LELI
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK LELI 2022, Peran Guru Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SDN-1 Datah Kapas Desa Tumbang Diring Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Dr. Drs. I Wayan Karya, M.Pd.,M.Si Sebagai Pembimbing I dan Lilik, S.Ag.,M.Pd.H Sebagai Pembimbing II Yang melatarbelakangi penelitian ini adalah pada hakekatnya peran guru dalam pembelajaran itu sangat penting bagi peserta didik untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya sesuai dengan tujuan Agama Hindu adalah untuk menuntun umat manusia dalam usaha mencapai suatu keberhasilan dalam dunia pendidikan. Pendidikan merupakan aspek yang sangat penting dan khususnya untuk generasi muda sebagai penerus bangsa. Pada hakikatnya pendidikan suatu usaha sadar yang dilakukan untuk membimbing seseorang untuk mengembangkan jati diri yang lebih baik. Dalam suatu pengajaran dalam pendidikan tidak lepas dari suatu tujuan pendidikan, tujuan pendidikan sama halnya dengan tujuan hidup individu yang berlangsung ialah secara terus menerus. Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini adalah dalam perkembangannya mengalami berbagai macam kendala dalam proses pelaksanaan belajar mengajar di SDN-1 Datah Kapas Desa Tumbang Diring Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas. Keberhasilan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran disekolah. Keberhasilan siswa tentu berkaitan dengan proses pembelajaran yang kurang nyaman didalam kelas, karena kurangnya sarana dan prasarana ini salah satunya merupakan faktor yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru dalam pembelajaran Agama Hindu di SDN-1 Datah Kapas Desa Tumbang Diring Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kepuas dan kendala-kendala yang dihadapi guru dalam pembelajaran Agama Hindu di SDN-1 Datah Kapas Desa Tumbang Diring Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas, khususnya dalam perannya dalam pembelajaran dan mengajar, ajaran Agama Hindu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini metode Kualitatif yang berlokasi di SDN-1 Datah Kapas Desa Tumbang Diring Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas. Dengan jumlah informan terdiri dari 9 orang, yang menjadi instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Data yang digunakan adalah data primer dan data skunder. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi, studi kepustakaan yang dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif yang meliputi empat langkah yaitu mengumpul data, reduksi data, penyajian data, serta melakukan penarikan data dan kesimpulan. Berdasarkan analisis data penelitian yang dilandasi teori atau konsep dapat disimpulkan bahwa peran guru dalam pembelajaran Agama Hindu ada lima yaitu guru sebagai edukator, manager, supervisor, innovator, motivator. Ruang belajar, dan fasilitas sekolah.
NI KOMANG SARASWATI SINTA DEVI
2022 · Thesis · Open Access
Ni Komang Saraswati Sinta Devi, 2022. Pembelajaran Seni Musik Baleganjur pada Umat Hindu di Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang kabupaten Kutai Kartanegera. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. I Ketut Sudiarta, S.Sos,. M.A.P Pembimbing II : I Made Paramarta, S.Ag,. M.Si. Seni musik Baleganjur yang berasal dari Bali dipelajari oleh umat Hindu di Desa Manunggal Jaya dengan mayoritas umatnya adalah Hindu Jawa. Meskipun telah melakukan kegiatan latihan, tetapi dalam prakteknya umat belum bisa menampilkan pada ritual-ritual keagamaan Hindu. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Pembelajaran seni musik Baleganjur di Desa Manunggal Jaya, 2) Pemahaman umat Hindu terhadap seni musik Baleganjur di Desa Manunggal Jaya, 3) kendala yang umat Hindu hadapi dalam mempelajari seni musik Baleganjur. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu : teori pembelajaran, teori estetika, dan teori nilai. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekaan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Analisis Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri dari Ketua PHDI Desa Manunggal Jaya, pelatih, pemangku 3 orang, umat Hindu 3 orang, dan pemudi Hindu 3 orang. Hasil penelitian digunakan untuk menunjukan bahwa: 1) Pembelajaran seni musik Baleganjur bisa terlaksanan karena adanya bantuan dari Pambimas Hindu dengan memberikan kelengkapan alat, pelatih serta diminati oleh umat Hindu di Desa Manunggal Jaya sehingga proses pembelajaran dapat berjalan. 2) Pemahaman umat terhadap seni musik Baleganjur yakni karena perannya sebagai pelengkap upacara keagamaan dan fungsinya sebagai pengiring upacara keagamaan. 3) Kendala yang dihadapi umat yakni kendala umat Hindu yang sedikit, sehingga peminat seni muik Baleganjur pun sedikit. Pelatih seni musik Baleganjur di Desa Manunggal Jaya hanya satu, sehingga belum ada latihan rutin karena menyesuaikan dengan jadwal pelatih. Selain itu karena adanya pandemi Covid-19 menjadi salah satu kendala yang menghambat praktek kesenian Baleganjur dalam beberapa upacara keagamaan.
SETTRIA NATHA
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Settria Natha, 2022 : Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Ba’aper Saradiri Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tarusan Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan, Pembimbing I Lamri, S.Pd.,M.Pd.H dan Pembimbing II Suwito, S.Ag.,M.Si Masyarakat Hindu Kaharingan yang ada di DesaTarusan Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan, dalam kesehariannya tidak lepas dengan upacara keagamaan, salah satunya adlah upacara Ba’aper Saradiri dimana dalam proses pelaksanaan upacara Ba’aper Saradiri sangat penting untuk dipahami dan dilestarikan karena sesuai perkembangan jaman upacara-upacara seperti ini sudah mulai punah dan hilang. Didalam pelaksanaan upacara Ba’aper Saradiri terdapat beberapa sarana yang digunakan dan sangat perlu diketahui oleh masyarakat Hindu Kaharingan mengenai Saradiri, akan tetapi fakta dan fenomena yang sering terjadi dikalangan masyarakat, tidak semua masyarakat dapat memahami secara mendalam tentang bentuk pelaksanaan dan makna atau fungsi upacara Ba’aper Saradiri, serta nilai-nilai pendidikan Hindu yang terkandung dalam upacara Ba’aper saradiri tersebut terutama pada kaum muda-mudinya. Berdasarkan fenomena diatas muncul beberapa pertanyaan yang mengemukakan terutama bagaimana pelaksanaan upacara Ba’aper Saradiri, apa makna yang terkandung didalam upacara Ba’aper Saradiri, siapakah yang berhak melaksanakan upacara tersebut, kenapa harus Tukang Balian, Kandong,Tokoh Masyarakat umat Hindu Kaharingan saja yang bisa melaksanakan upacara tersebut, dan kenapa Patung Saradiri terbuat dari tepung beras dan apakah Patung tersebut bisa diganti dengan tanah atau kayu. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu : 1. Bagaimanakah pelaksanaan Upacara Ba’aper Saradiri pada Masyarakat Hindu Kaharingan di DesaTarusan Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan, Bagaimanakah Makna atau Fungsi Didalam Pelaksanaan Upacara Ba’aper Saradiri pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan, Bagaimanakah Nilai-Nilai Pendidikan Hindu yang terkandung didalam Upacara Ba’aper Saradiri pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Kecamatan Dusun Utara kabupaten Barito Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab permasalahan yang dibahas yaitu : 1. Mengetahui pelaksanaan Upacara Ba’aper Saradiri pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tarusan. Mengetahui Makna Didalam Pelaksanaan Upacara Ba’aper Saradiri pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tarusan Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif, penelitian ini dilaksanakan di Desa Tarusan Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan. Teknikin forman yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakanTehnik Sampling, yang berupa Snowball Sampling dan Purposive Sampling. Teknik Pengumpulan Data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini mengunakan beberapaTeknik yaitu :Teknik Observasi, Dokumentasi, dan Wawancara. Teknik Analisis Data yang dilakukan dengan tahapan pengumpulan Data, Reduksi Data, penyajian Data dan penarikan kesimpulan dalam verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : 1.Pelaksanaan Upacara Ba’aper Saradiri pada Masyarakat Hindu Kaharingan yaitu sebagai wujud rasa bakti kepada sang pencipta dan menjaga keseimbangan alam lingkungan dengan manusia. 2. Makna yang terkandung didalam pelaksanaan Upacara Ba’aper Saradiri yaitu melambangkan atau simbol sebagai pengganti diri supaya tidak diganggu oleh roh gaib atau mahluk halus/Bhuta Kalla penunggu alam semesta. 3. Nilai-Nilai pendidikan Hindu dalam Upacara Ba’aper Saradiri yaitu Nilai pendidikanTattwa/filsafat yang terkandung didalam pelaksanaan upacara Ba’aper Saradiri dari ajaran Jus’tuha alah Talla/Tuhan Yang Maha Esa, agar dijalankan seluruh umat Hindu Kaharingan untuk dijadikan sebagai pedoman dalam setiap pelksanaan upacara. Nilai Etika bahwa sarana didalam upacara Ba’aper Saradiri tidak boleh sembarangan harus mengikuti tradisi yang ada secara turun temurun, Nilai upacara bahwa Ba’aper Saradiri memiliki nilai sakralitas yang sangat tinggi. Kata Kunci :Nilai Pendidikan Hindu, Upacara Ba’aper Saradiri.
MELKY SETIAWAN
2022 · Thesis · Open Access
Tesis ini mengkaji tentang peran penyuluh agama Hindu dalam pendidikan karakter generasi muda di Kabupaten Barito Selatan, sebab telah terjadi krisis karakter generasi muda. Perilaku krisis karakter tersebut seperti perilaku kurang sopan, berkelahi, mencuri dan kenakalan remaja akibat dari perkembangan media sosial. Kementerian Agama melakukan perekrutan penyuluh agama Hindu PNS dan Non PNS untuk membina umat dan juga memberikan pendidikan karakter kepada generasi muda Hindu. Dari latar belakang tersebut maka munculah rumusan masalah sebagai berikut: (1) bagaimanakah peran penyuluh agama Hindu dalam pendidikan karakter generasi muda di Kabupaten Barito Selatan?, (2) apakah kendala penyuluh agama Hindu dalam pendidikan karakter generasi muda Hindu di Kabupaten Barito Selatan?, (3) bagaimanakah upaya meningkatkan pendidikan karakter generasi muda di Kabupaten Barito Selatan? Penelitian ini merupakan kualitatif deskripti dengan pendekatan emik. Teori yang digunakan adalah teori peran, teori fenomenologi, teori interaksionalisme simbolik dan teori motivasi. Data diperoleh dengan metode observasi partisipasi, wawancara dan studi dokumen, selanjutnya data tersebut dianalisis dan dikategorikan dengan menggunakan teknik content analysis. Hasil analisis dengan menggunakan teori yang dilakukan, peran penyuluh agama Hindu dalam pendidikan karakter generasi muda di Kabupaten Barito Selatan adalah untuk mengajarkan ilmu pengetahuan tentang ajaran agama dan melatih keterampilan-keterampilan agama. Untuk melakukan hal tersebut, penyuluh agama Hindu juga membimbing dan memberikan motivasi kepada generasi muda untuk rajin dan giat belajar serta terlibat dalam kegiatan yang dilaksanakan. Penyuluh agama Hindu juga memberikan teladan bagi generasi muda dalam berpenampilan dan bertingkah laku agar sesuai dengan ajaran kebaikan. Peran yang dilakukan penyuluh agama Hindu tersebut adalah untuk membawa perubahan karakter generasi muda Hindu Kabupaten Barito Selatan kearah yang lebih baik lagi. Jadi peran yang dilakukan penyuluh agama Hindu untuk mendidik karakter generasi muda sudah sangat baik, walaupun masih adanya kendala internal maupun eksternal namun penyuluh agama Hindu Kabupaten Barito Selatan melakukan upaya untuk meningkatkan pendidikan karakter generasi muda.
RAHANA
2021 · Thesis · Open Access
Rahana, 2021. Minat Belajar Siswa Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 1 Antang Kalang, Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi, Fakultas Dharma Acarya. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Putu Widyanto,M.Pd.H Pembimbing II Santang, S.Pd.,M.Hum Pembelajaran daring yang dilakukan di SMP Negeri 1 Antang Kalang membuat minat belajar siswa menjadi berkurang. Siswa menjadi mudah bosan karena materi dan tugas disampaikan melalui daring, siswa memiliki waktu lebih banyak bermain sehingga kurang bersemangat mengikuti proses pembelajaran dan siswa menjadi kurang aktif dalam belajar. Sekarang ini telah diberlakukan pembelajaran tatap muka oleh pemerintah, sehingga pembelajaran yang beralih ke tatap muka ini memberikan pengaruh terhadap minat belajar siswa Hindu khusunya. Masalah yang dikaji adalah bagaimana pembelajaran Pendidikan agama Hindu di SMP Negeri 1 Antang Kalang? Bagaimana Minat Belajar Siswa Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 1 Antang Kalang, Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur? Faktor yang mempengaruhi minat belajar dalam pembelajaran agama Hindu di SMP Negeri 1 Antang Kalang? Tujuan penelitian ini untuk mengkaji Minat Belajar Siswa Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 1 Antang Kalang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teori yang digunakan adalah Teori Kognitivisme. Sampel pada penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru Agama Hindu dan siswa kelas VIII dengan jumlah 7 orang. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisa data menggunakan Reduksi Data, Penyajian Data, Penarikan Kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian pada minat belajar siswa dalam pembelajaran agama Hindu di SMP Negeri 1 Antang Kalang terutama pembelajaran daring yang beralih ke tatap muka sangat mempengaruhi minat belajar siswa. hal itu di ungkapkan dalam hasil wawancara yang dilakukan dengan kepala sekolah, guru dan siswa di SMP Negeri 1 Antang Kalang. Minat belajar siswa menjadi meningkat karena siswa sangat bersemangat dan antusias sekali dalam mengikuti pembelajaran tatap muka daripada pembelajaran yang dilakukan secara daring. Faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa adalah factor internal yaitu dorongan dari dalam diri seperti dorongan biologis yang meliputi faktor kesehatan dan dorongan psikologis yang meliputi perhatian, kesediaan dan bakat serta keinginan siswa. Faktor eksternal dorongan dari luar seperti dari keluarga, sekolah dan faktor manusia yang meliputi kegiatan dalam masyarakat.
JODI
2021 · Thesis · Open Access
Skripsi ini mengkaji tentang Musik Tradisional di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah, Khususnya Pola ritmik tabuhan gandang Iringan lawing sakepeng. Dalam kehidupan masyarakat Indonesia terdapat berbagai kesenian tradisional, khususnya masyarakat di Kalimantan Tengah ada beberapa musik tradisonal salah satunya yaitu Musik Manca/Musik Main. Musik manca dimainkan yaitu pada saat acara tertentu seperti acara penyambutan tamu, dan Musik manca ini umumnya dimainkan pada saat Acara pernikahan dalam Adat Dayak khususnya di Kalimantan Tengah. Untuk bermain musik manca dibutuhkan beberapa alat musik Seperti Gandang/gendang, Garantung/Gong, Kangkanong/Kenong. Gandang/gendang ada beberapa macam yaitu: (1) Gandang Manca, (2) Gandang karempet/Gandang bontang, (3) Gandang Tatau, (4) Katambung. Gandang/Gendang yang sebenarnya digunakan yaitu Gandang Manca. Teori yang digunakan untuk menganalsis rumusan adalah teori Humanisme. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah metode Observasi, wawancara, dokumentasi, dan teknik analisis data. Teknik penentuan informan yang digunakan yaitu teknik Purposive. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Musik tradisional adalah jenis musik yang lahir dan berkembang dari kebudayaan suatu daerah, kemudian diwariskan secara turun temurun. Musik tradisional juga bisa diartikan sebagai musik asli suatu daerah yang terkena pengaruh adat istiadat, kepercayaan, serta agama, sehingga mempunyai ciri khasnya sendiri. Seperti Contohnya Musik pengiring Lawang Sakepeng, yang ada di Kota Palangka raya Kalimantan tengah. Musik pengiring lawing sakepeng ini Sering disebut dengan musik main atau musik manca oleh masyarakat Setempat. 6 Pola Ritmik Musik pengiring Lawang Sakepeng, yang ada di Kota Palangka raya Kalimantan tengah ini disebut juga dengan musik main atau musik manca. Yang tujuannya untuk mengiringi permainan lawang sakepeng pada saat acara penyambutan tamu khsusnya pada Acara Pernikahan. Jaman dahulu Gandang yang digunakan untuk bermain musik iringan lawang sakepeng rata-rata menggunakan Gandang Manca yaitu gandang yang memiliki dua membrane.
PRASETIAWAN
2021 · Thesis · Open Access
Prasetiawan, 2021. Pakem Tari Mandau Tradisional Pada Sanggar Tari Di Kota Palangka Raya. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag., M.Si dan Pembimbing II Roy Wentas, M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji tentang pakem tari mandau tradisional pada sanggar tari di Kota Palangka Raya. Banyaknya perubahan atau pengkreasian tari mandau pada saat ini sehingga dapat menimbulkan hilangnya pada pakem tarian tersebut. Skripsi ini mengkaji : 1) Pakem tari mandau tradisional pada sanggar tari di Kota Palangka Raya. 2) Upaya pelestarian tari mandau tradisional sesuai pakem pada sanggar tari di Kota Palangka Raya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui, memahami, menganalisis, mengkaji dan mendeskripsikan pakem dan upaya pelestarian tari mandau tradisional yang sesuai pakem pada sanggar tari di Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori pelestarian budaya, teori kendala dan teori upaya. Metode penelitian ini menggunakan Pendekatan Kualitatif. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling (tetap). Pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap yaitu : reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yaitu tari mandau adalah tari peperangan Suku Dayak Kalimantan Tengah, yang memiliki properti Mandau dan Talawang sebagai senjatanya dan menggunakan penutup kepala yaitu berupa Lawung Bahandang/ Salutup dan juga Congor, kostum atau busana yang digunakan Ewah dan Nyamu/ Sangkarut, riasan lainnya berupa tato yang melambangkan kegagahan, keberanian dan keperkasaan dan pakem ragam gerak seperti sesembahan, nampaka, kinyah, tukiw, salentak, dll, serta musik pengiring yaitu Kacapi dan Rabab. Upaya pelestarian yang dilakukan dibukanya sanggar-sanggar/ komunitas yang ada di Kota Palangka Raya oleh Pemerintah merupakan salah satu langkah agar kesenian tersebut tetap dilestarikan, eksistensi tari mandau di kalangan masyarakat selalu eksis dan selagi ada tempat penyajian, pentas seni, festival budaya dan iven-iven lainnya, dalam bentuk pelestarian, pemberdayaan, pemamfaatan, dan pengembangan selagi ada komunitas dan sanggar yang ada di Kota Palangka Raya.
RENSI ANDIKA
2021 · Thesis · Open Access
Rensi Andika, 2021. Nilai-Nilai Pendidikan Hindu Pada Upacara Ritual Nyaki Dirit
Di Desa Dandang Kecamatan Pasak Talawang. (Perspektif Pendidikan
Agama Hindu) Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Hindu Institut
Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya.
Pembimbing I : Suwito,S.Ag.,M.Si
Pembimbing II : Ni Putu Sri Pinatih,S.Pd.,M.,Pd.H
Upacara Nyaki Dirit memiliki latar belakang pelaksanaan yang khas
sebagaimana upacara adat-istidat lainnya di kalangan Suku Dayak secara umum. Di
Desa Samba Danum Katingan, upacara itu dilatarbelakangi oleh beberapa hal.
Pertama, keyakinan atau kepercayaan terhadap perlindungan atau keselamatan ibu
yang hamil, sehingga upacara adat Nyaki Dirit merupakan semacam perlindungan
terhadap ibu yang mengandung bayi pertama (temei). Uniknya, upacara itu hanya
dilakukan untuk kandungan bayi pertama. Terhadap kandungan bayi kedua dan
seterusnya tidak lagi. Kedua, kepercayaan bahwa seorang ibu yang hamil memiliki
masa lemah di bulan tertentu. Kepercayaan itu kemudian Makna upacara Nvaki Tihi
memunculkan ritus atau upacara adat Nyaki Dirit yang dilakukan ketika ibu hamil
memasuki bulan kehrjuh dalam masa kandungannya. Hal itu disebabkan keyakinan
bahwa ibu hamil dalam bulan tersebut mengalami kelemahan secara rohaniah Ketiga,
kepercayaan kepada "darah" sebagai media penenterm atau media yang memiliki
"kuasa" mengusirpengaruh roh-roh jahat. Berdasarkan kepercayaan itu, sarana
penting yang digunakan dalam upacara adat Nyaki Dirit adalah darah sebagai alat
manyaki atau mamalas yang diambil dari binatang babi atau ayamkampung yang
dikorbankan dalam upacara tersebut. Darah sebagai sarana manyaki atau mamalas di
sini dipandang dapat meredam bahaya atau celaka dan menjauhkan dari roh-roh yang
jahat yang dapat mengganggu kandungan yang akan dilahirkan (manyadingen).
Nyaki Dirit merupakan salah satu bentuk Upacara adat yang di laksanakan oleh
kalangan massyarakat Hindu Kaharingan Desa Dandang hal ini di buat dengan
menempatkan tujuan keselamatan ibu hamil dan anak dalam kandungan. Karena itu,
terdapat beberapa tujuan sebagai bagian dari tujuan keselamatan yaitu sebagai
berikut: Pertama. Kesehatan secara fisik Tujuan penyelenggaraan upacara adat Nyaki
Dirit adalah agar saat hamil anak pertama dan memasuki bulan ketujuh, ibu dan anak
dalam kandungannya tetap sehat dan kelahiran anak pertama itu lancar serta tidak
bermasalah. Kedua. Selamat dari pengaruh roh-roh jahat atau selamat secara rohaniah
Dalam kepercayaan umum agama Suku Dayak, roh-roh memiliki pengaruh terhadap
kehidupan nyata. Dua roh dipahami memiliki dua sisi, yaitu baik dan jahat. Roh yang
baik diyakini memberi kebaikan, sedangkan roh jahat adalah sumber kejahatan,
semua penyakit, dan gangguan lain. Upacara adat Nyaki Dirit bagi ibu hamil
ditempatkan pada tujuan mendatangkan keselamatan dari pengaruh roh-roh jahat.
Ketiga. Memberi rasa tenteram secara batiniah Diyakini bahwa ibu yang hamil anak
pertama, saat memasuki usia kandungan tujuh bulan, merasakan ketidak tenteraman
dalam batinnya. Keempat Mendatangkan keselamatan.
viii
Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan yang dibahas dalam
penelitian ini yaitu : latar belakang di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini
dirumuskan sebagai berikut: 1) Bagaimana rangkaian pelaksanaan upacara ritual
Nyaki Dirit menurut Agama Hindu Kaharingan di Desa Dandang Kecamatan Pasak
Talawang Kabupaten Kapuas? 2) Apakah nilai-nilai pendidikan yang terkandung di
dalam upacara ritual Nyaki Dirit di desa Dandang Kecamatan Pasak Talawang
Kabupaten Kapuas?
Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah fenomenologi, jenis
penelitian ini adalah peneliti deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan berupa
informan, yakni Basir sebagai pelaku utama ritual, serta para tokoh masyarakat yang
mengerti tentang pelaksanaan upacara ritual Nyaki Dirit, selain menggunakan para
informan peneliti juga menggunakan sumber data tertulis atau dokumen dan bukubuku yang relevan dengan fokus penelitian ini. Dalam penelitian ini peneliti bertindak
sebagai instrument sekaligus pengumpulan data. Selain itu instrument peneltian ini
juga berupa alat-alat yang mendukung dalam memperoleh penelitian data seperti
camera. Peneliti juga menggunakan metode penentuan informan dengan metode
Purposive Sampling untuk orang-orang terpilih dengan ciri ciri spesifik yang dimiliki
seperti para basir kepala adat dan tokoh masyarakat yang mengerto tentang
pelaksanaan upacara ritual Nyaki Dirit. Metode pengumpulan data yang digunakan
meliputi observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Data hasil pengumpulan
data tersebut akan dianalisis teknik deskriptif kualitatif yang merupakan suatu alur
kegiatan yang meliputi reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan.
Adapun proses Nyaki Dirit ini di jelaskan oleh kepala adat dibagi menjadi empat
proses dalam pelaksanaannya:
1. Persiapan Sarana dan Prasana Ritual Nyaki Dirit
2. Pembukaan (Memotong Hewan Babi dan mengambil darahnya)
3. Acara Utama (Memoles atau Menyaki ke perut ibu hamil dan memasangkan
tali Ehet)
4. Penutupan (Tampung Tawar)
Dalam proses upacara ritual Nyaki Dirit terdapat 3 fungsi yang terkandung
didalamnya yaitu fungsi sosial, fungsi religious dan fungsi pendidikan. Dan
terkandung nilai-nilai pendidikan. Fungsi sosial upacara Nyaki Dirit mampu
menciptakan rasa solidaritas dan gotong royong. Kemudian upacara Nyaki Dirit
mempu mengajak seluruh lapisan masyarakat berpatisipasi dalam proses
pelaksanaannya. Selain Nyaki Dirit memiliki fungsi sosial juga mengandung nilainilai religi keagamaan yaitu Nyaki Dirit memiliki berbagai komponen ritual upacara,
dan jika dilihat dari fungsi agama itu adalah memberikan rasa kedamaian ibu hamil
lahir batin. Serta mengatur kehidupan manusia secara keseluruhan dalam proses
kehidupan manusia guna mencapai kehidupan yang bahagia di dunia maupun
kebahagian yang kekal..
SANTOMO
2021 · Thesis · Open Access
Umat Hindu Kaharingan di Kalimantan Tengah pada umumnya mempunyai berbagai Pelaksanaan Upacara Agama sesuai dengan daerah masing-masing atau sesuai dengan daerah aliran sungai (DAS). Upacara Agama Hindu Kaharingan khususnya di Desa Tumbang Bemban Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan tidak terpisah dari manusia dan mengikuti dalam setiap kehidupannya. Adapun permasalahan didalam peneliti ini adalah : 1) Bagaimana Pelaksanaan Dalam Upacara Pakaja Manantu Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Bemban Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan? 2) Bagaimana Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu yang terkandung dalam Upacara Pakaja Manantu Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Bemban Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan? Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriftif kualitatif. Jenis sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder, teknik penentuan informan yaitu tehnik purposive. Tehnik pengumpulan data observasi, wawancara dan dukumentasi. Analisis data dalam penelitian yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan adalah teori religi, teori symbol, dan teori nilai konstruktif. Berdasarkan dari hasil penelitian yang diperoleh terdapat nilai pendidikan dalam tatacara pelaksanaan upacara pakaja manantu tersebut. Karena dalam pelaksanaan upacara pakaja manantu terdapat Nilai sosial yaitu nilai gotong royong yang tercermin pada saat persiapan upacara, sehingga nilai sosial mempunyai nilai tradisi yaitu Keyakinan atau kebiasaan, nilai religious yaitu nilai sarana yang sakral, nilai tattwa yaitu nilai suatu kebenaran, nilai etika yaitu nilai sopan santun, nilai upacara yaitu nilai suatu pelaksanaannya, dan nilai estetika yaitu nilai suatu keindahan. Oleh sebab itu kita harus berupaya dan berperan aktif dalam melestarikan adat istiadat kita itu sendiri. Seperti halnya kita ikut dalam kegiatan belajar mengajar, tentang pelaksanaan upacara pakaja manantu yang mengandung nilai pendidikan. Kita harus menumbuhkan kecintaan kita terhadap adat istiadat dari nenek moyang kita, terlebih dahulu kita mempelajari agar kita bisa melaksanakan tatacara pelaksanaannya dan bisa mengetahui nilai pendidikan yang terkandung di dalam upacara pakaja manantu tersebut sesuai dengan tatacara pelaksanaan dan nilai pendidikannya.
UPANDI
2021 · Thesis · Open Access
UPANDI, 2021. Peran Guru Dalam Pengelolaan Kelas Pendidikan Agama Hindu Pada Era New Normal Di SMP Negeri 4 Banama Tingang Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Megawati, S.Pi., M.Pd.H Di era new normal seperti ini kegiatan belajar mengajar akan kembali normal seperti biasanya dengan diiringi berbagai ketentuan yang harus laksanakan oleh siswa sebagai peserta didik maupun guru sebagai pendidik untuk mengikuti protokoler kesehatan dari anjuran pemerintah maupun dari lembaga demi keselamatan dan kesehatan bersama. Selama pembelajaran setidaknya tidak akan normal seperti normal sebelumnya karena selama new normal tidak ada tugas kelompok yang ada hanya tugas individu guna menghindari penyebaran Covid-19 Adapun masalah yang tengah terjadi pada peran guru dalam pengelolaan kelas pendidikan Agama Hindu pada era new normal di SMP Negeri 4 Banama Tingang Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau, masalah peran pengelolaan kelas dalam luring dan daring yang terjadi yakni waktu yang tidak berjalan baik, komunikasi, metode, dan media pembelajaran yang kurang sesuai. Masalah yang terjadi guru hanya masuk pada hari senin kelas VII, hari selasa kelas VIII, hari rabu kelas IX. Sehubungan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Untuk mengetahui Peran Guru Dalam Pengelolaan Kelas Pendidikan Agama Hindu Pada Era New Normal Di SMP Negeri 4 Banama Tingang Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. (2) Untuk mengetahui bagaimana kendala dan Upaya Peran Guru Dalam Pengelolaan Kelas Pendidikan Agama Hindu Pada Era New Normal Di SMP Negeri 4 Banama Tingang Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Narasumber penelitian, terdiri dari guru mata pelajaran pendidikan agama Hindu Kepala sekolah dan siswa kelas VII, kelas VIII dan kelas IX yang beragama Hindu sebanyak 3 orang. Untuk memperoleh data penelitian digunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : pengelolaan kelas pendidikan Agama Hindu pada era new normal di SMP Negeri 4 Banama Tingang Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau guru mengunakan media pada saat pembelajaran pendidikan Agama Hindu berlangsung guna menambah wawasan dan pengetahuan siswa dan Kendala Guru yaitu kurangnya buku, fasilitas-fasilitas, sarana-sarana, dan media pembelajaran sekolah. Sedangkan Upaya yang dilakukan guru yaitu dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas dan media pembelajaran yang ada di sekolah dan memberikan penghargaan kepada siswa atas prestasi dan kerja kerasnya.
KARTIKA DEWI
2021 · Thesis · Open Access
KARTIKA DEWI.2021. Pemahaman umat Hindu Kaharingan tentang Kandayu Manyarah Sangku Tambak Raja di Desa Tumbang Lawang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Komang Suarta, S.Ag.,M.Si Pembimbing II: Suwito, S.Ag.,M.Si Ketenangan dan Kedamaian yang dimaksud, akan terasa merasuk keseluruh jiwa dan sanubari, inilah yang diharapkan oleh peneliti, sehingga penting sekali menurut peneliti untuk di ketahui kembali bagaimana pemahaman umat Hindu Kaharingan itu sendiri tentang Kandayu, apakah dalam hal ini umat Hindu Kaharingan secara umum betul-betul memahami atau sebaliknya, terutama pada kidung Kandayu Manyarah Sangku Tambak Raja. Sehubungan dengan masalah di atas maka rumusan masalah sebagai berikut 1. Bagaimanakah pemahaman umat Hindu Kaharingan tentang Kandayu Manyarah Sangku Tambak Raja dalam pelaksanaan Basarah di Desa Tumbang Lawang? 2. Apakah kendala umat Hindu Kaharingan dalam memahami dan melantunkan Kandayu Manyarah Sangku Tambak Raja di Desa Tumbang Lawang? 3. Bagaimakankah meningkatkan pemahaman dan keterampilan umat hindu kaharingan melantunkan kidung Kandayu Manyarah Sangku Tambak Raja dalam acara Basarah di Desa Tumbang Lawang? Tempat penelitian ini adalah di Desa Tumbang Lawang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan yaitu teori teori pemahaman bloom, teori kendala dan teori upaya untuk mendapatkan hasil yang valid penulis menggunakan metode pendekatan, metode penentuan informan pengumpulan data dan metode analisis data. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pemahaman umat Hindu Kaharingan tentang Kandayu Manyarah Sangku Tambak Raja yaitu dari penghafalan, menerjemahkan, menafsirkan, mengekstrapolasikan masih dalam kategori rendah. Ranah sikap masih menunjukkan sikap yang kurang baik pada saat melantunkan Kandayu, dan pada ranah keterampilan masih ditemukan kurang dalam melantunkan Kandayu masih pada level rendah ini menjadi indikator bahwa pemahaman umat Hindu Kaharingan tentang Kandayu Manyarah Sangku Tambak Raja masih kurang baik. Ranah kognitif dilakukan cara untuk meningkatkan pemahaman keterampilan umat Hindu Kaharingan yaitu melalui disiplin menghafal Kandayu tersebut dan meningkatkan pemahaman dan keterampilan umat Hindu Kaharingan dalam melantunkan kidung Kandayu Manyarah Sangku Tambak Raja yaitu pada ranah kognitif dengan sering bertanya kepada Pisur/Basir yang lebih memahami bahasa Sangiang atau membuat diskusi. Ranah apektif dengan melantunkan Kandayu harus dengan sikap yang baik maka akan hikmat dan pada ranah keterampilan mangandayu tidak hanya pada ayat Kandayu itu-itu saja tapi dipilih Kandayu yang lainnya
MERLIE
2021 · Thesis · Open Access
Merlie. 2021. Implementasi Pembelajaran Seni Budaya pada Era Pembelajaran Daring di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan. Pembimbing I Dr. I. Ketut Sudiarta, S.Sos., M. A. P dan Pembimbing II Hendri, S. Ag., M. Si Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia, salah satunya dalam aspek pendidikan. Dengan adanya pandemic ini mendorong pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan tentang pelaksanaan pembelajaran di Indonesia yaitu pembelajaran harus dilaksanakan secara daring atau jarak jauh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran daring pada masa pandemic Covid-19 di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode kualitatif. Penentuan informan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu: pengumpulan data, redukasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan sudah terlaksana cukup baik. Dalam pelaksanaan pembelajran daring guru sudah melakukan perencanaan pembelajaran dan sudah melaksanaan pembelajaran dengan baik yaitu menggunakan media pembelajaran, strategi, metode dan pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan peserta didik. Pembelajaran daring memiliki fleksibelitas dalam pelaksanaanya dan mampu mendorong guru untuk lebih kreatif dalam mengajar selain itu siswa dituntut untuk lebih mandiri dan termotivasi untuk lebih aktif belajar. Namun, pembelajaran daring memiliki kendala dalam pelakanaanya terkadang kondisi jaringan yang tidak stabil dan kesulitan peserta didik memahami materi pembelajaran adalah tantangan tersendiri dalam pembelajaran daring.
RUSNIATI
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK RUSNIATI, 2021 : Pernikahan Dini Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Jutuh Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas Ditinjau Dari Perspektif Undang-Undang No. 1 Tahun 1974. Pembimbing I Mariatie, S.Ag.,M.Si, Pembimbing II Armadiansyah, S.Ag,SH.,MH. Pernikahan Dini Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Kelurahan Tumbang Jutuh Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas Ditinjau Dari Perspektif UU No 1 Tahun 1974 yang menyatakan bahwa pasangan calon pengantin pria dapat melangsungkan perkawinan apabila telah berusia 21 tahun dan calon pengantin wanita telah berusia 18 tahun. Masalah dalam penelitian ini adalah 1 Apa akibat hukum yang timbul dari pasal 7 ayat (1) Undang-Undang No. 01 Tahun 1974. 2) Bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir prilaku masyarakat Hindu Kaharingan dalam hal pernikahan dini. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori kesadaran hukum/kepatuhan hukum, Teori Objektivitas Hukum. Metode yang digunakan metode kualitatif. Peneliti ingin mendeskripsikan data lapangan yang didapat sehingga mendapat sebuah gambaran umum mengenai permasalahan penelitian, sedangkan teknik penentuan informan menggunakan teknik pusposive sampling yaitu penentuan informan berdasarkan pertimbangan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumen, teknik analisis data menggunakan teknik analisis mengalir. Berdasarkan hasil penelitian dapat peneliti simpulkan: 1) Akibat hukum yang timbul dari pasal 7 ayat (1) Undang-Undang No. 01 Tahun 1974 (1) anak yang lahir dari perkawinan, adalah anak sah berdasarkan (pasal 42 UU no. 1 Tahun 1974, (2) Suami menjadi waris dari istri dan sebaliknya istri menjadi waris bagi suaminya, apabila salah seorang meninggal dalam perkawinan. Maka dari itu pentingnya perkawinan yang cukup umur berdasarkan UU No. 1 pasal 7 ayart 1 tahun 1974. 2) Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir prilaku masyarakat Hindu Kaharingan dalam hal pernikahan dini, seperti : (1) Pemberian nasehat oleh pemimpin perkawinan kepada pasangan tunangan agar tidak melakukan hubungan suami istri sebelum menikah. (2) Pemberian nasehat oleh saksi pertunangan kepada pasangan tunangan agar tidak melakukan hubungan suami istri sebelum menikah. (3) Pemberian pertanyaan oleh modin kepada pasangan yang akan menikah tentang apakah mereka sudah melakukan hubungan suami istri sebelum menikah atau tidak. (4) Pengharusan melakukan upacara pertobatan bagi pasangan yang hamil lebih dahulu sebelum pernikahan. (5) Upaya yang dilakukan pihak sekolah dalam mencegah terjadinya pernikahan usia dini adalah mendorong para siswanya untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat membekali para pelajar tersebut untuk tidak melakukan tindakan siswa/pelajar Kegiatan-kegiatan tersebut berupa kegiatan ekstrakurikuler, pelatihan keterampilan dan lain sebagainya. Pihak sekolah sering memberikan pelatihan keterampilan skil bagi siswa siswi untuk mengasah kemampuan mereka dan semuanya. (6) Pengawasan orang tua merupakan salah satu kunci utama dalam pencegahan pernikahan remaja usia dini. Peran orang tua ini berupa nasehat untuk menjaga diri dan pergaulan, menanamkan nilai moral, menjadi teladan, memberikan pola asuh yang baik, bagaimana cara bergaul, serta berdiskusi ix dengan anak tentang hal-hal penting lainnya. Orang tua harus selalu memberikan nasehat untuk menjaga dirinya serta mengawasi kegiatan yang dilaksanakan di sekolah. Orang tua juga harus menanamkan nilai-nilai kebaikan agar moral anak baik. Orang tua harus bisa memberikan contoh, tidak mengekang tapi anak-anak tidak bebas dalam bergaul.
DODI KARNO
2021 · Thesis · Open Access
Skripsi ini mengkaji tentang Dampak Karungut Musik Modern Terhadap Pelestarian Karungut Musik Tradisional dengan penomena-penomena atau permasalah yang terjadi di Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah karena sekarang ini pelestarian alat musik tradisional sebagai pengiring karungut sudah sangat jarang digunakan minat generasi muda untuk menggunakan alat musik tradisional sebagai pengiring karungut sudah terpengaruh dengan kehadiran alat musik modern yang sangat mudah didapatkan dan sangat mudah untuk digunakan. Rumusan masalah yang diangakat penulis yaitu : 1. Apa Dampak Karungut Musik Modern terhadap pelestarian karungut musik Tradisional di Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah?, 2. Bagaimana upaya agar Karungut Musik Tradisional tetap eksis dan berkembang di tengah kemajuan zaman?. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriftif kualitatif. Jenis sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder, tehnik penentuan informan yaitu tehnik purposive. Tehnik pengumpulan data observasi, wawancara dan dukumentasi. Analisis data dalam penelitian yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dalam penulisan skripsi ini teori yang digunakan yaitu Teori Dampak Sosial, Teori Upaya, Teori Fungsionalsime Struktural. Dari hasil penelitian yang diperoleh terdapat dampak positif penggunaan alat musik untuk mengiringi karungut. Budaya musik modern yang masuk di tengah-tengah kelestarian budaya karungut tradisional sangat baik. Dengan kehadiran Alat musik modern Untuk mengiringi karungut, generasi milenial sangat banyak yang tertarik dengan musik dan karungut, banyak juga yang mengenalnya hingga keluar daerah dan selalu eksis diberbagai jejaring sosial media. Dampak negatif dari penggunaan alat musik modern mengiringi karungut. Penggunaan alat musik modern sangat mengurangi minat generasi muda untuk belajar dan mempelajari alat musik tradisional karena dikatan terlalu kuno dan sangat sulit untuk dipelajari. Lambat laun juga anak cucu generasi penerus nantinya banyak yang tidak bisa memainkan bahkan tidak akan menutup kemungkinan mereka tidak mengenalnya lagi alat musik tradisional yang sering digunakan untuk mengiringi karungut. Oleh sebab itu kita harus berupaya dengan kita harus berperan aktif dalam melestarikan budaya kita itu sendiri. Seperti halnya kita ikut dalam kegiatan belajar mengajar, tentang alat musik tradisional untuk mengiringi karungut. Kita harus menumbuhkan kecintaan kita terhdapa budaya kita sendiri, terlebih dahulu kita mempelajari agar kita bisa memainkan dan menggunakan alat musik tradisional itu sendiri sesuai dengan fungsi dan tempatnya.
I MADE EDYRIWANTO
2021 · Thesis · Open Access
Penelitian ini mengkaji tentang pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN-1 Basarang (kajian tentang aspek kognitf, afektif, dan psikomotorik). Kajian ini bertujuan untuk menghasilkan sumber daya manusia Hindu yang berkualitas. Upaya tersebut di antaranya melalui pendidikan agama Hindu, dan sebagai kunci utama yang harus dibenahi. Karena, manusia yang berkualitas ialah manusia yang memiliki iman dan taqwa, ilmu dan pengetahuan, cakap dan terampil bekerja serta berbudi pekerti luhur. Semuanya itu akan terwujud melalui proses pembelajaran pendidikan agama Hindu. Sehubungan dengan proses pembelajaran pendidikan agama Hindu dimaksud maka sektor pendidikan formal seperti SMAN-1 Basarang memiliki peran penting dalam rangka mewujudkan manusia Hindu yang berkualitas baik secara kognitif, afektif dan psikomotorik. Penelitian ini terfokus pada tiga aspek pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN-1 Basarang. 1) Kajian aspek kognitf, afektif, dan psikomotorik dengan rumusan masalah: Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN-1 Basarang? 2) ) Kajian aspek kognitf, afektif, dan psikomotorik dengan rumusan masalah: Apa kendala pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN-1 Basarang? 3) ) Kajian aspek kognitf, afektif, dan psikomotorik dengan rumusan masalah: Bagaimana upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN-1 Basarang? Adapun teori yang digunakan untuk menganalisis permasalahan tersebut adalah teori konstruktivistik, teori belajar bihavioristik, dan teori belajar humanistik. Metode penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan studi dokumen. Beberapa hasil dari penelitian ini adalah: Pertama, pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN-1 Basarang dalam kajian aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik sangat dipengaruhi oleh tiga tahapan pembelajran. Ketiga tahapan itu adalah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kedua, kendala yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN-1 Basarang berdasarkan kajian aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yaitu kendala dari dalam diri peserta didik, pendidik (guru), sarana dan prasarana belajar, lingkungan sekolah, dan masyarakat. Ketiga, upaya untuk mengatasi kendala dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu berdasakan kajian aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik tersebut memerlukan upaya peserta didik (siswa) dan uapaya dari pendidik (guru), upaya peningkatan sarana dan prasarana belajar, upaya menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif, dan termasuk lingkungan masyarakat yang dapat memdukung terciptanya proses pembelajaran pendidikan agama Hindu.
VITA SRI RAHAYU
2021 · Thesis · Open Access
Pelaksanaan Pembelajaran Pada Era New Normal di SMPN 2 Marikit Desa Rangan Tangko Kabupaten Katingan
HANO
2021 · Thesis · Open Access
Tesis ini mengkaji regenerasi balian bawo pada masyarakat Hindu Kaharingan Dayak Malang di Desa Nihan Hilir dengan perspektif pendidikan Hindu. Selain karena keunikan, masalah tersebut dikaji karena regenerasi balian bawo tidak lancar dan tidak berjalan dengan baik. Rumusan masalah penelitian ini ialah (1) proses regenerasi balian bawo pada masyarakat Hindu Kaharingan Dayak Malang; (2) implikasi proses regenerasi balian bawo pada masyarakat Hindu Kaharingan Dayak Malang; (3) nilai–nilai pendidikan dalam proses regenerasi balian bawo bagi masyarakat Hindu Kaharingan Dayak Malang di Desa Nihan Hilir dalam perspektif pendidikan Hindu. Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah teori fenomenologi dan teori konstruktivisme. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan berlokasi di Desa Nihan Hilir. Sumber datanya terdiri atas data primer dan data sekunder dengan peneliti sebagai instrumen utama penelitian. Penentuan informan menggunakan teknik purposive. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahap penelitian terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) menjadi balian bawo merupakan keinginan diri sendiri, langkahnya dimulai dari mencari balian tuha sebagai guru, ngawit ngapar, yaitu menerima transfer ilmu balian, batumang/ngayak ngajun, yaitu proses peneguhan dan penguatan menjadi balian bawo dan suntutus atau mencatat atau minta penjelasan kembali terkait dengan materi ilmu balian; (2) implikasi proses regenerasi balian bawo ialah (1) implikasi positif yang terdiri atas tersedianya regenerasi balian bawo, pelestarian balian bawo, terjaganya pengobatan tradisional, terjaganya upacara balian bawo, dan adanya pimpinan ritual agama; (b) konsekuensi balian bawo, yaitu adanya keterikatan dan pantangan serta banyak menyita waktu dan biaya; (3) nilai-nilai pendidikan regenerasi dalam proses regenerasi balian bawo terdiri atas nilai religius berupa nilai keimanan dan keyakinan; nilai etika terkait dengan pantas dan tidak pantas untuk dilakukan; nilai estetika berupa nilai keindahan dan seni dalam pelaksanaan ritual balian bawo; nilai spiritual berupa nilai kejiwaan dan rohani yang harus dimiliki oleh seorang balian bawo; nilai sosial, yaitu nilai-nilai kebersamaan dan gotong-royong dan kedisiplinan berupa nilai ketaatan terhadap profesi yang dijalankan.
HENTA
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK HENTA, 2021. Eksistensi Sanggar Tari Tampung Karuhei dalam berkreativitas pada masa pandemi covid-19 di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Kotawaringin Timur. Skripsi Fakultas Dharma Acarya, Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Suwito, S.Ag.,M.Si., Pembimbing II Susi, S.Fil.H.,M.Fil.H. Sanggar tari merupakan suatu tempat atau sarana yang digunakan oleh suatu komunitas atau sekumpulan orang untuk berkegiatan seni seperti seni tari. Sanggar tari merupakan sebuah organisasi yang sengaja dibuat untuk mewadahi kreativitas seni warga masyarakat, khususnya dalam hal seni tari. Namun, di tengah pandemi covid-19 seperti saat ini banyak sanggar yang mengalami penurunan eksistensinya dalam berkreativitas, baik dalam seni tari ataupun seni-seni lainnya. Berdasarkan penjelasan di atas, maka penulisan ini bertujuan (1) untuk mengetahui, memahami, mengkaji, mendeskripsikan Eksistensi Sanggar Tari Tampung Karuhei dalam Berkreativitas di Tengah Pandemi Covid-19 di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Kotawaringin Timur, (2) untuk mengetahui, memahami, mengkaji, mendeskripsikan kendala Sanggar Tari Tampung Karuhei dalam Berkreativitas di Tengah Pandemi Covid-19 di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Kotawaringin Timur, serta (3) untuk mengetahui, memahami, mengkaji, mendeskripsikan upaya meningkatkan Eksistensi Sanggar Tari Tampung Karuhei dalam Berkreativitas di Tengah Pandemi Covid-19 di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Kotawaringin Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, metode wawancara, studi kepustakaan, dan metode dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Eksistensi Sanggar Tari Tampung Karuhei dalam berkreativitas di tengah pandemi covid-19 adalah masih tetap eksis. Sanggar masih aktif mengikuti perlombaan atau tampil diacara tertentu. (2) Kendala yang dialami Sanggar Tari Tampung Karuhei dalam berkreativitas pada masa pandemi covid-19 yaitu saat latihan orangnya dibatasi, ruang gerak yang sempit, dilarang melakukan aktivitas di luar ruangan, waktu latihan dibatasi, serta wajib menggunakan masker/face shield saat tampil ataupun latihan yang membuat sulit mengekspresikan gerak. (3) Upaya meningkatkan eksistensi Sanggar Tari Tampung Karuhei dalam berkerativitas di tengah pandemi covid-19 di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Kotawaringin Timur yaitu mengikuti lomba virtual, tetap menjalin komunikasi antar pengurus ataupun anggota sanggar, memenuhi permintaan dalam pembuatan sarana, melakukan promosi sanggar secara online ataupun offline, serta membagi jadwal latihan. Kata Kunci : Eksistensi Sanggar Tari, Berkreativitas, Pandemi Covid-19
UJEN
2021 · Thesis · Open Access
Ujen, 2021 Tindakan Hukum Terhadap Pencemaran Lingkungan Hidup Sebagai Akibat Penambangan Emas Tanpa Izin di Desa Tumbang Labaning Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan, Skripsi Strata satu Program Studi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I (satu) I Komang Darman, SH,.MH, Pembimbing II (dua) Sri Kayun , SH,. M.Si Pada dasaranya Penegakan Hukum adalah proses dilakukannya upaya untuk tegaknya atau berfungsinya norma-norma hukum secara nyata sebagai pedoman prilaku dalam lalu lintas atau hubungan-hubungan hukum dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, Penegakan hukum yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Katingan Hulu terhadap para pelaku Penambangan emas tanpa izin secara umum prosedurnya sama halnya dengan tindak pidana umum lainya yaitu melakukan tindakan preventif (Pencegahan) dan Represif (Penindakan) serta sesuai dengan UndangUndang No. 3 Tahun 2020 tentang Perubahan UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Faktor yang mempengaruhi penegakan hukum bagi para pelaku penambangan emas tanpa izin yaitu, faktor hukum yang diterapkan, Faktor penegakan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum, dan faktor ekonomi Masyarakat. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu : (1). Bagaimana penegakan hukum terhadap para penambang emas tanpa izin dalam upaya perlindungan kerusakan lingkungan hidup di Desa Tumbang Labaning Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan?, (2). Faktor apa saja yang mempengaruhi penegakan hukum dalam upaya perlindungan kerusakan lingkungan hidup di Desa Tumbang Labaning Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan serta apa upaya pemerintah daerah kabupaten katingan terhadap penambang emas tanpa izin?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Teori Efektivitas Hukum, Teori Kepatuhan Hukum dan Teori Perlindungan Hukum jenis penelitian ini adalah yuridis empiris dengan mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengambil lokasi penelitian di Desa Tumbang Labaning Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan, sedangkan guna mendapatkan data yang valid, peneliti mengunakan teknik Observasi, Wawancara, Dokumentasi dan study kepustakaan. Adapun yang menjadi informan penelitian ini ialah Masyarakat penambang emas tanpa izin Desa Tumbang Labaning, Kepala Desa Tumbang Labaning, Kapolsek Katingan Hulu, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten katingan. Dari hasil penelitian dan analisis data tersebut maka dapat disimpulkan yaitu : (1) penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat kepolisian Kecamatan Katingan Hulu sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu sesuai dengan Undang-Undang No. 3 Tahun 2020 tentang Perubahan UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dan sudah melakukan tindakan preventif (Pencegahan) dan Represif (Penindakan) (2) Faktor yang mempengaruhi penegekan hukum yaitu faktor hukum yang diterapkan, faktor penegakan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum, dan faktor ekonomi Masyarakat. Adapun upaya yang dilakukan oleh pemerintah x Kabupaten Katingan yaitu mensosialisasikan dampak kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh penambangan emas tanpa izin (PETI) kepada Masyarakat penambangan emas di Kabupaten Katingan, melakukan pendekatan kepada Masyarakat yang melakukan penambangan emas tanpa izin di Kabupaten Katingan, meminalisir kerusakan ekosistem air dan darat sesuai dengan analisis AMDAL
I MADE SAPUTRA ASTIKA YASA
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Tesis ini mendeskripsikan upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP Negeri di Kota Palangka Raya. Guru agama Hindu belum banyak memahami peningkatan kompetensi pembelajaran secara daring dan upaya guru memberikan metode pembelajaran yang tepat agar apa yang disampaikan diterima siswa dengan baik. Ditemukan berbagai kendala dalam menyampaikan metode pembelajaran yang tepat. Berdasarkan hal di atas, fokus penelitian ini ialah (1) bagaimana upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya, (2) faktor-faktor yang memengaruhi upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya, dan (3) bagaimana implikasi upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya. Tujuan penelitian ini ialah mengkaji dan mendeskripsikan upaya, faktor-faktor, dan implikasi upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu di Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dengan alat bantu. Data diverifikasi, dianalisis dengan teori fenomenologi, teori motivasi, dan teori konstruktivisme dan disajikan secara formal dan informal. Berdasarkan analisis ditemukan bahwa upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya dilakukan dengan mengikuti workshop, IHT, pelatihan kurikulum, pengembangan diri, dan bergabung dengan MGMP. Yang memengaruhi upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya ialah (1) faktor pendukung, di antaranya kesadaran diri, tingkat pendidikan, tingkat kecerdasan, pengalaman mengajar, pengalaman pelatihan, sarana dan prasarana, dan supervisi kepala sekolah; dan (2) faktor penghambat, di antaranya adanya PPKM, penggunaan teknologi, minat, motivasi, dan program peningkatan keprofesian berkelanjutan. Implikasi upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya di antaranya terdiri atas implikasi positif yang terdiri atas percepatan transformasi pendidikan, munculnya kreativititas tanpa batas, guru menjadi lebih akrab dan melek teknologi, pembelajaran daring lebih menyenangkan, pembelajaran daring lebih berkualitas, sedangkan implikasi negatif terdiri atas guru yang kurang terlatih, kesulitan memahami sistem yang ada di e-learning, dan kurangnya implementasi pembelajaran menggunakan ICT. Kata kunci: kompetensi guru, new normal, pembelajaran daring