2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendidikan merupakan salah satu usaha setiap Bangsa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga membantu memperlancarkan pelaksanaan pembangunan Nasional Indonesia, di sisi lain Indonesia saat ini sedang mengalami kondisi tidak baik sedang maraknya wabah Covid-19. Hal itu berpengaruh pada dunia Pendidikan sehingga proses pembelajaran awalnya tatap muka secara langsung diganti menjadi Pembelajaran Online atau daring. Rumusan masalah bagaimana Implementasi Pembelajaran Online dengan Aplikasi Google classroom pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Gunung Timang kabupaten Barito Utara dan Apa Kendala dalam Pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana Implementasi Pembelajaran Online dengan Aplikasi Google classroom pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Gunung Timang Kabupaten Barito Utara dan untuk mengetahui kendala dalam Implementasi Pembelajaran Online dengan Aplikasi Google classroom pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu. Subyek pnelitian ini yaitu Kepala Sekolah, Guru Agama Hindu dan Siswa beragama Hindu di SMA Negeri 1 Gunung Timang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dianalisis menggunakan deskritif kualitatif. Teori yang digunakan yaitu teori sibernetik.. Hasil penelitian Implementasi Pembelajaran Online dengan Aplikasi Google classroom diterapkan pada masa pandemi setelah ada surat edaran dari Kemendikbud untuk melaksanakan pembelajaran Online. Tahap perencanaan Guru dan Siswa menyiapkan media seperti Handphone, belajar mengaplikasikan Google classroom, Guru Agama Hindu membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan menyiapkan materi berupa PPT dan video Pembelajaran. pelaksanaan pembelajaran pendahuluan: Guru membagikan materi di google classroom, mengucapkan salam, Guru menyampaikan Topik. Kegiatan inti : menyimak, memahami dan menanyakan. Penutup : Guru menyampaikan materi pertemuan selanjutnya, dan mengucapkan salam. kemudian mengavaluasi pembelajaran yang disampaikan. Kemudian kendala yang dialami yaitu Guru agama Hindu belum terlalu optimal dalam mengaplikasikan Google classroom, jaringan internet di wilayah kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara yang tidak stabil dan sinyal 4G bisa hilang beberapa hari, Kuota internet yang mahal berdasarkan perbandingan Harga sehingga siswa lambat merespon pembelajaran yang disampaikan oleh Guru Agama Hindu di ruang Goole Classroom dalam proses pembelajaran.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DANIE RATNASARI. 2021. Nilai-Nilai Pendidikan Hindu Dalam Upacara Nyangiang Batatamba Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Pembimbing I. Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II. Hendri, S.Ag.,M.Si Skripsi ini mengkaji Upacara Nyangiang Batatamba pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Masyarakat secara umum dan Umat Hindu Kaharingan khususnya, belum banyak yang memahami tentang Upacara Nyangiang Batatamba apa lagi mengenai proses, tujuan dan nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Upacara Nyangiang Batatamba menjadi upacara penting dalam mengembalikan unsur Panca Maha Bhuta apa lagi di dunia modern sekarang ini. Berdasarkan masalah tersebut penelitian ini mengkaji dengan rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana proses pelaksanaan Upacara Nyangiang Batatamba pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan?, 2) Apa tujuan pelaksanaan Upacara Nyangiang Batatamba pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan?, 3) Apakah Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu yang terdapat dalam Upacara Nyangiang Batatamba pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan?. Tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk mengetahui tentang proses, tujuan Upacara Nyangiang Batatamba pada umat Hindu Kaharingan serta kaitannya dengan nilai-nilai pendidikan Agama Hindu, dan menambah wawasan bagi masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Dalam konsep penelitian ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu Nilai-Nilai Pendidikan Hindu, Upacara Nyangiang Batatamba, Umat Hindu Kaharingan. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1) Teori Fenomenologi, 2) Teori Interaksionisme Simbolik dan 3) Teori Nilai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif, teknik penentuan informan yang digunakan yakni Random Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verivikasi. Dari hasil penelitian menjelaskan bahwa Upacara Nyangiang Batatamba terdiri dari tahap persiapan, waktu pelaksanaan Upacara Nyangiang Batatamba tahap pokok pelaksanaan Upacara Nyangiang Batatamba dan tahap akhir dari Upacara Nyangiang Batatamba. Sedangkan dari makna Upacara Nyangiang Batatamba adalah sebuah acara yang bertujuan untuk mengobati segala macam penyakit yang diderita oleh seseorang dan juga sebagai pengganti pengobatan nonmedis. Adapun makna sarana yang digunakan agar dapat memperlancar proses Upacara Nyangiang Batatamba. Nilai-nilai pendidikan Agama Hindu yaitu nilai pendidikan Tattwa, nilai pendidikan Susila/Etika, nilai pendidikan Upacara dan nilai pendidikan Susila.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Ida Ayu Sri Eka Gayatri. 2021. Peranan Guru Agama Hindu Dalam Penguatan Nilai-Nilai Tat Tvam Asi Bagi Siswa Hindu Di SDN Dwipasari Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarrya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H.,M.Pd.H Pembimbing II. Luh Putu Muliani Handayani, S.Fil.H.,M.Fil.H Siswa Hindu berada di lingkungan sekolah masih melakukan etika yang tidak baik seperti berperilaku yang tidak sopan dan santun, berbicara yang kurang baik untuk di dengar, siswa berkelahi, saling membuli dan jahil dengan teman-temannya di sekolah. Oleh sebab itu pentingya peranan guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SDN Dwipasari Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala. Dengan guru agama Hindu memberikan penguatan pada siswa mengenai ajaran nilai-nilai Tat Tvam Asi maka siswa Hindu akan selalu memiliki etika prilaku yang sopan dan santun, memiliki rasa saling menyayangi terhadap guru-guru dan teman-temannya, serta menjaga lingkungan alam sekitar sekolah. Berdasarkan latar belakang diatas dapat ditarik beberapa rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain : 1). Bagaimanakah peranan guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SDN Dwipasari, 2). Apa sajakah kendala guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SDN Dwipasari, 3). Bagaimanakah Upaya-upaya guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SDN Dwipasari. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan medeskripsikan peranan guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Peneliti menggunakan teknik Purposive, dalam mencantumkan informan yang akan dijadikan sebagai instrumen. Dalam teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan beberapa metode, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan meliputi tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 28 april-18 mei 2021. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu SDN Dwipasari Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala. Hasil penelitian yaitu 1). Peranan guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu yaitu: peran sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, teladan, dan motivator. 2). Kendala guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu yaitu: kendala secara intrinsik kurangnya kemampuan guru agama Hindu dalam bidang ilmu teknologi, dan siswa Hindu yaitu kurangnya motivasi siswa dalam belajar, kurangnya daya ingat siswa, kemudian secara ekstrinsik yaitu mengenai jam belajar terbatas, buku pelajaran, dan lingkungan. 3). Upaya guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu yakni: upaya memberikan penjelasan, pembelajaran, teladan, dan bimbingan. Kata Kunci : Peranan Guru Agama Hindu, Penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pandemi Covid-19 berdampak pada dunia pendidikan di Indonesia. Transformasi sistem pembelajaran tatap muka di kelas menjadi pembelajaran sistem daring menjadi persoalan sangat penting dan mendesak yang dihadapi dunia pendidikan. Sejak awal pandemi sampai saat ini persoalan pembelajaran sistem daring telah menjadi fokus berbagai penelitian. Namun, penelitian tentang pembelajaran daring di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHNTP) Palangka Raya belum tersedia. Peneliti tertarik mengkaji pembelajaran sistem daring di IAHN-TP Palangka Raya dengan fokus masalah (1) bagaimana proses pembelajaran sistem daring selama pandemi Covid-19 di IAHN-TP Palangka Raya, (2) bagaimana implikasi pembelajaran sistem daring selama pandemi Covid-19 di IAHN-TP Palangka Raya, dan (3) bagaimana upaya peningkatan pembelajaran sistem daring selama pandemi Covid-19 di IAHN-TP Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk mengkaji dan mendeskripsikan rumusan masalah penelitian tersebut ialah teori fenomenologi dan teori proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif fenomenologi pendekatan emik. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumen. Selanjutnya data yang diperoleh direduksi, disajikan, dan diambil suatu kesimpulan. Data yang dikaji dan dianalisis dengan teori fenomenologi dan teori proses pembelajaran menunjukkan beberapa hal berikut. (1) Persiapan yang dilakukan dosen pada proses pembelajaran sistem daring meliputi penyusunan bahan ajar yang lebih terperinci, teknik mengajar yang lebih menarik, ketersediaan perangkat pembelajaran, dan ketersediaan jaringan internet. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara virtual asynchronous dan collaborative synchronous dengan menerapkan RQA dan HOTS. Evaluasi hasil pembelajaran dilakukan secara daring berupa soal pilihan ganda dan analisis mandiri. (2) Implikasi pembelajaran sistem daring terhadap dosen ialah peningkatan pengetahuan dosen dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran, sedangkan implikasi terhadap mahasiswa ialah pengembangan potensi diri secara mandiri. (3) Lembaga telah meningkatkan sarana dan prasarana untuk mendukung pembelajaran. Dosen berupaya meningkatkan pengetahuan dan kreativitas di bidang teknologi pembelajaran dan meningkatkan pengetahuan yang berhubungan dengan teknik mengajar secara daring. Mahasiswa meningkatkan pengetahuan dari sumber belajar daring dan mengikuti webinar. Tri pramana menjadi dasar perubahan proses, implikasi, dan upaya peningkatan pembelajaran sistem daring karena manusia memiliki idep (pikiran) sehingga selama pandemi Covid-19 pembelajaran dapat terus berlangsung meskipun dilaksanakan secara daring.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK LISDAWATI, 2021 Pemanfaatan Aplikasi WhatsApp dalam Pembelajaran Daring pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SD Negeri 2 Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas, Jurusan Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Ketut Sudiarta,S.Sos., MAP Pembimbing II Suryanto, S.Pd.,M.Pd Pendidikan dalam masa pandemi Covid-19 berpengaruh pada proses pembelajaran menjadi pembelajaran jarak jauh tana bertatap muka. Sehingga pemanfaatan Aplikasi WhatsApp salah satu, yang digunakan dalam pembelajaran daring/berbasis online. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh jawaban dari pertanyaan dari rumusan masalah yaitu untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai bagaimana Pemanfaatan Aplikasi WhatsApp dalam Pembelajaran Daring, memahami dampak setelah Pemanfaatan Aplikasi WhatsApp dan untuk mengetahui kendala dalam Pemanfaatan Aplikasi WhatsApp dalam Pembelajaran Daring pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SD Negeri 2 Pulau Kaladan. Teori yang di gunakan dalam penelitian ini ada 2 yaitu Teori Kognitif dan Teori Pemanfaatan, karena kedua teori ini relevan dengan judul skripsi peneliti. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif karena memiliki sifat yang deskriptif, dan Teknik penentuan informan yang di gunakan adalah Purposive sampling. Penelitian berlokasi di SD Negeri 2 Pulau Kaladan Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas selama kurun waktu 22 April-24 Mei 2021. Sumber data penelitian terdapat 7 informan yaitu Kepala Sekolah SD Negeri 2 Pulau Kaladan, Guru Agama Hindu, 3 Siswa dari kelas IV, V, VI dan juga 2 orang tua siswa. Pemanfaatan Aplikasi WhatsApp dalam pembelajaran di SD Negeri 2 Pulau Kaladan Pada Mata pelajaran Agama Hindu memiliki langkah-langkah perencanaa yaitu menyiapkan RPP. Pelaksanaan pembelajaran Agama Hindu secara daring meliputi pendahuluan: mengucap salam, berdoa, absen, menyampaikan pembelajaran melalui Vidio Call grup di Aplikasi WhatsApp. Kegiatan inti : mengamati, menanya, mengeksperimen, mengasosiasikan, mengkomunikasikan melalui Aplikasi WhatsApp. Kegiatan penutup: pemberian tugas dan nilai hasil evaluasi pembelajaran. Hasil penelitian ini yang berlokasi di SD Negeri 2 Pulau Kaladan, Memanfaatkan Aplikasi WhatsApp sebagai sarana pembelajaran jarak jauh dan sebagai alat komunikasi antar guru dan siswa dalam pembelajaran. Di samping pemanfaatan Aplikasi WhatsApp terdapat Kendala yaitu gangguan jaringan, listrik padam dan sebagian siswa tidak memiliki Handphone Android dan Dampak dalam pemanfaatan Aplikasi WhatsApp membuat siswa candu dalam penggunaan Handphone Android sehingga lupa dengan pembelajaran dan lalai dalam belajar. Sebab itulah masalah dalam proses pembelajaran daring dengan menggunakan Aplikasi WhatsApp dalam pemanfaatannya.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MEINISYA, 2021 : Peran Lembaga Kedamangan Dalam Penyelesaian Kasus Penghinaan Dan Pencemaran Nama Baik Melalui Media Sosial Di Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Made Kastama SH.,MH. Pembimbing II I Komang Darman SH.,MH. Lembaga Adat Kedamangan merupakan Lembaga Sentral yang bertanggungjawab penuh agar tetap lestari, berdayaguna dan berkembangnya hukum adat dayak, adat istiadat, dan kebiasaan-kebiasaan, tradisi dalam masyarakat dayak Kalimantan Tengah secara umumnya dan Kabupaten Katingan pada khususnya. Dengan adanya lembaga adat dalam menyelesaikan kasus penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media sosial di Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan supaya kasus tersebut dapat diselesaikan dengan musyawarah mufakat. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu (1) Bagaimana Proses Penyelesaian Kasus Penghinaan Dan Pencemaran Nama Baik Melalui Media Social (Facebook) di Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan? (2) Bagaimana Penerapan Sanksi Adat Terhadap Pelaku ditinjau dari Hukum Adat Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan? Subjek penelitian adalah Damang Kepala Adat, Kepala Desa, Mantir Adat, dan Tokoh masyarakat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dan rancangan studi kasus dengan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Objek penelitian ini adalah Peran Lembaga Kedamangan Dalam Penyelesaian Kasus Penghinaan Dan Pencemaran Nama Baik Melalui Media Sosial Di Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptip Kualiitatif yaitu dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan hasil studi kepustakaan. Hasil penelitian telah menunjuk. bahwa Peran Lembaga Kedamangan Dalam Penyelesaian Kasus Penghinaan Dan Pencemaran Nama Baik Melalui Media Sosial Di Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan tersebut adalah dalam keputusan Damang Kepala Adat bahwa si pelaku dikenakan pasal 50 tentang Singer Tandahan Randan (Denda Adat Tuduhan Serampangan). sejumlah 20 kati ramu, bilamana diuangkan yaitu sebesar Rp. 5.000.000,00-, (lima juta rupiah). Dalam kasus ini Damang Kepala Adat memberikan jalan berdamai dan permasalahan kasus pun dapat diselesaikan melalu perdamaian adat dan dasarnya penyelesaian kasus melalui Lembaga Kedamangan bukan menitik beratkan pada menang atau kalah dari salah satu pihak melainkan kembalinya keadaan keseimbangan yang terganggu, sehingga masing-masing pihak dapat hidup kembali dalam kehidupan dan ikatan dengan keseluruhan secara tenang tentram dan damai. Dari hasil penelitian dan analisis data tersebut maka dapat disimpulkan yaitu : (1) Proses Penyelesaian Kasus Penghinaan Dan Pencemaran Nama Baik Melalui Media Social (Facebook) di Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan adalah selain diatur diberbagai peraturan Perundang-Undangan seperti Ketentuan hukum adat yaitu 96 pasal Perjanjian Tumbang Anoi yg tertuang pada pasal 50 tentang Singer Tandahan Randan (Denda Adat Tuduhan Serampangan). Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 16 tahun 2008, tentang Kelembagaan Adat Dayak di Kalimantan Tengah yang telah diperbaharui dengan Perda No 1 Tahun 2010, yang menjelaskan tentang peradilan adat dan singer, bagi pelanggar Hukum Adat Dayak Kalimantan Tengah. (2) Penerapan Sanksi Adat Terhadap Pelaku Kasus Penghinaan dan Pencemaran Nama Baik Melalui Media Sosial ditinjau dari Hukum Adat Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan yaitu bersifat final dan mengikat bagi para pihak dan memiliki kekuatan hukum berdasarkan telah diatur didalam pasal 28 Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 16 tahun 2008 tentang Kelembagaan Adat Dayak di Kalimantan Tengah, segala perselisihan, sengketa, dan pelanggaran hukum adat yang telah didamaikan dan diberi sanksi adat melalu keputusan Kerapatan Mantir/Let Perdamaian Adat ditingkat Kecamatan, adalah bersifat final dan mengikat para pihak. Kata Kunci : Lembaga Kedamangan, Penyelesaian Kasus, dan Penghinaan
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Furmasari Fita, 2021, Kedudukan Surat Keterangan Tanah Adat (SKTA) Sebagai Alat Pembuktian Dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Adat Di Wilayah Kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I) Mariatie, S.Ag.M.Si. Pembimbing (II) Gelar Sumbogo Peni, S.Ag.,M.Si. Guna memberikan kepastian hukum terhadap Surat Keterangan Tanah Adat dalam hukum adat maka pemerintah mengeluarkan Peraturan Gubernur No.13 Tahun 2009 tentang tanah adat dan hak-hak diatas tanah adat di Provinsi Kalimantan Tengah. Surat Keterangan Tanah Adat merupakan bukti atas pengakuan hak kepemilikan atas tanah adat, dengan demikian Surat Keterangan Tanah Adat dalam kedudukannya mendapat pengakuan sebagai alat bukti apabila terjadi sengketa tanah. Untuk mendapatkan Surat Keterangan Tanah Adat masyarakat harus mendaftarkan tanahnya kelembaga kedamangan supaya tanah yang dikuasai tidak dapat diklaim oleh orang lain dengan adanya bukti dokumen dari lembaga kedamangan serta mendapat perlindungan hukum kepada pemegang hak tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah : (1). Bagaimana Kedudukan Surat Keterangan Tanah Adat sebagai alat pembuktian dalam penyelesaian sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan ? (2). Bagaimana Kekuatan Hukum Surat Keterangan Tanah Adat sebagai alat pembuktian dalam penyelesaian sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan ? (3) Apa factor penyebab terjadinya sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan ? Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah Teori Kepastian Hukum, Teori Perlindungan Hukum dan Teori Pluralisme Hukum. Subjek penelitian ini adalah kepala adat/damang, mantir adat dan tokoh adat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, dokumentasidankepustakaan. Data dianalisis dengan metode kuantitatif artinya data yang didapatkan disajikan dalam bentuk table dan kualitatif dengan mereduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan yang tertuju pada masalah yang diteliti di lingkungan masyarakat tentang Kedudukan Surat Keterangan Tanah Adat sebagai alat pembuktian dalam penyelesaian sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kedudukan Surat Keterangan Tanah Adat sebagai alat pembuktian dalam penyelesaian sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan Surat Keterangan Tanah Adat dalam hukum adat mendapatkan pengakuan dimasyarakat adat sendiri sebagai bukti hak atas kepemilikan sebidang tanah yang secara adat memiliki kepastian hukum dengan adanya peraturan dari Gubernur Provinsi Kalimantan. (2) Kekuatan Hukum Surat Keterangan Tanah Adat sebagai alat pembuktian dalam penyelesaian sengketa tanah di wilayah kedamangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan memilliki kekuatan hukum secara Hukum Adat dengan diperkuat adanya Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 13 Tahun 2009 tentang Tanah Adat dan Hak-hak Adat diatas tanah adat di Provinsi Kalimantan Tengah dan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) sebagai sarana dalam memberikan kepastian hukum. (3) Faktor penyebab terjadinya sengketa ix tanah yaitu dipicu oleh keadaan ekonomi serta karena adanya pengklaiman tanah yang menggeser batas patok tanah milik orang lain sehingga terjadilah konflik sengketa tanah. Kata Kunci :Kedamangan, SKTA, Kekuatan Hukum SKTA
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Wayan Miarsa, 2021 ”Nilai-nilai Kepemimpinan Hindu dalam Asta Brata sebagai peningkatan disiplin kerja guru di SDN-1 lunuk Ramba Kecamatan Basarang”. Pembimbing I : Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag., M.Ag Pembimbing II : Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si Pengelolaan disiplin guru guna terciptanya disiplin kerja, dalam proses pencapaian kemajuan, meningkatkan sumber daya manusia diperlukan sebuah upaya yang mesti dilakukan. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata sebagai dasar interpretasi dalam disiplin pada diri kemudian direalisasikan pada sikap tindakan dalam kerja. Penelitian ini terfokus pada Nilai-nilai Kepemimpinan Asta Brata dalam disiplin kerja guru dengan rumusan masalah: 1) Nilai-nilai Kepemimpinan Hindu dalam ajaran Asta Brata tercermin dalam disiplin kerja guru, 2) Bagaimana Relevansi Nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata dalam kontek pengelolaan disiplin kerja guru pada SDN-1 Lunuk Ramba, 3) Bagaimana langkah-langkah yang bisa ditempuh dalam rangka mengaplikasikankan nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata pada SDN-1 Lunuk Ramba. Adapun teori yang digunakan menganalisis permasalahan tersebut adalah teori Analisis Kontent (Analisis nilai) dari Vredenbreght, Teori Fungsionalisme Struktural dengan Skema Agil yang dikemukakan Talcott Parsons, Teori Sosialisasi atau Teori Belajar dari Edwin H. Sutherland. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, studi kepustakaan. Hasil penelitian ini ada beberapa : Pertama, nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata tercermin dalam disiplin kerja pegawai ada beberapa yaitu; 1) nilai kearifan, dan kewibawaan pada Indra Brata 2) nilai keberanian, keadilan dan bijaksana pada Yama Brata 3) Nilai-nilai Semangat, efektif dan efisien pada Surya Brata. 4) nilai-nilai penerangan dan empati pada Candra Brata. 5) nilai rendah hati dan moral yang luhur pada Vayu Brata. 6) nilai-nilai teguh pendirian dan rela mengabdi pada Kuwera Brata . 7) nilai-nilai berwawasan luas, berinisiatif, kreatif dan inovatif pada Varuna Brata 8) nilai-nilai kemuliaan dan tanpa pilih kasih pada Agni Brata. Kedua, relevansi nilai-nilai kepemimpinan asta brata dalam kontek pengelolaan disiplin kerja guru pada SDN-1 Lunuk Ramaba yaitu; 1) relevansi nilai sikap dan prilaku, 2) Relevansi nilai personal dan relevansi nilai sosial dapat terwujud dari interpretasi nilai-nilai Asta Brata sebagai norma yang menjadi tolak ukur dalam penanaman nilai terbaik pada diri pribadi; 3) Relevansi nilai subjektif dan nilai objektif dalam mewujudkan disiplin kerja pegawai. Ketiga, langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mengaplikasikan nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata ; 1) Langkah dari guru, dimensi integrasi nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata dalam meningkatkan disiplin kerja pada diri; 2) Langkah-langkah dari pimpinan, Pendekatan aksi sosial, yaitu pengkombinasian pendekatan transformatif dengan aktivitas-aktivitas yang berupaya untuk melakukan perubahan; 3) Langkah-langkah dari instansi yaitu; Lembaga memberikan dimensi pembelajaran yang sama dan adil, menuangkan dalam format pelatihan, diklat, seminar, lokakarya.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI I KADEK SEPTIANA. 2021. Pemanfaatan sumber belajar dalam mata pelajaran agama Hindu secara daring di SMKN 2 Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag., M.Ag, Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag. Skripsi ini mengkaji pemanfaatan sumber belajar dalam mata pelajaran agama Hindu secara daring di SMKN 2 Palangka Raya. Sumber belajar berperan sekali dalam upaya pemecahan masalah dalam belajar. Sumber-sumber belajar itu dapat didefinisikan sebagai pesan, orang, bahan, alat, teknik dan latar. Dalam upaya untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka sumber belajar itu dikembangkan dan dikelola secara sistematik, bermutu, dan fungsional. Pemanfaaatan berbgai sumber belajar di Lembaga pendidikan memang selalu di pengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu faktor internal yang berpengaruh dominan pada proses belajar dan pembelajaran seperti semangat, minat dan kemampuan sedangkan faktor eksternal adalah yang berpengaruh terhadap ketersedian sumber belajar yang bervariasi, banyak, kemudahan akses terhadap sumber belajar. Adapun rumusan masalah dalam penelitian adalah (1) Bagaimana pemanfaatan sumber belajar dalam mata pelajaran Agama Hindu secara daring di SMKN 2 Palangka Raya ? (2) Kendala yang di hadapi dalam pemanfaatan sumber belajar dalam mata Pelajaran Agama Hindu secara daring di SMKN 2 Palangka Raya ? (3) Apa upaya yang dilakukan dalam pemanfaatan sumber belajar dalam mata Pelajaran Agama Hindu secara daring di SMKN 2 Palangka Raya ? Teori yang digunakan adalah teori belajar behavioristik, teori motivasi dan teori pembelajaran humanistik. Data diperoleh dengan metode observasi partisipasi wawancara, dokumentasi selanjutnya data tersebut diinterpretasi dengan memberi makna, penjelasan pola atau ketegori serta mencari karakteristik antara berbagai konsep. Hasil penelitian ini, Pemanfaatan sumber belajar dalam mata Pelajaran agama Hindu secara daring meliputi : pertama, penggunaan sumber belajar media pembelajaran daring power point dalam pembelajaran secara daring. Kedua penggunaan video pembelajaran yang digunakan guru dalam proses pembelajaran agama Hindu secara daring. Ketiga buku teks sebagai bahan referensi sumber belajar. Kendala yang di dihadapi dalam pemanfaatan sumber belajar secara daring yaitu kurangnya kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran secara daring, kurangnya sarana dan prasarana terkait pembelajaran secara daring dan kurangnya pengetahuan dalam pembelajaran daring. Adapun upaya untuk mengatasi hal tersebut juga dapat dilakukan dengan cara adanya sosialisasi dan pelatihan tentang pembelajaran secara daring serta perlunya Kerjasama antara dinas pendidikan dengan sekolah terkait pembelajaran daring untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Crisno. 2021. Habukung Dalam Upacara Kematian Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan (Kajian Sosio-Filosofis). Pembimbing I, Nyoman Sarma, S.Ag.,M.Fil.H dan Pembimbing II, I Gusti Agung Dharmawan, S.Pd.H.,M.Pd Habukung merupakan bentuk tarian Sakral, Habukung dilaksanakan dengan bebagai macam jenis dan bentuk, Habukung memiliki tujuan khusus yaitu roh (Ganan Bukung), akan dijadikan pembantu (Jipen) bagi roh orang yang meninggal (Liau) pada saat perjalanan menuju surga (Lewu Tatau). Habukung yang memiliki nilai leluhur, yang harus dijaga dan dilestarikan sehingga para generasi penerus khusunya bagi umat Hindu Kaharingan selanjutnya tetap berpegang teguh mempertahankan keyakinan dan kepercayaan mereka terhadap tradisi-tradiri leluhur. Berdasarkan latar belakang, maka pada penelitian ini terdapat tiga perumusan masalah dalam skripsi ini yaitu: (1) Bagaimanakah mitologi Habukung dalam upacara kematian pada umat Hindu Kaharingan; (2) Bagaimanakah bentuk pelaksanaan Habukung dalam upacara kematian pada umat Hindu Kaharingan; (3) Bagaiman makna sosio-filosofis Habukung dalam upacara kematian pada umat Hindu Kaharingan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) Teori Mitologi; (2). Teori Religi; (3). Teori Intraksionalisme Simbolik. Penelitian tentang Habukung dalam upacara kematian pada umat Hindu Kaharingan, penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu: Observasi, Kepustakaan, Dokumentasi, Wawancara. Subjek penelitian ini adalah tokoh keagamaan Hindu Kaharingan dan rohaniawan. Hasil penelitian ini adalah: (1). Mitologi Habukung dalam upacara kematian pada umat Hindu Kaharingan dan tujuan pelaksanaan; (2). Bentuk pelaksanaan Habukung yang masuk dalam beberapa bagian yaitu: proses pelaksanaan Habukung, sarana dan prasarana yang digunakan, jenis dan bentuk dari topeng Bukung, dan pantangan yang terdapat pada pelaksanaan Habukung; (3). Makna sosio-filosofis Habukung yang termasuk dalam beberapa bagian yaitu: makna etika, makna religius, makna sosial dan makna filsafatnya. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Habukung dalam upacara kematian pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan (Kajian Sosio-Filosofis) merupakan tradisi yang dilaksanakan secara turun-temurun oleh nenek moyang pada zaman dulu, bertentuk tarian Sakral dan memiliki roh (Ganan Bukung), tujuannya, roh (Ganan Bukung) akan dijadikan pembantu (Jipen) bagi roh orang yang meninggal dunia (Liau), pada saat perjalanan menuju surga (Lewu Tatau).
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK SITI PURNAMA,2021, Ritual Nyapak Jaang Buluh Sahnya Perceraian Menurut Hukum Agama Hindu (Studi Kasus di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan) Skripsi, Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. Ni Nyoman Rahmawati,S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II) Budhi Widodo, S.H.,M.H. Ritual Nyapak Jaang Buluh adalah sebuah ritual akhir sebagai dalam perceraian bagi umat Hindu Kaharingan yang akan bercerai supaya dalam perceraian menjadi Sah menurut Agama Hindu Kaharingan di desa setempat sehingga masyarakat tidak berprasangka buruk lagi terhadap pasangan itu. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 3 (tiga) hal yaitu : (1) Faktor penyebab terjadinya perceraian di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan ? (2) Proses Pelaksanaan Ritual Nyapak Jaang Buluh Di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan ? (3) Dampak Ritual Nyapak Jaang Buluh Terhadap Kedua Belah Pihak Keluarga Yang Melaksanakan Ritual di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan. Subjek penelitian adalah Mantir Adat, Pisor, Orang Tua pihak perempuan dan tokoh masyarakat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Dari analisis data tersebut diatas maka dapat disimpulkan : (1) Faktor penyebab terjadinya perceraian di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan yaitu terdiri dari 2 faktor yaitu: faktor internal (gangguan mental, suami lebih berkuasa dan penganiayaan/kekerasan (KDRT) dan faktor eksternal (faktor perjodohan, faktor pendidikan). (2) Proses pelaksanaan Ritual Nyapak Jaang Buluh di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan (tahap pelaporan,tahap pemanggilan keluarga pihak laki-laki, dan tahap penyelesaian kasus/perkara pada tahap ini kedua pasangan mengakhiri perkawinan mereka dengan melaksanakan Ritual Nyapak Jaang Buluh. (3) Dampak Ritual Nyapak Jaang Buluh terhadap kedua belah pihak keluarga yang melaksanakan Ritual di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan yaitu dampak positif (bagi perempuan : tidak merasa ketakutan dan mulai merasa kenyamanan) dan dampak negatif (bagi laki-laki : merasa kesepian cenderung menyendiri dan tidak suka bergaul) memiliki beban masalah setelah bercerai. Kata kunci : Ritual Nyapak Jaang Buluh, Sahnya perceraian, Hukum Agama Hindu
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK SELI DUNI ANTI, 2020, Pembagian Hak Waris Anak Dalam Kasus Penceraian Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Pelari Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara Skripsi. Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri “Tampung Penyang” (IAHN-TP). Palangka Raya Pembimbing (I). Mariatie, S.Ag.,M.Si. Pembimbing (II). Armadiansyah, S.Ag,SH,MH. Secara umum masyarakat Hindu Kaharingan (Suku Dayak Tewoyan) di Desa Pelari Kecamatan Gunung Timang memiliki sistem kekeluargaan parental (bilateral) menurut sistem ini bahwa garis keturunan didasarkan pada garis Bapak dan Ibu sama saja atau anak laki-laki dan anak perempuan mempunyai hak waris yang sama, setara dan seimbang. Sistem kekeluargaan parental (bilateral) inilah yang mempengaruhi sistem kewarisan masyarakat Hindu Kaharingan (Suku Dayak Tewoyan) di Desa Pelari Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu : (1) bagaimana kedudukan hak waris anak dalam masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Pelari Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara?. (2) bagaimana pembagian hak waris anak dalam kasus penceraian pada masyarakat umat Hindu Kaharingan di Desa Pelari Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara?. Subjek penelitian adalah Tokoh Masyarakat, Pemuka Adat, Mantir Kepala Adat, Pejabat Desa, dan Warga Masyarakat yang terkait langsung dengan masalah penelitian. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dan rancangan studi kasus dengan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Objek penelitian ini adalah Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Pelari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptip Kualitatif yaitu dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan hasil studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa harta warisan itu dapat dimiliki oleh ahli waris dengan ketentuan undang-undang, adanya wasiat dari pewaris atau karena penceraian dan kematian. Jika terjadi penceraian dalam masyarakat Hindu Kaharingan (khususnya suku Dayak Tewoyan di Desa Pelari) maka diatur berdasarkan hukum adat dan sesuai dengan Surat Perjanjian Kawin (Kelakar) yang terdapat pada pasal 3 ayat (3) yang dibuat pada saat melakukan perkawinan. Inilah yang nantinya menjadi dasar pembagian harta perkawinan (gono-gini) jika terjadinya penceraian. Dalam pembagian hak waris anak, pewaris harus memiliki lembaga adat baik Damang/Mantir Adat agar menjauhkan dari cara-cara penyelesaian yang tidak benar dengan memperlakukan ahli waris secara sewenang-wenang tanpa menghargai hak-haknya. Secara umum masyarakat Dayak khususnya masyarakat di Desa Pelari menganut sistem kekeluargaan parental (bilateral), yaitu anak perempuan maupun anak laki-laki berhak sebagai ahli waris dan mempunyai kedudukan yang sama, setara dan seimbang.. Kata Kunci : Pembagian, Hak Waris Anak, Penceraian
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KETUT MERTAYASA, 2021. Nilai-Nilai Pendidikan Budi Pekerti Dalam Ajaran Karma Yoga Bab III Pustaka Bhagawadgita. Skripsi Jurusan Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., MA, Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag., M.Ag. Fakta sosial pada jaman sekarang lunturnya budi pekerti terutama anak-anak usia remaja yang dipengaruhi oleh budaya barat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendiskripsikan nilai-nilai pendidikan budi pekerti dalam ajaran Karma Yoga bab III Pustaka Bhagawadgita, (2) Mendiskripsikan nilai-nilai pendidikan budi pekerti dalam ajaran Karma Yoga bab III Pustaka Bhagawadgita yang memiliki relevansi dalam kehidupan sekarang. Jenis penelitian dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Pustaka Bhagawadgita bab III Karma Yoga yang di terjemahkan oleh Prof. Dr. I. B. Mantra. Objek dalam penelitian ini adalah nilainilai pendidikan budi pekerti bab III Pustaka Bhagawadgita. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri serta buku-buku sebagai penunjang. Teknik pengumpulan data memakai Teknik Pustaka. Teknik analisis menggunakan content analysis. Metode penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) nilai-nilai pendidikan budi pekerti dalam ajaran Karma Yoga bab III Pustaka Bhagawadgita yaitu: (a) nilainilai kerja sebagai kewajiban, (b) nilai-nilai pengendalian panca indriya dan nafsu, (c) nilai-nilai yadnya, dan (d) nilai-nilai perbuatan baik dan suci. (2) nilai-nilai pendidikan budi pekerti dalam ajaran Karma Yoga bab III Pustaka Bhagawadgita masih memiliki relevansi dalam kehidupan sekarang yaitu: (a) relevansi kerja sebagai kewajiban, (b) relevansi yadnya, dan (c) relevansi perbuatan baik dan suci. Sebagaimana yang terjadi sekarang saat pandemi covid-19 melanda sikap seorang pemimpin yang selalu bekerja demi menyelamatkan rakyatnya.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
GUSTI BAGUS BIMANTARA. 2021. Implementasi Upacara Magedong-gedongan Pada Umat Hindu Di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur (Perspektif Pendidikan Hindu). Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag, Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag. Skripsi ini mengkaji implementasi upacara magedong-gedongan pada umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur. Keberadaan upacara magedong-gedongan ini memiliki nilai sakral dan makna religius. Fenomena yang terjadi kurangnya pemahaman umat Hindu dan jarang sekali upacara magedong-gedongan ini dilakukan. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Mengapa Umat Hindu di Desa Sidomulyo Jarang melaksanakan upacara magedong-gedongan ?, 2) Bagaimanakah Pelaksanaan upacara magedong-gedongan pada umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai timur ?, 3) Apakah nilai-nilai Pendidikan dalam Pelaksanaan upacara magedong-gedongan bagi umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur ?, Tujuan umum penelitian ini untuk menemukan pengetahuan tentang upacara magedong-gedongan Pada umat Hindu di Desa Sidomulyo Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur. Hasil penelitian dikaji dengan teori panca dharma ciddiartha, teori fungsional structural dan teori nilai. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dukumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran dan interpretasi, serta penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori panca dharma ciddiartha yang di peroleh bahwa jarangnya dilaksanakan upacara magedong-gedongan karena kurangnya iksha atau tujuan pemahaman dan pengetahuan dan kemudian sakhti kemampuan ekonomi dan Sumber Daya manusia yang sangat kurang kemudian desa atau tempat yang kurang memadai kemudian kala atau waktu yang kurang mendukung dan yang terakhir patra atau keadaan yang tidak memungkinkan. Kemudian pelaksanan di tinjau dari teori fungsional Struktural bahwa setiap struktur pasti ada fungsinya hasil yang dikaji dengan teori fungsional struktural adalah yaitu tahap pertama (persiapan) tahap kedua (pelaksanaan upacara) dan yang terakhir tahap ketiga (akhir). Nilai Pendidikan terdapat yang dianalisis menggunakan teori nilai antara lain nilai Pendidikan Tattwa, etika (Susila), nilai Pendidikan upacara, material dan tanggung jawab. Implementasi, fungsi dan nilai pendidikan saling berkaitan guna tercptanya hubungan harmonis.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The Ngaben ceremony is part of the Pitra Yadnya which is based on Pitra Rna (Debt of services to ancestors). Some Hindus carry out the cremation ceremony which is simpler, meaning that it is economical, easy, not too long, but still in the order of the cremation ceremony which does not eliminate the meaning of the pitra yadnya ceremony. Hindus in Basarang District carry out a simple ngeben ceremony, but many doubt the perfection of the simplification of the Ngaben ceremony. The shorter Ngaben ceremony is better. So it is necessary to further investigate its existence in the paradigm of Hindu teachings. This research consists of three stages, namely: (1) The form of the implementation of a simple cremation ceremony in the Hindu community in Basarang Jaya Village, (2) the response of the Hindu community to the implementation of the cremation ceremony, (3 ) Hindu educational values contained in the simple cremation ceremony. Data obtained from observations, interviews and documentation. Data analysis techniques are data reduction, data presentation. The results of the analysis with descriptive research methods using a qualitative approach, namely the simple Ngaben ceremony procession can be understood through 3 stages, Body Care (bathing the corpse, ngaskare, delivering the corpse to the grave, matur piuning in prajapati, praying, ngeseng, nganyut), Preparation for the Ngeroras Ceremony (Mecaru, ngulapin, ngaskara and nganyut) and preparation for nuntun/teaching or nyegara gunung (ngulapin fresh, nuntun Dewa Hyang, praying in village temples and ngelinggihang Dewe Hyang in Kawitan or sanggah rong dua ). Simple, namely simple cremation can be well received in society. The existence of implementation efficiency, cost, time, facilities and more practical. The Hindu educational values contained in the simple Ngaben ceremony are Tattwa Values, Religious Education Values, Ethical Education Values,
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Dona Mutiara Kasih, 2021. Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Era New Normal Di SMA Negeri 2 Patas I Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan. Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I Dr.Drs. I Wayan Karya, M.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Roy Wentas, S.Pd.,M.Pd.H . Dalam proses belajar mengajar merupakan interaksi antara guru dan siswa. Banyak macam teknik atau bentuk pengajaran yang bisa digunakan guru-guru didalam kelas seperti pengajaran menggunakan metode untuk menyampaikan sebuah pelajaran. Pada Era New Normal saat ini proses belajar mengajar menggunakan metode daring dan luring untuk menyampaikan atau memberi materi dan tugas bagi siswa dalam mata pelajaran pendidikan agama Hindu. Metode pembelajaran pada Era New Normal saat ini sangat membantu seorang guru dan juga siswa untuk melakukan pembelajaran dan meningkatkan semangat belajar siswa pada masa pandemik covid-19 saat ini khususnya pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu. Maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : (1). Bagaimana Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu pada Era New Normal di SMA Negeri 2 Patas I, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, (2). Apa saja kendala Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu pada Era New Normal di SMA Negeri 2 Patas I, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, (3). Bagaimana Solusi Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu pada Era New Normal di SMA Negeri 2 Patas I Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Patas I Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan. Penelitian ini dilakukan selama satu bulan yaitu dari tanggal 22 April s/d 24 Mei 2021 sesuai dengan surat izin yang dikeluarkan oleh Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dalam penelitian ini penentuan informan adalah teknik Snowball, informan yang ditentukan langsung oleh peneliti dianggap memenuhi kriteria dalam memberi informasi dan data yang dibutuhkan peneliti. Informan yang memenuhi kriteria diantaranya Guru Agama Hindu Cadianson, S.Ag selaku informan kunci, Kepala Sekolah Antung Supriyadi, S.Pd selaku informan pendukung dan siswa-siswi yang beragama Hindu, Orang tua siswa dan Masyarakat Hindu di Desa Patas I. penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan peneliti. Hasil dari penelitian selama satu bulan menunjukkan bahwa, pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMA Negeri 2 Patas I masih belum maksimal yang disebabkan oleh banyaknya siswa yang tempat tinggalnya kesulitan dengan akses internet, tidak mempunyai sarana pendukung dan juga tidak mempunyai pulsa dan kuota internet. Namun sekolah tetap berusaha untuk memberikan solusi mengenai hal tersebut dengan menerapkan sistem pembelajaran luring bagi siswa yang tidak mempunyai sarana pendukung seperti Hp, dan menerap sistem daring bagi siswa yang tempat tinggalnya di Desa Patas I, sedangkan bagi siswa yang tempat tinggalnya jauh dan kesulitan dengan jaringan maka sekolah menerapkan sistem guru kunjung. Kata kunci : New Normal, Pelaksanaan, Pendidikan Agama Hindu
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK SURIADI, 2021. Perkuliahan Online Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbimbing I, Handoko,S.Ag.,M.Si. Pembimbing II, Dr. Drs. I Made Suyasa, MAP.,M.Si Perkuliahan online atau sisitem perkuliahan berbasis daring, disebut juga E-Learning, atau kuliah tidak tatap muka. Salah satu bentuk pembelajaran alternatif yang dapat dilaksanakan semasa darurat covid-19 adalah pembelajaran secara online, dengan memanfaatkan beberapa media komunikasi dan jaringan internet. Sehingga Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya juga harus menerepkan sistem perkuliahan online guna menekankan penyebaran corona virus. Berdasarkan latar belakang di atas, maka pada penelitian ini terdapat dua perumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) bagaimana efektivitas perkuliahan online pada masa pandemi covid-19 di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, (2) bagaimana kendala-kendala perkuliahan online pada masa pandemi covid-19 di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara studi kepustakaan , dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) teori efektivitas, (2) teori kendala. Subjek penelitian adalah dosen dan mahasiswa. Hasil penelitian ini adalah; Efektivitas perkuliahan online di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya adalah perkuliahan dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi e-campus, zoom, google meet, classroom, whatsapp dan email. Kegiatan perkuliahan mahasiwa diberi tugas oleh dosen membuat makalah, resume, video, dan menggambar, perkuliahan secara online tidak efektif karena banyak mahasiswa tidak serius mengikuti perkuliahan dan ada sebagian dosen yang hanya memberikan tugas. (2) kendala-kendala perkuliahan online pada masa pandemi covid-19 di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya adalah kurangnya penguasaan terhadap media komunikasi dan teknologi, jaringan yang tidak stabil karena mahasiswa banyak yang pulang kampung, kemudian banyak yang tidak mampu membeli paket data dan kapasitas handphone yang tidak memadai untuk menginstal aplikasi dan materi perkuliahan yang dikirim dosen untuk mahasisiwa.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ritual merupakan ekspresi rasa cinta kasih dan wujud bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa berserta menifestasinya. Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tewang Rangkang memiliki ritualkematian, yaitu ritual napesan/tiwah jandau (tiwah dalam sehari). Namun, pada masa pandemi covid-19 masyarakat harus mematuhi regulasi pemerintah yang berimplikasi dalam pelaksanana ritual kematianHindu Kaharingan di Desa Tewang Sanggalang Garing. Terjadi perubahandalam pelaksaaan ritual kematian, yaitu dari ritual napesan ke ritual mambelit. Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah sebagai berikut; (1) Bagaimana pelaksanaan ritual mambelit Agama Hindu Kaharingan pada masa pandemi Covid-19 di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan (2) Bagaimana bentuk komunikasi dan interaksi sosial pelaksanaan ritual mambelit agama Hindu Kaharingan pada masa Covid-19 di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sanggalang Garing Kabupaten Katingan. Analisis masalah menggunakan teori religi, teori fungsional struktural dan teori komunikasi kelompok. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui:observasi,wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Penentuan informan digunkanan Teknik purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah Pisor dan umat Hindu Kaharingan yang melaksanakan ritual mambelit pada masa pandemi covid-19 di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Pelaksanaan ritual mambelit mulai dari tahapan mempersiapkan pelaksanaan ritual, mempersiapkan sarana-prasarana pembuatan belit, sesajen-sesajen yang digunakan, dan alokasi waktu dua sampai tiga hari. (2) Bentuk komunikasi dan interaksi sosial adalahbentuk komunikasi kelompok, sedangkan interaksi sosial, yaitu: interaksi sosial asosiatif dan interaksi sosial akomodasi.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DHARMAWAN, WISNU. 2021. Impelementasi Aplikasi Zoom Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Era New Normal di SMKN 2 Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing 1 Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A dan Pembimbing II Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H. Pada era new normal pelaksanaan pembelajaran di SMKN 2 Palangka Raya dilakukan secara daring. Salah satu aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran daring yaitu aplikasi zoom. Penggunaan aplikasi zoom dalam pembelajaran merupakan hal yang baru dalam pembelajaran, hal tersebut menimbulkan kendala yang dialami oleh pihak sekolah, guru dan siswa agama Hindu. Berdasarkan latar belakang tersebut rumusan masalahnya: Bagaimanakah Implementasi, kendala dan solusi aplikasi zoom dalam mata pelajaran pendidikan agama Hindu pada era new normal di SMKN 2 Palangka Raya?. Tujuan penelitian untuk mengetahui implementasi,kendala dan solusi aplikasi zoom dalam mata pelajaran agama Hindu pada era new normal di SMKN 2 Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah : Teori Konektivisme dan teori Behavioristik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi peneltian di SMKN 2 Palangka Raya. Sumber data penelitian yaitu sumber data primer adalah wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru agama Hindu dan siswa agama Hindu. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa pembelajaran pendidikan agama Hindu menggunakan aplikasi zoom di SMKN 2 Palangka Raya tetap memperhatikan tahapan dalam pembelajaran yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi pembelajaran serta tahap pengawasan. Penggunaan aplikasi zoom dalam pembelajaran merupakan hal baru pada era new normal maka wajar terdapat kendala dalam pelaksanaannya, adapun kendalanya seperti: 1. Jaringan yang tidak mendukung, 2. Kuota internet yang boros, 3. Handphone pengguna yang tidak memadai, 4. Kesulitan Mengoperasikan Aplikasi zoom dalam pembelajaran, 5. Kesulitan mengatur kelas, 6. Kesulitan memahami materi pembelajaran menggunakan aplikasi zoom. Solusi yang dilakukan oleh pihak sekolah, guru agama Hindu dan siswa agama Hindu untuk mengatasi kendala terebut yaitu : 1. mencari wilayah yang disertai koneksi jaringan yang baik, 2. meminta hotspot dari handphone orang terdekat dan mencari tempat yang mempunyai layanan wifi, 3. meminjam handphone orang terdekat selama proses pembelajaran atau membersihkan ruang penyimpanan handphone sebelum memulai pembelajaran, 4` Belajar ke orang terdekat yang bisa mengoperasikan aplikasi zoom, 5. Sekolah mengaktifkan zoom berbayar menggunakan 1 akun, 6. guru memudahkan siswa dalam pelaksanaan praktek serta membagikan video tutorial dalam mempraktekannya, solusi yang dilakukan siswa yaitu meminta guru mengulang kembali materi yang belum dipahami, mencari materi video dari Youtube serta bertanya kepada keluarga terdekat.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Saat ini sistem pembelajaran daring dan luring muncul sebagai salah satu bentuk pola pembelajaran di era new normal seperti sekarang, dampak ini berimbas pada Sekolah Menengah Atas Negeri-1 Basarang Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas yang sebelumnya melaksanakan pembelajaran secara tatap muka namun kini dilakssanakan secara daring atau pembelajaran dari rumah. Masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana implementasi penggunaan Aplikasi Zoom sebagai media komunikasi dalam proses pembelajaran pada era new normal di SMAN-1 Basarang. 2) Seberapa efektifnya penggunaan Aplikasi Zoom sebagai media komunikasi dalam proses pembelajaran pada era new normal di SMAN-1 Basarang. Tujuan dan manfaat dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan media komunikasi Zoom di SMAN-1 Basarang sebagai media pembelajaran dan mengetahui seberapa efektifnya pembelajaran melalui media komuikasi Zoom di SMAN-1 Basarang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Media Baru dan Teori Efektifitas. Metode yang digunakan Metode Deskriptif Kualitatif. Peneliti ingin mendeskripsikan data lapangan yang didapat sehingga mendapat sebuah gabaran umum mengenai permasalahan penelitian, sedangkan teknik penentuan informan adalah teknik purposive sampling yaitu penentuan informan berdasarkan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Berdasarkan hasil penelitian yang dibahas peneliti dapat simpulkan: pembelajaran daring dengan menggunakan Aplikasi Zoom Sebagai Media Komunikasi dalam Proses Pembelajaran Pada Era New Normal di SMAN-1 Basarang penerapannya tidak berjalan dengan baik, banyak kendala yang menghambat proses pembelajaran seperti kendala jaringan yang tidak memadai, perangkat/HP yang tidak mendukung dan kouta internet yang boros. Penggunaan aplikasi Zoom sebagai media komunikasi dalam proses pembelajaran pada era new normal di SMAN-1 Basarang masih belum efektif, banyak kendala yang mengganggu berjalannya proses pembelajaran daring ini. Hal ini berdampak pada hasil belajar siswa dan prestasi siswa di sekolah.