MIRA
2025 · Thesis · Open Access
Mira. 2025. Kreativitas Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PPKn Kelas 4A SDN 2 Bukit Tunggal Palangka Raya Pembibing I Dr. Derson, S.Ag., M.Ag. Pembibing II Lamri, S.Pd.H Kreativitas Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PPKn Kelas 4A SDN 2 Bukit Tunggal Palangka Raya. Kreativitas ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di dalam kelas terutama pada mata pelajaran PPKn kelas 4A berikutnya memotivasikan siswa dalam pembelajaran. Adapun rumus masalah : 1 bagaimana kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajara siswa pada mata pelajaran PPKn SDN 2 Bukit Tunggal Palanka Raya ? 2. Apa saja faktor yang mempengaruhi kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PPKn di kelas 4A sdn 2 Bukit Tunggal Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori Humanistik, teori Kontruktruktivisme. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di SDN 2 Bukit Tunggal, jenis dan sumber data yang digunakan : sumber data primer dan data skunder, tehnik penentuan informan yaitu tehnik purposive, tehnik pengumpulan data yang digunakan : Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi, Instrumen penelitian kualitatif tehnik analisis data yaitu : pengumpulan data, penyajian data dan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan tetang Kreativitas Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PPKn Kelas 4A SDN 2 Bukit Tunggal Palangka Raya. Yaitu dalam kreativitas guru meningkatkan motivasi belajar siswa dilakukan dikelas menggunakan beberapa metode : tanya jawab, ceramah, diskusi kelompok, dan menggunakan media pembelajaran. Selain itu kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, yang lebih dalam memberikan pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan sehingga dapat menarik minat siswa belajar pada pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar pada siswa di kelas.
NOVITA SAHFITRI
2025 · Thesis · Open Access
Novita Sahfitri. 2025. Serlis Rusandi, M.Pd., Putu Cory Candra Yhani, S.Pd, M.Pd Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Cooperatif Type Jigsaw Pada Mata Pelajaran IPAS Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri 4 Palangka. Penalitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran cooperatif type jigsaw pada mata pelajaran IPAS terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 4 Palangka. Fenomena yang melatarbelakangi penelitian adalah rendahnya hasil belajar IPAS siswa, yang diduga disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran yang kurang tepat. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah yang dikaji yakni: 1) Bagaimana pengaruh penerapan model pembelajaran cooperatif type jigsaw terhadap hasil belajar siswa?, 2) Apakah ada perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran cooperatif type jigsaw?. Teori yang digunakan untuk mengkaji rumusan masalah adalah Teori Konstruktivisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode eksperimen. Bentuk desain yang digunakan adalah Quasi Experiment Design dengan jenis One-Group Pretest-Postest Quasi-Experimental Design. Untuk pengambilan sampel dari seluruh siswa kelas IVB berjumlah 15 orang. Pengumpulan data menggunakan tes tertulis (essay) dan observasi keaktifan siswa, yang dilakkukan sebelum dan sedudah penerapan model pembelajaran cooperatif type jigsaw untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran cooperatif type jigsaw di kelas IVB SD Negeri 4 Palangka bekerja efektif terhadap hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari analisis data dengan uji N-Gain dan uji T-Test. Hasil uji N-Gain Score yaitu nilai rata-rata (mean) sebesar 0,6218, yang berarti menunjukkan bahwa efektivitas penerapan model pembelajaran cooperatif type jigsaw termasuk dalam kategori sedang. Kemudian, pada N-Gain Presentase sebesar 62.18%, yang menunjukkan bahwa hasilnya cukup efektif. Selain itu, pada hasil uji Paired Samples T-Test menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest setelah penerapan model cooperatif type jigsaw dengan Sig. (2 -tailed) sebesar 0,000, yang berarti terdapat pengaruh dari penerapan model pembelajaran cooperatif type jigsaw pada mata pelajaran IPAS terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 4 Palangka.
ANGGI
2025 · Thesis · Open Access
Anggi, 2025. Pengaruh Kedisiplinan Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran IPAS di SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Pembimbing I Tri Aspiyana, M.Pd., Pembimbing II Niwayan Sukraini, S.Pd., M.Pd Kedisiplinan guru merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sejumlah fakta yang menunjukkan bahwa masih terdapat tantangan dalam penerapan kedisiplinan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedisiplinan guru terhadap motivasi belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang diisi oleh responden yang berjumlah 26 orang dari kelas V B SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif, uji prasyarat seperti uji normalitas dan uji heterokedasiditas, serta Spearman’s rho untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara kedisiplinan guru dan motivasi siswa tidak signifikan secara statistik. Dengan kata lain, berdasarkan data yang dianalisis, tidak ada cukup bukti untuk menyatakan bahwa kedisiplinan guru berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Temuan dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang pendidikan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa hubungan antara kedisiplinan guru dan motivasi belajar siswa tidak signifikan secara statistik. Dengan kata lain, tidak terdapat cukup bukti empiris untuk menyatakan bahwa kedisiplinan guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa."
NORWATI
2025 · Thesis · Open Access
NORWATI. 2025. Strategi Guru Agama Hindu Dalam Membentuk Karakter Siswa Hindu Di SDN-3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pemimbing I Mitro, S.Pd., M.Si Pemimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Skripsi ini Mengkaji Tentang Strategi Guru Agama Hindu Dalam Membentuk Karakter Siswa Hindu Di SDN-3 Timpah, Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas. Strategi dipahami sebagai rencana dan metode yang disusun untuk mencapai tujuan tertentu, dalam hal ini untuk menanamkan karakter pada siswa yang belum sepenuhnya mematuhi peraturan tata tertib sekolah. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1) Bagaimana strategi guru agama Hindu dalam membentuk karakter siswa Hindu di SDN-3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas? (2) Apakah kendala yang Guru Agama Hindu dalam membentuk karakter siswa Hindu di SDN-3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas? Penelitian ini menggunakan Metode pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan Teknik Analisis Data dilakukan melalui empat tahapan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1)Strategi Guru Agama Hindu Dalam Membentuk Karakter Siswa Hindu di SDN-3 Timpah dilakukan melalui beberapa metode. Pembelajaran digunakan untuk menumbuhkan karakter rasa ingin tahu dengan memberikan pertanyaan setelah penyampaian materi, membentuk tanggung jawab melalui penugasan piket kelas dan pemberian sanksi bagi yang terlambat mengumpulkan tugas, serta mengembangkan kebiasaan gemar membaca dengan mengajak siswa ke perpustakaan sebelum memulai pelajaran. Keteladanan diterapkan untuk menanamkan disiplin melalui peraturan tata tertib sekolah, serta membangun karakter jujur dengan memberikan tes setelah pembelajaran. Pembiasaan digunakan untuk membentuk karakter religius melalui jadwal membaca doa, dan menumbuhkan peduli lingkungan dengan kegiatan kerja bakti setiap hari Jumat. Penguatan diberikan baik pada perilaku positif agar dapat dipertahankan maupun pada perilaku negatif untuk diminimalkan. 2) Kendala dalam pembentukan karakter siswa Hindu di SDN-3 Timpah berasal dari dua faktor, yaitu faktor eksternal berupa keterbatasan literatur bacaan bagi siswa, dan faktor internal yang mencakup kurangnya disiplin, rendahnya rasa ingin tahu, minimnya minat baca, serta lemahnya motivasi siswa. Kata Kunci : Strategi, Guru Agama Hindu, Karakter
IRMA ANJELINA
2025 · Thesis · Open Access
Irma Anjelina. 2025. Peranan Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Sikap Religius Siswa Melalui Persembahyangan Basarah Di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarrya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Dr. I Gede Dharman Gunawan,S.H.,M.Pd.H Pembimbing II.I Made Pustikayasa, S.T., M.Pd. Pentingnya peranan guru pendidikan agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Dengan menanamkan sikap Religius melalui persembahyangan Basarah diharapkan mampu menjadi pribadi yang baik, bertingkah laku yang baik, membentuk karakter yang baik, meningkatkan toleransi, dan menciptakan individu yang beriman serta bertakwa serta mampu menanamkan sikap Religius baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling, teknik pengumpulan data, menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 12 Juni 12 Juli 2025. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Hasil penelitian yaitu 1). Peranan guru agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah yaitu: sebagai pendidikan, pembimbing dan teladan, 2). Kendala guru agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah yaitu: 1) Internal yaitu berasal dari siswa agama Hindu seperti kurangnya kesadaran terkait penanaman sikap Religius dan karakter siswa yang kurang baik. Dan 2) Kendala Eksternal, yaitu kurangnya waktu belajar di sekolah dan pengaruh buruk dari lingkungan sekitar baik itu di sekolah maupun di rumah. Adapun upaya yang dilakukan yaitu dari guru agama Hindu dengan memberikan tambahan waktu belajar di luar jam belajar di sekolah dan pihak sekolah memberikan pengawasan secara langsung terkait penanaman sikap Religius.
SISKA ANASTASYA
2025 · Thesis · Open Access
Anastasya, Siska, 2025, Efektivitas Penanganan Kesulitan Membaca Pada Siswa di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Dr. Suryanto, S.Pd.,M.Pd Dan Dosen Pembimbing II: Santang, S,Pd.,M.Hum Kesulitan membaca merupakan salah satu permasalahan fundamental dalam pendidikan dasar yang dapat berdampak signifikan terhadap prestasi belajar siswa secara keseluruhan. Mengingat pentingnya kemampuan membaca sebagai landasan pembelajaran, identifikasi dan penanganan yang efektif menjadi krusial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang efektivitas penanganan kesulitan membaca pada siswa di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan efektivitas penanganan kesulitan membaca yang dilakukan oleh guru pada siswa di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya (2) untuk mengidentifikasi Faktor-Faktor yang menyebabkan kesulitan membaca pada siswa di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya (3) Untuk menganalisis upaya penanganan kesulitan membaca pada siswa di SDN 1 Menteng kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini dilaksanakan di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya pada 13 Juni sampai 13 Juli 2025. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, dalam penelitian ini peneliti memperoleh infroman yaitu wali kelas 1 sampai 5, siswa kelas V, dan orang tua siswa. Pada penelitian ini data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman (1994) yaitu: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan kesulitan membaca di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya telah dilakukan melalui beberapa strategi, meliputi (1) bimbingan individual, penggunaan metode membaca yang bervariasi, serta dukungan dari guru dan orang tua. Meskipun demikian, efektivitas penanganan ini bervariasi antar siswa, tergantung pada tingkat kesulitan, konsistensi intervensi, dan faktor pendukung lainnya. (2) Faktor penyebab kesulitan membaca pada siswa kurangnya keinginan untuk belajar, minimnya motivasi dan inisiatif untuk berlatih membaca di luar jam pelajaran, perhatian serta bimbingan orang tua dalam membimbing anak-anak mereka belajar membaca di luar jam sekolah masih sangat terbatas. Hal ini mengakibatkan siswa tidak mendapatkan penguatan yang cukup di lingkungan rumah untuk mengembangkan kemampuan membaca mereka. (3) Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kesulitan membaca dengan menyesuaikan materi bacaan dengan tingkat kemampuan siswa. Memilih buku yang sesuai dengan level membaca siswa, siswa didorong untuk membaca buku bersama-sama, menciptakan lingkungan belajar yang suportif. untuk membangun kepercayaan diri dan kelancaran siswa, siswa diminta membaca buku dengan suara keras menggunakan mikrofon di depan kelas secara bergantian
ARIANO
2025 · Thesis · Open Access
ARIANO, 2025. Nilai Pendidikan Hindu Dalam Upacara Bontang Siwah Mamali Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Bentot Kabupaten Barito Timur. Pembimbing I Lamri, S.Pd.,M.Pd.H dan Pembimbing II Heri Kusuma Tarupay, S.S.,M.Hum Skripsi ini mengkaji tentang nilai pendidikan Hindu dalam upacara Bontang Siwah Mamali pada umat Hindu Kaharingan di Desa Bentot Kabupaten Barito Timur. Upacara Bontang Siwah Mamali merupakan upacara kematian tingkat akhir dan yang tertinggi dan bagian dari pitra yadnya, dalam pelaksanaanya bukan termasuk upacara duka tetapi sudah berbentuk upacara sukacita, keunikan pada upacara Bontang Siwah Mamali terdapat pada pelaksanaan, di dalamnya melibatkan sorak-sorai kegembiraan serta tari-tarian. Adapun rumusan masalah yang dilakukan yaitu: Bagaimana pelaksanaan upacara Bontang Siwah Mamali pada umat Hindu Kaharingan? Bagaimana makna filosofis upacara Bontang Siwah Mamali pada umat Hindu Kaharingan? Bagaimana nilai-nilai pendidikan Hindu upacara Bontang Siwah Mamali pada umat Hindu Kaharingan? Penelitian ini bertujuan untuk memahami, mengkaji dan mendekskripsikan pelaksanaan, makna filosofis dan nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Bontang Siwah Mamali. Penelitian ini menggunakan teori fungsional struktural, teori fenomenologi dan teori nilai. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Dengan lokasi penelitian di Desa Bentot. Jenis dan sumber data yang digunakan: Sumber data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan yaitu: Teknik purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan: Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian kualitatif. Teknik analisis data yaitu: Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa upacara Bontang Siwah Mamali di Desa Bentot Kabupaten Barito Timur, yaitu dalam pelaksanaannya memiliki beberapa tahap: Persiapan, pelaksanaan, tahap akhir. Kemudian memiliki makna filosofis berfungsi sebagai proses pembersihan dan penyucian diri, baik secara spiritual maupun moral. Hal ini menjadi simbol untuk mengantarkan roh mencapai kebahagiaan sejati dan kedamaian abadi menyatu dengan Tuhan (Moksa). Selain mempunyai makna filosofis dalam upacara Bontang Siwah Mamali juga mempunyai nilai-nilai Pendidikan Hindu yaitu: Tattwa keyakinan terhadap Tuhan sebagai sumber dari Atman serta menghantarkan roh leluhur ke alam berikutnya atau menyatu dengan Tuhan. Susila dilihat dari rasa bhakti dan rasa hormat untuk membayar hutang kepada leluhur dan Upacara dilihat dari prasarana dalam pelaksanaan terdapat tari-tarian. Nilai pendidikan sosial dapat dilihat dari kebersamaan dan gotong royong saling membantu dari tahap persiapan upacara Bontang Siwah Mamali sampai selesai. Kata Kunci: Nilai Pendidikan Hindu, Bontang Siwah Mamali
SELVI
2025 · Thesis · Open Access
Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam dunia pendidikan untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia. Guru memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui berbagai mata pelajaran, salah satunya Pendidikan Agama Hindu. Di SMAN 1 Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas, pembelajaran Pendidikan Agama Hindu menjadi media utama dalam membentuk karakter siswa Hindu di tengah tantangan zaman dan beragamnya latar belakang sosial budaya siswa. Namun, proses pembentukan karakter ini memerlukan strategi dan pendekatan yang tepat agar nilai-nilai moral dan spiritual dapat terinternalisasi secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam membentuk karakter siswa melalui pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 1 Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan siswa beragama Hindu kelas X dan XI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran sentral sebagai pendidik, pengajar, dan pembimbing dalam proses pembentukan karakter siswa. Strategi yang digunakan antara lain pendekatan humanistik, penggunaan metode pembelajaran yang variatif dan kontekstual, serta keteladanan dalam sikap dan perilaku. Nilai-nilai karakter yang berhasil ditanamkan melalui pembelajaran Pendidikan Agama Hindu meliputi kejujuran, tanggung jawab, empati, disiplin, dan kerja sama. Selain itu, pembelajaran juga didukung oleh lingkungan sekolah yang toleran dan program supervisi yang mendukung peningkatan profesionalisme guru.
HERDA
2025 · Thesis · Open Access
Herda 2025. Proses Pembelajaran Seni Bela Diri Tradisional Dayak Pada Ukm Bela Diri IAHN-TP Palangka Raya Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Lamri, S.Pd.,M.Pd.H. Pembimbing II. Yoppie, M.Pd.H. Proses pembelajaran seni bela diri tradisional Dayak pada UKM Bela Diri di IAHN-TP Palangka Raya adalah salah satu kegiatan pelatihan bela diri yang dilakukan untuk menigkatkan kemampuan dan pemahaman mahasiswa atau anggota terkait seni bela diri serta untuk melestarikan budaya lokal. Dalam mempelajari Pola Langkah seni bela diri tradisional dayak masih ada anggota yang Kurang menguasai ragam gerak yang diajarkan pada UKM Bela Diri IAHN-TP Palangka Raya yang menyebabkan anggota tersebut terlambat lulus. Pemahaman anggota terkait fungsi gerakan seni bela diri masih kurang, baik itu dalam konteks Seni bela diri maupun seni pertunjukan Mambuka Lawang Sakepeng. Hal ini berdampak pada kurangnya pemahaman anggota tentang fungsi dan kurangnya penguasan teknik seperti bertahan, menyerang, menghadang dan menangkis. Pemahaman anggota terkait makna pola Langkah seni bela diri tradisional Dayak, masih kurang, yang berdampak pada kurangnya pemahaman mendalam, terkait folosifi, nilai-nilai dan makna spritual yang tertanam didalamnya. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: 1). Bagaimana Proses Pembelajaran Seni Bela Diri Tradisional Dayak pada UKM Bela Diri IAHN-TP Palangka Raya, 2). Apa kendala yang dihadapi dalam Proses Pembelajaran Seni Bela Diri Tradisional Dayak pada UKM Bela Diri IAHN-TP Palangka Raya. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori Behavioristik, teori Kognitif, teori Kinesiologi dan teori Kendala. Metode pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Teknik penentuan informan Purposive Sumpling. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1). Proses pembelajaran atau pelatihan seni bela diri tradisional dayak diawali dengan kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup, langkah atau jurus yang diajarkan yaitu Fungsi pola langkah dasar 1 (satu) pola langkah dasar 4 (empat) dan pola langkah dasar 6 (enam) Berantai. Fungsi dan tujuan pola langkah 6 (enam) Berantai. 2). Kendala dalam mempelajari Seni Bela Diri tradisional Dayak yaitu kendala dalam proses latihan, lambatnya daya tanggkap anggota terhadap gerakan, dan tingkat kesulitan gerakan. Kata Kunci: Proses Pembelajaran Seni Bela Diri, UKM Bela Diri, IAHN-TP Palangka Raya
ICA
2025 · Thesis · Open Access
Ica, 2025 : Proses Penyelesaian Sengketa Tanah Secara Mediasi Oleh Damang Kepala Adat di Desa Benangin I Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara. Skripsi Strata Satu Program Studi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Armadiansyah, S.Ag., SH., MH Pembimbing II : Emilson Atharwan, MH Penelitian ini mengkaji tentang proses penyelesaian sengketa tanah secara mediasi oleh Damang Kepala Adat yang memiliki peran penting dalam masyarakat Dayak di Desa Benangin I Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara. Dalam hal sengketa tanah biasanya masyarakat tidak membawa kasusnya ke pengadilan umum tetapi cukup diselesaikan secara mediasi oleh Damang Kepala Adat . Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, dapat dirumuskan pokok permasalahan yang akan di bahas yaitu : (1) Apa saja jenis-jenis sengketa tanah yang diselesaikan oleh Damang Kepala Adat di Desa Benangin I Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara, (2) Bagaimana peranan Damang Kepala Adat dalam mediasi sengketa tanah di Desa Benangin I Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara, dan (3) Bagaiamana hasil mediasi yang dicapai oleh Damang Kepala Adat dalam menyelesaikan sengketa tanah di Desa Benangin I Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mengunakan hukum empiris sedangkan teknik penelitian mengunakan observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis dengan langkah langkah seperti reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan untuk menganalisis perumusan dalam penelitian ini adalah : (1) teori kewenangan, (2) teori mediasi, dan (3) teori keputusan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : (1) jenis jenis sengketa tanah yang diselesaikan oleh Damang Kepala Adat adalah sengekta batas tanah, sengekta tanah warisan, sengekta ganti rugi tanah individu dengan perusahaan, dan sengketa jual beli tanah. (2) Peranan Damang Kepala Adat dalam mediasi sengketa tanah adalah sebagai mediator, fasilitator dan penengah yang membatu guna mencari jalan penyelesaian kasus sengketa tanah tersebut. (3) Hasil mediasi yang dicapai oleh Damang Kepala Adat dalam penyelesaian sengketa tanah dapat diterima oleh para pihak yang bersengketa, karena hasil yang diberikan atau diperoleh dapat memenuhi rasa keadilan bagi para pihak yang terlibat dalam sengketa. Dari beberapa kasus sengketa tanah yang masuk kepada lembaga adat Kedamangan semua kasus dapat diselesaikan dengan baik dan tuntas. Hal ini menunjukan hasil mediasi oleh Damang Kepala Adat sangat Efektif , karena tidak satu pun kasus sengketa yang dibawa keluar atau diselesaikan ditingkat pengadilan umum (litigasi).
MARLIANI
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Marliani. 2025. Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SD Negeri Tumbang Karamu 1 Kabupaten Murung Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd, M.Si Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Pd.H. Kreativitas guru sangat diperlukan dalam suatu proses pembelajaran guna meningkatkan motivasi peserta didik. Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan terkait kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data (datacondensation), penyajian data (datadisplay) dan penarikan kesimpulan (conclusionsdrawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki kreativitas yang baik dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik (1) Kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik yaitu dengan (a) Menggunakan Metode Tanya jawab, ceramah, dan diskusi kelompok. (b) Media pembelajaran yang digunakan untuk menunjang pembelajaran. (c) Guru membuat perencanaan sebelum proses pembelajaran dan melakukan evaluasi. (d) Beberapa metode dan strategi pembelajaran yang digunakan. Beberapa metode dan strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru adalah untuk meningkatkan motivasi dan menarik minat belajar pada peserta didik. (2) Kendala guru dalam meningkatkan kreativitas untuk memotivasi belajar peserta didik yaitu: (a) Karakter dan perilaku peserta didik yang berbeda-beda. (b) Peserta didik yang tidak bisa membaca dan berhitung akan kesulitan mengikuti kegiatan pembelajaran. (c) Sarana dan prasarana yang terbatas. Beberapa kendala tersebut dapat menghalangi dan menghambat jalannya suatu proses pembelajaran
NOPITA MITRIANA
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAK NOPITA MITRIANA, 2025 Peran MantirAdat Dalam Menetapkan Hak Waris Anak Berdasarkan Harta Gono Gini Pada Kasus Perceraian (Studi Kasus di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas). Skripsi Strata Satu, Program Studi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, I Komang Darman, SH.,MH Pembimjbing II, Edelweisia Cristiana, MH Penelitian ini mengkaji peran Mantir Adat dalam penetapan hak waris anak berdasarkan harta gono-gini pasca perceraian di Desa Jangkit, Kecamatan Rungan Hulu, Kabupaten Gunung Mas Hukum adat Dayak, yang diakui dalam sistem hukum nasional, memiliki peran penting dalammenyelesaikan konflik sosial, termasuk perceraian dan pembagian harta. Perceraian dalam konteks adat tidak hanya melibatkan individu, tetapi juga keluarga besar dan nilai-nilai sosial masyarakat. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) Peran MantirAdat Dalam Menetapkan Hak Waris Anak Berdasarkan Harta Gono Gini Pada Kasus Perceraian Studi kasus desa jangkit kecamatan rungan hulu kabupaten gunung mas, (2) Mekanisme Penetakan Hak Waris Anak Nerdasarkan Harta Gono Gini Pada Kasus Perceraian Studi Kasus Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis dan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan Mantir Adat dan masyarakat, serta studi dokumentasi dan literatur. Lokasi penelitian difokuskan di DesaJangkit yang masih kuat mempertahankan hukum adat Dayak Ngaju. Pemilihan informan dilakukan secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mantir Adat berperan sebagai mediator dan pengambil keputusan dalam pembagian harta gono-gini, dengan fokus pada perlindungan hak anak. Proses penyelesaian dilakukan melalui tahapan adat berupa pelaporan, pemanggilan, musyawarah, hingga pengambilan keputusan adat yang mengikat. Keputusan didasarkan pada kesepakatan pasangan, kondisi anak, dan norma adat yang berlaku. Studi ini menegaskan pentingnya kelembagaan adat dalam menjaga keadilan dan harmoni sosial, serta mendorong penguatan legitimasi formal atas keputusan adat agar setara dengan putusan pengadilan.
TEMA
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAK TEMA. 2025. Upacara Ipaket sebagai Media Pembelajaran Spiritual dan Pendidikan Agama dalam Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kebupaten Barito Timur (Perspektif Pendidikan Hindu). Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing Drs. Derson, S.Ag., M.Ag, Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.M.,Si Skripsi ini mengkaji ritual Ipaket umat Hindu Kaharingan di Desa Bentot Kecamatan Patangkep Tutui Kabupaten Barito Timur. Fenomena yang terjadi dalam ritual Ipaket selama ini adalah kurangnya pemahaman umat terhadap proses, makna, serta nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam ritual Ipaket, sehingga ritual tersebut dilaksanakan sebagai ceremonial tanpa mengetahui bagaimana proses, makna dan nilai-nilai pendidikan yang ada dalam ritual Ipaket. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1.Bagaimana Peranan Upacara Ipaket Sebagai media pembelajaran Seperitual Pada Masyarakat Hindu di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kebupaten Barito Timur? 2.Apa saja media pembelajaran Spritual yang terkandung di Upacara Ipaket dan Pendidikan Agama Hindu,Dalam Upacara Ipaket. Pada masyarakat Hindu di Desa Hayaping Kecamatan Awang, Kebupaten Barito Timur? Tujuan umum dari penelitian ini untuk menemukan pengetahuan yang terperinci dalam ritual Ipaket yang dilaksanakan di Desa Bentot. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori Fungsional dan struktural, teori religi, teori simbol, dan teori pendidikan. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen, dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, penafsiran data, dan penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori fungsional dan struktural maka diperoleh bahwa ritual Ipaket dalam pelaksanaannya sistem yang terstruktur dan mempunyai fungsi setiap sarana prasarana yang dibuat. Makna yang terkandung dalam ritual Ipaket dikaji dengan teori religi dan teori simbol maka diperoleh makna religius, makna penyucian, dan makna sosial. Sedangkan nilai-nilai pendidikan yang terdapat pada ritual Ipaket di analisis dengan teori pendidikan diperoleh nilai tattwa (kebenaran mutlak), nilai susila (etika), dan nilai upakara (upacara). Proses, makna dan nilai-nilai pendidikan yang terdapat ritual Ipaket saling berkaitan erat dalam menjaga keseimbangan alam dengan kehidupan manusia agar meningkatkan kesejahteraan, kedamaian, kebahagiaan, serta meningkatkan sradha bhakti guna terciptanya kehidupan yang harmonis antara manusia dengan sang pencipta, dengan sesama manusia, maupun manusia dengan alam. Kata kunci: Upacara Ipaket Sebagai Media Pembelajaran Spiritual Pendidikan Agama Hindu
SHETTY DAYANTI
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Shetty Dayanti. 2025. Serlis Rusandi, M.Pd., Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd., M.Pd.H. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pengaruh Media Papan Tempel Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VB Pada Mata Pelajaran Matematika Di SDN 1 Kereng Bangkirai Penelitian ini membahas tentang pengaruh media papan tempel terhadap hasil belajar siswa kelas VB pada mata pelajaran matematika di SDN 1 Kereng Bangkirai. Berdasarkan fakta dilapangan, matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang kurang diminati siswa kerena dianggap sulit sehingga berdampak pada hasil belajar mereka. Permasalahan ini menjadi tantangan guru dalam mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan salah satunya dengan cara memanfaatkan media dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh media papan tempel terhadap hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Penelitian ini melibatkan satu kelas dengan jumlah siswa sebanyak 26 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest hasil belajar siswa. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa media papan tempel berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VB SDN 1 Kereng Bangkirai. Hasil uji normalitas dengan menggunakan Shapiro Wilk (responden 50) menunjukkan data selisih pretest dan posttest dengan perolehan nilai p value = 0,004 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa data berdistribusi tidak normal, sehingga peniliti melanjutkan analisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank. Dari hasil uji Wilcoxon Signed-Rank diperoleh nilai Z = -4,532 dan signifikasi (p) = 0,000. Karena nilai signifikan (p) = 0,000 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima maka ada perubahan nilai pretest dan posttest yang signifikan. Artinya. terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media papan tempel terhadap hasil belajar siswa.
RILLA TELU RINA.R
2025 · Thesis · Open Access
Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas VB di SDN 1 Langkai menjadi masalah yang memerlukan perhatian, terutama karena metode pembelajaran yang digunakan masih bersifat konvensional dan kurang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Project Based Learning (PjBL) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VB. Data dikumpulkan melalui angket dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, regresi linear sederhana, dan koefisien determinasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 62,708 + 0,385X dengan nilai signifikansi 0,048 (< 0,05) dan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,369. Artinya, sebesar 36,9% variasi hasil belajar dipengaruhi oleh penerapan model PjBL. Dengan demikian, model ini terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS.
WINTA
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Winta. 2025. Strategi Guru Dalam Proses Pembelajaran Seni Rupa Pada Siswa Kelas IV C Di SDN-1 Sabaru. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si, Pembimbing II Wentin, S.Ag., M.Ag. Dalam dunia Pendidikan. Strategi dapat diartikan sebagai sesuatu perencanaan yang berisi serangkaian kegiatan yang dirancang harus untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran seni rupa pada siswa kelas IV C di SDN 1 Sabaru. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya Strategi guru dalam merancang dan menerapkan strategi pembelajaran yang kreatif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar agar proses belajar seni rupa dapat berlangsung secara efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai strategi pembelajaran, seperti metode demonstrasi, pendekatan tematik, penggunaan media visual, dan pemberian tugas praktik yang mendorong kreativitas siswa. Strategi ini terbukti mampu meningkatkan minat belajar, partisipasi aktif, serta kemampuan siswa dalam mengapresiasi dan menghasilkan karya seni rupa. Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan sarana dan waktu, guru mampu menyesuaikan strategi pembelajaran secara fleksibel sesuai kondisi kelas. Hasil penelitian dapat disimpulkan, strategi guru yang variatif dan inovatif memainkan peran penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran seni rupa di tingkat sekolah dasar. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya pelatihan bagi guru dalam pengembangkan strategi pembelajaran seni serta penyediaan fasilitas yang memadai untuk menunjang kegiatan praktik seni rupa di sekolah.
SISKA PEBRIANA ANTIKA
2025 · Thesis · Open Access
Siska Pebriana Antika, 2025. Kreativitas Guru Agama Hindu Dalam Memotivasi Belajar Siswa Agama Hindu di SD Negeri 2 Kaburan Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas. Pembimbing I Dr. Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A Pembimbing II Drs. I Ketut Soter, M.Pd.H Kreativitas guru agama Hindu sangat penting dalam proses pembelajaran karena berperan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana kreativitas guru agama Hindu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di SD Negeri 2 Kaburan, Kecamatan Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conclusions drawing). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa 1). Kreativitas Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Agama Hindu yaitu menggunakan beberapa metode pembelajaran yaitu menggunakan (a). Metode Ceramah, (b) metode diskusi dan (c) metode tanya jawab (d) Pemberian motivasi melalui cerita-cerita yang menggugah semangat belajar dan diselingi dengan ice breaking, absensi acak, serta permainan kuis. Dan media pembelajaran yang digunakan yaitu, papan tulis, LKS dan buku paket. 2) Kendala Guru Agama Hindu Dalam Berkreativitas Untuk Memotivasi Belajar Siswa Agama Hindu yaitu: (a) Karakter siswa agama Hindu yang beragam, membuat guru kesulitan mengetahui apakah siswa agama Hindu itu memahami atau tidak dengan materi pembelajaran yang di sampaikan, hal ini dapat menghambat guru dalam mengembangkan kreativitas mengajar untuk memotivasi siswa. (b) siswa agama Hindu yang susah diatur dan siswa agama Hindu yang tidak bisa membaca, menulis materi pembelajaran yang diajarkan kendala yang dihadapi guru dalam mengembangkan kreativitas mengajar untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. (c) Dalam proses pembelajaran kendala dihadapi guru agama Hindu terdapat pada sarana dan prasarana yang terbatas, hal tersebut dapat menghambat guru dalam mengembangkan kreativitas mengajar di kelas.3) Upaya Guru Agama Hindu Dalam Menghadapi Kendala Untuk Berkreativitas Dalam Memotivasi Belajar Siswa Agama Hindu yaitu :(a) Mengenbangkan metode pembelajaran yang pariatif, (b) Pendekatan pariatif berbasis visual (c) Pendekatan yang inovatif. Kata Kunci : Kreativitas, Guru, Motivasi
WIRANDA
2025 · Thesis · Open Access
Wiranda, 2025. Nilai Pendidikan Agama Hindu Pada Pambak Dalam Upacara Tiwah Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Bapak Dr. Derson, S. Ag., M.Si Pembimbing II Ibu Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Kalimantan merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia yang dikenal memiliki beragam budaya dan tradisi. Tradisi yang dimiliki salah satunya ada pada umat Hindu Kaharingan yaitu Pambak Pambak merupakan tempat untuk menyimpan peti mayat atau tulang umat Hindu Kaharingan yang sudah melalui proses Tiwah yang dipercai dapat mengantarkan roh leluhur menuju Lewu Tatau, dalam proses pembuatan Pambak harus melalui upacara-upacara atau ritual-ritual terlebih dahulu, pada ukiran-ukiran pambak juga memiliki nilai pendidikan agama Hindu. Rumusan masalah yang diangkat yaitu 1). Bagaimana Proses Pembuatan Pambak dalam Upacara Tiwah Umat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan? 2). Apa Saja Nilai Pendidikan Agama Hindu yang ada pada Pambak dalam Upacara Tiwah Umat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan? Adapun tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembatan Pambak dan nilai pendidikan agama Hindu pada Pambak dalam upacara Tiwah umat hindu Kaharingan di desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan. Teori menggunakan dua teori yaitu penciptaan karya seni rupadan teori nilai. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik penentuan informan yang digunakan yaitu teknik purposive sampling, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian, data dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 1). Proses dalam pembuatan Pambak harus melalui upacara-upacara atau ritual-ritual terlebih dahulu, karena pambak merupakan tempat untuk menyimpang peti mayat atau tulang umat hindu kaharingan yang sudah melalui proses upacara Tiwah 2).Terdapat Nilai Pendidikan agama hindu pada pambak dalam upacara tiwah yaitu nilai Tattwa, Susila Dan Upacara,termasuk pada ukiran pambak juga memiliki makna-makna tertentu.
MEI LANISA
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Mei Lanisa,2025. Dr. Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,MA., Putu Wisnu Saputra, M.Pd.Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Implementasi Kurikulum Merdeka Di SDN 2 Bukit Tunggal. Kurikulum merdeka adalah ideologi pendidikan yang menerapkan gagasan bahwa sistem pendidikan perlu menjadi lebih fleksibel dan responsif terhadap tuntunan masyarakat serta kebutuhan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum merdeka memberikan kebebasan kepada sekolah dengan tetap mengacu pada standar pendidikan nasional untuk menjamin pencapaian pada tujuan pendidikan nasional. Dalam perspektif ini, kurikulum dianggap sebagai suatu sistem yang harus dapat menyesaikan diri dengan dinamika perubahan zaman dan kebutuhan sosial yang berkembang. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan kurikulum merdeka pada jenjang sekolah dasar yaitu SDN 2 Bukit Tunggal, serta menganalisis kendala apasaja yang ditemukan pada pelaksanaannya dan bagaimana upaya guru dalam menghadapi kendala tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif, penelitian ini akan memberikan gambaran tentang situasi dan kejadian faktual yang sistematis mengenai faktor serta fenomena yang dimiliki untuk mengetahui dasar-dasarnya. Hasil dari penelitian ini secara keseluruhan pelaksanaan kurikulum merdeka di SDN 2 Bukit Tunggal tidak hanya berlangsung begitu saja tanpa adanya persiapan, hal ini menunjukkan bahwa SDN 2 Bukit Tunggal telah bergerak kearah yang positif dalam mendukung kebijakan baru dalam bidang pendidikan yang dirancang pemerintah melalui kurikulum merdeka. Meskipun pada tahap awal banyak ditemukan kendala baik dalam pemahaman mengenai konsep maupun komponen dalam kurikulum merdeka serta sulitnya beradaptasi dengan perangkat ajar baru namun hal tersebut tidak serta merta menghentikan semangat sekolah untuk terus maju serta berbenah dan belajar. Dengan adanya pelatihan yang relavan serta pendampingan yang berkelanjutan dan komunikasi yang terbuka dari berbagai pihak terkait, implementasi kurikulum merdeka yang bertahap mulai menunjukkan dampak positif baik dalam hal kesiapan guru maupun dalam peningkatan kualitas pembelajaran yang lebih konstekstual dan bermakna.
OKTAVIA
2025 · Thesis · Open Access
Oktavia.2025. Penerapan Problem Based Learning Dalam Mata Pelajaran PPKn Kelas V D SDN Percobaan Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., MA. Pembimbing II Putu Cory Candra Yhani, S.Pd,. M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Problem Based Learning dalam mata pelajaran PPKn pada peserta didik kelas V D di SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Utuk mengetahui bagaimana bentuk pelaksanaan model Problem Based Learning pada pembelajaran PPKn kelas V D SDN Percobaan Palangka Raya, (2) Untuk mengetahui bagaimana kendala-kendala yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan model Problem Based Learning pada pembelajaran PPKn kelas V D SDN Percobaan Palangka Raya, (3) Untuk mengetahui bagaimana upaya guru dalam mengatasi kendala-kendala dalam penerapan model Problem Based Learning pada pembelajaran PPKn kelas V D SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan lokasi penelitian dilakukan di SDN Percobaan Palangka Raya pada bulan April hingga Mei 2025. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan wakil bagian kurikulum, wali kelas VD, dan 5 oran peserta didik, serta studi dokumen. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning di kelas V D SDN Percobaan Palangka Raya telah dilakukan sesuai tahapan, di mana guru memfasilitasi peserta didik dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah autentik melalui diskusi kelompok dan eksplorasi berbagai sumber belajar. Namun, kendala utama yang dihadapi adalah perbedaan kemampuan peserta didik yang beragam dan keterbatasan alokasi waktu pembelajaran. Upaya guru dalam mengatasi kendala ini meliputi diferensiasi pembelajaran, seperti pengelompokan peserta didik berdasarkan kemampuan dan pemberian pertanyaan/evaluasi yang disesuaikan, serta pengelolaan waktu yang efektif dengan menetapkan batas waktu jelas untuk setiap sesi diskusi.