Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MA

552 karya publik ditemukan.

2026: 292025: 552024: 692023: 822022: 1062021: 1342020: 212018: 152017: 39

EKSPLORASI STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA PESERTA DIDIK KELAS IV DI SDN 3 PALANGKA

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Yasmanto. 2024. Exploration of Teachers' Strategies in Increasing Reading Interest of Class IV Students at SDN 3 Palangka Supervisor I Mitro, S.Pd., M.Si Supervisor II Santang, S.Pd., M.Hum Teacher strategies are very necessary in a learning process to increase students' interest in learning and reading. This research is to find out and describe related to teachers' strategies in increasing students' interest in reading. The type of research used is a qualitative descriptive method. The data collection methods used are observation, interview, and document methods. The data analysis techniques used are in the form of data condensation, data display and conclusion drawing. The results of the study show that teachers have good creativity in increasing students' interest in reading (1) Teachers' strategies in increasing students' interest in reading are seen from the learning process by (a) Using the Question and Answer Method, group discussions, and explaining and practicing the subject matter (b) in the learning process teachers not only explain but also provide examples to students. (c) Teachers make plans before the learning process and conduct evaluations. (d) Some of the learning methods and strategies used by teachers are to increase interest in reading and attract learning interest in students. (2) Teachers' obstacles in increasing students' interest in reading are: (a) Different character and behavior of students. (b) Students who cannot read and count will have difficulty participating in learning activities. (c) Limited facilities and infrastructure. Some of these obstacles can hinder and hinder the course of a learning process.

UPACARA MUJA SUMBANG PADA UMAT HINDU KAHARINGAN DI KECAMATAN LAHEI BARAT KABUPATEN BARITO UTARA

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

MALIA, 2024. Upacara Muja Sumbang pada Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II Megawati, S.Pi., M.Pd.H Upacara Muja Sumbang adalah upacara perkawinan salah yang terjadi karena perilaku menyimpang pasangan. Upacara ini harus dilaksanakan oleh pasangan sebagai pensucikan dan menghilangkan pengaruh Layong Liha Alut Apoi dari pasangan yang berdampak pada pasangan dan alam semesta. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah yang di angkat peneliti yaitu : 1. Bagaimana proses upacara Muja Sumbang pada umat Hindu Kaharingan di Desa Papar Pujung Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara, 2. Apa makna Upacara Muja Sumbang pada umat Hindu Kaharingan di Desa Papar Pujung Pendidikan Agama Hindu terhadap Upacara Muja Sumbang pada umat Hindu Kaharingan di Desa Papar Pujung Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, memahami dan menjelaskan proses, makna dan perspektif pendidikan agama hindu yang terkandung dalam upacara Muja Sumbang. Teori yang digunakan dalam penilitian terdiri atas dua yaitu Teori Fenomenologi dan Teori Pendidikan Agama Hindu. Metode penelitian ini menggunakan penelitian jenis kualitatif, dengan lokasi penelitian di Desa Papar Pujung, jenis dan sumber data yang digunakan: data primer dan data sekunder, teknik penentuan informan yang digunakan yaitu teknik Purposive Sampling, adapun teknik penentuan data yang digunakan: observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian, teknik analisis data terdiri dari reduksi data, klasifikasi data, penyajian data, verifikasi serta penarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang upacara Muja Sumbang pada umat Hindu di Desa Papar Pujung memiliki beberapa tahap yakni : 1. Tahap awal, 2. Tahap Persiapan, 3. Tahap inti, 4. Tahap akhir, yang mengandung makna yang harus dipahami dari Belai Sumbang, Belai Padi, Pesiding Piak Sumbang Manyipet Tetung Galeng Bulan Langai,Bedian Sumbang selain itu perspektif pendidikan agama Hindu terdapat pada Muja Sumbang yakni seperti : Perspektif pendidikan Tattwa dengan mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana Perspektif pendidikan Etika mengimplementasikan ajaran Tri Kaya Parisudha dan Perspektif pendidikan upacara Hindu.

Administrasi dan Supervisi Pendidikan: Kajian Teoritis dan Praktis dalam Pendidikan

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini merupakan karya kolaboratif mahasiswa Doktoral Prodi MPI UIN Jambi yang berprofesi sebagai dosen dan praktisi lintas instansi. Hadirnya buku ini merupakan bentuk perhatian para akademisi mengenai pendidikan di Indonesia yang ditinjau dari sudut padang Adminstrasi dan Supervisi Pendidikan. Diharapkan dengan adanya buku ini, bisa berkontribusi dalam memajukan pendidikan di negeri tercinta ini melalui pandangan-pandangan kritis dan solutif.

Penerapan Model Pembelajaran Koopratif tipe jigsaw untuk meningkatkan prestasi belajar IPAS SDN 1 Batu Nindan Kecamatan Basarang

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Model kooperatif tipe Jigsaw merupakan satu tipe pembelajaran kooperatif yang mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan prestasi belajar IPAS kelas 3 di SDN 1 Batu Nindan Kecamatan Basarang, (2) Untuk mengetahui bagaimana Kendala Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan prestasi belajar IPAS kelas 3 di SDN 1 Batu Nindan Kecamatan Basarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Serta teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penerikan kesimpulan. Simpulan penelitian ini adalah: (1) Metode Jigsaw efektif meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa di SDN 1 Batu Nindan. Tahapan penerapannya meliputi pemahaman konsep, penyesuaian konteks, penetapan tujuan, pemilihan metode dan strategi, serta evaluasi. Respon positif siswa menunjukkan mereka menikmati dan aktif dalam pembelajaran berbasis kelompok ini, menandakan keberhasilan penerapan metode oleh guru.(2) Penerapan metode Jigsaw menghadapi tantangan eksternal seperti keterbatasan sumber daya, materi ajar yang tidak sesuai, fasilitas kelas, dan kekurangan alat. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala ini termasuk menyesuaikan materi ajar dari sumber online, merancang materi sendiri, dan berkolaborasi dengan rekan guru. Selain itu, sosialisasi dengan orang tua, pelatihan guru, serta solusi kreatif untuk fasilitas dan komunikasi dengan pihak terkait juga diterapkan.

Papan Lewu dalam Ritual Tiwah di Kapuas Tengah Dikaji dari Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Krisjon Agustin Darma. 2024, Papan Lewu Dalam Ritual Tiwah di Kapuas Tengah Dikaji Dari Nila-Nilai Pendidikan Agama Hindu. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II : Megawati,S.Pi., M.Pd.H Papan Lewu di Kapuas Tengah merupakan sarana yang digunakan pada saat Ritual Tiwah, adapun yang terkandung didalamnya yaitu berbagai lukisan yang bermakna seperti Banama Ruhung yang merupakan sebuah gambaran sarana transportasi yang digunakan oleh Sangiang Duhung Mama Tandang serta ada juga gambaran lewu bukit uju hatuntung yang merupakan simbol tempat menghantarkan Liau Haring Kaharingan menuju Lewu Tatau. Lukisan tersebut merupakan persembaham suci yang tulus ikhlas dari Tarantang Nule kepada liau haring kaharingan yang kemudian akan dibawa menuju LewuTtatau. Masyarakat Kapuas Tengah perlu mengetahui lebih dalam bahwa Papan Lewu adalah suatu sarana penting yang digunakan dalamn Ritual Tiwah. Keberadaan Papan Lewu dalam Ritual Tiwah memiliki nilai dan makna yang diyakini dan dipertahankan keberadaannya sehingga dengan adanya permasalahan di atas penulis tertarik untuk mengkaji : 1). Bagaimana bentuk, fungsi dan makna Papan Lewu dalam Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah? 2). Bagaimana kajian nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Papan Lewu pada Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1). Untuk mengetahui bentuk, fungsi dan makna Papan Lewu dalam Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah. 2). Untuk mengetahui kajian nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Papan Lewu pada Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah. Penelitian ini menggunakan Teori Semiotika, dan Teori Simbol. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis data yang meggunakan deskriptif kualitatif dan sumber data bersifat kualitatif. Dengan menggunakan informan ditentukan melalui Purposive Sampling. Hasil Penelitian ini adalah; 1). Ritual Tiwah sangat erat kaitannya dengan Papan Lewu, yang merupakan sarana wajib dalam pelaksanaan ritual ini di Kecamatan Kapuas Tengah. Papan Lewu menjadi elemen penting dalam upacara, menandakan bahwa ritual ini tidak hanya memerlukan persiapan dan waktu tetapi juga peralatan khusus yang memegang peranan penting dalam pelaksanaan Ritual. Ritual Tiwah dalam masyarakat Kapuas Tengah adalah upacara yang sangat signifikan dan kompleks, baik dari segi persiapan, makna spiritual, maupun penggunaan peralatan ritual seperti Papan Lewu. 2). Ritual Tiwah dalam masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Hurung Pukung adalah sebuah upacara yang menggabungkan kewajiban sosial, pengabdian spiritual, dan penghormatan kepada Tuhan dalam satu kesatuan yang utuh, menggambarkan kedalaman makna dan peranannya dalam kehidupan masyarakat tersebut.

KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN MAHASISWA FAKULTAS DHARMA DUTA BRAHMA WIDYA INSTITUT AGAMA HINDU NEGERI TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Komunikasi interpersonal memainkan peran penting dalam meningkatkan disiplin di kalangan mahasiswa dalam institusi akademik. Studi ini mengeksplorasi dinamika komunikasi interpersonal dan dampaknya terhadap peningkatan disiplin mahasiswa. Penelitian ini menggali berbagai strategi komunikasi yang digunakan oleh pendidik dan administrator untuk berinteraksi secara efektif dengan mahasiswa, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Dengan menggunakan metode kualitatif, termasuk wawancara dan observasi, studi ini mengkaji bagaimana komunikasi interpersonal memengaruhi perilaku dan disiplin mahasiswa. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi terbuka, hormat, dan jelas antara pendidik dan mahasiswa membudayakan saling menghormati dan memahami, sehingga mengurangi insiden ketidakdisiplinan. Selain itu, studi ini menyoroti pentingnya mendengarkan secara empatik, isyarat non-verbal, dan mekanisme umpan balik dalam membentuk sikap dan perilaku mahasiswa secara positif. Rekomendasi menekankan integrasi pelatihan keterampilan komunikasi bagi pendidik dan pendirian saluran komunikasi yang mendukung dalam pengaturan pendidikan untuk meningkatkan perbaikan disiplin yang berkelanjutan di kalangan mahasiswa. Berdasarkan latar belakang di atas, maka pada penelitian ini terdapat tiga perumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) Bagaimana pengaruh komunikasi interpersonal dilingkungan mahasiswa Fakultas Dharma Duta Brahma Widya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya (IAHN-TP) (2) 1. Bagaimana strategi efektif dalam Meningkatkan Kedisiplinan mahasiswa di lingkungan di Lingkungan Fakultas Dharma Duta Brahma Widya IAHN-TP. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) Teori Tindakan Komunikatif dan (2) Teori Strategi. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah: observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Komunikasi interpersonal dapat memberikan sebuah pengaruh bagi lawan bicara. (2) Komunikasi interpersonal yang efektif dapat menjadi strategi dalam meningkatkan kedisiplinan mahasiswa.

Tinjauan Yuridis terhadap Peran dan Fungsi Advokat dalam Memberikan Bantuan Hukum di Pengadilan Negeri Palangka Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Made Ari Andika P, 2024. Tinjauan Yuridis Terhadap Peran Dan Fungsi Advokat Dalam Memberikan Bantuan Hukum Di Pengadilan Negeri Palangka Raya. Tesis Strata Dua (S-2) Prodi Magister Ilmu Hukum Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. I Made Kastama, SH., MH. Pembimbing II : Dr. Drs. I Made Suyasa, MAP., M.Si. Hak untuk memperoleh bantuan hukum telah diatur dalam berbagai regulasi di Indonesia, termasuk Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, dan Undang-Undang No. 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum. Bantuan hukum di Indonesia bertujuan untuk menjamin akses terhadap keadilan bagi semua lapisan masyarakat, khususnya mereka yang kurang mampu secara ekonomi. Berdasarkan Pasal 22 ayat (1) Undang-Undang No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat, advokat wajib memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada pencari keadilan yang tidak mampu. Penelitian ini mengkaji beberapa masalah utama: (1). Bagaimana peran dan fungsi advokat dalam memberikan bantuan hukum di Pengadilan Negeri Palangka Raya? (2). Bagaimana efektivitas pemberian bantuan hukum di Pengadilan Negeri Palangka Raya dalam mewujudkan asas pemerataan kesempatan memperoleh keadilan? (3). Bagaimana peran dan proses pengadilan dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat? Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian hukum empiris. Pendekatan yang gunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif, adapun metode penelitian ini bersifat yuridis empiris dengan jenis penelitian lapangan dan dianalisis menggunakan teori kewenangan, teori efektivitas hukum, dan teori perlindungan hukum. Data dikumpulkan melalui studi dokumen, wawancara dengan advokat dan hakim, serta observasi langsung di Pengadilan Negeri Palangka Raya. Berdasarkan hasil penelitian Advokat memiliki peran krusial sebagai pendamping hukum, pemberi nasihat, dan pembela hak asasi manusia. advokat berperan dalam memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma atau pro bono kepada masyarakat yang tidak mampu. Efektivitas pemberian bantuan hukum di Pengadilan Negeri Palangka Raya dapat diukur melalui beberapa indikator, seperti jumlah kasus yang mendapatkan bantuan hukum, kepuasan penerima bantuan hukum, dan hasil akhir dari kasus yang ditangani. Pengadilan memiliki peran penting dalam memastikan setiap orang yang berperkara mendapatkan bantuan hukum yang memadai. Ini termasuk penyediaan pos bantuan hukum di pengadilan serta kerja sama dengan lembaga bantuan hukum dan advokat. Kata Kunci: Peran, Advokat, Efektivitas, Bantuan Hukum, Pengadilan Negeri ABSTRACT Made Ari Andika P, 2024. Legal Review of the Role and Function of Advocates in Providing Legal Aid at the Palangka Raya District Court. Master's Thesis (S-2) Hindu Religious Law Masters Study Program, Tampung Penyang State Hindu Institute (IAHN-TP) Palangka Raya. Supervisor I: Dr. I Made Kastama, SH., MH. Supervisor II: Dr. Drs. I Made Suyasa, MAP., M.Si. The right to obtain legal aid has been regulated in various regulations in Indonesia, including Law No. 39 of 1999 concerning Human Rights, and Law No. 16 of 2011 concerning Legal Aid. Legal aid in Indonesia aims to ensure access to justice for all levels of society, especially those economically disadvantaged. Based on Article 22 paragraph (1) of Law no. 18 of 2003 concerning Advocates, advocates are obliged to provide free legal assistance to those seeking justice who cannot afford it. This study examines several main issues: (1). What is the role and function of advocates in providing legal aid at the Palangka Raya District Court? (2). How effective is the provision of legal aid at the Palangka Raya District Court in realizing the principle of equal opportunity to obtain justice? (3). What is the role and process of the court in providing legal aid to the community? This research is categorized as empirical legal research. The approach used in this research is qualitative. The research method is empirical juridical with field research type and is analyzed using the theory of authority, legal effectiveness, and legal protection. Data were collected through document studies, interviews with advocates and judges, and direct observation at the Palangka Raya District Court. Based on the research results, advocates have a crucial role as legal assistants, advisors, and human rights defenders. Advocates play a role in providing free legal assistance or pro bono to the underprivileged. The effectiveness of legal aid provision at the Palangka Raya District Court can be measured through several indicators, such as the number of cases receiving legal aid, the satisfaction of legal aid recipients, and the outcome of the cases handled. The court has an important role in ensuring that every litigant receives adequate legal aid. This includes the provision of legal aid posts at the court as well as cooperation with legal aid institutions and advocates. Keywords: Role, Advocates, Effectiveness, Legal Aid, District Court.

Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dengan Media Bhagavad Gītā Khusus Guru di SDN Kecamatan Basarang

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji pembelajaran pendidikan agama Hindu dengan menggunakan media Bhagavad Gītā, khususnya bagi guru di tiga Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang ada di Kecamatan Basarang. Latar belakang penelitian ini, karena adanya berbagai kendala yang dihadapi oleh guru Pendidikan Agama Hindu dalam menggunakan pustaka suci sebagai media pembelajaran, terutama dalam pengajaran kepada peserta didik di kelas VI. Secara khusus, materi mengenai pengenalan pustaka suci Bhagavad Gītā diajarkan dalam materi ajar "Mengenal isi pokok dari kitab Bhagavad Gītā sebagai tuntunan hidup" di kelas VI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami, dan mendeskripsikan pemahaman, kesulitan, dan upaya yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Hindu dalam menggunakan media Bhagavad Gītā pada peserta didik di tiga SDN Kecamatan Basarang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: 1) Teori Kognitif yang diperkenalkan oleh Jean Piaget, 2) Teori Perubahan dalam Pendidikan yang diperkenalkan oleh Michael Fullan, dan 3) Teori Konstruktivisme yang diperkenalkan oleh Lev Vygotsky. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru tentang penggunaan Bhagavad Gītā sebagai media pembelajaran bervariasi, ada beberapa guru mengalami kesulitan dalam mengakses sumber daya yang memadai dan dalam menerapkan metode pengajaran yang efektif. Penelitian ini menemukan beberapa kendala utama yang dihadapi guru, seperti kurangnya pelatihan dan bimbingan dalam penggunaan Bhagavad Gītā, serta perbedaan latar belakang dan pemahaman peserta didik. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, guru-guru di Kecamatan Basarang melakukan berbagai upaya, termasuk meningkatkan pengetahuan para guru tentang Bhagavad Gītā, mengembangkan dan menyesuaikan materi ajar, serta memanfaatkan teknologi dan sumber daya tambahan.

Implementasi Metode Pembelajaran Mandiri dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V di SD Negeri 3 Palangka

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Silvia Magdalena, 2024, Implementasi Metode Pembelajaran Mandiri Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V di SDN 3 Palangka. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Drs. I Ketut Soter, M.Pd.H, Pembimbing II Putu Cory Candra Yhani, S.Pd.,M.Pd Pembelajaran mandiri adalah ketika siswa aktif dalam mengidentifikasi apa yang perlu di pelajari dan memiliki kendali dalam menemukan serta mengatur jawaban mereka sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi metode pembelajaran mandiri dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V di SDN 3 Palangka. Rumusan masalah yang diangkat mencakup: 1) bagaimana implementasi metode pembelajaran mandiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas V SDN 3 Palangka, 2) Apakah kendala yang dihadapi guru/dan siswa dalam penerapan metode tersebut, serta 3) implikasi dari metode pembelajaran mandiri terhadap hasil belajar siswa kelas V di SDN 3 Palangka. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif sehingga data yang diambil menggunakan jenis data primer dan sekunder. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menganalisis data, digunakan tiga langkah utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan subjek penelitian terdiri dari 34 siswa kelas V. Data diperoleh melalui ujian yang dilaksanakan sebelum dan setelah penerapan metode, untuk mengevaluasi perubahan yang terjadi. Hasil Penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam nilai ujian akhir, dengan rata-rata skor meningkat dari 70 menjadi 85. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode pembelajaran mandiri tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tetapi juga memotivasi mereka untuk lebih aktif dalam proses belajar. Menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran mandiri berhasil meningkatkan hasil belajar siswa. Namun, terdapat kendala seperti kurangnya pemahaman siswa tentang metode ini dan waktu yang terbatas bagi guru untuk membimbing. Implikasi dari penerapan metode ini menunjukkan bahwa, dengan dukungan yang tepat, siswa dapat lebih mandiri dalam belajar, sejalan dengan teori kognitif yang menekankan peran aktif siswa dalam proses belajar.

Peran Unit Kegiatan Mahasiswa Yoga dalam Pengembangan Karakter Mahasiswa di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PERAN UNIT KEGIATAN MAHASISWA YOGA DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER MAHASISWA DI IAHN TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA Maharati, Komang Suarta, Luh Putu Muliani Handayani Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Jl. G.Obos X, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah Peran unit kegiatan mahasiswa yoga dalam pengembangan karakter mahasiswa adalah di dalam latihan yoga mahasiswa diajarakan tentang astangga yoga yaitu yama, niyama, asana, pranayama, pratyahara, dharana, dhyana, dan samadhi. Delapan tahap ajaran yoga ini, merupakan tangga untuk mengendalikan diri dan sekaligus merupakan aspek etika dalam ajaran yoga. Permasalahan dalam Penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah peran unit kegiatan mahasiswa yoga dalam pengembangan karakter mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya? (2) Apa kendala pada unit kegiatan mahasiswa yoga dalam pengembangan karakter mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya? (3) Bagaimanakah implikasi unit kegiatan mahasiswa yoga pada pengembangan karakter Mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya? Teori yang digunakan teori Fenomenologi oleh Edmund Husserl, teori Kendala oleh Eliyahu Goldratt, Teori Humanistik oleh Abraham Maslow dan Teori Behavioristik Oleh Gage dan Berliner. Jenis penelitian yang digunakan adalah Kualitatif dengan Pendekatan Penelitian Fenomenologi. Teknik penentuan informan mengunakan Purposive Sampling, Data dikumpulkan dari Observasi Non-Partisipan, Wawancara Mendalam, Dokumentasi, dan Kepustakaan. Teknik analisi data yaitu Kondensasi Data, Display Data dan Kesimpulan. Hasil Penelitian Menunjukan: (1) Peran UKM Yoga dalam pengembangan karakter relegius dengan melaksanakan latihan Pratyhara, Dharana, Dhayan, Dan Samadhi. Karakter jujur dan toleransi menerapkan Yama dan Niyama dalam latihan. Karakter disiplin, kerja keras, mandiri dan kreatif dengan melaksanakan latihan Pranayama Dan Asanas. (2) Kendala dan upaya yang dihadapi adalah mahasiswa kurang serius dalam latihan meditasi upaya yang dilakukan dengan mengajarkan teori gelombang otak. Sarana dan prasarana yang kurang lengkap upaya yang dilakukan dengan latihan di tempat yang memiliki sarana prasarana lengkap. Dan niat mahasiswa yang kurang upaya yang dilakukan dengan memotivasi mahasiswa. (3) Implikasi Yama Dan Niyama Dalam Pengembangan Karakter Mahasiswa adalah dengan menjalankan ajaran dari bagian-bagian yama dan niyama didalam setiap latihan yoga. Implikasi pranayama dalam pengembangkan karakter adalah mahasiswa diajarkan untuk latihan mengatur dan mengendalikan nafas. Sehingga mahasiswa bisa mengatur emosinya. Implikasi asanas dalam pengembangan karakter mahasiswa adalah mahasiswa belajar bermacam-macam gerakan yoga asanas dengan disiplin, kerja keras serta mandiri dapat mengkatkan kreatifitas mahasiswa. Implikasi Pratyhara, Dharana, Dhayana, Dan Samadhi Dalam Pengembangan Karaker Mahasiswa adalah mahasiswa dapat meningkatkan kesadaran emosi dan membantu mahasiswa untuk meresponnya secara efektif.

Penerapan Model Pembelajaran Koopratif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPAS SDN 1 Batu Nindan Kecamatan Basarang

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Model kooperatif tipe Jigsaw merupakan satu tipe pembelajaran kooperatif yang mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan prestasi belajar IPAS kelas 3 di SDN 1 Batu Nindan Kecamatan Basarang, (2) Untuk mengetahui bagaimana Kendala Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan prestasi belajar IPAS kelas 3 di SDN 1 Batu Nindan Kecamatan Basarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Serta teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penerikan kesimpulan. Simpulan penelitian ini adalah: (1) Metode Jigsaw efektif meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa di SDN 1 Batu Nindan. Tahapan penerapannya meliputi pemahaman konsep, penyesuaian konteks, penetapan tujuan, pemilihan metode dan strategi, serta evaluasi. Respon positif siswa menunjukkan mereka menikmati dan aktif dalam pembelajaran berbasis kelompok ini, menandakan keberhasilan penerapan metode oleh guru.(2) Penerapan metode Jigsaw menghadapi tantangan eksternal seperti keterbatasan sumber daya, materi ajar yang tidak sesuai, fasilitas kelas, dan kekurangan alat. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala ini termasuk menyesuaikan materi ajar dari sumber online, merancang materi sendiri, dan berkolaborasi dengan rekan guru. Selain itu, sosialisasi dengan orang tua, pelatihan guru, serta solusi kreatif untuk fasilitas dan komunikasi dengan pihak terkait juga diterapkan.

Eksplorasi Strategi Guru dalam Meningkatkan Minat Baca Peserta Didik Kelas IV di SDN 3 Palangka

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Yasmanto. 2024. Exploration of Teachers' Strategies in Increasing Reading Interest of Class IV Students at SDN 3 Palangka Supervisor I Mitro, S.Pd., M.Si Supervisor II Santang, S.Pd., M.Hum Teacher strategies are very necessary in a learning process to increase students' interest in learning and reading. This research is to find out and describe related to teachers' strategies in increasing students' interest in reading. The type of research used is a qualitative descriptive method. The data collection methods used are observation, interview, and document methods. The data analysis techniques used are in the form of data condensation, data display and conclusion drawing. The results of the study show that teachers have good creativity in increasing students' interest in reading (1) Teachers' strategies in increasing students' interest in reading are seen from the learning process by (a) Using the Question and Answer Method, group discussions, and explaining and practicing the subject matter (b) in the learning process teachers not only explain but also provide examples to students. (c) Teachers make plans before the learning process and conduct evaluations. (d) Some of the learning methods and strategies used by teachers are to increase interest in reading and attract learning interest in students. (2) Teachers' obstacles in increasing students' interest in reading are: (a) Different character and behavior of students. (b) Students who cannot read and count will have difficulty participating in learning activities. (c) Limited facilities and infrastructure. Some of these obstacles can hinder and hinder the course of a learning process.

PENGARUH PEMBELAJARAN PENGANTAR ACARA AGAMA HINDU KAHARINGAN TERHADAP KETERAMPILAN MEMBUAT SARANA UPACARA KEAGAMAAN MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN AGAMA HINDU IAHN TP PALANGKA RAYA

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Rima Noktayani, 2024 Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Pengaruh Pembelajaran Pengantar Acara Agama Hindu Kaharingan Membuat Saran Upacara Keagamaan Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN TP Palangka Raya. Dosen pembimbing I, Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si, Dosen pembimbing II, Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H. Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang penulis temukan di program studi pendidikan agama Hindu tahun akademik 2023/2024. Penelitian menemukan bahwa keterampilan mahasiswa khususnya dalam pembuatan sarana upacara dapat dikatakan masih kurang. hal ini terlihat dari masih banyaknya mahasiswa yang belum mampu membuat sarana upacara seperti membuat ketupat, tampung tawar, hiasan dalam sangku untuk basarah, kurang tertariknya dengan pembuatan sarana upacara, serta masih ada mahasiswa yang tidak fokus dalam proses pembelajaran tersebut sehingga dalam hal ini memerlukan upaya yang lebih untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam membuat sarana upacara. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh pembelajaran pengantar acara agama Hindu Kaharingan terhadap keterampilan membuat sarana upacara keagamaan mahasiswa prodi pendidikan agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN TP) Palangka Raya. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, dengan metode survey dan metode pengumpulan data yang digunakan observasi, dokumentasi, dan kuesioner. Data pembelajaran diperoleh dari menyebarkan angket/kuesioner dengan cara membagikannya ke responden yang jumlahnya sudah diketahui yaitu 52 responden, sedangkan data keterampilan diperoleh dari nilai ujian akhir semester (UAS) mahasiswa kelas A dan B semester genap tahun akademik 2023/2024, data dianalisis dengan regresi sederhana menggunakan IBM Statistics for windows. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan hipotesis pada penelitian ini menujukan bahwa t hitung (0,017) t tabel (1,675), dapat disimpulakan bahwa hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini tidak terdapat pengaruh antara pembelajaran pengantar acara agama Hindu Kaharingan dengan keterampilann dalam membuat sarana upacara mahasiswa program studi pendidikan agama Hindu kelas A dan kelas B semester genap tahun akademik 2023/2024 dan dengan sekala pembelajaran pada kategori tinggi terdapat 13 orang dengan persentase 6,9%, kategori sedang terdapat 37 dengan persentase 19,47% dan pada kategori rendah terdapat 2 orang dengan persentase 1,6% dari keseluruhan total 52 orang responden. Kata kunci : Pengaruh Pembelajaran Pengantar Acara Agama Hindu Kaharingan Membuat Saran Upacara Keagamaan

NILAI – NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM UPACARA TUMPEK LANDEP DI DESA BASARANG JAYA KECAMATAN BASARANG KABUPATEN KAPUAS

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK I Komang Budiawan, 2024. Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Tumpek Landep Di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Pembimbing I Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag., M.Ag Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Tujuan skripsi mengkaji tentang implementasi nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam upacara Tumpek Landep di Desa Basarang Jaya. Berdasarkan fenomena yang terjadi, umat Hindu di Desa Basarang Jaya dalam melaksanakan upacara Tumpek Landep kurang memahami arti serta makna dalam upacara Tumpek Landep. Umat Hindu juga kurang memahami nilai-nilai dalam upacara Tumpek Landep. Untuk itu, diperlukannya kajian mendalam tentang pelaksanaan upacara Tumpek Landep pelaksanaan, nilai-nilai pendidikan dan implementasi upacara Tumpek Landep di Desa Basarang Jaya. Rumusan masalah yang dikaji yakni (1) Bagaimanakah proses pelaksanaan upacara Tumpek Landep di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas, (2) Apakah nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam upacara Tumpek Landep di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Penelitian ini dikaji dengan 2 teori yakni: 1).religi dan 2) Teori Nilai penelitian ini menggunakan deskriftif kualitatif,Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Informan secara purposive. Peneliti sebagai instrument utama. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan kondensasi data (data Condensation), penyajian data(data display) dan penarikan kesimpulan(Conclusions drawing). Berdasarkan hasil penelitian yang dikaji dengan teori religi, bahwa pelaksanaan upacara Tumpek Landep di Desa Basarang Jaya terbagi menjadi tiga tahap yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan upacara dan tahap akhir. Berdasarkan hasil penelitian yang dikaji dengan teori nilai bahwa nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam upacara Tumpek Landep terdiri dari nilai pendidikan tattwa(kebenaran) yang merupakan ajaran ketuhanan yang menjadikan landasan keyakinan umat dalam memeluk agama, nilai pendidikan etika(tingkah laku) dan nilai pendidikan estetika yang merupakan ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keindahan, mempelajari semua aspek dari apa yang kita sebut kesenian.

Upaya Guru untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa dalam Proses Pembelajaran Kelas III di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Marsena, IKadek, Egi. 2024. Upaya Guru Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Kelas III Di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Derson, S.Ag., M.Ag Dan Pembimbing II, Hendri, S.Ag., M.Si Skripsi ini menkaji tentang Upaya guru dalam meningkatkan kedisiplinan siswa kelas III di adi widyalaya widya bhakti palangka raya. Kedisiplinan merupakan suatu proses dalam menumbuhkan, menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai luhur kepada peserta didik agar senantiasa melaksanakan tugas dan kewajibannya yang dilandasi dengan sikap disiplin dan penuh tanggung jawab. Fenomena yang terjadi yaitu kurangnya kedisiplinan siswa dalam proses pembelajaran terutama pada saat proses pembelajaran berlangsung masih ada yang bermain-main, jalan kesana kemari, dan tidak fokus dengan pembelajaran. Berdasarkan urian tersebut, peneliti mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) apakah faktor penyebab kurangnya kedisiplinan siswa kelas III di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. 2) Bagaimana upaya guru dalam meningkatkan kedisiplinan siswa kelas III di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori Behavioristik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian rumusan masalah yang pertama menghasilkan bahwa faktor penyebab kurangnya kedisipinan siswa yaitu, faktor lingkungan sekolah, faktor suasana kelas, faktor teman sebaya, dan faktor kebijakan sekolah. Rumusan masalah yang kedua menghasilkan bahwa upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan kedisiplinan yaitu dalam proses pembelajaran, upaya yang dilakukan guru yaitu melakukan kebijakan sekolah, pendekatan terhadap siswa dan pemberian tugas kepada siswa.

Upacara Muja Sumbang pada Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MALIA, 2024. Upacara Muja Sumbang pada Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II Megawati, S.Pi., M.Pd.H Upacara Muja Sumbang adalah upacara perkawinan salah yang terjadi karena perilaku menyimpang pasangan. Upacara ini harus dilaksanakan oleh pasangan sebagai pensucikan dan menghilangkan pengaruh Layong Liha Alut Apoi dari pasangan yang berdampak pada pasangan dan alam semesta. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah yang di angkat peneliti yaitu : 1. Bagaimana proses upacara Muja Sumbang pada umat Hindu Kaharingan di Desa Papar Pujung Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara, 2. Apa makna Upacara Muja Sumbang pada umat Hindu Kaharingan di Desa Papar Pujung Pendidikan Agama Hindu terhadap Upacara Muja Sumbang pada umat Hindu Kaharingan di Desa Papar Pujung Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, memahami dan menjelaskan proses, makna dan perspektif pendidikan agama hindu yang terkandung dalam upacara Muja Sumbang. Teori yang digunakan dalam penilitian terdiri atas dua yaitu Teori Fenomenologi dan Teori Pendidikan Agama Hindu. Metode penelitian ini menggunakan penelitian jenis kualitatif, dengan lokasi penelitian di Desa Papar Pujung, jenis dan sumber data yang digunakan: data primer dan data sekunder, teknik penentuan informan yang digunakan yaitu teknik Purposive Sampling, adapun teknik penentuan data yang digunakan: observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian, teknik analisis data terdiri dari reduksi data, klasifikasi data, penyajian data, verifikasi serta penarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang upacara Muja Sumbang pada umat Hindu di Desa Papar Pujung memiliki beberapa tahap yakni : 1. Tahap awal, 2. Tahap Persiapan, 3. Tahap inti, 4. Tahap akhir, yang mengandung makna yang harus dipahami dari Belai Sumbang, Belai Padi, Pesiding Piak Sumbang Manyipet Tetung Galeng Bulan Langai,Bedian Sumbang selain itu perspektif pendidikan agama Hindu terdapat pada Muja Sumbang yakni seperti : Perspektif pendidikan Tattwa dengan mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana Perspektif pendidikan Etika mengimplementasikan ajaran Tri Kaya Parisudha dan Perspektif pendidikan upacara Hindu.

UPAYA GURU KELAS V DALAM MENGATASI KENAKALAN SISWA DI SDN MINTIN 2 KECAMATAN KAHAYAN HILIR KABUPATEN PULANG PISAU

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

I Made Lastre. 2024. Upaya Guru Kelas V dalam Mengatasi Kenakalan Siswa di SDN Mintin 2 Kecamatan kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Made Pustikayasa, S. T., M.Pd.H. Pembimbing 2 Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd., M.Pd.H. Kenakalan siswa merujuk pada perilaku yang dilakukan oleh anak-anak yang belum dewasa, baik secara sengaja maupun tidak, dengan kesadaran bahwa tindakan tersebut melanggar aturan dan dapat dikenai sanksi. Kenakalan seperti tidak mengerjakan PR, kurang disiplin, membuat gaduh, mengganggu teman, melontarkan kata-kata kasar, bolos, dan memukul teman. Kenakalan ini berdampak negatif pada fokus belajar siswa dan dapat menurunkan prestasi akademik serta meningkatkan risiko keterlibatan dalam tindakan kejahatan. Adapun tiga permasalah yang akan dibahas: 1). Apa saja penyebab kenakalan siswa kelas V SDN Mintin 2 Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau?, 2) Bagaimana upaya yang dilakukan oleh guru kelas dalam mengatasi kenakalan siswa kelas V di SDN Mintin 2 Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau?, dan 3) Bagaimana implikasi dari upaya yang telah dilakukan oleh guru kelas V dalam mengatasi kenakalan siswa di SDN Mintin 2 Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau?. Tujuan penelitian adalah untuk mengeksplorasi upaya guru dalam mengatasi kenakalan siswa kelas V di SDN Mintin 2, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini melibatkan wawancara dengan kepala sekolah, guru kelas V, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi, Wawancara, Studi Dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kenakalan teridentifikasi seperti tidak mengerjakan PR, menyontek, dan mengganggu teman. Kenakalan siswa disebabkan oleh faktor internal seperti kondisi psikologis, motivasi rendah, dan kebutuhan perhatian, serta faktor eksternal seperti kurangnya perhatian orang tua dan kondisi keluarga yang kurang harmonis. 2) Sekolah telah menerapkan berbagai upaya, termasuk program konseling rutin, metode pengajaran interaktif, pelatihan guru, dan koordinasi dengan orang tua, serta kegiatan ekstrakurikuler. Guru juga berfokus pada pendekatan personal, menciptakan suasana kelas yang positif, dan menggunakan metode pembelajaran menarik. 3) Upaya ini terbukti efektif, dengan peningkatan motivasi belajar, kedisiplinan, dan interaksi sosial siswa, serta penurunan kenakalan.