Abstrak
ABSTRAK HardiYanto 2024: FilosofiTorasPada UpacaraKematianUmat Hindu Kaharingan Di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Raya, Pembimbing I Dr. Anak Agung Gede Wiranata, S. Ag., M.Ag dan Pembimbing II,I WayanSindiaGriya Danika, S.Kom., M.T Masyarakat Hindu Kaharingan di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Raya dalamkesehariannyatidakterlepasdariupacarakeagamaan. DalampembahasaninipenelitimelakukanpenelitiantentangToraspadaupacarakematian yang merupakanupakarayang tidakdapatdihilangkandarikegiatankeagamaanumat Hindu Kaharingan di DesaKalasin. FungsiTorasadalahberbentukpatung yang sakral dan dipercayaisebagaisimbololeh umatHindu KaharingankarenaTorasmerupakanmewakilisosok orang yang sudahmeninggal dan mengantarkanjiwa orang matike-surga/Lewu Liau. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuimakna dan fungsiTorasdalamupacara, berdasarkanfenomenadapatmenjadipembelajaran dan pengetahuanbagikaummudadalammelestarikantradisisecaraturuntemurundidaerahmasing-masingsehinggatidakdihilangkan. Penelitianinimenggunakanteorireligi, teorifungsionalismestruktural dan teoriinteraksionalismesimbolik. Penelitianinimenggunakanmetodekualitatif. Penelitianinidilaksanakan di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Raya. Sumberdatanyayaitu primer dan sekunder, sedangkanteknikpengumpulandatanyameliputiobservasi, wawancara, dokumen dan studipustaka. Adapunhasilpenelitianinimenunjukanbahwa 1) proses pembuatanTorassebagaisaranaupacarakematianmelaluitahappersiapan dan bentukToras. 2). FungsiToraspada upacarakematianmelulaifungsisosialadalah proses interaksidenganlingkungansosial yang dimulaisejaklahir dan berakhirsetelahmeninggal. Fungsi religi adalahsistemkeprcayaan/keyakinankepadaTuhan, halmagis, 3). MaknafilosofiToraspada upacarakematianmelaluibeberapayaitu, maknaToraskepercayaanumatHindu KaharinganbahwaTorasmerupakan salah satubentukpenghormatanterakhir dan cintakasihkepada orang yang sudahmeninggal, sebagaibentuk bhakti kepadaleluhurataukepada orang yang sudahmeninggal.