Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

1.413 karya publik ditemukan.

162025: 112025: 12026: 972025: 1832024: 1952023: 2442022: 2242021: 2942020: 572019: 12018: 312017: 802010: 1

Upacara Ngalangkang kedue taun di desa Gandrung Kecamatan paku kabupaten Barito timur (Perspektif pendidikan Hindu)

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Ratnasari lenti. 2022. Upacara Ngalangkang Kedue Taun di Desa Gandrung Kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur (Persfektif Pendidikan Hindu). Pembimbing I Hendri, S.Ag.,M.Si, Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si. Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Gandrung terkhususnya generasi muda kurang memahami makna Upacara Ngalangkang Kedue Taun. Dalam pelaksanaan Upacara Ngalangkang kedue taun generasi muda kebanyakan hanya ikut senang- senang saja seperti contoh saat para Mantir adat sedang melaksanakan ritual di dalam rumah, generasi mudanya malah bermain kartu di teras depan rumah. Hal ini terlihat sangat memprihatinkan karena seharusnya generasi muda bisa terlibat langsung dalam Upacara Ngalangkang Kedue taun agar bisa memahami tentang Upacara tersebut. Berdasarkan Uraian diatas, rumusan masalah yang diangkat oleh peneliti yaitu: 1. Bagaimana Proses Pelaksanaan Upacara Ngalangkang Kedue Taun di Desa Gandrung kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur?, 2. Apa saja nilai-nilai yang terkandung dalam Upacara Ngalangkang Kedue Taun di Desa Gandrung Kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur?. Teori yang digunakan untuk membedah permasalahan yaitu teori Fungsional Struktural, teori Simbol dan teori Nilai. Meteologi penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh mengenai proses upacara Ngalangkang Kedue Taun meliputi tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap kegiatan inti dan tahap kegiatan penutup. Upacara Ngalangkang Kedue taun dilaksanakan setelah panen padi dan dilaksanakan selama 2 hari 2 malam di rumah tempat almarhum tersebut meninggal atau dirumah keluarga yang lain sesuai kesepakatan. Ngalangkang kedue taun di Desa Gandrung diyakini oleh umat Hindu Kaharingan sebagai upacara untuk menjemput Liau (Roh) dari Malingan Mungut Malingan datai (Kuburan) untuk diberikan persembahan dan kemudian di kembalikan lagi ke Malinggan Mungut Malingan datai (Kuburan) sambil menunggu Upacara selajutnya yaitu Ngalangkang pengawus ( Tiga tahun). Dalam upacara Ngalangkang Kedue Taun mengandung Nilai-nilai pendidikan yaitu nilai pendidikan tattwa, nilai Pendidikan etika, nilai pendidikan susila dan nilai pendidikan upacara. Terkait dengan hasil penelitian ini disarankan Upacara Ngalangkang Kedue Taun ini sangat perlu dilestarikan, karena mengingat upacara Ngalangkang kedue taun tersebut mengandung nilai-nilai pendidikan religius serta merupakan warisan budaya leluhur. Yang perlu dikembangkan lagi oleh Generasi muda.

MOTIVASI BELAJAR SISWA AGAMA HINDU PADA ERA NEW NORMAL DI SDN 1 LAWANG KAJANG KECAMATAN TIMPAH KABUPATEN KAPUAS

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK SELAWATIE, 2022 : Studi Tentang Motivasi Belajar Siswa Agama Hindu Pada Era New Normal Di SDN 1 Lawang Kajang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas, Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Drs. I Wayan Karya, M.Si Pembimbing II, Mitro, S.Pd., M.Si. Motivasi merupakan keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong individu untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Setiap aktivitas yang dilakukan seseorang karena didorong oleh suatu kekuatan ari dalam diri orang tersebut, maka kekuatan pendorong inilah yang dinamakan motivasi siswa, motivasi sangat berperan penting dalam proses pembelajaran dan keberhasilan belajar itu sendiri, adanya motivasi belajar yang tinggi pada seorang siswa untuk belajar dapat dilihat dari ketekunannya serta tidak mudah putus asa untuk mencapai kesuksesan yang diharapkan meskipun dihadang berbagai macam penghambat. Penelitian ini ada tiga permasalahan : (1) Bagaimana Motivasi Belajar Siswa Agama Hindu Pada New Normal di SDN 1 Lawang Kajang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas? (2) Apa Faktor-Faktor Kendala Yang Menjadi Penghambat Belajar Siswa Agama Hindu Pada New Normal di SDN 1 Lawang Kajang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas? (3) Apa Upaya-upaya Yang Dilakukan Dalam Motivasi Belajar Siswa Agama Hindu Pada New Normal di SDN 1 Lawang Kajang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan informan adalah orang yang memberikan data penelitian melalui wawancara. Informan penelitian menggunakan teknik snowball sampling pengambilan sampel dengan bantuan ke informan. Studi tentang motivasi belajar siswa agama Hindu pada era new normal di SDN 1 Lawang Kajang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas, yaitu baik dengan komponem yang ada pada pembelajaran. Motivasi dengan cara memberikan sebuah dorongan semangat untuk siswa sesuai dengan keadaan siswa itu sendiri. Hambatan motivasi belajar siswa agama Hindu pada era new normal di SDN 1 Lawang Kajang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas yaitu faktor lingkungan (Pandemi covid-19) sarana dan prasarana kurangnya bahan ajar atau buku pendidikan agama Hindu dan budi pekerti, tidak dapat mengefektif dan mengefisien menggunakan waktu, hal inilah yang menjadi hambatan yang merupakan suatu dapat mengganggu jalannya proses pembelajaran. Upaya yang dilakukan dalam motivasi belajar siswa agama Hindu kepala sekolah telah mengijinkan ruangan kelas yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran pendidikan agama Hindu, peran seorang guru mendidik, mengotrol kepada siswa saat pembelajaran berlangsung dan adanya niat siswa untuk belajar dan termotivasi ketika melihat temannya yang lain aktif dalam belajar.

PENGARUH METODE MIND MAPPING DALAM PENDIDIKAN AGAMA HINDU UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DI SD NEGERI 1 KAMANTU KECAMATAN SANAMAN MANTIKEI KABUPATEN KATINGAN

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian bertujuan untuk mengkaji dan mengetahui serta mendiskripsikan seberapa tinggi peningkatan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu yang akan terjadi setelah diterapkan metode Mind Mapping di SD Negeri 1 Kamantu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dilengkapi dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan tes. Sedangkan untuk memperoleh data menggunakan instrumen berupa soal tes dengan teori humanistik. Analisis data menggunakan uji N-Gain Score dengan hasil data berupa nilai presentase keefektifan. Nilai hasil belajar peserta didik Agama Hindu SDN-1 Kamantu pada pre-test adalah dengan rata-rata sebesar 52 yang dimana nilai tersebut di bawah KKM yang telah ditetapkan sekolah yaitu sebesar 60. Metode mind mapping digunakan dalam pembelajaran mata pelajaran pendidikan Agama Hindu. Dengan menggunakan metode mind mapping peningkatan minat peserta didik dalam proses belajar mengajar dengan rata-rata sebesar 81%. Penilaian post-test dilaksanakan setelah dilakukannya proses pembelajaran menggunakan metode mind mapping. Nilai hasil belajar peserta didik Agama Hindu pada post-test adalah dengan rata-rata sebesar 87. Tingkat pengaruh metode mind mapping dihitung menggunakan teknik uji N-Gain Score. Pengaruh metode mind mapping pada hasil belajar peserta didik dalam pendidikan Agama Hindu adalah 73% dengan tafsiran efektifitas cukup efektif. Jadi, dengan demikian dapat disimpulkan hasil akhir penelitian adalah adanya pengaruh metode mind mapping dalam pendidikan Agama Hindu untuk meningkatkan belajar peserta didik di SDN-1 Kamantu Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan.

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD GOVERNANCE PADA PEMERINTAHAN DESA DALAM PENGELOLAAN DANA DESA DI DESA PAYANG ARA KECAMATAN GUNUNG TIMANG KABUPATEN BARITO UTARA

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK ASDA PRANTINA SUMARIASOPA, 2022, Penerapan Prinsip-Prinsip Good Governace Pada Pemerintahan Desa Dalam Pengelolaan Dana Desa Di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Skripsi Strata Satu Program Studi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri “Tampung Penyang” (IAHN-TP) Palangka Raya Pembimbing (I). Dr. I Made Kastama, SH.,MH Pembimbing (II). Armadiansyah, S.Ag,SH,MH. Pada dasarnya penerapan Prinsip-Prinsip Good Governance adalah upaya untuk menciptakan tata pemerintahan yang baik, bersih, efektif dan efisien. Sebagai pedoman perilaku dalam sistem pengelolaan pemerintahan di Indonesia yang lebih populer dengan istilah Good Governance. Masalah yang diteliti dalam Skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu : (1) Bagaimana Prinsip-Prinsip Good Governance yang di Jalankan Kepala Desa dalam Pengelolaan Dana Desa di Desa Payang Ara, Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara ? (2)Bagaimana Strategi Pemerintah Desa Payang Ara Untuk Mencegah Tindak Pidana Korupsi Dana Desa di Desa Payang Ara, Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara ? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kewenangan dan teori relatif atau teori tujuan hukum pidana. Adapun jenis penelitian ini adalah yuridis empiris dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengambil lokasi penelitian di Desa Payang Ara Kecamatn Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Dari hasil penelitian dan analisis data tersebut disimpulkan bahwa : 1) Penerapan prinsip-prinsip good governance yang dijalankan Kepala Desa Payang Ara sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara Yang Bersih Dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi Dan Nepotisme dan Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa 2) Strategi Pemerintah Desa Payang Ara untuk mencegah tindak pidana korupsi dana desa yaitu dalam setiap perencanaan kegiatan dan penggunaan anggaran selalu melibatkan BPD dan masyarakat Desa Payang Ara sebagai salah satu upaya transparansi yang nyata, sehingga keuangan desa tidak di salah gunakan sesuai yang diamanatkan dalam pasal 2 ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri No 20 Tahun 2018 menyatakan bahwa “keuangan desa dikelola berdasarkan asas transparansi, akuntabel, partisipatif serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran. Adapun upaya Pemerintah Desa Payang Ara untuk mencegah tindak pidana korupsi dana desa yaitu dengan menggunakan aplikasi sistem keuangan desa yang memudahkan dalam pengelolaan anggaran agar lebih terarah dan transparan penggunaannya.

MOTIVASI BELAJAR SISWA AGAMA HINDU PADA ERA NEW NORMAL DI SDN 1 LAWANG KAJANG KECAMATAN TIMPAH KABUPATEN KAPUAS

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK SELAWATIE, 2022 : Studi Tentang Motivasi Belajar Siswa Agama Hindu Pada Era New Normal Di SDN 1 Lawang Kajang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas, Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Drs. I Wayan Karya, M.Si Pembimbing II, Mitro, S.Pd., M.Si. Motivasi merupakan keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong individu untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Setiap aktivitas yang dilakukan seseorang karena didorong oleh suatu kekuatan ari dalam diri orang tersebut, maka kekuatan pendorong inilah yang dinamakan motivasi siswa, motivasi sangat berperan penting dalam proses pembelajaran dan keberhasilan belajar itu sendiri, adanya motivasi belajar yang tinggi pada seorang siswa untuk belajar dapat dilihat dari ketekunannya serta tidak mudah putus asa untuk mencapai kesuksesan yang diharapkan meskipun dihadang berbagai macam penghambat. Penelitian ini ada tiga permasalahan : (1) Bagaimana Motivasi Belajar Siswa Agama Hindu Pada New Normal di SDN 1 Lawang Kajang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas? (2) Apa Faktor-Faktor Kendala Yang Menjadi Penghambat Belajar Siswa Agama Hindu Pada New Normal di SDN 1 Lawang Kajang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas? (3) Apa Upaya-upaya Yang Dilakukan Dalam Motivasi Belajar Siswa Agama Hindu Pada New Normal di SDN 1 Lawang Kajang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan informan adalah orang yang memberikan data penelitian melalui wawancara. Informan penelitian menggunakan teknik snowball sampling pengambilan sampel dengan bantuan ke informan. Studi tentang motivasi belajar siswa agama Hindu pada era new normal di SDN 1 Lawang Kajang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas, yaitu baik dengan komponem yang ada pada pembelajaran. Motivasi dengan cara memberikan sebuah dorongan semangat untuk siswa sesuai dengan keadaan siswa itu sendiri. Hambatan motivasi belajar siswa agama Hindu pada era new normal di SDN 1 Lawang Kajang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas yaitu faktor lingkungan (Pandemi covid-19) sarana dan prasarana kurangnya bahan ajar atau buku pendidikan agama Hindu dan budi pekerti, tidak dapat mengefektif dan mengefisien menggunakan waktu, hal inilah yang menjadi hambatan yang merupakan suatu dapat mengganggu jalannya proses pembelajaran. Upaya yang dilakukan dalam motivasi belajar siswa agama Hindu kepala sekolah telah mengijinkan ruangan kelas yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran pendidikan agama Hindu, peran seorang guru mendidik, mengotrol kepada siswa saat pembelajaran berlangsung dan adanya niat siswa untuk belajar dan termotivasi ketika melihat temannya yang lain aktif dalam belajar.

UPAYA GURU AGAMA HINDU DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU PADA MASA NEW NORMAL DI SD NEGERI 3 TIMPAH KECAMATAN TIMPAH KABUPATEN KAPUAS

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SENDI, 2022.Upaya Guru Agama Hindu dalam pembel ajaran pendidikan Agama Hindu pada masa New Normal di SD Negeri 3 Timpah kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. pembimbing I Dr.Deson,S.Ag,.M.Ag dan pemimbing II nyoman Sumarni,S.Ag.M.Si Yang melatar belakangi penelitian ini adalah kesulitan dalam melaksankan pembelajaran jarak jauh pada masa New Normal, karena keterbatasan sarana dan prasarana seperti Handphone, keterbatasan paket data, kesulitan akses internet, orang tua yang kurang memperhatikan anak dalam proses pembelajaran sehingga siswa kurang memahami proses pembelajaran pada masa New Normal. Berdasarkan latar belakang tersebut yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut : (1) bagaimana upaya yang dilakukan Guru Agama Hindu dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu pada masa New Normal di SD Negeri 3 Timpah. (2) apa saja kendala Guru Agama Hindu dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu di SD Negeri 3 Timpah. (3) bagaimana implikasi pembelajaran pendidikan Agama Hindu pada masa New Normal di SD Negeri 3 Timpah. Teori yang digunakan dalam Penelitian ini adalah Teori Peran, Teori Belajar, dan Teori Belajar Sibernetik. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data penetilian ini adalah: Observasi, wawancara, dokumentasi. data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dengan langkah langkah, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) ada beberapa upaya yang dilakukan Guru Agama Hindu dalam proses pembelajaran jarak jauh pada pada masa New Normal yaitu : (a) Guru Agama Hindu mendesain pembelajaran agar mudah dipahami siswa dengan membuat RPP, pembelajaran diberikan melalui whatsApp grup, berbentuk gambar, PDF, Video, Audio. (b) memberikan tugas kepada siswa yang tidak dapat mengikuti pembelajaran. (c) memberikan paket data secara gratis. (d) berkoordinasi dengan kepala sekolah. (2) kendala yang dialami Guru Agama Hindu dalam pembelajaran jarak jauh yaitu jaringan internet, keterbatasan fasilitas, siswa sering terlambat dalam mengumpul tugas, tulisan siswa sulit untuk dibaca dan orangtua yang tidak memberikan pengawasan secara penuh kepada siswa. (3) Implikasi pembelajaran pendidikan Agama Hindu pada masa New Normal yaitu siswa tetap aktif mengikuti pembelajaran, aktif dalam bertanya, aktif mengumpukan tugas, pembelajaran bisa dikaksanakan dimana saja, Guru Agama Hindu tetap melakukan penilayan.

Strategi Guru Pasraman Parentas Dalam Membina Peserta Didik dari Pengaruh Media Sosial di Kota Palangka Raya

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Brosly, 2022. Strategi Guru Pasraman Parentas Dalam Membina Peserta Didik Dari Pengaruh Media Sosial di Palangka Raya. Dosen pembimbing skripsi 1. I Made Paramarta, S.Ag.,M.Si Dosen Pembimbing skripsi 2. Try Aspiyana, M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan mengetahui :(1) Bagaiamana strategi guru Pasraman Parentas dalam membina peserta didiknya dari pengaruh media sosial, dan (2) Apa saja dampak yang dialami oleh peserta didik Pasraman Parentas dari penggunaan media sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data-data maupun informasi dengan melakukan observasi, wawancara semi terstruktur serta dengan pengumpulan data berupa data primer dan sekunder di tempat penelitian serta dokumentasi berupa gambar situasi dan keadaan tempat dilakukannya penelitian . Subjek penelitian ini adalah guru dan peserta didik Pasraman Parentas tahun 2022. Adapun teori yang digunakan untuk memecakan masalah yang dihadapi yaitu dengan menggunakan 2 teori, yang pertama teori tentang strategi dan teori konstruktivisme, kedua teori ini saling berhubungan dan membutuhkan satu dengan yang lain. Teori strategi ini bertujuan untuk mencari langkah dan metode yang tepat dalam menerapkan suatu pembelajaran pada peserta didik sedangkan teori konstrutivisme konstruktivisme merupakan sebuah teori yang sifatnya membangun, membangun dari segi kemampuan, pemahaman, dalam proses pembelajaran. Sebab dengan memiliki sifat membangun maka dapat diharapkan keaktifan dari pada siswa akan meningkat kecerdasannya. Dari hasil penelitian menunjukan : 1). Strategi guru Pasraman Parentas dapat terlaksana dengan baik dalam membina peserta didik dari pengaruh media sosial di Palangka Raya. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan melihat keaktifan peserta didik dalam mengikuti setiap pembelajaran yang diberikan oleh guru dengan berbagai jenis strategi guru berupa stratagi dalam menumbuhkan niat dan semangat dalam mengikuti pembelajaran agama Hndu bagi peserta didik, kemudian melaksanakan praktek serta pelatihan menjadi Mantir Basarah, strategi pembinaan Dharmagita, dan stategi guru yaitu membatasi peserta didik dalam menggunakan media sosial yang dapat mengganggu dan mempengaruhi waktu belajar siswa 2). Dampak yang dialami oleh peserta didik dari pengaruh media sosial di Pasraman Parentas Palangka Raya : a). peserta didik asik sendiri dengan menggunakan handphone yang berlebihan sehingga secara tidak sadar menghabiskan banyak waktu belajar untuk bermain handphone dan bermedia sosial, b). peserta didik terpengaruh dengan konten-konten video yang ditonton baik berupa tindakan maupun bahasa-bahasa yang tidak sepantasnya.

NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM RITUAL MAMPUNDUK HAJAT PADA MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA TUMBANG JUTUH KECAMATAN RUNGAN KABUPATEN GUNUNG MAS

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK SEPIANI, 2022. Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Ritual Mampunduk Hajat Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Jutuh Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Suwito S.Ag.,M.Si dan Pembimbing II Lamri, S.Pd.,M.Pd.H. Ajaran Agama Hindu dikenal dengan Tri Kerangka Dasar Agama Hindu yang mana hal tersebut yaitu dan . Sebagai bagian dari Tiga Kerangka Dasar Agama Hindu tersebut maka dalam melaksanakan kegiatan Agamanya, umat Hindu Kaharingan yang ada di Desa Tumbang Jutuh Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas selalu melakukan bercagai upacara/ritual baik upacara besar maupun upacara kecil, salah satunya Ritual Ritual merupakan ritual yang dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan untuk memanggil dan meminta berkat kepada (Tuhan Yang Maha Esa) dan agar suatu kehendak atau permohonan dapat tercapai atau terwujud. Adapun permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini yaitu meliputi: 1) Apa latar belakang pelaksanaan pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Jutuh Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas? 2) Bagaimana tata cara pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Jutuh Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas? 3) Apa Nilai-Nilai pendidikan Agama Hindu dalam pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Jutuh Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas?. Tujuan penelitian ini adalah mencari dan menggali informasi tentang ritual Teori yang digunakan yaitu Teori Religi, Teori Fungsionalisme, Teori Simbol, dan Teori Nilai. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan Skripsi ini adalah melalui pendekatan kualitatif dengan penelitian deskriptif kualitatif. Jenis sumber data dalam penelitian ini adalah dat primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan adalah sedangkan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan untuk menganalisis data adalah melalui pendekatan kualitatif dan dianalisis dengan melakukan yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.Hasil penelitian ini mencakup tiga rumusan masalah di atas yaitu: (1) Latar belakang pelaksanaan pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Jutuh Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas adalah ritual yang berasal dari wahyu (Tuhan Yang Maha Esa) yang diterima oleh kemudian diajarkan kepada semua keturunan yang ada di dunia dan merupakan upacara suci yang dilaksanakan secara turun-temurun yang diyakini dan dipercaya sebagai perentara untuk memohon keselamatan hidup kepada (Tuhan Yang Maha Esa) dan agar tercapainya sebuah keinginan. (2) Tata cara ada tiga

Tradisi Hapantan Dalam Upacara Tiwah Pada Maasyarakat Hindu Kaharingan di DAS (Daerah Aliran Sungai) Kahayan

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji tentang tradisi hapantan dalam upacara tiwah pada masyarakat Hindu Kaharingan di Daerah Aliran Sungai Kahayan. Tradisi hapantan merupakan tradisi yang unik, menarik, dan juga penting yang menarik untuk dikaji lebih dalam, sebab tradisi ini memiliki banyak makna khas dari masyarakat Dayak. Berdasarkan dari latar belakang tersebut, rumusan masalah yang di kaji yakni; apakah latar belakang tradisi hapantan dalam upacara tiwah pada masyarakat Hindu Kaharingan di DAS Kahayan ?, bagaimanakah pelaksanaan tradisi hapantan dalam upacara tiwah pada masyarakat Hindu Kaharingan di DAS Kahayan ?, dan apakah makna yang terkandung dalam tradisi hapantan dalam upacara tiwah pada masyarakat Hindu Kaharingan di DAS Kahayan ?. Masalah tersebut di kaji dengan teori religi, toeri struktural fungsional dan teori Interaksionalisme simbolik. Kajian ini untuk mengkaji lebih dalam untuk menambah pengetahuan Agama Hindu terhadap tradisi hapantan. Metode yang digunakan penelitian ini yaitu deskriptip kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan kepustakaan. tehnik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan kesimpulan untuk mendapatkan sebuah penelitian yang ilmiah Berdasarkan pembahasan dan analisis yang dikaji dengan teori ditemukan bahwa ; tradisi hapantan di latar belakangi oleh adanya orang yang handep. Pelaksanaan tradisi hapantan di lakukan dengan tiga tahapan, yaitu; persiapan dimulai dengan musyawarah, mencari sarana dan prasarana, membuat sarana yang dibutuhkan Selanjutnya pelaksanaan, diawali dengan tanya jawab, melipat kain, barulah pantan dipotong, dilanjutkan dengan pemberian pupur, undus dan terakhir adalah mapas. Tahap akhir yaitu para tamu ikut bersama menganjan, pencatatan barang bawaan, menjamu tamu dengan acara makan bersama, dan hasupa hasundau (berbincang-bincang). Makna yang terkandung dalam tradisi hapantan dalam upacara tiwah pada masyarakat Hindu kaharingan meliputi; Makna Religious; Makna Estetika, Makna Etika, Makna Gotong Royong ,Makna Sosial, dan Makna Keakraban. Dari analisis yang di lakukan di atas dapat di simpulkan bahwa tradisi hapantan dalam upacara tiwah pada masyarakat Hindu Kaharingan di DAS Kahayan adalah tradisi yang unik dalam meyambut tamu yang mempunyai nilai dan makna “Belum Bahadat” yang wajib di lestarikan

EKSISTENSI LAWANG SAKEPENG DALAM UPACARA PERKAWINAN UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA TUMBANG EMPAS KECAMATAN MIHING RAYA KABUPATEN GUNUNG MAS

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK JOSNEDI, 2022, Eksistensi Lawang Sakepeng dalam Upacara Perkawinan Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing (I) Evie, S.Pd., M.Pd. pembimbing (II) Yoppie, M.Pd.H. Lawang Sakepeng yaitu sebuah pintu gerbang/gapura yang dihiasi benang susun tiga yang dibentangkan menghalangi jalan masuk menuju rumah mempelai wanita pada saat upacara perkawinan. Masalah yang diteliti : (1) Apakah filosofi eksistensi Lawang Sakepeng dalam upacara perkawinan umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas? (2) bagaimanakah proses pelaksanaan Lawang Sakepeng dalam upacara perkawinan umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas? (3) bagaimanakah upaya meningkatkan eksistensi Lawang Sakepeng di tengah kehidupan masyarakat khususnya di Desa Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas? Subyek penelitian adalah Mantir Adat Desa Tumbang Empas, Tokoh Agama Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Empas, serta Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Empas. Obyek penelitian adalah eksisten Lawang Sakepeng di Desa Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori simbol oleh Dillistone, teori religi, dan teori eksistensi dari Soren Kierkegaard. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Lawang Sakepeng merupakan salah satu tradisi dilaksanakan pada saat upacara perkawinan suku Dayak, terkhususnya pada saat upacara perkawinan suku Dayak yang beragama Hindu Kaharingan. Filosofi Lawang Sakepeng adalah pada saat dilakukannya gerakan memutus tali Lawang maka terputuslah juga hal-hal buruk yang akan menimpa kedua belah pihak yang melaksanakan upacara perkawinan. Proses pelaksanaan Lawang Sakepeng rombongan mempelai pria menuju rumah mempelai wanita yang disambut olh Mantir Adat, setelah semua siap masing-masing dua pemain akan bertarung sambil disaksikan oleh rombongan mempelai pria maupun wanita, setelah benang terputus maka rombongan mempelai pria dipersilahkan masuk ke dalam rumah. Upaya meningkatkan eksistensi Lawang Sakepeng ialah dengan memperkenalkan budaya Lawang Sakepeng dalam lingkup keluarga, menjadikan Lawang Sakepeng sebagai salah satu ekstrakurikuler di sekolah, serta membuat jadwal berlatih Lawang Sakepeng. Kata Kunci : Eksistensi, Lawang Sakepeng, Upacara Perkawinan

UPACARA ODALAN PURA TRADISI HINDU JAWA DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA (KAJIAN PENDIDIKAN HINDU)

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara kajian pendidikan Hindu. Penelitian ini mengangkat fenomena upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara yang memiliki perbedaan dari upacara odalan lainnya, dan menjadikan upacara ini memiliki keistimewaan dan keunikan tersendiri. Berdasarkan hal di atas, penelitian ini difokuskan pada pembahasan tentang (1) apakah latar belakang umat Hindu Jawa mempertahankan tradisi Hindu Jawa dalam upacara odalan pura di Kabupaten Kutai Kartanegara?, (2) bagaimanakah pelaksanaan upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara dalam kajian pendidikan Hindu?, (3) apakah makna upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa Kabupaten Kutai Kartanegara dalam kajian pendidikan Hindu?, tujuan penelitian ini untuk mengetahui, mengkaji, menjelaskan dan mendeskripsikan latar belakang, pelaksanaan serta makna upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara kajian pendidikan Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan memahami dan menganalisis upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan kajian pendidikan Hindu. Data ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara porposive. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dengan alat bantu. Data diverifikasi, dianalisis dengan teori interaksionisme simbolik dan teori fungsionalisme struktural, dengan disajikan secara formal dan informal. Berdasarkan observasi ditemukan bahwa latar belakang umat Hindu Jawa masih mempertahankan tradisi Hindu Jawa adalah: Adanya Kepribadian Orang Jawa, mempertahankan dan melestarikan ajaran Hindu Jawa, adanya warisan budaya dan tradisi dari leluhur, menjadi refleksi budaya Jawa, menjadi solidaritas umat Hindu Jawa dan kepuasan batin Hindu Jawa. Upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara kajian pendidikan Hindu terbagi ke dalam tiga tahapan yaitu tahap awal, tahapan pokok, dan tahapan akhir. Makna upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara kajian pendidikan Hindu adalah: makna sosial, makna gotong royong, makna solidaritas, makna moralitas, makna susila, makna karakter, makna kebenaran, makna keindahan, makna keindahan pandang, makna keindahan hati, makna religiusitas,dan makna rasa syukur. Interaksi sosial masyarakat Hindu Jawa dalam meningkatkan cinta kasih, persaudaraan, dan solidaritas menuju tujuan hidup lahir batin, keseimbangan serta kaharmonisan masyarakat Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara dapat dikatakan sangat luar biasa baik. Kata kunci: upacara odalan, tradisi Hindu Jawa

PENGARUH METODE MIND MAPPING DALAM PENDIDIKAN AGAMA HINDU UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DI SD NEGERI 1 KAMANTU KECAMATAN SANAMAN MANTIKEI KABUPATEN KATINGAN

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian bertujuan untuk mengkaji dan mengetahui serta mendiskripsikan seberapa tinggi peningkatan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu yang akan terjadi setelah diterapkan metode Mind Mapping di SD Negeri 1 Kamantu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dilengkapi dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan tes. Sedangkan untuk memperoleh data menggunakan instrumen berupa soal tes dengan teori humanistik. Analisis data menggunakan uji N-Gain Score dengan hasil data berupa nilai presentase keefektifan. Nilai hasil belajar peserta didik Agama Hindu SDN-1 Kamantu pada pre-test adalah dengan rata-rata sebesar 52 yang dimana nilai tersebut di bawah KKM yang telah ditetapkan sekolah yaitu sebesar 60. Metode mind mapping digunakan dalam pembelajaran mata pelajaran pendidikan Agama Hindu. Dengan menggunakan metode mind mapping peningkatan minat peserta didik dalam proses belajar mengajar dengan rata-rata sebesar 81%. Penilaian post-test dilaksanakan setelah dilakukannya proses pembelajaran menggunakan metode mind mapping. Nilai hasil belajar peserta didik Agama Hindu pada post-test adalah dengan rata-rata sebesar 87. Tingkat pengaruh metode mind mapping dihitung menggunakan teknik uji N-Gain Score. Pengaruh metode mind mapping pada hasil belajar peserta didik dalam pendidikan Agama Hindu adalah 73% dengan tafsiran efektifitas cukup efektif. Jadi, dengan demikian dapat disimpulkan hasil akhir penelitian adalah adanya pengaruh metode mind mapping dalam pendidikan Agama Hindu untuk meningkatkan belajar peserta didik di SDN-1 Kamantu Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan.

Peranan Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Meningkatkan Minat Basarah Di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas.

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK RISKA. 2022: Peranan Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Meningkatkan Minat Basarah Di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Nyoman Sumarni, S. Ag., M. Si Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan merupakan salah satu lembaga yang berada di suatu desa tertentu dibawah pimpinan Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan yang berada di Kecamatan, fungsinya sebagai suatu wadah organisasi keagamaan yang berfungsi untuk membentuk para generasi muda Hindu Kaharingan yang beriman,cerdas,bijaksana dan mampu berdaya saing. Pelaksanaan Basarah merupakan salah satu program kerja Majelis Kelompok dalam memotivasi Umat Hindu Kaharingan di Desa Danau Pantau. Namun fakta yang terjadi di lapangan motivasi umat untuk mengikuti persembahyangan Basarah masih sangat minim. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka terdapat tiga permasalahan yang akan di bahas antara lain: (1) Bagaimana program kerja Majelis Kelompok di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas ? (2) Bagaimana peranan Majelis Kelompok dalam Minat Basarah Basarah di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas ? (3) Apa kendala Majelis Kelompok dalam meningkatkan minat Basarah di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas ?. Penulisan ini bertujuan : (1) untuk mendapatkan data tentang program kerja Majelis Kelompok di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. (2) Untuk memahami peranan Majelis Kelompok dalam dalam minat basara di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. (3) Untuk memahami kendala Majelis Kelompok dalam meningkatkan minat Basarah dan mampu memberikan solusi serta masukan kepada Majelis Kelompok agar dapat berperan aktif dalam memberikan motivasi kepada pemuda di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori structural fungsional,teori peran, dan teori humanistik. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan metode observasi, metode wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode deskriptif analisis adalah cara pengolahan data yang dilakukan dengan jalan mengadakan bandingan secara sistematis sehingga diperoleh suatu kesimpulan umum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Bagaimana program kerja Majelis Kelompok di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas adalah : (a) Pelaksanaan Basarah Umum (b) Pelaksanaan Basarah Keluarga (c) Pelaksanaan Pembangunan. (2) Bagaimana peranan Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah Pemuda di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas adalah: (a) Pembinaan (b) Upacara. (3) Apa kendala Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah a di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas adalah: (a) Faktor Kesibukan (b) Faktor Usia (c) Kurangnya Kesadaran Diri.

UPACARA NGOKOI OKAN KERIRING PADA UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA PAYANG ARAKECAMATAN GUNUNG TIMANG KABUPATEN BARITO UTARA (Perspektif Pendidikan Hindu)

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK ELA RESNA SAPUTRI, 2022. Upacara Ngokoi Okan Keriring pada umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara (Perspektif Pendidikan Hindu) Pembimbing I Dr. Nali Eka, S.Ag., M.Si Pembimbing II Lamri, S.Pd., M.Pd.H Upacara Ngokoi Okan Keriring juga merupakan suatu upacara yang ditujukan kepada leluhur (pitra yadnya). Upacara ini dilaksankan sebagai ungkapan syukur kepada Dewa Kelelungan Aning Kekelio sebagai manisfestasi Ranying Hatalla Langit Juus Tuha Alah Tala yang telah diyakini membantu dan mewujudkan harapan apa yang dikehendaki atau diinginkan Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah yang dapat diangkat oleh peneliti yaitu: 1. Bagaimana Pelaksanaan Upacara Ngokoi Okan Keriring Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? 2. Apa Fungsi Upacara Ngokoi Okan Keriring Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara? 3. Apakah Perspektif Pendidikan Agama Hindu Terhadap Upacara Ngokoi Okan Keriring Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara?. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami proses pelaksanaan upacara Ngokoi Okan Keriring pada umat Hindu Kaharingan, fungsi dan nilai-nilai yang terkandung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan teori Religi, teori Struktural Fungsional, dan teori Nilai. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di Desa Payang Ara, jenis dan sumber data yang digunakan: sumber data primer dan data sekunder, teknik penentuan informan yaitu teknik purposive sampling, teknik pengumpulan data yang digunakan: observasi, wawancara, studi dokumentasi, instrument penelitian kualitatif, teknik analisis data yaitu: pengumpulan data, reduksi data, display data, verifikasi dan penegasan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan tentang upacara Ngokoi Okan Keriring pada umat Hindu yaitu dalam pelaksanaannya memiliki beberapa tahap: 1. Persiapan, 2. Pelaksanaan, 3. Tahap akhir yang memiliki fungsi sebagai: 1. Menjaga hubungan harmonis dengan tuhan dan leluhur, 2. Menjaga hubungan harmoni dengan sosial sesama manusia. Selain mempunyai fungsi upacara Ngokoi Okan Keriring juga perspektif pendidikan agama Hindy terhadap upacara yakni: 1. Perspektif pendidikan Tattwa agama Hindu, 2. Perspektif pendidikan Etika agama Hindu, 3. Perspektif pendidikan upacara agama Hindu. Upacara Ngokoi Okan Keriring ini biasanya dilakukan setelah kegiatan panen padi atau setahun sekali, dimana penduduk setempat bergotong-royong untuk membuat perlengkapan sarana dan prasarana untuk memberikan sesaji kepada roh bagi umat Hindu kaharingan yang berada di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. bahwa keriring memiliki nilai magis yang sangat tinggi, karena di samping bisa memberikan tuah rezeki kepada keluarga dan anak cucunya juga diyakini sebagai pelindung terhadap segala gagguan malapetaka.

Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Upacara Mutar Sangku Pada Prosesi Perkawinan Umat Hindu Kaharingan Di Desa Jalemu Masulan Kabupaten Gunung Mas

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK SARI WULANDARI, 2022, Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Upacara Mutar Sangku Pada Prosesi Perkawinan Umat Hindu Kaharingan Di Desa Jalemu Masulan Kabupaten Gunung Mas Prodi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya Pembimbing (I) Dr. Nali Eka, S.Ag., M.Si Pembimbing (II) Megawati, S.Pi., M.Pd,H Agama Hindu Kaharingan merupakan Agama tertua yang ada di Kalimantan Tengah. Agama Hindu Kaharingan masih sangat kental akan tradisi dan upacara keagamaannya, dimana tradisi dan upacara keagamaan itu mengandung nilai-nilai religi. Salah satu upacara keagamaan yang diyakini oleh Umat Hindu Kaharingan khusunya di Desa Jalemu Masulan yaitu upacara Mutar Sangku pada Prosesi Perkawinan Umat Hindu Kaharingan. Upacara Mutar Sangku merupakan upacara keagamaan Umat Hindu Kaharingan, yang dilaksanakan oleh Umat Hindu Kaharingan yang merupakan bagian dari Proses Perkawinan. Namun kondisi yang terjadi di lapangan bertolak belakang atau terjadi gip (ketidak sesuaian) antara kondisi ideal yang diharapkan. Dimana masih ada kendala pada saat pelaksanaannya. Sehingga berdasarkan fenomena di atas dalam menelitian ini ada dua permasalahan yang akan dibahas antara lain: (1) Bagaimana pelaksanan upacara Mutar Sangku dalam prosesi perkawinan Umat Hindu Kaharingan di Desa Jalemu Masulan Kabupaten Gunung Mas, (2) Apa saja Nilai-Nilai Pendidikan Yang Terdapat Dalam Upacara Mutar Sangku pada Prosesi Perkawinan Umat Hindu Kaharingan Di Desa Jalemu Masulan Kabupaten Gunung Mas. Metode Penelitian ini adalah metode Deskriptif kualitatif, dengan jenis data kualitatif. Teknik penentuan informan yaitu teknik purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik: Observasi, wawancara(Interview), dan studi Dokumentasi. Teknik Analisis Data kualitatif ada tiga tahap yaitu; tahap pendahuluan atau disebut pengelolaan data, tahap pokok atau tahap pengorganisasian dan tahap penentuan hasil. Hasil Penelitian yang diperoleh yaitu : Upacara Mutar Sangku Merupakan Upacara pembayaran atau pemenuhan jalan hadat oleh pihak laki-laki yang diberikan kepada pihak perempuan, yang dilaksanakan pada saat prosesi perkawinan berlangsung. Bentuk pelaksanaan upacara Mutar Sangku terdapat tiga tahap, yaitu tahap awal adalah tahap mempersiapkan sarana-sarana, tahap kedua atau kegiatan pokok adalah tahap pelaksanaan upacara Mutar Sangku dimana kepala Luang menyaki malas sangku dan melaksanakan Memutar Sangku yaitu rangkaian acara penagihan/pembayaran jalan Hadat, kepala Luang pihak perempuan Melek/menagih jalan adat menggunakan anak Pelek, dari Pelek satu sampai empat belas dan kegiatan akhir setelah pelaksanaan Mutar Sangku semua orang yang bertugas Memutar Sangku dan orang tua kedua belah pihak menyaki malas kedua pengantin. Nilai-Nilai Pendidikan dalam Pelaksanaan upacara Mutar Sangku pada prosesi perkawinan Umat Hindu Kaharingan di Desa Jalemu Masulan Kabupaten menekankan pada kebenaran dalam ranah koknitif (pengetahuan). Gunung Mas terdiri dari ; Nilai Pendidikan Tattwa (Filsafat) yang terdapat dalam upacara Mutar Sangku pada prosesi perkawinan Umat Hindu Kaharingan,Nilai Pendidikan Susila atau Etika; Dalam upacara Mutar Sangku adalah sebuah aturan yang harus dilaksanakan, dipatuhi, dan ditaati oleh setiap orang yang melaksanakan perkawinan. Nilai Upacara ; untuk mendekatkan diri kepada Ranying Hatala Langi serta manifestasinya. Nilai estetika yaitu suatu keikhlasan dan rasa saling menghormati diantara kedua belah pihak.

Penggunaan Media Sosial Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD Negeri 9 Palangka Kota Palangka raya

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Dedi Suganda. 2022. Penggunaan Media Sosial Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SD Negeri 9 Palangka Kota Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd.H. Dan Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si. Yang melatar belakangi penelitian ini ialah kurang maksimalnya penggunaan media sosial dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu, kurangnya minat belajar siswa, bahkan siswa tidak hadir dalam pembelajaran menggunakan media sosial. Sehingga mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa. Berdasarkan latar belakang tersebut yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut : (1) bagaimana penggunaan media sosial dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SD Negeri 9 Palangka Kota Palangka Raya. (2) apa saja keunggulan dan kelemahan penggunaan media sosial dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SD Negeri 9 Palangka Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori belajar kognitif dan teori belajar sibernetik. Metode yang di gunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah : Observasi, Wawancara, Dokumnetasi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah, reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penggunaan media sosial dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu yaitu: (a) media sosial yang digunakan oleh guru agama Hindu ada beberapa media sosial di antaranya WhatsApp dan Youtube. (b) guru agama Hindu membuat grup WhatsApp agar bisa berkomunikasi dengan siswa yang juga memiliki media sosial WhatsApp. (c) melakukan proses pembelajaran dengan cara panggilan video atau kirim pesan teks atau Audio. (d) membantu menfasilitasi siswa dengan memberikan kouta internet gratis kepada siswa. (2) keunggulan dan kekurangan penggunaan media sosial dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SD Negeri 9 Palangka yaitu : (a) dengan penggunaan media sosial guru agama Hindu merasa sangat terbantu, mudah mencari bahan belajar siswa baik soal pembelajaran, materi, dan pembelajaran menyenangkan seperti penggunaan media Youtube. (b) tidak semua siswa menggunakan media sosial karena tidak punya handphone sebagai alat dalam penggunaan media sosial. (c) penggunaan media sosial tidak bisa digunakan tanpa adanya paket data atau kouta internet dan gangguan jaringan juga mengakibatkan penggunaan media sosial tidak maksimal. Kata Kunci : Penggunaan, Media Sosial, Pembelajaran pendidikan agama Hindu.

AKTIVITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM PENGUATAN NILAI-NILAI RELIGIUS SISWA HINDU DI SDN 2 TIMPAH KECAMATAN TIMPAH KABUPATEN KAPUAS

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Elisa, 2022. Aktivitas Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Penguatan Nilai Nilai Religius Siswa Hindu Di SDN 2 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas Skripsi, Fakultas Dharma Acarya. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A Pembimbing II Dr. I Putu Widyanto,M.Pd.H Nilai religius pada siswa Hindu di SDN 2 Timpah mengalami penurunan. Hal ini terlihat dari adanya siswa yang kurang antusias mengikuti pelaksanaan basarah, tidak mau memimpin berdoa di dalam kelas, sering lupa mengucapkan salam dan kurang aktif mengikuti kegiatan keagamaan. Oleh karena itu diperlukan aktivitas penguatan dari pihak sekolah dan pendidik khsususnya guru agama Hindu dalam memberikan penguatan nilai-nilai religius pada diri siswa Hindu. Masalah yang dikaji adalah Bagaimana aktivitas guru pendidikan agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai religius Hindu pada siswa Hindu di SDN 2 Timpah? Apa faktor kendala aktivitas guru pendidikan agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai religius Hindu pada siswa Hindu di SDN 2 Timpah? Apa upaya guru pendidikan agama Hindu untuk mengatasi kendala-kendala yang ditemui dalam penguatan nilai-nilai religius Hindu pada siswa Hindu di SDN 2 Timpah? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang aktivitas guru pendidikan agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai religius siswa Hindu di SDN 2 Timpah Kecematan Timpah Kabupaten Kapuas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah Teori Fenomenologi, Teori Kendala dan Teori Humanisme. Sampel pada penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru Agama Hindu dan siswa kelas V, VI dengan jumlah 7 orang. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Reduksi Data, Penyajian Data, Penarikan Kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian aktivitas guru pendidikan agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai religius siswa Hindu di SDN 2 Timpah menjadi kuat dan meningkat. Hal itu di ungkapkan dalam hasil wawancara yang dilakukan dengan kepala sekolah, guru dan siswa Hindu kelas V dan VI di SDN 2 Timpah. Aktivitas guru pendidikan agama Hindu dalam penguatan nilai religius Hindu meliputi dua aktivitas yaitu, aktivitas fisik meliputi Mengamati, Mendengarkan, Mengucapkan, Mengajak siswa Hindu untuk mengikuti kegiatan keagamaan dan aktivitas non fisik meliputi Berpikir, Keaktifan Emosi Siswa. Faktor yang mempengaruhi aktivitas penguatan nilai religius siswa Hindu adalah faktor internal yaitu dorongan dari dalam diri berupa dorongan psikologis meliputi kendala waktu yang belum maksimal dan kendala guru dalam penggunaan media audio visual. Faktor eksternal dorongan dari luar yang meliputi kurangnya kedisplinan, keaktifan siswa, pengaruh berbicara teman di sekolah dan pembelajaran daring/online pada saat pandemi. Upaya guru pendidikan agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai religius Hindu pada siswa Hindu di SDN 2 Timpah meliputi tahap keteladanan, pemberian nasihat, pengawasan, pembiasaan dan pemberian PR.

Implementasi Pendekatan Pembelejaran MIKiR pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Isen Mulang Palangka Raya Kota Palangka Raya

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Wayan swartama, 2022. Implementasi Pendekatan Pembelajaran MIKiR Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Isen Mulang Palangka Raya Kota Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A. dan Pembimbing II Dr. I Ketut Sudiarta, S.Sos.,MAP. Pembelajaran di abad 21 ini diharapkan agar bermuara pada pembelajaran yang berfokus pada siswa, hal ini dimaksudkan agar siswa menjadi lebih aktif pada saat mengikuti proses kegiatan pembelajaran. Namun pada situasi pandemi seperti sekarang ini telah berdampak hingga ke ranah pendidikan yang membuat proses pembelajaran menjadi kurang maksimal. Melihat hal tersebut guru harus memiliki kemampuan dalm berinovasi mengembangkan pembelajaran agar pembelajaran yang dilakuan lebih optimal. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan menggunkan pendekatan MIKiR pada pembelajaran, pendekatan MIKiR ini sendiri masih tergolong baru dan belum banyak sekolah yang menerapkannya. Berangkat dari hal tersebut peneliti ingin mengangkat permasalahan tentang: (1) Bagaimana Implementasi pendekatan pembelajaran MIKiR pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Isen Mulang Palangka Raya? (2) apa saja keunggulan dan kendala dalam implementasi pendektan pembelajaran MIKiR pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Isen Mulang Palangka Raya?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami implementasi pendektan pembelajaran MIKiR pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Isen Mulang Palangka Raya dan mendeskripsikan keunggulan serta kendala dalam pendektan pembelajaran MIKiR pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Isen Mulang Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori implementasi dan teori kognitivisme untuk membahas rumusan masalah 1, serta teori konstruktivisme untuk membahas rumusan masalah 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun untuk pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menganalisis data yang diperoleh peneliti menggunakan teknik analisis data dengan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan pendekatan pembelajaran mikir telah di Implementasikan kedalam mata pelajaran pendidikan agama Hindu. Keunggulan dari pendekatan MIKiR: (1) memberi siswa kesempatan mengeksplor kemampuannya, (2) siswa menjadi lebih aktif, (3) pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. Adapun kendala yang dialami: (1) pemahaman siswa yang masih kurang, (2) kemampuan guru dalam pendagogik yang masih kurang, (3) sarana dan prasarana yang masih kurang.

STRATEGI GURU AGAMA HINDU DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA HINDU DI SMA NEGERI 1 AWANG LAPAI KECAMATAN AWANG KABUPATEN BARITO TIMUR

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK SANTI. 2022. Strategi Guru Agama Hindu Dalam Membentuk Karakter Siswa Hindu Di SMA Negeri 1 Awang Lapai Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si, Pembimbing II Komang Suarta, S.Ag.M.Si. Skripsi ini mengkaji strategi guru agama Hindu dalam membentuk karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Awang Lapai Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur. Strategi merupakan rencana dan metode yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan. Strategi diperlukan untuk membentuk karakter siswa yang belum sepenuhnya mematuhi aturan tata tertib sekolah. Berdasarkan latar belakang adapun rumusan masalah dalam penelitian adalah (1) Bagaimanakah strategi guru agama Hindu dalam membentuk karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Awang Lapai Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur? (2) apakah kendala guru agama Hindu dalam membentuk karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Awang Lapai Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur ? Teori yang digunakan adalah teori strategi, teori konstruktivistik dan teori kendala/problem. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dimana teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi empat langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini, 1) Strategi guru agama Hindu dalam membentuk karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Awang Lapai Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur adalah dengan pembiasaan dan keteladanan. 2) Kendala pada pembentukan karakter siswa Hindu di SMAN 1 Awang Lapai, adalah kendala yang muncul dari faktor intern siswa/dimensi siswa dan faktor ekstern siswa. Faktor ekstern siswa yakni kurangnya literatur bacaan bagi siswa, sedangkan dari faktor intern siswa/ dimensi siswa yaitu kurangnya rasa percaya diri siswa, kurangnya rasa ingin tahu siswa dalam pembelajaran dan kurangnya motivasi siswa Kata Kunci : Strategi Guru Agama Hindu dan Karakter Siswa Hindu

Nilai-nilai Pendidikan Hindu pada Sapundu dalam Upacara Tiwah di Desa Tumbang Atei Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK KRISTAE. 2022. Nilai-Nilai Pendidikan Hindu Pada Sapundu Dalam Upacara Tiwah Di Desa Tumbang Atei Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Skripsi. Strata Satu. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Megawati, S.Pi.,M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji Nilai-nilai Pendidikan Hindu Pada Sapundu Dalam Upacara Tiwah Di Desa Tumbang Atei Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan keberadaan Sapundu menjadi sarana pokok dalam upacara Tiwah yang memiliki nilai sakral dan religius. Fenomena yang terjadi kurangnya pemahaman masyrakat terhadap bentuk, fungsi, dan nilai pendidikan Hindu yang ada pada Sapundu sehingga beragam bentuk Sapundu dijadikan bahan gurauan atau penghinaan. Berdasarkan uaraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) bagaimana bentuk Sapundu dalam upacara Tiwah di Desa Tumbang Atei?, 2) Apa fungsi Sapundu dalam upacara Tiwah di Desa Tumbang Atei?, 3) Nilai-nilai pendidikan Hindu pada Sapundu dalam upacara Tiwah di Desa Tumbnag Atei?. Tujuan umum penelitian ini untuk menemukan pengetahuan tentang nilai-nilai pendidikan Hindu pada Sapundu dalam upacara Tiwah yang dilaksanakan umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Atei. Hasil penelitian ini dikaji menggunakan teori simbol, teori struktural fungsional, dan teori nilai. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive. Teknik penentuan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran data, dan menyimpulkan data. Hasil yang dikaji dengan teori simbol maka diperoleh bahwa bentuk Sapundu dalam upacara Tiwah bagi masyarakat Hindu Kaharingan yakni proses pembuatan harus melalui upacara mamapas atau menyucikan kayu, bentuk Sapundu sesuai dengan permintaan keluarga dan menyesuaikan bentuk kayu, dan sarana prasarana yang digunakan yaitu Babi, ayam dan juga Lilis Lamiang. Fungsi yang dianalisis dengan teori struktural fungsional maka fungsinya antara lain fungsi religious merupakan tempat mengikat hewan korban dan juga sebagai pengawal Liau Haring Kaharingan di sorga, fungsi sosial yaitu untuk mempererat tali persaudaraan dan gotong royong umat Hindu Kaharingan, dan fungsi pendidikan sebagai wadah belajar untuk para generasi muda umat Hindu Kaharingan. Nilai pendidikan Hindu yang dianalisis menggunakan teori nilai antara lain nilai pendidikan Tattwa yaitu dalam proses pembuatan Sapundu harus dilaksanakan upacara mamapas yang didalamnya terdapat mantra-mantra yang diucapkan yang dilakukan oleh Pisor, Etika (susila) oterdapat pada bentuk Sapundu tidak boleh menggandung nilai pornografi, dan Upacara yaitu sebelum pembuatan Sapundu dilaksanakan terlebih dahulu upacara Mamapas.