi data tersebut dapat disimpulkan bahawa: (1) minat belajar siswa terhadap mata pelajaran seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau dalam mengetahui minat belajar siswa guru minat belajar siswa terhadap pembelajaran seni budaya sangat kurang karena siswa-siswi masih kurang percaya diri dalam mengasah kemampuan dan pengetahuan yang di miliki di bidang seni budaya. (2) faktor-faktor yang menjadi penghambat minat belajar siswa terhadap pembelajaran seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau yang menjadi faktor penghambat minat belajar siswa merupakan kendala yang dihadapi seorang siswa yang masih kurang minat niat belajar atau motivasi dalam dirinya (3) upaya meningkatkan minat siswa dalam belajar seni budaya di SMAN-1 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau Upaya seorang guru khusunya guru mata pelajaran seni budaya didalam meningkat minat pelaksanaan proses pembelajaran tentunya sangat besar sekali, dimana guru agama seni budaya bertidak sebagai pendidik, pengajar, pembimbing dan pelatih yang harus dipedomani oleh para siswa disekolah
EKO SUSANTO
2020 · Thesis · Open Access
Pendidikan seni budaya merupakan aspek yang sangat penting khusususnya untuk generasi muda sebagai penerus bangsa. Pada hakikatnya seni adalah unsur budaya yang dapat memberikan dukungan terhadap kemajuan budaya yang ada di desa Timpah. Jenis kesenian yang ada di desa Timpah sangat beragam keragaman dipengaruhui oleh latar belakang timbulnya kesenian itu dan kondisi masyarakat pendukungnya. Salah satu seni bela diri Lawang Sakepeng yang dimainkan pada saat acara pernikahan dan penyambutan tamu yang memiliki pesan nilai keindahan proses dan fungsi bagi masyarakat desa Timpah. Seni bela diri Lawang Sakepeng yang ada di desa Timpah hanya didominasi oleh pemuda Hindu saja, itupun hanya beberapa pemuda yang melatih diri dan mau belajar seni bela diri, dalam pelatihan seni bela diri Lawang Sakepeng, pemuda Hindunya masih kurang mengerti dan memahami makna proses, fungsi dan nilai yang ada dalam Lawang Sakepeng karena kebanyakan pemuda lebih Hindu dominan di seni budaya lainnya seperti seni tari dan musik sehingga seni bela diri Lawang Sakepeng kurang ditonjolkan. Fenomena pemuda Hindu Kaharingan di desa Timpah hendaknya dikaji secara mendalam untuk dapat diketahui permasalahannya. Berdasarakan itu peneliti mengkaji permasalahan dengan merumuskan masalah yakni: 1). Bagaimanakah proses pelaksanaan seni bela diri Lawang Sakepeng pada pemuda Hindu Kaharingan di desa Timpah?; 2). Apakah fungsi seni bela diri Lawang Sakepeng pada pemuda Hindu Kaharingan di desa Timpah ?; 2). Apakah nilai-nilai seni bela diri Lawang Sakepeng pada pemuda Hindu Kaharingan di desa Timpah?. Penelitian ini tentu mempunyai tujuan dan manfaat yang hakikatnya untuk meningkatkan keilmuan dan meningkatkan sumber daya manusia pemuda Hindu Kaharingan yang lebih baik. Untuk memahami dan mengkaji permasalahan disampaikan kajian pustaka konsep, teori dan model untuk menganalisis masalah yang menjadi target pembahasan. Sedangkan teori yang digunakan untuk mengkaji adalah teori fungsional struktural dan teori nilai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskripsi kualitatif dengan pendekatan penalaran indukatif, teknik informan purposif. Metode pemgumpulan data dengan observasi partisipan, wawancara tidak berstruktur dan studi dokumentasi, serta dilanjutkan dengan teknik analisis data untuk mendapatkan deskripsi penelitian yang lebih baik. Hasil penelitian menunujukan bahwa seni bela diri Lawang Sakepeng pada pemuda Hindu Kaharingan di desa Timpah sudah berdasarkan teori, hanya saja pemuda Hindu Kaharingan masih kurang mengerti dan memahami lebih dalam proses, fungsi dan nilai dari seni bela diri Lawang Sakepeng sesuai struktur dan fungsi masyarakat.
UPIK
2020 · Thesis · Open Access
UPIK, 2020. Upacara Perkawinan Ticak Kacang pada masyarakat Hindu Kaharingan Dayak Siang Murung di Desa Dirung Bakung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya (Perspektif Pendidikan Hindu). Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Suwito, S.Ag.,M.Si Skripsi ini mengkaji tentang upacara perkawinan Ticak Kacang pada masyarakat Hindu Kaharingan Dayak Siang Murung di Desa Dirung Bakung Kecamatan Tanah Siang. Fenomena yang terjadi dilapangan pada upacara perkawinan Ticak Kacang masih dianggap adat, tata upacaranya masih rancau dan nilai-nilai kurang dipahami oleh generasi muda. Berdasarkan latar belakang tersebut, masalah yang dikaji yaitu, 1) Bagaimanakah Tata Cara pelaksanaan upacara perkawinan Ticak Kacang pada masyarakat Hindu Kaharingan Dayak Siang Murung di Desa Dirung Bakung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya, 2) Apakah Nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam upacara perkawinan Ticak Kacang bagi masyarakat Hindu Kaharingan Dayak Siang Murung di Desa Dirung Bakung Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1)Tujuan umum biasanya mengacu pada judul yang diangkat. 2) Tujuan Khusus mengacu pada Rumusan Masalah yang diangkat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, 1) Teori Fungsionalisme Struktural, 2) Teori Nilai. Penelitian ini metode yang dilakukan yaitu metode kualitatif dengan teknik penentuan informan Purposive yang terdiri dari Basie (Kerohaniawan Hindu Kaharingan) Ketua Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan (MK-AHK), Kepala Adat, Mantir Adat dan Tokoh Masyarakat selain itu juga peneliti menggunakan jenis dan sumber data primer dan data skunder dengan teknik pengumpulan data yaitu yaitu teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Sedangkan untuk teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dikaji dan dianalisis menggunakan teori Fungsionalisme Struktural ditemukan bahwa upacara perkawinan Ticak Kacang merupakan upacara perkawinan tingkat Kanista (sederhana) dan merupakan bagian dari upacara agama Hindu Kaharingan karena identik dengan Ritual suci seperti Nawui, Mura, Nyaki Malas dan Nyuko ongui. Tahapan pelaksanaan upacara perkawinan Ticak Kacang yaitu tahapan persiapan Kisok Tosinok, Nyoro Kisok, Kumpul Duran pertama dan tahapan pokok pelaksanaan yaitu Marak Ponganten, Ritual pensucian (pengukuhan Pengantin), penyerahan piring Ponyuka dan Nyaki Malas Umpu Kopali serta tahapan akhir yaitu kumpul Duran kedua dalam hal jalan Hadat upacara Perkawinan Ticak Kacang serta melaksanakan Siwah Pali tiga hari. Nilai-Nilai pendidikan Hindu dalam upacara perkawinan Ticak Kacang yaitu Nilai Nurani yang yang terdiri dari nilai religius, nilai kesucian dan nilai moralitas, serta Nilai Memberi yang terdiri dari nilai Sedekah/korban Suci dan nilai Sosial. Dengan mempunya pengetahuan dan memahami serta mampu menerapkan Nilai-nilai tersebut maka akan tercipta hubungan yang harmonis, bahagia dan kekal. Kata Kunci, Upacara Perkawinan Ticak Kacang, Nilai-nilai Pendidikan Hindu