IDA AYU SRI EKA GAYATRI
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAKSI Ida Ayu Sri Eka Gayatri. 2021. Peranan Guru Agama Hindu Dalam Penguatan Nilai-Nilai Tat Tvam Asi Bagi Siswa Hindu Di SDN Dwipasari Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarrya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H.,M.Pd.H Pembimbing II. Luh Putu Muliani Handayani, S.Fil.H.,M.Fil.H Siswa Hindu berada di lingkungan sekolah masih melakukan etika yang tidak baik seperti berperilaku yang tidak sopan dan santun, berbicara yang kurang baik untuk di dengar, siswa berkelahi, saling membuli dan jahil dengan teman-temannya di sekolah. Oleh sebab itu pentingya peranan guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SDN Dwipasari Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala. Dengan guru agama Hindu memberikan penguatan pada siswa mengenai ajaran nilai-nilai Tat Tvam Asi maka siswa Hindu akan selalu memiliki etika prilaku yang sopan dan santun, memiliki rasa saling menyayangi terhadap guru-guru dan teman-temannya, serta menjaga lingkungan alam sekitar sekolah. Berdasarkan latar belakang diatas dapat ditarik beberapa rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain : 1). Bagaimanakah peranan guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SDN Dwipasari, 2). Apa sajakah kendala guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SDN Dwipasari, 3). Bagaimanakah Upaya-upaya guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SDN Dwipasari. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan medeskripsikan peranan guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Peneliti menggunakan teknik Purposive, dalam mencantumkan informan yang akan dijadikan sebagai instrumen. Dalam teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan beberapa metode, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan meliputi tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 28 april-18 mei 2021. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu SDN Dwipasari Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala. Hasil penelitian yaitu 1). Peranan guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu yaitu: peran sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, teladan, dan motivator. 2). Kendala guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu yaitu: kendala secara intrinsik kurangnya kemampuan guru agama Hindu dalam bidang ilmu teknologi, dan siswa Hindu yaitu kurangnya motivasi siswa dalam belajar, kurangnya daya ingat siswa, kemudian secara ekstrinsik yaitu mengenai jam belajar terbatas, buku pelajaran, dan lingkungan. 3). Upaya guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu yakni: upaya memberikan penjelasan, pembelajaran, teladan, dan bimbingan. Kata Kunci : Peranan Guru Agama Hindu, Penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi
I MADE PUSTIKAYASA
2021 · Thesis · Open Access
Pandemi Covid-19 berdampak pada dunia pendidikan di Indonesia. Transformasi sistem pembelajaran tatap muka di kelas menjadi pembelajaran sistem daring menjadi persoalan sangat penting dan mendesak yang dihadapi dunia pendidikan. Sejak awal pandemi sampai saat ini persoalan pembelajaran sistem daring telah menjadi fokus berbagai penelitian. Namun, penelitian tentang pembelajaran daring di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHNTP) Palangka Raya belum tersedia. Peneliti tertarik mengkaji pembelajaran sistem daring di IAHN-TP Palangka Raya dengan fokus masalah (1) bagaimana proses pembelajaran sistem daring selama pandemi Covid-19 di IAHN-TP Palangka Raya, (2) bagaimana implikasi pembelajaran sistem daring selama pandemi Covid-19 di IAHN-TP Palangka Raya, dan (3) bagaimana upaya peningkatan pembelajaran sistem daring selama pandemi Covid-19 di IAHN-TP Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk mengkaji dan mendeskripsikan rumusan masalah penelitian tersebut ialah teori fenomenologi dan teori proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif fenomenologi pendekatan emik. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumen. Selanjutnya data yang diperoleh direduksi, disajikan, dan diambil suatu kesimpulan. Data yang dikaji dan dianalisis dengan teori fenomenologi dan teori proses pembelajaran menunjukkan beberapa hal berikut. (1) Persiapan yang dilakukan dosen pada proses pembelajaran sistem daring meliputi penyusunan bahan ajar yang lebih terperinci, teknik mengajar yang lebih menarik, ketersediaan perangkat pembelajaran, dan ketersediaan jaringan internet. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara virtual asynchronous dan collaborative synchronous dengan menerapkan RQA dan HOTS. Evaluasi hasil pembelajaran dilakukan secara daring berupa soal pilihan ganda dan analisis mandiri. (2) Implikasi pembelajaran sistem daring terhadap dosen ialah peningkatan pengetahuan dosen dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran, sedangkan implikasi terhadap mahasiswa ialah pengembangan potensi diri secara mandiri. (3) Lembaga telah meningkatkan sarana dan prasarana untuk mendukung pembelajaran. Dosen berupaya meningkatkan pengetahuan dan kreativitas di bidang teknologi pembelajaran dan meningkatkan pengetahuan yang berhubungan dengan teknik mengajar secara daring. Mahasiswa meningkatkan pengetahuan dari sumber belajar daring dan mengikuti webinar. Tri pramana menjadi dasar perubahan proses, implikasi, dan upaya peningkatan pembelajaran sistem daring karena manusia memiliki idep (pikiran) sehingga selama pandemi Covid-19 pembelajaran dapat terus berlangsung meskipun dilaksanakan secara daring.
ELA MAYORA
2021 · Thesis · Open Access
Ela Mayora, 2021. Strategi Pembelajaran Agama Hindu Di SDN-2 Pendreh Kabupaten Barito Utara, Skripsi Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampun Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II Lilik, S.Ag., M. Pd. H Dalam dunia pendidikan, Strategi Pembelajaran sangatlah penting untuk dilaksanakan gunanya juga agar terwujudnya proses pembelajaran yang di inginkan dan di cita-citakan pada setiap sekolah dan dengan ini Skripsi ini mengkaji Strategi Pembelajaran Agama Hindu Di SDN-2 Pendreh Kabupaten Barito Utara. Oleh karena itu di dalam sekolah ini juga ada beberapa perencanaan atau yang sering di sebut dengan Strategi yang guru Agama Hindu laksanakan pada proses pembelajaran di sekolah dasar pada peserta didik yang beragama Hindu. Berdasarkan latar belakang yang sudah dijelaskan bahwa yang sangat berpengaruhnya terhadapt keberhasilan dalam perencanaan pembelajaran yang dalam hal ini peserta didik Agama Hindu tidak terlalu fokus dalam melaksanakan pembelajaran Agama Hindu yang di mana proses pembelajaran Agama masih di laksanakan bersama dalam artian nya bergabung belajar bersama pada peserta didik Agama lain, otomatis pembelajaran yang direncanakan atau di lakukan oleh guru tentu tidak maksimal di terima oleh peserta didik Agama Hindu dan juga tidak efektif dalam menerima materi pembelajaran Agama Hindu saat dilaksanakan dalam ruangan. Dengan ini juga ada beberapa Rumusan Masalah dalam penelitian ini yang di mana adalah : 1. Bagaimana strategi pembelajaran Agama Hindu di SDN-2 Pendreh Kabupaten Barito Utara? 2. Apa saja kendala pembelajaran Agama Hindu di SDN-2 Pendreh Kabupaten Barito Utara? 3. Apa upaya strategi pembelajaran Agama Hindu di SDN-2 Pendreh Kabupaten Barito Utara? Begitu juga dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih jelasnya bagaimana strategi yang direncanakan oleh guru Agama Hindu dalam pembelajaran di SDN-2 Pendreh Kabupaten Barito Utara. Teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori konstruktivistik dan teori humanistik Metode penelitian ini dilakukan dengan pendekatan penelitian jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder teknik penentuan informana yaitu menggunakan teknik pusposive sampling serta teknik pengumpulan data seperti observasi,wawancara dan dokumentasi dan instrument penelitian teknik analisis data seperti metode deskriptif dan metode analisis data kualitatif. Untuk itu tidak lupa juga bahwa hasil dari penelitian menunjukan strategi pembelajaran Agama Hindu dapat terlaksana sebagaimana mesti nya walaupun ada beberapa kendala yang terjadi dalam pembelajaran Agama Hindu di SDN-2 Pendreh ini serta hal itu juga tidak terlepas dari adanya upaya yang di rencanakan atau di laksanakan untuk mencegah terjadi nya kendala yang akan di alami pada proses pembelajaran yang akan berlansung tentu juga guru menggunakan berbagai strategi dan upaya dalam pembelajaran Agama Hindu di SDN-2 Pendreh Kabupaten Barito Utara.
YULI YANA
2021 · Thesis · Open Access
YULI YANA, 2021. Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Masa Covid-19 di SDN 1 Pahirangan Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Yuni Permata, S.Pd., M.Pd Pembimbing II Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H Pembelajaran sistem daring telah diterapkan disemua sekolah yang terdampak dari Covid-19. Salah satu sekolah yang terdampak dari wabah covid-19 yaitu SDN 1 Pahirangan Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, Salah satu mata pelajaran yang terdampak dari wabah Covid-19 yaitu mata pelajaran pendidikan Agama Hindu. Akan tetapi yang terjadi dilapangan tidak semua siswa bisa mengikuti pembelajaran secara daring karena tidak semua siswa memiliki perangkat pembelajaran (laptop/handphone) yang memadai untuk mengikuti pembelajaran daring. Sehingga sekolah ini tidak menerapkan pembelajaran daring dikarenakan beberapa kendala dan alasan tersendiri diantaranya karena sekolah ini berada di pedalaman dan jaringan untuk mengakses internet masih sangat sulit untuk ditemukan, kemudian dikarenakan juga jumlah siswa disekolah ini juga bisa dikatakan sedikit, sehingga pada masa covid-19 seperti saat ini ketika melangsungkan pembelajaran secara tatap muka tidak akan menimbulkan kerumunan, hingga pada akhirnya sekolah ini menerapkan pembelajaran pada masa covid-19 ini yaitu tetap dengan tatap muka / luring. Sehubungan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Untuk mengetahui Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Masa Covid-19 di SDN 1 Pahirangan Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, (2) Untuk mengetahui bagaimana kendala dan solusi Guru dalam Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Masa Covid-19 di SDN 1 Pahirangan Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Narasumber penelitian, terdiri dari guru mata pelajaran pendidikan agama Hindu Kepala sekolah dan siswa kelas IV dan kelas V yang beragama Hindu sebanyak 2 orang. Untuk memperoleh data penelitian digunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Masa Covid-19 di SDN 1 Pahirangan dilaksanakan dengan luring, motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran pendidikan agama Hindu dan pengetahuan masih stabil tidak mengalami penurunan dari tahun lalu dilihat dari nilai rata-rata siswa 80-90.(2) kendala dan solusi Guru dalam Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Masa Covid-19 di SDN 1 Pahirangan yaitu kurangnya sarana atau media pembelajaran yang disediakan sekolah,Solusinya guru-guru harus membuat jadwal untuk bergantian memakai laptop sekolah dan sekolah mengusulkan ke dinas untuk pengadaan penambahan komputer atau laptop sekolah.
NORI
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK NORI, 2021. Strategi Pemerintah Desa Dalam Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Jantur Doyam Di Desa Nihan Hilir Kecematan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Pembimbing I : Budi Purnomo, SH.,M.Si Dan Pembimbing II : I Wayan Sindia Griya Danika, S.Kom., M.T. Sektor pariwisata merupakan salah satu potensi yang pada saat ini masih terus dikembangkan sebagai sumber pendapatan daerah. Di Desa Nihan Hilir Kecematan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara sendiri memiliki sektor pariwisata unggulan yang menjadi magnet penarik pembangunan ekonomi yang sangat besar untuk meningkatkan aset pendapatan daerah. Objek wista unggulan tersebut dikenal dengan Objek Wisata Air Terjun Jantur Doyam. Air Terjun Jantur Doyam merupakan objek wisata alam yang dikelola langsung oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Barito Utara. Dengan adanya objek wisata Air Terjun Jantur Doyam tersebut diharapkan dapat memberikan peluang yang besar dalam kesempatan menciptakan lapangan kerja dan mengurangi serta mampu menanggulangi angka kemiskinan. Seiring berkembang dan majunya suatu objek wisata maka semakin untung yang dirasakan oleh masyarakat. Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Jantur Doyam juga banyak dihadapkan dengan berbagai kendala yang berpotensi menghambat berjalannya rencana pengembangan dan pembangunan objek wisata daerah. Maka dari itu Pemerintah Desa Nihan Hilir Kecematan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara saat ini berusaha keras melakukan berbagai upaya yang dapat menanggulangi kendala yang sering dihadapi. Berdasarkan pembahasan diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Kendala apa saja yang dialami dalam pengembangan objek wisata Air Terjun Jantur Doyam Di Desa Nihan Hilir Kecematan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara? (2) Bagaimana strategi pemerintah desa dalam pengembangan objek wisata air terjun jantur doyam Di Desa Nihan Hilir Kecematan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara? (3) Bagaimana bentuk pelaksanaan strategi pemerintah desa dalam pengembangan objek wisata Air Terjun Jantur Doyam Di Desa Nihan Hilir Kecematan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah : (1) Teori Pembangunan dan (2) Teori Pengembangan Pariwisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hal ini dikarenakan penulis ingin mendiskripsikan data lapangan mengenai permasalah penelitian, teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu, observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian Strategi Pemerintah Desa Dalam Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Jantur Doyam belum terlaksana secara optimal. Pengembangan yang dilakukan yaitu (1) menyediakan sarana dan prasarana penunjang pariwisata serta (2) pengembangan promosi wisata. Kendala yang dihadapi dalam pengembangan objek wisata Air Terjun Jantur Doyam yaitu terbatasnya anggaran dana, terbatasnya sumber daya manusia, belum optimalnya strategi pengembangan objek wisata Air Terjun Jantur Doyam dan promosi wisata. (3) Upaya yang dilakukan menambah fasilitas, meningkatkan sosialisasi sadar wisata, melakukan perbaikan infrastruktur dan kerjasama dengan pihak terkait dalam pengembangan objek wisata Air Terjun Jantur Doyam. Kata Kunci : Strategi Pemerintah Desa Dalam Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Jantur Doyam.
LISDAWATI
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK LISDAWATI, 2021 Pemanfaatan Aplikasi WhatsApp dalam Pembelajaran Daring pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SD Negeri 2 Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas, Jurusan Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Ketut Sudiarta,S.Sos., MAP Pembimbing II Suryanto, S.Pd.,M.Pd Pendidikan dalam masa pandemi Covid-19 berpengaruh pada proses pembelajaran menjadi pembelajaran jarak jauh tana bertatap muka. Sehingga pemanfaatan Aplikasi WhatsApp salah satu, yang digunakan dalam pembelajaran daring/berbasis online. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh jawaban dari pertanyaan dari rumusan masalah yaitu untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai bagaimana Pemanfaatan Aplikasi WhatsApp dalam Pembelajaran Daring, memahami dampak setelah Pemanfaatan Aplikasi WhatsApp dan untuk mengetahui kendala dalam Pemanfaatan Aplikasi WhatsApp dalam Pembelajaran Daring pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SD Negeri 2 Pulau Kaladan. Teori yang di gunakan dalam penelitian ini ada 2 yaitu Teori Kognitif dan Teori Pemanfaatan, karena kedua teori ini relevan dengan judul skripsi peneliti. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif karena memiliki sifat yang deskriptif, dan Teknik penentuan informan yang di gunakan adalah Purposive sampling. Penelitian berlokasi di SD Negeri 2 Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas selama kurun waktu 22 April-24 Mei 2021. Sumber data penelitian terdapat 7 informan yaitu Kepala Sekolah SD Negeri 2 Pulau Kaladan, Guru Agama Hindu, 3 Siswa dari kelas IV, V, VI dan juga 2 orang tua siswa. Pemanfaatan Aplikasi WhatsApp dalam pembelajaran di SD Negeri 2 Pulau Kaladan Pada Mata pelajaran Agama Hindu memiliki langkah-langkah perencanaa yaitu menyiapkan RPP. Pelaksanaan pembelajaran Agama Hindu secara daring meliputi pendahuluan: mengucap salam, berdoa, absen, menyampaikan pembelajaran melalui Vidio Call grup di Aplikasi WhatsApp. Kegiatan inti : mengamati, menanya, mengeksperimen, mengasosiasikan, mengkomunikasikan melalui Aplikasi WhatsApp. Kegiatan penutup: pemberian tugas dan nilai hasil evaluasi pembelajaran. Hasil penelitian ini yang berlokasi di SD Negeri 2 Pulau Kaladan, Memanfaatkan Aplikasi WhatsApp sebagai sarana pembelajaran jarak jauh dan sebagai alat komunikasi antar guru dan siswa dalam pembelajaran. Di samping pemanfaatan Aplikasi WhatsApp terdapat Kendala yaitu gangguan jaringan, listrik padam dan sebagian siswa tidak memiliki Handphone Android dan Dampak dalam pemanfaatan Aplikasi WhatsApp membuat siswa candu dalam penggunaan Handphone Android sehingga lupa dengan pembelajaran dan lalai dalam belajar. Sebab itulah masalah dalam proses pembelajaran daring dengan menggunakan Aplikasi WhatsApp dalam pemanfaatannya.
MANDANG
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK MANDANG. 2021: Upaya Majelis Resort Meningkatkan Kesadaran Ibadah (Basarah) Pemuda Hindu Kaharingan Di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Pd.,M.Si Majelis Resort adalah lembaga agama Hindu Kaharingan yang berposisi di Kecamatan serta memiliki tugas dan kewajiban membina dan membimbing seluruh umat Hindu Kaharingan yang ada di Kecamatan. Pelaksanaan ibadah (Basarah) pemuda merupakan salah satu program kerja yang dirancang, dibuat serta di tetapkan oleh Majelis dan jajarannya dimana memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta pemahaman akan pentingnya pelaksanaan ibadah (Basarah). Namun faktanya berdasarkan fenomena di lapangan kesadaran Ibadah (Basarah) pemuda sangat rendah. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka terdapat tiga permasalahan yang akan dibahas antara lain: (1) Bagaimana tingkat kesadaran pemuda dalam ibadah (Basarah) di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas? (2) Apa faktor penyebab kurangnya kesadaran ibadah (Basarah) Pemuda Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas? (3) Bagaimana upaya Majelis Resort dalam meningkatkan kesadaran ibadah (Basarah) pemuda Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas?. Penulisan ini bertujuan : (1) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana tingkat kesadaran pemuda dalam ibadah (Basarah) di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. (2) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan apa faktor penyebab kurangnya kesadaran ibadah (Basarah) Pemuda Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. (3) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana upaya Majelis Resort dalam meningkatkan kesadaran ibadah (Basarah) pemuda Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. Teori yang digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori struktural fungsional, teori religius, dan teori tindakan sosial. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi/penelitian langsung turun ke lapangan, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode deskriptif análisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Bagaimana tingkat kesadaran pemuda dalam ibadah (Basarah) di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas adalah: (a) Tidak menetap, (b) Sangat rendah. (2) Apa faktor penyebab kurangnya kesadaran ibadah (Basarah) Pemuda Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas adalah: Faktor Internal dan faktor External. Faktor internal (a) Waktu (b) Kemalasan (c) Minim pengetahuan agama (d) Minder (e) Pengaruh kesibukan/pekerjaan (f) Jarak dan alat transportasi dan (g) Kurang termotivasi. Faktor External (a) bergaul dengan teman sebaya berbeda agama, (b) Berpacaran berbeda agama (c) Provokasi dari lingkungan sekitar. (3) Bagaimana upaya Majelis Resort dalam meningkatkan kesadaran ibadah (Basarah) pemuda Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas adalah: (a) Latihan/pratek pembuatan sarana dan prasarana keagamaan (b) Pemberian hadiah (c) Memotivasi. Kata Kunci: Upaya, Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan, Meningkatkan Kesadaran Ibadah (Basarah) Pemuda, Pemuda, Agama Hindu Kaharingan.
MEINISYA
2021 · Thesis · Open Access
MEINISYA, 2021 : Peran Lembaga Kedamangan Dalam Penyelesaian Kasus Penghinaan Dan Pencemaran Nama Baik Melalui Media Sosial Di Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Made Kastama SH.,MH. Pembimbing II I Komang Darman SH.,MH. Lembaga Adat Kedamangan merupakan Lembaga Sentral yang bertanggungjawab penuh agar tetap lestari, berdayaguna dan berkembangnya hukum adat dayak, adat istiadat, dan kebiasaan-kebiasaan, tradisi dalam masyarakat dayak Kalimantan Tengah secara umumnya dan Kabupaten Katingan pada khususnya. Dengan adanya lembaga adat dalam menyelesaikan kasus penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media sosial di Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan supaya kasus tersebut dapat diselesaikan dengan musyawarah mufakat. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu (1) Bagaimana Proses Penyelesaian Kasus Penghinaan Dan Pencemaran Nama Baik Melalui Media Social (Facebook) di Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan? (2) Bagaimana Penerapan Sanksi Adat Terhadap Pelaku ditinjau dari Hukum Adat Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan? Subjek penelitian adalah Damang Kepala Adat, Kepala Desa, Mantir Adat, dan Tokoh masyarakat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dan rancangan studi kasus dengan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Objek penelitian ini adalah Peran Lembaga Kedamangan Dalam Penyelesaian Kasus Penghinaan Dan Pencemaran Nama Baik Melalui Media Sosial Di Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptip Kualiitatif yaitu dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan hasil studi kepustakaan. Hasil penelitian telah menunjuk. bahwa Peran Lembaga Kedamangan Dalam Penyelesaian Kasus Penghinaan Dan Pencemaran Nama Baik Melalui Media Sosial Di Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan tersebut adalah dalam keputusan Damang Kepala Adat bahwa si pelaku dikenakan pasal 50 tentang Singer Tandahan Randan (Denda Adat Tuduhan Serampangan). sejumlah 20 kati ramu, bilamana diuangkan yaitu sebesar Rp. 5.000.000,00-, (lima juta rupiah). Dalam kasus ini Damang Kepala Adat memberikan jalan berdamai dan permasalahan kasus pun dapat diselesaikan melalu perdamaian adat dan dasarnya penyelesaian kasus melalui Lembaga Kedamangan bukan menitik beratkan pada menang atau kalah dari salah satu pihak melainkan kembalinya keadaan keseimbangan yang terganggu, sehingga masing-masing pihak dapat hidup kembali dalam kehidupan dan ikatan dengan keseluruhan secara tenang tentram dan damai. Dari hasil penelitian dan analisis data tersebut maka dapat disimpulkan yaitu : (1) Proses Penyelesaian Kasus Penghinaan Dan Pencemaran Nama Baik Melalui Media Social (Facebook) di Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan adalah selain diatur diberbagai peraturan Perundang-Undangan seperti Ketentuan hukum adat yaitu 96 pasal Perjanjian Tumbang Anoi yg tertuang pada pasal 50 tentang Singer Tandahan Randan (Denda Adat Tuduhan Serampangan). Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 16 tahun 2008, tentang Kelembagaan Adat Dayak di Kalimantan Tengah yang telah diperbaharui dengan Perda No 1 Tahun 2010, yang menjelaskan tentang peradilan adat dan singer, bagi pelanggar Hukum Adat Dayak Kalimantan Tengah. (2) Penerapan Sanksi Adat Terhadap Pelaku Kasus Penghinaan dan Pencemaran Nama Baik Melalui Media Sosial ditinjau dari Hukum Adat Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan yaitu bersifat final dan mengikat bagi para pihak dan memiliki kekuatan hukum berdasarkan telah diatur didalam pasal 28 Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 16 tahun 2008 tentang Kelembagaan Adat Dayak di Kalimantan Tengah, segala perselisihan, sengketa, dan pelanggaran hukum adat yang telah didamaikan dan diberi sanksi adat melalu keputusan Kerapatan Mantir/Let Perdamaian Adat ditingkat Kecamatan, adalah bersifat final dan mengikat para pihak. Kata Kunci : Lembaga Kedamangan, Penyelesaian Kasus, dan Penghinaan
WARDIMAN
2021 · Thesis · Open Access
WARDIMAN, 2021. Upaya Guru Agama Hindu dalam Meningktatkan Pemahaman Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMA Negeri 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. I Ketut Sudiarta, S.Sos.,MAP. Pembimbing II, Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd.,M.Pd. Pendidikan agama Hindu memiliki peranan yang sangat penting dalam hal mencetak generasi bangsa yang bermutu dan memiliki kualitas tinggi. Kerjasama yang baik dari semua pihak akan menentukan hasil dari kegiatan pendidikan yang telah dilakukan. Salah satunya yaitu guru. Guru sebagai seorang pendidik akan mengasuh, membimbing dan meningkatkan pemahaman siswa. Upaya guru dalam kegiatan pembelajaran menjadi peran penting dalam mewujudkan generasi siswa yang lebih baik khususnya terhadap dasar-dasar pendidikan agama Hindu di sekolah. Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini akan ada dua permasalahan yang akan dibahas antara lain: (1) Bagaimana upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan pemahaman siswa Hindu terhadap dasar-dasar ajaran agama Hindu di SMAN-1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas?. (2) Faktor apa saja yang mempengaruhi upaya guru dalam meningkatkan pemahaman siswa Hindu terhadap dasar-dasar ajaran agama Hindu di SMAN-1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu teori kognitivisme, teori upaya. Informan penelitian ini adalah guru agama Hindu (satu orang), kepala sekolah, dan siswa kelas X (dua orang) serta siswa kelas XI (satu orang). Teknik pengumpulan data yaitu 1) observasi, 2) wawancara, 3) dokumentasi. Metode penelitan ini yang digunakan metode kualitatif. Dan teknik analisis data meliputi beberapa tahapan yaitu: 1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) penyajian data, 4) penarik kesimpulan. Hasil penelitian upaya guru dalam meningkatkan pemahamahan siswa terhadap dasar-dasar pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMA Negeri 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas yaitu 1) Guru menghadirkan kegiatan pembelajaran dengan semenarik mungkin, yaitu dengan menggunakan media audio visual berupa film, memperbanyak bahan ajar, berdoa sebelum belajar, mengikuti persembahyangan, dan mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar. Sementara itu, upaya yang dilakukan pihak sekolah adalah dengan mempersilahkan ruangan kelas sebagai tempat belajar agama Hndu 2) Faktor pendukung adalah berupa adanya kerja sama dari pihak sekolah serta guru dengan masyarakat sekitar dalam bentuk pelatihan. Dan 3) Faktor penghambat yaitu kurangnya bahan ajar berupa buku paket, belum tersedianya tempat belajar khusus untuk mata pelajaran agama, dan keadaaan lingkungan.
CANDRA WARDANA
2021 · Thesis · Open Access
Candra Wardana.2021 : Penerapan pembelajaran daring dengan model reading, questioning and answering (RQA) dalam kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan. Skripsi , Program Studi Pendidikan Agama Hindu, IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II, Yuni Permata,S.Pd.,M.Pd Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research), berlatar belakang SMAN 1 Pulau Malan dengan objek penelitian siswa kelas XI yang beragama Hindu berjumlah 10 (sepuluh) orang dan tujuan penelitian ini adalah menerapkan pembelajaran daring dengan model reading, questioning, and answering dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa serta efektivitas penerapan pembelajaran dengan model reading, questioning, and answering dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan materi sad darsana (filsafat Hindu). Pada penelitian ini mengkaji pokok penerapan pembelajaran daring dan efektifitas pembelajaran dari dengan model RQA dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa diSMAN 1 Pulau Malan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus dan 4 (empat) tahap, meliputi ; 1) Perencanan, 2) Pelaksanan, 3) Observasi dan 4) Refleksi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumen. Menggunakan analisis kualitatif untuk analisis datanya termasuk penyajian data dan penarikan kesimpulanya. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan pembelajaran daring dengan model reading, questioning, and answering dapat meningkat kemampuan siswa dalam berpikir kritis. Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dapat di lihat pada siklus I dan siklus II. Kemampuan siswa dalam berpikir siswa pada siklus I berada di skor 55% pada kriteria “cukup baik” dan pada siklus II berada di skor 83% dengan kriteria “baik”. Efektivitas pembelajaran daring dengan model reading, questioning, and answering dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dapat disimpulkan cukup efektif dibandingkan dengan model konvensional sebagaimana dapat dilihat pada setiap siklus. Oleh karena itu, hasil penelitian di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan sudah terealisasi dengan baik.
FITA FURMASARI
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Furmasari Fita, 2021, Kedudukan Surat Keterangan Tanah Adat (SKTA) Sebagai Alat Pembuktian Dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Adat Di Wilayah Kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I) Mariatie, S.Ag.M.Si. Pembimbing (II) Gelar Sumbogo Peni, S.Ag.,M.Si. Guna memberikan kepastian hukum terhadap Surat Keterangan Tanah Adat dalam hukum adat maka pemerintah mengeluarkan Peraturan Gubernur No.13 Tahun 2009 tentang tanah adat dan hak-hak diatas tanah adat di Provinsi Kalimantan Tengah. Surat Keterangan Tanah Adat merupakan bukti atas pengakuan hak kepemilikan atas tanah adat, dengan demikian Surat Keterangan Tanah Adat dalam kedudukannya mendapat pengakuan sebagai alat bukti apabila terjadi sengketa tanah. Untuk mendapatkan Surat Keterangan Tanah Adat masyarakat harus mendaftarkan tanahnya kelembaga kedamangan supaya tanah yang dikuasai tidak dapat diklaim oleh orang lain dengan adanya bukti dokumen dari lembaga kedamangan serta mendapat perlindungan hukum kepada pemegang hak tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah : (1). Bagaimana Kedudukan Surat Keterangan Tanah Adat sebagai alat pembuktian dalam penyelesaian sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan ? (2). Bagaimana Kekuatan Hukum Surat Keterangan Tanah Adat sebagai alat pembuktian dalam penyelesaian sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan ? (3) Apa factor penyebab terjadinya sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan ? Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah Teori Kepastian Hukum, Teori Perlindungan Hukum dan Teori Pluralisme Hukum. Subjek penelitian ini adalah kepala adat/damang, mantir adat dan tokoh adat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, dokumentasidankepustakaan. Data dianalisis dengan metode kuantitatif artinya data yang didapatkan disajikan dalam bentuk table dan kualitatif dengan mereduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan yang tertuju pada masalah yang diteliti di lingkungan masyarakat tentang Kedudukan Surat Keterangan Tanah Adat sebagai alat pembuktian dalam penyelesaian sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kedudukan Surat Keterangan Tanah Adat sebagai alat pembuktian dalam penyelesaian sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan Surat Keterangan Tanah Adat dalam hukum adat mendapatkan pengakuan dimasyarakat adat sendiri sebagai bukti hak atas kepemilikan sebidang tanah yang secara adat memiliki kepastian hukum dengan adanya peraturan dari Gubernur Provinsi Kalimantan. (2) Kekuatan Hukum Surat Keterangan Tanah Adat sebagai alat pembuktian dalam penyelesaian sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan memilliki kekuatan hukum secara Hukum Adat dengan diperkuat adanya Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 13 Tahun 2009 tentang Tanah Adat dan Hak-hak Adat diatas tanah adat di Provinsi Kalimantan Tengah dan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) sebagai sarana dalam memberikan kepastian hukum. (3) Faktor penyebab terjadinya sengketa ix tanah yaitu dipicu oleh keadaan ekonomi serta karena adanya pengklaiman tanah yang menggeser batas patok tanah milik orang lain sehingga terjadilah konflik sengketa tanah. Kata Kunci :Kedamangan, SKTA, Kekuatan Hukum SKTA
OCHA CHIVA DANUARTHA
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Ocha Chiva Danuartha, 2021 Kewenangan Damang Kepala Adat Dalam Menyelesaikan Kasus Perceraian Di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan (Studi Kasus di Desa Tewang Karangan), Prodi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Budhi Widodo, SH.,MH. Pembimbing (II) Dr. Ni Nyoman Rahmawati, S.Ag.,M.Si. Kasus perceraian adat yang terjadi di Kedamangan Pulau Malan berawal karena salah satu pihak melakukan pelanggaran adat terhadap surat perjanjian kawin adat dan surat pernyataan. Dalam surat kawin adat tersebut barang siapa yang meninggalkan akan mendapatkan sanksi atas pelanggaran yang dilakukan. Subjek penelitian adalah Damang Kepala Adat, Mantir Adat, Ketua RT, Kepala Desa, Pihak yang bercerai dan saksi. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan metode kualitatif. Rumusan masalahnya adalah (1)Apa faktor penyebab terjadinya perceraian di Desa Tewang Karangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan? (2)Bagaimana Kewenangan Damang Kepala Adat dalam menyelesaikan kasus perceraian di Desa Tewang Karangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan? (3)Bagaimana proses dan akibat hukum dalam penyelesaian kasus perceraian oleh Damang Kepala Adat di Desa Tewang Karangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan? Dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab terjadinya perceraian karena adanya orang ketiga di dalam rumah tangga keduanya. Kewenangan Damang Kepala Adat berpedoman pada Perda No. 16 Tahun 2008 dalam menyelesaikan perkara perceraian adat. Dalam kasus ini salah satu pihak telah menikah dengan perempuan lain tetapi masih terikat perkawinan dengan istri pertama, karena hal itu istri pertama melaporkan perkara kepada Ketua RT Setempat yang dibantu oleh Mantir Adat Desa Tewang Karangan untuk menyelesaikan perkara, namun Ketua RT dan Mantir Adat tidak dapat menyelesaikan perkara tersebut karena terlapor tidak memenuhi sanksi adat atas pelanggaran perjanjian kawin adat danpernyataan yang dibuat terlapor sebelumnya. Kemudian pelapor melaporkan kembali perkara perceraian adat ke Kepala Desa Tewang Karangan dengan menunjukkan dan menyerahkan surat pelimpahan dari Ketua RT. Namun perkara tersebut tidak bisa diselesaikan juga oleh Kepala Desa karena alasan yang sama. Setelah melalui tahap penyelesaian di desa, kemudian kepala desa melimpahkan kembali kasus tersebut agar dapat di selesaikan di Lembaga Kedamangan Pulau Malan. Setelah melalui 3 tahap persidangan maka Damang Kepala Adat menetapkan putusan bagi yang meninggalkan rumah tangganya akan diberi sanksi sesuai aturan yang berlaku, membayar 20 kati ramu atas pelanggaran perjanjian kawin adat sebesar 5 juta rupiah dan membayar 40 kati ramu atas pelanggaran surat pernyataan sebesar 10 juta rupiah. Sanksi terhadap kedua belah pihak yang berperkara masing-masing 5 kati ramu untuk membayar biaya perkara sebesar 2,5 juta rupiah. Kata Kunci : Kewenangan, Damang Kepala Adat, Perceraian Adat
CARMA
2021 · Thesis · Open Access
CARMA. 2021. Motivasi Belajar Siswa Secara Daring Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas Kabupaten Kapuas Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Jenjang Strata Satu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I), Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H Pembimbing (II) Desak Ketut Angraeni, SS.,M.Pd Pembelajaran daring yang diberlakukan untuk semua lembaga pendidikan banyak memberikan dampak, salah satunya pada motivasi belajar siswa, terutama pada siswa jenjang SMA. Siswa SMA adalah individu yang memasuki masa remaja, dimana masa remaja sangat rentan mengalami permasalahan karena mengalami perubahan baru dalam dirinya. Selain itu, motivasi belajar siswa juga berpengaruh dalam keberhasilan pembelajaran.Adapun rumusan permasalahan yang ada dalam penulisan ini yaitu: 1. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran daring di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas? 2. Bagaimana motivasi belajar siswa secara daring pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas? 3. Bagaimana faktor penghambat dan pendukung dan upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa secara daring pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas Tujuan penelitian ini yaitu: Untuk Mendeskripsikan tentang Pelaksanaan Pembelajaran Daring di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas, Motivasi, faktor penghambat dan pendukung dan upaya motivasi belajar siswa secara daring pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik penentuan informan yaitu menggunakan Snowball sampling. Jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tahapan pelaksanaan pembelajaran daring di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas Kabupaten Kapuas terdiri dari (a) Perencanaan pembelajaran (b) Pelaksanaan pembelajaran (c) Pengawasan (d) Evaluasi Hasil belajar. (2) Motivasi belajar terdiri dari: (a) motivasi internal (b) motivasi eksternal. Faktor penghambat dan pendukung dan upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa secara daring pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas adalah: (a) Faktor Penghambat yaitu: Jaringan internet, keterbatasan waktu, kurangnya minat peserta didik dan keterbatasan ekonomi (b) Faktor pendukung yaitu: tersedianya lab komputer, pemberian paket data. Upaya yang dilakukan dalam memotivasi belajar siswa secara daring pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 2 Kuala Kapuas adalah: (a) Upaya dari sekolah (b) Upaya dari guru.
WAYAN MIARSA
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Wayan Miarsa, 2021 ”Nilai-nilai Kepemimpinan Hindu dalam Asta Brata sebagai peningkatan disiplin kerja guru di SDN-1 lunuk Ramba Kecamatan Basarang”. Pembimbing I : Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag., M.Ag Pembimbing II : Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si Pengelolaan disiplin guru guna terciptanya disiplin kerja, dalam proses pencapaian kemajuan, meningkatkan sumber daya manusia diperlukan sebuah upaya yang mesti dilakukan. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata sebagai dasar interpretasi dalam disiplin pada diri kemudian direalisasikan pada sikap tindakan dalam kerja. Penelitian ini terfokus pada Nilai-nilai Kepemimpinan Asta Brata dalam disiplin kerja guru dengan rumusan masalah: 1) Nilai-nilai Kepemimpinan Hindu dalam ajaran Asta Brata tercermin dalam disiplin kerja guru, 2) Bagaimana Relevansi Nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata dalam kontek pengelolaan disiplin kerja guru pada SDN-1 Lunuk Ramba, 3) Bagaimana langkah-langkah yang bisa ditempuh dalam rangka mengaplikasikankan nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata pada SDN-1 Lunuk Ramba. Adapun teori yang digunakan menganalisis permasalahan tersebut adalah teori Analisis Kontent (Analisis nilai) dari Vredenbreght, Teori Fungsionalisme Struktural dengan Skema Agil yang dikemukakan Talcott Parsons, Teori Sosialisasi atau Teori Belajar dari Edwin H. Sutherland. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, studi kepustakaan. Hasil penelitian ini ada beberapa : Pertama, nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata tercermin dalam disiplin kerja pegawai ada beberapa yaitu; 1) nilai kearifan, dan kewibawaan pada Indra Brata 2) nilai keberanian, keadilan dan bijaksana pada Yama Brata 3) Nilai-nilai Semangat, efektif dan efisien pada Surya Brata. 4) nilai-nilai penerangan dan empati pada Candra Brata. 5) nilai rendah hati dan moral yang luhur pada Vayu Brata. 6) nilai-nilai teguh pendirian dan rela mengabdi pada Kuwera Brata . 7) nilai-nilai berwawasan luas, berinisiatif, kreatif dan inovatif pada Varuna Brata 8) nilai-nilai kemuliaan dan tanpa pilih kasih pada Agni Brata. Kedua, relevansi nilai-nilai kepemimpinan asta brata dalam kontek pengelolaan disiplin kerja guru pada SDN-1 Lunuk Ramaba yaitu; 1) relevansi nilai sikap dan prilaku, 2) Relevansi nilai personal dan relevansi nilai sosial dapat terwujud dari interpretasi nilai-nilai Asta Brata sebagai norma yang menjadi tolak ukur dalam penanaman nilai terbaik pada diri pribadi; 3) Relevansi nilai subjektif dan nilai objektif dalam mewujudkan disiplin kerja pegawai. Ketiga, langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mengaplikasikan nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata ; 1) Langkah dari guru, dimensi integrasi nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata dalam meningkatkan disiplin kerja pada diri; 2) Langkah-langkah dari pimpinan, Pendekatan aksi sosial, yaitu pengkombinasian pendekatan transformatif dengan aktivitas-aktivitas yang berupaya untuk melakukan perubahan; 3) Langkah-langkah dari instansi yaitu; Lembaga memberikan dimensi pembelajaran yang sama dan adil, menuangkan dalam format pelatihan, diklat, seminar, lokakarya.
DERIANI
2021 · Thesis · Open Access
DERIANI, 2021. Nilai-Nilai Pendidikan Hindu dalam Ritual Balian Balaku Untung Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Malahoi Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing (I) Dr.Derson.S.Ag.,M.Ag Pembimbing (II) Suwito, S.Ag.,M.Si Keyakinan beragama menjadi sebuah alasan untuk kita agar selalu menjaga dan melaksanakan segala sesuatu yang berkaitan dengan ajaran agama tersebut yaitu pelaksanaan ritual keagamaan yang menjadi bagian dari keyakinan. Pelaksanaan ritual yang dimaksud adalah ritual yang diyakini oleh masyarakat Hindu Kaharingan, salah satunya pelaksanaan ritual Balian Balaku Untung. Pelaksanaan ritual Balian Balaku Untung merupakan sebuah tradisi yang dilaksanakan oleh para leluhur zaman dahulu sehingga sampai sekarang masih tetap dilestarikan dan dilaksanakan serta ritual ini bertujuan untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat yang melaksanakannya. Akan tetapi seiring berjalanya waktu pelaksanaan ritual Balian Balaku Untung sudah jarang dilaksanakan karena masyarakat Hindu Kaharingan beranggapan meskipun dilaksanakan ritual tersebut juga tidak menjamin kehidupan mereka akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Dalam pelaksanaan ritual tersebut juga dilaksanakan dengan membelakangi nilai-nilai pendidikan Hindu seperti sarana prasarana yang digunakan sehingga dalam fenomena tersebut peneliti tertarik untuk mengangkat sebuah judul penelitian tentang Nilai-Nilai Pendidikan Hindu dalam Ritual Balian Balaku Untung Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Malahoi Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini yaitu tentang (1) Pelaksanaan ritual Balian Balaku Untung pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Malahoi Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas (2) Nilai pendidikan Hindu apa yang terkandung dalam pelaksanaan ritual Balian Balaku Untung pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Malahoi Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Akan tetapi walaupun tujuan pelaksanaan dari ritual Balian Balaku Untung diartikan sebagai proses ritual yang berkaitan dengan kehidupan, namun banyak masyarakat sekarang yang beranggapan bahwa terlaksananya ritual tersebut juga tidak akan menjamin kehidupan mereka menjadi lebih baik dengan adanya anggapan tersebut membuat proses ritual Balian Balaku Untung sekarang ini menjadi jarang lagi dilaksanakan. Pelaksanaan ritual ini memang memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan manusia, disamping itu ritual ini juga memiliki nilai-nilai pendidikan yang harus dijaga dan dipahami arti dari nilai tersebut supaya dalam pelaksanaan ritual Balian Balaku Untung ini hakekatnya semakin dirasakan bagi kehidupan. Dalam pelaksanaan ritual apabila adanya suatu tujuan tentu juga ada manfaat, manfaat pelaksanaan ritual Balian Balaku Untung juga tidak terlepas dari kehidupan karena pada hakekatnya bahwa ritual yang dilaksanakan dengan harapan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya, namun semuanya juga kembali kepada diri masing-masing apakah kita yakin akan hal yang kita laksanakan tersebut atau tidak. Apabila kita yakin maka hakekat dari ritual Balian Balaku Untung bisa dirasakan namun apabila sebaliknya maka jangan berharap bahwa kehidupan yang kita harapkan bisa didapatkan karena pada dasarnya semua keinginan yang terjadi berdasarkan keyakinan yang ada pada diri kita sendiri. Untuk memecahkan masalah yang dihadapi guna memperoleh hasil atau arah yang diharapkan peneliti dalam penelitian ini maka ada dua teori yang digunakan (1) Teori fungsional dan struktural digunakan oleh peneliti untuk membahas permasalahan pada bagian pertama (2) Teori nilai, digunakan oleh peneliti untuk membahas permasalahan pada bagian kedua. Selain itu dalam penelitian ini peneliti menggunakan salah satu metode yaitu metode deskritif. Metode deskritif ini digunakan peneliti sebagai salah satu cara untuk mendapatkan masalah yang ada dilapangan selain itu juga digunakan metode purposive sampling yang bertujuan untuk mendapatkan berbagai informasi dari informan yang diwawancara. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan dalam analisis penelitian yaitu dengan melakukan observasi (turun langsung kelokasi penelitian) dan wawancara guna memperoleh data-data yang akurat, adanya berbagai pembahasan tersebut maka peneliti dapat memperoleh hasil penelitian yang diharapkan diantaranya sistem pelaksanaan ritual Balian Balaku Untung dan nilai-nilai pendidikan Hindu yang terkandung didalamnya yaitu nilai pendidikan Tattwa, Susila, Religi, dan Sosial. petunjuk apabila dikemudian hari dibutuhkan untuk mendapatkan berbagai informasi tentang pelaksanaan ritual Balian Balaku Untung. Semoga apa saja yang telah dibahas didalam skripsi ini mampu memberikan pemahaman dan motivasi bagi para pembaca.
WAYAN KARTINI
2021 · Thesis · Open Access
WAYAN KARTINI. 2021. Pemahaman Umat Hindu Tentang Kidung Suci Dewa Yajna Dalam Persembahyangan Di Pura Astiti Dharma Desa Garantung Kabupaten Pulang Pisau (Perspektif Pendidikan Hindu). Pembimbing I. Dr.I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A Pembimbing II. I Made Paramarta,S.Ag.,M.Si Penelitian ini mengkaji pemahaman umat Hindu tentang kidung suci dewa yajna dalam persembahyangan di Pura Astiti Dharma di Desa Garantung Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian ini mengangkat fenomena masyarakat dalam memahami kidung suci dewa yajna. Masyarakat secara umum dan Hindu khususnya belum banyak memahami tentang meningkatkan pemahaman dan keterampilan melagukan kidung suci dewa yajna. Dalam pelaksanaan persembahyangan kidung suci dewa yajna masih di gunakan, tetapi tidak semua umat Hindu ikut melagunakannya. Melantunkan kidung suci dewa yajna dalam persembahyangan di pandang sebagai sarana untuk menghaturkan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Berdasarkan hal di atas, maka penelitian ini difokuskan pada pembahasan tentang (1) pemahaman umat Hindu tentang kidung suci dewa yajna dalam persembahyangan di Pura Astiti Dharma Desa Garantung Kabupaten Pulang Pisau, (2) kendala umat Hindu dalam melagukan kidung suci dewa yajna di Pura Astiti Dharma Desa Garantung Kabupaten Pulang Pisau, (3) upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan melagukan kidung suci dewa yajna dalam persembahyangan di Pura Astiti Dharma Desa Garantung Kabupaten pulang Pisau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mengekplorasi, mendeskripsikan pemahaman umat Hindu melagukan kidung suci dewa yajna, dan menganalisis jenis–jenis kidung suci yang digunakan, kendala umat Hindu dalam melagukan kidung suci dewa yajna, upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan melagukan kidung suci dewa yajna dalam persembahyangan di Pura Astiti Dharma Desa Garantung Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk memahami dan menganalisis pemahaman umat Hindu tentang kidung suci dewa yajna dalam persembahyangan di Pura Astiti Dharma Desa Garantung kabupaten pulang pisau (perspektif pendidikan Hindu). Data ini di peroleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan ditentukan secara porposive. Penelitian bertindak sebagai instrument utama dibantu dengan menggunakan pedoman wawancara, kamera, dan alat tulis lainnya. Setelah di lakukan verifikasi, data dianalisis dengan beberapa teori yang relevan seperti teori interaksi simbolik, teori fenomenologi, teori sad dharma dan teori pendidikan Hindu. Hasilnya disajikan secara formal dan informal. Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa Pemahaman Umat Hindu Tentang kidung sucid dewa yajna dalam persembahyangan di Pura Astiti Dharma Desa Garantung Kabupaten Pulang Pisau adalah untuk mengetahui Pemahaman Umat Hindu tentang Ketuhanan (Para Vidya), Pemahaman Umat Hindu Tentang Duniawi (Apara Vidya). Kendala Umat Hindu Dalam Melagukan kidung suci dewa yajna di Pura Astiti Dharma Desa Garantung Kabupaten Pulang Pisau adalah Dalam menembangkan kidung suci dewa yajna di Desa Garantung sudah tentu terdapat hambatan-hambatan yang dihadapinya. Faktor-faktor yang menjadi penghambat atau kendala yang merupakan faktor dari luar (internal) dan kendala dari dalam (eksternal).Upaya Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan Melagukan kidung suci dewa yajna Dalam Persembahyangan Di Pura Astiti Dharma Desa Garantung Kabupaten Pulang Pisau adalah menggunakan enam metode dalam ajaran agama Hindu yang dapat digunakan dalam mendalami ajaran agama Hindu, yang disebut dengan metode Sad Dharma, Metode yang dimaksud adalah (1) Dharma Sedana, (2) Dharma Gita, (3) Dharma Wacana, (4) Dharma Tula, (5) Dharma Yatra dan, (6) Dharma Santi.
I KADEK SEPTIANA
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAKSI I KADEK SEPTIANA. 2021. Pemanfaatan sumber belajar dalam mata pelajaran agama Hindu secara daring di SMKN 2 Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag., M.Ag, Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag. Skripsi ini mengkaji pemanfaatan sumber belajar dalam mata pelajaran agama Hindu secara daring di SMKN 2 Palangka Raya. Sumber belajar berperan sekali dalam upaya pemecahan masalah dalam belajar. Sumber-sumber belajar itu dapat didefinisikan sebagai pesan, orang, bahan, alat, teknik dan latar. Dalam upaya untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka sumber belajar itu dikembangkan dan dikelola secara sistematik, bermutu, dan fungsional. Pemanfaaatan berbgai sumber belajar di Lembaga pendidikan memang selalu di pengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu faktor internal yang berpengaruh dominan pada proses belajar dan pembelajaran seperti semangat, minat dan kemampuan sedangkan faktor eksternal adalah yang berpengaruh terhadap ketersedian sumber belajar yang bervariasi, banyak, kemudahan akses terhadap sumber belajar. Adapun rumusan masalah dalam penelitian adalah (1) Bagaimana pemanfaatan sumber belajar dalam mata pelajaran Agama Hindu secara daring di SMKN 2 Palangka Raya ? (2) Kendala yang di hadapi dalam pemanfaatan sumber belajar dalam mata Pelajaran Agama Hindu secara daring di SMKN 2 Palangka Raya ? (3) Apa upaya yang dilakukan dalam pemanfaatan sumber belajar dalam mata Pelajaran Agama Hindu secara daring di SMKN 2 Palangka Raya ? Teori yang digunakan adalah teori belajar behavioristik, teori motivasi dan teori pembelajaran humanistik. Data diperoleh dengan metode observasi partisipasi wawancara, dokumentasi selanjutnya data tersebut diinterpretasi dengan memberi makna, penjelasan pola atau ketegori serta mencari karakteristik antara berbagai konsep. Hasil penelitian ini, Pemanfaatan sumber belajar dalam mata Pelajaran agama Hindu secara daring meliputi : pertama, penggunaan sumber belajar media pembelajaran daring power point dalam pembelajaran secara daring. Kedua penggunaan video pembelajaran yang digunakan guru dalam proses pembelajaran agama Hindu secara daring. Ketiga buku teks sebagai bahan referensi sumber belajar. Kendala yang di dihadapi dalam pemanfaatan sumber belajar secara daring yaitu kurangnya kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran secara daring, kurangnya sarana dan prasarana terkait pembelajaran secara daring dan kurangnya pengetahuan dalam pembelajaran daring. Adapun upaya untuk mengatasi hal tersebut juga dapat dilakukan dengan cara adanya sosialisasi dan pelatihan tentang pembelajaran secara daring serta perlunya Kerjasama antara dinas pendidikan dengan sekolah terkait pembelajaran daring untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
PERA
2021 · Thesis · Open Access
PERA, 2021. Peranan Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Perubahan Perilaku Siswa Hindu Di SDN Tumbang Mantuhe Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A, Pembimbing II Desak Ketut Angraeni, S.S.,M.Pd Pendidikan Agama Hindu merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki peranan penting dalam meningkatkan karakter siswa. Disisi lain Pendidikan agama Hindu juga merupakan suatu mata pelajaran yang memiliki nilai-nilai yang sangat penting dalam membentuk karakter siswa, dimana ajaran-ajarannya dapat dijadikan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan didunia modern seperti sekarang, dengan demikian perubahan perilaku siswa di sekolah tidak lepas dari seorang guru, dimana Guru agama Hindu berperan penting dalam merubah perilaku siswa. Dengan melakukan kegiatan keagamaan akan melatih diri siswa menjadi orang yang bertanggung jawab, disiplin dan memiliki karakter yang baik, maka peran guru agama Hindu sangatlah besar pengaruhnya guna merespon kemauan siswa. Jika guru memberikan teladan dalam kebijakan dan menumbuhkan mereka dengan akhlak mulia serta menjauhkan mereka dari akhlak yang buruk dan perbuatan yang tidak terpuji maka akan berpengaruh besar terhadap jiwa siswa maka dengan peran guru tersebut akan membentuk perilaku siswa yang lebih baik. Masalah yang dikaji adalah bagaimana peranan guru pendidikan agama Hindu dalam perubahan perilaku siswa Hindu di SDN Tumbang Mantuhe Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas ?, apa kendala guru pendidikan agama Hindu dalam perubahan perilaku siswa Hindu di SDN Tumbang Mantuhe Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas ?. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji tentang peranan guru pendidikan agama Hindu dalam perubahan perilaku siswa Hindu di SDN Tumbang Mantuhe Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Metode penelitian ini yang digunakan adalah metode penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, tempat penelitian adalah SDN Tumbang Mantuhe yang menjadi subyek adalah kepala sekolah, guru dan siswa dengan penentuan informan adalah proposiv sampling dengan informan kepala sekolah, guru dan siswa. Metode data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi setelah data diperoleh melalui sumber data selanjutnya data dikumpulkan dianalisis dengan reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, peranan guru Pendidikan agama Hindu dalam perubahan perilaku siswa Hindu di SDN Tumbang Mantuhe Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Memiliki peranan yang sangat penting dalam perubahan perilaku siswa, membentukan karakter siswa di dalam mengikuti proses pembelajaran.
YETRI
2021 · Thesis · Open Access
YETRI. 2021. Upaya Kepolisian Sektor Manuhing dalam Program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Skripsi, Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I) Budhi Widodo, SH.,MH. Pembimbing (II) Sri Kayun, SH.,M.Si. Program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) adalah upaya sistematis berdasarkan data penyalahgunaan narkoba yang tepat dan akurat, perencanaan yang efektif dan efisien dalam rangka mencegah, melindungi dan menyelamatkan warga negara dari ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba. Masalah yang diteliti : (1). Bagaimana upaya Kepolisian Sektor Manuhing dalam Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) untuk menanggulangi penyalahgunaan narkoba di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas? (2). Apa faktor penyebab maraknya penyalahgunaan narkoba di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas? Subjek penelitian adalah Kepolisian Sektor Manuhing, Lurah Tehang dan Tokoh masyarakat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode dokumentasi, observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah Teori Kewenangan dan Teori Kausalitas Hukum (Sebab Akibat). Subjek penelitian ini adalah Kepolisian Sektor Manuhing, Lurah,dan Tokoh Masyarakat Kelurahan Tehang. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara,dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data induktif dengan langkah-langkah pengumpulan data,reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1). Upaya yang dilakukan oleh Kepolisian Sektor Manuhing dalam program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas adalah dengan upaya memberikan penyuluhan atau sosialisai dan apabila terjadi tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, maka Kepolisian Sektor Manuhing akan melakukan upaya penegakan hukum. Adapun Dasar Hukum yang mengatur tentang narkoba adalah Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (2). Faktor yang menyebabkan terjadinya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba memiliki 2 (dua) faktor diantaranya yaitu faktor internal atau faktor yang berasal dari dalam diri dan faktor eksternal atau faktor yang berasal dari luar yang terdiri dari faktor pengaruh teman sebaya, faktor pendidikan, faktor ekonomi dan faktor keluarga. Kata Kunci : Upaya Kepolisian, Program P4GN dan Pencegahan .
LITRA
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK LITRA, 2021, Peran Kepala Desa Dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Pada Masyarakat Di Desa Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I). Dr. I Made Kastama, SH.,MH. Pembimbing (II). Gelar Sumbogo Peni, S.Ag.,M,Si. Kepala Desa adalah pemimpin dari pemerintahan desa yang berwenang dalam menyelesaikan perselisihan masyarakat di desa. Apabila terjadi perselisihan atau sengketa dalam masyarakat di desa, kepala desa bertindak sebagai hakim perdamaian desa untuk mendamaikan para pihak yang bersengketa, termasuk dalam penyelesaian sengketa tanah di masyarakat. Masalah yang diteliti : (1) Bagaimanakah peran Kepala Desa dalam menyelesaikan sengketa tanah hak individu di Desa Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas? (2) Bagaimanakah proses penyelesaian sengketa tanah hak individu di Desa Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas? Subyek penelitian adalah kepala desa, sekretaris desa, kaur desa, RT/RW, dan pihak-pihak yang bersangkutan dengan sengketa tanah di Desa Tumbang Empas. Obyek penelitian adalah kasus sengketa tanah di Desa Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori penyelesaian sengketa dari Mohammad Koesno dan teori penyelesaian sengketa dari Dean G. Pruitt dan Jeffrey Z. Rubbin. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala Desa sangat berperan penting dalam kehidupan masyarakat di desa, dan salah satu peran Kepala Desa yang sangat penting adalah sebagai hakim perdamaian desa. Bagi masyarakat Desa Tumbang Empas Kepala Desa dipandang mampu menyelesaikan segala permasalahan di desa, baik masalah yang berhubungan dengan urusan pemerintahan, ataupun masalah yang berhubungan dengan kemasyarakatan. Tidak terkecuali untuk menyelesaikan permasalahan sengketa tanah di masyarakat. Proses penyelesaian sengketa tanah yang terjadi antara warga Desa Tumbang Empas biasanya diselesaikan dengan cara mediasi, dalam hal ini kepala desa secara langsung bertindak sebagai mediator untuk melakukan mediasi para pihak yang bersengketa atau berkonflik. Metode mediasi memerlukan beberapa tahapan, pra mediasi, tahap pemanggilan, tahap mediasi, tahap mendengarkan keterangan para pihak yang bersengketa, tahap membuat kesepakatan antar para pihak yang bersengketa, tahap perundingan dan yang terakhir pengambilan keputusan. Apabila mediasi berhasil dilakukan otomatis ada kesepakatan. Kesepakatan yang harus disetujui dan dipatuhi oleh para pihak yang bersengketa. Pada tahap ini, para pihak harus saling menghormati memperkecil perbedaan-perbedaan, dan mencari baris yang adil bagi perdamaian bersama. Kata Kunci : Peran, Kepala Desa, Sengketa Tanah, Penyelesaian