2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Santy Yesy. 2025. Penerapan Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Perspektif Pendidikan Agama Hindu pada Mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya. Skripsi. Prodi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya . Pembimbing I: Tri Aspiyana,M.Pd pembimbing II: Krisma Natalia,M.Pd Skripsi ini mengkaji tentang Penerapan Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Perspektif Pendidikan Agama Hindu pada mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya. Fenomena dikampus IAHN-TP Palangka Raya pada kehidupan sosial akademik dan keagamaan mahasiswa sangat multikultur tidak hanya mahasiswa hindu tetapi juga terdapat mahasiwa dari agama kristen, islam, dan katolik, di dalam kehidupan tentunya ada nilai-nilai moderasi beragama. Berdasarkan dari latar belakang tersebut rumusan masalah yang dikaji yakni penerapan Nilai Toleransi dalam Moderasi Beragama berdasarkan perspektif pendidikan agama Hindu Pada Mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya dan Penerapan Nilai Anti Kekerasan dalam Moderasi Beragama berdasarkan perspektif pendidikan agama Hindu pada Mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan penerapan nilai toleransi dan nilai anti-kekerasan dalam moderasi beragama pada mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya dengan menggunakan teori pendidikan Nilai Prof.Vekantaiah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berlandaskan fenomenologi, jenis data yang digunakan data kualitatif, sumber data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling, dalam penelitian peneliti sebagai instrumen penelitian utama, pedoman observasi dan wawancara sebagai instrumen pendukung, teknik analisis data yang digunakan analisis data Miles dan Huberman terdiri dari kondensasi data, penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dengan member check dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai toleransi dan anti kekerasan tercermin pada mahasiswa dalam sosial, akademik, dan sikap mahasiswa dijalankan dengan baik mampu saling menerima, menghormati, dan menghargai perbedaan sehingga interaksi sosial yang harmonis dapat terjaga secara konsisten. Sementara itu, penerapan nilai anti-kekerasan dijalankan dengan baik penuh cinta kasih terlihat dari absennya tindakan kekerasan verbal maupun nonverbal, serta terciptanya lingkungan kampus yang damai, saling menghargai, dan menjunjung tinggi martabat bersama.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Warni Sari. 2025. Dampak Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Seni Budaya Siswa SDN 1 Pahirangan Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Serlis Rusandi, S.Pd., M.Pd. Pembimbing II. Susi, S.Fil.H., M.Fil.H Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya partisipasi dan hasil belajar siswa ketika pembelajaran masih didominasi metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar mata pelajaran Seni Budaya siswa kelas VI SDN 1 Pahirangan, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 7 siswa kelas VI SDN 1 Pahirangan. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan siswa, tes hasil belajar, serta dokumentasi. Analisis dilakukan secara deskriptif komparatif dengan membandingkan hasil pratindakan dan siklus I. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa setelah penerapan Problem Based Learning. Pada tahap pratindakan, rata-rata capaian ketuntasan siswa hanya mencapai 20%, sedangkan pada siklus I meningkat menjadi 33,77%. Selain itu, penerapan Problem Based Learning juga meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Siswa lebih aktif dalam bertanya, berdiskusi, mengemukakan pendapat, serta bekerja sama dalam kelompok. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam memecahkan masalah secara sistematis. Temuan ini menunjukan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning mampu meningkatkan hasil belajar dan kualitas proses pembelajaran Seni Budaya di SDN 1 Pahirangan
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Ilmu negara masih menduduki tempat di fakultas hukum, mata kuliah ini diberikan pada tingkat pertama (persiapan), sebagai mata kuliah pengantar untuk mata kuliah Hukum Tata Negara (Hukum Negara Positif). Ilmu negara dianggap sebagai ilmu murni (pure science) yang menyediakan dasar-dasar teoritis bagi ilmu negara yang dipandang sebagai ilmu yang praktis (applied science). Sebagai ilmu murni, ilmu negara menyediakan bahan-bahan mentah yang melengkapi dan yang di pergunakan oleh ilmu Hukum Negara. Pada Perguruan Tinggi Hukum (Rechtshogeschool) di zaman Hindia Belanda dikuliahkan semacam Ilmu Negara (Historische Ont wikkeling der hedendaagsche staatsinstellingen = perkembangan historis dari lembaga-lembaga kenegaraan di masa itu ) yang dianggap sebagai mata kuliah pengantar dari Ilmu Hukum Negara Positif, selanjutnya dikenal seperti sekarang ini, yaitu "Ilmu Negara".
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Ayu Lestari, 2025, Upaya Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Memotivasi Disiplin Belajar Siswa Hindu Di SD Negeri-6 Menteng Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M,Pd. Pembimbing II Megawati, S.Pi., M.Pd.H Penelitian ini berawal dari pentingnya kontribusi guru Pendidikan Agama Hindu dalam membentuk karakter siswa, terutama dalam hal kedisiplinan belajar. Disiplin dalam belajar adalah salah satu faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan di bidang pendidikan. Namun, dalam kenyataannya, masih ada siswa Hindu di SD Negeri-6 Menteng Palangka Raya yang menunjukkan kurangnya disiplin, seperti sering terlambat dalam menyelesaikan tugas, kurang memperhatikan saat pelajaran berlangsung, dan tidak taat pada aturan kelas. Situasi ini memerlukan strategi dan usaha khusus dari guru Pendidikan Agama Hindu untuk meningkatkan motivasi dan membiasakan perilaku disiplin belajar. Berdasarkan uraian diatas rumusan masalah yang di anggkat dari penelitian adalah sebagai berikut: 1. Upaya Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Memotivasi Disiplin Belajar Siswa Hindu Di SD Negeri-6 Menteng Palangaka Raya? 2. Apa Saja Kendala Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Memotivasi Disiplin Belajar Siswa Hindu Di SD Negeri-6 Menteng Palangka Raya?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data untuk memperoleh sebuah data tentang Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Memotivasi Disiplin Belajar Siswa Hindu di SD Negeri - 6 Menteng Palangka Raya. melalu wawancara, observasi dan dokumentasi yang dilakukan dengan kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu dan siswa Hindu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengajar Pendidikan Agama Hindu berusaha keras untuk meningkatkan disiplin belajar siswa, seperti: memberikan contoh melalui sikap disiplin, memberikan nasihat dan dorongan religius sesuai ajaran dharma, memberikan penghargaan kepada siswa yang taat disiplin, serta menerapkan hukuman yang mendidik bagi siswa yang melanggar kebijakan. Beberapa tantangan yang dihadapi termasuk kurangnya perhatian dari orang tua di rumah, dampak dari lingkungan sosial, serta kurangnya kesadaran siswa akan pentingnya disiplin. Beberapa solusi yang diterapkan oleh guru termasuk menjalin kerjasama dengan orang tua, meningkatkan pendekatan pribadi terhadap siswa, dan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan agar siswa lebih terdorong untuk bersikap disiplin. Dengan demikian, studi ini menegaskan bahwa peranan pengajar Pendidikan Agama Hindu sangat krusial dalam mengembangkan sikap disiplin belajar siswa melalui motivasi yang berkelanjutan, meskipun masih ada tantangan yang membutuhkan kerjasama antara guru, siswa, dan orang tua.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK NARTISA,2025. Peran Penyuluh Agama Hindu Dalam Pembiasaan Basarah Pada Siswa Agama Hindu Desa Pundu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (IAHN-TP) Palangka Raya Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan,S.H.,M,Pd.H Dan Pembimbing II Megawati,S.Pi.,M.Pd.H Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat siswa Hindu di Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, untuk mengikuti kegiatan Basarah yang rutin dilaksanakan di Balai Basarah setiap hari Sabtu. Sebagian besar siswa lebih memilih bermain atau melakukan aktivitas lain dibandingkan berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan, sehingga menimbulkan tantangan dalam menanamkan kesadaran spiritual sejak dini. Dalam konteks ini, peran penyuluh agama Hindu menjadi sangat penting, bukan hanya sebagai penyampai ajaran, tetapi juga sebagai pembimbing, motivator, fasilitator, sekaligus teladan dalam membiasakan siswa melaksanakan Basarah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran penyuluh agama Hindu dalam pembiasaan Basarah serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian ditentukan secara purposive sampling, meliputi penyuluh agama Hindu, guru, siswa, orang tua, serta pengurus majelis kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh agama Hindu berperan strategis dalam memberikan pemahaman tentang Basarah, membimbing praktik ibadah, memotivasi siswa, serta menjalin kerja sama dengan sekolah dan orang tua untuk menanamkan nilai-nilai religius. Kendala yang dihadapi antara lain kurangnya motivasi siswa, pengaruh lingkungan pergaulan, serta keterbatasan fasilitas pendukung. Untuk mengatasinya, penyuluh melakukan pendekatan personal, memberikan teladan, serta meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait. Dengan demikian, peran penyuluh agama Hindu terbukti sangat penting dalam membentuk kebiasaan Basarah pada siswa, sehingga dapat mencetak generasi muda Hindu yang religius, disiplin, dan berkarakter.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini membahas tentang pengaruh media sosial TikTok terhadap motivasi belajar siswa kelas IV dan V di SDN 9 Palangka. Motivasi sangatlah penting bagi manusia untuk melakukan sesuatu hal dalam mewujudkan impian tanpa adanya motivasi manusia tidak akan bisa berbuat apa-apa dikarenakan tidak adanya dorongan atau rangsangan. Permasalahan ini menjadi tantangan guru dalam membangun dan meningkatkan motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh media sosial TikTok terhadap motivasi belajar siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode pengambilan data survei melalui penyebaran angket atau kuesioner. Penelitian ini melibatkan dua kelas dengan jumlah siswa sebanyak 53 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket atau kuesioner. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan program SPSS 30. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa media sosial TikTok berpengaruh negatif terhadap motivasi belajar siswa kelas IV dan V di SDN 9 Palangka. Hasil uji normalitas dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov menunjukan data 0,0830 > 0,05 bahwa nilai residual berdistribusi normal kemudian pada uji regresi linear sederhana diperoleh nilai sebesar 0,02260,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel X (media sosial TikTok) berpengaruh terhadap variabel Y(motivasi belajar siswa) dan pada uji koefisien determinasi menunjukan bahwa pengaruh media sosial TikTok terhadap motivasi belajar siswa sebesar 29% sehingga 71% dipengaruhi oleh variabel yang tidak termasuk pada penelitian ini.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Jagat Satria, 2025: Perspektif Masyarakat Non Hindu Kaharingan terhadap Ritual Tiwah di Desa Tumbang Baringei, Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I: Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II: Komang Suarta, S.Ag., M.Si. Agama Hindu Kaharingan sangat erat dengan Ritual keagaman meskipun upacara Hindu Kaharingan sangat bervariasi karena masing-masing daerah aliran sungai (DAS) selalu berbeda-beda pelaksanaan Ritual keagamaannya. Salah satunya Ritual Tiwah. Ritual Tiwah dilaksanakan sebagai puncak dari ritual kamatian menurut Agama Hindu Kaharingan. akan tetapi sebagian masyarakat non Hindu Kaharingan diluar sana tidak begitu tau tentang Ritual Tiwah ini, sehingga muncul berbagai perspektif. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Bagaimana Perspektif Masyarakat Non Hindu Kaharingan Desa Tumbang Baringei Terhadap Ritual Tiwah 2) Apa implikasi dari Perspektif Masyarakat Non Hindu Kaharingan Desa Tumbang Baringei Terhadap Ritual Tiwah. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: Teori Sosiologi Agama, Teori Dampak. Teknik penentuan informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Jenis penelitian ini adalah Deskriftif kualitatif. Teknik Pengumpulan Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Pandangan masyarakat non Hindu Kaharingan terhadap Ritual Tiwah sangat beragam namun pada intinya mereka berpandangan bahwa Ritual Tiwah merupakan Ritual yang mengeluarkan biaya yang besar sehingga cukup membebankan dan pada pelaksanaan Ritual Tiwah erat kaitannya dengan adanya sebuah perjudian yang sebenarnya bukan termasuk dari rangkayan acara Ritual Tiwah yang seharusnya sudah ada sejak dulu 2) Dampak atau implikasi dari pandangan masyarakat non Hindu Kaharingan terhadap Ritual Tiwah memiliki danpak yang cukup besar karena dapat mempengaruhi pola pikir atau pemahaman terhadap Ritual tersebut yang dapat mengakibatkan kesalah pahaman dan dapat menimbulkan perpindahan Agama. Kata Kunci: Perspektif, Masyarakat Non Hindu Kaharingan, Ritual Tiwah
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diana Shafitri, 2025. Daya Tarik Wisata Alam Sahai Tambi Balu Di Desa Tahawa Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau. Pembimbing I Dr. I Wayan Salendra, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Dr. Kadek Sukiada, S.Ag.,M.Si Pariwisata di Indonesia memiliki keanekaragaman wisata, yang bersumber dari keindahan alam, budaya dan adat istiadat sehingga dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Daya Tarik Wisata Alam Sahai Tambi Balu di Desa Tahawa. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conclusions drawing). Hasil penelitian menunjukkan temuan berikut: Pertama Bagaimana Daya Tarik Wisata Alam Sahai Tambi Balu Di Desa Tahawa Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau, dalam pengembangan Wisata Sahai Tambi Balu juga menjadi tujuan utama yang dilakukan oleh pihak pengelola wisata agar Wisata Sahai Tambi Balu dapat menjadi wisata yang lebih berkembnag dalam menjadi sorotan bagi kalangan masyakat luas, sehingga dapat menarik minat wisatawan lokal maupun wisatawan asing untuk mengunjungi wisata sahai tambi balu yang ada di Desa Tahawa. Kedua Kendala Dalam Pengelolaan Daya Tarik Wisata Sahai Tambi Balu di Desa Tahawa Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau, kendala adalah penghambat sesuatu yang membatasi untuk mencapai sasaran; rintangan, halangan. Pengelola Wisata Sahai Tambi Balu mengungkapkan bahwa terdapat beberapa kendala yang dihadapi pihak pengelola Wisata Sahai Tambi Balu diantaranya keterbatasan biaya dalam pengembangan dan pengelolaan daya tarik Wisata Sahai Tambi Balu, kurangnya perhatian dari pemerintah setempat, serta sarana dan prasarana yang juga masih perlu perbaikan sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi pengunjung Wisata Sahai Tambi Balu. Kata kunci : Daya tarik, Wisata alam, Sahai Tambi Balu.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Novita Sari, 2025. Upaya Guru Agama Hindu Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar di SD Negeri 2 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi Jurusan Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I. Dr. Pranata,S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II. Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H. Kegiatan nyata paling utama dalam memberi bantuan dan bimbingan tersebut adalah melaksanakan proses pembelajaran. Namun dalam kenyataannya permasalahan yang terjadi, bahwa siswa di SD Negeri 2 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas, siswa cenderung pasif dan mengalami kesulitan dalam menerima pelajaran pendidikan agama Hindu, kesulitan ini terjadi karena beberapa faktor yang terkait. antara lain seperti: penguasaan konsep dan sikap guru tentang fungsi pembelajaran, pengelolaan pembelajaran, manajemen sekolah, serta masih terbatasnya sarana pendukung dalam menunjang proses pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang baik sesuai dengan penerapan kurikulum merdeka yang baru diterapkan Sesuai dengan rumusan masalah maka secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kendala dan upaya guru agama Hindu dalam mengatasi kesulitan belajar siswa menerapkan kurikulum merdeka di SD Negeri 2 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Kendala guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa menerapkan kurikulum merdeka yaitu kendala Adaptasi, kendala sarana dan prasarana pembelajaran yang terbatas, kendala kurangnya pelatihan, kendala dalam diri siswa. Upaya yang dilakukan guru agama Hindu dan kepala sekolah mengatasi kendala yaitu dilakukan belajar mandiri melalui modul, internet, youtube, serta berkonsultasi dengan teman sejawat, Memaksimalkan sarana dan prasarana yang tersedia, guru juga melakukan kerjasama dengan orang tua siswa dalam hal penyediaan sarana dan prasarana basarah, mengusulkan penggadaan LCD Proyektor, serta mengusulkan buku-buku pembelajaran.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Triani Tia Ayu Ningsih. Pengaruh Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Kelas V Pada Mata Pelajaran Matematika di SDN 9 Palangka. Skripsi jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Suryanto, M.Pd dan Pembimbing II Krisma Natalia, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Kurikulum Merdeka Belajar terhadap prestasi belajar peserta didik kelas V pada mata pelajaran Matematika di SDN 9 Palangka. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain survei. Sampel penelitian berjumlah 29 orang yang diambil dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui angket dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, Uji Normalitas, Uji Linearitas, dan Uji Hipotesis dengan Regresi Linear Sederhana. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka Belajar berada pada kategori baik (rata-rata 53,38), sedangkan prestasi belajar Matematika siswa berada pada kategori cukup (rata-rata 67,59). Hasil uji regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,159 dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,025, yang berarti Kurikulum Merdeka Belajar hanya berkontribusi sebesar 2,5% terhadap variasi prestasi belajar siswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Nilai signifikansi sebesar 0,409 (> 0,05) menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan Kurikulum Merdeka Belajar dengan prestasi belajar Matematika siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka Belajar di SDN 9 Palangka, meskipun berada pada kategori baik, tidak secara signifikan mempengaruhi peningkatan prestasi belajar Matematika siswa kelas V.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jagat Satria, 2025: Perspektif Masyarakat Non Hindu Kaharingan terhadap Ritual Tiwah di Desa Tumbang Baringei, Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I: Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II: Komang Suarta, S.Ag., M.Si. Agama Hindu Kaharingan sangat erat dengan Ritual keagaman meskipun upacara Hindu Kaharingan sangat bervariasi karena masing-masing daerah aliran sungai (DAS) selalu berbeda-beda pelaksanaan Ritual keagamaannya. Salah satunya Ritual Tiwah. Ritual Tiwah dilaksanakan sebagai puncak dari ritual kamatian menurut Agama Hindu Kaharingan. akan tetapi sebagian masyarakat non Hindu Kaharingan diluar sana tidak begitu tau tentang Ritual Tiwah ini, sehingga muncul berbagai perspektif. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Bagaimana Perspektif Masyarakat Non Hindu Kaharingan Desa Tumbang Baringei Terhadap Ritual Tiwah 2) Apa implikasi dari Perspektif Masyarakat Non Hindu Kaharingan Desa Tumbang Baringei Terhadap Ritual Tiwah. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: Teori Sosiologi Agama, Teori Dampak. Teknik penentuan informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Jenis penelitian ini adalah Deskriftif kualitatif. Teknik Pengumpulan Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Pandangan masyarakat non Hindu Kaharingan terhadap Ritual Tiwah sangat beragam namun pada intinya mereka berpandangan bahwa Ritual Tiwah merupakan Ritual yang mengeluarkan biaya yang besar sehingga cukup membebankan dan pada pelaksanaan Ritual Tiwah erat kaitannya dengan adanya sebuah perjudian yang sebenarnya bukan termasuk dari rangkayan acara Ritual Tiwah yang seharusnya sudah ada sejak dulu 2) Dampak atau implikasi dari pandangan masyarakat non Hindu Kaharingan terhadap Ritual Tiwah memiliki danpak yang cukup besar karena dapat mempengaruhi pola pikir atau pemahaman terhadap Ritual tersebut yang dapat mengakibatkan kesalah pahaman dan dapat menimbulkan perpindahan Agama. Kata Kunci: Perspektif, Masyarakat Non Hindu Kaharingan, Ritual Tiwah
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Perkembangan era digital menjadikan media sosial, khususnya Instagram, sebagai saluran komunikasi yang digunakan untuk membangun citra dan melakukan promosi oleh berbagai pihak. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya memanfaatkan Instagram sebagai media promosi. Namun, Instagram @humas_iahntp masih menunjukkan ketidakseimbangan antara jumlah pengikut yang tinggi dengan tingkat interaksi yang relatif rendah, sehingga diperlukan kajian mendalam mengenai strategi promosi dan efektivitas konten yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi promosi dan menganalisis bagaimana konten promosi pada Instagram @humas_iahntp dapat meningkatkan engagement audiens. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Content analysis. Konten dianalisis menggunakan teori bauran pemasaran 7P dan teori Content marketing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram @humas_iahntp menerapkan prinsip bauran pemasaran 7P sebagai strategi promosi. Konten Instagram @humas_iahntp masih perlu dioptimalkan menggunakan prinsip content marketing agar konten yang dipublikasikan lebih efektif untuk meningkatkan engagement agar meningkatkan visibiltas IAHN-TP Palangka Raya. Kurangnya engagement disebabkan oleh konten yang cenderung formal, informatif, dan kurang interaktif.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
DAVID AGUSTA (2025) : Komunikasi Persuasif Dosen Terhadap Mahasiswa Bermasalah Di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (pembimbing I Dr. Kadek Sukiada, S.Ag.,M.Si dan pembimbing II I Wayan Sutarwan. S.Pd.,M.Pd.H). Komunikasi persuasif merupakan bentuk komunikasi strategis yang dilakukan secara sengaja untuk memengaruhi pikiran, sikap, dan perilaku komunikan secara sukarela tanpa adanya tekanan atau paksaan. Pada penelitian ini terbagi menjadi dua rumusan masalah yaitu (1) Bagaimana strategi komunikasi persuasif yang digunakan oleh dosen dalam menangani mahasiswa bermasalah, (2) Sejauh mana komunikasi persuasif dosen dalam mempengaruhi perubahan sikap dan perilaku mahasiswa bermasalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, kepustakaan, wawancara, dan dokumentasi. Mengunakan teori persuasi, penelitian ini melibatkan dosen Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya IAHN-TP Palangka Raya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama Strategi komunikasi persuasif dosen bersifat personal, empatik, dan dialogis, diwujudkan melalui pendekatan halus, bahasa yang membangun, ruang untuk berbagi, serta keteladanan sebagai bentuk komunikasi nonverbal yang efektif, kedua komunikasi persuasif dosen dalam mempengaruhi perubahan sikap dan perilaku mahasiswa bermasalah secara empatik mampu mendorong perubahan sikap, meningkatkan motivasi belajar, dan kesadaran akademik mahasiswa.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Ancak merupakan salah satu upakara pada upacara potoka anak di desa kalasin penelitian ini membahas filosofi ancak pada upacara potoka anak dengan rumusan masalah 1.bagaimanakah pelaksanaan upacara potoka anak.2. bagaimanakah fungsi ancak pada upacara potoka anak.3. apakah makna yang terkandung dalam filosofi ancak pada upacara potoka anak. Penelitian ini menggunakan teori semiotika dan teori religi dan menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan teknik analisis data
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dela Puspita, 2025, Hubungan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMPN-7 Lahei Kabupaten Barito Utara Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institute Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangkaraya Pembimbing (1) Dr. Pranata, S.Pd., M. Si dan Pembimbing (II) Krisma Natalia M.Pd. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya motivasi belajar sebagai salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan siswa dalam pretasi belajar yang optimal. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa, prestasi, serta hubungan motivasi terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMPN-7 Lahei, Kabupaten Barito Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian berjumlah 27 siswa dari kelas VII dan VIII, dengan teknik pengumpulan data melalui angket dan dokumentasi nilai rapor. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner (angket) untuk variabel Motivasi Belajar yang telah teruji reliabel (α=0.865), dan melalui dokumentasi nilai akhir mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu untuk variabel Prestasi Belajar. Sebelum menguji hipotesis, dilakukan uji prasyarat normalitas menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk. Karena hasil uji normalitas menunjukkan data Prestasi Belajar tidak berdistribusi normal (Sig.=0.000), maka teknik analisis statistik yang digunakan untuk menguji hubungan adalah Uji Korelasi Spearman's Rho (non-parametrik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa berada pada kategori tinggi dengan rata-rata skor 86,00 dan standar deviasi 10,09 di mana sebagian besar siswa (66,67%) berada pada kategori tinggi dan 33,33% berada pada kategori sangat tinggi. Prestasi belajar siswa berada pada kategori cukup hingga baik dengan rata-rata 74,04 dan standar deviasi 6,41; mayoritas siswa (66,67%) berada pada kategori cukup, 25,93% berada pada kategori baik, dan hanya 6,42% yang mencapai kategori sangat baik. Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman Rank diperoleh nilai koefisien korelasi -0,211 dengan signifikansi 0,249 (p > 0,05. hipotesis nol (H₀) yang menyatakan tidak ada hubungan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar diterima, sedangkan hipotesis alternatif (H₁) ditolak. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan yang sangat lemah dan bersifat negatif motivasi belajar terhadap prestasi belajar, serta hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun motivasi belajar siswa relatif tinggi, hal tersebut belum secara langsung berdampak pada peningkatan pretasi belajar. Faktor lain seperti strategi pembelajaran, dukungan orang tua, serta lingkungan belajar kemungkinan turut berpengaruh terhadap capaian akademik siswa.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
KASIH, 2025. Analisis Tindakan Hukum Terhadap Siswa Yang Melakukan Pelanggaran Disiplin Sekolah (Studi Kasus Di SMA Negeri 3 Palangka Raya). Dosen Pemimbing I Mariatie, S.Ag., M.Si, dan Dosen Pemimbing II Sri Kayun, SH., M.Si Berdasarkan penelitian di lapangan, SMA Negeri 3 Palangka Raya menghadapi berbagai bentuk pelanggaran tata tertib yang dilakukan oleh siswa, seperti merokok di lingkungan sekolah, membolos, hingga tidak mengerjakan tugas. Berbagai jumlah tindakan tersebut perbuatan yang dilarang dalam ketentuan peraturan tatatertib sekolah yang telah disetujui oleh pihak sekolah dan orang tua wali murid. Masalah pokok yang diteliti dalam penelitian ini mencakup tiga hal yaitu : (1) Apa bentuk pelanggaran disiplin yang sering dilakukan oleh siswa? (2) Apa saja faktor penyebab terjadinya pelanggaran disiplin? dan (3) Bagaimana analisis tindakan hukum terhadap siswa yang melakukan pelanggaran disiplin? Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Adapun yang menjadi informan penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling, wali kelas, siswa dan orang tua wali murid.Teori yang digunakan dalam penelitian ini ada tiga Teori Sebab-Akibat (Aristoteles), Teori Tindakan Hukum (Hans Kelsen), dan Teori Tujuan Hukum (Gustav Radbruch). Dengan analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian dan analisis data tersebut dapat disimpulkan yaitu: (1) bentuk pelanggaran disiplin yang sering dilakukan siswa SMA Negeri 3 Palangka Raya yaitu antara lain membolos, merokok, dan tidak mengerjakan tugas sekolah (2) Faktor penyebab pelanggaran disiplin berasal dari kurangnya kesadaran hukum siswa, lemahnya pengawasan orang tua, dan pengaruh lingkungan pergaulan. (3) Tindakan hukum yang diterapkan pihak sekolah bersifat preventif dan edukatif, berupa teguran, surat peringatan, pembinaan, dan skorsing.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK NI MADE ISWANTY HARINI ANUGRAHA, 2025 : Eksistensi Unit Pelayanan Perempuan Dan Anak (PPA) Polresta Palangka Raya Dalam Melindungi Perempuan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya Prodi Hukum Agama Hindu. Pembimbing (I) I Komang Darman, SH.,MH Pembimbing (II) Edelweisia Cristiana, MH Kekerasann dalam rumah tangga merupakan satu masalah sosial yang serius dan kompleks. Di Kota Palangka Raya kasus kekerasan ini masih kerap terjadi, sehingga perlu adanya penangan khusus. Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) adalah salah satu unit yang bertugas untuk memberikan pelayanan , perlindungan, serta penegakan hukum terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga. Unit PPA juga memberikan pendampingan dan membantu memfasilitasi kesehatan baik luka yang terlihat maupun kesehatan mental korban serta menyediakkan rumah aman. Masalah yang diteliti : 1. Bagaimakah bentuk perlindungan hukum yang diberikan Unit Pelayanan Perempuan dan anak (PPA) Polresta Palangka Raya. 2. Apakah Tantangan yang dihadapi oleh Unit Pelayanan Perempuan dan anak (PPA) Polresta Palangka Raya dalam melindungi perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga. Metode yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan deskritif analisis. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang yakni Kanit, Penyidik dan petugas Unit Pelayanan Perempua dan Anak (PPA). Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, tehnik analisis data terdiri dari redukasi data, penyajian data, dan penarika kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian Unit PPA memiliki peranan yang sangat penting bagi perempuan dan anak terutama korban kekerasan dalam rumah tangga. Unit PPA memberikan perlindungan hukum kepada korban kekerasan dalam bentuk fasilitas kesehatan, rumah aman dan bantuan hukum. Tantangan yang dihadapi oleh Unit PPA dalam memberikan perlindungan hukum yakni ketidakberdayan korban dalam melapor, perikahan yang tidak sah, dan emosi yang tidak stabil. Namun tantagan tersebut tidak akan membuat mundur petugas Unit PPA dalam menyelesaikan kasus tersebut.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendidikan memegang peranan krusial dalam mengembangkan potensi diri individu. Kualitas pendidikan harus ditunjang oleh fasilitas belajar yang memadai. Observasi awal di SD Negeri 1 Pandau menunjukkan adanya permasalahan, yaitu kurangnya fasilitas belajar (seperti ketiadaan alat pendingin, keterbatasan media pembelajaran selain buku, dan sarana olahraga) yang berkorelasi dengan rendahnya motivasi belajar siswa, terutama pasca-pandemi, ditandai dengan siswa cepat bosan dan kurang fokus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa signifikan hubungan Fasilitas Belajar di Sekolah terhadap Motivasi Belajar Siswa di SD Negeri 1 Pandau Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasi. Data dikumpulkan melalui angket/kuesioner yang disebarkan kepada sampel jenuh, yaitu 43 peserta didik (meskipun ada inkonsistensi jumlah responden yang digunakan dalam hasil, yaitu 19 responden). Analisis data menggunakan statistik inferensial dengan teknik Korelasi Pearson Product Moment dan Uji-t dengan bantuan program SPSS. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara Fasilitas Belajar (X) terhadap Motivasi Belajar Siswa (Y). Hubungan ini berada pada tingkat sedang (interval koefisien 0,04 – 0,599). Dengan demikian, Hipotesis Alternatif (Ha) diterima, yang mengindikasikan bahwa semakin lengkap fasilitas belajar yang tersedia, maka motivasi belajar siswa cenderung semakin meningkat.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji peran Tari Riam Panjang, dalam upacara perkawinan umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Batu Ampar, Desa Derawa dan Desa Durian Kait. Pada Tari Riam Panjang, saat ditampilkan pada perkawiana umat Hindu Kaharingan terdapat nilai-nilai pendidikan Hindu, masih banyak yang belum mengetahuinya. Karena setiap nilai yang terkandung pada tarian tersebut memiliki tujuan penting yang ditujukan untuk masyarakat luas, khususnya bagi generasi muda. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini: 1) mengetahui dan merefleksikan nilai-nilai ajaran Hindu dalam konteks Pendidikan agama Hindu di Kecamatan Batu Ampar kabupaten Seruyan. 2) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan pewarisan nilai-nilai Pendidikan Hindu melalui tari Riam Panjang kepada generasi muda di Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Seruyan. Teori yang digunakan untuk menganalisis masalah yang diteliti yaitu Teori Fenomenologi dan teori Pendidikan Hindu. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriftif, teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, data dianalisis dengan pengdekatan deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis data penelitian menunjukan bahwa, 1) Tari Riam Panjang merefleksikan nilai-nilai ajaran Hindu dalam konteks Pendidikan agama Hindu sangat efektif sehingga mengajarakan dan merefleksikan nilai-nilai tattwa (filsafat Hindu), susila (etika), dan acara (ritual). Sehingga menjadi bagian dari pendidikan karakter Hindu yang melibatkan generasi muda dalam proses belajar sambil melestarikan tradisi, menanamkan disiplin, sikap hormat, serta meningkatkan rasa spiritualitas melalui seni yang sakral. 2) Proses pewarisan nilai-nilai Pendidikan Hindu melalui Tari Riam Panjang kepada generasi muda, dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan berdampak jangka panjang bagi pembentukan karakter dan spiritualitas generasi muda. Serta menjadi media efektif dalam pewarisan nilai-nilai pendidikan Hindu, dengan praktik budaya lokal Tari Riam Panjang.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan ice breaking efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) di SDN Percobaan Palangka Raya, khususnya untuk mendorong keterlibatan dan partisipasi siswa selama pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel terdiri dari seluruh siswa kelas IV-D dan V-C, sejumlah 47 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui angket motivasi belajar yang berisi 20 pertanyaan, kemudian dianalisis dengan SPSS Windows 31 untuk menguji validitas, reliabilitas, serta statistik deskriptif seperti mean, median, modus, range, standar deviasi, dan persentase tingkat motivasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan ice breaking efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Aktivitas ini membuat suasana kelas menjadi lebih nyaman, menyenangkan, dan interaktif, sehingga siswa merasa rileks, lebih berani berpartisipasi, dan termotivasi mengikuti proses pembelajaran. Data menunjukkan bahwa sebanyak 28 siswa (59,6%) berada pada kategori sedang, 10 siswa (21,3%) pada kategori tinggi, dan 9 siswa (19,1%) pada kategori rendah. Nilai rata-rata sebesar 66,45 dengan skor minimum 55 dan maksimum 78 menunjukkan bahwa siswa memiliki dorongan belajar yang cukup baik meskipun masih terdapat variasi antar individu. Hasil ini didukung oleh validitas instrumen yang baik dan penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa ice breaking dapat meningkatkan fokus, semangat, dan partisipasi aktif siswa selama pembelajaran.