RINDA AGUSVINA
2024 · Thesis · Open Access
Penelitian ini mengkaji tentang pelaksanaan upacara tiwah di Desa Samba Danum Kecamatan Katingan Tengah dalam perspektif Manajemen Pendidikan Agama Hindu. Berdasarkan fenomena lapangan bahwa pelaksanaan upacara tiwah pada masyarakat Hindu Kaharingan belum dikelola secara manajemen, sarana prasarana dan proses pelaksanaannya belum tertata dengan rapi serta nilai-nilainya kurang dipahami dengan baik sehingga perlu adanya manajemen yang baik. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan pada fokus kajian tiga aspek permasalahan, yaitu (1) Bagaimana tata pelaksanaan upacara tiwah; (2) Apakah nilai-nilai manajemen pendidikan agama Hindu dalam pelaksanaan upacara tiwah; (3) Apakah implikasi pelaksanaan upacara tiwah dalam perspektif manajemen pendidikan agama Hindu. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Jenis data, data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data digunakan teknik observasi partisipan, wawancara semi-struktur serta studi dokumen. Informan ditentukan secara purposive. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama, serta instrumen pendukung pedoman wawancara, kamera, tape recorder, alat tulis. Data dilakukan verifikasi dan dianalisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dideskripisikan berikut ini. Pertama, tata pelaksanaan upacara tiwah dilakukan dengan empat proses yaitu perencanaan upacara tiwah, Pengorganisasian, Pelaksanaan/penggerakan, pengawasan. Kedua, nilai-nilai manajemen pendidikan agama Hindu ada tujuh diantaranya lebih bertanggung jawab, lebih beretika, lebih estetika, lebih disiplin, lebih efektif dan efisien, lebih teratur dan lebih material. Ketiga, implikasi pelaksanaan upacara tiwah ada dua yaitu implikasi positif dan implikasi negatif. Dari analisis dalam pembahasan dapat disimpulkan bahwa upacara tiwah di Desa Samba Danum yang dilakukan dengan manajemen pelaksanaan yang tertata dan sesuai dengan nilai-nilai manajemen yang baik serta implikasinya bertujuan menjadi masyarakat umat Hindu Kaharingan sejahtera, harmonis dan bahagia.
RIANDI
2024 · Thesis · Open Access
RIANDI.2024. Nilai Pendidikan Hindu Terhadap Keberadaan Sangkaraya Dalam Upacara Tiwah Di Desa Tumbang Malahoi Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Tesis Strata Dua (S-2) Prodi Magister Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Prof. Tiwi Etika, S.Ag.,M.Ag.,Ph.D. Pembimbing II : Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H. Penelitian ini mengkaji nilai pendidikan Hindu terhadap keberadaan sangkaraya dalam upacara tiwah di Desa Tumbang Malahoi Kecamatan Rungan Kabupaten Gunun Mas. Keberadaan sangkaraya dalam upacara tiwah bahwa penomena yang pernah terjadi dalam upacara tiwah khususnya di Desa Tumbang Malahoi. Sangkaraya yang seharusnya dihormati dan dijaga kesuciannya, dan dijunjung tinggi nilai hanya dianggap prasarana biasa yang hanya sebagai pusat upacara saja oleh orang yang kurang memahami tanpa mengetahui makna, nilai-nilai yang terkandung, serta etika yang harus dijaga. Pada saat upacara berlangsung terkhususnya saat sangkaraya sudah didirikan dan dimulai dengan upacara manganjan ada sebagian orang yang memberikan pertanyaan karena kurangnya pemahaman terhadap sangkaraya dalam upacara tiwah. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah prosesi mendirikan Sangkaraya dalam Upacara Tiwah Agama Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Malahoi?, 2) Bagaimanakah fungsi dan makna Sangkaraya dalam Upacara Tiwah Agama Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Malahoi?, 3) Nilai pendidikan Agama Hindu apakah yang terdapat pada keberadaan Sangkaraya dalam Upacara Tiwah Agama Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Malahoi?. Penelitian ini dikaji dengan teori simbol, teori fungsional struktural, dan teori nilai, metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis dan sumber data yaitu sumber data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik Penyajian Hasil Analisis Data, dengan teknik penyajian informal dan teknik penyajian formal. Berdasarkan hasil penelitian, Proses mendirikan sangkaraya dalam upacara tiwah di Desa Tumbang Malahoi Kecamatan Rungan terdapat beberapa tahapan yang perlu diperhatikan serta dipersiapkan terlebih dahulu. Adapun tahapan-tahapan dalam proses pendirian sangkaraya pada upacara tiwah sebagai berikut: 1) proses pembentukan panitia. 2) Proses perencanaan baramu/pencarian sarana/bahan untuk mendirikan balai nyahu dan sangkaraya. 3) proses muluh gandang atau mendirikan sangkaraya dalam upacara tiwah. Fungsi dan makna untuk fungsi sangkaraya terbagi menjadi 3 (tiga) fungsi yaitu Fungsi Religi, Fungsi Etika, dan Fungsi Sosial, serta mempunyai makna yang mendalam yaitu kebersamaan (kekuatan) dan gotong royong. Nilai Pendidikan tekandung dalam keberadaan sangkaraya terbagi menjadi empat bagian yaitu: nilai pendidikan tattwa, nilai pendidikan etika, nilai pendidikan sosial, dan nilai pendidikan estetika. Kata Kunci: Nilai Pendidikan Hindu, Sangkaraya upacara tiwah.
RISNA
2024 · Thesis · Open Access
RISNA, 2024 :Analisis Terhadap Perilaku Kumpul Kebo Menurut Hukum Adat Dayak Ngaju ( Studi Kasus Di Desatumbang Manangei Kecamata Katingan Hulu Kabupaten Katingan), Pembimbing I, Sri Kayun, SH.,M.Si. Pembimbing II, Edelweisia Cristiana, MH. Kumpul kebo adalah fenomena yang sering terjadi di masyarakat. Kumpul kebo merupakan perbuatan hidup bersama tanpa adanya ikatan perkawinan yang sah antara seorang pria dan seorang wanita dimana mereka bersama-sama tinggal dalam satu rumah. Perbuatan tersebut sangat bertentangan dengan masyarakat setempat yang menjunjung tinggi nilai hukum adat. Berdasarkan latar belakang maka dalam penelitian ini ada tiga pokok permasalahan yang harus di bahas (1). Faktor penyebab terjadinya perilaku kumpul kebo di Desa Tumbang Manangei Kecamaatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. (2). Dampak perilaku kumpul kebo terhadap Masyarakat sosial di Desa Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. (3). Penyelesaian kasus kumpul kebo secara adat di Desa Tumbang Manangei. Teori digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah, Teori resepsi hukum, teori sosiologi hukum dan teori penyelesaian. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan Teknik penentuan informan purposive sampling. Informan dalam penelitian ini dengan jumlah 6 orang yaitu 3 orang mantir adat 2 orang keluarga dari pihak laki dan Perempuan dan 1 orang istri dari pelaku. Untuk dapat memperoleh data-data dari narasumber untuk dikumpulkan dan disusun secara sistematika dan dianalisis dengan cara kualitatif. Berdasarkan hasil dari penelitian analisis terhadap perilaku Kumpul Kebo menurut hukum adat dayak ngaju (studi kasus di Desa Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan) di selesaikan oleh damang kepala adat, mantir adat dan bersama keluarga secara hukum adat kemudian dampak yang terjadi menimbulkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pengurus adat. Menurut Hukum Adat yang berlaku di Desa Tumbang Manangei . Hukum adat yang digunakan dalam menyelesaikan kasus Kumpul Kebo di Desa Tumbang Manangei. Menyelesaikan kasus kumpul kebo ini untuk membantu menyelesaikan permasalahan juga melindungi keseimbangan alam yang ada di Desa tumbang manangei, dan mencari titik temu Penyelesaian secara damai tersebut bersedia memberikan ganti rugi kepada korban dalam rangka mendapatkan pemaafan dari korban. Penyelesaian perkara dengan hukum adat harus melibatkan para pihak dalam perkara yaitu pelaku, korban dan masyarakat. Para pihak diharapkan dapat bermusyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama dalam rangka menyelesaikan permasalahan yang telah terjadi dan diharapkan dapat diselesaikan dengan secara adil bagi kedua belah pihak pelaku dan korban.
KRISJON AGUSTIN DARMA
2024 · Thesis · Open Access
Krisjon Agustin Darma. 2024, Papan Lewu Dalam Ritual Tiwah di Kapuas Tengah Dikaji Dari Nila-Nilai Pendidikan Agama Hindu. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II : Megawati,S.Pi., M.Pd.H Papan Lewu di Kapuas Tengah merupakan sarana yang digunakan pada saat Ritual Tiwah, adapun yang terkandung didalamnya yaitu berbagai lukisan yang bermakna seperti Banama Ruhung yang merupakan sebuah gambaran sarana transportasi yang digunakan oleh Sangiang Duhung Mama Tandang serta ada juga gambaran lewu bukit uju hatuntung yang merupakan simbol tempat menghantarkan Liau Haring Kaharingan menuju Lewu Tatau. Lukisan tersebut merupakan persembaham suci yang tulus ikhlas dari Tarantang Nule kepada liau haring kaharingan yang kemudian akan dibawa menuju LewuTtatau. Masyarakat Kapuas Tengah perlu mengetahui lebih dalam bahwa Papan Lewu adalah suatu sarana penting yang digunakan dalamn Ritual Tiwah. Keberadaan Papan Lewu dalam Ritual Tiwah memiliki nilai dan makna yang diyakini dan dipertahankan keberadaannya sehingga dengan adanya permasalahan di atas penulis tertarik untuk mengkaji : 1). Bagaimana bentuk, fungsi dan makna Papan Lewu dalam Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah? 2). Bagaimana kajian nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Papan Lewu pada Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1). Untuk mengetahui bentuk, fungsi dan makna Papan Lewu dalam Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah. 2). Untuk mengetahui kajian nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Papan Lewu pada Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah. Penelitian ini menggunakan Teori Semiotika, dan Teori Simbol. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis data yang meggunakan deskriptif kualitatif dan sumber data bersifat kualitatif. Dengan menggunakan informan ditentukan melalui Purposive Sampling. Hasil Penelitian ini adalah; 1). Ritual Tiwah sangat erat kaitannya dengan Papan Lewu, yang merupakan sarana wajib dalam pelaksanaan ritual ini di Kecamatan Kapuas Tengah. Papan Lewu menjadi elemen penting dalam upacara, menandakan bahwa ritual ini tidak hanya memerlukan persiapan dan waktu tetapi juga peralatan khusus yang memegang peranan penting dalam pelaksanaan Ritual. Ritual Tiwah dalam masyarakat Kapuas Tengah adalah upacara yang sangat signifikan dan kompleks, baik dari segi persiapan, makna spiritual, maupun penggunaan peralatan ritual seperti Papan Lewu. 2). Ritual Tiwah dalam masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Hurung Pukung adalah sebuah upacara yang menggabungkan kewajiban sosial, pengabdian spiritual, dan penghormatan kepada Tuhan dalam satu kesatuan yang utuh, menggambarkan kedalaman makna dan peranannya dalam kehidupan masyarakat tersebut.
PANGKI SWITO
2024 · Thesis · Open Access
PANGKI SWITO, 2024. Implementasi Hukum Adat Dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamndau. Skripsi, Prodi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Riwun, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Emilson Atharwan, MH. Tanah merupakan permukaan bumi yang terdapat pada lapisan paling atas yang menjadi unsur utama suatu negara. Fenomena yang terjadi di Desa Kubung terkait 2 (dua) sengketa tanah yaitu legalitas hak milik serta ketidaksesuaian ukuran tanah antar batas warga setempat, sehingga sering menimbulkan permasalahan sesama masyarakat di Desa Kubung. Tujuan penelitian ini merupakan untuk mengetahui implementasi dan kendala hukum adat dalam penyelesaian sengketa tanah di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriftif kualitatif, Teknik penentu informan menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Kemudian Teknik analisis data menggunakan teknik data analisis dan kualitatif yaitu suatu pendekatan dalam melakukan penelitian yang berorientasi pada fenomena atau gejala yang bersifat alumi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu implementasi hukum adat berdasarkan analisis dengan menggunakan teori sistem hukum terdiri atas struktur hukum, substansi hukum, memiliki suatu tujuan yaitu agar hukum dapat berjalan secara efektif dan berhasil. Maka implementasi hukum adat dalam penyelesaian sengketa tanah di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau yaitu suatu aktivitas atau tindakan aturan hukum yang saling menyesuaikan seperti halnya, proses yang dilakukan oleh mantir adat yang merupakan sebagai perantara dalam penyelesaian sengketa diluar pengadilan merupakan suatu alternatif dalam memberikan kepastian hukum terhadap mereka yang bersengketa dengan cara mediasi sesama pihak. Sedangkan Kendala Implementasi Hukum Adat berdasarkan hasil analisis menggunakan teori Kausalitas adalah para pihak saling mengklaim sebagai pemilik tanah, para pihak tidak dapat membuktikan surat kepemilikan tanah, para pihak tidak ada yang mau mengalah, melakukan penanaman pohon buah seperti durian, rambutan, nangka dan lain-lainnya di atas tanah kosong dan dikuasai sebagai tanah milik sendiri. Seharusnya masyarakat melakukan pendaftaran tanah agar memperoleh suatu alat bukti hak yang sah dan kuatberupa sertifikat. Putusan lembaga adat mengikat para pihak, sanksi yang dijatuhkan disebut pulau diberikan kepada pihak pemilik tanah atas kesepakatan bersama.
FRAN NANDOE
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Fran Nandoe, 2024.Kesadaran Berpolitik Masyarakat Hindu Kaharingan di Kecamatan Rungan Hulu Kabupateng Gunung Mas Perspektif Pendidikan Agama Hindu. Tesis Strata Dua (S-2) Prodi Magister Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. Ervantia L.Sigai, S.S., M.Si. Pembimbing II : Dr. I Wayan Suasta, S.Ag., M.Pd.H. Tesis ini mengekaji tentang penguatan kesadaran berpolitik di kalangan masyarakat Hindu Kaharingan di Kecamatan Rungan Hulu, Kabupaten Gunung Mas, dengan fokus pada perspektif pendidikan Hindu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penguatan kesadaran berpolitik, hambatan yang dihadapi, serta upaya tokoh dan lembaga yang dapat dilakukan melalui pendidikan Hindu untuk meningkatkan partisipasi politik. Metode penelitian tesis ini deskriptif kualitatif serta melibatkan observasi dan menggunakan teori Pendidikan Faulo Priere, Teori Sosialisasi Politik, dan Teori Upaya. Temuan menunjukkan bahwa partisipasi politik masyarakat Hindu Kaharingan di Rungan Hulu masih tergolong rendah, yang disebabkan oleh beberapa faktor. Tingkat pendidikan yang rendah, pengaruh tokoh agama, ketidakpercayaan terhadap sistem politik, hambatan ekonomi, dan kurangnya pemahaman politik menjadi kendala utama. Kondisi ini menyebabkan masyarakat membangun fanatisme negatif dan sikap pesimis terhadap politik, serta mengurangi keterlibatan mereka dalam proses politik aktif seperti pemilihan umum. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kesadaran berpolitik melalui pendidikan Hindu, diperlukan program edukasi dan penyuluhan yang terstruktur dan berkelanjutan. Tokoh agama dan lembaga Hindu di Kecamatan Rungan Hulu disarankan untuk lebih proaktif dalam memperkuat kesadaran berpolitik. Inisiatif seperti forum diskusi politik, pelatihan mengenai hak dan kewajiban politik, serta pemberian contoh positif dalam partisipasi politik dapat memperbaiki situasi ini. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan masyarakat Hindu Kaharingan dapat meningkatkan partisipasi politik mereka dan berkontribusi lebih aktif dalam proses politik di daerah mereka. Kata Kunci : Kesadaran Berpolitik, Masyarakat Hindu Kaharingan, Pendidikan Agama Hindu.
RUTSIANA
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Rutsiana, 2024. Kajian Nilai-Nilai Pendidikan Hindu Dalam Ritual Nyadiri Massal Di Kota Palangka Raya Pada Masyarakat Hindu Kaharingan. Pembimbing I Dr. I Wayan Suasta, S.Ag.,M.Pd.H. Pembimbing II Dr. Ervantia Restulita L.Sigai.S.S.,M.Si. Ritual Nyadiri dalam agama Hindu Kaharingan merupakan ritual memohon perlindungan dan anugerah dari Ranying Hatalla dan Sahur Parapah. Bertujuan untuk menghindari diri, keluarga, masyarakat sekitar dari pengaruh negatif, sebagai upaya pencegahan, penyembuhan, perlindungan dari sial, firasat buruk, marabahaya, serta menyembuhkan penyakit. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengkaji tentang nilai-nilai pendidikan Hindu dalam ritual Nyadiri massal di kota Palangka Raya, dengan tujuan mengungkapkan alasan pelaksanaan serta nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, didukung dengan teori fenomenologi dan teori nilai. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen selanjutnya data tersebut dideskripsikan dengan menghubungkan konteks yang relevan. Berdasarkan hasil penelitian, Ritual Nyadiri merupakan tradisi penting bagi umat Hindu Kaharingan karena bertujuan untuk melindungi diri, keluarga dan masyarakat sekitar dari pengaruh negatif yang tak terlihat dan menjaga keseimbangan antara dunia nyata dan spiritual. Ritual Nyadiri ini melibatkan berbagai tahapan dan penggunaan sarana dan simbolis yang diyakini memiliki kekuatan tak terlihat yang dapat menangkal kesialan dan berbagai macam penyakit. Ritual ini juga dilakukan sebagai respons terhadap pandemi COVID-19, memohon keselamatan dan membuang sial. Nilai-nilai pendidikan Hindu yang terkandung dalam ritual Nyadiri ini meliputi nilai tattwa, menggambarkan keyakinan kepada Ranying Hattla Langit; nilai susila, mengajarkan etika dalam interaksi sosial; Nilai upacara, meningkatkan kualitas diri melalui keyakinan dan ketenangan. Ritual ini memiliki makna etika dan estetika yang mendalam, mencerminkan nilai perlindungan, penghormatan terhadap tradisi, dan kesejahteraan komunitas; Nilai Sosial (Kemasyarakatan) yang dapat diwujutkan dengan sikap gotong royong, berbagi rejeki kepada orang lain, terjalinnya kerukunan dan kebersaman, serta saling menghargai dan menghormati antar sesamam. Oleh karena itu, ritual Nyadiri massal merupakan manifestasi nyata dari upaya spiritual dan budaya masyarakat Hindu Kaharingan dalam mencapai kehidupan yang damai, selamat, tenang, dan sehat, serta berfungsi sebagai sarana pendidikan dan penguatan identitas budaya serta spiritual. Kata Kunci: Nyadiri, Hindu Kaharingan, nilai pendidikan, ritual, Kalimantan Tengah. ABSTRACT Rutsiana, 2024. Studi Of Hindu Educational Values In Mass Nyadiri Rituals In The Hindu Kaharingan Community In Palangka Raya. Supervisor I Dr. I Wayan Suasta, S.Ag.,M.Pd.H. Supervisor II Dr. Ervantia Restulita L.Sigai.S.S.,M.Si. Nyadiri Ritual in Hindu Kaharingan is a life ritual to pray for protection and grace from Ranying Hatalla, and Sahur Parapah. The rituals is to protect oneself, family and the surrounding community from negative influences, as an effort to prevent, heal and protect against bad luck, bad feelings, danger and to cure diseases. There fore, the values of Hindu education in the mass Nyadiri ritual in the city of Palangka Raya was studied for revealing the reasons of implementation and the educational values contained therein. It was through a qualitative method with a descriptive approach, supported by phenomenological theory and value theory. The data was obtained by using observation, interviews and document study techniques, then the data was described by linking the relevant context. Based on research results, the Nyadiri Ritual is an important tradition for Kaharingan Hindu because it aims to protect themselves, their families and the surrounding community from invisible negative influences and maintain balance between the real and spiritual worlds. This Nyadiri ritual involves various stages and the use of tools and symbols which are believed to have invisible powers that can ward off bad luck and various diseases. This ritual is also carried out as a response to the COVID-19 pandemic, a request for safety and banishment of bad luck. The values of Hindu educational contained in Nyadiri ritual include tattwa values, describing belief in Ranying Hatalla Langit; moral values, teaching ethics in social interaction; and ceremonial values, improving self-quality through belief and serenity. This ritual has deep ethical and aesthetic meaning, reflecting the values of protection, respect for tradition, and the well-being of the community. Therefore, Nyadiri mass ritual is a real manifestation of the spiritual and cultural efforts of Hindu Kaharingan community in achieving a safe, peaceful and healthy life, also as a facility of education and strengthening cultural and spiritual identity. Keywords: Nyadiri, Hindu Kaharingan, educational values, rituals, Central Kalimantan.
RUSANDI
2024 · Thesis · Open Access
Rusandi 2024, Perkawinan salah jenjang (Heoh) Pada Masyarakat Suku Dayak Siang di Desa Tambelum Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya. Skripsi Srata Satu, Prodi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing (I) Mariatie, S.Ag.,M,Si, dan Pembimbing (II) Herwandi, MH. Proses Perkawinan Salah Jenjang (Heoh) pada Masyarakat Suku Dayak Siang di Desa Tambelum Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya Perkawinan salah jenjang dalam masyarakat dayak siang disebut dengan perkawinan heoh. Secara etimologi Heoh terdiri dari kata sala memiliki beberapa pengertian antara lain; 1) tidak benar ; 2) keliru, khilap; 3) tidak selaras; 4) menyimpang dari yang seharusnya; Sebelum di lakukan suatu perkawinan Heoh maka harus terlebih dahulu dilaksanakan saki palas menggunakan darah kambin sebagai penggati ahu (ketulahan). Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 3(tiga) hal yaitu : (1) Bagaimana proses perkawinan salah jenjang heoh pada masyarakat Dayak Siang?.(2) Apa penyebab perkawinan salah jenjang Heoh pada masyarakat Dayak Siang? (3) Apa dampak dari perkawinan salah jenjang Heoh pada masyarakar suku dayak Siang? Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, penelitian ini menggunakan tehnik penentuan informan yaitu purvosiv sampling. Informan dalam penelitian ini adalah berjumlah 6 orang antara lain : 1 orang mantir adat, 1 orang Damang Kecamatan Sungai Babuat 1 orang Majelis Kelompok Desa Tambeluim 2 tokoh masyarakat, dan 2 orang perangkat desa. Teknik pengumpulan data dengan cara yaitu dengan cara wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Dalam penelitian ini data-data yang diperoleh dari narasumber maupun dari buku-buku dikumpulkan dan disusun secara sistematis kemudian dianalisis secara kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian adalah: 1) Proses Perkawinan Salah Jenjang (Heoh) Pada Masyarakat Suku Dayak Siang Secara etimologi Heoh terdiri dari kata (sala) memiliki beberapa pengertian antara lain; tidak benar ; keliru, khilap; tidak selaras; menyimpang dari yang seharusnya; Sebelum di lakukan suatu perkawinan heoh maka harus terlebih dahulu dilaksanakan saki palas menggunakan darah kambin sebagai penggati (Ahu) (ketulahan). (2) Penyebab terjdinya Perkawinan Salah Jenjang (Heoh) ada beberapa factor yang mempengaruhinya: kondisi fisik,iteraksi diri, fungsional, pengetahuan terhadap kemampuan diri. (3). dampak positif,penguatan hubungan keluarga, peningkatan status sosial, pewarisan tradisi, mengindari perkawinan sedarah. Dampak negatif, beban sosial, stigma dan diskriminasi, ketidak puasan pribadi, kompleksitas dalam hubungan.
JUMRIADI
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Jumriadi. 2024, Nilai Pendidikan Hindu Dalam Upacara Mopas Lowu Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Riam KabupatenMurung Raya skripsi program studi Hindu Pendidikan Agama hindu fakultas dharma acarya institute agama Hindu NegriTamping Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pemimbing I : Dr. Derson, S.Ag., M.Ag., Pemimbing II : Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.Ag. Penelitian dalam Skriipsi ini mengkaji tentang Nilai Pendidikan Hindu dalam Upacara Mopas Lowu pada: masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya. Upacara Mopas Lowu Di Desa Tumbang Naan masih dilaksanakan sesuai dengan ajaran yang diwariskan oleh nenek moyang dahulu, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tata cara upacara mopas lowu fungsi serta maknanya bagi kehidupan masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Naan Kalimantan Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data menggunakan pengumpulan data (data collection), reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Mopas lowu adalah salah satu implementasi ajaran Hindu kaharingan dalam mewujudkan rasa hormat, dan terima kasih kepada Tuhan (Ranying Hatalla Langit) karena telah menjaga alam dan kampung dari marabahaya. Mopas lowu dilakukan karena adanya suatu peristiwa atau kejadian yang berhubungan dengan pembunuhan, ancaman keselamatan, atau kejadian di timpa musibah penyakit yang menimpa seluruh penduduk atau kota. Upacara ini bertujuan untuk membersihkan alam dan lingkungan hidup (petak danum) beserta segala isinya dari berbagai bahaya dan celaka agar diberikan keberuntungan, keselamatan, umur yang panjang, rejeki yang melimpah serta ketentraman lahir batin kepada seluruh penduduk kampung atau kota
MADE ARI ANDIKA PUTRA
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Made Ari Andika P, 2024. Tinjauan Yuridis Terhadap Peran Dan Fungsi Advokat Dalam Memberikan Bantuan Hukum Di Pengadilan Negeri Palangka Raya. Tesis Strata Dua (S-2) Prodi Magister Ilmu Hukum Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. I Made Kastama, SH., MH. Pembimbing II : Dr. Drs. I Made Suyasa, MAP., M.Si. Hak untuk memperoleh bantuan hukum telah diatur dalam berbagai regulasi di Indonesia, termasuk Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, dan Undang-Undang No. 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum. Bantuan hukum di Indonesia bertujuan untuk menjamin akses terhadap keadilan bagi semua lapisan masyarakat, khususnya mereka yang kurang mampu secara ekonomi. Berdasarkan Pasal 22 ayat (1) Undang-Undang No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat, advokat wajib memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada pencari keadilan yang tidak mampu. Penelitian ini mengkaji beberapa masalah utama: (1). Bagaimana peran dan fungsi advokat dalam memberikan bantuan hukum di Pengadilan Negeri Palangka Raya? (2). Bagaimana efektivitas pemberian bantuan hukum di Pengadilan Negeri Palangka Raya dalam mewujudkan asas pemerataan kesempatan memperoleh keadilan? (3). Bagaimana peran dan proses pengadilan dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat? Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian hukum empiris. Pendekatan yang gunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif, adapun metode penelitian ini bersifat yuridis empiris dengan jenis penelitian lapangan dan dianalisis menggunakan teori kewenangan, teori efektivitas hukum, dan teori perlindungan hukum. Data dikumpulkan melalui studi dokumen, wawancara dengan advokat dan hakim, serta observasi langsung di Pengadilan Negeri Palangka Raya. Berdasarkan hasil penelitian Advokat memiliki peran krusial sebagai pendamping hukum, pemberi nasihat, dan pembela hak asasi manusia. advokat berperan dalam memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma atau pro bono kepada masyarakat yang tidak mampu. Efektivitas pemberian bantuan hukum di Pengadilan Negeri Palangka Raya dapat diukur melalui beberapa indikator, seperti jumlah kasus yang mendapatkan bantuan hukum, kepuasan penerima bantuan hukum, dan hasil akhir dari kasus yang ditangani. Pengadilan memiliki peran penting dalam memastikan setiap orang yang berperkara mendapatkan bantuan hukum yang memadai. Ini termasuk penyediaan pos bantuan hukum di pengadilan serta kerja sama dengan lembaga bantuan hukum dan advokat. Kata Kunci: Peran, Advokat, Efektivitas, Bantuan Hukum, Pengadilan Negeri ABSTRACT Made Ari Andika P, 2024. Legal Review of the Role and Function of Advocates in Providing Legal Aid at the Palangka Raya District Court. Master's Thesis (S-2) Hindu Religious Law Masters Study Program, Tampung Penyang State Hindu Institute (IAHN-TP) Palangka Raya. Supervisor I: Dr. I Made Kastama, SH., MH. Supervisor II: Dr. Drs. I Made Suyasa, MAP., M.Si. The right to obtain legal aid has been regulated in various regulations in Indonesia, including Law No. 39 of 1999 concerning Human Rights, and Law No. 16 of 2011 concerning Legal Aid. Legal aid in Indonesia aims to ensure access to justice for all levels of society, especially those economically disadvantaged. Based on Article 22 paragraph (1) of Law no. 18 of 2003 concerning Advocates, advocates are obliged to provide free legal assistance to those seeking justice who cannot afford it. This study examines several main issues: (1). What is the role and function of advocates in providing legal aid at the Palangka Raya District Court? (2). How effective is the provision of legal aid at the Palangka Raya District Court in realizing the principle of equal opportunity to obtain justice? (3). What is the role and process of the court in providing legal aid to the community? This research is categorized as empirical legal research. The approach used in this research is qualitative. The research method is empirical juridical with field research type and is analyzed using the theory of authority, legal effectiveness, and legal protection. Data were collected through document studies, interviews with advocates and judges, and direct observation at the Palangka Raya District Court. Based on the research results, advocates have a crucial role as legal assistants, advisors, and human rights defenders. Advocates play a role in providing free legal assistance or pro bono to the underprivileged. The effectiveness of legal aid provision at the Palangka Raya District Court can be measured through several indicators, such as the number of cases receiving legal aid, the satisfaction of legal aid recipients, and the outcome of the cases handled. The court has an important role in ensuring that every litigant receives adequate legal aid. This includes the provision of legal aid posts at the court as well as cooperation with legal aid institutions and advocates. Keywords: Role, Advocates, Effectiveness, Legal Aid, District Court.
IDO JAYA SAPUTRA
2024 · Thesis · Open Access
IDO JAYA SAPUTRA. 2024. Irama Kangkanong Dalam Pelaksanaan Ritual Balian Bawo Suku Dayak Lawangan di Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag dan Dosen Pembimbing II: Suwito, S. Ag.,M.Si. Skripsi ini mengkaji tentang irama kangkanong dalam pelaksanaan ritual balian bawo suku Dayak Lawangan di Kecamatan Dusun Tengah. Fenomena yang terjadi di lapangan pada masyarakat suku Dayak Lawangan dalam bermain kangkanong khusunya pada generasi muda kurang mempunyai pengetahuan dan pemahaman tentang irama kangkanong dalam ritual balian bawo. Berdasarkan alasan tersebut tema ini sangat penting untuk diteliti. Masalah ini perlu dikaji lebih lanjut dengan rumusan masalah yaitu bagaimana irama kangkanong dalam pelaksanaan ritual balian bawo suku Dayak Lawangan dan apa fungsi irama kangkanong dalam pelaksanaan ritual balian bawo suku Dayak Lawangan. Tujuan dari penelitian ini yakni mengkaji ilmu pengetahuan seni musik tradisional dan mempunyai manfaat menambah wawasan dan pengetahuan tentang alat musik kangkanong. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori Struktural Fungsional, teori Weighted Scale dan teori Etnomusikologi. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Sumber data dari data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, studi dokumen dan analisis data yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya disajikan dalam laporan penelitian berupa skripsi. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, ditemukan bahwa (1). Irama kangkanong dalam pelaksanaan ritual balian bawo suku Dayak Lawangan memiliki irama yang beragam jenis yaitu irama tung luai, tung golek, serewan gense, bref, gompeng dan gompeng doto. (2). Irama kangkanong akan tetap berfungsi karena irama kangkanong dalam ritual balian bawo merupakan sarana mediator utama yang menjadi salah satu alat perantara untuk menghubungkan antara balian dengan roh leluhur, sahabat dan roh nenek moyang untuk membantu dalam pelaksanaan ritual balian bawo. Fungsi irama kangkanong dalam pelaksanaan ritual balian bawo dapat dilihat dari tiga hal yaitu fungsi laten, fungsi manifes dan disfungsi. Dari ketiga fungsi dapat dilihat bahwa keberadaan fungsi yang ada pada irama kangkanong yang digunakan merupakan bagian penting pada pelaksanaan ritual balian bawo suku Dayak Lawangan di Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur.
SINDI
2024 · Thesis · Open Access
SINDI, 2024 : Penerapan Restorative Justice Sebagai Alternatif Penyelesai Terhadap Kasus Penganiayaan Ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Adat, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Citranu, MH. Pembimbing II Alfred Yetno, MH. Restorative Justice secara umum didefinisikan sebagai keadilan yang mengedepankan pemulihan atas kerugian atau penderitaan yang timbul akibat suatu tindak pidana. Keadilan restoratif dapat dicapai melalui proses kerjasama antara semua pemangku kepentingan (terutama pelaku dan korban).Oleh sebab itu peneliti tertarik mengangkat tentang Penerapan Restorative Justice Sebagai Alternatif Penyelesaian Terhadap Kasus Penganiayaan Ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya, dengan lokasi penelitian di Kejaksaan Negeri Palangka Raya. Dengan dua rumusan pokok : (1) Bagaimana penerapan restorative justice sebagai upaya dalam penyelesaian kasus penganiayaan ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya? (2) Apa dampak dan manfaat dari penerapan restorative justice sebagai upaya dalam penyelesaian kasus penganiayaan ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya? Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan teknik purposive sampling, di analisis menggunakan teori keadilan dan teori tujuan hukum, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian diolah dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Penerapan Restorative Justice dalam kasus tindak pidana penganiayaan ringan di Kejaksaan Negeri Palangka Raya, dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Jaksa penuntut umum menawarkan untuk dilakukan upaya perdamaian kepada korban dan pelaku. Setelah berkas perkara dinilai layak dan para pihak telah berhasil dilakukan upaya damai, Kejaksaan Negeri akan mengirim surat permohonan kepada Kejaksaan Tinggi dan setelah dilakukan verifikasi dan dinyatakan layak, kemudian berkas perkara dilimpahkan ke Kejaksaan Agung untuk meminta persetujuan terkait pelaksanaan Restorative Justice, setelah mendapatkan persetujuan, Kejaksaan Agung menyerahkan kembali berkas perkara ke Kejaksaan Tinggi, kemudian Kejaksaan tinggi menyerahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri dan mendapatkan persetujuan, dikeluarkan lah surat ketetapan dan pemberitahuan penghentian penuntutan oleh penuntut umu maka perkara tersebut secara resmi dianggap selesai dan tidak akan dilanjutkan ke proses persidangan di pengadilan. Sementara itu, konsep ini memberikan dampak dan manfaat positif baik bagi Negara, korban, pelaku, dan masyarakat dikarenakan konsep ini lebih berfokus pada perdamaian dari pada penghukuman serta dapat mengembalikan keadaan atau hubungan seperti semulaantara korban maupun pelaku dan memastikan korban dan juga pelaku sama-sama mendapatkan rasa keadilan dari hasil akhir yang di peroleh. Bagi Negara sendiri konsep ini dianggap dapat mengurangi beban peradilan dan meminimalisir overkapasitas penjara dan angka kejahatan, sementara bagi masyarakat melalui Restorative Justice masyarakat dapat melihat contoh bagaimana perkara dapat diselesaikan secara kekeluargaan, damai, dan adil.
KADEK CANDRA ADINATA
2024 · Thesis · Open Access
KADEK CANDRA ADINATA, 2024: Eksistensi Serati Dalam Mengajarkan Keterampilan Membuat Sarana Upakara Pada Pemuda Hindu Di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang, Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II, Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.Ag Skripsi ini mengkaji tentang eksistensi serati dalam mengajarkan membuat sarana upakara pada pemuda Hindu, sebab pemuda-pemudi kurangnya memahami membuat sarana upacara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran serati dalam mengajarkan keterampilan membuat sarana upacara pada pemuda hindu di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Tujuan yang terdapat yaitu: 1). Mengetahui peran serati dalam mengajarkan keterampilan membuatsarana upacara pada pemuda-pemudi Hindu di Desa Batu Nindan? 2). Mengetahui bagaimana kendala serati dalam mengajarkan keterampilan membuat sarana upacara pada pemuda-pemudi Hindu di Desa Batu Nindan kecamatan Basarang kabupaten Kapuas? 3). Mengetahui upaya serati dalam mengajarkan keterampilan membuat sarana upacara pada pemuda-pemudi Hindu di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Penelitian ini mengunakan metode penelitian deskriftif kualitatif, informan dalam penelitian ini yaitu berjunlah 6 (enam) informan. Teknik pengumpulan data yaitu tehnik observsi, wawancara dan dokumentasi. Waktu penelitian di lakukan selama 1 (satu) bulan yaitu dari tanggal 15 Agustus – 15 September 2024. Adapun yang menjadi tempat penelitian ini adalah Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Berdasarkan pembahasan dan analisis dengan menggunakan teori menunjukan bahwa Serati berperan mengarahkan pemuda-pemudi Hindu, dan sekaligus berperan aktif dalam mengajarkan pembuatan sarana upacara. Kendala pembuatan sarana upacara yaitu kurangnya minat pemuda-pemudi Hindu dalam mengikuti pelatihan pembuatan sarana upacara, serta kesulitan dalam mendapatkan daun kelapa yang digunakan dalam pembuatan sarana upacara. Upaya-upaya Serati dalam mengatasi kendala membuat sarana upacara yaitu dengan cara memberikan motivasi dan pencerahan pada pemuda-pemudi Hindu, dalam mengikuti pelatihan membuat sarana upacara. Selain itu juga Serati berinisiatif dengan mengunakan daun kelapa sawit untuk pelatihan membuat sarana upacara, karena susahnya mendapatkan daun kelapa di Desa Batu Nindan.
WARDIROY
2024 · Thesis · Open Access
WARDIROY, 2024 : Ritual Ngayau Danum Menurut Tradisi Suku Dayak Di Desa Tumbang Marak Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan (Perspektif Hukum Hindu). Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (1).Dra Ni Made Ratini, M.S.i. Pembimbing (II). Dr. Riwun, S.Ag., M.Si. Ritual Ngayau Danum adalah salah satu bentuk upacara Bhuta Yajna yang dilaksanakan oleh Umat Hindu Kaharingan jika ada yang meninggal dunia (mati) karena tenggelam di air (matei buseng). Ritual ini bertujuan untuk membalas dan mengakhiri musibah kematian yang disebabkan oleh kekuatan roh gaib yang sifatnya jahat yang ada di dalam air (Ganan Danum). Masalah yang diteliti (1) Bagaimana Proses Pelaksanaan Ritual Ngayau Danum Pada Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Marak Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan (Perspektif Hukum Hindu)? (2) Apa Akibat Apabila Tidak Dilakukan Ritual Ngayau Danum Pada Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Marak Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori religi dari E. Durkheim dan Koentjaraninggrat dan teori simbol dari Coulson dan Titib serta teori sebab akibat (kausalitas) dari Aristoteles dan Immanuel Kant. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa proses ritual Ngayau Danum dilaksanakan selama dua hari satu malam, upacara MaNgayau Danum dilaksanakan pada tengah malam dimana ketujuh laki laki yang terpilih atau yang sudah ditenung yang melaksanakan atau MaNgayau Danum dengan cara menombak Kelapa sebagai simbol dari roh jahat di air yang menyebakan seseorang hingga meninggal yang dipandu oleh Pisor Leket Suman yang ada disana. Dasar Hukum pelaksanaan Ritual Ngayau Danum Pada Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Marak Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan (Perspektif Hukum Hindu) adalah Kitab Suci Panaturan pasal 32 tentang "Ranying Hatalla Janjaruman Akan Panakan Raja Bunu Auh Jalan Ewen Buli Haluli Manalih Iye". Adapun akibat dari tidak melaksanakan ritual Ngayau Danum ini yaitu keluarga duka atau masyarakat akan selalu dihantui dengan rasa takut atau was-was saat akan bepergian ke hutan, air, dan sebagainya. Karena jika ritual Ngayau Danum tidak dilaksanakan takutnya roh jahat (ganan danum) akan mengulangi perbuatannya lagi dengan membunuh keluarga atau keturunan yang meninggal ataupun masyarakat yang ada di Desa Tumbang Marak maka dari itu ritual Ngayau Danum harus dilaksanakan supaya memutuskan sial pada masyarakat dan keluarga atau keturunan yang meninggal. Dampak yang terjadi tidak hanya kepada keluarga yang meninggal saja tetapi juga kepada masyarakat yang berada di Desa tempat kejadian.
I WAYAN SUWIRYE
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK I Wayan Suwirye, 2024. Nilai Pendidikan Karakter Dalam Nyambutin Umat Hindu di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Pembimbing I. Dr. I Wayan Suasta, S.Ag.,M.Pd.H. Pembimbing II. Dr. Tardi Edung,S.Ag.,M.Ag. Penelitian ini mengkaji tentang nilai pendidikan karakter dalam Nyambutin umat Hindu di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Nyambutin merupakan yadnya suci untuk membersihkan/menghilangkan leteh, papa klesa, dan memperkuat kedudukan atman si bayi. Berdasarkan latar belakang dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimanakah Bentuk dan Fungsi pelaksanaan Nyambutin umat Hindu di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas? 2. Apa saja nilai Pendidikan karakter dalam pelaksanaan Nyambutin di desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah, teori religi, teori interkasionisme simbolik dan teori nilai pendidikan karakter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, metode kualitatif, lokasi penelitian di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas. Jenis dan sumber data; jenis data menggunakan data kualitatif, sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data skunder, teknik penentuan informan dengan puporsive sampling, instrumen penelitian peneliti sendiri, teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dan studi dokumen; teknik analisa data menggunakan data kualitatif dengan teknik analisa Milles and Huberman. Berdasarkan hasil analisa data, hasil penelitian meliputi bentuk pelaksanaan Nyambutin dikaji dengan teori interaksionisme simbolik, adalah sarana yang digunakan berupa Banten Pengelepas Awon/Pebyakaonan, banten penyambutan, banten prayascita, banten jejagan, banten kumare,banten tataban. Waktu pelaksanaan Nyambutin dilaksanakan ketika hari purnama atau bulan purnama penuh, proses pelaksanaan Nyambutin meliputi pembersihan/penglukatan, mebajang colong, mengelilingi lesung, mepetik, sembahyang, mejaya-jaya. Fungsi Nyambuti meliputi fungsi religius, fungsi penyucian, fungsi sosial, dan fungsi Estetika. Nilai pendidikan karakter dalam Nyambutin meliputi: religius, kedisiplinan, integritas, dan empati. Kata Kunci ; Nyambutin Bentuk dan Fungsi Nilai Pendidikan Karakter. ABSTRACT I Wayan Suwirye, 2024. Character Education Values in the Nyambutin Ceremony Among Hindu Communities in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district, Kapuas Regency. Supervisor I: Dr. I Wayan Suasta, S.Ag., M.Pd.H. Supervisor II: Dr. Tardi Edung, S.Ag., M.Ag. This study examines the values of character education embedded within the Nyambutin ceremony practiced by the Hindu community in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district, Kapuas Regency. Nyambutin is a sacred ritual aimed at cleansing impurities, eliminating sins and afflictions, and strengthening the position of the infant's atman (soul). The research addresses the following questions: 1. What are the forms and functions of the Nyambutin ceremony as practiced by the Hindu community in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district, Kapuas Regency? 2. What character education values are inherent in the Nyambutin ceremony in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district, Kapuas Regency?.The theoretical framework of this research incorporates theories of religion, symbolic interactionism, and character education values. A qualitative research method was employed, with the study conducted in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district. The research utilized qualitative data, drawing on both primary and secondary sources. Informants were selected through purposive sampling, and the researcher served as the primary research instrument. Data collection techniques included observation, interviews, and document analysis. Data analysis was conducted using qualitative methods, specifically applying the Milles and Huberman analysis technique. The findings of this study reveal the forms of Nyambutin ceremony, analyzed through the lens of symbolic interactionism, including: the materials used, such as Banten Pengelepas Awon/Pebyakaonan, Banten Penyambutan, Banten Prayascita, Banten Jejagan, Banten Kumare, and Banten Tataban. The timing of the Nyambutin ceremony, which is performed during the full moon, and the procedural steps involved, including penglukatan, mebajang colong, mengelilingi lesung, mepetik, sembahyang, mejaya-jaya. Fungsi Nyambuti meliputi ; fungsi religius, fungsi penyucian, fungsi sosial, dan fungsi Estetika. The character education values identified within the Nyambutin ceremony include religiosity, discipline, integrity, and empathy. Keywords: Nyambutin, Character Education Values.
ASTUTI
2024 · Thesis · Open Access
Astuti. 2024 Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Pembelajaran Seni Tari Melalui Metode Konstruksi Tari Di Smp Negeri 1 Timpah. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Dosen Pembimbing I Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H dan Dosen Pembimbing II Hendri , S.Ag.,M.Si Peneliti mengkaji tentang Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Pembelajaran Seni Tari Melalui Metode Konstruksi Tari Di SMP Negeri 1 Timpah. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dalam pembelajaran seni tari melalui metode konstruksi di SMP Negeri 1 Timpah. Dari yang sebelumnya masih menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran dan setelah menggunakan metode konstruksi tari. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori konstruktivisme, kemudian metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode pre-experimental design dengan tipe one group pretest-posttest (tes awal-tes akhir kelompok tunggal). Lama waktu yang peneliti gunakan dalam penelitian ini selama satu bulan. Jenis sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara porpusive sampling. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu penilaian unjuk kerja dan presentase ketuntasan peserta didik. Berdasarkan indikator keberhasilan menurut Nurkanca hasil belajar kelas dapat dikatakan tuntas apabila di dalam kelas tersebut mencapai 70% siswa telah mencapai nilai ≥70, penelitian ini dikatakan berhasil dengan nilai rata-rata siswa mencapai ≥70 dengan presentase 80%.
NI NYOMAN TRIANI
2024 · Thesis · Open Access
Penelitian ini mengkaji pembelajaran pendidikan agama Hindu dengan menggunakan media Bhagavad Gītā, khususnya bagi guru di tiga Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang ada di Kecamatan Basarang. Latar belakang penelitian ini, karena adanya berbagai kendala yang dihadapi oleh guru Pendidikan Agama Hindu dalam menggunakan pustaka suci sebagai media pembelajaran, terutama dalam pengajaran kepada peserta didik di kelas VI. Secara khusus, materi mengenai pengenalan pustaka suci Bhagavad Gītā diajarkan dalam materi ajar "Mengenal isi pokok dari kitab Bhagavad Gītā sebagai tuntunan hidup" di kelas VI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami, dan mendeskripsikan pemahaman, kesulitan, dan upaya yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Hindu dalam menggunakan media Bhagavad Gītā pada peserta didik di tiga SDN Kecamatan Basarang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: 1) Teori Kognitif yang diperkenalkan oleh Jean Piaget, 2) Teori Perubahan dalam Pendidikan yang diperkenalkan oleh Michael Fullan, dan 3) Teori Konstruktivisme yang diperkenalkan oleh Lev Vygotsky. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru tentang penggunaan Bhagavad Gītā sebagai media pembelajaran bervariasi, ada beberapa guru mengalami kesulitan dalam mengakses sumber daya yang memadai dan dalam menerapkan metode pengajaran yang efektif. Penelitian ini menemukan beberapa kendala utama yang dihadapi guru, seperti kurangnya pelatihan dan bimbingan dalam penggunaan Bhagavad Gītā, serta perbedaan latar belakang dan pemahaman peserta didik. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, guru-guru di Kecamatan Basarang melakukan berbagai upaya, termasuk meningkatkan pengetahuan para guru tentang Bhagavad Gītā, mengembangkan dan menyesuaikan materi ajar, serta memanfaatkan teknologi dan sumber daya tambahan.
NITA SAHARA
2024 · Thesis · Open Access
Strategi meningkatkan Popularitas Objek Wisata Bukit Cinta di Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya
AYUNI SARI
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK AYUNI SARI: (2024) Potensi Pengembangan Daya Tarik Wisata Air Terjun Bumbun di Desa Tumbang Olong Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya (pembimbing I Handoko, S.Ag., M.Si dan pembimbing II Wentin,S.Ag.,M.Pd.H). Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan berbagai sumber daya pariwisata mengintegrasikan segala bentuk aspek diluar pariwisata yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung. pada penelitian ini terdapat dua rumusan masalah dalam skripsi ini adalah, (1) Bagaimana potensi pengembangan wisata air terjun bumbun sebagai daya tarik wisata alam di kecamatan uut murung kabupaten murung raya, (2) apa kendala pengembangan daya tarik wisata air terjun bumbun di kecematan uut murung kabupaten murung raya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah, (1) Teori pengembangan pariwisata (2) Teori kendala. Subjek penelitian ini adalah mulai dari masyarakat lokal yang ada di sekitar objek wisata air terjun bumbun. Hasil penelitian ini adalah, (1) untuk mengetahui pengembangan fasilitas objek wisata air terjun bumbun, (2) untuk mengetahui kendala dalam pengembangan fasilitas objek wisata air terjun bumbun. pengembangan fasilitas dalam menarik minat wisatawan ke objek wisata air terjun bumbun meliputi pengembangan atraksi wisata, fasilitas wisata, infrastruktur wisata, transportasi wisata dan hospitality (keramah-tamahan). Kendala yang di alami dalam pengembangan wisata air terjun bumbun yaitu kurang flaying fox, dermaga tepi sungai, tracking malam, paket wisata penelitian tumbuhan dan binatang, warung, penginapan, toilet, jalan, bus pariwisata dan kemanan serta pelayanan yang masih akan dikembangkan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan. Kata Kunci: Pengembangan Pariwisata, Daya tarik Wisata Minat Wisatawan, Objek Wisata, air terjun bumbun
HESTI MUSTIKA DEWI
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Hesti Mustika Dewi, 2024, Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 3 Palangka. Skripsi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Dharma Acarya. Institus Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., MA. Pembimbing II Serlis Rusandi, S.Pd., M.Pd. Hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai atau diperoleh individu setelah kegiatan belajar. Proses ini tidak luput dari perhatian orang tua dan pola asuh dari orang tua atau keluarga, karena pada dasarnya keluargalah yang merupakan lingkungan utama yang memberikan pengajaran dalam segala hal, yang kemuadian akan diperkuat dalam pendidikan disekolah. Keluarga dalam hal ini adalah orang tua yang memiliki andil yang besar dalam keberhasilan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perhatian orang tua terhadap hasil belajar siswa kelas V di SDN 3 Palangka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kausal komperatif kuantitatif karena pada implementasinya peneliti mencari pengaruh antara variabel X dan Y. adapun waktu dalam penelitian selama satu bulan terhitung dari 16 Juli-16 agustus 2024. Dengan subjek penelitian 20 orang siswa kelas tinggi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan Uji Regresi Linear Sederhana,Uji t dan Uji Koefisien Determinasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa uji regresi linier sederhana menunjukan persamaan regresinya yaitu Y 2.913 + 0.778 X. Persamaan regresi tersebut mengindikasikan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat secara parsial, nilai kostanta sebesar 2,913 yang berarti bahwa jika tingkat perhatian orang tua siswa bernilai 0, maka hasil belajar siwa diprediksi sebesar 2.913. Selanjutnya nilai koefisien regresi tingkat perhatian orang tua (X) yaitu sebesar 0,778 yang artinya bahwa setiap peningkatan 1 unit tingkat perhatian orang tua siswa akan meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 0,778. sedangkan nilai t_hitung yang telah didapatkan dari uji T lebih besar dari t_tabel, yaitu 3.541 1.734. Hal ini menunjukan bahwa variabel tingkat perhatian orang tua (X) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel hasil belajar siswa (Y). Maka dapat disimpulkan bahwa uji hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima. Kemudian analisis dilakukan untuk mengetahui besaran sumbangan variabel X terhadap variabel Y, yaitu dengan menghitung nilai Determinasi (adjusted R square) dalam penelitian ini adalah sebesar 0.378, hal ini menunjukan arti bahwa variabel tingkat perhatian orang tua (X) sebesar 37.8% memiliki sumbangan pengaruh terhadap hasil belajar siswa di SDN 3 Palangka, sedangkan sebesar 62.2% dipengaruhi oleh faktor variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.