Profil penulis
S
1.413 karya publik ditemukan.
Metodologi Penelitian Pendidikan
Buku Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya, Edisi Revisi membahas materi dengan ringkas dan mudah dimengerti bagi para mahasiswa maupun praktisi. Materi buku ini luas dan dilengkapi dengan contoh metode, simpulan, dan pertanyaan yang bisa dikembangkan untuk masing-masing keperluan. Masing-masing bab membahas tentang fondasi penelitian; struktur organisasi; studi kepustakaan; teknik sampling; rencana penelitian; analisis data; kesimpulan, implikasi, dan saran; evaluasi laporan penelitian; instrumen penelitian; macam-macam instrumen pengukuran; penelitian deskriptif; penelitian ex-postfacto; penelitian eksperimen; penelitian survei; penelitian sejarah; dan penelitian tindakan.
Pendidikan Agama Islam
Pembaca yang budiman, buku yang ada ditangan Anda ini adalah kumpulan materi yang menjelaskan tentang Agama Islam secara komprehensif. Tiga pilar utama agama Islam, yaitu: Akidah, Syari`ah dan Akhlak diuraikan dengan sistematis dan rinci. Tujuannya dalah untuk menciptakan tashawwur (pemahaman) yang baik terhadap agama yang sempurna ini. Dengan demikian kita mampu menjalankan agama ini berdasarkan Ilmu dan Iman. Disamping itu, Islam tidak saja agama yang berorintasi kepada kehidupan akhirat. Akan tetapi Islam juga memperikan perhatian pada kehidupan dunia secara berimbang. Oleh sebab itu, Islam membenci segala benuk ke-jumud-an dalam berfikir dan mendorong manusia untuk mengembangkan Ilmu Pengetahuan. Banyak ayat ataupun hadis yang menjadi sumber inspirasi dalam mengembangkan Ilmu Pengetahuan. Namun, dibalik pencapain itu semua harus kita sadari bahwa tujuan dibalik penciptaan manusia dan segala pencapaiannya adalah untuk beribadah kepada Allah Swt. Manusia tidak akan pernah bisa dekat dengan Allah Swt yang telah menciptakannya dan alam semesta kecuali dengan Islam sebagai jalan yang lurus dalam kehidupan.
Pengantar Pendidikan Agama Kristen
Buku yang mengangkat tema Pengantar Pendidikan Agama Kristen hingga saat ini belum dipasarkan di toko buku di Indonesia. Untuk menanggulangi hal tersebut, penulis menyajikan buku Pengantar Pendidikan Agama Kristen untuk mengisi kemungkinan kealpaan tersebut. Buku ini berfungsi mempersatukan persepsi tentang perbedaan pemahaman keseluruhan bentuk dan lembaga pengelola Pendidikan Agama Kristen di Indonesia. Bentuk Pendidikan Agama Kristen terdiri dari ilmu pengetahuan, program studi, dan mata kuliah/mata pelajaran disinergisitaskan dengan mata kuliah yang sudah ada terdiri dari empat, yakni PAK Anak-Anak, PAK Remaja/Pemuda, PAK Dewasa Keluarga, dan PAK Majemuk; sesuai kebutuhan dikembangkan dalam bentuk kajian, yakni Pendidikan Konsepsional, Pendidikan Prasekolah, dan Peneguhan Manula sesuai jenis dan jalur pendidikan Kristiani.
Psikologi Pendidikan Agama Kristen
Buku ini membuka wawasan awal tentang studi psikologi dalam Pendidikan Agama Kristen. Selain itu, buku ini memberi pemahaman awal tentang konsep manusia menurut psikologi dan Alkitab, mengetengahkan seputar psikologi belajar, dan membahas tentang aspek psikologi dalam pembelajaran. Demikian juga, dibahas pemahaman dasar tentang anak-anak sebagai pelajar, yang akan memberi pemahaman tentang remaja sebagai pelajar, tentang perkembangan afektif pada remaja, membahas tentang orang dewasa sebagai pelajar. Bagian terakhir merupakan bagian bab penutup yang merupakan risalah dari pentingnya memahami aspek-aspek psikologi dalam praktik Pendidikan Agama Kristen. Uraian buku ini juga diperkaya dengan pengalaman penulis sebagai gembala jemaat, dan sebagai guru dalam konteks Pendidikan Agama Kristen. Buku tuntunan kuliah ini juga menyoroti pelbagai landasan pendidikan, serta pendidikan dalam praktik dengan ilmu pengetahuan termasuk pedagogik, filsafat pendidikan, serta berbagai disiplin keilmuan lain. Dalam studi ini digunakan pendekatan filsafat, teoretis-sistematis, historis, maupun komparatif, yang semua itu dilandasi oleh pemikiran theologi Kristen, sebagai pengejawantahan dari Alkitab.
Pendidikan Agama Kristen (PAK) Remaja
Buku ini menggambarkan tentang permasalahan-permasalahan yang dihadapi remaja. Dalam menghadapi permasalahan remaja dan pencarian jati diri, sangat dibutuhkan seorang figur pemimpin remaja Kristen. Figur seorang pemimpin akan sukses jika ia memiliki keteladanan. Keteladanan inilah akan mempengaruhi perilaku remaja sehingga merasa aman dan nyaman untuk dibimbing menuju masa depan yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus Kristus.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: Materi Pembelajaran Perguruan Tinggi
Buku ini disusun dengan tujuan agar para mahasiswa bisa belajar secara efektif dan efi sien dan dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran PAI.
Pendidikan Agama Islam
Buku ini berisi tentang bahan ajar yang akan diajarkan diperguruan tinggi dengan kajian-kajian sebagai berikut, Mata kuliah ini dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang seluk beluk agama islam dimensi studi meliputi Aqidah, ahlak, dan syariah serta eksistensi khalifah dimuka bumi. Buku Pendidikan agama islam ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.
STUDI PENGANTAR Pendidikan Agama Islam
Buku ini berisikan bahan-bahan mata kuliah Pendidikan Agama Islam untuk mahasiswa S1 Institut Seni Indonesia.
Buku Ajar PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Upaya manusia mengenal Tuhan merupakan kajian yang menarik,karena manusia pada dasarnya manusia merupakan makhluk yangmeskipun berkehidupan dinamis dan pantastik dibanding makhlukhidup lainnya yang statis tetapi juga memiliki keterbatasan dalamsemua lini kehidupan. Mengenal Tuhan merupakan hal yangbersifat imani, maka sebagai aspek keimanan mendapat perhatiandan pengkajian yang begitu intensif, sehingga mudah didapat ditengah masyarakat. Aspek yang akan dikaji dalam tulisan ini adalahaspek kejiwaan dan nilai. Aspek ini belum mendapat perhatianseperti perhatian terhadap aspek lainnya. Kecintaan kepada Allah,ikhlas beramal hanya karena Allah, serta mengabdikan diri dantawakal sepenuhnya kepada-Nya, merupakan nilai keutamaan yangperlu diperhatikan dan harus diutamakan dalam menyempurnakancabang-cabang keimanan.
Pendidikan Agama Islam Era Modern
Pendidikan Agama Islam yang merupakan bagian dari materi pendidikan yang diajarkan di dalam suatu lembaga pendidikan, memberikan suatu harapan kepada peserta didik untuk dapat “beragama yang baik” dan mampu mengamalkan segala sesuatu yang telah diajarkan dalam mata pelajaran tersebut. Namun pada kenyataannya, Pendidikan Agama Islam yang diajarkan di berbagai lembaga pendidikan, dewasa ini mengalami berbagai macam tantangan dan kritik dari berbagai pihak. Selama ini telah banyak pemikiran dan kebijakan yang diambil dalam rangka peningkatan kualitas Pendidikan Agama Islam yang diharapkan mampu memberikan nuansa baru bagi pengembangan sistem pendidikan di Indonesia dan sekaligus hendak memberikan kontribusi dalam menjabarkan makna Pendidikan Nasional yang berfungsi sebagai kemampuan dan membangun watak serta peradaban bangsa yang bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Masyarakat Pluralistik
Buku ini mengungkapkan bahwa semakin mengadopsi materi agama nonmuslim maka pembelajaran PAI pada peserta didik plural agama dapat diterima. Hal ini terus terlaksana karena tidak dijumpai peserta didik pluralistik mengkonversi agamanya menjadi agama Islam. Pembelajaran PAI pada peserta didik plural agama tersebut dilakukan hanya pada aspek pengetahuan. Pelaksanaan ini dapat terus berlangsung dan dapat diketahui melalui beberapa hal. Kebijakan Yapis Papua dalam Pembelajaran PAI pada masyarakat pluralistik tidak memperhatikan keagamaan yang dianut para siswa melainkan hanya mengajarkan agama tertentu terhadap para siswa yang beragam keagamaannya. Namun demikian, cara pembelajaran PAI yang demikian itu dapat berjalan secara efektif atau tidak menimbulkan resistensi. Hal ini terjadi disebabkan pembelajaran di Yapis Papua tidak bertujuan mengganti keagamaan para siswa, tidak memaksa peserta didik menkonversi agamanya ke dalam agama Islam, tidak mewajibkan penghayatan dan pengamalan pengetahuan agama Islam. Penerapan pembelajaran ini dilakukan tidak sepenuhnya misi ideologi tetapi lebih didasari pada pertimbangan misi sosial terutama pengenalan Islam, karena pembelajaran pendidikan agama Islam diberikan kepada siswa nonmuslim tidak menjadikan mereka keluar dari agamanya justru menjadikan pelajaran pendidikan agama sebagai sarana memperkenalkan agama Islam. Penerapan pembelajaran PAI pada 3 satuan pendidikan Yapis Papua yaitu Universitas Yapis Papua, SMK Hikmah Yapis, dan SMA Hikmah Yapis dengan menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru sebagai ahli yang memegang kontrol selama proses pembelajaran, model teacher centris, strategi pembelajaran ekspositori. Guru/Dosen sebagai subyek dalam pembelajaran PAI dimana pendidik tidak mengharuskan peserta didik pluralis mengamalkan ajaran agama Islam, memasukkan unsur nilai dan ajaran agama non muslim di dalam materi pembelajaran PAI, guru menurunkan nilai standar kriteria ketuntasan minimal bagi peserta didik nonmuslim. Pada sisi kognitif, guru menyadur ajaran agama peserta didik pluralistik. Pada sisi psikomotorik mereka hanya mengetahui praktik keagamaan namun tidak dilaksanakan. Pada sisi afektif, guru mengambil nilai-nilai yang sama dengan ajaran agama lain yang sesuai dengan afektif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Pasti Bisa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/MA Kelas XII
Untuk versi cetak, silakan kunjungi link: http://www.penerbitduta.com/read_resensi/2021/4/pasti-bisa-pendidikan-agama-islam-dan-budi-pekerti-untuk-smama-kelas-xii#.YXIXgVVBxhE Seri buku PASTI BISA merupakan buku pengayaan yang disusun berdasarkan Kurikulum 2013. Buku ini berisi materi dan soal-soal latihan untuk membantu siswa menghadapi ulangan harian dan ulangan akhir semester. Buku yang membantu siswa mempersiapkan diri agar sukses meraih nilai tinggi ini disusun dengan sistematika sebagai berikut. • Berisi ringkasan materi pelajaran sesuai Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) dalam Kurikulum 2013. • Dilengkapi contoh-contoh soal pada setiap subbab yang dibahas secara gamblang dan mudah dipahami (belajar melalui contoh). • Dilengkapi soal-soal latihan yang komprehensif di bagian akhir bab untuk menguji pemahaman materi di setiap bab. • Dilengkapi soal-soal Penilaian Hasil Belajar Semester 1 dan Penilaian Hasil Belajar Semester 2 sebagai latihan untuk menghadapi ulangan akhir semester. Seri PASTI BISA membantu mencapai kesuksesan meraih nilai tinggi pada ulangan harian dan ulangan akhir semester.
Pendidikan Agama Islam
Manusia merupakan makhluk unik bila dibandingkan dengan mahluk yang lainnya. Keunikan manusia disebabkan banyak faktor. Salah satu faktor tersebut adalah secara biologis manusia memiliki sistem biologis yang sempurna, tak hayal al-Quran menyebutnya dengan sebutan Ahsan al-Taqwim (paling sempurnanya ciptaan).[1] Dalam beberapa tafsir dikatakan bahwa, manusia dilengkapi dengan akal budi (hati), sehingga terdapat kurva naik turun dalam prilakunya dan terkadang menyebabkan mereka disebut dengan Asfala Safiliin, jika berbuat keburukan. Hal inilah yang membedahkan antara manusia dengan ciptaan lainnya. Belum lagi pandangan kaum sosiolog, manusia disebut dengan makhluk sosial, Zoon Polition. Dalam istilah agama Islam disebut dengan Hablun Min al-Nas. Menariknya, Islam membaginya lagi dengan istilah Hablun Min Allah. Begitu pula para filosof menyebut manusia dengan istilah Hayawan al-Natiqun (makhluq yang bisa berfikir), dengan akalnya, manusia berbeda dengan makhluq lainnya. [1] Lihat surat al-Tin ayat: 4.
Pendidikan Agama Islam
Ajaran agama Islam tidak cukup hanya menjadi pemahaman. Lebih dari itu, agama harus menjadi modal pengamalan dalam kehidupan sosial. Sejatinya, agama hadir untuk menjawab segala persoalan hidup yang dihadapi umat manusia dari zaman dulu, sekarang, dan yang akan datang. Tanpa agama, manusia tidak akan merasakan makna indahnya kehidupan dunia karena dunia dan segala isinya bukan ukuran kemuliaan dan derajat manusia. Hanya dengan iman dan ketakwaan yang menjadi ruh beragama maka manusia akan mendapatkan derajat dan kemuliaan di sisi Allah dan seluruh makhluk-Nya. Dengan seni hidup menjadi indah, dengan ilmu hidup menjadi mudah, dan dengan agama hidup menjadi terarah. Dibutuhkan sumber-sumber yang akurat dalam memahami agama Islam secara menyeluruh dan mendalam. Berbagai sumber yang dapat dijadikan rujukan ialah Al-Quran, Al-Hadits, Ijma, serta Qias dari para ulama. Al-Quran menjadi pedoman utama yang berisi tentang berbagai hal, mulai dari masalah ibadah, amaliyah (perbuatan) manusia, hari akhir, kisah-kisah umat terdahulu, muamalah/sosial, sejarah, serta ilmu pengetahuan. Seluruh persoalaan yang dihadapi oleh manusia telah ada jawabannya pada ayat-ayat yang Allah turunkan. Buku ini berisi literasi beragama Islam yang dipadukan dengan ayat-ayat Al-Quran untuk menambah wawasan yang komprehensif serta akurat. Kita akan lebih mudah memahami nilai ajaran agama Islam yang terkandung dalam Al-Quran secara utuh serta mampu mewujudkan agama Islam sebagai agama Rahmatan Lil ‘Alamiin.
Manajemen Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Penelitian ini dilatarbelakangi akan pentingnya implementasi suatu kebijakan pendidikan dalam meningkatkan mutu peserta didik lulusan dalam hal ini kebijakan USBN PAI. Adapun tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis implementasi kebijakan USBN PAI di sekolah dasar. Meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan kendala kebijakan USBN PAI di sekolah. Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk mengetahui, mengidentifikasi dan menganalisis; perencanaan implementasi kebijakan, pelaksanaan implementasi; evaluasi implementasi dan faktor pendukung dan kendala implementasi kebijakan USBN PAI dalam meningkatkan mutu lulusan peserta didik di SDN 1 Pengadilan dan SDN Sindanggalih. Manajemen Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.
MOTIVASI DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Secara garis besar isi buku ini mengenai analisis pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam, proses pengembangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam, evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam, pengembangan bahan ajar Pendidikan Agama Islam, strategi pembelajaran melalui Pendekatan Saintifik, analisis dan pengembangan kompetensi sikap spiritual peserta didik dalam konteks Kurikulum 2013 yang terdapat pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, pengembangan motivasi pembelajaran bagi peserta didik. Semoga dengan hadirnya buku ini dapat memberikan referensi yang begitu jelas bagi para akademisi, terlebih bagi para pendidik yang mengampu tugas di sekolah maupun madrasah. Tidak lupa buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan para pendidik dan para akademisi untuk mencapai kompetensi yang diharapkannya bagi peserta didik yang menjadi binaannya masing-masing, yang telah disesuaikan dengan Kurikulum 2013. Sehingga dengan demikian, buku ini layak di baca insan akademik dalam menambah wawasan khasanah keilmuan pendidikan dalam memberikan asupan pengetahuan kepada peserta didik supaya menjadi pribadi yang labih baik lagi. Tujuan dasar buku ini adalah menciptkan dan mewujudkan kesadaran pentingnya pendidikan bagi warga Negara Indonesia terutama pendidikan berbasis agama Islam agar terwujudnya nuansa ilmu pengetahuan di lingkungan sekolah dan madrasah sebagai salah satu wujud mendidik, membimbing, dan mencerdaskan anak bangsa.
Redesign Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Menuju Revolusi Industri 4.0
Revolusi industri 4.0 dengan segudang manfaat dan kecanggihannya menciptakan persaingan global yang semakin kompetitif. Individu dituntut agar semakin kreatif dan inovatif, serta menguasai berbagai keahlian. Karenanya guna menciptakan individu-individu yang berkualitas, pendidikan wajib berbenah diri. Salah satunya dengan merancang ulang (redesain) pembelajaran. Dalam revolusi industri 4.0, pembelajaran ditempatkan sebagai interaksi antara peserta didik dan pendidik yang saling berkolaborasi melengkapi satu sama lain. Pendidik membimbing, mengarahkan, dan membina potensi, bakat, dan minat peserta didik. Pendidik dituntut memiliki keahlian dan keterampilan di bidang teknologi, serta menguasai pengembangan pembelajaran berbasis digital. Pendidikan Agama Islam(PAI), khususnya, menjadi krusial menciptakan pembelajaran yang mampu mengakomodasi individu di era digital, tanpa mengurangi nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. Berlandaskan pemikiran tersebut, peran guru PAI di sekolah menjadi sorotan utama dalam buku ini. Penulis menelusuri secara mendalam peranan guru PAI dalam meredesain pembelajaran Pendidikan Agama Islam guna menghadapi revolusi industri 4.0 di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri. Redesain pembelajaran dilakukan melalui teknik, taktik, pendekatan, metode, media dan materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Buku ini merupakan sebuah respon dalam menyambut era industri digital 4.0, dengan harapan pendidikan, khususnya Pendidikan Agama Islam, terus berbenah diri demi meningkatkan kualitas hidup peserta didik yang beriman, kompeten, dan berakhlak mulia. Semoga bermanfaat! Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup
Pendidikan Agama Islam
Buku ini disusun selengkap mungkin sebagai referensi mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Islam maupun Perguruan Tinggi Umum, mengingat pentingnya pemahaman ajaran Islam secara utuh-komprehensif (kaffah), baik dimensi Akidah, Syariah, Akhlak, Sejarah dan Uswah. Hal ini dikarenakan, ketika ajaran Islam dipahami secara parsial, maka berisiko menjadi pribadi yang berkepribadian terbelah (split personality). Semisal oknum umat muslim yang aktif beribadah kepada Allah SWT, akan tetapi aktif pula bertindak intoleran dan meneror umat manusia yang secara gegabah dinilai “sesat”.
Pendidikan Agama Islam dalam Nilai Moral dan Etika Kebidanan
Salah satu perintah terpenting dalam ajaran Islam adalah perintah untuk menuntut Ilmu dan mengamalkannya. Kemudian, Ilmu yang paling utama untuk dikejar dan diamalkan itu adalah ilmu Agama Islam yang didalamnya diajarkan mengenai implementasi ketuhanan dan etika Islam. Kebutuhan intelektual di masa milenial ini menuntut para pemikir dan cendikiawan Islam harus lebih reaktif terhadap kebutuhan yang semakin berkembang ini. Di mana setiap ajaran Pendidikan Agama Islam dituntut untuk mampu mendapatkan posisi untuk diimplementasikan dalam berbagai aktivitas, dan salah satunya adalah dalam bidang Kesehatan atau Kebidanan. Melalui buku ini, Muhammad Iqbal, Khairani dan Maidina Putri menghadirkan gaya baru dalam menghidangkan kajian pendidikan agama Islam. dengan gaya bahasa yang simple dan mudah difahami, mereka mengungkapkan beberapa pesan dalam Al Quran terhadap kajian kebidanan, juga pesan dalam hadis mengenai terapan yang harus dijalani bagi setiap muslim yang berprofesi sebagai bidan. Dengan berharap ridho Allah Swt dan diiringi dengan do‟a para orang tua dan seluruh akademisi yang mendukung terbitnya buku ini. Kami berharap agar buku ini memberikan banyak manfaat bagi para pengkaji Islam dalam bidang ilmu Kebidanan.