2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Judul : METODOLOGI PENELITIAN Penulis : Leni Anggraeni, Afrizal Martin, Dian Puspita, Novi Ayu Kristiana Dewi, Marilin Kristina, Erliza Septia Nagara, Bernadhita Herindri Samodera Utami, Noca Yolanda Sari, dan Widi Andewi Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 202 Halaman No ISBN : 978-623-497-187-3 Sinopsi Buku Buku ajar ‘Metode Penelitian” ini merupakan buku yang dapat dijadikan sebagai referensi dan pedoman bagi mahasiswa maupun Dosen dalam melaksanakan Pembelajaran di kelas. Buku Metode Penelitian ini berbeda dengan buku metode penelitian lainnya karena dalam buku ini memberikan panduan secara rinci metode penelitian hingga penulisan laporan penelitian. Buku ini juga dilengkapi dengan tujuan pembelajaran, capaian pembelajaran dan evaluasi pad setiap Bab. Buku ini membahas mengenai Bab 1. Penelitian Dan Metode Ilmiah Bab 2. Problem Statment Dan Rumusan Masalah Bab 3. Macam-Macam Penelitian Dan Metode Bab 4. Tahapan Dan Prosedur Penelitian Bab 5. Kajian Pustaka, Kerangka Penelitian Dan Hipotesis Bab 6. Data Dan Pengumpulan Data Bab 7. Variabel Dan Alat Analisis Bab 8. Pengembangan Instrumen Penelitian Bab 9. Pengembangan Penelitian Bidang Teknologi Informasi Bab 10. Analisis Data dan Hasil Penelitian \Buku ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bagi para peneliti, mahasiswa dan dosen dalam meningkatkan kualitas penelitian dan penulisan laporan penelitian yang baik dan efektif dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan penelitian. Penulis menerima masukan dan kritikan yang bersifat membangun dalam perbaikan pada substansi buku metode penelitian ini, agar dapat lebih baik lagi. Selain itu, besar harapan penulis buku ini dapat memiliki kebermanfaat yang besar bagi seluruh civitas akademika.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRACT Septi. 2024. “Ritual Nahunan Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan (Perspektif Pendidikan Agama Hindu). Prodi Pendidikan Agama Hindu. Fakultas Dharma Acarya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.M.,Si Skripsi ini mengkaji Ritual Nahunan pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan (Persepektif Pendidikan Agama Hindu). Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan. Berdasarkan latar belakang tersebut, Skripsi mengkaji tentang (1) ritual nahunan umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Manangei. Teori yang digunakan tiga teori: 1) Teori religi, 2) Teori fungsionalisme structural dan 3) Teori interaksionisme. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data, observasi, wawancara dan studi dokumen dan teknik analisis data yang digunakan. Pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa (1) Upacara ritual umat Hindu Kaharingan sangat unik, karena pada setiap daerah pelaksanaannya selalu berbeda-beda sesuai konsep desa, kala, patra. Dalam kepercayaan Hindu Kaharingan terdapat banyak sekali upacara-upacara ritual, salah satunya adalah ritual Nahunan yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan. Ritual Nahunan sudah dikenal turun-temurun oleh umat Hindu Kaharingan. Nahunan merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan yang tertuang dalam kitab suci Panaturan pasal 53. Nahunan berasal dari kata “nuhun” yang berarti turun. Dengan demikian upacara Nahunan adalah ritual pemberian Nama bagi bayi berusia satu bulan atau balita yang dibawa turun keluar rumah. Upacara Nahunan juga merupakan perwujudan dari Panca Yadnya, yaitu kurban suci yang ditujukan kepada para Dewa, Pitra dan Munusa atau proses balas jasa atau ucapan terimakasih kepada bidan dan ucapan syukur kepada Tuhan, para leluhur selama merawat dan melindungi bayi dan ibunya, sehingga mulai dari proses mengandung hingga melahirkan tidak mengalami gangguan dari berbagai penyakit dan pengaruh buruk. Nilai pendidikan yang terkandung dalam upacara nahunan salah satunya yaitu nilai budaya, nilai spiritual, nilai etika, dan nilai gotong royong.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT Septi. 2024. “Ritual Nahunan Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan (Perspektif Pendidikan Agama Hindu). Prodi Pendidikan Agama Hindu. Fakultas Dharma Acarya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.M.,Si Skripsi ini mengkaji Ritual Nahunan pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Manangei Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan (Persepektif Pendidikan Agama Hindu). Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan. Berdasarkan latar belakang tersebut, Skripsi mengkaji tentang (1) ritual nahunan umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Manangei. Teori yang digunakan tiga teori: 1) Teori religi, 2) Teori fungsionalisme structural dan 3) Teori interaksionisme. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data, observasi, wawancara dan studi dokumen dan teknik analisis data yang digunakan. Pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa (1) Upacara ritual umat Hindu Kaharingan sangat unik, karena pada setiap daerah pelaksanaannya selalu berbeda-beda sesuai konsep desa, kala, patra. Dalam kepercayaan Hindu Kaharingan terdapat banyak sekali upacara-upacara ritual, salah satunya adalah ritual Nahunan yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan. Ritual Nahunan sudah dikenal turun-temurun oleh umat Hindu Kaharingan. Nahunan merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan yang tertuang dalam kitab suci Panaturan pasal 53. Nahunan berasal dari kata “nuhun” yang berarti turun. Dengan demikian upacara Nahunan adalah ritual pemberian Nama bagi bayi berusia satu bulan atau balita yang dibawa turun keluar rumah. Upacara Nahunan juga merupakan perwujudan dari Panca Yadnya, yaitu kurban suci yang ditujukan kepada para Dewa, Pitra dan Munusa atau proses balas jasa atau ucapan terimakasih kepada bidan dan ucapan syukur kepada Tuhan, para leluhur selama merawat dan melindungi bayi dan ibunya, sehingga mulai dari proses mengandung hingga melahirkan tidak mengalami gangguan dari berbagai penyakit dan pengaruh buruk. Nilai pendidikan yang terkandung dalam upacara nahunan salah satunya yaitu nilai budaya, nilai spiritual, nilai etika, dan nilai gotong royong.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
SEPTIANI, 2022, Penyelesaian Perkara Pencurian Benda Sakral Marmer Batu Patahat di Desa Pandau Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Prodi hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I). Dr. I Made Kastama, SH.,MH. Pembimbing (II). Mariatie, S.Ag.,M.Si.
Kasus pencurian di Indonesia bukanlah hal yang baru terjadi. Masalah ini sudah sering terjadi di masyarakat dan menjadi fenomena kejahatan yang tidak mudah ditanggulangi. Uniknya banyak pencurian bukan hanya benda yang bernilai dari segi materi, tapi benda-benda yang memiliki nilai sejarah, langka dan sakral. Salah satu benda sakral yang sering dicuri adalah sejenis sapundu, benda keramik, patung, dan lain sebagainya. Adapun yang menjadi penyebab terjadinya pencurian benda sakral tersebut adalah karena benda tersebut memiliki nilai ekonomi dan memiliki nilai jual yang tinggi. Selain itu juga karena faktor adanya bujuk rayu dari pihak ke tiga untuk melakukan tindakan pencurian benda sakral atau benda tersebut. Tindakan pencurian adalah salah satu bentuk tindakan kriminal yang dilarang oleh hukum. Masalah yang diteliti : (1) bagimana proses penyelesaian perkara pencurian benda sakral marmer batu patahat di Desa Pandau Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat? (2) sanksi apakah yang dijatuhkan terhadap pelaku pencurian benda sakral marmer batu patahat di Desa Pandau Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat? Subjek penelitian adalah kepala desa, damang, penghulu adat, dan tokoh masyarakat yang terlibat dalam penyelesaian perkara pencurian di Desa Pandau, Obyek penelitian adalah kasus penyelesaian perkara pencurian benda sakral di Desa Pandau Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah obsevasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori penyelesaian perkara dari Moh Koesnoe dan teori keadilan dari Jhon Rawls. Proses penyelesaian perkara adalah proses atau tahapan dilakukannya pemeriksa dan penyelidikan agar mengetahui apakah benar adanya kasus tersebut dan mengetui apakah pelaku benar-benar bersalah dan menentukan hukumannya, sesuai dengan hukum yang berlaku di masyarakat dan kesepakatan bersama tanpa merugikan pihak manapun. Sanksi adalah suatu akibat dari perbuatan yang dilakukan. Setiap melakukan perbuatan yang sifatnya melanggar sebuah aturan tentunya memiliki akibat atau sanksi terlebih-lebih perbuatan melanggar hukum. Dan setiap orang yang melakukan perbuatan yang melanggar hukum harus siap untuk menerima sebuah sanksi dari hasil perbuatannya sendiri.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SEPTIANI, 2022, Penyelesaian Perkara Pencurian Benda Sakral Marmer Batu Patahat di Desa Pandau Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Prodi hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I). Dr. I Made Kastama, SH.,MH. Pembimbing (II). Mariatie, S.Ag.,M.Si. Kasus pencurian di Indonesia bukanlah hal yang baru terjadi. Masalah ini sudah sering terjadi di masyarakat dan menjadi fenomena kejahatan yang tidak mudah ditanggulangi. Uniknya banyak pencurian bukan hanya benda yang bernilai dari segi materi, tapi benda-benda yang memiliki nilai sejarah, langka dan sakral. Salah satu benda sakral yang sering dicuri adalah sejenis sapundu, benda keramik, patung, dan lain sebagainya. Adapun yang menjadi penyebab terjadinya pencurian benda sakral tersebut adalah karena benda tersebut memiliki nilai ekonomi dan memiliki nilai jual yang tinggi. Selain itu juga karena faktor adanya bujuk rayu dari pihak ke tiga untuk melakukan tindakan pencurian benda sakral atau benda tersebut. Tindakan pencurian adalah salah satu bentuk tindakan kriminal yang dilarang oleh hukum. Masalah yang diteliti : (1) bagimana proses penyelesaian perkara pencurian benda sakral marmer batu patahat di Desa Pandau Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat? (2) sanksi apakah yang dijatuhkan terhadap pelaku pencurian benda sakral marmer batu patahat di Desa Pandau Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat? Subjek penelitian adalah kepala desa, damang, penghulu adat, dan tokoh masyarakat yang terlibat dalam penyelesaian perkara pencurian di Desa Pandau, Obyek penelitian adalah kasus penyelesaian perkara pencurian benda sakral di Desa Pandau Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah obsevasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori penyelesaian perkara dari Moh Koesnoe dan teori keadilan dari Jhon Rawls. Proses penyelesaian perkara adalah proses atau tahapan dilakukannya pemeriksa dan penyelidikan agar mengetahui apakah benar adanya kasus tersebut dan mengetui apakah pelaku benar-benar bersalah dan menentukan hukumannya, sesuai dengan hukum yang berlaku di masyarakat dan kesepakatan bersama tanpa merugikan pihak manapun. Sanksi adalah suatu akibat dari perbuatan yang dilakukan. Setiap melakukan perbuatan yang sifatnya melanggar sebuah aturan tentunya memiliki akibat atau sanksi terlebih-lebih perbuatan melanggar hukum. Dan setiap orang yang melakukan perbuatan yang melanggar hukum harus siap untuk menerima sebuah sanksi dari hasil perbuatannya sendiri.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku bunga rampai yang diterbitkan mahasiswa Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga ini menarik untuk dibaca. Pertama, buku ini ditulis oleh mahasiswa-mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi baik itu di Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi, dan bahkan aktivis LSM. Dari tema tulisan yang sangat bervariasi fokus kajian dan perspektifnya. Hal ini membuktikan bahwa sejarah Islam Indonesia tidak hanya Java-centris karena mencakup banyak aspek dalam kajian sejarah lokal. Buku yang merupakan hasil lomba tulisan di kalangan m ahasiswa ini juga bagus dari aspek lokalitasnya. Tema artikel di buku ini berbicara tentang budaya lokal baik Islam maupun umum seperti bagaimana integrasi Islam dengan nilai-nilai lokal di Jawa maupun Sumatera. Etnis Tionghoa sebagai minoritas juga sebuah objek studi yang menarik karena selama ini banyak kajian lebih pada masyarakat mayoritas.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
SEPTIANA
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI I KADEK SEPTIANA. 2021. Pemanfaatan sumber belajar dalam mata pelajaran agama Hindu secara daring di SMKN 2 Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag., M.Ag, Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag. Skripsi ini mengkaji pemanfaatan sumber belajar dalam mata pelajaran agama Hindu secara daring di SMKN 2 Palangka Raya. Sumber belajar berperan sekali dalam upaya pemecahan masalah dalam belajar. Sumber-sumber belajar itu dapat didefinisikan sebagai pesan, orang, bahan, alat, teknik dan latar. Dalam upaya untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka sumber belajar itu dikembangkan dan dikelola secara sistematik, bermutu, dan fungsional. Pemanfaaatan berbgai sumber belajar di Lembaga pendidikan memang selalu di pengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu faktor internal yang berpengaruh dominan pada proses belajar dan pembelajaran seperti semangat, minat dan kemampuan sedangkan faktor eksternal adalah yang berpengaruh terhadap ketersedian sumber belajar yang bervariasi, banyak, kemudahan akses terhadap sumber belajar. Adapun rumusan masalah dalam penelitian adalah (1) Bagaimana pemanfaatan sumber belajar dalam mata pelajaran Agama Hindu secara daring di SMKN 2 Palangka Raya ? (2) Kendala yang di hadapi dalam pemanfaatan sumber belajar dalam mata Pelajaran Agama Hindu secara daring di SMKN 2 Palangka Raya ? (3) Apa upaya yang dilakukan dalam pemanfaatan sumber belajar dalam mata Pelajaran Agama Hindu secara daring di SMKN 2 Palangka Raya ? Teori yang digunakan adalah teori belajar behavioristik, teori motivasi dan teori pembelajaran humanistik. Data diperoleh dengan metode observasi partisipasi wawancara, dokumentasi selanjutnya data tersebut diinterpretasi dengan memberi makna, penjelasan pola atau ketegori serta mencari karakteristik antara berbagai konsep. Hasil penelitian ini, Pemanfaatan sumber belajar dalam mata Pelajaran agama Hindu secara daring meliputi : pertama, penggunaan sumber belajar media pembelajaran daring power point dalam pembelajaran secara daring. Kedua penggunaan video pembelajaran yang digunakan guru dalam proses pembelajaran agama Hindu secara daring. Ketiga buku teks sebagai bahan referensi sumber belajar. Kendala yang di dihadapi dalam pemanfaatan sumber belajar secara daring yaitu kurangnya kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran secara daring, kurangnya sarana dan prasarana terkait pembelajaran secara daring dan kurangnya pengetahuan dalam pembelajaran daring. Adapun upaya untuk mengatasi hal tersebut juga dapat dilakukan dengan cara adanya sosialisasi dan pelatihan tentang pembelajaran secara daring serta perlunya Kerjasama antara dinas pendidikan dengan sekolah terkait pembelajaran daring untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Septiningsih.2020, Implementasi Pembelajaran PAIKEM Pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Lilik, S.Ag.,M.Pd.H Skripsi ini mengkaji Implementasi Pembelajaran PAIKEM Pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan suasana lingkungan belajar sering dipersepsikan sebagai suatu lingkungan yang menyiksa, membosankan, kurang merangsang, dan berlangsung secara menonton sehingga anak-anak belajar dengan terpaksa, tidak semangat dan kurang bergairah. Dilain pihak para guru juga berada dalam suasana lingkungan yang kurang menyenangkan dan sering terjebak dalam rutinitas sehari-hari. Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji tentag ( 1). Implementasi PAIKEM Pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan (2) Kendala Dari Implementasi PAIKEM Pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Tewang Sangalang garing Kabupaten Katingan. Tujuan penelitian: penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang Implementasi Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif Dan Menyenangkan (PAIKEM) Pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SMAN-1 Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan doumentasi. Instrumen penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori belajar Peran, teori belajar konstruktivistik dan teori belajar implementasi. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: ( 1). Implementasi PAIKEM Pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Tewang Sangalang Garing Kabupaten, yang dilakukan oleh guru agama Hindu yaitu terlebih dahulu melakukan perencanaan pembelajaran misalnya dengan menyiapkan RPP, silabus, menguasai materi yang akan diberikan agar ketika masuk keruangan dapat memberikan materi dengan baik. Selain itu dalam Implementasi PAIKEM juga melakukan perumusan tujuan dengan menganalisis tingkat kompetensi dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) untuk memenuhi tuntutan minimal kompetensi yang dijadikan standar nasional. adapun bentuk pemaparan perencanaan pembelajaran guru agama Hindu (2) Kendala Dari Implementasi PAIKEM Pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Tewang Sangalang garing Kabupaten Katingan yaitu siswa masih belum berpartisipasi dalam aktivitas pembelajaran, di ruangan ketika pembelajaran berlangsung siswa lebih banyak cenderung diam dan tidak mau bertanya dan ketika guru agama Hindu bertanya sebagian dari mereka diam sehingga Implemengtasi PAIKEM belum bisa berlajalan dengan baik karena siswanya cenderung fasif. Selain itu sarana dan prasara khususnya untuk agama Hindu masih belum memadai ketika melakukan praktek siswa masih menggunakan media atau alat seadanya.