2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Konsep Metodologi Penelitian, Fungsi dan ciri Metodologi Penelitian, Tahan-tahap Penelitian, Peran Metode Dalam Penelitian, Perkembangan Metodologi Penelitian, Hakikat Metodologi Penelitian Pendidikan, Teknik Perumusan Masalah, Teknik Menyusun Kajian Teori, Perumusan Hipotesa, Variabel Penelitian, Teknik Sampling untuk penelitian, Instrumen Penelitian, Penelitian Tindakan Kelas, Metode Pengolahan dan Analisis Data
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pokok-pokok bahasan dalam buku ini mencakup: Paradigma Penelitian Kuantitatif ; Perbedaan antara Penelitian Kuantitatif dengan Penelitian Kualitatif; Latar Belakang, Perumusan Masalah, Tujuan dan Signifikansi Penelitian; Teori dan Kajian Pustaka; Variabel dan Hipotesis Penelitian Kuantitatif; Menyusun Kuesioner; Penentuan Populasi Sampel dan Data Penelitian Kuantitatif; Dasar-Dasar Statistik dalam Penelitian Kuantitatif; Uji Statistik pada Analisis Deskriptif, Asosiatif dan Komparatif; Uji Anova; Penyajian Data, Analisis Data, dan Interpretasi Data Kuantitatif; Menyusun Proposal Penelitian; dan Menyusun Laporan Penelitian.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Upaya manusia mengenal Tuhan merupakan kajian yang menarik,karena manusia pada dasarnya manusia merupakan makhluk yangmeskipun berkehidupan dinamis dan pantastik dibanding makhlukhidup lainnya yang statis tetapi juga memiliki keterbatasan dalamsemua lini kehidupan. Mengenal Tuhan merupakan hal yangbersifat imani, maka sebagai aspek keimanan mendapat perhatiandan pengkajian yang begitu intensif, sehingga mudah didapat ditengah masyarakat. Aspek yang akan dikaji dalam tulisan ini adalahaspek kejiwaan dan nilai. Aspek ini belum mendapat perhatianseperti perhatian terhadap aspek lainnya. Kecintaan kepada Allah,ikhlas beramal hanya karena Allah, serta mengabdikan diri dantawakal sepenuhnya kepada-Nya, merupakan nilai keutamaan yangperlu diperhatikan dan harus diutamakan dalam menyempurnakancabang-cabang keimanan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini mengkaji kajian nilai-nilai pendidikan pantugur dalam ritual wara Hindu Kaharingan di Kabupaten Barito Selatan. Keberadaan patugur menjadi sarana pokok dalam ritual wara yang memiliki nilai pendidikan Hindu yang perlu untuk dikaji. Fenomena yang terjadi kurangnya pemahaman dalam diri beberapa orang terhadap nilai-nilai dan makna sakral yang terkandung pada pantugur dalam ritual wara Hindu Kaharingan sehingga patugur yang digunakan pada hari puncak pelaksanaan wara tersebut dipandang tidak memiliki nilai pendidikan. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah proses pembuatan pantugur dalam ritual wara Hindu Kaharingan di Kabupaten Barito Selatan ?, 2) Apakah nilai-nilai pendidikan Hindu yang terkandung dalam pantugur ritual wara Hindu Kaharingan di Kabupaten Barito Selatan ?, 3) Bagaimanakah implikasi nilai-nilai pendidikan Hindu dalam pantugur ritual wara bagi Hindu Kaharingan di Kabupaten Barito Selatan ?. Penelitian dikaji dengan teori fungsional struktural, teori nilai, teori pendidikan Hindu, dan teori behavioristik. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa komponen yang dapat dikaji dan penyajian hasil meliputi pantugur merupakan perwujudan jasmaniah dari leluhur yang diritualkan dan wajib dihargai keberadaannya sebagai bentuk penghormatan, rasa cinta kasih, dan tanggung jawab seseorang ataupun keluarga yang melaksanakan. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa proses pembuatan pantugur yang dikaji menggunakan teori fungsional struktural menghasilkan kesimpulan yang meliputi : (1) Tahap Persiapan, (2) Tahapan Pokok Pelaksanaan, dan (3) Tahap Akhir. Beberapa nilai pendidikan yang terkandung pada pantugur dalam ritual wara yang dikaji menggunakan teori nilai dan didukung dengan teori pendidikan Hindu menghasilkan kesimpulan yaitu : (1) Nilai Pendidikan Tattwa, (2) Nilai Adat Tradisi Hindu Kaharingan, (3) Nilai Pendidikan etika (susila), (4) Nilai Pendidikan Material, (5) Nilai Pendidikan Tanggung Jawab, dan (6) Nilai Pendidikan Estetika. Implikasi nilai pendidikan pada pantugur ritual wara yang dikaji menggunakan teori behavioristik menghasilkan kesimpulan yaitu : (1) Mempererat Persatuan dan Kesatuan Umat Hindu Kaharingan, (2) Semangat Kebersamaan dan Gotong Royong, (3) Toleransi terhadap Keberagaman, (4) Terjaganya Keseimbangan Dan Keharmonisan Alam Semesta, (5) Taat Terhadap Pelaksanaan Upacara atau Ritual Sebagai Bentuk Ketaqwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, (6) Tercipta Hubungan Harmonis Dengan Sesama yang diwujudkan dalam Perilaku Belum Bahadat, (7) Menginterpretasikan Tindakan Terhadap Simbol Sakral, dan (8) Tumbuhnya Kesadaran Beretika
Kata Kunci: kajian nilai pendidikan, pantugur, ritual wara
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini merupakan karya kolaboratif antar dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Buku ini sebagai referensi di perguruan tinggi pada matakuliah hukum adat.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji kajian nilai-nilai pendidikan pantugur dalam ritual wara Hindu Kaharingan di Kabupaten Barito Selatan. Keberadaan patugur menjadi sarana pokok dalam ritual wara yang memiliki nilai pendidikan Hindu yang perlu untuk dikaji. Fenomena yang terjadi kurangnya pemahaman dalam diri beberapa orang terhadap nilai-nilai dan makna sakral yang terkandung pada pantugur dalam ritual wara Hindu Kaharingan sehingga patugur yang digunakan pada hari puncak pelaksanaan wara tersebut dipandang tidak memiliki nilai pendidikan. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah proses pembuatan pantugur dalam ritual wara Hindu Kaharingan di Kabupaten Barito Selatan ?, 2) Apakah nilai-nilai pendidikan Hindu yang terkandung dalam pantugur ritual wara Hindu Kaharingan di Kabupaten Barito Selatan ?, 3) Bagaimanakah implikasi nilai-nilai pendidikan Hindu dalam pantugur ritual wara bagi Hindu Kaharingan di Kabupaten Barito Selatan ?. Penelitian dikaji dengan teori fungsional struktural, teori nilai, teori pendidikan Hindu, dan teori behavioristik. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, beberapa komponen yang dapat dikaji dan penyajian hasil meliputi pantugur merupakan perwujudan jasmaniah dari leluhur yang diritualkan dan wajib dihargai keberadaannya sebagai bentuk penghormatan, rasa cinta kasih, dan tanggung jawab seseorang ataupun keluarga yang melaksanakan. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa proses pembuatan pantugur yang dikaji menggunakan teori fungsional struktural menghasilkan kesimpulan yang meliputi : (1) Tahap Persiapan, (2) Tahapan Pokok Pelaksanaan, dan (3) Tahap Akhir. Beberapa nilai pendidikan yang terkandung pada pantugur dalam ritual wara yang dikaji menggunakan teori nilai dan didukung dengan teori pendidikan Hindu menghasilkan kesimpulan yaitu : (1) Nilai Pendidikan Tattwa, (2) Nilai Adat Tradisi Hindu Kaharingan, (3) Nilai Pendidikan etika (susila), (4) Nilai Pendidikan Material, (5) Nilai Pendidikan Tanggung Jawab, dan (6) Nilai Pendidikan Estetika. Implikasi nilai pendidikan pada pantugur ritual wara yang dikaji menggunakan teori behavioristik menghasilkan kesimpulan yaitu : (1) Mempererat Persatuan dan Kesatuan Umat Hindu Kaharingan, (2) Semangat Kebersamaan dan Gotong Royong, (3) Toleransi terhadap Keberagaman, (4) Terjaganya Keseimbangan Dan Keharmonisan Alam Semesta, (5) Taat Terhadap Pelaksanaan Upacara atau Ritual Sebagai Bentuk Ketaqwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, (6) Tercipta Hubungan Harmonis Dengan Sesama yang diwujudkan dalam Perilaku Belum Bahadat, (7) Menginterpretasikan Tindakan Terhadap Simbol Sakral, dan (8) Tumbuhnya Kesadaran Beretika Kata Kunci: kajian nilai pendidikan, pantugur, ritual wara
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini memuat tentang sejarah dan budaya dari kuliner Palembang yang melegenda dan telah dikenal oleh seluruh masyarakat luar ataupun dalam negeri. Kuliner Palembang memiliki perpaduan budaya Arab, Tiongkok, Belanda, Jepang, dan Asia Tenggara yang disebut sebagai ilmu gastronomi sehingga memiliki sejarah yang panjang dari masa Sriwijaya sampai zaman kolonialisme yang berkuasa di daerah Palembang.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
I GUSTI AYU WISMANTARI. 2021. Implementasi Ajaran Siwaratri Kalpa
Dalam Pelaksanaan Hari Raya Siwaratri Pada Masyarakat Hindu Di Desa
Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah
(Persfektif Pendidikan)
Pembimbing I : Mujiyono S.Ag.,M.Ag
Pembimbing II: Komang Suarta, S.Ag.,M.Si
Sebagaimana diketahui bahwa ajaran agama Hindu meliputi Tattwa, Etika
dan Upacara. Begitu juga pada aktifitas persembahyangan upacara Siwaratri.
Permasalahan penelitian ini yakni: 1. Bagaimana Implementasi Ajaran Siwaratri
Kalpa dalam Pelaksanaan hari raya Siwaratri di Desa Labuhan? 2. Apakah Fungsi
Ajaran Siwaratri Kalpa dalam Pelaksanaan Hari Raya Siwaratri? 3. Apakah nilainilai pendidikan yang terkandung di dalam pelaksanaan hari raya Swaratri?.
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Implementasi ajaran Siwaratri Kalpa
dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri di Desa Labuhan, untuk mengetahui fungsi
ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri, untuk mengetahui
nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Kualitati. Dan ini
sampelnya adalah sampel mutlak, yakni seluruh populasi dalam penelitian ini.
Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan beberapa metode, seperti
metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Sedangkan teknik
analisa data yang digunakan meliputi empat langkah yaitu pengumpulan data,
reduksi data, penyajian data, dan vertivikasi atau menarik kesimpulan. Waktu
penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 16 april – 17 mei
2021. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu di Desa Labuhan Kecamatan
Batang Alai Selatan.
Hasil penelitian yaitu: 1. Implementasi ajaran Siwaratri Kalpa dalam
pelaksanaan hari raa Siwaratri yaitu: Menurut ajaran Siwaratri Kalpa bahwa
elaksanaan hari raya Siwaratri merupakan pemujaan kehadapan Sang Hyang
Siwa. 2. Fungsi ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri
yakni: Upacara Siwaratri bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada
manusia untuk menyadari bahwa di dalam dirinya selalu ada pertarungan antara
Suru Sampad dan Asuri Sampad. 3. Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam
pelaksanaan hari raya Siwaratri di Desa Labuhan yakni: a. Nilai Relegiu. b. Nilai
Spiritual. c. Nilai Etika. d. Nilai Estetika. e. Nilai Moralitas, f. Nilai keagamaan
Diharapkan kepada umat Hindu agar selalu mengikuti persembahyangan
Siwaratri dan mmengikuti brata Siwaratri dan lebih mengikatkan Sradha dan
Bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini berisi tentang: (1) Mensintesa Pengertian, Pendekatan dan Paradigma Penelitian Kuantitatif, Landasan Penelitian Kualitatif dan Landasan Guru Melakukan Penelitian Tindakan Kelas; (2) Prosedur Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Penelitian Tindakan Kelas; (3) Jenis Data, Variabel Penelitian, Definisi Istilah, Definisi Operasional dan Indikator; (4) Konsep Landasan Teori, Hipotesis, Macam-Macam Hipotesis, Pengujian Hipotesis, Asumsi, dan Macam-Macam Penelitian; (5) Konsep Rancangan Penelitian Eksperimen dan Non Eksperimen, Populasi, Teknik Sampling dan Pembagian Kelompok; (6) Instrumen Tes, Non Tes, Jenis Data, dan Teknik Pengumpulan Data; (7) Ciri-Ciri, Prosedur, Rancangan Penelitian Kualitatif dan Study Kasus; (8) Teknik Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan Tindakan Kelas; (9) Karakteristik, Keterbatasan, Manfaat, Persyaratan, dan Langkah-Langkah Tindakan Perbaikan Sebelum dan Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas; (10) Rencana Perbaikan, Identifikasi dan Analisis Masalah, Perumusan Masalah dan Hipotesis, Tahap Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran, dan Kancah Penelitian Tindakan Kelas; (11) Model Penelitian Tindakan Kelas; (12) Analisis dan Penafsiran Data Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Penelitian Tindakan Kelas; dan (13) Siklus Penelitian Tindakan Kelas. Materi tersebut kami sertai contoh implementasinya dalam penerapan penelitian di bidang pendidikan jasmani dan olahraga. Dengan demikian bagi mahasiswa ataupun peneliti di bidang pendidikan jasmani lebih paham dan mengerti, namun pembaca di bidang lain juga dapat memanfaatkan buku ini sebagai sumber belajar atau referensi dalam belajar dan meneliti.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
I GUSTI AYU WISMANTARI. 2021. Implementasi Ajaran Siwaratri Kalpa Dalam Pelaksanaan Hari Raya Siwaratri Pada Masyarakat Hindu Di Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Persfektif Pendidikan) Pembimbing I : Mujiyono S.Ag.,M.Ag Pembimbing II: Komang Suarta, S.Ag.,M.Si Sebagaimana diketahui bahwa ajaran agama Hindu meliputi Tattwa, Etika dan Upacara. Begitu juga pada aktifitas persembahyangan upacara Siwaratri. Permasalahan penelitian ini yakni: 1. Bagaimana Implementasi Ajaran Siwaratri Kalpa dalam Pelaksanaan hari raya Siwaratri di Desa Labuhan? 2. Apakah Fungsi Ajaran Siwaratri Kalpa dalam Pelaksanaan Hari Raya Siwaratri? 3. Apakah nilainilai pendidikan yang terkandung di dalam pelaksanaan hari raya Swaratri?. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Implementasi ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri di Desa Labuhan, untuk mengetahui fungsi ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri, untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Kualitati. Dan ini sampelnya adalah sampel mutlak, yakni seluruh populasi dalam penelitian ini. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan beberapa metode, seperti metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan meliputi empat langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan vertivikasi atau menarik kesimpulan. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 16 april – 17 mei 2021. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu di Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan. Hasil penelitian yaitu: 1. Implementasi ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raa Siwaratri yaitu: Menurut ajaran Siwaratri Kalpa bahwa elaksanaan hari raya Siwaratri merupakan pemujaan kehadapan Sang Hyang Siwa. 2. Fungsi ajaran Siwaratri Kalpa dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri yakni: Upacara Siwaratri bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada manusia untuk menyadari bahwa di dalam dirinya selalu ada pertarungan antara Suru Sampad dan Asuri Sampad. 3. Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam pelaksanaan hari raya Siwaratri di Desa Labuhan yakni: a. Nilai Relegiu. b. Nilai Spiritual. c. Nilai Etika. d. Nilai Estetika. e. Nilai Moralitas, f. Nilai keagamaan Diharapkan kepada umat Hindu agar selalu mengikuti persembahyangan Siwaratri dan mmengikuti brata Siwaratri dan lebih mengikatkan Sradha dan Bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mesi Karunia Lestari, 2020. Pengaruh Penggunaan LCD Proyektor Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag Pendidikan merupakan bagian yang sangat penting dalam membangun Negara. Peran dari pendidikan adalah menciptakan sumber daya manusia yang modern dan bermoral. Dalam dunia pendidikan tidak bisa jauh dari penggunaan media dalam kegiatan belajar mengajar guna membuat variasi pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk giat dalam belajar agar prestasinya meningkat atau lebih baik dari sebelumnya. Rumusan masalah, yaitu: Apakah ada pengaruh penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas?; dan apakah kendala dari penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas?. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dan kendala penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas. Metode menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah 1 (satu) orang guru dan 33 siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas, Teknik Sampling Jenuh (Total Sampling) dan sampel penelitian semua siswa kelas X Multimedia. Teknik pengumpulan data: observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data, yaitu: Uji t dengan taraf signifikan 5%. Hipotesis penelitian ini, yakni: Ha= Ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai; Ho= Tidak ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai. Kesimpulan: Kendala terjadinya mati listrik, Adapun pengaruh yang positif atau signifikan antara pengaruh penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas. Koefisien Korelasi (r) = 0,99 ini menunjukkan bahwa penggunaan LCD Proyektor mempunyai hubungan yang positif terhadap prestasi siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai. Determinan (r2) = 98,01 % adalah menunjukkan bahwa besarnya sumbangan dari penggunaan LCD Proyektor (variabel x) terhadap naik turunnya prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas (variabel y) adalah 98,01 % dan selain dari itu sebesar 1,99 % di pengaruhi oleh faktor yang lain dan tidak dibahas disini. Hasil uji t di peroleh thitung= 39,171, sedangkan ttabel= 1,696, karena thitung>ttabel, artinya Ha (diterima) dan H0 (ditolak). Demikian, pencapaian penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas terdapat pengaruh yang positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK AYUNI LESTARI. 2020. Eksistensi Patugur Dalam Upcara Wara Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan (Perspektif Pendidikan Hindu). Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag, Pembimbing II Ni Wayan Ramini Santika, M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji eksistensi Patugur dalam upacara Wara pada umat Hindu Kaharingan di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Keberadaan Patugur menjadi sarana pokok dalam upacara Wara yang memiliki nilai sakral dan makna religius. Fenomena yang terjadi kurangnya pemahaman umat lain terhadap eksistensi, fungsi, makna, dan nilai Patugur dalam kepercayaan umat Hindu Kaharingan sehingga bentuk yang beragam dari Patugur tersebut dijadikan bahan gurauan atau penghinaan. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah eksistensi Patugur dalam upacara Wara pada umat Hindu Kaharingan di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan ?, 2) Apakah fungsi dan makna Patugur dalam upacara Wara pada umat Hindu Kaharingan di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan ?, 3) Apakah nilai pendidikan eksistensi Patugur dalam upacara Wara bagi umat Hindu Kaharingan di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan ?. Tujuan umum penelitian ini untuk menemukan pengetahuan tentang eksistensi Patugur dalam upacara Wara yang dilaksanakan umat Hindu Kaharingan di Desa Kalahien. Hasil penelitian dikaji dengan teori eksistensialisme, teori simbol, dan teori nilai. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran dan interpretasi, serta penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori eksistensialisme maka diperoleh bahwa eksistensi Patugur dalam upacara Wara bagi masyarakat Hindu Kaharingan yakni eksistensi pemujaan terhadap Tuhan, leluhur, alam lingkungan dan terhadap kebudayaan. Fungsi dan makna Patugur yang dianalisis dengan teori simbol, maka fungsinya antara lain fungsi religius, solidaritas dan kerukunan, kebersamaan dan kekeluargaan, sadar budaya, estetika dan fungsi ekonomi. Sedangkan makna yang terkandung yaitu makna religius, etika, estetika, simbolik, keharmonisan, dan makna pembebasan (Moksa). Nilai pendidikan terdapat yang dianalisis menggunakan teori nilai antara lain nilai pendidikan Tattwa, etika (susila), material, dan tanggung jawab. Eksistensi, fungsi dan makna, serta nilai pendidikan saling berkaitan erat dalam tujuan untuk menjaga keseimbangan alam dengan kehidupan manusia agar meningkatkan kesejahteraan, kebahagiaan dan kedamaian, serta meningkatkan sradha dan bhakti guna terciptanya kehidupan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, dengan sesama, maupun manusia dengan alam. Kata Kunci: Eksistensi, Patugur dalam Upacara Wara
2017 · Book · Koleksi Perpustakaan
Upacara Pakanan Sahur Mampendeng Sangkai Kambang merupakan salah satu upacara sebagai media atau jalan bagi umat Hindu Kaharingan untuk memohon perlindungan, kesehatan, keselamatan, kebahagian, kesuksesan dan ungkapan syukur serta ucapan terima kasih dan cinta kasih kepada Ranying Hatalla beserta manifestasi-Nya. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1. Bagaimana pelaksanaan upacara Pakanan Sahur Mampendeng Sangkai Kambang di Desa Takaras Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas? 2. Apa fungsi upacara Pakanan Sahur Mampendeng Sangkai Kambang di Desa Takaras Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas? 3. Bagaimana filosofi upacara Pakanan Sahur Mampendeng Sangkai Kambang di Desa Takaras Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas? Tujuan penelitian yaitu untuk mendapat data yang akurat tentang pelaksanaan upacara Pakanan Sahur Mampendeng Sangkai Kambang.
Konsep yang diajukan adalah Filosofi, Upacara, Pakanan Sahur, Mampendeng Sangkai Kambang. Teori yang digunakan teori religi, teori fungsional structural dan teori interaksionalisme simbolik. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif yakni penelitian di lapangan. Teknik penentuan informan dalam penelitian dilakukan secara snow ball sampling “bola salju” yaitu secara bertahap. Sumber data yaitu data primer dan data skunder dengan subjek penelitian Basir, Tukang Sangiang dan tokoh agama Hindu Kaharingan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui proses reduksi data, penyajian data,
penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Berdasarkan hasil analisi data penelitian yang dilandasi teori dan konsep dapat disimpulkan bahwa. Pelaksanaan upacara Pakanan Sahur Mampendeng Sangkai Kambang melalui beberapa tahap yaitu persiapan (baramu) dan membuat Sangkai Kambang, Narinjet beras paturun Sangiang, mempersiapkan sarana dan prasarana, Puncak (tabuh) upacara, Pabuli Sangiang dan tiga hari kemudian dilaksanakan upacara ngarak meja. Fungsi melaksanakan upacara Pakanan Sahur Mampendeng Sangkai Kambang merupakan suatu alat yang membantu umat Hindu Kaharingan untuk melaksanakan konsentrasi pikiran atau pemusatan pikiran dalam mengadakan hubungan dengan Ranying Hatalla dan sesama manusia. Filosofi upacara Pakanan Sahur Mampendeng Sangkai Kambang berawal dari nenek moyang zaman dahulu yaitu Manyamei Tunggul Garing Janjahunan Laut dan Kameluh Putak Bulau Janjulen Karangan Limut Batu Kamasan Tambun yang melaksanakan upacara tersebut karena mereka berdua sudah mendapatkan seperti apa yang mereka kehendaki.
2017 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Upacara Pakanan Sahur Mampendeng Sangkai Kambang merupakan salah satu upacara sebagai media atau jalan bagi umat Hindu Kaharingan untuk memohon perlindungan, kesehatan, keselamatan, kebahagian, kesuksesan dan ungkapan syukur serta ucapan terima kasih dan cinta kasih kepada Ranying Hatalla beserta manifestasi-Nya. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1. Bagaimana pelaksanaan upacara Pakanan Sahur Mampendeng Sangkai Kambang di Desa Takaras Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas? 2. Apa fungsi upacara Pakanan Sahur Mampendeng Sangkai Kambang di Desa Takaras Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas? 3. Bagaimana filosofi upacara Pakanan Sahur Mampendeng Sangkai Kambang di Desa Takaras Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas? Tujuan penelitian yaitu untuk mendapat data yang akurat tentang pelaksanaan upacara Pakanan Sahur Mampendeng Sangkai Kambang.
Konsep yang diajukan adalah Filosofi, Upacara, Pakanan Sahur, Mampendeng Sangkai Kambang. Teori yang digunakan teori religi, teori fungsional structural dan teori interaksionalisme simbolik. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif yakni penelitian di lapangan. Teknik penentuan informan dalam penelitian dilakukan secara snow ball sampling “bola salju” yaitu secara bertahap. Sumber data yaitu data primer dan data skunder dengan subjek penelitian Basir, Tukang Sangiang dan tokoh agama Hindu Kaharingan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui proses reduksi data, penyajian data,
penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Berdasarkan hasil analisi data penelitian yang dilandasi teori dan konsep dapat disimpulkan bahwa. Pelaksanaan upacara Pakanan Sahur Mampendeng Sangkai Kambang melalui beberapa tahap yaitu persiapan (baramu) dan membuat Sangkai Kambang, Narinjet beras paturun Sangiang, mempersiapkan sarana dan prasarana, Puncak (tabuh) upacara, Pabuli Sangiang dan tiga hari kemudian dilaksanakan upacara ngarak meja. Fungsi melaksanakan upacara Pakanan Sahur Mampendeng Sangkai Kambang merupakan suatu alat yang membantu umat Hindu Kaharingan untuk melaksanakan konsentrasi pikiran atau pemusatan pikiran dalam mengadakan hubungan dengan Ranying Hatalla dan sesama manusia. Filosofi upacara Pakanan Sahur Mampendeng Sangkai Kambang berawal dari nenek moyang zaman dahulu yaitu Manyamei Tunggul Garing Janjahunan Laut dan Kameluh Putak Bulau Janjulen Karangan Limut Batu Kamasan Tambun yang melaksanakan upacara tersebut karena mereka berdua sudah mendapatkan seperti apa yang mereka kehendaki.