Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

1.413 karya publik ditemukan.

162025: 112025: 12026: 972025: 1832024: 1952023: 2442022: 2242021: 2942020: 572019: 12018: 312017: 802010: 1

Pendidikan Agama Islam

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini membahas 8 materi pokok Pendidikan Agama Islam sebagaimana yang direkomendasikan dalam Surat Edaran Kemenristek Dikti Nomor 435/B/SE/2016. Didesain layaknya modul perkuliahan yang dapat dimanfaatkan mahasiswa, untuk perkuliahan daring maupun luring.

Pasti Bisa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP/MTs Kelas VII

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Untuk versi cetak, silakan kunjungi link: http://www.penerbitduta.com/read_resensi/2017/6/pasti-bisa-pend-agama-islam-dan-budi-pekerti-vii-smpmts-kur-2013-revisi#.YW1DuVVBxhE Seri buku PASTI BISA merupakan buku pengayaan yang disusun berdasarkan Kurikulum 2013. Buku ini berisi materi dan soal-soal latihan untuk membantu siswa menghadapi ulangan harian dan ulangan akhir semester. Buku yang membantu siswa mempersiapkan diri agar sukses meraih nilai tinggi ini disusun dengan sistematika sebagai berikut. • Berisi ringkasan materi pelajaran sesuai Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) dalam Kurikulum 2013. • Dilengkapi contoh-contoh soal pada setiap subbab yang dibahas secara gamblang dan mudah dipahami (belajar melalui contoh). • Dilengkapi soal-soal latihan yang komprehensif di bagian akhir bab untuk menguji pemahaman materi di setiap bab. • Dilengkapi soal-soal Penilaian Hasil Belajar Semester 1 dan Penilaian Hasil Belajar Semester 2 sebagai latihan untuk menghadapi ulangan akhir semester. Seri PASTI BISA membantu mencapai kesuksesan meraih nilai tinggi pada ulangan harian dan ulangan akhir semester.

Pasti Bisa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP/MTs Kelas VIII

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Untuk versi cetak, silakan kunjungi link: http://www.penerbitduta.com/read_resensi/2019/5/pasti-bisa-pai-smpmts-kelas-viii#.YW1DulVBxhE Seri buku PASTI BISA merupakan buku pengayaan yang disusun berdasarkan Kurikulum 2013. Buku ini berisi materi dan soal-soal latihan untuk membantu siswa menghadapi ulangan harian dan ulangan akhir semester. Buku yang membantu siswa mempersiapkan diri agar sukses meraih nilai tinggi ini disusun dengan sistematika sebagai berikut. • Berisi ringkasan materi pelajaran sesuai Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) dalam Kurikulum 2013. • Dilengkapi contoh-contoh soal pada setiap subbab yang dibahas secara gamblang dan mudah dipahami (belajar melalui contoh). • Dilengkapi soal-soal latihan yang komprehensif di bagian akhir bab untuk menguji pemahaman materi di setiap bab. • Dilengkapi soal-soal Penilaian Hasil Belajar Semester 1 dan Penilaian Hasil Belajar Semester 2 sebagai latihan untuk menghadapi ulangan akhir semester. Seri PASTI BISA membantu mencapai kesuksesan meraih nilai tinggi pada ulangan harian dan ulangan akhir semester.

Pendidikan AGAMA ISLAM

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Era digital dan kemajuan teknologi informasi, telah memberikan keterbukaan dan kemudahan informasi bagi mahasiswa dalam mengakses informasi materi perkuliahan, tetapi ketidakmampuan untuk memfilter sumber yang dapat dipercaya, menjadikan buku ini sebagai salah satu rujukan yang dapat dipertanggungjawabkan isinya, serta telah disesuaikan dengan kurikulum dan capaian pembelajaran (learning outcome) sebagaimana dipersyaratakan dalam penyusunan kurikulum berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Buku ini disusun untuk memenuhi referensi dalam mengkaji bahan kajian Pendidikan Agama Islam, yang meliputi : Ketuhanan, kemanusiaan, dan kehidupan, agama dan dinul Islam, serta tauhid dan keimanan.

Pengembangan Model Kurikulum Pendidikan Agama Islam Multikultural

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pendidikan Islam Indonesia memiliki kekhasan tersendiri berbanding dengan negara lain dalam dunia Islam. Tidak saja berbentuk madrasah, tetapi beragam. Ini belum lagi adanya perjumpaan dengan etnisitas dan juga keberagamaan di masyarakat Indonesia. Walau dengan nama yang sama, madrasah atau pesantren, tetapi keduanya ketika berada dalam lingkungannya masing-masing memiliki corak tersendiri. Dalam pandangan-pandangan inilah, kemudian buku ini diwujudkan untuk memberi ruang bagi tersemainya pandangan keberagaman di pendidikan Islam. Dalam soal ideologis, tetap saja tunggal. Namun dalam praktik, begitupula dengan metode, akan mengalami adaptasi disesuaikan dengan kondisi kelembagaan. Buku ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk mendokumentasikan pendidikan Islam di Indonesia. Dengan kondisi yang diuraikan sebelumnya, merupakan sebuah kesempatan dalam memperkaya maklumat pendidikan. Termasuk dengan adanya langkah ini sehingga dapat melengkapkan mozaik pendidikan Islam.

Ilmu Pendidikan Islam

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kehadiran buku ini mengisi ruang kosong di antara sekian banyak buku pendidikan Islam lainnya. Buku ini menggambarkan beberapa tema yang dianggap penting dalam konten pendidikan Islam. Pemaknaan pendidikan dalam buku ini, walaupun kurang mendalam namun penulis mencoba memaparkannya dengan memerhatikan aspek substantif pendidikan Islam. Pembahasan pada buku ini lebih mengarah pada beberapa komponen pendidikan, seperti konsep pendidikan, tujuan, pendidik (guru), kurikulum, metode, dan alat. Tetapi karena ada beberapa hal yang dipandang penting untuk dipaparkan, penulis mengulas pula konsepsi manusia dan sedikit gambaran mengenai potret pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam “indigenous” di Indonesia, sistem pendidikan Islam dalam perkembangan modern dan sosial budaya, serta ulasan mengenai Pendidikan Agama Islam di sekolah.

Model Pendidikan Agama Islam Berbasis Lingkungan

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Sekolah alam adalah sekolah impian yang menjadi kenyataan bagi mereka yang mengangankan dan menginginkan perubahan dalam dunia pendidikan secara menyeluruh yang pada akhirnya mengarah pada perbaikan mutu dan hasil akhir dari proses pendidikan itu sendiri. Pada sekolah alam, anak-anak dibebaskan bereksplorasi, bereksperimen dan berekspresi tanpa dibatasi sekat-sekat diniding dan berbagai aturan, yang mengekang rasa ingin tahu mereka, yang membatasi interaksi mereka dengan kehidupan yang sebenarnya, yang membuat mereka berjarak dan tak akrab dengan alam lingkungan mereka. Anak dibebaskan menjadi diri mereka, dan mengembangkan potensi dirinya untuk tumbuh menjadi manusia yang berkarakter, berakhlak mulia, berwawasan ilmu pengetahuan dan siap menjadi pemimpin di muka bumi (khalifatu fil ardh). Anak dibebaskan dari tekanan ‘mengejar’ nilai dan rangking, tapi didorong untuk menumbuhkan tradisi ilmiah. Prestasi tidak dilihat dalam perbandingan dengan anak lain, tapi dari upaya mereka memaksimalkan potensi diri dan menjadi lebih baik. Belajar menjadi sesuatu yang menyenangkan, tidak membebani. Belajar jadi kebutuhan, bukan keharusan. Sekolah tidak menjadi penjara yang membosankan. Di sekolah alam, guru dibebaskan berkreasi dalam mengajar. Kreatifitas guru tidak dibatasi oleh buku paket dan target nilai. Guru tak sekadar mengajar, tapi mendidik. Guru tak hanya menjadi panutan, tapi teman. Guru adalah fasilitator. Guru-guru yang beridealisme tinggi dan penuh dedikasi di sekolah ini membantu anak didik mengenali kelebihan dan kekurangannya dan menjadikan mereka tidak sekedar mandiri, tapi bias membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk dikerjakan. Berdasarkan riset yang penulis lakukan, ada guru berpendapat bahwasanya semua anak itu adalah juara. Menurut penulis, berdasarkan teori the multiple of inteleg, dalam artian kemampuan yang berbeda, dalam fenomena penulis temukan di lapangan, satu orang guru sekolah alam mengajarkan seluruh bidang studi termasuk materi agama, hal ini akan menimbulkan kesenjangan desain. Apakah mampu seorang guru mengetahui potensi 20 orang siswa deangan 2 fasilitator, sedangkan dia bukan ahli di bidang agama. Oleh karena itu perlu ada kesimbangan yang terangkum dalam sebuah model. Buku ini menawarakan sebuah model yang teruji melalui sebuah penelitian yang panjang berkenaan dengan model pendidikan agama Islam berbasis Lingkungan

KAJIAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN HINDU DALAM RITUAL PERKAWINAN NANGGAI SUMMANG DI DESA SEIRAHAYU II KECAMATAN TEWEH TENGAH KABUPATEN BARITO UTARA

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Melestarikan sebuah tradisi adalah merupakan suatu kewajiban bagi semua pihak, terutama umat Hindu Kaharingan yang berada diwilayah Desa Seirahayu II Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara. Agama dengan ritual selalu bersinergi, sebab lahirnya sebuah agama karena dilandasi adanya sebuah ritual atau tradisi begitu juga sebaliknya tradisi budaya dilandasi dengan adanya agama. Seiringnya perkembangan zaman sekarang ini, dimana keberadaan ritual perkawinan nanggai summang,hampir jarang dilakukan lagi,karena akibat pengaruh budaya moderisasi sehingga budaya tradisional yang dianggap memiliki makna nilai pendidikan tattwa, sosial, tradisi,etika, dan nilai pendidikan estetika. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana proses ritual perkawinan nanggai summang dilakukan pada umat Hindu Kaharingan di Desa Seirahayu II Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara ? dan 2). Apakah kajian Nilai-nilai pendidikan Hindu yang terkandung didalam ritual perkawinan nanggai summang di Desa Seirahayu II Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara ?. Teori yang digunakan dalam mengupas permasalahan yang diteliti adalah, Teori Fungsionalisme Struktural, teori sistem religi, dan teori nilai. penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, teknik wawancara, dan Teknik studi dokumentasi. Teknik analisis data.Teknik penyajian hasil analisis data. Hasil penelitian mengemukakan bahwan proses ritual perkawinan nanggai summang memiliki beberapa tahap yakni tahap awal, tahap pokoki, dan tahap akhir. Sedangkan nilai pendidikan dalam ritual perkawinan nanggai summang, yaitu; Nilai pendidikan tattwa, sosial,tradisi,etika, dan estetika. nilai pendidikan tattwa dapat dilihat ketika Balian duduk di Balai summang dengan mengucapkan beberapa mantra yang ditujukan kepada Tuhan beserta manifestasinya yang menguasai alam semesta beserta isinya. Nilai pendidikan tradisi merupakan kebiasaan yang mengatur tentang perilaku kehidupan manusia berkaitan dengan kehidupan sosial umat Hindu Kaharingan Seirahayu II terhadap nilai tradsi yang sanggat diyaki.. Nilai pendidikan etika yakni beberapa larangan atau pantangan wajib ditaati ketika ritual nanggai summang berlangsung. Sedangkan nilai pendidikan sosial dalam ritual perkawinan nanggai summang, yakni dengan terlihatnya kehidupan umat Hindu Kaharingan yang selalu bersama-sama atau saling tolong-menolong dalam melaksanakan berbagai kegiatan ritual keagamaan terutama pada ritual nanggai summang.

Penyelesaian Sidang Adat Kasus Kekerasan Dalam rumah Tangga Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Mantuhe Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas ( Persspektif Hukum Hindu )

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tesis ini mengkaji tentang Penyelesaian Sidang Adat Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang ada di Desa Tumbang Mantuhe Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas yang dilakukan oleh masyarakat yang ada di Desa Tumbang Mantuhe yang melanggar Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004. Fenomena inilah yang terjadi, berdasarkan observasi yang terjadi di dalam rumah tangga masyarakat Hindu Kaharingan yang ada di Desa Tumbang Mantuhe Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas yang diselesaikan secara hukum adat Hindu Kaharingan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1. Apakah penyebab terjadinya kasus kekerasan dalam rumah tangga pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Mantuhe Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas Perspektif Hukum Hindu. 2. Apakah pelanggaran hukum yang dilakukan kasus kekerasan dalam rumah tangga pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Mantuhe Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas Perspektif Hukum Hindu. 3. Bagaimana Proses Penyelesaian Sidang Adat Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga Pada Masyarakat di Desa Tumbang Mantuhe Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas Perspektif Hukum Hindu. Teori yang digunakan dalam mengupas permasalahan yang diteliti adalah, Teori Kausalitas, Teori Kewenangan dan Teori Validitas. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Teknik Observasi, Teknik Wawancara, dan Teknik Studi Dokumentasi. Teknik analisis data. Teknik Penyajian hasil analisi data. Dari hasil penelitian mengemukakan bahwa penyebab kekerasan dalam rumah tangga disebabkan, adanya kecurigaan Suami Terhadap istri, Suami kurang Komonikasi dengan Istri, kurang terpenuhi kasih sayang, kurang harmonis, ekonomi dan perselingkuhan. Sedangkan pelanggaran hukum dalam kasus kekerasan rumah tangga yang terjadi di Desa Tumbang Mantuhe yaitu : kekerasan psikologis, kekerasan biologis, dan suami tidak melakukan kewajiban. Kemudian proses penyelesaian melalui musyawarah dan mufakat yang diselesaikan oleh mantir adat, saksi-saksi, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan keluarga kedua belah pihak yang bersengketa dengan melakukan tahapan proses, yaitu adanya laporan korban, mediasi dan sidang adat serta pengambilan keputusan.

Tradisi Hapantan Dalam Upacara Tiwah Pada Maasyarakat Hindu Kaharingan di DAS (Daerah Aliran Sungai) Kahayan

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini mengkaji tentang tradisi hapantan dalam upacara tiwah pada masyarakat Hindu Kaharingan di Daerah Aliran Sungai Kahayan. Tradisi hapantan merupakan tradisi yang unik, menarik, dan juga penting yang menarik untuk dikaji lebih dalam, sebab tradisi ini memiliki banyak makna khas dari masyarakat Dayak. Berdasarkan dari latar belakang tersebut, rumusan masalah yang di kaji yakni; apakah latar belakang tradisi hapantan dalam upacara tiwah pada masyarakat Hindu Kaharingan di DAS Kahayan ?, bagaimanakah pelaksanaan tradisi hapantan dalam upacara tiwah pada masyarakat Hindu Kaharingan di DAS Kahayan ?, dan apakah makna yang terkandung dalam tradisi hapantan dalam upacara tiwah pada masyarakat Hindu Kaharingan di DAS Kahayan ?. Masalah tersebut di kaji dengan teori religi, toeri struktural fungsional dan teori Interaksionalisme simbolik. Kajian ini untuk mengkaji lebih dalam untuk menambah pengetahuan Agama Hindu terhadap tradisi hapantan. Metode yang digunakan penelitian ini yaitu deskriptip kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan kepustakaan. tehnik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan kesimpulan untuk mendapatkan sebuah penelitian yang ilmiah Berdasarkan pembahasan dan analisis yang dikaji dengan teori ditemukan bahwa ; tradisi hapantan di latar belakangi oleh adanya orang yang handep. Pelaksanaan tradisi hapantan di lakukan dengan tiga tahapan, yaitu; persiapan dimulai dengan musyawarah, mencari sarana dan prasarana, membuat sarana yang dibutuhkan Selanjutnya pelaksanaan, diawali dengan tanya jawab, melipat kain, barulah pantan dipotong, dilanjutkan dengan pemberian pupur, undus dan terakhir adalah mapas. Tahap akhir yaitu para tamu ikut bersama menganjan, pencatatan barang bawaan, menjamu tamu dengan acara makan bersama, dan hasupa hasundau (berbincang-bincang). Makna yang terkandung dalam tradisi hapantan dalam upacara tiwah pada masyarakat Hindu kaharingan meliputi; Makna Religious; Makna Estetika, Makna Etika, Makna Gotong Royong ,Makna Sosial, dan Makna Keakraban. Dari analisis yang di lakukan di atas dapat di simpulkan bahwa tradisi hapantan dalam upacara tiwah pada masyarakat Hindu Kaharingan di DAS Kahayan adalah tradisi yang unik dalam meyambut tamu yang mempunyai nilai dan makna “Belum Bahadat” yang wajib di lestarikan

GAYA DAN SENI BERBICARA DALAM MENYAMPAIKAN PANDEHEN DI INSTITUT AGAMA HINDU NEGERI TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA (STUDI KASUS MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI HINDU)

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

JULIANSYAH, 2022. Gaya dan Seni Berbicara dalam Menyampaikan Pandehen Di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (Studi Kasus Mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu) Pembimbing I Sulandra, S.Pi.,M.Si dan Pembimbing II Hadianto Ego Gantiano, M.Pd.H. Gaya dan seni berbicara dalam menyampaikan pandehen sangat diperlukan dalam setiap pelaksanaan basarah khususnya yang dilakukan oleh mahasiswa program studi ilmu komunikasi Hindu di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Penelitian ini tujuan untuk mengetahui gambaran cara menerapkan gaya dan seni berbicara dalam menyampaikan pandehen. Adapun permasalahan pada penelitian ini: bagaimana gaya dan seni berbicara dalam menyampaikan pandehen di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya ? Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori Komunikasi Publik, Teori Kendala. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah melalui pendekatan kualitatif. Jenis sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan adalah purposive sampling. dan teknik pengumpulan data penelitian adalah teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan teknik video, sedangkan teknik analisis data adalah mengunakan teknik analisis verbal dan dilanjutkan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian gaya dan seni berbicara dalam menyampaikan pandehen di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya menunjukkan bahwa faktanya mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu sudah terlatih dalam hal berbicara menyampaikan pandehen dengan menggunakan gaya dan seni dalam berbicara, serta telah mampu menyampaikan ide dan gagasan dari pemikiran yang dimiliki dengan baik dan benar.

Kajian Nilai Pendidikan Hindu Dalam Ritual Aruh Ganal Bawanang Pada Masyarakat Meratus Di Kecamatan Piani Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Ritual Aruh Ganal Bawanang merupakan ritual Masyarakat Hindu Meratus di Kecamatan Piani Kabupaten Tapin yang sangat percaya kepada Leluhur yang dilaksanakan setiap Tahun sekali yakni pada bulan Juli menjelang bulan purnama, masyarakat Meratus yang meyakini leluhur secara kental melaksanakan ritual Aruh Ganal Bawanang. ritual Aruh Ganal Bawanang, jika dikaitkan dengan ajaran Panca Yadnya ritual Aruh Ganal Bawanang tergolong Ritual Dewa Yadnya, Pitra yadnya dan Bhuta Yadnya. ritual Aruh Ganal Bawanan dilaksanakan oleh masyarakat Hindu Meratus di Kecamatan Piani yang masih menganut agama Hindu lokal. Pelaksanaan ritual Aruh Ganal Bawanang oleh masyarakat Hindu Meratus di Kecamtan Piani selama ini masih dipahami dalam bentuk tradisi dan kebiasaan yang membudaya yang turun temurun, tanpa memahami dan mengetahui nilai-nilai pendidikan Hindu yang terkandung dalam Ritual Aruh Ganal Bawanang. Oleh karena itu penelitian lebih terfokus pada Kajian Nilai Pendidikan dalam ritual Aruh Ganal Bawanang pada masyarakat Hindu Meratus dengan rumusan masalah: 1) Bagaimana pelaksanaan ritual Aruh Ganal Bawanang di Kecamatan Piani Kabupaten Tapin. 2) Bagaimana nilai-nilai ritual dalam Aruh Ganal Bawanang. 3) Bagaimana Implikasi Pendidikan ritual Aruh Ganal Bawanang di Kecamatan Piani Kabupaten Tapin. Peneliti bertujuan untuk lebih mengetahui ritual Aruh Ganal Bawanang. Teori yang digunakan untuk mengetahui ritual Aruh Ganal Bawanang yaitu: teori Simbol, teori Fungsional Struktural dan teori pertukaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: metode deskriptif, motode Analises Kualitatif, metode wawancara, metode observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian sebagai berikut: Ritual Aruh Ganal Bawanang yaitu dimulai dengan: 1) Ritual Mulai Manabas, 2) Ritual Batabang 3.) Ritual Manyalukut, 4) Ritual Mamanduk dan Mahayip, 5) Ritual Bamata Umang, 6) Ritual Mananam Banih, 7) Ritual Merabon Banih Mandara, 8) Ritual Bapalas Banih, 9) Ritual Manyampuk Banih Mawai (bunga Padi Mulai mengeluarkan Berbuah), 10) Ritual Mangatam, 11) Ritual Aruh Ganal Bawanang, 12) Ritual Babuat atau Baancak Banih Kalulung. Dalam Aruh Ganal Bawanang terdapat (1) Nilai Pendidikan religious, (2) Nilai Sosial dan Budaya, (3) Nilai Etika, (4) Nilai Toleransi Beragama dan (5) Nilai Estetika, sedangkan Implikasi Pendidikan yaitu: (1) Implikasi Religius, (2) Implikasi Budaya, (3) Implikasi Sosial, dan (4) Imlikasi Sumber Daya Alam. Kata Kunci: Kajian Nilai Pendidikan, Ritual Aruh Ganal Bawanang, Masyarakat Hindu Meratus

UPACARA ODALAN PURA TRADISI HINDU JAWA DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA (KAJIAN PENDIDIKAN HINDU)

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara kajian pendidikan Hindu. Penelitian ini mengangkat fenomena upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara yang memiliki perbedaan dari upacara odalan lainnya, dan menjadikan upacara ini memiliki keistimewaan dan keunikan tersendiri. Berdasarkan hal di atas, penelitian ini difokuskan pada pembahasan tentang (1) apakah latar belakang umat Hindu Jawa mempertahankan tradisi Hindu Jawa dalam upacara odalan pura di Kabupaten Kutai Kartanegara?, (2) bagaimanakah pelaksanaan upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara dalam kajian pendidikan Hindu?, (3) apakah makna upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa Kabupaten Kutai Kartanegara dalam kajian pendidikan Hindu?, tujuan penelitian ini untuk mengetahui, mengkaji, menjelaskan dan mendeskripsikan latar belakang, pelaksanaan serta makna upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara kajian pendidikan Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan memahami dan menganalisis upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan kajian pendidikan Hindu. Data ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara porposive. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dengan alat bantu. Data diverifikasi, dianalisis dengan teori interaksionisme simbolik dan teori fungsionalisme struktural, dengan disajikan secara formal dan informal. Berdasarkan observasi ditemukan bahwa latar belakang umat Hindu Jawa masih mempertahankan tradisi Hindu Jawa adalah: Adanya Kepribadian Orang Jawa, mempertahankan dan melestarikan ajaran Hindu Jawa, adanya warisan budaya dan tradisi dari leluhur, menjadi refleksi budaya Jawa, menjadi solidaritas umat Hindu Jawa dan kepuasan batin Hindu Jawa. Upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara kajian pendidikan Hindu terbagi ke dalam tiga tahapan yaitu tahap awal, tahapan pokok, dan tahapan akhir. Makna upacara odalan pura tradisi Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara kajian pendidikan Hindu adalah: makna sosial, makna gotong royong, makna solidaritas, makna moralitas, makna susila, makna karakter, makna kebenaran, makna keindahan, makna keindahan pandang, makna keindahan hati, makna religiusitas,dan makna rasa syukur. Interaksi sosial masyarakat Hindu Jawa dalam meningkatkan cinta kasih, persaudaraan, dan solidaritas menuju tujuan hidup lahir batin, keseimbangan serta kaharmonisan masyarakat Hindu Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara dapat dikatakan sangat luar biasa baik. Kata kunci: upacara odalan, tradisi Hindu Jawa

PERAN PENYULUH AGAMA HINDU DALAM PENDIDIKAN KARAKTER GENERASI MUDA DI KABUPATEN BARITO SELATAN

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tesis ini mengkaji tentang peran penyuluh agama Hindu dalam pendidikan karakter generasi muda di Kabupaten Barito Selatan, sebab telah terjadi krisis karakter generasi muda. Perilaku krisis karakter tersebut seperti perilaku kurang sopan, berkelahi, mencuri dan kenakalan remaja akibat dari perkembangan media sosial. Kementerian Agama melakukan perekrutan penyuluh agama Hindu PNS dan Non PNS untuk membina umat dan juga memberikan pendidikan karakter kepada generasi muda Hindu. Dari latar belakang tersebut maka munculah rumusan masalah sebagai berikut: (1) bagaimanakah peran penyuluh agama Hindu dalam pendidikan karakter generasi muda di Kabupaten Barito Selatan?, (2) apakah kendala penyuluh agama Hindu dalam pendidikan karakter generasi muda Hindu di Kabupaten Barito Selatan?, (3) bagaimanakah upaya meningkatkan pendidikan karakter generasi muda di Kabupaten Barito Selatan? Penelitian ini merupakan kualitatif deskripti dengan pendekatan emik. Teori yang digunakan adalah teori peran, teori fenomenologi, teori interaksionalisme simbolik dan teori motivasi. Data diperoleh dengan metode observasi partisipasi, wawancara dan studi dokumen, selanjutnya data tersebut dianalisis dan dikategorikan dengan menggunakan teknik content analysis. Hasil analisis dengan menggunakan teori yang dilakukan, peran penyuluh agama Hindu dalam pendidikan karakter generasi muda di Kabupaten Barito Selatan adalah untuk mengajarkan ilmu pengetahuan tentang ajaran agama dan melatih keterampilan-keterampilan agama. Untuk melakukan hal tersebut, penyuluh agama Hindu juga membimbing dan memberikan motivasi kepada generasi muda untuk rajin dan giat belajar serta terlibat dalam kegiatan yang dilaksanakan. Penyuluh agama Hindu juga memberikan teladan bagi generasi muda dalam berpenampilan dan bertingkah laku agar sesuai dengan ajaran kebaikan. Peran yang dilakukan penyuluh agama Hindu tersebut adalah untuk membawa perubahan karakter generasi muda Hindu Kabupaten Barito Selatan kearah yang lebih baik lagi. Jadi peran yang dilakukan penyuluh agama Hindu untuk mendidik karakter generasi muda sudah sangat baik, walaupun masih adanya kendala internal maupun eksternal namun penyuluh agama Hindu Kabupaten Barito Selatan melakukan upaya untuk meningkatkan pendidikan karakter generasi muda.

KAJIAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN PANTUGUR DALAM RITUAL WARA HINDU KAHARINGAN DI KABUPATEN BARITO SELATAN

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini mengkaji kajian nilai-nilai pendidikan pantugur dalam ritual wara Hindu Kaharingan di Kabupaten Barito Selatan. Keberadaan patugur menjadi sarana pokok dalam ritual wara yang memiliki nilai pendidikan Hindu yang perlu untuk dikaji. Fenomena yang terjadi kurangnya pemahaman dalam diri beberapa orang terhadap nilai-nilai dan makna sakral yang terkandung pada pantugur dalam ritual wara Hindu Kaharingan sehingga patugur yang digunakan pada hari puncak pelaksanaan wara tersebut dipandang tidak memiliki nilai pendidikan. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah proses pembuatan pantugur dalam ritual wara Hindu Kaharingan di Kabupaten Barito Selatan ?, 2) Apakah nilai-nilai pendidikan Hindu yang terkandung dalam pantugur ritual wara Hindu Kaharingan di Kabupaten Barito Selatan ?, 3) Bagaimanakah implikasi nilai-nilai pendidikan Hindu dalam pantugur ritual wara bagi Hindu Kaharingan di Kabupaten Barito Selatan ?. Penelitian dikaji dengan teori fungsional struktural, teori nilai, teori pendidikan Hindu, dan teori behavioristik. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, beberapa komponen yang dapat dikaji dan penyajian hasil meliputi pantugur merupakan perwujudan jasmaniah dari leluhur yang diritualkan dan wajib dihargai keberadaannya sebagai bentuk penghormatan, rasa cinta kasih, dan tanggung jawab seseorang ataupun keluarga yang melaksanakan. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa proses pembuatan pantugur yang dikaji menggunakan teori fungsional struktural menghasilkan kesimpulan yang meliputi : (1) Tahap Persiapan, (2) Tahapan Pokok Pelaksanaan, dan (3) Tahap Akhir. Beberapa nilai pendidikan yang terkandung pada pantugur dalam ritual wara yang dikaji menggunakan teori nilai dan didukung dengan teori pendidikan Hindu menghasilkan kesimpulan yaitu : (1) Nilai Pendidikan Tattwa, (2) Nilai Adat Tradisi Hindu Kaharingan, (3) Nilai Pendidikan etika (susila), (4) Nilai Pendidikan Material, (5) Nilai Pendidikan Tanggung Jawab, dan (6) Nilai Pendidikan Estetika. Implikasi nilai pendidikan pada pantugur ritual wara yang dikaji menggunakan teori behavioristik menghasilkan kesimpulan yaitu : (1) Mempererat Persatuan dan Kesatuan Umat Hindu Kaharingan, (2) Semangat Kebersamaan dan Gotong Royong, (3) Toleransi terhadap Keberagaman, (4) Terjaganya Keseimbangan Dan Keharmonisan Alam Semesta, (5) Taat Terhadap Pelaksanaan Upacara atau Ritual Sebagai Bentuk Ketaqwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, (6) Tercipta Hubungan Harmonis Dengan Sesama yang diwujudkan dalam Perilaku Belum Bahadat, (7) Menginterpretasikan Tindakan Terhadap Simbol Sakral, dan (8) Tumbuhnya Kesadaran Beretika Kata Kunci: kajian nilai pendidikan, pantugur, ritual wara

MAKNA FILOSOFIS UPACARA NGALANGKANG PADA MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA PAYANG ARA KECAMATAN GUNUNG TIMANG KABUPATEN BARITO UTARA (PERSPEKTIF HUKUM HINDU)

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

SELTA MARIA LOSA, 2022, Makna Upacara Ngalangkang Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I). Dra. Ni Made Ratini, M.Si. Pembimbing (II) Dr. Ni Nyoman Rahmawat S.Ag.,M.Si. Upacara Ngalangkang merupakan upacara ritual kematian yang dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatang Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Masalah yang diteliti: (1). Bagaimana proses upacara Ngalangkang pada masyaraka Hindu Kaharingan di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. (2). Apa makna filosofis sarana-sarana yang digunakan dalam pelaksanan Upacara Ngalangkang Di Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Timang Kubupaten Barito Utara. (3). Apa saja pantangan dan larangan pada upacara Ngalangkang dan apa akibatnya bila dilanggar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Religi, Teori Simbol dan Teori Sebab Akibat (Kausalitas). Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan Studi Kepustakaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan Penarikan Kesimpulan/Verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Proses pelaksanaan upacara Ngalangkang dilaksanakan Basarah untuk memohon perlindungan kepada Ranying Hatalla Langit (Tuhan Yang Maha Esa). Mempersiapkan ancak dalam upacara Ngalangkan sangat penting yaitu pertama kita menyiapkan ancak dan kemudian dialaskan dengan daun pisang sebagai lapik ancak dan menyiapkan sarana dan prasarana yang diletakan di dalam ancak. Dilanjutkan dengan pengantaran ancak kekuburan yang dilakukan oleh keluarga dan tukan balian, sesampai dikuburan ancak yang sudah dibawa akan diletakan diatas kuburan, lalu tukan balian memengang Odak mandru menggunakan tangan sebelah kiri dan memukul diatas kuburan sampai 7 kali untuk memanggil Liau, tukan balianin mengucapkan Papat Mamang untuk memberikan makan kepada Liau, selanjutnya tukan balian memukul lagi diatas kuburan sampai 7 kali untuk mengembalikan Liau tersebut. Apabila ancak sudah diantar kekuburan, sesampai dirumah dilaksanakan Pander jampa untuk “penempong pali artinya supaya kita yang masih hidup, apabila ingin melaksanakan acara baik tersebut misalnya seperti pernikahan atau bokas tidak dikenakan pali mara (2). Makna filosofi sarana dan prasarana yang digunakan adalah untuk persembahan kepada Liau atau korban suci yang ditujukan kepada roh-roh para leluhur karena merakalah yang membuat kita ada di dunia hingga kita dewasa. (3). pantangan dan larangan dilanggar akan ada saksi dan akibatnya dari semua pantangan dan larangan tersebut, karena apa bila dilanggar akan mendapatkan denda yang begitu besar yaitu 7 antang setara senilai uang Rp.700.000 itu yang akan dibayar apa bila semua itu terjadi pada saat perlaksanaan upacara Ngalangkang berlangsung.

PENYELESAIAN PERKARA PENCURIAN BENDA SAKRAL MARMER BATU PATAHAT DI DESA PANDAU KECAMATAN ARUT UTARA KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT (Perspektif Hukum Hindu)

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

SEPTIANI, 2022, Penyelesaian Perkara Pencurian Benda Sakral Marmer Batu Patahat di Desa Pandau Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Prodi hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I). Dr. I Made Kastama, SH.,MH. Pembimbing (II). Mariatie, S.Ag.,M.Si. Kasus pencurian di Indonesia bukanlah hal yang baru terjadi. Masalah ini sudah sering terjadi di masyarakat dan menjadi fenomena kejahatan yang tidak mudah ditanggulangi. Uniknya banyak pencurian bukan hanya benda yang bernilai dari segi materi, tapi benda-benda yang memiliki nilai sejarah, langka dan sakral. Salah satu benda sakral yang sering dicuri adalah sejenis sapundu, benda keramik, patung, dan lain sebagainya. Adapun yang menjadi penyebab terjadinya pencurian benda sakral tersebut adalah karena benda tersebut memiliki nilai ekonomi dan memiliki nilai jual yang tinggi. Selain itu juga karena faktor adanya bujuk rayu dari pihak ke tiga untuk melakukan tindakan pencurian benda sakral atau benda tersebut. Tindakan pencurian adalah salah satu bentuk tindakan kriminal yang dilarang oleh hukum. Masalah yang diteliti : (1) bagimana proses penyelesaian perkara pencurian benda sakral marmer batu patahat di Desa Pandau Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat? (2) sanksi apakah yang dijatuhkan terhadap pelaku pencurian benda sakral marmer batu patahat di Desa Pandau Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat? Subjek penelitian adalah kepala desa, damang, penghulu adat, dan tokoh masyarakat yang terlibat dalam penyelesaian perkara pencurian di Desa Pandau, Obyek penelitian adalah kasus penyelesaian perkara pencurian benda sakral di Desa Pandau Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah obsevasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori penyelesaian perkara dari Moh Koesnoe dan teori keadilan dari Jhon Rawls. Proses penyelesaian perkara adalah proses atau tahapan dilakukannya pemeriksa dan penyelidikan agar mengetahui apakah benar adanya kasus tersebut dan mengetui apakah pelaku benar-benar bersalah dan menentukan hukumannya, sesuai dengan hukum yang berlaku di masyarakat dan kesepakatan bersama tanpa merugikan pihak manapun. Sanksi adalah suatu akibat dari perbuatan yang dilakukan. Setiap melakukan perbuatan yang sifatnya melanggar sebuah aturan tentunya memiliki akibat atau sanksi terlebih-lebih perbuatan melanggar hukum. Dan setiap orang yang melakukan perbuatan yang melanggar hukum harus siap untuk menerima sebuah sanksi dari hasil perbuatannya sendiri.

Eksistensi dan dinamika hukum adat waris bali dalam perspektif masyarakat dan putusan pengadilan

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku yang inspiratif ini, dapat dijadikan sebagai sebuah bahan acuan, pembanding, pedoman dan sumber oleh para hakim khususnya pada lingkungan peradilan umum, dan dapat juga, membantu semua pihak terutama dari kalangan akademisi, teoretisi, praktisi dan lain sebagainya yang ingin lebih mendalami secara lebih intens, detail dan terperinci tentang Hukum Adat Waris Bali. Paling tidak, buku ini dapat membantu para pembacanya untuk dapat manambah ilmu pengetahuan Hukum Adat Waris Bali, setelah membaca tema-tema utama yang disajikan dalam buku ini, antara lain: - Kajian Pustaka Tentang Hukum Adat Waris dan Karakteristik Hukum Adat Waris Bali; - Sendi-Sendi Pergeseran Hukum Adat Waris Bali dalam Arus Globalisasi Menatap Perkembangan Zaman; - Eksistensi dan Dinamika Hukum Adat Waris Bali dalam Perspektif Masyarakat dan Putusan Pengadilan.

Sentana Rajeg & Perkawinan Nyentana Ditinjau dari Hukum Adat Bali

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Perkawinan di Bali adalah fenomena yang amat kompleks sebab melibatkan begitu banyak elemen sosial, budaya dan religi. Salah satu unsur yang kerap menimbulkan konflik adalah sistem kekeluargaan yang pada umumnya bersifat patrilineal. Sistem tradisional ini kini berbenturan dengan keadaan sosial yang berubah. Misalnya, bagaimana jika dalam sebuah keluarga tidak ada keturunan laki-laki serta bagaimana status hukum anak perempuan yang menikah dengan laki-laki nyentana dalam hukum perkawinan, hak waris dan hukum keluarga. Tinjauan mengenai fenomena tersebut mesti mendapat perhatian serius demi terpeliharanya keamanan dan kesejahteraan sosial keluarga, terutama di Bali.