Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

1.409 karya publik ditemukan.

162025: 112025: 12026: 932025: 1832024: 1952023: 2442022: 2242021: 2942020: 572019: 12018: 312017: 802010: 1

Minat Belajar Generasi Muda Hindu Kaharingan terhadap Seni Kriya Katupat Sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Evi Prastika. 2025. Minat Belajar Generasi Muda Hindu Kaharingan Terhadap Seni Kriya Katupat sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag., M.Ag Pembimbing II Hendri, S.Ag., M.Si Katupat sukup merupakan seni kriya tradisional khas Hindu Kaharingan di Desa Tewang Rangas, Kabupaten Katingan. Bentuknya menyerupai buah manggis dan digunakan dalam upacara atau ritual umat Hindu Kaharingan, mencerminkan nilai estetika, simbolisme, dan fungsi spiritual dalam kehidupan masyarakat. Akan tetapi dalam konteks ini proses pembuatan katupat sukup di Desa Tewang Rangas saat ini hanya dilakukan oleh kalangan lanjut usia, tanpa partisipasi aktif dari generasi muda Hindu Kaharingan. Meskipun terdapat ajakan dari keluarga atau tokoh adat untuk berpartisipasi, banyak generasi muda yang memilih untuk tidak ikut serta. Bahkan, sebagian dari mereka tidak mengenali bentuk katupat sukup dan menganggap proses pembuatannya terlalu rumit serta tidak relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Berdasarkan latar beelakang, maka penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimana proses pembuatan seni kriya katupat sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan? (2) Bagaimana minat belajar generasi muda Hindu Kaharingan terhadap seni kriya katupat sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan Teori yang digunakan untuk menganalisis terhadap rumusan masalah yaitu menggunakan 2 (dua) teori. (1) Teori Penciptaan Seni, (2) Teori Behavioristik, sedangkan teknik yang digunakan teknik pengumpulan data yakni, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian data dianalisis dengan menggunakan Teknik Purposive Sampling. Adapun hasil dari penelitian Minat Belajar Generasi Muda Terhadap Seni Kriya Katupat sukup dijelaskan sebagai berikut: (1). 1 Pengertian Seni Kriya Katupat sukup, 2 Penggunaan dsn Fungsi Seni Kriya Katupat sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan, 3 Pembuatan Katupat sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan. KataKunci: Minat Belajar, Generasi Muda, Hindu Kaharingan, Seni Kriya, Katupat sukup, Desa Tewang Rangas, Tradisi.

PERAN MANTIR ADAT DALAM PENYELESAIAN KASUS PENCURIAN BUAH SAWIT DI DESA BANGKAL KECAMATAN SERUYAN RAYA KABUPATEN SERUYAN

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Sirna Elpina, 2025. Peran Mantir Adat Dalam Menyelesaikan Kasus pencurian Buah Sawit di Desa Bangkal Kcematan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan. Skripsi Srata Satu Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Dengan Dosen Pembimbing Pembimbing I Dr. Riwun, S.Ag., M.Si. dan Dosen Pembimbing II Mariatie, S.Ag., M.Si. Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan merupakan salah satu wilayah yang masih memegang nilai-nilai hukum adat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan sosial, termasuk kasus pencurian buah sawit yang kerap terjadi di lingkungan masyarakat dalam penyelesaian kasus tersebut, Peran Mantir Adat menjadi sangat penting sebagai lembaga yang dipercaya masyarakat untuk menegakkan keadilan berdasarkan kearifan lokal. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) bagaimana Peran Mantir Adat dalam menyelesaikan kasus pencurian bauh sawit ; (2) apa sanksi diberikan oleh Mantir Adat kepada pelaku pencurian buah sawit; (3) bagaimana efektivitas sanksi yang dijatuhkan oleh Mantir Adat terhadap pelaku pencurian buah sawit. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi Mantir Adat, tokoh masyarakat, pelaku pencurian, serta aparat desa terkait. Teori yang digunakan penelitian ini adalah (1) Teori Kewenangan (2) Pembuktian dan (3) Efektivitas Hukum. Terkait penelitian menunjukan bahwa Mantir Adat berperan penting sebagai mediator dalam penyelesaian kasus pencurian buah sawit melalui mekanisme musyawarah adat yang mengedepankan asas keadilan, keseimbangan, dan perdamaian antar warga. Sanksi yang diberikan berupa denda adat yang disesuaikan dengan tingkat pelanggaran, dengan tujuan memberikan efek jera dan memulihkan hubungan sosial di masyarakat. Sanksi adat tersebut terbukti cukup efektif dalam mencegah terulangnya tindakan serupa, karena mengandung nilai moral, sosial, dan religius yang diakui oleh masyarakat setempat. Kata kunci: peran Mantir Adat, pencurian buah sawit, sanksi adat,efektivitas penyelesaian,sengketa

ANALISIS TERHADAP PERMENDAGRI NOMOR 67 TAHUN 2017 TENTANG PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN PERANGKAT DESA (STUDI KASUS DI DESA TUMBANG BANJANG KECAMATAN PULAU MALAN KABUPATEN KATINGAN)

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

MICKY, 2025, Analisis Terhadap Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 Tentang Pengangkatan Dan Pemberhentian Perangkat Desa (Studi Kasus Di Desa Tumbang Banjang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan ), Program Studi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Kepala desa memiliki wewenang dalam mengangkat dan memberhentikan perangkat desa. Namun, dalam pelaksanaannya kepala desa harus berpedoman dengan aturan yang berlaku sesuai dengan yang tertera di Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2017. Pada tahun 2020, di Desa Tumbang Banjang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, Kepala desa memutuskan untuk memberhentikan salah satu perangkat desa yang baru dipilih dan menjabat, yaitu Sekretaris Desa. Keputusan kepala desa ini banyak menuai Konflik dan kritikan dari Masyarakat. Masalah yang diteliti :(1) Apa Dasar Pertimbangan Kepala Desa Dalam Memberhentikan Perangkat Desa Di Desa Tumbang Banjang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. (2) Bagaimana Analisis terhadap implementasi Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 tentang Pemberhentian Perangkat Desa Di Desa Tumbang Banjang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan kepala desa Tumbang Banjang telah mempertimbangkan dasar hukum serta . Kepala desa juga melakukan langkah-langkah seperti mengidentifikasi dan mengevaluasi kinerja perangkat desa, pemberian teguran dan pemberian surat peringatan serta mempertimbangkan hasil diskusi dengan lembaga desa sebelum mengambil keputusan untuk memberhentikan perangkat desa. Hal ini menunjukkan bahwa kepala desa tidak bertindak sepihak, melainkan berdasarkan pertimbangan objektif dan prosedural. Dalam pelaksanaannya, terdapat kekurangan dalam penerapan prosedur, yaitu tidak dilakukannya konsultasi resmi dengan camat sebelum pemberhentian perangkat desa sebagaimana diwajibkan dalam Pasal 5 Permendagri Nomor 67 Tahun 2017. Kendala ini terjadi karena kondisi pandemi COVID-19 yang membatasi mobilitas dan pertemuan tatap muka, serta adanya pengunduran diri dari perangkat desa yang bersangkutan setelah menerima surat peringatan.

PERAN DAMANG DALAM PENYELESAIAN SENGKETA RAMU RUPATANGAN DI KECAMATAN TIMPAH KABUPATEN KAPUAS

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Prisanta, 2025. Peran Damang dalam Penyelesaian Sengketa Ramu Rupatangan di Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi Strata Satu Program Studi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Citranu, MH, Pembimbing II : Gelar Sumbogo Peni, S.Ag.,M.Si Peran Damang dalam menyelesaikan sengketa adat memiliki urgensi penting sebagai pelindung hukum adat dan pemimpin penyelesaian konflik di tengah masyarakat Dayak. Hal ini berkaitan dengan masih kuatnya pengaruh hukum adat dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam sengketa harta bersama atau Ramu Rupatangan yang kerap muncul setelah perceraian atau kematian pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji: (1) Bagaimana peran Damang dalam penyelesaian sengketa Ramu Rupatangan di Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas, dan (2) Bagaimana proses penyelesaian sengketa Ramu Rupatangan di Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas Jenis penelitian ini adalah hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Informan ditentukan melalui purposive sampling, yang melibatkan Damang Kepala Adat Kecamatan Timpah, Mantir Adat, tokoh masyarakat, serta para pihak yang terlibat langsung dalam sengketa. Penelitian ini menggunakan teori kewenangan, teori penyelesaian sengketa, dan teori keadilan sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Damang berperan aktif sebagai mediator, penegak hukum adat, dan penentu putusan adat. Proses penyelesaian dilakukan melalui pelaporan kepada Mantir Adat, pemanggilan para pihak, pelaksanaan sidang adat terbuka, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan upacara adat Tampung Tawar. Dalam kasus yang diteliti, Damang memutuskan pembagian hasil usaha rumah walet antara menantu, anak-anak, dan keluarga suami; menetapkan hak pengasuhan anak kepada pihak istri; serta memperbolehkan istri tinggal di rumah yang dulu dihuni bersama suami. Putusan ini diterima oleh kedua belah pihak dan dijalankan tanpa sengketa lanjutan. Penelitian juga menemukan sejumlah hambatan, baik dari internal masyarakat yang masih minim kesadaran hukum, maupun eksternal berupa kurangnya dokumentasi dan dukungan administratif terhadap kelembagaan adat. Dengan demikian, peran Damang masih menjadi bagian vital dalam menjamin keadilan dan harmoni sosial di lingkungan masyarakat Dayak, serta membuktikan bahwa hukum adat tetap relevan dan efektif dalam menyelesaikan konflik keluarga.

Strategi Unit Kegiatan Mahasiswa Jurnalistik Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Dalam Menghadapi Perubahan Media Teknologi Informasi Dan Komunikasi

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan media teknologi informasi dan komunikasi yang memengaruhi pola kerja organisasi, termasuk organisasi kemahasiswaan seperti UKM Jurnalistik. Terdapat dua rumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini, (1) Bagaimana strategi komunikasi internal yang dimiliki oleh UKM Jurnalistik IAHN – TP Palangka Raya dalam menghadapi perubahan media teknologi informasi dan komunikasi dan (2) Bagaimana tantangan yang dimiliki UKM Jurnalistik IAHN – TP Palangka Raya dalam menghadapi perubahan media teknologi informasi dan komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah memahami strategi komunikasi internal UKM Jurnalistik dalam menghadapi perubahan media teknologI informasi dan komunikasi, serta mengidentifikasi tantangan utama yang dimiliki oleh UKM Jurnalistik dalam menghadapi perubahan media teknologi informasi dan komunikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, serta teknik analisis data yang digunakan yaitu (1) pengumpulan data (2) reduksi data (3) penyajian data (4) kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Sistem Sosial Katz And Kahn. Hasil penenitian menunjukkan bahwa (1) strategi komunikasi internal yang dilakukan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Jurnalistik Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya adalah dengan menerapkan pola komunikasi dua arah yang bersifat persuasif, informatif, dan partisipatif. Sejalan dengan perubahan media teknologi informasi dan komunikasi, organisasi ini juga mulai memanfaatkannya dengan menggunakan aplikasi WhatsApp sebagai opsi media komunikasi berbasis digital dalam upaya efisiensi waktu. (2) tantangan utama yang dihadapi adalah jadwal antar bagian dalam organisasi yang tidak sesuai satu sama lain, dan ketidakmampuan komponen individu dalam organisasi untuk meningkatkan kemampuan dalam penggunaan dan pemanfaatan teknologi yang ada.

STRATEGI PENINGKATAN DAYA TARIK WISATAWAN DI AGROWISATA LAROSA KOTA PALANGKA RAYA.

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Seti, 2025 : Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Di Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya. Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Di Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya melalui promosi dalam memperluas daya tarik objek wisata terhadap calon wisatawan.. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada dua aspek permasalahan, yaitu (1) Bagaimana Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Di Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya.?, (2) Bagaimana hambatan dan upaya Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Di Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya.?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Manajemen dan Teori Kendala. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Di Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya berdasarkan pada dua elemen dasar yakni promosi objek wisata, dan Media promosi objek wisata. dua elemen tersebut saling terkait menjadi satu keutuhan yang terartikulasikan pada Strategi Pemerintah dalam Promosi Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya. Promosi aspek kebudayaan dan jenis pariwisatanya masih sangat kurang oleh itu dibutuhkannya media promosi guna mengenalkan kepada khalayak publik tentang potensi tempat Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya. Sedangkan media promosi tidak lepas dari peranan desain, biasanya makna tersampaikannya suatu promosi harus didasari dengan desain yang menarik agar khalayak umum dapat mengerti apa maksud yang disampaikan oleh promosi tersebut. Promosi biasanya mencakup kepada Iklan. Kedua, Kendala utama yang dihadapi saat ini adalah masalah anggaran itu sendiri, pada saat ini masih terbatas untuk pengelolaan dan pengembangan kawasan Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya, terutama untuk pengembangan fasilitas di wisata tersebut. Yang kedua belum tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) yang betul-betul mampu untuk melihat peluang maupun tantangan dari sektor kepariwisataan di wilayah Kota Palangka Raya.

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA BANYU HABANG DALAM MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA SANGGU KECAMATAN DUSUN SELATAN KABUPATEN BARITO SELATAN

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

RESA TRI SUSANTI (2025) : Strategi Pengembangan Objek Wisata Banyu Habang dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan (Pembimbing I Dr. Kadek Sukiada, S.Ag.,M.Si, dan Pembimbing II Wentin,S.Ag., M.Pd.H). Objek Wisata Banyu Habang merupakan destinasi permandian alam yang memiliki keunikan air berwarna merah, sehingga menarik banyak pengunjung dari berbagai daerah. Atas dasar anggapan tersebut, maka fokus kajian penelitian ini ada tiga (3) rumusan masalah yaitu : 1) strategi apa yang digunakan dalam pengembangan Objek Wisata Banyu Habang untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di Desa Sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. 2) Faktor apa saja yang menghambat pengembangan Objek Wisata Banyu Habang dalam meningkatkan ekonomi Masyarakat di Desa sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. 3) Apa solusi yang dilakukan dalam upaya mengatasi hambatan pengembangan Objek Wisata Banyu Habang di Desa Sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan teori analisis digunakan teori strategi pengembangan dan teori kendala. Data penelitian ini dikumpulkan berdasarkan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan Berdasarkan telaah dan analisis tersebut, dapat di asumsikan hasil penelitian ini yaitu sebagai berikut: pertama strategi yang digunkakan dalam pengembangan Objek Wisata Banyu Habang adalah melalui strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat dan promosi digital serta media sosial. Kedua fator-faktor penghambat dalam pengembangan Objek Wisata Banyu Habang yaitu kurangnya sumber daya manusia yang terlatih dan peran pemerintah daerah. Ketiga solusi yang ditemukan untuk mengatasi hambatan adalah pemberdayaan masyarakat lokal dan optimalisasi promosi serta branding wisata oleh pemerintah.

Tata Kelola Kawasan Bundaran Besar Sebagai Ikon Kota Palangka Raya

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

KAHAYANNI SINTA (2025) : Tata Kelola Kawasan Bundaran Besar Sebagai Ikon Kota Palangka Raya (pembimbing I Dr. I Wayan Salendra, S.Ag., M.Si, dan pembimbing II Budi Purnomo, S.H.,M.Si). Bundaran Besar merupakan salah satu ikon utama kota Palangka Raya yang memiliki nilai strategis, baik secara geografis maupun secara simbolis sebagai pusat aktivitas masyarakat dan pemerintahan. Pada penelitian ini terbagi menjadi dua rumusan masalah yaitu (1) Bagaimana pelaksanaan tata kelola kawasan bundaran besar sebagai ikon Kota Palangka Raya, (2) Bagaimana persepsi pengunjung mengenai tata kelola di kawasan Bundaran Besar sebagai ikon Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Menggunakan teori tata kelola dan persepsi pengunjung, penelitian ini melibatkan Dinas PUPR, pengelola kawasan, dan pengunjung sebagai subjek. Tujuannya menganalisis tata kelola Bundaran Besar sebagai ikon Kota Palangka Raya, termasuk kebijakan, kebersihan, fasilitas, dan persepsi pengunjung terhadap pengelolaan kawasan. Hasil penelitian berdasarkan rumusan masalah yaitu (1) Tata kelola Kawasan Bundaran Besar cukup berjalan baik melalui koordinasi antarinstansi, namun masih menghadapi kendala seperti kurangnya pengawasan kebersihan dan keterbatasan fasilitas umum, (2) Persepsi Pengunjung pada umumnya memiliki persepsi positif terhadap kawasan ini, tetapi mengharapkan peningkatan pada sarana seperti tempat sampah dan pencahayaan.

Festival Budaya Isen Mulang Sebagai Daya Tarik Pariwisata Di Kota Palangka Raya

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Febriana Resti Novi Afianty : (2025) Festival Budaya Isen Mulang Sebagai Daya Tarik Pariwisata Di Kota Palangka Raya (pembimbing I Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si, dan pembimbing II Dr. A.A Gede Wiranata, S.Ag., M.Ag). Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan dipusatkan di Kota Palangka Raya sebagai sarana pelestarian budaya Dayak sekaligus daya tarik wisata. Atas asumsi tersebut maka penelitian ini mengangkat (2) rumusan masalah yaitu : (1) Bagaimana pengembangan potensi pariwisata melalui Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) di Kota Palangka Raya, (2) Bagaimana ketertarikan pengunjung terhadap terselenggaranya Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) di Kota Palangka Raya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Sedangkan metode analisisnya menggunakan (1) Teori Pengembangan Pariwisata (2) Teori Pariwisata. Subjek penelitian ini adalah mulai dari : Kepala Bidang Kesenian, Tradisi, dan Warisan Budaya, pelaku seni ,budayawan, wisatawan. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) pengembangan potensi pariwisata melalui FBIM memiliki peran strategis dalam pengembangan potensi pariwisata budaya, terutama dalam memperkenalkan kekayaan budaya Dayak kepada masyarakat luas. Festival ini menampilkan berbagai atraksi budaya seperti pertunjukan seni, permainan tradisional, kuliner khas, serta parade budaya yang menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan lokal maupun domestik. (2) ketertarikan pengunjung terhadap terselenggaranya FBIM cukup tinggi, yang dipengaruhi oleh keunikan budaya lokal serta nilai-nilai edukatif yang disampaikan melalui festival tersebut. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan dalam hal promosi dan inovasi penyelenggaraan yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku pariwisata sangat diperlukan untuk mendorong FBIM menjadi ikon pariwisata budaya berkelanjutan di Kalimantan Tengah. Kata Kunci: Festival Budaya Isen Mulang, Daya Tarik Wisata

KOMUNIKASI ANTARA ORANG TUA DAN ANAK DI ERA DIGITAL DI DESA TUMBANG PANGKA KECAMATAN SANAMAN MANTIKEI KABUPATEN KATINGAN

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pola komunikasi antara orang tua dan anak di era digital, dan komunikasi yang dapat terjalin dengan baik dan efektif. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola komunikasi dan faktor penghambat komunikasi antara orang tua dan anak di era digital. Adapun yang menjadi permasalahan adalah (1) bagaimana pola komunikasi antara orang tua dan anak di dera digital (2) apa saja faktor penghambat yang mempengaruhi efektivitas komunikasi antara antara orang tua dan anak di era digital. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pola komunikasi keluarga.Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif, dan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan Teknik analisis data yangdigunakan yaitu (1) reduksi data (2) penyajian data (3) verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian menujukan bahwa pola komunikasi antara orang tua dan anak di era digital di Desa Tumbang Pangka Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan yaitu menggunakan : (a) pola komunikasi bebas (Permissive), (b) pola komunikasi otoriter (Authoritarian), (c) pola komunikasi demokratis (Authoritative) kemudian dianalisis dengan teori pola komunikasi keluarga. Polakomunikasi bebas yang dilakukan oleh orang tua di era digital terkait penggunaan gawai, yaitu orang tua yang bersifat membebaskan dan kontrol terhadap anak rendah. Pola komunikasi otoriter merupakan pola komunikasi orang tua yang menetapkan aturan secara dan mengontrol anak dalam penggunaan gawai agar anakmemiliki waktu untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang tua. Pola komunikasi demokratis yang orang tua tetap memeberi aturan terhadap anak berdasarkan kesepakatan bersama, orang tua juga memikirkan akan hal yang anak suka dan tidak suka sehingga orang tua dan anak saling terbuka dalam berkomunikasi. Faktor penghambat komunikasi antara orang tua dan anak di era digital adalah kecanduan anak dalam penggunaan gawai, tidak hanya anak orangtua juga menggunakan gawai yang menimbulkan intensitas komunikasi berkurang, dan orang tua yang tidak mengerti penggunaan gawai sehingga menimbulkan kesulitan berkomunikasi jarak jauh.

Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Objek Taman Wisata Kumkum di Kota Palangka Raya

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Yaya Noprisia, 2025 : Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Objek Taman Wisata Kumkum di Kota Palangka Raya . Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Objek Taman Wisata Kum-kum di Kota Palangka Raya melalui promosi dalam memperluas daya tarik objek wisata terhadap calon wisatawan.. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada dua aspek permasalahan, yaitu (1) Bagaimana Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Objek Taman Wisata Kumkum di Kota Palangka Raya.?, (2) Apakah faktor Kendala dan Upaya Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Objek Taman Wisata Kum-kum di Kota Palangka Raya.?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Manajemen dan Teori Kendala. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Taman Wisata Kum-Kum Kota Palangka Raya berdasarkan pada dua elemen dasar yakni promosi objek wisata, dan Media promosi objek wisata. dua elemen tersebut saling terkait menjadi satu keutuhan yang terartikulasikan pada Strategi Pemerintah dalam Promosi Taman Wisata Kum-Kum Kota Palangka Raya. Promosi aspek kebudayaan dan jenis pariwisatanya masih sangat kurang oleh karena itu dibutuhkannya media promosi guna mengenalkan kepada khalayak publik tentang potensi tempat Taman Wisata Kum-Kum Kota Palangka Raya. Sedangkan media promosi tidak lepas dari peranan desain, biasanya makna tersampaikannya suatu promosi harus didasari dengan desain yang menarik agar khalayak umum dapat mengerti apa maksud yang disampaikan oleh promosi tersebut. Promosi biasanya mencakup kepada Iklan. Kedua, Kendala utama yang dihadapi saat ini adalah masalah anggaran itu sendiri, pada saat ini masih terbatas untuk pengelolaan dan pengembangan kawasan Taman Wisata Kum-Kum Kota Palangka Raya, terutama untuk pengembangan fasilitas di wisata tersebut. Yang kedua belum tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) yang betul-betul mampu untuk melihat peluang maupun tantangan dari sektor kepariwisataan di wilayah Kota Palangka Raya.

Eksistensi Kepemimpinan Pisor dalam Penerapan Upacara Nahunan di Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan (Perspektif Manajemen Pendidikan Agama Hindu)

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepemimpinan keagamaan tradisional dalam masyarakat adat memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan nilai spiritual, budaya, dan sosial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Pisor dalam upacara Nahunan masyarakat Hindu Kaharingan di Kecamatan Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji fungsi, nilai-nilai, dan implikasi kepemimpinan Pisor dalam perspektif Manajemen Pendidikan Agama Hindu, serta memahami bagaimana praktik kepemimpinan ini mendukung pelestarian budaya dan pendidikan keagamaan lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan melibatkan para Pisor, tokoh masyarakat, masyarakat Hindu Kaharingan dan generasi muda sebagai informan kunci. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, serta ditinjau melalui perspektif manajemen pendidikan agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Pisor menjalankan fungsi manajerial yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi, dan pembinaan spiritualitas secara partisipatif. Nilai-nilai kepemimpinan yang dikembangkan meliputi kepemimpinan spiritual transendental, keteladanan etis, transmisi nilai-nilai budaya, kesadaran ekologis, serta penguatan identitas komunitas. Implikasi dari kepemimpinan ini tidak hanya memperkuat regenerasi nilai-nilai keagamaan, tetapi juga membentuk model pendidikan agama Hindu yang kontekstual, adaptif, dan transformatif berbasis nilai lokal Kaharingan.

PENDAMPINGAN GURU DALAM PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SDN 9 PALANGKA

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilatarbelakangi pada Anak Berkebutuhan Khusus dapat mengenyam pendidikan yang setara dengan anak normal pada umumnya dengan menerima pendidikan inklusi. Pendidikan inklusi adalah bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menyatakan anak-anak berkebutuhan khusus dengan anak-anak normal pada umumnya untuk belajar bersama. Anak Berkebutuhan Khusus yang memiliki kebutuhan dan keterbatasan yang berbeda-beda. Berdasarkan hal tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana pendampingan guru dalam pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus di SDN 9 Palangka? 2) Apa kendala guru dalam pendampingan anak berkebutuhan khusus di SDN 9 Palangka? 3) Upaya guru dalam pendampingan anak Berkebutuhan Khusus di SDN 9 Palangka? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, Subek penelitian ini adalah guru kelas serta siswa Anak Berkebutuhan Khusus yang berada di kelas I dan kelas V, Teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumnetasi, Teknik analisis data dilakukan dengan empat Tahap yaitu kondensasi data, ceklis observasi, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian di lapangan menunjukan, 1) cara pendampingan anak berkebutuhan khusus di SDN 9 Palangka berbeda-beda karena anak berkebutuhan khusus di SDN 9 palangka yang berada di kelas I dan di kelas V memiliki hambatan yang berbeda-beda pula setiap anaknya. Pendampingan pendekatan yang dilakukan dalam pada anak berkebutuhan khusus yaitu dengan pendekatan yang lebih individual menyesuaikan kurikulum yang ada. Pada pendampingan dalam pembelajaran guru juga menerapkan dukungan dan emosional, serta menyederhanakan materi untuk memenuhi kebutuhan dan kemampuan Anak Berkebutuhan Khusus. 2) Hambatan atau kendala yang dihadapi guru dalam pendampingan anak berkebutuhan khusus antara lain keterbatasan waktu dan energi pada guru, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mendampingin anak berkebtuhan khusus, serta saranan dan prasarana yang kurang mendukung dalam proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus yang dapat berdampak pada proses pembelajaran. 3) Upaya guru dalam mengatasi hambatan yang terjadi dengan melakukan pengembangan diri dan pelatihan, serta mengevaluasi kemajuan belajar anak.

Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Papan Jurang Terhadap Motivasi Belajar Siswa di SDN 8 Menteng Palangka Raya

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Marsi. 2025 Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H., Krisma Natalia, M.Pd. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Papan Jurang terhadap Motivasi Belajar siswa di SDN 8 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini membahas tentang pengaruh penggunaan media pembelajaran papan jurang terhadap motivasi belajar siswa di SDN 8 Menteng Palangka Raya. Berdasarkan hasil observasi yang di lakukan oleh peneliti, guru jarang menggunakan media pembelajaran pada saat kegiatan pembelajaran matematika sehingga motivasi belajar siswa tidak tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah menggunakan media pembelajaran papan jurang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Bentuk desain yang digunakan adalah Pre-Experiment Design Pre-Tes and Post-Test Group. Motivasi belajar siswa diukur menggunakan angket. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II dengan jumlah 32 orang siswa. Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif. Berdasarkan data hasil penelitian, peneliti memperoleh hasil berupa peningkatan motivasi belajar siswa. Pada tahap pre-test nilai rata-rata siswa berjumlah 37,13 yang artinya motivasi belajar siswa berada pada kategori sedang. Sedangkan pada tahap post-test, nilai rata-rata motivasi belajar siswa berjumlah 39,59 yang artinya motivasi belajar siswa berada pada kategori tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran papan jurang mempengaruhi tingkat motivasi belajar siswa.

EFEKTIVITAS METODE PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS V SDN 4 MENTENG PALANGKA RAYA

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penanaman nilai-nilai Pancasila di sekolah dasar merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter peserta didik yang berintegritas, toleran, dan cinta tanah air. Namun, realitas di lapangan, khususnya di SDN 4 Menteng Palangka Raya, menunjukkan bahwa proses pembelajaran Pendidikan Pancasila masih didominasi oleh metode ceramah yang bersifat pasif. Hasil observasi menunjukkan rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan sekolah, kepatuhan terhadap aturan, dan kesadaran terhadap keberagaman. Guru cenderung tidak mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks yang relevan dengan kehidupan siswa, sehingga pembelajaran terasa kurang bermakna dan membosankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas metode Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pre-eksperimen dan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah siswa kelas V-C SDN 4 Menteng Palangka Raya yang berjumlah 29 orang. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, uji hipotesis menggunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran dengan metode Problem Based Learning. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai Sig. sebesar 0,000 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest. Nilai rata-rata N-Gain Score siswa yaitu 0,7371 termasuk ke dalam kategori tinggi. Selain itu, hasil analisis juga menunjukkan rata-rata N-Gain dalam bentuk persentase sebesar 73,7110 dengan standar deviasi 19,06. Berdasarkan kriteria tingkat keefektifan, maka rata-rata N-Gain sebesar 73,71% dikategorikan sebagai cukup efektif.

PENGARUH PENGGUNAAN QUIZIZZ TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DI SDN 1 MENTENG KOTA PALANGKA RAYA

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Ni Made Santi Nirmalawati, 2025. Pengaruh Penggunaan Quizizz Terhadap Minat Belajar Siswa Di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Pembimbing (I) Dr. I Putu Widiyanto, M.Pd.H Pembimbing (II) I Made Pustikayasa, ST, M.Pd Pada era digital, teknologi berkembang sangat pesat sehingga diharapkan para pendidik dapat mengikuti perkembangan zaman ini dan dapat mengaplikasikannya dalam dunia pendidikan, termasuk dalam metode evaluasi atau asesmen pembelajaran agar dapat meningkatkan minat belajar, serta tidak terkesan jenuh dan monoton. Namun, banyak guru yang masih terus menggunakan metode penilaian konvensional, seperti penilaian tertulis di atas kertas, yang sering membuat siswa bosan dan tegang. Hal ini dapat berpengaruh terhadap minat belajar siswa yang dapat cenderung menurun. Sebaliknya, penggunaan telepon genggam dikalangan siswa sudah cukup tinggi, sehingga diperlukan inovasi baru dalam evaluasi pembelajaran melalui teknologi. Quizizz adalah platform berbasis game yang dapat menjadi solusi melalui fitur interaktif yang menyenangkan dan interaktif. Salah satu guru di SDN 1 Menteng memanfaatkan Quizizz sebagai media asesmen/evaluasi dalam pembelajaran, dan dapat dilihat bagaimana antusias siswa saat mengerjakan soal melalui Quizizz. Namun, masih sedikit penelitian yang mempelajari dampaknya terhadap minat belajar siswa, terutama di sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana pengaruh penggunaan Quizizz terhadap minat belajar siswa di SDN 1 Menteng kota Palangka Raya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif survei dengan teknik analisis deskriptif. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner pada 24 responden. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa dari 24 siswa, terdapat mayoritas siswa yaitu dengan frekuensi 14 responden (58,33%) berada dalam kategori sangat tinggi, kemudian 9 responden (37,5%) berada pada kategori tinggi, 1 responden (4,17%) pada kategori cukup, dan tidak ditemukan siswa dengan minat belajar pada kategori rendah, serta nilai rata-rata 40 dengan 83,33% yang dimana masuk dalam kategori sangat tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa Quizizz berpengaruh positif dan sangat tinggi terhadap minat belajar siswa di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya.

IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SDN 2 BUKIT TUNGGAL

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Mei Lanisa,2025. Dr. Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,MA., Putu Wisnu Saputra, M.Pd.Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Implementasi Kurikulum Merdeka Di SDN 2 Bukit Tunggal. Kurikulum merdeka adalah ideologi pendidikan yang menerapkan gagasan bahwa sistem pendidikan perlu menjadi lebih fleksibel dan responsif terhadap tuntunan masyarakat serta kebutuhan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum merdeka memberikan kebebasan kepada sekolah dengan tetap mengacu pada standar pendidikan nasional untuk menjamin pencapaian pada tujuan pendidikan nasional. Dalam perspektif ini, kurikulum dianggap sebagai suatu sistem yang harus dapat menyesaikan diri dengan dinamika perubahan zaman dan kebutuhan sosial yang berkembang. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan kurikulum merdeka pada jenjang sekolah dasar yaitu SDN 2 Bukit Tunggal, serta menganalisis kendala apasaja yang ditemukan pada pelaksanaannya dan bagaimana upaya guru dalam menghadapi kendala tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif, penelitian ini akan memberikan gambaran tentang situasi dan kejadian faktual yang sistematis mengenai faktor serta fenomena yang dimiliki untuk mengetahui dasar-dasarnya. Hasil dari penelitian ini secara keseluruhan pelaksanaan kurikulum merdeka di SDN 2 Bukit Tunggal tidak hanya berlangsung begitu saja tanpa adanya persiapan, hal ini menunjukkan bahwa SDN 2 Bukit Tunggal telah bergerak kearah yang positif dalam mendukung kebijakan baru dalam bidang pendidikan yang dirancang pemerintah melalui kurikulum merdeka. Meskipun pada tahap awal banyak ditemukan kendala baik dalam pemahaman mengenai konsep maupun komponen dalam kurikulum merdeka serta sulitnya beradaptasi dengan perangkat ajar baru namun hal tersebut tidak serta merta menghentikan semangat sekolah untuk terus maju serta berbenah dan belajar. Dengan adanya pelatihan yang relavan serta pendampingan yang berkelanjutan dan komunikasi yang terbuka dari berbagai pihak terkait, implementasi kurikulum merdeka yang bertahap mulai menunjukkan dampak positif baik dalam hal kesiapan guru maupun dalam peningkatan kualitas pembelajaran yang lebih konstekstual dan bermakna.

Pengaruh Media Papan Tempel Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VB Pada Mata Pelajaran Matematika di SDN 1 Kereng Bangkirai

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Shetty Dayanti. 2025. Serlis Rusandi, M.Pd., Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd., M.Pd.H. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pengaruh Media Papan Tempel Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VB Pada Mata Pelajaran Matematika Di SDN 1 Kereng Bangkirai Penelitian ini membahas tentang pengaruh media papan tempel terhadap hasil belajar siswa kelas VB pada mata pelajaran matematika di SDN 1 Kereng Bangkirai. Berdasarkan fakta dilapangan, matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang kurang diminati siswa kerena dianggap sulit sehingga berdampak pada hasil belajar mereka. Permasalahan ini menjadi tantangan guru dalam mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan salah satunya dengan cara memanfaatkan media dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh media papan tempel terhadap hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Penelitian ini melibatkan satu kelas dengan jumlah siswa sebanyak 26 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest hasil belajar siswa. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa media papan tempel berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VB SDN 1 Kereng Bangkirai. Hasil uji normalitas dengan menggunakan Shapiro Wilk (responden 50) menunjukkan data selisih pretest dan posttest dengan perolehan nilai p value = 0,004 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa data berdistribusi tidak normal, sehingga peniliti melanjutkan analisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank. Dari hasil uji Wilcoxon Signed-Rank diperoleh nilai Z = -4,532 dan signifikasi (p) = 0,000. Karena nilai signifikan (p) = 0,000 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima maka ada perubahan nilai pretest dan posttest yang signifikan. Artinya. terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media papan tempel terhadap hasil belajar siswa.

Hubungan Antara Dukungan Guru Terhadap Motivasi belajar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Di SDN 4 Menteng Palangka Raya

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Destarianti. 2025. Hubungan Antara Dukungan Guru Terhadap Motivasi belajar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Putu Widyanto, M.Pd.H. Pembimbing II: Raisa Vienlentia, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Pendidikan inklusif telah menjadi pendekatan penting dalam memastikan semua siswa, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), mendapatkan akses pendidikan yang setara. Dalam konteks ini, peran guru sebagai penyedia dukungan emosional, instruksional, dan sosial sangat menentukan keberhasilan proses belajar siswa ABK. Motivasi belajar merupakan salah satu aspek penting yang dipengaruhi oleh kualitas dukungan yang diberikan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan guru terhadap motivasi belajar anak berkebutuhan khusus (ABK) di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung bagi siswa ABK, mengingat tantangan yang mereka hadapi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui angket yang dibagikan kepada 20 orang guru sebagai responden. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah dukungan guru yang mencakup perhatian, strategi pembelajaran, umpan balik, dan hubungan positif. Sedangkan variabel terikat adalah motivasi belajar siswa ABK yang meliputi motivasi intrinsik, ekstrinsik, keterlibatan, dan regulasi diri. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan guru dan motivasi belajar siswa ABK. Semakin tinggi dukungan yang diberikan guru, semakin tinggi pula motivasi belajar siswa ABK. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi peningkatan kualitas pendidikan inklusif melalui penguatan peran guru sebagai pendukung utama bagi siswa ABK. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata skor dukungan guru sebesar 76,35 (SD = 9,511) yang termasuk dalam kategori tinggi. Sedangkan rata-rata skor motivasi belajar siswa ABK adalah 68,65 (SD = 13,550) yang menunjukkan tingkat motivasi cukup baik. Uji korelasi Pearson menghasilkan nilai r = 0,543 dengan nilai signifikansi (p) = 0,013, yang menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan dan cukup kuat. Hasil uji koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,295 mengindikasikan bahwa dukungan guru memberikan kontribusi sebesar 29,5% terhadap motivasi belajar siswa ABK.

analisis kesulitan membaca permulaan pada peserta didik kelas III SDN 1 Langkai Palangka Raya

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Susilawati, Sri, 2025. Analisis Kesulitan Membaca Permulaan pada peserta didik kelas III SDN 1 Langkai Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Mitro, S.Pd.,M.Si dan Dosen Pembimbing II: Santang, S.Pd.,M.Hum Skripsi ini mengkaji tentang Analisis Kesulitan Membaca Permulaan Pada Peserta didik kelas III SDN 1 Langkai Palangka Raya. Kesulitan membaca permulaan merujuk pada kondisi dimana seorang anak kesulitan mengenali huruf, mengeja kata atau memahami teks secara keseluruhan pada tahap awal pembelajaran membaca. Peserta didik mengalami kesulitan dalam membaca permulaan merujuk pada kondisi dimana seorang anak kesulitan mengenali huruf, mengeja kata, memahami isi teks secara keseluruhan. Ini bisa karena bebarapa faktor yaitu faktor internal gangguan pada perkembangan bahasa atau masalah perhatian dan faktor eksternal seperti lingkungan dan metode pengajaran. Berdasarkan alasan tersebut, tema ini sangat penting untuk diteliti. Masalah ini perlu dikaji lebih lanjut dengan rumusan masalah yaitu (1) bagaimana kesulitan membaca permulaan pada peserta didik kelas III SDN 1 Langkai Palangka Raya dan (2) faktor apa saja yang menyebabkan kesulitan membaca pada peserta didik kelas III SDN 1 Langkai Palangka Raya. Dengan menggunakan satu jenis teori untuk menganalisis rumusan masalah tersebut yaitu teori perkembangan bahasa. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Sumber data dari data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis data yakni pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya disajikan dalam laporan penelitian berupa skripsi. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, ditemukan bahwa (1) Kesulitan membaca permulaan pada peserta didik kelas III SDN 1 Langkai ditemui pada kesulitan mengenali huruf,, kesulitan menghubungkan bunyi dengan huruf, peserta didik sering kesulitan dalam mengucapkan kata yang memiliki kombinasi huruf serta kalimat panjang (2). Faktor yang mempengaruhi peserta didik kelas III kesulitan membaca permulaan yaitu faktor internal gangguan pada perkembangan bahasa atau masalah perhatian dan faktor eksternal seperti metode pengajaran yang kurang tepat dan lingkungan yang tidak mendukung, Siswa kesulitan membaca karena berbagai alasan, termasuk kurangnya perhatian guru, kurangnya konsentrasi siswa dalam belajar, kurangnya motivasi dan kurangnya minat siswa.