2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kondisi siswa yang ideal pada Kurikulum Merdeka Belajar adalah siswa yang aktif dalam pembelajaran, dimana pembelajaran terpusat pada siswa dan tidak lagi pada guru. Namun hasil observasi menunjukan siswa belum sepenuhnya dapat mengikuti perubahan kurikulum Merdeka Belajar, hal ini ditunjukkan dengan adanya sikap bosan dan sikap pasif dalam mengikuti proses pembelajaran. Hal ini berdampak pada kemampuan mereka untuk memahami materi secara menyeluruh. Solusinya adalah pendekatan pembelajaran yang inovatif dan interaktif melalui media pembelajaran Canva. Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penggunaan media Canva dapat meningkatkan motivasi, kreativitas, dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Agama Hindu di SMPN 8 Palangka Raya. Teori hierarki kebutuhan Maslow dan teori konstruktivisme yang menjadi landasan penelitian ini. Metode yang digunakan adalah pre-experimental group dengan model one-group pre-test and post-test design yang digunakan untuk mengukur motivasi, kreativitas dan hasil belajar siswa kelas VIII di SMPN 8 Palangka Raya. Instrumen tes berbentuk kuesioner yang diukur menggunakan skala Likert untuk mengukur motivasi dan kreativitas siswa sedangkan tes dalam bentuk soal untuk mengukur hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini sebagai berikut : 1) Motivasi belajar siswa Hindu kelas VIII di SMPN 8 Palangka Raya bernilai 73,7 % yang termasuk dalam kategori motivasi tingkat tinggi. 2) Tingkat kreativitas siswa mencapai 76%, yang masuk dalam kategori tingkat kreativitas yang tinggi. 3) N-Gain Score siswa rata-rata nilai yang diraih yaitu 0,65 dimana termasuk dalam N-Gain kategori sedang, dengan 5 orang siswa yang termasuk dalam kategori N-Gain tinggi (55.5%), sedangkan 4 orang dalam N-Gain kategori sedang (44.4%). Kesimpulan terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran Canva terhadap kreativitas, motivasi, dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMPN 8 Palangka Raya.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kepemimpinan keagamaan tradisional dalam masyarakat adat memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan nilai spiritual, budaya, dan sosial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Pisor dalam upacara Nahunan masyarakat Hindu Kaharingan di Kecamatan Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji fungsi, nilai-nilai, dan implikasi kepemimpinan Pisor dalam perspektif Manajemen Pendidikan Agama Hindu, serta memahami bagaimana praktik kepemimpinan ini mendukung pelestarian budaya dan pendidikan keagamaan lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan melibatkan para Pisor, tokoh masyarakat, masyarakat Hindu Kaharingan dan generasi muda sebagai informan kunci. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, serta ditinjau melalui perspektif manajemen pendidikan agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Pisor menjalankan fungsi manajerial yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi, dan pembinaan spiritualitas secara partisipatif. Nilai-nilai kepemimpinan yang dikembangkan meliputi kepemimpinan spiritual transendental, keteladanan etis, transmisi nilai-nilai budaya, kesadaran ekologis, serta penguatan identitas komunitas. Implikasi dari kepemimpinan ini tidak hanya memperkuat regenerasi nilai-nilai keagamaan, tetapi juga membentuk model pendidikan agama Hindu yang kontekstual, adaptif, dan transformatif berbasis nilai lokal Kaharingan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Wendy, 2025. Habukung Dalam Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan Di Desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Perspektif Pendidikan Agama Hindu. Tesis Strata Dua (S-2) Prodi Magister Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. I Nyoman Sidi Astawa S.Ag., M.A, Pembimbing II : Dr. I Wayan Suasta, S.Ag., M.Pd.H. Penelitian ini mengkaji tentang Habukung dalam Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Parit, Kecamatan Cempaga Hulu dengan fokus Perspektif Pendidikan Agama Hindu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna, nilai-nilai pendidikan agama Hindu, dan implikasi keberadaan Habukung sebagai media pembelajaran nonformal dalam upacara kematian umat Hindu Kaharingan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan terdiri dari tokoh masyarakat, basir (rohaniawan), seniman Habukung, serta guru agama Hindu. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Habukung merupakan bentuk ekspresi religius dan budaya yang memiliki makna teologis, simbolis, serta nilai edukatif. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan dalam upacara kematian, tetapi juga sebagai sarana pewarisan nilai-nilai spiritual, moral, dan sosial. Habukung memuat nilai-nilai pendidikan agama Hindu seperti Ketuhanan, moral, kerohanian, susila dan tatwa yang diajarkan melalui simbolisme dan praktik langsung di masyarakat. Dalam konteks pendidikan, Habukung menjadi media pendidikan karakter yang efektif dan sebagai ruang pembelajaran lintas generasi. Secara teoritis, hasil penelitian ini memperkuat pendekatan konstruktivisme Vygotsky, interaksionisme simbolik, dan pendidikan holistik Bhattacharya. Habukung terbukti berperan sebagai sarana pendidikan nonformal berbasis budaya lokal yang dapat mendukung penguatan identitas keagamaan dan kebudayaan umat Hindu Kaharingan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penerapan pendekatan Restorative Justice (RJ) di Kepolisian Sektor Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi salah satu alternatif penyelesaian tindak pidana. Pendekatan ini merujuk pada Surat Edaran Kapolri Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif. RJ menitik beratkan pada penyelesaian perkara secara damai melalui mediasi dengan melibatkan pelaku, korban, Kepolisian dan masyarakat, serta bertujuan memulihkan hubungan sosial yang terganggu akibat tindak pidana. Selain itu, pendekatan ini mengakomodasi nilai-nilai kearifan lokal yang berkembang dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pendekatan RJ, mengidentifikasi hambatan internal dan eksternal, serta menggambarkan strategi atau solusi yang diterapkan oleh Polsek Cempaka untuk mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Informan ditentukan secara purposive, yang terdiri dari penyidik kepolisian, tokoh masyarakat dan alim ulama serta akademisi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, klasifikasi, penyajian data (display), interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses RJ di Polsek Cempaka meliputi identifikasi kasus, mediasi, kesepakatan damai, dan pemantauan kesepakatan. Hambatan internal yang dihadapi meliputi kurangnya SDM terlatih, lemahnya pemahaman, SOP yang belum maksimal, dan minimnya koordinasi. Hambatan eksternal berupa resistensi masyarakat, rendahnya kepercayaan terhadap mekanisme RJ, serta belum optimalnya dukungan Lembaga Peradilan. Untuk mengatasi hal tersebut, Polsek Cempaka melakukan pelatihan internal, penyusunan SOP, sosialisasi ke masyarakat, pelibatan mediator independen, serta pembentukan tim khusus RJ. RJ terbukti mampu mendukung penyelesaian perkara yang cepat, efisien, dan berakar pada nilai-nilai sosial budaya masyarakat.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Peredaran satwa banyak terjadi di Provinsi Bali menjadi akses keluar masuknya peredaran satwa di Provinsi Bali dan pada akhir-akhir masyarakat memperoleh satwa- satwa yang dilindungi melalui cara ilegal, yakni jual beli pasar gelap. Permasalahan dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimanakah efektivitas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dalam penegakan hukum perlindungan satwa Penyu di Provinsi Bali? (2) Bagaimanakah hambatan-hambatan penegakan hukum perlindungan satwa Penyu di Provinsi Bali? (3) Bagaimanakah upaya penegakan hukum perlindungan satwa penyu di Provinsi Bali?. Metode yang digunakan dalam rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian yaitu (1) Efektivitas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dalam Penegakan Hukum Perlindungan Satwa Penyu di Provinsi Bali dari segi faktor hukum sendiri dan faktor penegak hukum sudah efektif, faktor sarana dan fasilitas, masyarakat dan kebudayaan masih belum efektif. (2) Hambatan dalam penegakan perlindungan satwa Penyu di Provinsi Bali, hambatan struktur masih belum efektif sebab masih kurangnya sumber daya manusia, hambatan faktor subtansi hukum masih lemahnya hukuman penjara dan denda yang ditetapkan, hambatan budaya hukum penggunaan penyu sebagai sarana upacara keagamaan, dan kurang sadarnya masyarakat sebagian masih mengkonsumsi daging Penyu, peraturan hukum bahwa peraturan hukum dan hukum agama saling bebenturan dan hambatan budaya hukum para hakim, putusan para hakim sering kali belum memuaskan masyarakat sebab hukuman yang diberikan tergolong sangat rendah. (3) Upaya yang dilakukan dalam penegakan perlindungan satwa Penyu yaitu upaya preventif himbauan dan poster disosial media. Upaya persuasif edukasi kepada masyarakat dan anak-anak usia dini dan sekolah. Upaya reprensif tindakan pidana yang diberikan kepada pelanggar hukum. Upaya kooperatif kerja sama antara lembaga. Upaya rehabilitatif Penyu yang disita dicek kondisi kesehatanya dan dilepaskan kembali ke alam.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Silis Sech, 2025 : Potensi Ekowisata Danau Malawen Sebagai Daya Tarik Wisata Di Kabupaten Barito Selatan Obyek Wisata Danau Malawen, sebuah permata alam yang ada di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, menyimpan potensi yang luar biasa untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada dua aspek permasalahan, yaitu 1) Bagaimana Potensi Ekowisata Danau Malawen sebagai daya tarik Wisata di Kabupaten Barito Selatan?., 2) Apa saja kendala dan solusi yang upayakan pada Potensi Ekowisata Danau Malawen sebagai daya tarik Wisata di Kabupaten Barito Selatan? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Kendala, dan Teori Strategi. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama, Potensi wisata agar dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat terbaik bagi Masyarakat tidak terlepas dari peran pemerintah daerah. Pemerintah berusaha mewujudkan tata kelola wisata yang bertanggung jawab, ramah lingkungan, dan berbasis kearifan lokal melalui berbagai kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Sangat diperlukan adanya dukungan dan kerjasama dari pihak pengelola dalam mengembangkan kawasan wisata agar lebih baik lagi dan dapat dikenal luas lagi keberadaanya, perlunya anggaran yang mencukupi untuk pembangunan fasilitas yang memadai, seperti sarana dan prasarana yang ada, guna memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para wisatawan yang berkunjung dilokasi tersebut. Kedua, Kendala yang dialami dalam pengelolaan Ekowisata Danau Malawen sebagai daya tarik Wisata di Kabupaten Barito Selatan yaitu; (1) terbatasnya anggaran, masukan ide dari pihak pengelola terkait metode pengembangan, minimnya kualitas sumber daya manusia dari pihak pengelola, dan terhambatnya tahapan pengelolaan karena kondisi iklim; (2) kurangnya perhatian dan kepedulian pihak pengelola dalam menjalin kerja sama terhadap pemerintah, dan kurangnya promosi pariwisata.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Indonesia memiliki ciri khas mempunyai sikap toleransi yang tinggi. Salah satu suku yang memiliki sikap toleransi tinggi adalah Suku Dayak Ngaju. Baiknya pendidikan moderasi beragama yang diterapkan dalam kehidupan keluarga Dayak Ngaju, membuat minimnya konflik agama terjadi dalam keluarga. Keluarga Dayak Ngaju dari jaman nenek moyang terbiasa hidup bersama dengan banyak anggota keluarga dalam Huma Betang, yang membuat mereka terbiasa untuk menerima dan memahami perbedaan, seperti perbedaan agama,. Sehingga terciptanya kehidupan keagamaan yang rukun, harmonis, damai, serta menekankan pada keseimbangan, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun masyarakat. Penelitian dengan judul “Pendidikan Moderasi Beragama Dalam Keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya” memiliki rumusan masalah (1) Bagaimana penerapan pendidikan moderasi beragama dalam keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya? (2) Bagaimana peranan pendidikan moderasi beragama dalam keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya? (3) Bagaimana implikasi pendidikan moderasi beragama dalam keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan penelitian menggunakan aliran fenomenologi. Alasan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif adalah untuk memberikan gambaran pendidikan moderasi dalam keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data akan dianalisa dengan metode deskriptif kualitatif. Teori dalam penelitian ini adalah teori sosialisasi primer, teori fungsionalisme struktural, dan teori Pendidikan multikultural. Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa Pendidikan moderasi beragama yang diterapkan oleh keluarga Dayak Ngaju mengajarkan konteks ajaran agama yang moderat, menghindari sikap ekstremisme, intoleran, dan menumbuhkan empati, kegiatan diskusi informal dan dialog terbuka, menjalankan konsep keseimbangan, menanamkan nilai komitmen kebangsaan, menumbuhkan rasa toleransi, persaudaraan, kedamaian, menghargai keberagaman dan perbedaan, kesatuan keluarga, kerukunan keluarga, kedamaian keluarga, kesejahteraan keluarga, dan kebahagiaan keluarga.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Agustin : Nganjan Sapundu Dalam Ritual Nyorat Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan (Perspektif Filsafat Hindu). Pembimbing I, Prof Tiwi Etika, S.Ag.,M.Ag.,Ph.D, Pembimbing II, I Gede Arya Juni Arta, S.Fil.H.,M.Ag Nganjan sapundu memiliki makna simbolik yang magis sekaligus spiritualis baik melalui gerak maupun suara yang ditampilkan dalam rangka pelaksanaan upacara nyorat yang dilakukan di Desa Batu Tukan kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah, Pertama bagaimana bentuk dan proses pelaksanaan nganjan sapundu dalam upacara nyorat di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, kedua apa makna simbolik gerak dan suara dalam pelaksanaan nganjan sapundu dalam upacara nyorat di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, ketiga bagaimanakah filosofi nganjan sapundu dalam upacara nyorat di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk pengumpulkan data adalah: metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini yaitu pisor, ketua MKAHK desa Batu Tukan dan masyarakat Hindu Kaharingan Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa: pertama, nganjan merupakan sebuah tarian sakral dalam upacara nyorat yang dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada roh leluhur yang telah meninggal dunia dan akan dihantarkan ke lewu tatau (alam baka). Kedua makna simbolik dalam pelaksanaan nganjan pada upacara nyorat umat Hindu Kaharingan mencerminkan bahwa nganjan bukan sekadar bentuk penghormatan kepada roh leluhur, tetapi juga sebagai media komunikasi spiritual antara manusia, alam, leluhur, dan Tuhan. Ketiga mengungkapkan Filsafat pantangan (Pali) dalam pelaksanaan nganjan pada upacara nyorat dalam tradisi Hindu Kaharingan memiliki peranan penting sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur, roh, serta nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun. Selanjutnya filsafat perlengkapan yang dikenakan dalam pelaksanaan nganjan memiliki nilai estetika yang tidak hanya menekankan pada aspek keindahan, tetapi juga makna simbolik yang mendalam. Kata Kunci: Nganjan sapundu, Upacara nyorat, Hindu Kaharingan, Filosofi Hindu
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Konsep Eksistensi Umat Hindu Kaharingan Dalam Melaksanakan Acara Basarah di Wilayah Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan Prespektif Pendidikan Agama Hindu menunjukan bahwa adanya kecenderungan belum mampu untuk mengelola beberapa rangkaian proses secara menyeluruh, efektif dan oftimal. Atas anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada tiga asfek permasalahan yaitu yang pertama (1) bagaimanakah Eksistensi Umat Hindu Kaharingan dalam melaksanakan Acara Basarah Perspektif Pendidikan Agama Hindu, (2) bagaimana peran pendidikan formal, nonformal dan informal Umat Hindu di wilayah Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, (3) apakah solusi yang di lakukan lembaga Agama agar Umat Hindu tetap eksis terhadap ajaran Agama di wilayah Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan? Teori yang di gunakan untuk mengkaji dan mendeskripsikan rumusan masalah penelitian tersebut ialah teori belajar humanistik, teori belajar sibernetik dan teori konstrukvisme. Adapun metode penelitian yang di gunakan ialah metode penelitian kualitatif. Data di peroleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumen. Selanjutnya data yang di peroleh di reduksi, di sajikan, dan di ambil suatu kesimpualannya. Penelitian ini juga, di lakukan dengan metode penelitian kualitatif. Dari hasil penelitian ini, (1) eksistensi Umat Hindu Kaharingan dalam melaksanakan acara Basarah sangat antusias dan aktif dalam melaksanakan persembahyangan basarah di wilayah Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katigan. (2) peran pendidikan formal, nonformal dan informal dalam hal pendidikan, anak-anak seperti SD, SMP dan SMA sangat paham tentang peran sebagai Umat Hindu yang terpelajar dan terpendidik baik dari segi pendidikan ataupun attitude di luar lingkungan sekolah. (3) solusi yang di lakukan oleh lembaga Agama Hindu adalah untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat Hindu itu sendiri, meningkatkan kualitas SDM, memberikan arahan terhadap Umat Hindu agar melakukan ibadah secara rutin walaupun pengurus agama berhalangan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui efektivitas penerapan metode mind mapping dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMKN-1 Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan. (2) Untuk mengetahui efektivitas penerapan metode mind mapping dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMKN-1 Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan. (3) Untuk mengetahui efektivitas seberapa besar penerapan metode mind mapping dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMKN-1 Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen yang dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2024. Responden penelitian sebanyak 24 siswa kelas XI di SMKN-1 Sanaman Mantikei. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Pre-test, Eksperimen, Post-Test, observasi, dan dokumentasi yang disusun berdasarkan pendekatan teori humanistik. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif dengan kriteria tidak efektif, kurang efektif, cukup efektif dan efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek motivasi belajar, persentase pre-test sebesar 59,33% meningkat menjadi 80,04% pada post-test. Pada aspek kreativitas belajar, nilai pre-test sebesar 60,41% meningkat menjadi 80,05%. Sedangkan pada aspek hasil belajar, rata-rata nilai siswa meningkat dari 69,31 pada saat pre-test menjadi 87,22 pada post-test. Nilai awal tersebut berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sekolah, yaitu sebesar 70, namun setelah penerapan metode mind mapping, hasil belajar siswa berhasil melampaui standar tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode mind mapping efektif untuk mengkatkan motivasi, kreativitas dan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pada siswa di SMKN-1 Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini mengkaji peran Tari Riam Panjang, dalam upacara perkawinan umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Batu Ampar, Desa Derawa dan Desa Durian Kait. Pada Tari Riam Panjang, saat ditampilkan pada perkawiana umat Hindu Kaharingan terdapat nilai-nilai pendidikan Hindu, masih banyak yang belum mengetahuinya. Karena setiap nilai yang terkandung pada tarian tersebut memiliki tujuan penting yang ditujukan untuk masyarakat luas, khususnya bagi generasi muda. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini: 1) mengetahui dan merefleksikan nilai-nilai ajaran Hindu dalam konteks Pendidikan agama Hindu di Kecamatan Batu Ampar kabupaten Seruyan. 2) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan pewarisan nilai-nilai Pendidikan Hindu melalui tari Riam Panjang kepada generasi muda di Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Seruyan. Teori yang digunakan untuk menganalisis masalah yang diteliti yaitu Teori Fenomenologi dan teori Pendidikan Hindu. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriftif, teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, data dianalisis dengan pengdekatan deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis data penelitian menunjukan bahwa, 1) Tari Riam Panjang merefleksikan nilai-nilai ajaran Hindu dalam konteks Pendidikan agama Hindu sangat efektif sehingga mengajarakan dan merefleksikan nilai-nilai tattwa (filsafat Hindu), susila (etika), dan acara (ritual). Sehingga menjadi bagian dari pendidikan karakter Hindu yang melibatkan generasi muda dalam proses belajar sambil melestarikan tradisi, menanamkan disiplin, sikap hormat, serta meningkatkan rasa spiritualitas melalui seni yang sakral. 2) Proses pewarisan nilai-nilai Pendidikan Hindu melalui Tari Riam Panjang kepada generasi muda, dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan berdampak jangka panjang bagi pembentukan karakter dan spiritualitas generasi muda. Serta menjadi media efektif dalam pewarisan nilai-nilai pendidikan Hindu, dengan praktik budaya lokal Tari Riam Panjang.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Refi Marisca, 2025: Pengelolaan Objek Wisata Liang Pandan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya, Prodi Pramuwisata Budaya dan Keagamaan, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangkaraya, Pembimbing 1: Dr. Wayan Gepu,. S.Ag., M.Fil.H Pembimbing 2: Muthia Farida, M.Pd Pengelolaan objek wisata alam memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi lokal, namun implementasinya sering menghadapi kendala struktural serta partisipasi masyarakat yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi pengelolaan objek wisata Liang Pandan terhadap ekonomi masyarakat di Kabupaten Murung Raya, serta mengidentifikasi faktor pendukung, hambatan, dan strategi optimalisasi pengelolaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, melibatkan 10 informan purposive yang terdiri atas unsur pemerintah, pengelola Pokdarwis, masyarakat lokal, dan wisatawan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Liang Pandan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat melalui munculnya UMKM, jasa parkir, homestay, dan usaha mikro lainnya. Faktor pendukung utama meliputi dukungan regulasi pemerintah, peran aktif Pokdarwis, partisipasi masyarakat, serta promosi alami melalui media sosial wisatawan. Hambatan yang dihadapi mencakup keterbatasan infrastruktur dan anggaran, rendahnya kapasitas SDM pengelola, kurangnya promosi digital kelembagaan, serta persoalan kebersihan dan perilaku vandalisme. Pengelolaan objek wisata Liang Pandan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha kecil dan kesempatan kerja lokal, menegaskan peran pariwisata berbasis masyarakat sebagai motor pembangunan ekonomi daerah. Strategi optimalisasi pengelolaan meliputi penguatan kolaborasi multipihak, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas SDM, promosi berbasis digital, serta tata kelola lingkungan yang berkelanjutan. Temuan ini memperkuat teori Pariwisata Berkelanjutan, Local Economic Development, dan Community-Based Tourism (CBT), serta memberikan bukti empiris mengenai pentingnya tata kelola partisipatif dalam pengembangan wisata alam di Kalimantan Tengah.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Made Safitri, 2025. Media Soisal Sebagai Media Interaksi dan Pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Ni Nyoman Ayu Wilantari, S.Ag.,M.Fil.H Pembimbing II Handoko, S.Ag.,M.Si Pariwisata di Indonesia memiliki beranekaragam wisatanya, sumber daya alam yang begitu kaya akan keindahan alam, budaya dan adat istiadat yang dimiliki sehingga dapat menarik minat wisatawan untuk datang dan berkunjung. Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan definisikan terkait Media Sosial Sebagai Media Interaksi dan Pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display ) dan penarikan kesimpulan (conclusions drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengembangan wisata alam. (1) Bagaimana media sosial berperan dalam interaksi dan pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai yang dimana dalam interaksi wisata melalui media sosial dapat menjadi wisata yang lebih berkembang dan menjadi sorotan bagi kalangan masyakat luas, sehingga dapat menarik minat wisatawan lokal maupun wisatawan asing untuk mengunjungi Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai. (2) Pola Media Sosial sebagai media interaksi dan pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai, pola adalah bentuk atau model yang teratur serta susuna yang konsisten dilakukan secara berulang. Pengelola media sosial Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai mengungkapkan bahwa terdapat pola media sosial yang diterapkan guna menarik minat wisatawan untuk mengunjungi Destinasi wisata Dermaga Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Kata kunci : Media Sosial, Interaksi, Pengembangan, Destinasi wisata, Kereng Bangkirai.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diana Shafitri, 2025. Daya Tarik Wisata Alam Sahai Tambi Balu Di Desa Tahawa Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau. Pembimbing I Dr. I Wayan Salendra, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Dr. Kadek Sukiada, S.Ag.,M.Si Pariwisata di Indonesia memiliki keanekaragaman wisata, yang bersumber dari keindahan alam, budaya dan adat istiadat sehingga dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Daya Tarik Wisata Alam Sahai Tambi Balu di Desa Tahawa. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conclusions drawing). Hasil penelitian menunjukkan temuan berikut: Pertama Bagaimana Daya Tarik Wisata Alam Sahai Tambi Balu Di Desa Tahawa Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau, dalam pengembangan Wisata Sahai Tambi Balu juga menjadi tujuan utama yang dilakukan oleh pihak pengelola wisata agar Wisata Sahai Tambi Balu dapat menjadi wisata yang lebih berkembnag dalam menjadi sorotan bagi kalangan masyakat luas, sehingga dapat menarik minat wisatawan lokal maupun wisatawan asing untuk mengunjungi wisata sahai tambi balu yang ada di Desa Tahawa. Kedua Kendala Dalam Pengelolaan Daya Tarik Wisata Sahai Tambi Balu di Desa Tahawa Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau, kendala adalah penghambat sesuatu yang membatasi untuk mencapai sasaran; rintangan, halangan. Pengelola Wisata Sahai Tambi Balu mengungkapkan bahwa terdapat beberapa kendala yang dihadapi pihak pengelola Wisata Sahai Tambi Balu diantaranya keterbatasan biaya dalam pengembangan dan pengelolaan daya tarik Wisata Sahai Tambi Balu, kurangnya perhatian dari pemerintah setempat, serta sarana dan prasarana yang juga masih perlu perbaikan sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi pengunjung Wisata Sahai Tambi Balu. Kata kunci : Daya tarik, Wisata alam, Sahai Tambi Balu.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MELA SHAPITRI, 2025 : Analisis Terhadap Putusan Perkata Perdata Nomor : 5/PDT .G/2015S/PN Klk Pengadilan Negeri Kuala Kapuas. Skripsi Strata Satu Program Studi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Agung Adi, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Budiarto Santoso, M.H Penelitian ini membahas “Analisis Putusan Perkara Perdata Nomor: 5/PDT.G/2015S/PN Klk Pengadilan Negeri Kuala Kapuas” Mengenai Sengketa Lahan di Desa Saka Kajang dan Desa Henda, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dasar pertimbangan hakim dalam memutus perkara sengketa lahan antara masyarakat desa Saka Kajang dan Desa Henda di Pengadilan Negeri Kuala Kapuas dan upaya hukum dan penyusunan kembali gugatan oleh penggugat setelah putusan yang mengabulkan eksepsi tergugat di tinjau ketentuan hukum acara perdata di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode normatif dan empiris, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis secara deskriptif dengan landasan teori Kepastian Hukum dan Perlindungan Hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sengketa lahan berakar pada tumpang tindih klaim yang diperparah oleh lemahnya pembuktian kepemilikan tanah. Dalam kondisi ini, Hakim tidak hanya berorientasi pada formalisme hukum, melainkan berupaya mewujudkan keadilan substantif. Sintesis pertimbangan atas alat bukti dan penegakan Kepastian Hukum mengindikasikan adanya keseimbangan antara aspek yuridis dan keadilan, mencerminkan fungsi Perlindungan Hukum Hakim dalam mencari kebenaran materiil di tengah keterbatasan bukti formil. Disimpulkan, Putusan Pengadilan Negeri Kuala Kapuas memiliki dasar hukum kuat dan telah mencapai keseimbangan antara penegakan hukum positif dan keadilan masyarakat, namun penyelesaian akhir yang komprehensif memerlukan dukungan implementatif dari berbagai pihak demi terciptanya keadilan dan ketertiban sosial yang berkelanjutan di wilayah sengketa. Kata Kunci: Analisis Hukum, Putusan Pengadilan Negeri, Sengketa Lahan
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Sri Dayanti. 2025. Peran Seni Suara Kandan Dalam Membentuk Karakter Generasi Muda Pada Acara Tohtok Pantan Di Desa Tumbang Bukoi Kabupaten Kapuas. Skripsi Program Studi Pendidikan Seni Dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Hendri, S.Ag.,M.Si Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Peran seni suara Kandan dalam membentuk karakter generasi muda di Desa Tumbang Bukoi dan Nilai-nilai karakter apa saja yang dapat ditanamkan melalui seni suara Kandan. Dengan Teori yang digunakan yaitu Pendidikan Karakter dan Teori Behavioristik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif Kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Tumbang Bukoi Kabupaten Kapuas. Sumber data penelitian ini adalah Kepala Desa, Basir/Pisor, Tokoh Masyarakat dan Generasi Muda Desa Tumbang Bukoi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kajian analisis pembahasan dapat disimpulkan bahwa: 1) Kandan merupakan tradisi Dayak terkhususnya di Dayak Ngaju/Ot Danum Desa Tumbang Bukoi, yang berisikan lantunan doa-doa, nasehat dan pengharapan yang berasal dari bahasa songiang yang mempunyai nilai keindahan seni suara murni pada saat melantunkan kandan tersebut, dan yang melantunkan kandan bebas saja asal paham dan bisa melantunkannya serta kandan dilantunkan pada saat acara seperti menerima tamu, perkawinan dan pada tiwah (mengubur). Kandan juga memiliki struktur teks yang terdiri dari Pembuka (Poteneng liou), Isi (Nohtok Hopong), dan Penutup (Ngisok Tiwah Mapali). 2) Seni suara kandan adalah sebuah tradisi yang sangat dinamis dan multi-fungsi. Analisis dari wawancara menunjukkan bahwa kandan tidak hanya dilestarikan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga berfungsi sebagai alat yang penting untuk membangun karakter pribadi, memperkuat ikatan sosial, dan melestarikan identitas budaya dalam masyarakat yang terus berubah.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pendidikan memegang peranan krusial dalam mengembangkan potensi diri individu. Kualitas pendidikan harus ditunjang oleh fasilitas belajar yang memadai. Observasi awal di SD Negeri 1 Pandau menunjukkan adanya permasalahan, yaitu kurangnya fasilitas belajar (seperti ketiadaan alat pendingin, keterbatasan media pembelajaran selain buku, dan sarana olahraga) yang berkorelasi dengan rendahnya motivasi belajar siswa, terutama pasca-pandemi, ditandai dengan siswa cepat bosan dan kurang fokus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa signifikan hubungan Fasilitas Belajar di Sekolah terhadap Motivasi Belajar Siswa di SD Negeri 1 Pandau Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasi. Data dikumpulkan melalui angket/kuesioner yang disebarkan kepada sampel jenuh, yaitu 43 peserta didik (meskipun ada inkonsistensi jumlah responden yang digunakan dalam hasil, yaitu 19 responden). Analisis data menggunakan statistik inferensial dengan teknik Korelasi Pearson Product Moment dan Uji-t dengan bantuan program SPSS. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara Fasilitas Belajar (X) terhadap Motivasi Belajar Siswa (Y). Hubungan ini berada pada tingkat sedang (interval koefisien 0,04 – 0,599). Dengan demikian, Hipotesis Alternatif (Ha) diterima, yang mengindikasikan bahwa semakin lengkap fasilitas belajar yang tersedia, maka motivasi belajar siswa cenderung semakin meningkat.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Rendahnya minat baca siswa kelas V di SDN 8 Menteng Palangka Raya menjadi masalah utama yang memerlukan analisis, sejalan dengan data literasi nasional yang memprihatinkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab rendahnya minat baca siswa kelas V dan upaya guru dalam mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif studi kasus untuk menggali fenomena secara holistik dan mendalam. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terhadap guru, kepala sekolah, dan siswa, serta dokumentasi. Teori Kerangka penelitian didasarkan pada Teori Konstruktivisme, yang menekankan bahwa motivasi belajar tumbuh dari keterlibatan aktif siswa dalam membangun pengetahuan. Teori Behavioristik menganalisis strategi guru dalam membentuk perilaku membaca melalui pemberian stimulus dan penguatan positif. Hasil menemukan faktor internal, seperti kemampuan membaca yang belum merata dan rendahnya motivasi intrinsik karena dominasi gadget. Faktor eksternal meliputi minimnya dukungan orang tua dan keterbatasan bahan bacaan yang menarik di sekolah. Guru berupaya mengatasi hal ini dengan metode interaktif (mendongeng), diskusi cerita, dan pemberian penguatan positif. Peningkatan minat baca membutuhkan sinergi yang solid antara guru, sekolah, dan orang tua dalam menciptakan ekosistem literasi yang mendukung.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini membahas tentang pengaruh manajemen kelas terhadap motivasi belajar peserta didik kelas V SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Latar belakang penelitian ini di dasari pentingnya penerapan manajemen kelas yag efektif dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif serta meningkatkan semangat belajar peserta didik. Banyak guru menghadapi kendala dalam mengelola kelas seperti kurangnya perhatian siswa, tingkat kedisiplinan yang rendah, dan kurangnya variasi strategi pembelajaran hal tersebut berpotensi menurunkan motivasi belajar peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan untuk menganalisis sejauh mana manajemen kelas yang diterapkan guru berpengaruh terhadap motivasi belajar peserta didik.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan ice breaking efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) di SDN Percobaan Palangka Raya, khususnya untuk mendorong keterlibatan dan partisipasi siswa selama pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel terdiri dari seluruh siswa kelas IV-D dan V-C, sejumlah 47 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui angket motivasi belajar yang berisi 20 pertanyaan, kemudian dianalisis dengan SPSS Windows 31 untuk menguji validitas, reliabilitas, serta statistik deskriptif seperti mean, median, modus, range, standar deviasi, dan persentase tingkat motivasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan ice breaking efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Aktivitas ini membuat suasana kelas menjadi lebih nyaman, menyenangkan, dan interaktif, sehingga siswa merasa rileks, lebih berani berpartisipasi, dan termotivasi mengikuti proses pembelajaran. Data menunjukkan bahwa sebanyak 28 siswa (59,6%) berada pada kategori sedang, 10 siswa (21,3%) pada kategori tinggi, dan 9 siswa (19,1%) pada kategori rendah. Nilai rata-rata sebesar 66,45 dengan skor minimum 55 dan maksimum 78 menunjukkan bahwa siswa memiliki dorongan belajar yang cukup baik meskipun masih terdapat variasi antar individu. Hasil ini didukung oleh validitas instrumen yang baik dan penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa ice breaking dapat meningkatkan fokus, semangat, dan partisipasi aktif siswa selama pembelajaran.