Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

940 item publik

Publikasi

Halaman 14 dari 47

Pengelolaan Keamanan dan Keselamatan bagi Pengunjung Wisata Susur Sungai Sebangau di Kota Palangka Raya

I DEWA NYOMAN ADHIWIDYA PARINATHA
2025 · Thesis · Open Access

I Dewa Nyoman Adhiwidya Parinatha,2025, Pengelolaan Keamanan dan Keselamatan Bagi Pengunjung Wisata Susur Sungai Sebangau di Kota Palangka Raya.. Prodi Pramuwisata Budaya dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si Dan Pembimbing II Budi Purnomo, SH., M.Si. Pengelolaan merupakan suatu proses atau cara yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk melaksanakan kegiatan tertentu, dimana pengawasan yang berkaitan selama pelaksanaan selalu diberikan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sehingga pengelolaan keamanan dan keselamatan sangat diperlukan untuk menunjang kegiatan pariwisata yang aman. Berdasarkan latar belakang di atas, maka pada penelitian ini terdapat tiga perumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) Bagaimana pengelolaan keamanan dan keselamatan Wisata Susur Sungai Sebangau (2) Apa kendala pengelolaan keamanan dan keselamatan Wisata Susur Sungai Sebangau (3) Apa solusi dalam upaya mengatasi kendala pengelolaan keamanan dan keselamatan Wisata Susur Sungai Sebangau. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) Teori Manajemen dan (2) Teori Kendala. Subjek penelitian ini adalah pelaku wisata dan penyedia layanan jasa. Hasil penelitian ini adalah; (1) Pengelola rutin melakukan pemeriksaan kelayakan armada wisata; setiap perahu susur sungai diwajibkan dilengkapi perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung, penerangan, dan alat komunikasi sebelum dioperasikan (2) Terdapat beberapa kendala antara lain Kondisi Alam, SDM, Teknis dan Promosi (3) Berbagai solusi telah dilaksanakan untuk mengatasi kendala-kendala tersebut.

Penerapan Metode Mind Mapping dalam Meningkatkan Motivasi, Kreativitas dan Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pada Siswa di SMKN-1 Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan

TEKSAM UKIRMAN
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui efektivitas penerapan metode mind mapping dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMKN-1 Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan. (2) Untuk mengetahui efektivitas penerapan metode mind mapping dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMKN-1 Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan. (3) Untuk mengetahui efektivitas seberapa besar penerapan metode mind mapping dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMKN-1 Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen yang dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2024. Responden penelitian sebanyak 24 siswa kelas XI di SMKN-1 Sanaman Mantikei. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Pre-test, Eksperimen, Post-Test, observasi, dan dokumentasi yang disusun berdasarkan pendekatan teori humanistik. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif dengan kriteria tidak efektif, kurang efektif, cukup efektif dan efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek motivasi belajar, persentase pre-test sebesar 59,33% meningkat menjadi 80,04% pada post-test. Pada aspek kreativitas belajar, nilai pre-test sebesar 60,41% meningkat menjadi 80,05%. Sedangkan pada aspek hasil belajar, rata-rata nilai siswa meningkat dari 69,31 pada saat pre-test menjadi 87,22 pada post-test. Nilai awal tersebut berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sekolah, yaitu sebesar 70, namun setelah penerapan metode mind mapping, hasil belajar siswa berhasil melampaui standar tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode mind mapping efektif untuk mengkatkan motivasi, kreativitas dan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pada siswa di SMKN-1 Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan.

Penerapan Restorative Justice dalam Penanganan Tindak Pidana (Studi Kasus di Kepolisian Sektor Cempaka Banjar Baru Kalimantan Selatan)

KETUT SEDEMEN
2025 · Thesis · Open Access

Penerapan pendekatan Restorative Justice (RJ) di Kepolisian Sektor Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi salah satu alternatif penyelesaian tindak pidana. Pendekatan ini merujuk pada Surat Edaran Kapolri Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif. RJ menitik beratkan pada penyelesaian perkara secara damai melalui mediasi dengan melibatkan pelaku, korban, Kepolisian dan masyarakat, serta bertujuan memulihkan hubungan sosial yang terganggu akibat tindak pidana. Selain itu, pendekatan ini mengakomodasi nilai-nilai kearifan lokal yang berkembang dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pendekatan RJ, mengidentifikasi hambatan internal dan eksternal, serta menggambarkan strategi atau solusi yang diterapkan oleh Polsek Cempaka untuk mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Informan ditentukan secara purposive, yang terdiri dari penyidik kepolisian, tokoh masyarakat dan alim ulama serta akademisi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, klasifikasi, penyajian data (display), interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses RJ di Polsek Cempaka meliputi identifikasi kasus, mediasi, kesepakatan damai, dan pemantauan kesepakatan. Hambatan internal yang dihadapi meliputi kurangnya SDM terlatih, lemahnya pemahaman, SOP yang belum maksimal, dan minimnya koordinasi. Hambatan eksternal berupa resistensi masyarakat, rendahnya kepercayaan terhadap mekanisme RJ, serta belum optimalnya dukungan Lembaga Peradilan. Untuk mengatasi hal tersebut, Polsek Cempaka melakukan pelatihan internal, penyusunan SOP, sosialisasi ke masyarakat, pelibatan mediator independen, serta pembentukan tim khusus RJ. RJ terbukti mampu mendukung penyelesaian perkara yang cepat, efisien, dan berakar pada nilai-nilai sosial budaya masyarakat.

Pengaruh Penggunaan Media Canva terhadap Motivasi, Kreativitas dan Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu di SMPN 8 Palangka Raya

MIMING OKTORIANISARRY
2025 · Thesis · Open Access

Kondisi siswa yang ideal pada Kurikulum Merdeka Belajar adalah siswa yang aktif dalam pembelajaran, dimana pembelajaran terpusat pada siswa dan tidak lagi pada guru. Namun hasil observasi menunjukan siswa belum sepenuhnya dapat mengikuti perubahan kurikulum Merdeka Belajar, hal ini ditunjukkan dengan adanya sikap bosan dan sikap pasif dalam mengikuti proses pembelajaran. Hal ini berdampak pada kemampuan mereka untuk memahami materi secara menyeluruh. Solusinya adalah pendekatan pembelajaran yang inovatif dan interaktif melalui media pembelajaran Canva. Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penggunaan media Canva dapat meningkatkan motivasi, kreativitas, dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Agama Hindu di SMPN 8 Palangka Raya. Teori hierarki kebutuhan Maslow dan teori konstruktivisme yang menjadi landasan penelitian ini. Metode yang digunakan adalah pre-experimental group dengan model one-group pre-test and post-test design yang digunakan untuk mengukur motivasi, kreativitas dan hasil belajar siswa kelas VIII di SMPN 8 Palangka Raya. Instrumen tes berbentuk kuesioner yang diukur menggunakan skala Likert untuk mengukur motivasi dan kreativitas siswa sedangkan tes dalam bentuk soal untuk mengukur hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini sebagai berikut : 1) Motivasi belajar siswa Hindu kelas VIII di SMPN 8 Palangka Raya bernilai 73,7 % yang termasuk dalam kategori motivasi tingkat tinggi. 2) Tingkat kreativitas siswa mencapai 76%, yang masuk dalam kategori tingkat kreativitas yang tinggi. 3) N-Gain Score siswa rata-rata nilai yang diraih yaitu 0,65 dimana termasuk dalam N-Gain kategori sedang, dengan 5 orang siswa yang termasuk dalam kategori N-Gain tinggi (55.5%), sedangkan 4 orang dalam N-Gain kategori sedang (44.4%). Kesimpulan terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran Canva terhadap kreativitas, motivasi, dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMPN 8 Palangka Raya.

Komunikasi Interpersonal Guru Bimbingan Konseling dan Siswa Bermasalah di SMA Negeri 1 Basarang

BILLY ANDREAS
2025 · Thesis · Open Access

Billy Andreas, 2025. Komunkasi Interpersonal Guru Bimbingan Konseling dan Siswa Bermasalah di SMA Negeri 1 Basarang. Prodi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I Evie, S.Pd., M.Pd Dan Pembimbing II Hadianto Ego Gantiano, M.Pd.H. Komunikasi interpersonal merupakan proses interaksi dua arah yang sangat penting dalam konseling karena memungkinkan konselor dan klien saling memahami serta membangun hubungan yang efektif dan nyaman. Di SMA Negeri 1 Basarang, ditemukan berbagai pelanggaran disiplin siswa, mulai dari keterlambatan, penggunaan Gadget saat pelajaran, hingga bolos dan merokok, yang menjadi tantangan utama bagi guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menegakkan tata tertib sekolah. Berdasarkan latar belakang di atas, maka pada penelitian ini terdapat dua perumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) Bagaimana pola komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh Guru BK dalam menangani siswa yang bermasalah di SMA Negeri 1 Basarang? (2) Apa saja hambatan yang dihadapi oleh Guru BK dalam melaksanakan Bimbingan Konseling di SMA Negeri 1 Basarang ? Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, Wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) Teori komunikasi interpersonal (2) Teori Hambatan Kurt Lewin. Subjek Penelitian ini adalah Guru Bimbingan Konseling dan Siswa bermasalah. Berdasarkan hasil dari penelitian ini adalah komunikasi interpersonal efektif ditandai oleh lima aspek penting, yaitu Keterbukaan (Openness), Empati (Empathy), Dukungan (Supportiveness), Rasa Positif (Positiveness), Kesetaraan (Equality). Hambatan utama dalam proses konseling berasal dari faktor psikologi klinis seperti resistensi dan sikap defensif siswa, diikuti oleh faktor pendidikan yang berkaitan dengan kurangnya kesadaran disiplin, serta faktor sosiologi yang memengaruhi persepsi dan sikap budaya siswa terhadap konseling.

Balian Dayak Dusun di Desa Marawan Lama Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan

NATALIA
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini mengkaji tentang Balian Dayak Dusun di Desa Marawan Lama dengan perspektif pendidikan agama Hindu. Pendidikan non formal yang diberikan oleh Balian dirancang untuk menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, bahwa calon Balian dapat menerima dan memahami Balian di lihat dari permasalahan proses, eksistensi dan implikasi Balian Dayak Dusun di Desa Marawan Lama. Penelitian ini menunjukkan tanggung jawab terhadap calon Balian, sehingga pengetahuan dan keterampilan Balian diberikan kepada generasi muda. Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:1) Bagaimanakah proses Balian Dayak Dusun di Desa Marawan Lama, Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan? 2) Bagaimanakah eksistensi Balian Dayak Dusun di Desa Marawan Lama, Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan? 3) Bagaimanakah implikasi Balian Dayak Dusun bagi masyarakat di Desa Marawan Lama, Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan? di analisis menggunakan teori fenomenalogi, eksistensialisme, dan behaviorisme. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah kondensasi data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan analisis didapatkan hasil yaitu: pertama, proses Balian Dayak Dusun di Desa Marawan Lama:1) Mencari Guru, 2) Barahayak, 3) Batumbang; Kedua, eksistensi Balian Dayak Dusun di Desa Marawan Lama meliputi: 1) Perkembangan Balian Dayak Dusun, 2) Keberadaan Balian Dayak Dusun, 3) Peran sosial, 4) Pengaruh dan hubungan Balian, 5) Transformasi dan adaptasi Balian dayak dusun di era modern, Ketiga, Implikasi balian Dayak Dusun bagi masyarakat di Desa Marawan Lama yaitu: 1) Implikasi Spiritual, 2) Implikasi Kesehatan, 3) Implikasi budaya, 4) Implikasi sosial, 5) Implikasi Pendidikan, 6) Implikasi ekonomi.

Peran Majelis Kelompok dalam Pembinaan Basarah Umat Hindu Kaharingan di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara

FILIPI
2025 · Thesis · Open Access

FILIPI. 2025: Peran Majelis Kelompok Dalam Pembinaan Basarah Umat Hindu Kaharingan Di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A Pembimbing II : Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si Agama merupakan suatu kepercayaan/keyakinan setiap umat yang meyakini akan adanya Tuhan Yang Maha Esa. Agama juga merupakan pandangan hidup manusia untuk membawa kehidupan kedalam kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan, agama bukan saja mengatur tentang akhirat akan tetapi agama juga berperan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengarah pada terciptanya tiga kondisi, yaitu: peningkatan iman, pandangan isi kitab suci dan memelihara kehidupan beragama. Dapat dipahami bahwa Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan (MK-AHK) memiliki tugas dan tanggung jawab yang signifikan, terutama dalam membina umat dan memberikan pelayanan keagamaan salah satunya kegiatan basarah, yang merupakan bagian penting dari praktik spiritual umat Hindu Kaharingan. Berdasarkan Fenomena dilapangan meskipun Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan (MK-AHK) memiliki peran besar dalam membina umat, namun kesadaran beribadah umat khususnya di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara masih cenderung rendah. Berdasarkan uraian tersebut maka terdapat tiga permasalahan yang akan dibahas antara lain: (1) Bagaimana peran Majelis Kelompok dalam pembinaan basarah umat Hindu Kaharingan di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara? (2) Apa saja kendala Majelis Kelompok dalam pembinaan basarah Umat Hindu Kaharingan di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara? (3) Bagaimana upaya Majelis Kelompok dalam mengatasi kendala pembinaan basarah Umat Hindu Kaharingan di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara?. Penulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami dengan jelas tentang: Peran Majelis Kelompok dalam Pembinaan basarah umat Hindu Kaharingan Di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori peran, teori kendala (theory of constraint) dan teori Tindakan sosial. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode deskriftif kualitatif, Jenis sumber data penelitiann yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder, teknik penentuan informan yaitu teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian dimulai tanggal 17 Januari sampai 17 Februari 2025, dengan hasil penelitian yang diperoleh yaitu sangat baik karena Majelis Kelompok mampu meningkatkan kualitas diri baik pengetahuan, wawasan, menanamkan jiwa sosial, serta merancang strategi dalam memajukan umat dengan memberikan edukasi, penyesuaian jadwal basarah dan menyediakan konsumsi pada saat basarah. serta mengundang seluruh pengurus Majelis maupun umat untuk hadir pada rapat triwulan secara rutin agar selalu transparan serta mampu menjadi penengah dalam mengatasi masalah baik sesama pengurus maupun umat serta mampu meningkatkan dan menyadarkan sesama pengurus maupun umat untuk sadar akan pentingnya pelaksanaan basarah dengan berbagai strategi yaitu membuat arisan seluruh umat, membuat event-event atau lomba-lomba keagamaan.

Penerapan Singer terhadap Pelanggaran Hinting Pali dalam Upacara Tiwah Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas

ONGKI BERNADIANTO
2025 · Thesis · Open Access

Ongki. 2025. Penerapan Singer Terhadap Pelanggaran Hinting Pali Dalam Upacara Tiwah Umat Hindu Kaharingan Di Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Program Studi Hukum Agama Hindu FakultasDharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Pembimbing I Stepenson, S.Ag,.MH Pembimbing II I Kadek Kartika Yase, SH.AH,MH Skripsi ini mengkaji tentang Penerapan Singer Terhadap Pelanggaran Hinting Pali Dalam Upacara Tiwah Umat Hindu Kaharingan Di Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas merupakan ritual yang wajib dilaksanakan, dan taati dipahami oleh masyarakat terkhususnya masyarakat seorang yang melanggar Hinting Pali Tiwah dalam ritual tersebut. Berdasarkan latar belakang, maka penelitian ini mengkaji 1). Penerapan Singer Terhadap Pelanggaran Hinting Pali Upacara Tiwah umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas?.2). Dampak pelanggaran Hinting Pali Pada saat Upacara Tiwah Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: Teori Kausalitas (sebab akibat) dan Teori Kepastian Hukum. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data menggunakan metode deskripkrif kualitatif berupa wawancara dengan informan yang benar-benar mengetahui tentang permasalahan yang diteliti. Hasil Penelitian menunjukan bahwa penerapan Singer pelanggaran Hinting Pali yang digunakan melalui Hukum adat Hindu Kaharingan sesuai dengan proses yang dilakukan melalui mantir Adat dan seluruh anggota Tiwah yang akan tetapkan kepada yang melanggar Hinting Pali tersebut. Dikenakan sanksi singer adat dan denda berupa barang adat, uang, hewan kurban seperti babi dan ayam.

Bentuk, Fungsi, dan Makna Upacara Manenung di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas

YOGA
2025 · Thesis · Open Access

Yoga, 2025: Bentuk, Fungsi, Dan Makna Upacara Manenung Di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas, Prodi Kepanditaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangkaraya, Pembimbing 1: Nurlensi, S.Ag., M.Si Pembimbing 2: I Wayan Sindia Griya Danika, S. Kom., M.T Agama Hindu Kaharingan sangat erat kaitannya dengan upacara, meskipun upacara Hindu Kaharingan sangat bervariasi karena masing-masing daerah aliran sungai (DAS) selalu berbeda-beda pelaksanaan upacara. Salah satunya Upacara Manenung. Dari segi Bentuk, Fungsi, Dan Makna, upacara Manenung sebagai upacara pemanggilan roh-roh gaib bagi masyarakat di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. judul: Bentuk, Fungsi, Dan Makna Upacara Manenung, rumasalah dalam penelitian ini : (1). Bagaimanakah bentuk pelaksanaan upacara Manenung (2). Apa fungsi upacara Manenung (3). Apa makna upacara Manenung. Ada beberapa teori yang digunakan:(1). Teori Fungsionalisme struktural (2). Teori komunikasi Ritual (3).Teori Interaksionalisme Simbolik. Metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan lokasi penelitian teknik: (1). Observasi,(2). Wawancara (3). Kepustakaan dan (4). Dokumentasi. Subyek Basir/Pisor,tokoh umat Hindu. Hasil dari penelitian ini adalah: (1). Bentuk upacara Manenung, Persiapan Sarana dan prasarana upacara Manenung, Tempat dan waktu pelaksanaan, Proses pelaksanaan upacara Manenung yaitu: Batawur, Basir menceritakan asal mula alat yang digunakan dalam upacara Manenung baik itu Baliung, Mandau, Tengang, Sipet, Dan Pisi, dan Manenung. (2). Fungsi yang ingin di capai yaitu: Fungsi religius makna upacara Manenung, Fungsi sosial makna upacara Manenung, (3). Makna apa yang terkandung dalam upacara Manenung yaitu: Makna religius, Makna sosial. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini, simpulkan bahwa upacara Manenung di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas, bahwa upacara Manenung tidak hanya berperan sebagai sarana pencarian petunjuk, tetapi sebagai bentuk pelestarian identitas budaya dan penguatan nilai-nilai kearifan lokal. Dengan demikian upacara ini memiliki relevansi penting dalam menjaga keseimbangan antara dunia nyata dan dunia spiritual dalam kehidupan masyarakat di Desa Tumbang Baringei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas.

Eksistensi Umat Hindu Kaharingan dalam Melaksanakan Acara Basarah di Wilayah Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan Perspektif Pendidikan Agama Hindu

FRANSAFTA TRI HARIYADI
2025 · Thesis · Open Access

Konsep Eksistensi Umat Hindu Kaharingan Dalam Melaksanakan Acara Basarah di Wilayah Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan Prespektif Pendidikan Agama Hindu menunjukan bahwa adanya kecenderungan belum mampu untuk mengelola beberapa rangkaian proses secara menyeluruh, efektif dan oftimal. Atas anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada tiga asfek permasalahan yaitu yang pertama (1) bagaimanakah Eksistensi Umat Hindu Kaharingan dalam melaksanakan Acara Basarah Perspektif Pendidikan Agama Hindu, (2) bagaimana peran pendidikan formal, nonformal dan informal Umat Hindu di wilayah Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, (3) apakah solusi yang di lakukan lembaga Agama agar Umat Hindu tetap eksis terhadap ajaran Agama di wilayah Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan? Teori yang di gunakan untuk mengkaji dan mendeskripsikan rumusan masalah penelitian tersebut ialah teori belajar humanistik, teori belajar sibernetik dan teori konstrukvisme. Adapun metode penelitian yang di gunakan ialah metode penelitian kualitatif. Data di peroleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumen. Selanjutnya data yang di peroleh di reduksi, di sajikan, dan di ambil suatu kesimpualannya. Penelitian ini juga, di lakukan dengan metode penelitian kualitatif. Dari hasil penelitian ini, (1) eksistensi Umat Hindu Kaharingan dalam melaksanakan acara Basarah sangat antusias dan aktif dalam melaksanakan persembahyangan basarah di wilayah Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katigan. (2) peran pendidikan formal, nonformal dan informal dalam hal pendidikan, anak-anak seperti SD, SMP dan SMA sangat paham tentang peran sebagai Umat Hindu yang terpelajar dan terpendidik baik dari segi pendidikan ataupun attitude di luar lingkungan sekolah. (3) solusi yang di lakukan oleh lembaga Agama Hindu adalah untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat Hindu itu sendiri, meningkatkan kualitas SDM, memberikan arahan terhadap Umat Hindu agar melakukan ibadah secara rutin walaupun pengurus agama berhalangan.

Kolaborasi Guru Agama Hindu dan Orang Tua dalam Menanamkan Nilai-Nilai Moralitas untuk Siswa Hindu Sekolah Dasar di Desa Timpah Kabupaten Kapuas

LIANA
2024 · Thesis · Open Access

Penelitian ini mengkaji tentang kolaborasi guru agama Hindu dan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai moralitas untuk siswa Hindu sekolah dasar di Desa Timpah. Fenomena yang terjadi kurangnya nilai-nilai moralitas siswa Hindu ketika proses pembelajaran berlangsung, seperti kurang menghargai guru yang mengajar di depan kelas, kurang memiliki etika sopan santun, ribut di dalam kelas dan kurangnya kerjasama antara pihak sekolah dan orang tua. Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalahnya: Bagaimanakah bentuk, kendala solusi dan implikasi dalam kolaborasi guru agama Hindu dan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai moralitas untuk siswa Hindu sekolah dasar di Desa Timpah Kabupaten Kapuas. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui, memahami, mengeksplorasi, mengkaji dan mendeskripsikan kolaborasi guru agama Hindu dan orang tua siswa. Rumusan masalah di atas dikaji dengan teori kolaboratif, teori kendala, dan teori behavioristik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif,peneliti menjadi instrumen utama penelitian dan teknik informan yakni purposive yaitu kepala sekolah, guru agama Hindu, orang tua siswa dan siswa agama Hindu. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, setelah data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, selanjutnya penyajian hasil analisis data. Hasil analisis yang dikaji dengan teori menjelaskan bentuk kolaborasi guru agama Hindu dan orang tua siswa dalam menanamkan nilai-nilai moralitas untuk siswa SD Negeri Desa Timpah yakni komunikasi rutin, kegiatan bersama, kesepakatan pendidikan moral dan penguatan nilai moral di rumah. Dalam menerapkan bentuk kolaborasi tentu ada sebuah kendala yakni kurangnya komunikasi yang efektif, keterbatasan waktu, keterbatasan pemahaman dan akses internet. Solusi yang digunakan untuk mengatasi kendala tersebut yakni meningkatkan komunikasi, pelatihan atau sosialisasi dan menjadwalkan kegiatan di waktu fleksibel. Dari sebuah bentuk, kendala dan solusi tentu ada sebuah implikasi yang ditimbulkan guru agama Hindu, orang tua siswa maupun siswa Hindu di SD Negeri Desa Timpah Kabupaten Kapuas yakni peningkatan moralitas, peningkatan prestasi akademik, pengembangan kemitraan yang kuat dan peningkatan kesadaran orang tua tentang pendidikan.

Strategi Pencegahan Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong (Hoax) melalui Media Sosial di Polda Kalteng

KRISTINA
2024 · Thesis · Open Access

KRISTINA, 2024 : Strategi Pencegahan Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong (Hoax) Melalui Media Sosial Di Polda Kalteng Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Made Kastama, SH.,MH. Pembimbing II Edelweisia Cristiana, M.H. Pencegahan penyebaran berita bohong (hoax) sebagai upaya yang mengedepankan usaha atau tindakan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan terkhususnya dalam pencegahan tindak pidana penyebaran berita bohong (hoax) melalui media sosial. Dampak berita hoax menimbulkan kegaduhan dalam masyarakat yang dikarenakan oleh hoax tersebut juga terprovokasi dari adanya suatu informasi atau berita bohong. Oleh sebab itu peneliti tertarik mengangkat tentang Strategi Pencegahan Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong (Hoax) Melalui Media Sosial Di Polda Kalteng, dengan lokasi penelitian di Kepolisian Daerah (POLDA) Kalimantan Tengah. Dengan dua rumusan pokok : (1) Apa upaya yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Daerah (POLDA) Kalimantan Tengah dalam pencegahan tindak pidana penyebaran berita bohong (hoax) melalui media sosial ? (2) Bagaimana penanggulangan oleh pihak Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah apabila terjadi kasus penyebaran berita bohong (hoax)? Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan teknik purposive sampling, di analisis menggunakan teori penegakan hukum dan teori efektivitas hukum, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian diolah dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa upaya pencegahan tindak pidana penyebaran berita bohong (hoax) melalui media sosial di Polda Kalteng dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Upaya pencegahan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah, terkhususnya ditangani oleh Bidang Humas Polda Kalteng yang menangani penyebaran berita hoax, baik itu pencegahan maupun penanggulangannya. Upaya pencegahan yang dilakukan dengan literasi digital, edukasi, sosialisasi dan patroli siber secara aktif kepada masyarakat, mendatangi komunitas, sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga masyarakat lainnya untuk memberikan informasi tentang hukum yang terkait dengan penyebaran berita bohong atau hoax. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum kepada masyarakat. Penanggulangan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian apabila terjadi kasus penyebaran berita bohong yaitu melalui/melakukan Restorative Justice atau pembinaan dan melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran atau penyimpangan terhadap peraturan perundang-undangan.

Penyelesaian Sengketa Tanah dengan Cara Mediasi oleh Damang Kepala Adat Katingan Hilir (Studi Kasus di Desa Hampalit Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan)

APRIE
2024 · Thesis · Open Access

Aprie. 2024, Penyelesaian Sengketa Tanah dengan Cara Mediasi Oleh Damang Kepala Adat Katingan Hilir (Studi Kasus di Desa Hampalit Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan). Skripsi Srata Satu, Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr.I Nyoman Rahmawati.S.Ag.,M,Si, dan Pembimbing II Gelar Sumbogo Peni.S.Ag.,M.Si Penelitian ini mengkaji penyelesaian sengketa tanah melalui mediasi yang dipimpin oleh Damang Kepala Adat, yang memiliki peran penting dalam masyarakat adat untuk mencapai keadilan dan menjaga keharmonisan sosial. Damang Kepala Adat bertindak sebagai mediator netral yang menengahi pihak-pihak yang bersengketa dengan pendekatan berbasis adat dan kearifan lokal. Metode penyelesaian ini dipandang efektif karena dapat menghindari proses hukum formal yang sering memakan waktu dan biaya tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi untuk memahami proses, nilai-nilai budaya, serta tantangan yang dihadapi dalam penyelesaian sengketa tanah oleh Damang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mediasi oleh Damang Kepala Adat mampu menciptakan solusi yang berkelanjutan dan diterima oleh semua pihak, terutama karena didasarkan pada prinsip-prinsip adat yang dihormati dalam komunitas. Keputusan yang diambil melalui mediasi ini juga berdampak positif pada hubungan sosial antar masyarakat serta memperkuat legitimasi peran Damang Kepala Adat sebagai penegak keadilan adat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat dan pembuat kebijakan dalam mengadopsi pendekatan penyelesaian sengketa berbasis adat yang efisien dan menghargai nilai-nilai lokal.

Manajemen Mutu Pembelajaran terhadap Guru Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Palangka Raya

NI KADEK SHINTA CHARISMA
2024 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Ni Kadek Shinta Charisma 2024. “Manajemen Mutu Pembelajaran Terhadap Guru Pendidikan Agama Hindu Di SMA Negeri 1 Palangka Raya”. Pembimbing I : Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si Pembimbing II : Dr. Drs. I Made Suyasa, MAP., M.Si Manajemen Mutu pembelajaran yang baik tergantung pada proses belajar mengajarnya, karena dalam dunia pendidikan yang selalu terkait dengan komponen sistem pendidikan khususnya yang diselenggarakan secara formal di sekolah. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada tiga aspek permasalahan, yaitu 1. Bagaimana Pelaksanaan Manajemen Mutu Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Palangka Raya?; 2. Bagaimana Implikasi Manajemen Mutu pembelajaran guru pendidikan agama Hindu di SMA Negeri 1 Palangka Raya?; 3. Apa faktor-faktor pendukung dan penghambat Manajemen Mutu pembelajaran guru pendidikan agama Hindu di SMA Negeri 1 Palangka Raya?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Manajemen Pendidikan dan Teori Behavioristik. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama manajemen peningkatan mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Palangka Raya berdasarkan pada dua elemen dasar yakni manajemen peningkatan mutu, dan peningkatan mutu pendidikan. dua elemen tersebut saling terkait menjadi satu keutuhan yang terartikulasikan pada manajemen peningkatan mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Palangka Raya. Pelaksanaan manajemen peningkatkan mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Palangka Raya, mengacu pada tujuan pendidikan nasional yaitu membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa; Kedua, Faktor pendukung dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Palangka Raya adalah sumber daya manusia, lingkungan sekolah, tujuan / visi SMA Negeri 1 Palangka Raya, peran serta masyarakat dan lembaga lain. Sedangkan faktor penghabatnya adalah faktor ruang kelas. Kami membutuhkan ruangan kelas untuk dapat fokus dalam melaksanakan kegiatan praktek-praktek kegiatan ekstrakulikuler; dan ketiga, implikasi guru Pendidikan Agama Hindu dalam pelaksanaan pembelajaran di SMA Negeri 1 Palangka Raya, fokus pada tiga implikasi yaitu Implikasi Pendidikan, Pembelajaran, dan Pengajaran Agama Hindu, Implikasi Prinsip Pembelajaran Guru Agama Hindu, dan Implikasi Perkembangan Teori Pembelajaran Agama Hindu. Tiga implikasi tersebut, mengerucut pada dua tindakan implikasi yaitu implikasi prinsip pembelajaran dan implikasi Teori Pembelajaran yang terfokus pada peran guru Agama Hindu untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan Negara.

Problematika Pendirian Balai Basarah Desa Ramang Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau

ANDIKA
2024 · Thesis · Open Access

ANDIKA,2024. Problematika Pendirian Balai Basarah Di Desa Ramang Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Prodi Hukum Agama hindu, Fakultas Dharma Sastra Insitut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I Sri Kayun.SH.,M.Si dan Pembimbing II EmilsonAtharwan,SH.,MH. Indonesia merupakan negara dengan berbagai agama dan keyakinan, dan meskipun Pancasila menjamin kebebasan beragama, pada praktiknya pendirian tempat ibadah umat agama minoritas sering kalimeng hadapi tantangan. Dan berdasarkanPeraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 8 dan 9 Tahun 2006, pendirian tempat ibadah membutuhkan dukungan darimasyarakat sekitar serta persetujuan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Proses ini terkadang sulit bagi umat Hindu yang jumlahnya tidak banyak di suatu wilayah, karena persyaratan administratife ini mensyaratkan jumlah pengikut yang memadai dan dukungan dari masyarakat di sekitar. Adapun metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan mengambil lokasi di Desa Ramang Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Hasil penelitian adalah 1) Mekanisme Pendirian TempatIbadah (Balai Basarah) Desa Ramang Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau adalah Pengajuan Permohonan kepada pemerintah setempat, Survei dan Kajian Lokasi yang dilakukan oleh Pemerintah, meminta persetujuan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB),serta melakukan pengawasan oleh pemerintah daerah untuk memastikan pelaksanaannya sesuai ketentuan dan tidak menyalahi aturan. 2) Kendala Pendirian Tempat Ibadah (Balai Basarah) Desa Ramang Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau adalah masalah perizinan yang rumit dan memakan waktu lama karena banyaknya persyaratan administratif, termasuk dokumen IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dan persetujuan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Penolakan dari masyarakat Sekitar, kurangnya sosialisasi dan komunikasi yang baik antara pihak pemohon dan masyarakat sekitar dan pemerintah setempat menimbulkan kesalah pahaman yang dapat menghambat proses perizinan dan kepemilikan lahan tidak adanya sertifikat resmi atau status lahan yang belum jelas. Kata Kunci:Problematika, Pendirian, BalaiBasarah

Urgensi Sertifikasi Tanah di Desa Tumbang Olong I Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya

BOBY
2024 · Thesis · Open Access

Boby, 2024, Urgensi Sertifikasi Tanah Di Desa Tumbang Olong I Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I) Dr. I Made Kastama,SH.,MH. Pembimbing (II). Dr. Agung Adi, S.Ag.,M.Si. Sertifikat tanah merupakan surat bukti kepemilikan hak atas tanah, atau bidang tanah yang di keluarkan oleh kementrian Agraria Dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasionl (BPN) berdasarkan UU pokok Agraria No.5 Tahun 1960 menyatakan bahwa sertifikat merupakan alat bukti terkuat kepemilikan hak atas tanah, surat edaran Mentri Agraria Dan Tata Ruang Nomor:1756/15I/V/2016 tentang pendaftaran tanah masyarakat, adalah mewajibkan setiap pemilik hak (Individu/Badan Hukum) agar dapat mendaftarkan hak kepemilikan tanahnya untuk menjamin kepastian hukum. Oleh sebab itu peneliti tertarik mengangkat tentang Urgensi Sertifikasi Tanah di Desa Tumbang Olong I Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya, dengan lokasi penelitian di Desa Tumbang Olong I. dengan 2 (dua) rumusan masalah pokok yang di bahas yaitu: (1) bagaimana proses sertifikasi tanah di Desa Tumbang Olong I Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya? (2) apa kendala dari proses sertifikasi tanah di Desa Tumbang Olong I Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya? Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (penelitian hukum empiris) dengan bentuk porposif sampling di analisis dengan menggunakan teori tujuan hukum dan, menggunakan teori efektifitas hukum, data di kumpulkan melalui cara observasi, wawancara, kepustakaan, dan dokumentasi, kemudian di oleh dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penelitian kesimpulan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa proses sertifikasi tanah di Desa Tumbang Olong I Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya, dengan Pengukuran, perpetaan, dan pembukuan tanah,Pendaftaran hak atas tanah dan peralihan hak atas tanah,Pemberian sertifikat tanah kepada pihak pendaftar berfungsi sebagai alat pembuktian apabila timbul komplik masalah hak atas tanah di kemudian hari, selain sebagai bukti tertulis juga merupakan hak atas keabsahan tanah di miliki seseorang, sementara itu kendala dari proses Sertifikasi Tanah Di Desa Tumbang Olong I Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya yaitu antara lain. karena posisi Desa Tumbang Olong masih dalam kawasan HPH (hak penguasaan hutan) sehingga belum bisa di sertifikat tetapi hanya berupa SP atau SKT, sebagai alat bukti kepemilikan tanah dan sampai sekarang masih menggunakan sp, sebagai alat bukti hak atas tanah. karena faktor budaya, di mana masyarakat merasa terbebani, urusanya berbelit-belit dan biyaya mahal menggurus sertifikat tanah, bagi masyarakat sendiri sertifikasi tanah cukup penting namun masyarakat masih dalam kawasan HPH belum di bebaskan dari kawasan hutan.

Penggunaan Bukung Tambalui Lahar dalam Ritual Kematian Umat Hindu Kaharingan Desa Luwuk Sampun Kabupaten Kotawaringin Timur

ARNUS PRANSISNO
2024 · Thesis · Open Access

Pransisno, Arnus, 2024. Penggunaan Bukung Tambalui Lahar Dalam Ritual Kematian Umat Hindu Kaharingan Desa Luwuk Sampun Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Suwito, S. Ag.,M.Si dan Dosen Pembimbing II: Lamri, S.Pd.,M.Pd.H Skripsi ini mengkaji tentang Penggunaan Bukung Tambalui Lahar Dalam Ritual Kematian Umat Hindu Kaharingan Desa Luwuk Sampun Kabupaten Kotawaringin Timur. Bukung Tambalui Lahar merupakan salah satu jenis bukung yang digunakan pada saat ritual kematian umat Hindu Kaharingan. Fenomena yang sering terjadi di lapangan pada masyarakat suku dayak ngaju adanya perbedaan penggunaan dari Bukung Tambalui Lahar yang menggunakan atribut berbeda. Ada yang menggunakan bahan alami dan ada yang menggunakan pakaian bisa. Berdasarkan alasan tesebut, tema ini sangat penting untuk diteliti. Masalah ini perlu dikaji lebih lanjut dengan rumusan masalah yaitu Bagaimana Bentuk dan penggunaan Bukung Tambalui Lahar dalam Ritual Kematian Umat Hindu Kaharingan Desa Luwuk Sampun Kabupaten Kotawaringin Timur dan Apa makna yang tersirat pada Bukung Tambalui Lahar dalam Ritual Kematian Umat Hindu Kaharingan Desa Luwuk Sampun Kabupaten Kotawaringin Timur. Dengan menggunakan dua jenis teori untuk menganalisis rumusan maasalah tersebut antara lain teori mimesis dan teori religi. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Sumber data dari data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, studi dokumen dan analisis data yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya disajikan dalam laporan penelitian berupa skripsi. Berdasarkan analisis data didalam penelitian ini, ditemukan bahwa (1). Bukung Tambalui Lahar hanya bisa digunakan pada saat ritual kematian umat Hindu Kaharingan. Bukung Tambalui Lahar masuk kedalam jenis bukung kalunen (manusia). Dalam penggunaanya, Bukung Tambalui Lahar biasanya menggunakan pakaian dan atribut yang tidak biasa, yang terbuat dari bahan alami, seperti rumput liar, daun pisang, enau/ijuk, dan batang bambu. Ada juga yang hanya menggunakan pakaian biasa, seperti baju batik dan kameja putih. (2). Bukung Tambalui Lahar memiliki simbol yang mengarah kepada nilai spiritual dan memiliki kesakralan yang tinggi. Bukung Tambalui Lahar memiliki fungsi dan tujuan sebagai jipen liau haring kaharingan di lewu liau dan sebagai penghibur bagi pihak keluarga duka serta sebagai alat bantu memberikan sumbangan kepada keluarga duka.

Upaya Pembiasaan Basarah pada Generasi Muda di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur

YETI ANUGRAHNI
2024 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Yeti Anugrahni, 2024. Upaya Pembiasaan Basarah Pada Generasi Muda Di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur. Skripsi, Fakultas Dharma Acarya. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Keluarga merupakan wadah utama dalam pembiasaan Basarah pada anak atau generasi muda dari sejak lahir, dimana pembiasaan pertama kali dilakukan dirumah. Keluarga merupakan lingkungan pertama dimana perilaku dibentuk yang kemudian nantinya diteapkan dimasyarakat. Dalam hal ini orang tua memiliki peran penting dalam pembiasaan pada anak atau genersai muda yaitu dalam proses pembiasaan Basarah atau beribadah. Upaya yang dilakukan orang tua dalam proses pembiasaan merupakan hal yang sangat dibutuhkan anak atau generasi muda untuk membiasakan melaksanakan Basarah. Dalam hal pembiasaan ini tidak terlepas dari upaya masyarakat Hindu, guru agama Hindu, penyuluh agama Hindu, dan majelis kelompok agama Hindu Kaharingan. Karena generasi muda hidup berdampingan dan hidup bersosial dengan banyak orang. Dalam hal ini upaya pihak-pihak yang terkait sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan minat dan semangat generasi muda untuk terus melaksanakan Basarah. Dari latar belakang tersebut, maka dalam penelitian ini ada dua hal yang akan membahas, yaitu bagaimana upaya dalam pembiasaan Basarah pada generasi muda dan apa saja kendala yang dialami dalam pelaksanaan pembiasaan Basarah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana upaya dalam proses pembiasaan Basarah pada generasi muda dana pa saja kendala yang dialami dalam proses pembiasaan ini. Metode dalam penelitian ini yaitu kualitatif, teknik penentuan informan yaitu purposive sampling, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapatkan hasil, orang tua merupakan tokoh utama dalam pembiasaan keimanan bagi anak atau generasi muda, upaya guru agama Hindu sangat berguna untuk pembiasaan Basarah bagi generasi muda karena guru merupakan tempat dimana generasi muda mendapatkan ilmu agama. Kemudian penyuluh agama Hindu dan majelis kelompok agama Hindu Kaharingan juga memiliki upaya yang sama dalam membina generasi muda agar terus semangat dalam melaksanakan Basarah. Maka kesimpulan dari penelitian uapaya yang dilakukan orang tua sangat penting dalam proses pembiasaan Basarah. Kemudian guru agama Hindu, Penyuluh agama Hindu, majelis kelompok agama Hindu dan masyarakat Hindu merupakan tokoh pendukung yang juga memiliki peran penting dalam upaya pembiasaan Basarah pada generasi muda Hindu. Kata Kunci: Upaya, pembiasaan, Basarah

Penerapan Metode Quantum Reading dalam Meningkatkan Minat Baca dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Tumbang Karuei Kabupaten Katingan

NOVI HARDAWATI
2024 · Thesis · Open Access

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji apakah dengan penerapan metode Quantum Reading dapat meningkatkan minat baca dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Tumbang Karuei Kabupaten Katingan. Permasalahan yang terjadi pada siswa kelas IV adalah rendahnya minat membaca dan hasil belajar siswa belum mencapai ketuntasan minimal (KKM). Rumusan masalah yang dikaji 1) bagaimana Penerapan Metode Quantum Reading dalam meningkatkan minat baca dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Tumbang Kabupaten Katingan?. Rumusan masalah tersebut dikaji dengan teori Kognitivisme. Metode Quantum Reading merupakan pendekatan pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan membaca secara efektif dan efisien, dengan mengedepankan teknik-teknik stimulasi otak yang dapat mempercepat pemahaman dan retensi informasi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian adalah 7 siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan sebagai berikut: a). Observasi b). Angket, c). Tes. d). Penilaian aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Quantum Reading dapat meningkatkan minat baca siswa yang ditunjukkan dengan peningkatan partisipasi aktif selama proses pembelajaran dan keberhasilan siswa dalam mencapai nilai lebih tinggi pada tes hasil belajar. Hasil observasi pada proses pembelajaran pratindakan, siklus I dan siklus II menunjukkan minat membaca siswa mengalami peningkatan pada rata-rata nilai akhir hasiul belajar siswa, yaitu pratindakan 54, siklus I dengan nilai 62 dan pada siklus II dengan nilai 81. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar metode Quantum Reading diterapkan secara lebih luas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat sekolah dasar.

Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Melalui Problem Based Learning pada Mata Pelajaran Matematika Kelas III SDN 4 Menteng Palangka Raya

MARIA CHRISNINA
2024 · Thesis · Open Access

Pembelajaran matematika dengan materi penjumlahan bilangan bertujuan mengajarkan siswa konsep menggabungkan bilangan, mengenali simbol (+), dan melakukan penjumlahan sederhana. Kesulitan umum dalam pembelajaran matematika dengan materi penjumlahan bilangan adalah meliputi kesulitan memahami konsep penjumlahan, kesalahan dalam menulis angka, Kesalahan dalam melakukan perhitungan, kesulitan dalam mengenal nilai tempat pada soal penjumlahan bersusun. Berdasarkan fakta dilapangan peneliti menemukan beberapa masalah seperti guru masih banyak menggunakan metode pembelajaran konvensional berupa ceramah dan latihan soal, aktivitas belajar siswa cenderung pasif, kurang berpartisipasi dalam diskusi, dan mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep dasar Matematika. Hal ini menyebabkan Motivasi belajar siswa menurun, dan mereka menganggap Matematika membosankan dan sulit. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui problem based learning pada mata pelajaran matematika kelas III SDN 4 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek 32 siswa. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus 2 siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, kuisioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa, aktivitas guru, dan aktivitas siswa. Pada pra-tindakan, ketuntasan siswa 18,75%, siklus I 53%, dan siklus II 87,5%. Aktivitas guru meningkat dari 3,5 pada siklus I menjadi 4 pada siklus II, dan aktivitas siswa dari 3,4 pada siklus I menjadi 4 pada siklus II. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan aktivitas belajar siswa dikelas. model problem-based learning tidak hanya efektif dalam meningkatkan pemahaman materi pelajaran, tetapi juga mendorong keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Model ini memungkinkan siswa untuk lebih aktif, kreatif, dan kolaboratif, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.