Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

1.413 karya publik ditemukan.

162025: 112025: 12026: 972025: 1832024: 1952023: 2442022: 2242021: 2942020: 572019: 12018: 312017: 802010: 1

Tasai Saluang Murik pada Masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kabupaten Katingan

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tasai saluang murik merupakan sebuah jenis tarian yang pernah ada dan fenomenal pada Masyarakat Dayak Katingan khususnya di Desa Tumbang Kalemei. Keberadaan tasai saluang murik kini sudah tidak lagi ditemukan di desa tersebut. Sebagai sebuah tarian yang sempat fenomenal, maka dirasakan sangat perlu untuk mengetahui keberadaannya agar bisa ditumbuhkembangkan lagi dengan menggali sejarahnya, ragam geraknya, busana/property yang digunakan serta musik pengiringnya. Adapun rumusan masalahnya yaitu bagaimana tasai saluang murik pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kabupaten Katingan? Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui tasai saluang murik pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kabupaten Katingan. Permasalahan dalam penelitian ini dikaji dengan teori yang digunakan yaitu teori Etnokoreologi dan Antropologi Budaya. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan penentuan informan yakni teknik purposive sampling. Sementara itu, teknik penggumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, studi dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data (data display), penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: 1). Tasai saluang murik merupakan tarian berpasangan yang bersifat hiburan yang ditarikan saat ada pesta ucap syukur baik di rumah penduduk ataupun pada lapangan terbuka. Tarian ini terinspirasi dari segerombolan ikan saluang pada riam Mangkikit dan melakukan gerakan seperti huruf S yang silang menyilang saling mendahului menuju arah hulu Sungai Katingan. Belum diketahui secara pasti siapa pencipta tarian tersebut, yang mana masyarakat disana hanya mengetahui tarian tersebut terakhir diajarkan oleh seseorang yang bernama Andan dari Desa Tewang Rangas yang telah menetap di Desa Tumbang Kalemei. 2). Ragam gerak tasai saluang murik terdiri atas gerak pokok (gerak pindah tempat), gerak murni, gerak makna dan gerak penguat ekspresi. 3). Busana tasai saluang murik terdiri atas Salampai sebagai kain penutup kepala, Kebaya sebagai bajunya pada bagian tengahnya, serta Tapih (Sarung) sebagai pakaian bagian bawahnya. Sementara itu property yang digunakan adalah selendang yang diletakan pada kedua bahu penari, selain itu juga biasanya menggunakan property berupa Sangkai Kambang yang menjadi titik pusat tarian tersebut. 4). Musik Pengiring bisa menggunakan iringan musik dari Kacapi Tali Dua dan Tiga, Rabab dengan nada Tewah Tasai dan juga bisa menggunakan iringan musik dari Agung (Gong), Takanong, Gandang Tatau dengan nada Tewah Tasai Saluang Murik.

Eksistensi Seni Lukis Mambintik Raung pada Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Seni lukis mambintik raung adalah prosesi melukis peti mati yang ada pada upacara kematian umat Hindu Kaharingan. Lukisan ini memperlihatkan nilai-nilai kehidupan spiritual dan keyakinan dalam upacara Kematian umat Hindu Kaharingan. Namun, hanya sebagian kecil umat Hindu Kaharingan yang memahami pentingnya lukisan yang ada pada raung beserta makna yang terkandung di dalamnya. Ketika pelaksanaan prosesi mambintik raung keterlibatan umat Hindu Kaharingan sangat kurang baik generasi tua maupun generasi muda. Rumusan masalah yaitu bagaimana eksistensi seni lukis mambintik raung pada upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan dan bagaimana upaya pelestarian seni lukis mambintik raung pada upacara kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Tujuan penelitian yaitu tujuan umun dan tujuan khusus. Teori yang digunakan dalam penelitian yaitu Teori Eksistensi, Teori Mimemsis, Teori Pelestarian dan Teori Pendidikan Klasik. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif. Adapun sumber data yaitu bersumber dari data primer dan sekunder. Teknik penentuan informan purposive sampling, teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumen. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, diketahui bahwa prosesi Mambintik raung dilaksanakan ketika masih ada jenazah umat Hindu Kaharingan. Prosesi mambintik raung diwajibkan karena merupakan tradisi yang telah ada sejak zaman dahulu hingga saat ini. Ada tahapan dalam upaya pelestarian mambintik raung yaitu (1). Perlindungan, bahwa budaya tradisional termasuk dalam karya cipta yang perlu dilindungi. (2). Pengembangan, bahwa dalam karya seni yang sudah lama ada tentunya butuh pengembangan agar tidak ketinggalan zaman. (3). Pemanfaatan, tentunya dalam berkarya dalam bidang manapun itu harus memiliki yang namanya manfaat apalagi dalam bidang seni tentunya manfaat itu suatu hal yang harus bermanfaat bagi pelaku seni, para penikmat seni, orang lain dan tidak merugikan orang lain. (4). Pembinaan dalam sebuah karya cipta yang ada perlu adanya pembinanaan terutama seni lokal agar kesenian tersebut tidak hilang atau punah.

Upaya Pelestarian Seni Kriya Amak Kajang pada Masyarakat Desa Tewang Rangas Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Seni adalah segala perbuatan manusia yang berasal dari perasaan dan sifat indah, sehingga menggerakan jiwa dan perasaan manusia. Seni banyak ragamnya diantaranya seni kriya. Ada beragam macam karya seni kriya, salah satunya adalah amak kajang. Amak kajang merupakan kesenian khas Kalimantan Tengah, anyaman dapat didefinisikan sebagai mengayam, mengatur (seperti memotong daun pandan), menindih, dan menyilang (seperti membuat tikar dan bakul). Pengrajin amak kajang di Desa Tewang RangasKecamatan Tewang Sangalang Kabupaten Katingan kebanyakan adalah orang tua lanjut usia, sehingga perlu adanya pelestarian terhadap kesenian amak kajang (tikar) kepada generasi selanjutnya sebagai upaya pelestarian dan mempertahankan kebudayaan lokal. Rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain: 1. Bagaimana seni kriya amak kajang pada masyarakat Desa Tewang Rangas Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan? 2. Bagaimana upaya pelestarian seni kriya amak kajang pada masyarakat Desa Tewang Rangas Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan? Adapun tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan fungsi pada amak kajang Desa Tewang Rangas Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Teori menggunakan empat teori yaitu penciptaan karya seni, fenomenologi, pelestarian budaya, dan pendidikan klasik. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik penentuan informan yang digunakan yaitu teknik purposive sampling, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Kemudian, data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 1. Seni kriya amak kajang adalah seni yang memiliki banyak fungsi untuk kehidupan sehari-hari maupun untuk ritual keagamaan Hindu Kaharingan dan motif tidak hanya motif polos, dan proses pengerjaannya pun cukup panjang mulai dari mencari bahan baku kajang, mengolah bahan baku kajang dan terakhir proses penganyaman daun kajang menjadi amak kajang. 2. Upaya pelestarian seni kriya amak kajang pada masyarakat Desa Tewang Rangas Kecamatan yaitu dengan mengajarkan kepada anak cucu cara membuat amak kajang serta membuat terobosan baru yaitu membuat amak kajang menjadi lebih menarik yaitu dengan membuat amak kajang menjadi bermotif dan berwarna agar lebih banyak yang berminat dan ingin mempelajari cara membuat amak kajang.

Pengaruh Persepsi Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pada Siswa Kelas XI di SMAN 1 Basarang

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

I Kadek Dwi Yogi Swara, 2024. Pengaruh Persepsi Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pada Siswa Kelas XI di SMAN 1 Basarang. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Suryanto, S.Pd.,M.Pd dan Pembimbing II Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H Kurikulum adalah komponen yang penting dan menjadi dasar dalam proses pembelajaran. Pergantian kurikulum dilakukan untuk mencapi tujuan Pendidikan Nasional yang tercantum dalam UUD 1945 alinea ke-4. Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh persepsi penerapan Kurikulum Merdeka Belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu pada siswa kelas XI di SMAN 1 Basarang. Secara umum tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan Kurikulum Merdeka Belajar, berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMAN 1 Basarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitaif dengan pendekatan metode survey dan analisis data menggunakan bantuan program IBM SPSS Statistics 25 dan Microsoft Excel 2016. Teknik pengumpulan data purposive sampling dengan menyebarkan kuesioner persepsi guru dan perepsi siswa dan rekap hasil belajar siswa Agama Hindu kelas XI yang diperoleh dari guru PAH dan BP. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 6 responden guru dan 48 responden siswa Agama Hindu kelas XI. Penelitian ini menghasilkan persepsi guru terhadap penerapan Kurikulum Merdeka masuk kategori baik dengan persentase 32% dan persepsi siswa Agama Hindu kelas XI terhadap penerapan Kurikulum Merdeka masuk kategori cukup dengan persentase 63%. Hasil belajar siswa Agama Hindu kelas XI berada pada rata-rata nilai 88,40. Uji Normalitas menunjukan nilai signifikansi dari variabel persepsi guru adalah 0,403 > 0,05 dan variabel persepsi siswa agama Hindu Kelas XI adalah 0,711 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa kedua data tersebut normal. Uji F Simultan menujukan nilai signifikasi sebesar 0,189 > 0,05 maka berkesimpulan variabel Independen tidak berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen. Nilai R Square sebesar 0,670 atau 67%. Hasil Analisis Regresi Ganda diperoleh persamaan regresi : konstanta X1 + X2. Tidak terjadi pengaruh antara persepsi penerapan Kurikulum Merdeka terhadap hasil belajar siswa Agama Hindu kelas XI.

Efektivitas Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK TRISNAWAN, BAYU. 2024. Efektivitas Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama Di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acara Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A dan Pembimbing II I Ketut Agus Muliana, S.Ag., M.Fil.H Program Sosialisasi Pengutan Moderasi Beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama, yang mana belum optimal capaian tujuannya. Di dalam penelitian ini bertujuan untuk: 1) Memahami pelaksanaan sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. 2) Memahami efektivitas sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah Teori Kontruktivisme. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pelaksanaan sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya bahwa hal yang dipersiapkan adalah tujuan pelaksanaan, metode yang digunakanan, materi yang disampaikan, narasumbernya, peserta, waktu dan tempat pelaksanaan, fasilitas dan proses pelaksanaannya. Adapun sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya dapat dikatakan efektif karena terlampauinya: 1. Ketepatan sasaran program, sudah sangat tepat menyesuaikan juknis, 2. Sosialisasi program, sudah berjalan dengan baik dan lancar serta memberikan pemahaman baru, menambah wawasan dan mencegah sikap mahasiswa yang intoleran, 3.Tujuan program, yang mana mahasiswa memahami konsep-konsep moderasi beragama serta implementasinya, dan 4. Pemantauan program, telah dilakukan secara eksternal oleh inspektorat dan kelompok kerja (Pokja) Moderasi Beragama maupun internal oleh rektor IAHN-TP Palangka Raya.

Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMP Nasional Palangka Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SRIE RAHAYU, 2023. Implementasi Profil Pelajar Pancasila Dalam Pendididikan Agama Hindu Dan Budi Pekerti Di SMP Nasional Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri (IAHN TP) Palangka Raya. Pembimbing I Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si. dan Pembimbing II Lamri S.Pd.,M.Pd.H. Penulisan ini mengangkat masalah tentang Implementasi Pendidikan Agama Hindu Dalam Profil Pelajar Pancasila Di SMP Nasional Palangka Raya.Rumusan masalah: 1)Bagaimana Implementasi Pendidikan Agama Hindu Dalam Profil Pelajar Pancasila di SMP Nasional Palangka Raya 2) Bagaimana efektivitas implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu dan budi pekerti di SMP Nasional Palangka Raya. Teori yang digunakan yaitu Teori Behaviorisme. Penelitian ini berlokasi di SMP Nasional Palangka Raya, Kota Palangka Raya Prodvinsi Kalimantan Tengah. Metode Penelitian yang digunakan dalam proposal skripsi ini adalah melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Jenis dan sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yaitu peneliti sendiri didukung dengan panduan wawancara. Dalam memperoleh data pada penelitian ini penulis menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian ini yakni sebagai berikut : 1) implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu melalui pembiasaan-pembiasaan sesuai dengan indikator Profil Pelajar pancasila seperti: Ibadah bersama setiap pagi, program LISA (lihar sampah ambil), dan kegiatan pendukung berupa : berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan aktifitas pembelajaran, guru memberikan nasihat. 2) faktor pendukung implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu yaitu Kata Kunci : Implementasi, Profil Pelajar Pancasila, Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti.

Strategi Guru dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Siswa Kelas III SDN 9 Palangka di Palangka Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SINTANI HORIVITA LOKA 2024, Strategi Guru dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Siswa Kelas III SDN 9 Palangka Di Palangka Raya Pembimbing (I) Dr.I Putu Widyanto, M.Pd.H Pembimbing (II) Niwayan Sukraini, S.Pd., M.Pd Penelitian ini dilatarbelakangi kesulitan dalam membaca siswa SDN 9 Palangka seperti kesulitan mengeja, terbata-bata, kesulitan dalam pemenggalan kata, salah dalam menyebutkan huruf, salah dalam menyebutkan kata, dan belum mengenal huruf-huruf abjad dengan baik. Berdasarkan hal tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas III SDN 9 Palangka di Palangka Raya? 2) Apakah faktor pendukung dan penghambat pada strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas III SDN 9 Palangka di Palangka Raya? Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif, subjek penelitian ini adalah 1 orang guru dan 2 orang siswa kelas III, teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi, Teknik analisis data dilakukan dengan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan, 1) Kesulitan membaca di kelas III di SDN 9 Palangka di Kota Palangka Raya diantaranya adalah kurangnya kosakata, kesulitan mengenali dan mengucapkan kata-kata, serta masalah dalam memahami isi bacaan. Kurangnya minat atau motivasi untuk membaca juga menjadi tantangan yang signifikan. Untuk mengatasi hal ini, guru menerapkan beberapa strategi seperti pendekatan fonik untuk membantu siswa mengenali suara huruf dan kata, menggunakan buku bacaan yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, serta melakukan kegiatan membaca bersama di kelas untuk membangun kebiasaan membaca. Selain itu, guru juga bimbingan membaca secara individu diberikan bagi siswa yang memerlukan bantuan tambahan dengan memberikan pendampingan pada proses pembelajaran. Guru berusaha mencari solusi untuk meningkatkan kemampuan membaca. 2) Faktor pendukung dan penghambat dalam keberhasilan mengatasi kesulitan belajar membaca pada siswa kelas III sangat dipengaruhi oleh berbagai factor, yaitu dukungan dari metode pengajaran yang tepat, keterlibatan orang tua, sarana dan prasarana yang memadai, pelatihan guru, dan lingkungan belajar yang kondusif sangat membantu dalam mengatasi kesulitan ini. Namun, kurangnya motivasi siswa, keterbatasan waktu, kendala keluarga, dan masalah kesehatan atau psikologis menjadi tantangan yang harus diatasi dengan kerjasama antara guru, orang tua, dan pihak sekolah. Kata Kunci: Startegi, Guru, Kesulitan Membaca

Peranan Penyuluh Agama Hindu dalam Mengimplementasikan Ajaran Tri Hita Karana di Desa Basarang Jaya : Perspektif Pendidikan Keagamaan Hindu Nonformal

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Swastike, Made. 2024. Peranan Penyuluh Agama Hindu Dalam Mengimplementasikan Tri Hita Karana Di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas: Perspektif Pendidikan Nonformal. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Ni Nyoman Sumarni, S.Ag.,M,Si ​Skripsi ini mengkaji tentang Peranan penyuluh Agama Hindu Dalam Mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana: Perpektiv Pendidikan Keagamaan Hindu Nonformal Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas. Penyuluh agama Hindu merupakan seseorang yang yang memiliki keahlian dan juga tugas dalam membimbing masyarakat pada bidang agama Hindu. Fenomena yang terjadi yaitu kurangnya pemahaman masyarakat mengenai seberapa pentingnya ajaran Tri Hita Karana sehingga menyebabkan kurangnya pengimplementasian Tri Hita Karana. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah peran penyuluh agama Hindu dalam membimbing masyarakat desa Basarang Jaya memahami dan mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana ?. 2) Bagaimana kendala penyuluh dalam mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana pada masyarakat di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas ?. 3) Bagaimana upaya Penyuluh agama Hindu dalam membimbing masyarakat desa Basarang Jaya memahami dan mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana ?. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori aksi, teori kendala, teori harapan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara perpusive sampling. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penenelitian rumusan masalah pertama yamg dikaji dengan teori aksi menghasilkan kesimpulan bahwa peran yang dimiliki oleh seorang penyuluh agama Hindu yaitu, peran sebagai pendidik, peran sebagai pembimbing, peran sebagai teladan. Kendala endala yang dialami penyuluh dikaji menggunakan teori kendala menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat dua kendala yaitu kendala internal dan kendala eksternal. Kendala internal diantaranya yaitu Kendala internal yaitu kurang disiplin, rendahnya kreativitas. Kendala eksternal yaitu tingkat pemahaman, kurangnya dukungan umat, faktor cuaca. Kemudian upaya yang dilakukan penyuluh agama Hindu dikaji menggunakan teori harapan, menghasilkan kesimpulan upaya-upaya yang dilakukan yaitu upaya memberikan pendidikan keagamaan Hindu nonformal, dan upaya memberikan contoh yang baik.

Kinyah Anak Liau dalam Ritual Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Telok Kabupaten Katingan

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SEPRI HARYONO, 2024, Kinyah Anak Liau Dalam Ritual Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Telok Kabupaten Katingan, Pembimbing I Komang Suarta,S.Ag.,M.Si Pembimbing II Roy Wentas,M.Pd.H Era Globalisasi banyak membawa dampak perubahan mulai dari tatanan sampai pola kehidupan masyarakat, sehingga menyebabkan banyak tantangan yang harus dihadapi terutama bagi umat Hindu Kaharingan dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan ajaran yang terkandung di dalam ajaran agama. Salah satunya dalam ritual kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Telok melaksanakan kinyah anak liau yang sekarang tidak pernah dilaksanakan lagi. Rumusan masalah: 1. Bagaimana bentuk kinyah anak liau dalam ritual kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Telok Kabupaten Katingan. 2. Apa fungsi dari kinyah anak liau dalam ritual kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Telok Kabupaten Katingan. 3. Apa nilai pendidikan yang terkandung pada kinyah anak liau dalam ritual kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Telok Kabupaten Katingan. Bertujuan untuk mengetahui: bentuk dari kinyah anak liau dalam ritual kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Telok Kabupaten Katingan, untuk mengetahui fungsi dari kinyah anak liau dalam ritual kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Telok Kabupaten Katingan dan untuk mengetahui nilai pendidikan yang terkandung pada kinyah anak liau dalam ritual kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Telok Kabupaten Katingan. Teori digunakan teori semiotika, teori nilai dan teori pendidikan klasik. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dan kualitatif, tempat penelitian di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan, Teknik penentuan informan snowball sampling, teknik pengumpulan data: observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian menunjukkan: Bentuk pelaksanaan kinyah anak liau terjadi karena kesepakatan yang dilakukan oleh para nenek moyang atau leluhur zaman dulu, dan pelaksanaannya dasar pelaksanaannya berdasarkan wahyu tuhan yang tertuang dalam kitab suci Panaturan dan dalam pelaksanaan kinyah anak liau dijadikan tradisi yang dilaksanakan secara turun temurun pada ritual kematian oleh anak cucunya berdasarkan garis keturunannya, dan dalam pelaksanaan Kinyah anak liau dalam ritual kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Telok terdapat dua fungsi yaitu fungsi estetika dan religius, yang jika dilihat fungsi religius terdapat pada sudut pandang bentuk anak liau dan dalam pelaksanaan kinyah anak liau, kinyah anak liau mempunyai nilai-nilai yang terkandung di dalam pelaksanaannya mulai dari perilaku moral, ekspresi estetika dan sosial politik.

Analisis Penerapan Gerakan Literasi Sekolah Melalui Pojok Baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Petikasari Sindiwati. 2024. “ Analisis penerapan gerakan literasi sekolah melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Dharma Acarya Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag., M.Ag dan Pembimbing II Heri Kusuma Tarupay,M.Hum Skripsi ini mengkaji Analisis penerapan gerakan literasi sekolah melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan. Berdasarkan latar belakang tersebut, Skripsi mengkaji tentang (1) Bagaimana penerapan GLS melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya (2) apa kendala dalam penerapan GLS melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Teori yang digunakan dua teori : 1) Teori penerapan dan 2) teori strategi. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) Analisis penerapan GLS melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. telah sampai pada tahap pembiasaan, tahap pengembangan dan tahap pembelajaran. Dalam kegiatan GLS melalui pojok baca ada beberapa gerakan yang diterapkan, yang pertama gerakan orang tua membaca, yang kedua gerakan siswa membaca dan yang ketiga gerakan amplop literasi. (2) apa kendala dalam penerapan GLS melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Kendala yang dihadapi dalam penerapan GLS melalui pojok baca yaitu minimnya ketersedian srana dan prasarana seperti buku-buku bacaan yang menarik minat peserta didik untuk membacanya dan buku masih belum menyesuaikan jenjang usia anak buku-buku bacaanya masih beragam dan buku bacaan yang ada di pojok baca tidak diperbarui secara rutin. Serta kedala guru dalam tahap pembelajaran sedangkan kedala siswa yaitu kuarangnya minat baca dikarenakan mereka lebih suka bermain dan memegang handphone dibanding membaca. Kata Kunci: Analisis penerapan, gerakan literasi, pojok baca

Fungsi Pura Dalem dalam Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Agama pada Umat Hindu di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

I KADE YOGA ARISTA, 2024. Fungsi Pure Dalem Dalam Penanman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Pada Umat Hindu Di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang. Skripsi Fakuultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang palangka Raya. Pembimbing I. Dr. Mujiono, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II. Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag Skripsi ini mengkaji tentang fungsi Pura Dalem dalam penanaman nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu, sebab ada gejala penurunan nilai-nila kehidupan sosial masyarakat. Terutama pada generasi muda umat Hindu di Desa Basarang Jaya dalam melakukan persembahyangan di Pura Dalem. Berdasarkan latar belakang tersebut masalah yang menjadi target analisis yakni: (1). Apa Fungsi Pura Dalem dalam penanaman nilai nilai Pendidikan Agama Hindu?, (2). Bagaimana penanaman Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu?, dan (3). Apa Kendala dalam penanaman Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu di Pura Dalem di Desa Basarang Jaya? Penelitian bertujuan untuk mengkaji ilmu pengetahuan tentang nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dan bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan, rumusan masalah itu dikaji dengan teori Fungsional struktural, Nilai, dan Kendala. Metode penelitian yang digunakan yakni metode penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode penentuan informan yakni proposiv yaitu informan para tokoh umat Hindu menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Dianalisis dengan kondensasi data, penyajian data dan penarik kesimpulan, selanjutnya menyajikan hasil penelitian dengan narasi bahasa Indonesia yang sesuai pedoman skripsi. Berdasarkan analisis yang di kaji dengan teori fungsional struktual, fungsi Pura Dalem dalam penanaman nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dapat di analisis yakni berdasarkan struktural maka ada sebuah fungsional struktural yaitu secara struktur maka ada tiga struktur besar yakni tri mandala. Yang pertama Uttama Mandala yang berfungsi sebagai tempat pemujaan kepada Sang Hyang Widhi Wase dalam bentuk-nya sebagai manifestasi utama. Struktur kedua Madhya Mandala yang berfungsi sebagai tempat persembahyang umat Hindu dan tempat melaksanakan tarian bali sebelum persembahyangan di mulai. Struktur ketiga Nista Mandala sebagai area pura paling luar disini berfungsi sebagai tempat melakukan persiapan-persiapan yajna dan tempat parkir dibagian luar. Analisis yang ketdua yakni mengkaji tentang nilai-nila Pendidikan Agama Hindu di tinjau dari teori yang digunakan maka mempunya fungsi yaitu Nilai Pendidikan Dana Punia berfungsi untuk belajar keikhlasan, Nilai Pendidikan Sosial berfungsi untuk saling membantu, Nilai Pendidikan Tattwa berfungsi membangun diri sendiri agar dapat berpikir secara mendalam, meningkatkan pandangan yang luas dalam latihan berpikir pribadi. Nilai Pendidikan Religius berfungsi sebagai nilai yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa. Nilai Pendidikan Etika berfungssi sebagai prilaku dan membantu individu membuat keputusan yang tepat. Nilai Pendidikan Upacara berfungsi sebagai spiritual karena upaara adat mampu membangkitkan emosi keagamaan, menciptakanras aman, tentram dan selamat. Analisis yang Ketiga yakni kendala dalam penanaman nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu berdasarkan teori yang digunakan maka mempunyai kendala Internal yaitu kurangnya pemahaman dan pengatahuan, kyurangnya motivasi diri dan Eksternal yaitu kurangnya kehadiran umat Hindu.

Pelaksanaan Hinting Pali pada Ritual Agama Hindu Kaharingan di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SATRIAWAN ALFIN, 2024. Pelaksanaan Hinting Pali Pada Ritual Agama Hindu Kaharingan Di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, dengan dosen Pembimbing I Dr. I Made Kastama, SH.,MH dan Dosen Pembimbing II Gelar Sumbogo Peni, S.Ag., M.Si. Perkembangan jaman dan arus mobilisasi penduduk yang sangat besar di daerah Kalimantan Tengah, hukum adat secara turun temurun hingga sekarang ini masih tetap terpilihara, dihormati, ditaati, dipatuhi dan dijunjung tinggi keberadaanya. Hinting Pali adalah pemasangan rambu-rambu atau tanda larangan. Biasanya, tanda itu dipasang oleh penyelenggara upacara ritual-ritual agama Hindu Kaharingan di depan pintu rumah atau sekitar tempat upacara, bisa juga dipasang diladang atau kebun sebagai penangkal hama, yang mengandung makna di tempat itu ada pantangan, pali, pamali yang bersifat sakral dan suci. Masalah yang diteliti (1) Bagaimana Pelaksanaan Pemasangan Hinting Pali Menurut Agama Hindu Kaharingan di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan? (2) Apa Saja Ritual Agama Hindu Kaharingan Yang Mengunakan Hinting Pali di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan? Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif untuk menentukan cara mencari, mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data hasil penelitian tersebut. Data yang diperoleh melalui penelitian adalah data empiris (teramati) yang mempunyai kriteria tertentu yaitu valid, reliabel, dan obyektif. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini yaitu teknik porpusive sampling. Informan dalam penelitian ini yaitu 1 orang Tokoh Umat Hindu Kaharingan, 1 orang Ketua Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan, dan 2 orang Pisor. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, teknik analisis terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa (1) Pelaksanaan Pemasangan Hinting Pali menurut Agama Hindu Kaharingan di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan adalah sebagai tanda larangan bahwa dilokasi tersebut ada beberapa pantangan yang tidak boleh dilanggar, kalau dilanggar dapat dikenakan sanksi. (2) Ritual Agama Hindu Kaharingan yang mengunakan Hinting Pali di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan adalah memiliki Ritual yang berbeda sesuai dengan upacara yang dilakukan atau permasalahan yang dihadapi misalnya pada ritual upacara tiwah, ritual upacara pengobatan, lahan perkebunan, dan lahan sengketa tanah atau tempat keramat. Ritual Hinting Pali ada yang mengunakan tali rotan memanjang diikat dengan daun sawang yang diberikan cacak burung (+) mengunakan kapur sirih dan pada acara pengobatan ritual Hinting Pali yang digunakan satu ikat daun sawang yang diberikan cacak burung (+) menguanakan kapur sirih.

Pengaruh Minat Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 3 Palangka Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Niluh Puspita Sari, 2024. Pengaruh Minat Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 3 Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Suryanto, S.Pd.,M.Pd dan Pembimbing II Dr. I Putu Widyanto. M.Pd.H Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 3 Palangka Raya. siswa cenderung tidak terlibat aktif serta tidak fokusnya siswa dalam proses pembelajaran, sehingga berdampak pada belum maksimalnya hasil belajar yang dicapai. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui bagaimana minat belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 3 Palangka Raya, (2) untuk mengetahui bagaimana hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 3 Palangka Raya, dan (3) untuk mengetahui bagaimana minat belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran Pedidikan Agama Hindu di SMAN 3 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data minat siswa dikumpulkan melalui angket atau kuesioner dengan responden 36 siswa kelas X dan kelas XI Pendidikan Agama Hindu di SMAN 3 Palangka Raya. Sedangkan data hasil belajar diperoleh melalui nilai ulangan harian siswa, data dianalisis dengan regresi sederhana menggunakan IBM Statistics for Windows. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa minat belajar siswa Pendidikan Agama Hindu di SMAN 3 Palangka Raya kategori sedang dengan persentase 72.2%. Hasil belajar yang diperoleh rata-rata 71,17 dikatakan rendah karena masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 78. Pada hasil uji hipotesis didapat Sig. 0,000 0,05 dan nilai t hitung 19,978 > t tabel 2,032 sehingga menghasilkan Ha diterima pada penelitian, disimpulkan bahwa minat belajar secara signifikan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 3 Palangka Raya. Kata Kunci: Minat Belajar, Hasil Belajar, Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu

Implementasi Pendidikan Karakter bagi Siswa Hindu dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SDN Percobaan Palangka Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

GENDUTSI, 2024 : Implementasi Pendidikan Karakter Bagi Siswa Hindu dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SDN Percobaan Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H. Pembimbing II Dr.Suryanto, S.Pd.,M.Pd Penelitian ini mengkaji tentang Implementasi Pendidikan Karakter Bagi Siswa Hindu dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SDN Percobaan Palangka Raya. Pendidikan karakter adalah usaha menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik ( habituation) sehingga peserta didik mampu bersikap dan bertindak berdasarkan nilai-nilai yang telah menjadi kepribadianya. Efektivitas adalah suatu hal yang memiliki pengaruh, manjur, membawa hasil, dan berhasil atau suatu usaha atau Tindakan yang dilakukan. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalahnya yakni sebagai Berikut: Bagaimanakah Efektivitas Implementasi Pendidikan Karakter Bagi Siswa Hindu dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pkerti di SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Efektivitas implementasi Pendidikan karakter bagi siswa Hindu dalam pembelajaran Pendidikan agama Hindu dan Budi pekerti di SDN Percobaan Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Teori Peranan dan (2) Teori Belajar Behaviorisme Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif yang berlokasi di SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan data sekunder. Subjek dalam penelitian ini yakni kapala sekolah (1 orang), guru agama Hindu (1 orang), dan siswa Hindu (5 orang). Metode dalam penelitian ini adalah Observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1. Implementasi Pendidikan karakter bagi siswa Hindu dalam pembelajaran Pendidikan agama Hindu yang dapat diimplementasikan untuk pembentukan karakter yakni, (1) Tri Kaya Parisudha, (2) Tri Hita Karana, (3) Panca Sradha, (4) Panca Yadnya. 2.Metode pembelajaran yang digunakan dalam pembentukan karakter pada Pendidikan agama Hindu dan budi pekerti : (1) Religius (2) Sopan Santun dan (3) Jujur yang memiliki efektivitas bagi siswa Hindu yaitu dengan memberikan keteladanan dan pembiasaan bagi siswa.

Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Aruh Buntang Mamali Mate Di Desa Kaong Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Upacara Aruh Buntang Mamali Mate merupakan suatu upacara kematian tingkat akhir yang dilaksanakan oleh umat hindu kaharingan di Desa Kaong Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong. upacara ini ditujukan untuk menghantarkan roh leluhur ke alam berikutnya atau menyatu dengan tuhan.Adapun rumusan masalah yang dapat diangkat oleh peneliti yaitu: 1. Bagaimana Bentuk Pelaksanaan Upacara Aruh Buntang Mamali Mate Di Desa Kaong Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong? 2. Apa Fungsi Dari Upacara Aruh Buntang Mamali Mate di Desa Kaong Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong? 3. Apa Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu yang Terkandung Dalam Upacara Aruh Buntang Mamali Mate?. Peneilitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami bentuk pelaksanaan dari upcara Aruh Buntang Mamali Mate, fungsi dan nilai-nilai yang terkandung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori Fenomenologi, Fungsionalisme, Interfretatif simbolik, dan teori Taksonomi Bloom. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di Desa Kaong, jenis dan sumber data yang digunakan: suber data primer dan data skunder, teknik penentuan informan yaitu Teknik purposive, teknik pengumpulan data yang digunakan: obsrvasi, wawancara, dan dokumentasi, instrument penelitian kualitatif teknik analis data yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan tentang upacara Aruh Butang Mamali Mate di Desa Kaong yaitu dalam pelaksanaannya memiliki beberapa tahap: 1. Persiapan, 2. Pelaksanaan, dan 3. Tahap akhir yang memiliki fungsi: 1. Menjaga hubungan harmonis dengan leluhur dan tuhan, 2. Menjaga hubungan harmonis dengan sesama manusia, 3. Menjaga hubungan harmonis dengan alam. Selain mempunyai fungsi upacara kematian Aruh Buntang Mamali Mate juga dalam nilai-nilai Pendidikan agama Hindu yaitu: 1. Tattwa adanya kepercayaan terhadap Tuhan/Brahman sebagai sumber dari Atman serta menghantarkan roh ke alam berikutnya atau menyatu dengan Tuhan , 2. Susila adanya persembahan sebagai bentuk bakti untuk membayar hutang bkepada leluhur, dan 3. Upacara adanya keterampilan atau kreatifitas yang terlihat unik serta indah dalam tarian-tarian serta sarana dan prasarananya .

Media Sosial sebagai Sarana Promosi Pariwisata oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Palangka Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENI LISARI: (2024) Media Sosial Sebagai Sarana Promosi Pariwisata oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Palangka Raya (pembimbing I Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si, dan pembimbing II Budi Purnomo, SH., M.Si). Penggunaan media sosial sebagai sarana promosi telah banyak digunakan di bidang pariwisata. Salah satu instansi yang aktif mempromosikan pariwisata adalah Disparbudpora Kota Palangka Raya. Sebagai pihak yang turut mempromosikan kegiatan pariwisata, sangat diperlukan keahlian dan pengelolaan khusus pada media sosial. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka pada penelitian ini terdapat dua perumusan masalah dalam skripsi ini, (1)Bagaimanakah pola media sosial sebagai sarana promosi pariwisata oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, (2) Apa saja faktor penghambat media sosial sebagai sarana promosi pariwisata oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah, (1) Teori bauran promosi (2) Teori hambatan. Subjek penelitian ini adalah mulai dari: Admin media sosial dan pengikut media sosial Disparbudpora. Hasil penelitian ini adalah, (1) untuk mengetahui pola media sosial sebagai sarana promosi pariwisata oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (2) untuk mengetahui faktor penghambat media sosial sebagai sarana promosi pariwisata oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga. Hasil kajian peneliti dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pola promosi menggunakan media sosial yang dilakukan oleh Disparbudpora terdapat empat tahapan yaitu penciptaan konten, penentuan platform, implementasi program, monitoring dan evaluasi, dan empat bauran promosi yang dilakukan adalah periklanan, Promosi Penjualan, Hubungan Masyarakat dan Publisitas, Pemasaran Langsung. Faktor penghambat kegiatan promosi pariwisata melalui media sosial oleh Disparbudpora yaitu, 1) Faktor internal: perbedaan pendapat dan miskomunikasi yang terjadi antar individu dan tim serta tantangan kreativitas dalam pembuatan konten, 2) Faktor eksternal: jaringan internet dan multimedia yang digunakan mengalami gangguan, kerusakan atau malfungsi. Kata Kunci: Media Sosial, Promosi Pariwisata, Dinas Pariwisata

Penyelesaian Secara Adat Sengketa Masyarakat Petani dalam Sistem Plasma Perkebunan Kelapa Sawit PT. Globalindo Agung Lestari di Kecamatan Dadahup Kabupaten Kapuas

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Umul Husna, 2024:Penyelesaian Secara Adat Sengketa Masyarakat Petani dalam Sistem Plasma Perkebunan Kelapa Sawit PT. Globalindo Agung Lestari di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas. Dr. I Made Kastama, SH., MH dan Herwandi, MH. Perkebunan kelapa sawit sering menggunakan sistem plasma, di mana perusahaan besar menyewa sebagian lahan kepada petani lokal. PT. Globalindo Agung Lestari adalah salah satu perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, yang memiliki banyak perkebunan kelapa sawit. Sistem plasma ini memberi peluang bagi petani lokal untuk bekerja sama dengan perusahaan besar, terkadang sistem ini bisa menimbulkan konflik terkait pembagian hasil, hak tanah, dan masalah sosial ekonomi lainnya. Oleh karena itu, peneliti ingin menyelidiki penyelesaian secara adat sengketa masyarakat antara petani dan PT. Globalindo Agung Lestari di Kecamatan Dadahup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyelesaian sengketa secara adat, peran dan fungsi tokoh adat seperti Damang dalam proses penyelesaian sengketa, dan faktor-faktor yang memengaruhi keputusan dan sanksi yang diberlakukan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan teknik observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap tokoh adat dan masyarakat terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa dilakukan melalui musyawarah dan mediasi oleh tokoh adat. Prosesnya melibatkan pelaporan, musyawarah adat, mediasi, pengambilan keputusan, dan implementasi yang diatur oleh Damang. Sanksi yang diberikan berupa denda dan restitusi sosial, seperti ikut serta dalam kelompok petani plasma. Proses ini mengikuti nilai-nilai budaya dan hukum adat lokal yang mengatur hubungan antara petani dan perusahaan perkebunan, seringkali terkait dengan konflik hak tanah, kompensasi, dan pembagian hasil. Keterlibatan tokoh adat dan nilai budaya lokal membantu penyelesaian sengketa diterima oleh masyarakat setempat, menyeimbangkan kepentingan perusahaan dan hak petani. Keberhasilan proses ini terlihat dari kepatuhan masyarakat terhadap keputusan Damang, kepuasan kedua pihak, dan pencegahan konflik berkelanjutan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang penyelesaian sengketa di perkebunan plasma dan merekomendasikan penguatan mekanisme penyelesaian sengketa berdasarkan kearifan lokal dan keadilan sosial.

Filosofi Siro dalam Upacara Ngelutup Umat Hindu Kaharingan di Desa Kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Susi Arianti, 2024: FilosofiSiroDalamUpacaraNgelutupUmat Hindu Kaharingan Di DesaKalasinKecamatanUutMurungKlabupatenMurung Raya, Pembimbing I Prof. Drs. I Ketut Subagiasta, M.Si.,D.Phil Dan Pembimbing II Kunti Ayu Vedanti, S.Fil.H.,M.Ag Masyarakat Hindu Kaharingan di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Rayadalamkesehariannyatidakterlepasdariupacarakeagamaan. DalampembahasaninipenelitimelakukanpenelitiantentangSirodalamupacaraNgelutupyang merupakanupakarayang tidakdapatdihilangkandarikegiatankeagamaanumat Hindu Kaharingan di DesaKalasin. Siro berfungsisebagai mediamemohonkeselamatanumurpanjangkepadaTuhan/RanyingHatallamelaluiMangkuAmatSangendanNyaiJajaNyangiangberupabajakahbernamaTongang.Siro/Tongan adalahkepercayaanmasyarakatDesaKalasinsebagaiupakarakeagamaan, yang mendasarihaltersebutSiroterbuatdariuratMangkuAmatSangendanNyaiJajaNyangiangyang sudahmenyatupada tanah, sehinggamasyarakatDesaKalasinpercayabahwasudahmenjadibagiandarikehidupanmanusia.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuimakna dan fungsiSirodalamupacara, berdasarkanfenomenadiatasdapatmenjadipembelajaran dan pengetahuanbagikaummudadalammelestarikantradisisecaraturuntemurundidaerahmasing-masingsehinggatidakdihilangkan. Penelitianinimenggunakanteorireligi, teorifungsionalismestruktural dan teoriinteraksionalismesimbolik. Penelitianinimenggunakanmetodekualitatif. Penelitianinidilaksanakan di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Raya. Sumberdatanyayaitu primer dan sekunder, sedangkanteknikpengumpulandatanyameliputiobservasi, wawancara, dokumen dan studipustaka. Adapunhasilpenelitianinimenunjukanbahwa 1) bentukfilosofiSiro dalamupacaraNgelutupumat Hindu Kaharingan di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Raya yaitu: bentukSirodalamupacaraterbuatdarikulitkayubajakahTongang. dalambentukfilosofiSiro dalamupacaraNgelutupdimanamenentukanhari, tempat, pemimpin, sarana dan doa, demikian juga denganfilosofibentukSirodalamupcaramasyarakatDesaKalasinpercayabahwaSiroinisebagaiupakara dan sudahadasejaknenekmoyang dan diwajibkandalamupacara. 2) fungsiSiro dalamupacaraNgelutupumat Hindu Kaharingan di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Raya yaitu: fungsireligiadalahkeyakinanumat Hindu Kaharingan pada Sirosebagaiupakara, fungsisosialadalahinteraksiantaramanusiadenganmanusia, dan fungsi Pendidikan, fungsiekonomi, fungsitradisi.3) nilaifilosofiSiro dalamupacaraNgelutupumat Hindu Kaharingan di DesaKalasinKecamatanUutMurungKabupatenMurung Raya yaitu:nilaifilsafatketuhananadalahkeyakinantentangTuhan/RanyingHatalla yang diyakiniumat Hindu Kaharingan, dan beberapanilaisepertinilaikejujuran, nilaipersembahan, nilaikeharmonisan, nilaikeseimbangan, nilaikepatuhan.