Strategi Pemasaran Objek Wisata Rumah Ranting di Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah
Strategi Pemasaran Objek Wisata Rumah Ranting Di Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah
COLLECTION
Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir
Strategi Pemasaran Objek Wisata Rumah Ranting Di Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah
Analisis Kebijakan Instansi Pemerintah Daerah Dalam Pembangunan Kepariwisataan Di Kabupaten Barito Utara
Indonesia memiliki ciri khas mempunyai sikap toleransi yang tinggi. Salah satu suku yang memiliki sikap toleransi tinggi adalah Suku Dayak Ngaju. Baiknya pendidikan moderasi beragama yang diterapkan dalam kehidupan keluarga Dayak Ngaju, membuat minimnya konflik agama terjadi dalam keluarga. Keluarga Dayak Ngaju dari jaman nenek moyang terbiasa hidup bersama dengan banyak anggota keluarga dalam Huma Betang, yang membuat mereka terbiasa untuk menerima dan memahami perbedaan, seperti perbedaan agama,. Sehingga terciptanya kehidupan keagamaan yang rukun, harmonis, damai, serta menekankan pada keseimbangan, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun masyarakat. Penelitian dengan judul “Pendidikan Moderasi Beragama Dalam Keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya” memiliki rumusan masalah (1) Bagaimana penerapan pendidikan moderasi beragama dalam keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya? (2) Bagaimana peranan pendidikan moderasi beragama dalam keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya? (3) Bagaimana implikasi pendidikan moderasi beragama dalam keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan penelitian menggunakan aliran fenomenologi. Alasan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif adalah untuk memberikan gambaran pendidikan moderasi dalam keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data akan dianalisa dengan metode deskriptif kualitatif. Teori dalam penelitian ini adalah teori sosialisasi primer, teori fungsionalisme struktural, dan teori Pendidikan multikultural. Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa Pendidikan moderasi beragama yang diterapkan oleh keluarga Dayak Ngaju mengajarkan konteks ajaran agama yang moderat, menghindari sikap ekstremisme, intoleran, dan menumbuhkan empati, kegiatan diskusi informal dan dialog terbuka, menjalankan konsep keseimbangan, menanamkan nilai komitmen kebangsaan, menumbuhkan rasa toleransi, persaudaraan, kedamaian, menghargai keberagaman dan perbedaan, kesatuan keluarga, kerukunan keluarga, kedamaian keluarga, kesejahteraan keluarga, dan kebahagiaan keluarga.
Literasi Media Informasi Pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu.
Komunikasi Verbal Di Lingkungan Keluarga Dalam Mengantisipasi Konversi Agama di Desa Buntut Bali Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan
Peran Pemerintah Dalam Promosi Objek Wisata Bumi Perkemahan Panglima Batur Di Desa Trahean, Kecamatan Teweh Tengah,Kabupaten Barito Utara
Filosofi Lilis Lamiang Dalam Upacara Bayar Hajat Agama Hindu Kaharingan Di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan
Debi Seliang. 2024. Dr. Pranata, S.P d., M.Si., Putu Cory Candra Yhani, S.Pd., M.Pd. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penerapan Model Kooperatif Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Dalam Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 8 Menteng Palangka Raya. Hasil belajar merupakan kompetensi atau kemampuan tertentu yang dicapai oleh siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar dan meliputi keterampilan kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Penomena yang terjadi pada siswa kelas V yang menunjukan hasil belajar yang rendah masih dibawah nilai KKM 70. Penelitian dilatar belakangi dalam masih banyak siswa yang kurang aktif saat proses pembelajaran yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti sumber buku. Di sisi lain penggunaan model, metode dan pendekatan yang monoton mempengaruhi keaktifan belajar siswa Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan model kooperatif pada pembelajaran bahasa indonesia dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada setiap siklus. Penelitian yang digunakan ini termasuk penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dilaksanakan siklus prasiklus. Subjek penelitian ini adalah siswa yang berjumlah 33 orang, dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan berupa (a) observasi, (b) tes, (c) penilaian aktivitas siswa,(a) penilaian aktivitas siswa. prosedur penelitian tindakan meliputi tahap: (b) perencanaan tindakan, (c) observasi, (pengamatan) terhadap tindakan, dan (d) refleksi terhadap tindakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas siswa pada pra siklus sebesar 60,1 ( dengan kategori cukup).hasil siklus I pada aktivitas siswa 84( dengan kategori baik) dengan nilai rata-rata 65,90,dan ketuntasan belajar siswa sebesar 63% %,siklus II pada aktivitas siswa 96( dengan kategori sangat baik) dengan nilai rata-rata 81,06 dan ketuntasan belajar siswa 84%.
I Made Lastre. 2024. Upaya Guru Kelas V dalam Mengatasi Kenakalan Siswa di SDN Mintin 2 Kecamatan kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Made Pustikayasa, S. T., M.Pd.H. Pembimbing 2 Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd., M.Pd.H. Kenakalan siswa merujuk pada perilaku yang dilakukan oleh anak-anak yang belum dewasa, baik secara sengaja maupun tidak, dengan kesadaran bahwa tindakan tersebut melanggar aturan dan dapat dikenai sanksi. Kenakalan seperti tidak mengerjakan PR, kurang disiplin, membuat gaduh, mengganggu teman, melontarkan kata-kata kasar, bolos, dan memukul teman. Kenakalan ini berdampak negatif pada fokus belajar siswa dan dapat menurunkan prestasi akademik serta meningkatkan risiko keterlibatan dalam tindakan kejahatan. Adapun tiga permasalah yang akan dibahas: 1). Apa saja penyebab kenakalan siswa kelas V SDN Mintin 2 Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau?, 2) Bagaimana upaya yang dilakukan oleh guru kelas dalam mengatasi kenakalan siswa kelas V di SDN Mintin 2 Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau?, dan 3) Bagaimana implikasi dari upaya yang telah dilakukan oleh guru kelas V dalam mengatasi kenakalan siswa di SDN Mintin 2 Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau?. Tujuan penelitian adalah untuk mengeksplorasi upaya guru dalam mengatasi kenakalan siswa kelas V di SDN Mintin 2, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini melibatkan wawancara dengan kepala sekolah, guru kelas V, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi, Wawancara, Studi Dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kenakalan teridentifikasi seperti tidak mengerjakan PR, menyontek, dan mengganggu teman. Kenakalan siswa disebabkan oleh faktor internal seperti kondisi psikologis, motivasi rendah, dan kebutuhan perhatian, serta faktor eksternal seperti kurangnya perhatian orang tua dan kondisi keluarga yang kurang harmonis. 2) Sekolah telah menerapkan berbagai upaya, termasuk program konseling rutin, metode pengajaran interaktif, pelatihan guru, dan koordinasi dengan orang tua, serta kegiatan ekstrakurikuler. Guru juga berfokus pada pendekatan personal, menciptakan suasana kelas yang positif, dan menggunakan metode pembelajaran menarik. 3) Upaya ini terbukti efektif, dengan peningkatan motivasi belajar, kedisiplinan, dan interaksi sosial siswa, serta penurunan kenakalan.
ABSTRAK Rima Noktayani, 2024 Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Pengaruh Pembelajaran Pengantar Acara Agama Hindu Kaharingan Membuat Saran Upacara Keagamaan Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN TP Palangka Raya. Dosen pembimbing I, Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si, Dosen pembimbing II, Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H. Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang penulis temukan di program studi pendidikan agama Hindu tahun akademik 2023/2024. Penelitian menemukan bahwa keterampilan mahasiswa khususnya dalam pembuatan sarana upacara dapat dikatakan masih kurang. hal ini terlihat dari masih banyaknya mahasiswa yang belum mampu membuat sarana upacara seperti membuat ketupat, tampung tawar, hiasan dalam sangku untuk basarah, kurang tertariknya dengan pembuatan sarana upacara, serta masih ada mahasiswa yang tidak fokus dalam proses pembelajaran tersebut sehingga dalam hal ini memerlukan upaya yang lebih untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam membuat sarana upacara. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh pembelajaran pengantar acara agama Hindu Kaharingan terhadap keterampilan membuat sarana upacara keagamaan mahasiswa prodi pendidikan agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN TP) Palangka Raya. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, dengan metode survey dan metode pengumpulan data yang digunakan observasi, dokumentasi, dan kuesioner. Data pembelajaran diperoleh dari menyebarkan angket/kuesioner dengan cara membagikannya ke responden yang jumlahnya sudah diketahui yaitu 52 responden, sedangkan data keterampilan diperoleh dari nilai ujian akhir semester (UAS) mahasiswa kelas A dan B semester genap tahun akademik 2023/2024, data dianalisis dengan regresi sederhana menggunakan IBM Statistics for windows. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan hipotesis pada penelitian ini menujukan bahwa t hitung (0,017) t tabel (1,675), dapat disimpulakan bahwa hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini tidak terdapat pengaruh antara pembelajaran pengantar acara agama Hindu Kaharingan dengan keterampilann dalam membuat sarana upacara mahasiswa program studi pendidikan agama Hindu kelas A dan kelas B semester genap tahun akademik 2023/2024 dan dengan sekala pembelajaran pada kategori tinggi terdapat 13 orang dengan persentase 6,9%, kategori sedang terdapat 37 dengan persentase 19,47% dan pada kategori rendah terdapat 2 orang dengan persentase 1,6% dari keseluruhan total 52 orang responden. Kata kunci : Pengaruh Pembelajaran Pengantar Acara Agama Hindu Kaharingan Membuat Saran Upacara Keagamaan
Pengaruh Media Sosial Terhadap Keputusan Berkunjung ke Objek Wisata Matan Andau Kota Palangka Raya.
Pemanfaatan Media Sosial Dalam Promosi Wisata Danau Biru Desa Tewang Rangkang Kec. Tewang Sanggalang Garing Kabupaten Katingan
MINARTI, 2024, Planting Hindu Education Values in Students Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya City. Scripting of the Hindu Education Program, Faculty of Dharma Acharia IAHN-TP Palangka Raya Instructor I. Dr. Pranata, S.Pd., M.Si and Counselor II Nyoman Sumarni. S.Ag., M.Si This study examines the Planting of Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students in Palangka Raya City. This research is set in place with religious education is one of the factors that can determine a person to be a man of noble character. Therefore, religious education emphasizes the change in behavior from bad to good, especially to students in Adi Widyalaya Widya Bhakti, Palangka Raya City. There are three problems, namely How to Plant Hindu Education Values in Students Adi Widyalaya Widya Bhakti, Palangka Raya City, What are the obstacles to planting Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students in Palangka Raya City and how to overcome the obstacles to planting Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students in Palangka Raya City. The purpose of this study is as follows: 1. The general purpose is to refer to the overview title To Know and Analysis the Planting of Hindu Education Values on Students Adi Widyalaya Widya Bhakti, Palangka Raya City.2. Special Purpose to Know and Analyse the Planting of Hindu Education Values, Analysis of obstacles and to find out the Efforts to overcome the Planting of Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students of Palangka Raya City. Research methods used qualitative methods. The theories used include Behavioristic theory, obstacle theory and Role theory. The techniques used are purposive sampling consisting of the school's Foundation Education Coordinator (one person), the principal (one person), the teacher (two people), the student's parents (two people) and the student's informant (three people). Data collection techniques: 1) observations, 2) interviews, and 3) documentation. Furthermore, data analysis techniques consist of data reduction/condensation, data presentation, and results/conclusion discovery stages. Based on the research results, it can be concluded that 1) How to Plant Hindu Education Values in Students Adi Widyalaya Widya Bhakti, Palangka Raya City, 2) What are the obstacles to planting Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students, Palangka Raya City, 3) What are the efforts in overcoming the obstacles to planting Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students, Palangka Raya City.
Griyahananadi, 2024. Nilai Sakral Pementasan Dramatari Calonarang di Desa Adat Mundeh Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan dalam Persepektif Pendidikan Agama Hindu. Tesis Strata Dua (S-2) Prodi Megister Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pemebimbing I : Dr. Mujiyono, S.Ag., M.Ag. Pembimbing II : Dr. Ni Nyoman Rahmawati, S.Ag., M. Si. sepirit yang sakral. Namun, dewasa ini pementasan dramatari Calonarang hanya profanisme. Ada tiga permaslahan dalam penelitian ini, yaitu: (1) Bagaimana Pementasan Dramatari Calonarang di Desa Adat Mundeh; (2) Bagaimanan Nilai Sakral Pementasan Dramatari Calonarang dalam persepektif pendidikan agama Hindu; (3) Bagaimanan Implikasi Pementasan Dramatari Calonarang. Teori yang digunakan adalah teori Dramaturgi, Religi, dan Fenomenologi. Metode yang digunakan adalah kualitatif data dikumpulkan melalui obserpasi, wawancara, studi Pustaka, dandokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pementasan dramatari Calonarang di Desa Mundeh dilaksanakan 1 tahun sekali setelah 11 hari odalan di Pura Penyarikan. Pementasan mulai sandikala sampai tengah malam. Pementasan dramatari Calonarang di laksanakan di jaba pura penyarikan. Pementasan dilakukan sebagai media penyempurnaan pelaksanaan yajna yang berimplikasi terhadap keharmonisan umat dan masyarakat. tata cara pementasan terkait dengan Pemakaian Kostum, Gambelan, dan Pementasan. (2) Nilai sacral pementasan dramatari calonarang meliputi: Kesucian Penari (jurusunggi) Calonarang, Kesucian Tempat Pementasan, Adegan-Adegan Sakral,, Upacara Akhir Pementasan. (3) Implikasi pementasan tari calonarang di Desa Mundeh adalah Penyempurnaan Yadjna, Keharmonisan Bhuana Agung dan Bhuana Alit, Terpeliharanya teradisi dan Kebudayaan, Menarik wisatawan, Berkembangnya perekonomian masyarakat. (6) Meningkatkan pemahaman terhadap pementasan dramatari Calonarang
Pelaksanaan Upacara Nahunan Mandui Pagar Manyang Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Oroi Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas
Delia Puspita. 2024. Hubungan Antara Metode Diskusi dan Motivasi Belajar Mata Pelajaran Agama Hindu dengan Hasil Belajar Kelas X di SMK Karsa Mulya Palangka Raya. Skripsi. Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing : (I) Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H., (II) Dr. Suryanto, S.Pd., M.Pd. Metode Diskusi merupakan salah satu metode dari beberapa metode yang sering digunakan dalam pembelajaran, dimana bertujuan untuk membuat proses pembelajaran yang bervariasi dan menjadi lebih termotivasi sehingga terjadinya proses pembelajaran dua arah yaitu antara siswa dan guru. Penelitian ini membahas tentang hubungan antara metode diskusi dan motivasi belajar dengan hasil belajar mata pelajaran Agama Hindu kelas X di SMK Karsa Mulya Palangka Raya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuanti dengan penelitian survei asosiatif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menggambarkan hasil hubungan antara metode diskusi dan motivasi belajar dengan hasil belajar. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa yang beragama Hindu kelas X di SMK Karsa Mulya Palangka Raya berjumlah 17 siswa. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan penyebaran angkat/kuesioner kepada siswa yang beragama Hindu kelas X di SMK Karsa Mulya Palangka Raya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen berskala likert yang terdiri dari 5 dimensi servqual. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini uji korelasi sederhana, uji korelasi ganda dan dan uji prasyarat analisis menggunakan bantuan SPSS versi 29. Hasil dari penelitian sebagai berikut : 1). Metode Diskusi tidak memiliki hubungan atau tidak berkorelasi secara signifikan dengan Hasil Belajar, 2). Motivasi Belajar memiliki hubungan/berkorelasi secara signifikan dengan Hasil Belajar, 3). Hasil analisis data didapatkan nilai F change 0,032 0,05 maka bisa ditarik kesimpulan bahwa variabel Metode Diskusi, dan Motivasi Belajar memiliki hubungan secara signifikan dengan Hasil Belajar secara simultan atau secara bersama-sama.
ABSTRAK HardiYanto 2024: FilosofiTorasPada UpacaraKematianUmat Hindu Kaharingan Di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Raya, Pembimbing I Dr. Anak Agung Gede Wiranata, S. Ag., M.Ag dan Pembimbing II,I WayanSindiaGriya Danika, S.Kom., M.T Masyarakat Hindu Kaharingan di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Raya dalamkesehariannyatidakterlepasdariupacarakeagamaan. DalampembahasaninipenelitimelakukanpenelitiantentangToraspadaupacarakematian yang merupakanupakarayang tidakdapatdihilangkandarikegiatankeagamaanumat Hindu Kaharingan di DesaKalasin. FungsiTorasadalahberbentukpatung yang sakral dan dipercayaisebagaisimbololeh umatHindu KaharingankarenaTorasmerupakanmewakilisosok orang yang sudahmeninggal dan mengantarkanjiwa orang matike-surga/Lewu Liau. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuimakna dan fungsiTorasdalamupacara, berdasarkanfenomenadapatmenjadipembelajaran dan pengetahuanbagikaummudadalammelestarikantradisisecaraturuntemurundidaerahmasing-masingsehinggatidakdihilangkan. Penelitianinimenggunakanteorireligi, teorifungsionalismestruktural dan teoriinteraksionalismesimbolik. Penelitianinimenggunakanmetodekualitatif. Penelitianinidilaksanakan di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Raya. Sumberdatanyayaitu primer dan sekunder, sedangkanteknikpengumpulandatanyameliputiobservasi, wawancara, dokumen dan studipustaka. Adapunhasilpenelitianinimenunjukanbahwa 1) proses pembuatanTorassebagaisaranaupacarakematianmelaluitahappersiapan dan bentukToras. 2). FungsiToraspada upacarakematianmelulaifungsisosialadalah proses interaksidenganlingkungansosial yang dimulaisejaklahir dan berakhirsetelahmeninggal. Fungsi religi adalahsistemkeprcayaan/keyakinankepadaTuhan, halmagis, 3). MaknafilosofiToraspada upacarakematianmelaluibeberapayaitu, maknaToraskepercayaanumatHindu KaharinganbahwaTorasmerupakan salah satubentukpenghormatanterakhir dan cintakasihkepada orang yang sudahmeninggal, sebagaibentuk bhakti kepadaleluhurataukepada orang yang sudahmeninggal.
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penggunaan media dalam pembelajaran sangat berpengaruh tehadap berhasilnya suatu pembelajaran. Dengan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan minat dan keinginan yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap pembelajar. Media gambar pada dasarnya membantu mendorong para siswa dan dapat membangkitkan minatnya pada proses pembelajaran. Kemampuan membaca merupakan salah satu keterampilan kunci yang harus dikuasi oleh setiap siswa, terutam di tingkat pendidkan sekolah dasar yang kelas rendah. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah Bagaimanakah Penggunaan Media Pembelajaran Kartu Gambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas II SDN 9 Palangka Raya Tahun Ajaran 2024? Bagaimana Efektifitas Penggunaan Media Pembelajaran Kartu Gambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas II SDN 9 Palangka Raya Tahun Ajaran 2024. Penelitian ini dilaksanakan dikelas II B SDN 9 Palangka yang berjumlah 13 siswa bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa melalui penerapan media kartu gambar. teknik untuk menganalisis data dakam penelitian ini dengan menggunakan presentase Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus yang melibatkan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pra-siklus, kemampuan membaca siswa masih rendah dengan rata-rata nilai 60 dan hanya sedikit siswa yang mencapai ketuntasan belajar. Setelah menerapkan media kartu gambar pada siklus I, terjadi peningkatan nilai rata-rata menjadi 70 dengan sebagian besar siswa mencapai ketuntasan belajar. Pada siklus II, nilai rata-rata meningkat signifikan menjadi 81, menunjukkan bahwa hampir seluruh siswa mencapai ketuntasan belajar. Penggunaan media kartu gambar terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa. Media ini mampu membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan, sehingga siswa lebih termotivasi dan aktif dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media kartu gambar dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 87% pada siklus II. Kata Kunci: kemampuan membaca, media kartu gambar, pembelajaran interaktif, penelitian tindakan kelas
Penelitian ini dilatar belakangi kesulitan siswa dalam menulis karangan sederhana, dikarenakan kurangnya kemampuan siswa dalam mengembangkan ide untuk mengarang. Sehingga penggunaan media pembelajaran yang efektif dalam proses pembelajaran sangatlah penting. Tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui bagaimana meningkatkan kemampuan siswa menulis karangan melalui media gambar seri pada siswa kelas V SDN 4 Palangka. (2) untuk mengetahui bagaimanakah efektivitas penggunaan media gambar seri untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan pada siswa kelas V SDN 4 Palangka. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori belajar konstruktivistik. Jenis penelitian adalah Jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 4 Palangka yang berjumlah 15 orang. Teknik analisis data dari hasil observasi aktivitas siswa siklus I dan siklus II, analisis data dari hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya peningkatan pada kemampuan menulis karangan sederhana dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia melalui penggunaan media gambar seri, memotivasi dan membantu siswa untuk mengingat isi pelajaran khusunya Bahasa Indoensia yang terkandung dalam rangkaian gambar. Dapat dilihat dari hasil persentase tuntas belajar pada siklus I sebesar 40% dan siklus II sebesar 93,33% atau mengalami peningkatan yaitu 53,33%.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti, masalah bagaimana upaya yang dilakukan wali kelas IV untuk meningkat keaktifan siswa melalui metode Problem Based Learning Di SDN-3 Malawaken yang ditemukan yaitu ketika proses pembelajaran, masih ada sebagian siswa yang tidak peduli dengan aktivitasnya selama proses pembelajaran dengan metode ceramah, hal tersebut menjadi tidak efektif dan berdampak pada siswa menjadi bosan, dan tidak aktif saat pembelajaran dilakukan. Untuk mengatasi masalah diatas. Peneliti ingin melakukan. Eksprimen yaitu menggatikan metode mengajar dalam pembelajran Problem Based Learning untuk mencari masalah kurang aktifnya pembelajaran di SDN-3 Malawaken. Jenis metode yang digunakan PTK kualitatif dengan model (observasi lapangan). Metode adalah membahas suatu proses atau objek, tujuannya adalah untuk merasakan dan memahami pengatahuan suatu fenomena tertentu berdasarkan pengatahuan dan gagasan yang telah diketahui sebelumnya, sehingga diperoleh informasi yang diperlukan untuk penelitian. Pendekatan ini jelas memudahkan analisis, memperjelas pemahaman subjek, dan memberikan nilai objektivitas sekaligus membatasi bidang kajian oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian dapat menujukan penggunaan model Problem Based Learning dapat meningkatkan keaktifan siswa pada mata Pelajaran Matematika. Sebelum dilaksanakan tindakan rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa kategori kurang baik dengan skor 55%. Pada siklus I kemampuan dan keaktifan siswa meningkat dengan dikategorikan kurang baik dengan skor 64% dan pada siklus II rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa meningkat menjadi 82,4% dan masuk kategori baik.